Your SlideShare is downloading. ×
Reading – Analisis Pengimplikasian Author dan Reader  Pada Subjek dan Objek yang Digunakan dalam Lirik Lagu Rhoma Irama oleh Muhammad Al Ghifari
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Reading – Analisis Pengimplikasian Author dan Reader Pada Subjek dan Objek yang Digunakan dalam Lirik Lagu Rhoma Irama oleh Muhammad Al Ghifari

152
views

Published on

Tugas mata kuliah Reading: Texts of Various Modes semester 3 Universitas Padjadjaran mengenai 'author' dan 'reader' yang dikaitkan dengan 5 lirik lagu Rhoma Irama.

Tugas mata kuliah Reading: Texts of Various Modes semester 3 Universitas Padjadjaran mengenai 'author' dan 'reader' yang dikaitkan dengan 5 lirik lagu Rhoma Irama.

Published in: Education

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
152
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Muhammad Al Ghifari 180410120038 Kelas B Reading – Analisis Pengimplikasian Author dan Reader Pada Subjek dan Objek yang Digunakan dalam Lirik Lagu Rhoma Irama Mirasantika Oleh: Rhoma Irama Dulu aku suka padamu dulu aku memang suka (Ya-ya-ya) Dulu aku gila padamu dulu aku memang gila (Ya-ya-ya) Sebelum aku tahu kau dapat merusakkan jiwaku (o-o, o-o) Sebelum aku tahu kau dapat menghancurkan hidupku Sekarang tak-tak-tak-tak „Ku tak mau tak mau tak-tak-tak-tak-tak „Ku tak mau tak mau tak („ku tak mau tak) Sekarang tak-tak-tak-tak „Ku tak sudi tak sudi tak-tak-tak-tak-tak „Ku tak sudi tak sudi tak („ku tak sudi tak) Dulu aku suka padamu dulu aku memang suka (Ya-ya-ya) Dulu aku gila padamu dulu aku memang gila Minuman keras (miras), apa pun namamu Tak akan kureguk lagi Dan tak akan kuminum lagi Walau setetes (setetes) Dan narkotika (tika), apa pun jenismu Tak akan kukenal lagi Dan tak akan kusentuh lagi Walau secuil (secuil) Gara-gara kamu orang bisa menjadi gila Gara-gara kamu orang bisa putus sekolah Gara-gara kamu orang bisa menjadi edan Gara-gara kamu orang kehilangan masa depan Mirasantika? (no way...)
  • 2. Darah Muda Oleh: Rhoma Irama Darah muda darahnya para remaja Yang selalu merasa gagah Tak pernah mau mengalah Masa muda masa yang berapi-api Yang maunya menang sendiri Walau salah tak perduli Darah muda Biasanya para remaja Berpikirnya sekali saja Tanpa menghiraukan akibatnya Wahai kawan para remaja Waspadalah dalam melangkah Agar tidak menyesal akhirnya Darah muda darahnya para remaja Yang selalu merasa gagah Tak pernah mau mengalah Darah muda Bujangan Oleh: Rhoma Irama Katanya enak menjadi bujangan Ke mana-mana tak ada yang larang Hidup terasa ringan tanpa beban Uang belanja tak jadi pikiran O, bujangan ... bujangan Bujangan ... bujangan Enaknya kalau jadi bujangan Hidup bebas bagai burung terbang Kantong kosong tidak jadi persoalan
  • 3. Tapi susahnya menjadi bujangan Kalau malam tidurnya sendirian Hanya bantal guling sebagai teman Mata melotot pikiran melayang O, bujangan ... bujangan Bujangan ... bujangan Susahnya kalau jadi bujangan Hidup tidak akan bisa tenang Urusi segala macam sendirian Ho..., boleh saja hidup membujang „Pabila hidup belum mapan Asalkan jangan suka jajan Ho..., tidak boleh hidup membujang Kalau untuk bebas berkencan Dengan gonta-ganti pasangan Kalau memang semuanya sudah mungkin Tentu lebih baik kawin Karena bahayanya hidup sendirian Berat menahan godaan Penasaran Oleh: Rhoma Irama Kalau belum bisa aku mendapatkan Oh gadis manis yang menjadi rebutan Sungguh mati aku jadi penasaran Sampai mati pun akan kuperjuangkan Memang dia yang paling manis Di antara gadis yang manis Aku pun tak merasa heran Kalau dia jadi rebutan Sungguh mati aku jadi penasaran Sampai mati pun akan kuperjuangkan Semua orang gila padanya Semua orang berlomba-lomba Untuk mendapat kasih-sayangnya Bermacam-macam cara pun dilakukan
  • 4. Tidak ubahnya seperti perlombaan Kalau aku belum bisa mendapatkan Oh gadis manis yang menjadi rebutan Sungguh mati aku jadi penasaran Sampai mati pun akan kuperjuangkan Judi Oleh: Rhoma Irama Judi (judi), menjanjikan kemenangan Judi (judi), menjanjikan kekayaan Bohong (bohong), kalaupun kau menang Itu awal dari kekalahan Bohong (bohong), kalaupun kau kaya Itu awal dari kemiskinan Judi (judi), meracuni kehidupan Judi (judi), meracuni keimanan Pasti (pasti), karena perjudian Orang malas dibuai harapan Pasti (pasti), karena perjudian Perdukunan ramai menyesatkan Yang beriman bisa jadi murtad, apalagi yang awam Yang menang bisa menjadi jahat, apalagi yang kalah Yang kaya bisa jadi melarat, apalagi yang miskin Yang senang bisa jadi sengsara, apalagi yang susah Uang judi najis tiada berkah Uang yang pas-pasan karuan buat makan (o, o) Itu cara sehat „tuk bisa bertahan Uang yang pas-pasan karuan ditabungkan (o, o) Itu cara sehat „tuk jadi hartawan Apa pun nama dan bentuk judi Semuanya perbuatan keji Apa pun nama dan bentuk judi Jangan lakukan dan jauhi Judi
  • 5. A. Analisis Subjek ‘Aku’ dari Kelima Lirik Lagu Rhoma Irama Pada lagu Rhoma Irama yang berjudul “Mirasantika”, kata „aku‟ menggambarkan seseorang yang pernah kecanduan minuman keras dan obat-obatan terlanrang (narkotika). Dalam kata lain, kita bisa bilang bahwa „aku‟ di lirik ini merupakan cara Rhoma mengimplikasikan dirinya sebagai seseorang lain yang terlibat dalam persoalan di lirik lagu ini (implied author). Mirasantika: Aku – Implied Author Di lagu “Judi”, kata „aku‟ justru tidak Rhoma munculkan. Boleh jadi lagu ini hanya berisi narasi tentang pandangan author (Rhoma) mengenai praktek perjudian dan individu-individu yang terlibat di dalamnya. Judi: Author tidak terlibat sebagai subjek dalam lagu Sama seperti lagu “Judi”, lagu Rhoma yang berjudul “Darah Muda” juga tidak mengandung subjek „aku‟. Narrator (penyanyi) yang menuturkan lagu ini tidak terlibat di dalam lirik, hanya pesan-pesan moral pada generasi muda yang ingin author sampaikan melalui lagu “Darah Muda” ini. Darah Muda: Author tidak terlibat sebagai subjek dalam lagu Lagi-lagi, kata „aku‟ tidak digunakan pada lagu Rhoma yang berjudul “Bujangan”. Dari ketiga lagu „tanpa aku‟ ini mungkin Rhoma sebagai author memang tidak ingin mengimplikasikan dirinya sebagai seseorang yang terlibat dalam lagu-lagu itu. Bisa jadi Rhoma ingin melempar pemikirannya pada masyarakat mengenai wacana sekitar tentang permasalahanpermasalahan dan peristiwa-peristiwa yang diangkat dalam lagu-lagu tersebut. Bujangan: Author tidak terlibat sebagai subjek dalam lagu Beda halnya dengan lagu “Penasaran”. Kata „aku‟ yang dipakai justru jauh berbeda disbanding lagu “Mirasantika” dimana kata „aku‟ di lagu “Mirasantika” digunakan untuk mengimplikasikan diri Rhoma (author) sebagai seseorang yang pernah tergila-gila dengan minuman dan narkotika. „Aku‟ pada lagu “Penasaran” adalah implikasi diri Rhoma pada seseorang yang sedang penasaran dan berjuang keras untuk mendapatkan hati seorang gadis pujaannya. Penasaran: Aku – Implied Author
  • 6. B. Analisis Objek ‘Kamu’ dari Kelima Lirik Lagu Rhoma Irama Hal menarik yang saya lihat pada penggunaan „kau/kamu‟ di lagu “Mirasantika” mengimplikasikan orang kedua (pembaca/pendengar) sebagai minuman keras dan narkotika yang digilai oleh „aku‟. Bukan manusia. Tetapi boleh disimpulkan bahwa pembaca/pendengar lirik lagu ini tidak terlibat secara langsung dalam permasalahan di lagu ini. Pembaca/pendengar hanya sebatas audiensi yang menyaksikan konflik batin antara „aku‟ dan „kamu‟ dalam lagu ini. Mirasantika: Reader tidak terlibat sebagai objek dalam lagu Lagu “Judi”, kata „kau/kamu‟ digambarkan Rhoma pada orang-orang yang berkecimpung pada praktek perjudian. Kembali, pembaca/pendengar lirik lagu ini tidak author implikasikan secara langung tetapi dibatasi hanya sebagai audiensi. Judi: Reader tidak terlibat sebagai objek dalam lagu Di lagu “Darah Muda” justru kata „kamu‟ tidak digunakan Rhoma, tetapi ada pronomina atau kata ganti orang ketiga „darah muda‟ yang kemungkinan besar author (Rhoma) implikasikan pembaca/pendengar untuk ikut terlibat dalam lagu ini sebagai generasi penerus bangsa yang harus selalu waspada dalam mengikuti perkembangan zaman agar tidak salah langkah. Darah Muda: Darah Muda (Orang ketiga) – Implied Reader Serupa tetapi tak sama dengan “Darah Muda”, lagu “Bujangan” pun tidak menggunakan kata „kamu‟ sebagai objek. Di lagu ini author lebih ingin menceritakan kehidupan sehari-hari seorang bujangan dan mengingatkan para bujang agar berhati-hati dalam menjalani hidupnya sehari-hari. Ho..., tidak boleh hidup membujang Kalau untuk bebas berkencan Dengan gonta-ganti pasangan Kalau memang semuanya sudah mungkin Tentu lebih baik kawin Karena bahayanya hidup sendirian Berat menahan godaan Bujangan: Reader tidak terlibat sebagai objek dalam lagu Penggunaan objek „dia‟ di lagu Rhoma yang berjudul “Penasaran” tidak mengimplikasikan pembaca/pendengar lirik lagu ini sebagai gadis pujaan sang implied author yang sedang dikejar-kejar. Reader di lagu ini sama dengan reader di lagu “Judi” yaitu sama-sama tidak dilibatkan dalam lagu atau dalam kata lain dibatasi hanya sebagai audiensi konflik antara implied author „aku‟ dan „dia‟. Penasaran: Reader tidak terlibat sebagai objek dalam lagu

×