Bahaya kikir
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Bahaya kikir

on

  • 5,706 views

Kikir menyebabkan hati kita menjadi sempit

Kikir menyebabkan hati kita menjadi sempit

Statistics

Views

Total Views
5,706
Views on SlideShare
5,706
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
39
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • Studium General & Sarasehan MD: Motivasi dan Manajemen Muhammad Zen 20/12/06 TRAINING ORGANISASI MUHAMMAD ZEN SYIAR (STUDI ISLAM ALAM RAYA) BSI SE-JABOTABEK 12/23/11 Muhammad Zen, MA ADP-IMZ 2010

Bahaya kikir Presentation Transcript

  • 1. BAHAYA KIKIR MUHAMMAD ZEN, MA KONSULTAN SYARIAH LAZIS AMALIAH ASTRA PENGAJIAN BA’DA ZHUHUR PT FIESTA JAKARTA, 24 MARET 2011 Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 2. CURICULUM VITAE: Muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA Bekasi, 12 Januari 1978 S-1 Manajemen IAIN Jakarta 2001 S-1 Hight Institute for Hadith Science “Darus-Sunnah” 2002 S-2 Pascasarjana UIN Jakarta Konsentrasi Ekonomi Islam 2006 S-3 Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta Konsentrasi Ekonomi Islam 2007-kini Hp: 08129563750 Email: [email_address] . AKTIVITAS: KONSULTAN ZAKAT DI MAJALAH SHARING & WEBSITE ERA MUSLIM KONSULTAN ZAKAT LAZIS AMALIAH ASTRA (2009-KINI) NARASUMBER EKONOMI ISLAM RUMAH ZAKAT (2010) KONSULTAN SYARIAH IMZ DD REPUBLIKA (2009) PUKET III STAI BINAMADANI (2009) TRAINING MANAGER CIRTIE (2007-2008) DOSEN BISNIS DAN WIRAUSAHA STEI SEBI DOSEN FDK & FSH UIN JAKARTA SEJAK 2001 PENULIS BUKU : “ZAKAT & WIRAUSAHA” DIREKTUR SYAHID COMPUTER UIN JAKARTA (2001-2007) PENGISI SEMINAR NASIONAL, WORKSHOP, TRAINING DAN KHUTBAH Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 3. Sabda Rasul Saw.
    • قَالَ رَسُوْلُ اللهِ s : السَّخِىُّ قَرِيْبٌ مِّنَ اللهِ قَرِيْبٌ مِّنَ النَّاسِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْجَنَّةِ بَعِيْدٌ مِّنَ النَّارِ وَالْبَخِيْلُ بَعِيْدٌ مِّنَ اللهِ بَعِيْدٌ مِّنَ النَّاسِ بَعِيْدٌ مِّنَ الْجَنَّةِ قَرِيْبٌ مِّنَ النَّارِ وَالْجَاهِلُ السَّخِىُّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِّنْ عَابِدٍ بَخِيْلٍ { رواه التّرمذى } .
    • “ Rasulullah Saw. bersabda: “Orang yang pemurah itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekah dengan syurga, dan jauh dari neraka. Dan orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari syurga, dan dekat dengan neraka. Orang yang jahil (bodoh) tapi pemurah, itu lebih dicintai Allah daripada ahli ibadah tapi bakhil” . (HR. Turmudzi).
    Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 4. Hakikat Kehidupan Dunia                                                                                                         Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[*]. dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka Tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al-An’am[6]:32) [*] Maksudnya: kesenangan-kesenangan duniawi itu Hanya sebentar dan tidak kekal. janganlah orang terperdaya dengan kesenangan-kesenangan dunia, serta lalai dari memperhatikan urusan akhirat. Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
      • BAHAYA KIKIR: menyebabkan harta tidak berkah serta akan mengalami kesulitan
  • 5.
      • DEFINISI KIKIR (Al-Bakhil)
      • Al-bakhîl, yakni keadaan diri seseorang yang didominasi oleh sifat kikir. Sifat dan karakteristik kebakhilan ini menjadikan diri seseorang hanya bisa menerima, tetapi tidak bisa menyalurkan sehingga dirinya seperti saluran air yang tersumbat. Akibatnya tidak ada air yang mengalir ke dalam pipa yang tersumbat; dan lama kelamaan kadar air dalam pipa tersumbat itu berkurang.
      • “ Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian.” (QS Al Furqan (17): 67).
      • Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : “Manusia yang paling jelek adalah yang bersifat kikir dan pengecut” (HR. Ahmad dan Abu Daud). Allah SWT memaparkan dalam QS..70 Al Maarij 19-20 tentang tiga sifat tercela yang sering melekat pada manusia yaitu keluh kesah, frustasi dan kikir.
    Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 6. Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 7. MENGHILANGKAN SIFAT BAKHIL DAN KIKIR
    • Bakhil dan kikir bukanlah karakter seorang mukmin. Karena dengan menyimpan dua sifat tersebut seakan-akan ada keraguan akan kemaha luasan Allah, kehendak takdirnya dan keyakinan akan pembalasan hari pembalasan hampir luntur.
    • Sebagaimana hikmah munasabah antara dua ayat yang mengkaitkan memberi dengan ketakwaan pada surat al Lail : 5 – 6
    • فأما من أعطى واتقى وصدق بالحسنى فسنيسره لليسرى
    • Artinya : "Adapun orang yang memberikan (hartanya dijalan Allah) dan bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah."
    • Dan surat Al Lail : 8 – 9 yang mengkaitkan kebakhilan dengan ingkardan kedustaan :
    • وأما من بخل واستغنى وكذب بالحسنى فسنيسره للعسرى ومايغني عنه ماله إذا تردى
    • Artinya : "Dan adapun orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa."
    Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 8.
    • والذين يكنزون الذهب والفضة ولا ينفقونها في سبيل الله فبشرهم بعذاب أليم
    • Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih , (Q.S. al-Taubah: 34)
    PERINGATAN BAGI YANG BAKHIL Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 9. SIKAP TEGAS BAGI SI BAKHIL
    • وَ الله ِ لَوْ مَنَعُوْنِي عِنَاقًا كَانُوْا كَانُوْا يُؤَدُّوْنَهَا إِلَى رَسُوْلِ الله ِ صَلَّى الله ُ عَلَيْه ِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَيْهَا ( رواه البخاري )
    • Demi Allah, jika mereka tidak mau menunaikan apa yang telah mereka tunaikan kepada Rasulullah saw sungguh aku akan memerangi mereka karenanya . (Qaul Abu Bakr al-Shiddiq, Hadits Riwayat al-Bukhari, lihat Abu Bakar Jabir al-Jaza’iri. 1999. Minhaj al-Muslim, h. 218).
    Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 10. Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA Artinya: "Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Imran: 180.)
  • 11. Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA Artinya: " Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu , dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). " (QS. At-Taubah (9): 79)
  • 12.
    • KISAH BAHAYA KIKIR:
    • QARUN
    • Di dalam kitab Ibn Katsir yaitu al-Bidayah wa an-Nihayah, Ibn Katsir mengisahkan siapa Qarun. Asalnya Qarun bukanlah orang yang kaya Dan dia sangat dekat dengan Nabi Musa a.s. Qarun belajar dengan Nabi Musa a.s. Salah satu ilmu yang dipelajarinya ialah, ilmu mengenal pasti tempat mana emas tersembunyi di dalam bumi.
    • Qarun akhirnya menjadi kaya-raya. Allah SWT menjelaskan Qarun dan kekayaannya di dalam surah al-Qasas ayat 70-80. Setelah kaya-raya, Qarun telah diminta agar memberikan sedikit harta kekayaannya kepada kaumnya. Namun, sayangnya Qarun membantah dan membusungkan dada bahwa segala harta yang diperolehinya itu adalah atas ilmu dan kerja keras dirinya sendiri. Akhirnya, Allah SWT membenamkan Qarun dan istana dan hartanya ke dalam bumi. Sesungguhnya, ini adalah suatu kisah penting untuk yang kikir, bahwa mereka yang kikir bahkan takabbur dengan hartanya pasti dimurkai Allah SWT
    Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 13.
    • KISAH BAHAYA KIKIR:
    • 2. TSA’LABAH
    • Kisah orang yang pelit/enggan berzakat. Ia adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang asalnya miskin; namun menjadi lupa setelah kaya. Kisah ini disebutkan di dalam kitab Tafsir Fi Zilalil Quran karangan as-Syahid Syed Qutb. Syed Qutb menjelaskan, apa yang terjadi dalam kisah Tsa’labah adalah manifestasi kemunafikan segolongan manusia pada zaman Rasulullah SAW.
    • Ini karena, mereka menyatakan jika diberikan kekayaan maka mereka akan menginfakkannya pada jalan Allah SWT, tetapi apabila diberikan kekayaan mereka lupa bahkan mengingkarinya. Inilah sifat golongan munafik
    Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 14. Seorang sahabat Nabi yang amat miskin datang pada Nabi sambil mengadukan tekanan ekonomi yg dialaminya. Tsa'labah, nama sahabat tersebut, memohon Nabi untuk berdo'a supaya Allah memberikan rezeki yang banyak kepadanya. Semula Nabi menolak permintaan tersebut sambil menasehati Tsa'labah agar meniru kehidupan Nabi saja. Namun Tsa'labah terus mendesak. Kali ini dia mengemukakan argumen yang sampai kini masih sering kita dengar, "Ya Rasul, bukankah kalau Allah memberikan kekayaan kepadaku, maka aku dapat memberikan kepada setiap orang haknya.“ Nabi kemudian mendo'akan Tsa'labah. Tsa'labah mulai membeli ternak. Ternaknya berkembang pesat sehingga ia harus membangun perternakan agak jauh dari Madinah. Seperti bisa diduga, setiap hari ia sibuk mengurus ternaknya. Ia tidak dapat lagi menghadiri shalat jama'ah bersama Rasul di siang hari. Hari-hari selanjutnya, ternaknya semakin banyak; sehingga semakin sibuk pula Tsa'labah mengurusnya. Kini, ia tidak dapat lagi berjama'ah bersama Rasul. Bahkan menghadiri shalat jum'at dan shalat jenazah pun tak bisa dilakukan lagi. Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 15. Ketika turun perintah zakat, Nabi menugaskan dua orang sahabat untuk menarik zakat dari Tsa'labah. Sayang, Tsa'labah menolak mentah-mentah utusan Nabi itu. Ketika utusan Nabi datang hendak melaporkan kasus Tsa'labah ini, Nabi menyambut utusan itu dengan ucapan beliau, "Celakalah Tsa'labah!" Nabi murka, dan Allah pun murka! Saat itu turunlah Qs at-Taubah: 75-78 "Dan diantara mereka ada yang telah berikrar kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.“ Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta. Tidaklah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui yang ghaib?“ Tsa'labah mendengar ada ayat turun mengecam dirinya, ia mulai ketakutan. Segera ia temui Nabi sambil menyerahkan zakatnya. Akan tetapi Nabi menolaknya, " Allah melarang aku menerimanya." Tsa'labah menangis tersedu-sedu. Setelah Nabi wafat, Tsa'labah menyerahkan zakatnya kepada Abu Bakar, kemudian Umar. tetapi kedua Khalifah itu menolaknya. Tsa'labah meninggal pada masa Utsman. Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 16. PERTANYAANNYA: Dimanakah Ts'alabah sekarang? Jangan-jangan kitalah Tsa'labah-Tsa'labah baru yang dengan linangan air mata memohon agar rezeki Allah turun kepada kita, dan ketika rezeki itu turun, dengan sombongnya kita lupakan ayat-ayat Allah. Bukankah kita dengan alasan sibuk berbisnis tak lagi sempat sholat lima waktu. Bukankah dengan alasan ada "meeting penting" kita lupakan perintah untuk sholat Jum'at. Bukankah ketika ada yang meminta sedekah dan zakat kita ceramahi mereka dengan cerita bahwa harta yang kita miliki ini hasil kerja keras, siang-malam membanting tulang; bukan turun begitu saja dari langit, lalu mengapa kok orang-orang mau enaknya saja minta sedekah tanpa harus kerja keras. Kitalah Tsa'labah....Tsa'labah ternyata masih hidup dan "mazhab"-nya masih kita ikuti... Konon, ada riwayat yang memuat saran Nabi Muhammad saw (dan belakangan digubah menjadi puisi oleh Taufik Ismail), "Bersedekahlah, dan jangan tunggu satu hari nanti di saat engkau ingin bersedekah tetapi orang miskin menolaknya dan mengatakan, "kami tak butuh uangmu, yang kami butuhkan adalah darahmu!“ Dahulu Tsa'labah menangis di depan Nabi yang tak mau menerima zakatnya. Sekarang ditengah kesenjangan sosial di negeri kita, jangan-jangan kita bukan hanya akan menangis namun berlumuran darah ketika orang miskin menolak sedekah dan zakat kita! Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 17. Siapakah orang yang kaya ?   Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada, dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini. Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau terima dan berbagilah... Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 18. Siapakah orang yang miskin?   Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada, selalu menumpuk-numpukkan harta. Maka janganlah kau menjadi kikir juga dengki... Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan,namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Maka hargailah waktumu dan bersegeralah... Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 19. Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?   Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan, dimana kuburnya akan diluaskan sejauh mata  memandang.   Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu... Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 20. Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit ?    Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan, lalu kuburnya menghimpitnya. Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia... Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 21. KEDERMAWANAN merupakan pertengahan antara sikap boros dan kikir. Rasulullah Saw demikian sederhana dalam kehidupannya. Tidak pelit dan tidak juga boros, terbaik dalam memberi nafkah, sifat inilah yang diturunkan oleh Al qur an kedalam dada setiap mukmin. Firman Allah Swt :   وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. ( QS.Al furqon : 67 ) Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 22. ZAKAT membersihkan muzakki dari penyakit pelit , dan membebaskannya dari penyembahan harta. Keduanya adalah penyakit jiwa yang sangat berbahaya, yang membuat manusia jatuh dan celaka. Dari itulah Allah berfirman: “ Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” QS. 59/Al Hasyr: 9. Rasulullah saw bersabda: “Celaka hamba dirham, celaka hamba pakaian dagangan…” HR Al Bukhariy Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 23. BERSAHAJA itu tak identik dengan murah, karena kalau kita membeli barang murah tapi cepat rusak, ini bisa mendatangkan masalah. Misalkan, ada orang yang ingin makanannya bersahaja hingga ia membeli yang murah (kurang menyehatkan) karena sisanya akan ditabungkan. Tapi bila akhirnya dia sakit hingga biaya pengobatannya lebih besar dari tabungannya, maka ini tak proporsional. Pembelanjaan yang proporsional adalah yang sesuai dengan keperluan dan kemampuan. Bertanyalah pada diri jikalau akan membeli sesuatu. Misalkan, "Untuk apa saya membeli kursi? Untuk apa saya mengganti mobil? Perlukah saya mengganti motor padahal baru setahun?" Kalau memang diperlukan silakan membelinya. Bersahaja itu bukan berarti miskin, murah atau jelek. Nabi Muhammad SAW orang yang sangat bersahaja, tak berkurang kemuliaannya. Beliau kudanya bagus-bagus karena memang beliau memerlukannya agar dapat berkendaraan dengan baik. Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 24. Ciri-ciri sifat kikir: 1. Enggan Menolong Orang Yang Lemah 2. Malas Mengeluarkan Infak Dan Zakat Karena Takut Jatuh Miskin. 3. TIDAK BERSYUKUR , apabila mendapatkan kebaikan seperti nikmat kesehatan, harta kekayaan, atau posisi dan kedudukan ia menjadi kikir, lupa daratan, dan tidak mensyukuri nikmat Allah SWT serta ingkar kekuasaan Allah. Harta yang kita genggam itu hanyalah titipan Allah SWT. Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 25. Bersyukur Bila Mendapatkan Kebaikan                                                                                          Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. Ibrahim[14]:7) Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA
  • 26. “ Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahui”. Qs.Ali Imran(3):93 Bahaya Kikir Muhammad Zen, MA