Your SlideShare is downloading. ×
Kultur Jaringan, Transplantasi, dan Kloning
Kultur Jaringan, Transplantasi, dan Kloning
Kultur Jaringan, Transplantasi, dan Kloning
Kultur Jaringan, Transplantasi, dan Kloning
Kultur Jaringan, Transplantasi, dan Kloning
Kultur Jaringan, Transplantasi, dan Kloning
Kultur Jaringan, Transplantasi, dan Kloning
Kultur Jaringan, Transplantasi, dan Kloning
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Kultur Jaringan, Transplantasi, dan Kloning

9,211

Published on

@saputrafitra on twitter, line, wechat

@saputrafitra on twitter, line, wechat

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
9,211
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
173
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Kultur Jaringan,Transplantasi, danKloningDiajukan untuk memenuhi tugas BiologiMuhammad Fitra Saputra XI IPA 1201210/9/2012
  • 2. October 9, 2012 [KULTUR JARINGAN, TRANSPLANTASI, DAN KLONING]1KULTUR JARINGANDalam siklus hidupnya, setiap makhluk hidup mengalami pertumbuhan,perkembangan, dan perbanyakan diri/perkembangbiakan sebagai cara untuk melestarikanjenisnya. Proses ini berlangsung baik pada tingkat sel sebagai unit struktural dan fungsionalterkecil dari makhluk hidup maupun pada tingkat organ tubuhnya.Perkembangbiakan makhluk hidup dapat terjadi secara generatif ataupun vegetatiftergantung dari jenisnya. Perkembangbiakan secara generatif melibatkan persatuan darigamet jantan maupun betina. Pada tumbuhan, perkembangbiakan secara vegetatif dapatterjadi secara alami, misalnya tunas, anakan, rizoma, serta secara buatan, misalnya cangkok,setek, okulasi.Pada bidang pertanian (hortikultura), perbanyakan tumbuhan atau perbanyakanbibit tumbuhan secara besar-besaran kadang-kadang sangat diperlukan. Kebutuhan inidapat terpenuhi yaitu melalui kultur jaringan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwakultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagiantanaman serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptikyang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahayasehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanamanlengkap. Teknik kultur jaringan dapat digunakan pula pada bidang-bidang lain, misalnyabidang agronomi dan bidang pemuliaan tanaman.Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman,khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yangdihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyaisifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehinggatidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlahbesar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatantumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.Dasar teori yang digunakan dalam kultur jaringan tanaman ini adalah sifattotipotensi, yaitu kemampuan untuk tumbuh menjadi individu secara utuh pada kondisiyang sesuai. Hal ini terjadi karena pada setiap inti selnya mempunyai materi genetik yangsama. Dengan demikian hanya sel-sel yang sudah kehilangan intinya saja yang tidak memilikisifat totipotensi, misalnya sel-sel elemen tapis pada floem.
  • 3. October 9, 2012 [KULTUR JARINGAN, TRANSPLANTASI, DAN KLONING]2Pada tumbuhan, setiap sel yang terdapat pada semua organnya (akar, batang, daun,bunga, buah, dan biji) mempunyai sifat totipotensi, Sel-sel yang mempunyai sifat totipotensimerupakan sel-sel yang belum terdiferensiasi atau sel meristem yang selalu membelah,dimana pada lingkungan tertentu yang sesuai, sel-sel tersebut dapat berdiferensiasi menjadisel-sel lain. Oleh karena itu sel-sel yang sudah terdiferensiasi menjadi jaringan misalnyadaun, dapat mempunyai sifat totipotensi setelah mengalami dediferensiasi (peremajaankembali pada sel-sel yang telah terdiferensiasi) melalui lingkungan/media yang sesuaimenjadi sel-sel yang bersifat sebagai sel meristem.Organ tumbuhan umumnya mengalami pertumbuhan yang terbatas yaitu berhentitumbuh setelah mencapai bentuk tertentu (daun, bunga, dan buah), serta pertumbuhanyang tidak terbatas yaitu tumbuh terus selama kondisi lingkungan sesuai (batang dan akar)sehingga masih bersifat sebagai sel meristem yang terus membelah. Oleh karena itu dalammemperbanyak tumbuhan melalui kultur jaringan, lebih baik menggunakan bagian ujungbatang, pucuk, atau ujung akar sebagai eksplan.Pada teknik kultur jaringan eksplan yang dikultur dalam media dasar akanmembentuk suatu masa yang tidak berbentuk berupa kalus yang merupakan bentukdediferensiasi dari bagian tumbuhan yang dikultur (eksplan). Sifat dari kalus seperti sel-selmeristem yang jika disimpan di dalam media kultur yang sesuai akan berdiferensiasimembentuk tunas dan akar atau tumbuh sesuai dengan zat pengatur tumbuh yangdigunakan.
  • 4. October 9, 2012 [KULTUR JARINGAN, TRANSPLANTASI, DAN KLONING]3Kloning pada HewanTeknologi kloning. Suatu cara reproduksi yang menggunakan teknik tingkat tinggi di bidangrekayasa genetika untuk menciptakan makhluk hidup tanpa melalui perkawinan.Teknik reproduksi ini menjadi terkenal sejak tahun 1996 karena keberhasilan Dr. IanWelmut, seorang ilmuwan Scotlandia yang sukses melakukan kloning pada domba yangkemudian dikenal dengan Dolly. Sekarang teknik dan tingkat keberhasilan kloning telahbegitu pesat. Salah satu negara yang sukses menguasai teknologi ini sekaligusmenjadikannya sebagai lahan bisnis modern adalah Korea Selatan.Kloning berasal dari kata ‘clone’, artinya mencangkok. Secara sederhana bisa dipahami,teknik ini adalah cara reproduksi vegetatif buatan yang dilakukan pada hewan dan ataumanusia. Seperti yang kita ketahui bahwa mayoritas hewan (termasuk manusia) hanya bisamelakukan reproduksi generatif (kawin) yang dicirikan adanya rekombinasi gen hasil prosesfertilisasi ovum oleh sperma. Sedangkan pada reproduksi vegetatif tidak ada prosestersebut, karena individu baru (baca: anak) berasal dari bagian tubuh tertentu dariinduknya. Dengan teknik kloning, hewan dan manusia bisa diperbanyak secara vegetatif(tanpa kawin).Teknik ini melibatkan dua pihak, yaitu donor sel somatis (sel tubuh) dan donor ovum (selgamet). Meskipun pada proses ini kehadiran induk betina adalah hal yang mutlak dan tidakmungkin dihindari, tetapi pada proses tersebut tidak ada fertilisasi dan rekombinasi(perpaduan) gen dari induk jantan dan induk betina. Ini mengakibatkan anak yang dihasilkanmemiliki sifat yang (boleh dikatakan) sama persis dengan ‘induk’ donor sel somatis.Untuk lebih jelas, berikut ini uraian dasar proses kloning pada domba Dolly beberapa tahunlalu. Perhatikan gambar berikut. Langkah kloning dimulai dengan pengambilan sel putingsusu seekor domba. Sel ini disebut sel somatis (sel tubuh). Dari domba betina lain diambilsebuah ovum (sel telur) yang kemudian dihilangkan inti selnya. Proses berikutnya adalahfusi (penyatuan) dua sel tersebut dengan memberikan kejutan listrik yang mengakibatkan‘terbukanya’ membran sel telur sehingga kedua sel bisa menyatu. Dari langkah ini telahdiperoleh sebuah sel telur yang berisi inti sel somatis. Ternyata hasil fusi sel tersebutmemperlihatkan sifat yang mirip dengan zigot, dan akan mulai melakukan prosespembelahan.Sebagai langkahterakhir, ‘zigot’ tersebutakan ditanamkan padarahim induk dombabetina, sehingga sangdomba tersebut hamil.Anak domba yang lahiritulah yang dinamakanDolly, dan memiliki sifatyang sangat sangat miripdengan domba donor sel puting susu tersebut di atas.
  • 5. October 9, 2012 [KULTUR JARINGAN, TRANSPLANTASI, DAN KLONING]4Dolly lahir dengan selamat dan sehat sentausa. Sayangnya selama perjalanan hidupnya diagampang sakit dan akhirnya mati pada umur 6 tahun, hanya mencapai umur separoh darirata-rata masa hidup domba normal. Padahal kloning yang dilakukan pada hewan spesieslain tidak mengalami masalah.Dari hasil penyelidikan kromosomal, ternyata ditemui bahwa Dolly mengalami pemendekantelomere. Telomere adalah suatu pengulangan sekuen DNA yang biasa didapati diujungakhir sebuah kromosom. Uniknya, setiap kali sel membelah dan kromosom melakukanreplikasi, sebagian kecil dari ujung kromosom ini selalu hilang entah kemana. Penyebab danmekanismenya juga belum diketahui sampai sekarang.Masalah pemendekan telomere ini diketahui menyebabkan munculnya sinyal agar selberhenti membelah. Hal inilah yang diduga berhubungan erat dengan percepatan penuaandan kematian. Pemendekan telomere ini ternyata disebabkan oleh aktivitas enzim yangdikenal dengan telomerase.
  • 6. October 9, 2012 [KULTUR JARINGAN, TRANSPLANTASI, DAN KLONING]5TRANSPLANTASIPengertianTransplantasiTransplantasiadalahpemindahansuatujaringanatau organmanusiatertentudarisuatutempatketempat lain padatubuhnyasendiriatautubuh orang laindenganpersyaratandankondisitertentu.Transplantasiditinjaudarisudutsipenerima, dapatdibedakanmenjadi:1. Autotransplantasi, yaitupemindahansuatujaringanatau organ ketempat laindalamtubuh orang itusendiri2. Homotransplantasi, yaitupemindahansuatujaringanatau organdaritubuhseseorangketubuh orang lain.3. Heterotransplantasi, yaitupemindahansuatujaringanatau organdarisuatuspesiesketubuhspesieslainnya.Ada duakomponenpenting yang mendasaritindakantransplantasi, yaitu :1. Eksplantasi, yaituusahamengambiljaringanatau organ manusia yang hidupatau yangsudahmeninggal.2. Implantasi, yaituusahamenempatkanjaringanatau organtubuhtersebutkepadabagiantubuhsendiriatautubuh orang lain.Disampingitu, adaduakomponenpenting yangmenunjangkeberhasilantindakantransplantasi, yaitu:1. Adaptasidonasi, yaituusahadankemampuanmenyesuaikandiri orang hidup yangdiambiljaringanatau organ tubuhnya, secarabiologisdanpsikis,untukhidupdengankekuranganjaringan / organ.2. Adaptasiresepien, yaituusahadankemampuandiridaripenerimajaringan / organtubuhbarusehinggatubuhnyadapatmenerimaataumenolakjaringan / organ tersebut,untukberfungsibaik, mengganti yang sudahtidakdapatberfungsilagi.SejarahdanPerkembanganTransplantasiTahun 600 SM di India, Susrutatelahmelakuakantranspalantasikulit. SemantarajamanRenaissance, seorangahlibedahdariItalibernamaGaspareTagliacozzijugatelahmelakukanhalyang sama.Diduga John Hunter ( 1728 – 1793 ) adalah pioneer bedaheksperimental,termasukbedahtransplantasi. Diamampumembuat criteriateknikbedahuntukmenghasilkansuatujaringantrnsplantasi yang tumbuh di tempatbaru. Akantetapisistimgolongandarahdansistimhistokompatibilitas yangerathubungannyadenganreaksiterhadaptransplantasibelumditemukan.Padaabadke – 20, Wiener dan Landsteinermenyokongperkembangantransplantasidenganmenemukangolongandarah system ABO dansystem Rhesus.Saatiniperkembanganilmukekebalantubuhmakinberperandalamkeberhasilantindakantransplantasi.Perkembanganteknologikedokteranterusmeningkatsearahdenganperkembangantekniktransplantasi.
  • 7. October 9, 2012 [KULTUR JARINGAN, TRANSPLANTASI, DAN KLONING]6Ilmutransplantasi modern makinberkembengdenganditemukannyametode –metodepencangkokan, seperti :a. Pencangkokkanarteriamammariainterna di dalamoperasilintaskoronerolah Dr. GeorgeE. Green.b. Pencangkokkanjantung, darijantungkerakepadamanusiaoleh Dr. Cristian Bernhard,walaupunresepiennyakemudianmeninggaldalamwaktu 18 hari.c. Pencakokkansel – selsubstansianigradaribayi yang meninggalkependerita Parkinsonoleh Dr. Andreas Bjornklund.MasalahEtikdan Moral dalamTransplantasiBeberapapihak yang ikutterlibatdalamusahatransplantasiadalah:a. Donor HidupAdalah orang yang memberikanjaringan / organnyakepada orang lain ( resepien ).Sebelummemutuskanuntukmenjadi donor,seseorangharusmengetahuidanmengertiresiko yang dihadapi, baikresiko dibidangmedis, pembedahan,maupunresikountukkehidupannyalebihlanjutsebagaikekuranganjaringan / organ yangtelahdipindahkan.Disampingitu, untukmenjadi donor,sesorangtidakbolehmengalamitekananpsikologis.Hubunganpsikisdanomosiharussudahdipikirkanoleh donor hiduptersebutuntukmencegahtimbulnyamasalah.b. Jenazahdan donor mati.Adalah orang yang semasahidupnyatelahmengizinkanatauberniatdengansungguh –sungguhuntukmemberikanjaringan / organ tubuhnyakepada yangmemerlukanapabilaiatelahmeninggalkapanseorang donoritudapatdikatakanmeninggalsecarawajar, danapabilasebelummeninggal, donoritusakit, sudahsejauhmanapertolongandaridokter yang merawatnya.Semuaituuntukmencegahadanyatuduhandarikeluarga donor ataupihak lainbahwatimpelaksanatransplantasitelahmelakukanupayamempercepatkematianseseoranghanyauntukmengejar organ yang akanditransplantasikanc. Keluarga donor danahliwaris.Kesepakatankeluarga donordanresipiensangatdiperlukanuntukmenciptakansalingpengertiandanmenghindarikonfliksemaksimalmungkinatau pun tekananpsikisdanemosi di kemudianhari.Darikeluargaresepiensebenarnyahanyadituntutsuatupenghargaankepada donordankeluarganyadengantulus.Alangkahbaiknyaapabiladibuatsuatuketentuanuntukmencegahtinmulnya rasa tidakpuaskeduabelahpihak.d. ResipienAdalah orang yang menerimajaringan / organ orang lain. Padadasarnya,seorangpenderitamempunyaihakuntukmendapatkanperawatan yangdapatmemperpanjanghidupataumeringankanpenderitaannya.Seorangresepienharusbenar – benarmengertisemuahal yangdijelaskanolehtimpelaksanatransplantasi.
  • 8. October 9, 2012 [KULTUR JARINGAN, TRANSPLANTASI, DAN KLONING]7Melaluitindakantransplantasidiharapkandapatmemberikannilai yangbesarbagikehidupanresepien. Akan tetapi,iaharusmenyadaribahwahasiltransplantasiterbatasdanadakemungkinangagal.Jugaperludidasaribahwajikaiamenerimauntuktransplantasiberartiiadalampercobaanyang sangatbergunabagikepentingan orang banyak di masa yang akandatang.e. Dokterdantenagapelaksana lainUntukmelakukansuatutransplantasi, timpelaksanaharusmendapatparsetujuandaridonor, resepien, maupunkeluargakeduabelahpihak. Iawajibmenerangkanhal – halyangmungkinakanterjadisetelahdilakukantransplantasisehinggagangguanpsikologisdanemosi di kemudianharidapatdihindarkan.Tnaggungjawabtimpelaksanaadalahmenolongpasiendanmengembangkanilmupengetahuanuntukumatmanusia. Dengandemikian, dalammelaksanakantugas,timpelaksanahendaknyatidakdipengaruhiolehpertimbangan –pertimbangankepentinganpribadi.f. MasyarakatSecaratidaksengajamasyarakatturutmenentukanperkembangantransplantasi.Kerjasamatimpelaksanadengancaracendekiawan, pemukamasyarakat, ataupemukaagama diperlukanunutkmendidikmasyarakat agarlebihmemahamimaksuddantujuanluhurusahatransplantasi.Denganadanyapengertianinikemungkinanpenyediaan organ yang segeradiperlikan,atastujuanluhur, akandapatdiperoleh.TransplantasiDitinjaudariAspekHukumPadasaatiniperaturanperundang – undangan yang adaadalahPeraturanPemerintah No. 18tahun 1981,tentangBedahMayatKlinisdanBedahMayatAnatomissertaTransplantasiAlatatauJaringanTubuhManusia.Pokok – pokokperaturantersebut.

×