Pembahasan

4,691 views
4,643 views

Published on

bugouh

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,691
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
227
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pembahasan

  1. 1. DAFTAR ISIDAFTAR ISI............................................................................................................ 1BAB IPendahuluan ................................................................................................. 2 a. Latar Belakang....................................................................................................................4 b. Perumusan Masalah........................................................................................................4 c. Deskripsi Tentang Materi Praktek.................................................................................5 i. Gerbang logika.................................................................................................................5 ii. Rangkaian Terpadu (IC) Untuk Gerbang –Gerbang........................................................6BAB II........................................................................................................... TEORI 2.1. Rangkaian Dasar Gerbang Logika ........................................................... 7 2.1.1. Gerbang Not (Not Gate)............................................................................................7 2.1.2. Gerbang And (And Gate)...........................................................................................7 2.1.3. Gerbang Or (Or Gate)................................................................................................8 2.1.4. Gerbang NAND...........................................................................................................8 2.1.5. Gerbang NOR..............................................................................................................9 2.1.6. Gerbang X-OR............................................................................................................9 2.1.7. Gerbang X-NOR.........................................................................................................9 Contoh Penerapan Gerbang Logika.................................................................................10 2.2. RANGKAIAN GERBANG KOMBINASI....................................................................11 2.2.1. PERANCANGAN RANGKAIAN KOMBINASI..................................................12 2.3. Implementasi Rangkaian Gerbang Logika Dengan Gerbang Nand...........................14 2.3.1. Gerbang NAND (NOT And)....................................................................................14 2.4. Decoder.............................................................................................................................16 1 Created by Sa’duddin
  2. 2. BAB III Langkah – Langkah Kegiatan 3.1. langkah kegiatan I...........................................................................................................17 3.1.1. Instalasi Electronic Workbench..............................................................................17 3.1.2. Pengenalan Program Electronich Workbench Dan Penggunaan Nya................20 3.2. Langkah Kegiatan II Kombinasi Gerbang Logika........................................................28 3.3. Langkah Kegiatan III Implementasi Gernbang NAND................................................32 3.4. Langkah Kegiatan IV DECODER..................................................................................37 3.4.1. Rangkaian Gerbang Nand dari Decoder................................................................38DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................42 2 Created by Sa’duddin
  3. 3. BAB I PENDAHULUAN “Pada jaman sekarang ini, teknologi berkembang sangat pesat. Bermacam – macam alatdihasilkan Sekarang, hampir semua peralatan yang bekerja dengan tegangan listrik sudahmenggunakan rangkaian digital. Saat ini rangkaian elektronika digital sudah bukan barang asinglagi. Rangkaian digital sudah ada di mana-mana dan bersinergi dengan rangkaian elektronikaanalog untuk membentuk rangkaian-rangkaian elektronika yang lebih cermat, cepat, dan tepatsasaran Sebenarnya, sebuah rangkaian digital tidak harus selalu berupa rangkaian rumit denganbanyak komponen kecil seperti yang kita lihat di dalam komputer, handphone, ataupunkalkulator. Sebuah rangkaian dengan kerja sederhana yang menerapkan prinsip-prinsip digital,juga merupakan sebuah rangkaian digital. Contoh rangkaian digital sederhana adalah rangkaianpengaman yang ditambahkan pada rangkaian kunci kontak sepeda motor atau mobil. Padarangkaian pengaman terdapat kontak (berupa relay atau transistor) yang aktivitasnya dikontrololeh pemilik sepeda motor. Kontak pengaman ini harus dihubungkan seri dengan rangkaiankunci kontak. Akibatnya, walau kunci kontak terhubung, sepeda motor tidak dapat distarter jikakontak pengaman ini masih terbuka. Cara ini cukup manjur untuk menghindari pencurian sepedamotor. Gerbang (gate) dalam rangkaian logika merupakan fungsi yang menggambarkanhubungan antara masukan dan keluaran. Untuk menyatakan gerbang-gerbang tersebut biasanyadigunakan simbol-simbol tertentu. Ada beberapa standar penggambaran simbol. Salah satustandar simbol yang populer adalah MIL-STD-806B yang dikeluarkan oleh DepartemenPertahanan Amerika Serikat untuk keperluan umum pada bulan Februari 1962. Untukmenunjukkan prinsip kerja tiap gerbang (atau rangkaian logika yang lebih kompleks) dapatdigunakan beberapa cara. Cara yang umum dipakai antara lain adalah tabel kebenaran (truthtable) dan diagram waktu (timing diagram). Karena merupakan rangkaian digital, tentu saja levelkondisi 2 yang ada dalam tabel atau diagram waktu hanya dua macam, yaitu logika 0 (low, atauhight) dan logika 1 (atau False, atau true). Kondisi lain yang mungkin ada adalah kondisi X(level bebas, bisa logika 1 atau 0), dan kondisi high impedance (impedansi tinggi). Kondisi Xbiasanya ada di masukan gerbang dan menyatakan bahwa apa pun logika masukannya (logika 0atau 1) tidak akan mempengaruhi logika keluaran yang dihasilkan. (Hodges D. , Jacson, Nasution S).” 3 Created by Sa’duddin
  4. 4. “Kondisi impedansi tinggi pada suatu titik (point) menunjukkan titik yang bersangkutandiisolasi dari rangkaian lain, sehingga tidak ada logika yang akan mempengaruhi titik tersebutgerbang dan rangkaian logika juga dapat diimplementasikan dalam bentuk rangkaian dioda,transistor, ataupun rangkaian terpadu yang disebut integrated circuit (IC). Dengan semakinmajunya teknologi pembuatan komponen mikro-elektronika, perkembangan komponen IC untukrangkaian digital menjadi pesat. IC logika jenis TTL (Transistor- Transistor Logic) dan CMOS(Complementary Metal Oxide Semiconductor) cukup populer di kalangan masyarakatpenggemar elektronika. Walaupun sudah mulai berkurang, jenis IC tersebut masih banyakdigunakan hingga saat ini. Dalam mengimplementasikan rangkaian digital, kita juga dapat mengunakan ElectronicsWorkbench (EWB) diteliti untuk diaplikasikan sebagai program simulasi bagi alat-alat elektronikyang dirancang. Dalam hal ini diteliti mengenai seberapa akurat respons yang diperoleh darisimulasi EWB dibandingkan dengan respons dari beberapa alat elektronik real dan juga seberapabanyak jenis alat elektronik yang dapat disimulasikan atau seberapa banyak jenis komponen ataurangkaian terintegrasi yang terdapat dalam EWB. Aplikasi EWB ini diharapkan dapatmenjembatani kesenjangan antara teori dan praktek seperti disebut di atas. Biasanya pada suatukarya tulis ilmiah mengenai perancangan dan penganalisaan suatu alat elektronik hanyalahdidasarkan pada studi literatur dan tidak melalui suatu pembuktian praktis. Pembuktian dengankomponen-komponen dan rangkaian-rangkaian terintegrasi fisik selain membutuhkan biayapengadaan yang tinggi (untuk jenis dan jumlah besar), juga sering terjadi kerusakan padakomponen-komponen fisik tersebut. Penggunaan EWB dapat mengatasi kelemahan-kelemahanperangkat keras di atas dan membangkitkan kepercayaan diri para mahasiswa bahwa alatelektronik yang dirancang dapat bekerja seperti yang dikehendaki. Penelitian ini dibatasi dengan menguji coba alat elektronik analog, yang dirancang dandianalisa oleh mahasiswa Jurusan Teknik Elektro untuk mata ajaran Analisa dan Perancangan.Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keakuratan respons yang diperoleh dari simulasi EWBdibandingkan dengan respons secara fisik dan teoritis dari alat elektronik yang dipilih, yaknisuatu alat elektronik analog dan berapa banyak jenis komponen atau rangkaian terintegrasi yangterdapat dalam EWB Transmitter vibrasi adalah alat yang dapat mengukur level dan komponenfrekuensi dari vibrasi mesin secara elektronik serta dapat mengirimkan data-data itu ke ruangpemantauan sejauh 100 m dari alat tersebut. Transmitter vibrasi ini menggunakan suatu 4 Created by Sa’duddin
  5. 5. transduser vibrasi yang disebut akselerometer piezoelektrik / AP (piezoelectric accelerometer)dan terdiri dari penguat depan muatan, penguat instrumentasi, penguat tegangan tak membalikdua tingkat, filter lolos bawah, filter lolos pita, dan pengubah tegangan ke arus. Dengan softwaretersebut, kita dapat merancang dan menyimulasi rangkaian di komputer PC, Perancanganrangkaian dapat kita lakukan dengan cara skematis, yang menggunakan simbol-simbol layaknyamenggambar rangkaian digital di kertas. Atau dengan bahasa VHDL (Visual HardwareDescription Language) dan Verilog yang lebih sulit.”. (Boylestad, Robert dan Louis Nashelsky)1.1. Latar Belakang “Gerbang yang diterjemahkan dari istilah asing gate, adalah elemen dasar dari semuarangkaian yang menggunakan sistem digital. Boleh jadi mereka mengena l istilah pencacah(counter), multiplekser ataupun encoder dan decoder dalam teknik digital, tetapi adakalanyamereka tidak tahu dari apa dan bagaimana alat-alat tersebut dibentuk. Ini dikarenakan olehmudahnya mendapatkan fungsi tersebut dalam bentuk satu serpih IC (Integrated Circuit). Bagiyang telah mengetahui dari apa dan bagaimana suatu fungsi digital seperti halnya pencacahdibentuk hal ini tak akan menjadi masalah, namun bagi pemula dan autodidak yang terbiasamenggunakan serpih IC berdasarkan penggunaannya akan menjadi memiliki pendapat yang salahmengenai teknik digital. Untuk itulah artikel berikut yang ditujukan bagi pemula ditulis. Semuafungsi digital pada dasarnya tersusun atas gabungan beberapa gerbang logika dasar yang disusunberdasarkan fungsi yang diinginkan. Gerbang-gerbang dasar ini bekerja atas dasar logikategangan yang digunakan dalam teknik digital. Logika tegangan adalah asas dasar bagi gerbang-gerbang logika”. (Hodges D. , Jacson, Nasution S).”1.2. Perumusan Masalah Permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah mempelajari dan memahamitentang gerbang logika AND, NOT, OR dan NAND dengan menggunakan program ElectronicsWorkbench (EWB) kemudian merealisasikannya dengan membangun sendiri sebuahpremasalahan mengunakan gerbang NOT OR dan matrik AND. Dimana sebagai implementasigerbang NAND dan di lanjutkan dengan menggunakan IC dan penerapan Dekoder. 5 Created by Sa’duddin
  6. 6. 1.3. Deskripsi Tentang Materi Praktek 1.3.1. Gerbang Logika “Gerbang logika atau gerbang logik adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika boolean yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik. Gerbang logika terutama diimplementasikan secara elektronis menggunakan dioda atau transistor, akan tetapi dapat pula dibangun menggunakan susunan komponen- komponen yang memanfaatkan sifat-sifat elektromagnetik (relay). Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Untuk menyatukan beberapa logika, kita membutuhkan operator logika dan untuk membuktikan kebenaran dari logika, kita dapat menggunakan tabel kebenaran. Tabel kebenaran menampilkan hubungan antara nilai kebenaran dari proposisi atomik. Dengan tabel kebenaran, suatu persamaan logika ataupun proposisi bisa dicari nilai kebenarannya. Tabel kebenaran pasti mempunyai banyak aplikasi yang dapat diterapkan karena mempunyai fungsi tersebut. Salah satu dari aplikasi tersebut yaitu dengan menggunakan tabel kebenaran kita dapat mendesain suatu rangkaian logika. Dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana peran dan kegunaan tabel kebenaran dalam proses pendesainan suatu rangkaian logika. Gerbang yang diterjemahkan dari istilah asing gate, adalah elemen dasar dari semua rangkaian yang menggunakan sistem digital. Semua fungsi digital pada dasarnya tersusun atas gabungan beberapa gerbang logika dasar yang disusun berdasarkan fungsi yang diinginkan. Gerbang -gerbang dasar ini bekerja atas dasar logika tegangan yang digunakan dalam teknik digital.Logika tegangan adalah asas dasar bagi gerbang-gerbang logika. Dalam teknik digital apa yang dinamakan logika tegangan adalah dua kondisi tegangan yang saling berlawanan. Kondisi tegangan “ada tegangan” mempunyai istilah lain “berlogika satu” (1) atau “berlogika tinggi” (high), sedangkan “tidak ada tegangan” memiliki istilah lain “berlogika nol” (0) atau “berlogika rendah” (low). Dalam membuat rangkaian logika kita menggunakan gerbang- gerbang logika yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Rangkaian digital adalah sistem yang mempresentasikan sinyal sebagai nilai diskrit. Dalam sebuah sirkuit digital,sinyal direpresentasikan dengan satu dari dua macam kondisi yaitu 1 (high, active, true,) dan 0 (low, nonactive,false).” (Sendra, Smith, Keneth C) 6 Created by Sa’duddin
  7. 7. 1.3.2. Rangkaian Terpadu (IC) Untuk Gerbang -Gerbang Dasar “Setelah mengenal gerbang-gerbang dasar yang digunakan dalam teknik digital, bagi parapemula mengkin saja timbul pertanyaan dimana gerbang-gerbang ini dapat diperoleh? Jawabannyamudah sekali, karena gerbang- gerbang ini telah dijual secara luas dipasaran dalam IC tunggal(single chip). Yang perlu diperhatikan sekarang adalah dari jenis apa dan bagaimana penggunaandari kaki-kaki IC yang telah didapat. Sebenarnya informasi dari IC-IC yang ada dapat denganmudah ditemukan dalam buku data sheet IC yang sekarang ini banyak dijual. Namun sedikit contohberikut mungkin akan me mpermudah pencarian. Berikut adalah keterangan mengenai IC-IC yangmengandung gerbang-gerbang logika dasar yang dengan mudah dapat dijumpai dipasaran.Catatan: • Ada dua golongan besar IC yang umum digunakan yaitu TTL dan CMOS. • IC dari jenis TTL memiliki mutu yang relatif lebih baik daripada CMOS dalam hal daya yang dibutuhkan dan kekebalannya akan desah. • IC TTL membutuhkan catu tegangan sebesar 5 V sedangkan CMOS dapat diberi catu tegangan mulai 8 V sampai 15 V. Hali ini harus diingat benar-benar karena kesalahan pemberian catu akan merusakkan IC. • Karena adanya perbedaan tegangan catu maka tingkat tegangan logika juga akan berbeda. Untuk TTL logika satu diwakili oleh tegangan sebesar maksimal 5 V sedangkan untuk CMOS diwakili oleh tegangan yang maksimalnya sebesar catu yang diberikan, bila catu yang diberikan adalah 15 V maka logika satu akan diwakili oleh tegangan maksimal sebesar 15 V. Logika pada TTL dan CMOS adalah suatu tegangan yang harganya mendekati nol. • Untuk TTL nama IC yang biasanya terdiri atas susunan angka dimulai dengan angka 74 atau 54 sedangkan untuk CMOS angka ini diawali dengan 40.”( Ian Robertson Sinclair, Suryawan) 7 Created by Sa’duddin
  8. 8. BAB II TEORI2.1. RANGKAIAN DASAR GERBANG LOGIKA 2.1.1. Gerbang Not (Not Gate) “Gerbang NOT atau juga bisa disebut dengan pembalik (inverter) memiliki fungsi membalik logika tegangan inputnya pada outputnya. Sebuah inverter (pembalik) adalah gerbang dengan satu sinyal masukan dan satu sinyal keluaran dimana keadaan keluaranya selalu berlawanan dengan keadaan masukan. Membalik dalam hal ini adalah mengubah menjadi lawannya. Karena dalam logika tegangan hanya ada dua kondisi yaitu tinggi dan rendah atau “1” dan “0”, maka membalik logika tegangan berarti mengubah “1” menjadi "0” atau sebaliknya mengubah nol menjadi satu. Simbul atau tanda gambar pintu NOT ditunjukkan pada gambar dibawah ini. 2.1.2. GERBANG AND (AND GATE) Gerbang AND (AND GATE) atau dapat pula disebut gate AND ,adalah suatu rangkaian logika yang mempunyai beberapa jalan masuk (input) dan hanya mempunyai satu jalan keluar (output). Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Dalam gerbang AND, untuk menghasilkan sinyal keluaran tinggi maka semua sinyal masukan harus bernilai tinggi. 8 Created by Sa’duddin
  9. 9. 2.1.3. GERBANG OR (OR GATE) Gerbang OR berbeda dengan gerbang NOT yang hanya memiliki satu input, gerbang ini memiliki paling sedikit 2 jalur input. Artinya inputnya bisa lebih dari dua, misalnya empat atau delapan. Yang jelas adalah semua gerbang logika selalu mempunyai hanya satu output. Gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi jika salah satu atau semua sinyal masukan bernilai tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilai rendah.2.1.4. Gerbang NANDGerbang NAND adalah suatu NOT-AND, atau suatu fungsi AND yang dibalikkan. Dengan katalain bahwa gerbang NAND akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyalmasukan bernilai tinggi. 9 Created by Sa’duddin
  10. 10. 2.1.5. Gerbang NORGerbang NOR adalah suatu NOT-OR, atau suatu fungsi OR yang dibalikkan sehingga dapatdikatakan bahwa gerbang NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyalmasukanya bernilai rendah.2.1.6. Gerbang X-ORGerbang X-OR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukan bernilairendah atau semua masukan bernilai tinggi atau dengan kata lain bahwa X-OR akanmenghasilkan sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai sama semua.2.1.7. Gerbang X-NORGerbang X-NOR akan menghasilkan sinyal keluaran tinggi jika semua sinyal masukan bernilaisama (kebalikan dari gerbang X-OR). 10 Created by Sa’duddin
  11. 11. CONTOH PENERAPAN GERBANG LOGIKAContoh1: F = A + B.C Gambar1: Rangkain gerbang logika.Contoh2: F = A’ + B’.C’ Gambar2 Rangkain gerbang logika.” (David Bucchlah, Wayne McLahan,) 11 Created by Sa’duddin
  12. 12. 2.2. RANGKAIAN GERBANG KOMBINASI “Semua rangkaian logika dapat digolongkan atas dua jenis, yaitu rangkaian kombinasi(combinational circuit) dan rangkaian berurut (sequential circuit). Perbedaan kedua jenisrangkaian ini terletak pada sifat keluarannya. Keluaran suatu rangkaian kombinasi setiap saathanya ditentukan oleh masukan yang diberikan saat itu. Keluaran rangkaian berurut pada setiapsaat, selain ditentukan oleh masukannya saat itu, juga ditentukan oleh keadaan keluaran saatsebelumnya, jadi juga oleh masukan sebelumnya. Jadi, rangkaian berurut tetap mengingatkeluaran sebelumnya dan dikatakan bahwa rangkaian ini mempunyai ingatan (memory).Kemampuan mengingat pada rangkaian berurut ini diperoleh dengan memberikan tundaan waktupada lintasan balik (umpan balik) dari keluaran ke masukan. Secara diagram blok, kedua jenisrangkaian logika ini dapat digambarkan seperti pada Gambar 1.” (Albert Paul Malvino, Ph.D.) Gambar 3. Model Umum Rangkaian Logika (a) Rangkaian Kombinasi (b) Rangkaian Berurut 12 Created by Sa’duddin
  13. 13. 2.2.1. PERANCANGAN RANGKAIAN KOMBINASI “Rangkaian kombinasi mempunyai komponen-komponen masukan, rangkaian logika,dan keluaran, tanpa umpan balik. Persoalan yang dihadapi dalam perancangan (design) suaturangkaian kombinasi adalah memperoleh fungsi Boole beserta diagram rangkaiannya dalambentuk susunan gerbang-gerbang. Seperti telah diterangkan sebelumnya, fungsi Boolemerupakan hubungan aljabar antara masukan dan keluaran yang diinginkan. Langkah pertamadalam merancang setiap rangkaian logika adalah menentukan apa yang hendak direalisasikanoleh rangkaian itu yang biasanya dalam bentuk uraian kata-kata (verbal). Berdasarkan uraiankebutuhan ini ditetapkan jumlah masukan yang dibutuhkan serta jumlah keluaran yang akandihasilkan. Masing-masing masukan dan keluaran diberi nama simbolis. Dengan membuat tabelkebenaran yang menyatakan hubungan masukan dan keluaran yang diinginkan, maka keluaransebagai fungsi masukan dapat dirumuskan dan disederhanakan dengan cara-cara yang telahdiuraikan dalam bab-bab sebelumnya. Berdasarkan persamaan yang diperoleh ini, yang merupakan fungsi Boole dari padarangkaian yang dicari, dapat digambarkan diagram rangkaian logikanya Ada kalanya fungsiBoole yang sudah disederhanakan tersebut masih harus diubah untuk memenuhi kendala yangada seperti jumlah gerbang dan jenisnya yang tersedia, jumlah masukan setiap gerbang, waktuperambatan melalui keseluruhan gerbang (tundaan waktu), interkoneksi antar bagian-bagianrangkaian, dan kemampuan setiap gerbang untuk mencatu (drive) gerbang berikutnya. Hargarangkaian logika umumnya dihitung menurut cacah gerbang dan cacah masukan keseluruhannya.Ini berkaitan dengan cacah gerbang yang dikemas dalam setiap kemasan. Gerbang-gerbang logika yang tersedia di pasaran pada umumnya dibuat dengan teknologirangkaian terpadu (Integrated Circuit, IC). Pemaduan (integrasi) gerbang-gerbang dasar sepertiNOT, AND, OR, NAND, NOR, XOR pada umumnya dibuat dalam skala kecil (Small ScaleIntegration, SSI) yang mengandung 2 sampai 6 gerbang dalam setiap kemasan. Kemasan yangpaling banyak digunakan dalam rangkaian logika sederhana berbentuk DIP (Dual- In-linePackage), yaitu kemasan dengan pen-pen hubungan ke luar disusun dalam dua baris sejajar.Kemasan gerbang-gerbang dasar umunya mempunyai 14-16 pen, termasuk pen untuk catu daya 13 Created by Sa’duddin
  14. 14. positif dan nol (Vcc dan Ground). Setiap gerbang dengan 2 masukan membutuhkan 3 pen (1 penuntuk keluaran) sedangkan gerbang 3 masukan dibutuhkan 4 pen. Karena itu, satu kemasan 14pen dapat menampung hanya 4 gerbang 2 masukan atau 3 gerbang 3 masukan. Dalam praktek kita sering terpaksa menggunakan gerbang-gerbang yang tersedia dipasaran yang kadang-kadang berbeda dengan kebutuhan rancangan kita. Gerbang yang palingbanyak tersedia di pasaran adalah gerbang-gerbang dengan 2 atau 3 masukan. Umpamanya,dalam rancangan kita membutuhkan gerbang dengan 4 atau 5 masukan dan kita akan mengalamikesulitan memperoleh gerbang seperti itu. Karena itu kita harus mengubah rancangan sedemikiansehingga rancangan itu dapat direalisasikan dengan gerbang-gerbang dengan 2 atau 3 masukan.Kemampuan pencatuan daya masing-masing gerbang juga membutuhkan perhatian. Setiapgerbang mampu mencatu hanya sejumlah tertentu gerbang lain di keluarannya (disebut sebagaifan-out). Ini berhubungan dengan kemampuan setiap gerbang dalam menyerap dan mencatu aruslistrik. Dalam perancangan harus kita yakinkan bahwa tidak ada gerbang yang harus mencatuterlalu banyak gerbang lain di keluarannya. Ini sering membutuhkan modifikasi rangakaianrealisasi yang berbeda dari rancangan semula. Mengenai karakteristik elektronik gerbang-gerbang logika dibahas dalam Lampiran A.” (Albert Paul Malvino, Ph.D.) 14 Created by Sa’duddin
  15. 15. 2.3. IMPLEMENTASI RANGKAIAN GERBANG LOGIKA DENGAN GERBANG NAND2.3.1. Gerbang NAND (NOT And) “Gerbang NAND dan NOR merupakan gerbanguniversal, artinya hanya denganmenggunakan jenisgerbang NAND saja atau NOR sajadapat menggantikan fungsi dari 3 gerbangdasar yang lain (AND, OR, NOT). Multilevel, artinya: denganmengimplementasikan gerbangNAND atau NOR, akan ada banyak level / tingkatan mulai dari sisitem input sampai kesisioutput. Keuntungan pemakaian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah rangkaian digitaladalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang terdapat dalam sebuah IC,sehingga menghemat biaya Gerbang NAND adalah pengembangan dari gerbang AND. Gerbang ini sebenarnya adalahgerbang AND yang pada outputnya dipasang gerbang NOT. Gerbang yang paling sering digunakanuntuk membentuk rangkaian kombinasi adalah gerbang NAND dan NOR, dibanding dengan ANDdan OR. Dari sisi aplikasi perangkat luar, gerbang NAND dan NOR lebih umum sehingga gerbang-gerbang tersebut dikenal sebagai gerbang yang “universal”. Gerbang-gerbang NOT, AND dan ORdapat di-substitusi ke dalam bentuk NAND saja, dengan hubungan seperti gambar 2. Gambar 4. Substitusi Beberapa Gerbang Dasar Menjadi NAND 15 Created by Sa’duddin
  16. 16. Rangkaian Asal Rangkaian Dengan NAND saja Gambar 5, impelemtasi Gergang NAND Untuk mendapatkan persamaan dengan menggunakan NAND saja, maka persamaan asalharus dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga hasil akhir yang didapatkan adalah persamaan denganNAND saja. Gerbang NAND sangat banyak di pakai dalam computer modern dan mengetipemakaiannya sangat berharga bagi kita, untuk merancang jaringan gerbang NAND ke NAND,gunakan prosedur tabel kombinasi untuk ungkapan jumlah hasil kali, Dalam perancangan logika, gerbang logika siskrit tidak selalu digunakan ttapi biasanya beisibanyak gerbang, karena itu, biasanya lebih disukai untuk memanfaatkan satu jenis gerbang, danbukan campuran beberapa gerbang untuk alasan ini konversi gerbang digunakan untuk menyatukansuatu fungsi gerbang tertentu dengan cara mengombinasikan beberapa gerbang yang bertipe sama,suatu misal implementasi gerbang NAND ke dalam gerbang NO, gerbang AND dan gerbang OR (KfIbrahim, “Tehnik Digital”) Pertimbangan lain nya dalam impelemtasi fungis boole berkaitan dengan jenis gate yangdigunakan, seringkali di rasakan perlu nya untuk mengimplimentasikan fungsi boole dengan hanyamenggunakan gate-gate NAND saja, walaupun mungkin tidak merupakan implementasi gateminimum, teknik tersebut memiliki keuntungan dan keteraturan yang dapat menyederhanakan prosespembuatan nya di pabrik. (wiliam steling). 16 Created by Sa’duddin
  17. 17. 2.4. Decoder“Decoder adalah suatu rangkaian logika kombinasional yang mampu mengubah masukan kodebiner n-bit ke m-saluran keluaran sedemikian rupa sehingga setiap saluran keluaran hanya satuyang akan aktif dari beberapa kemungkinan kombinasi masukan. Gambar 2.14 memperlihatkandiagram dari decoder dengan masukam n = 2 dan keluaran m = 4 ( decoder 2 ke 4). Setiap nmasukan dapat berisi logika 1 atau 0, ada 2N kemungkinan kombinasi dari masukan atau kode-kode. Untuk setiap kombinasi masukan ini hanya satu dari m keluaran yang akan aktif (berlogika1), sedangkan keluaran yang lain adalah berlogika 0. Beberapa decoder didisain untukmenghasilkan keluaran low pada keadan aktif, dimana hanya keluaran low yang dipilih akanaktif sementara keluaran yang lain adalah berlogika 1. Dari keadaaan aktif keluaranya, decoderdapat dibedakan atas “non inverted output” dan “inverted output”. (David Bucchlah, WayneMcLahan) 17 Created by Sa’duddin
  18. 18. BAB III Langkah-langkah kegiatan3.1. langkah kegiatan I3.1.1. Instalasi Electronic Workbench Pada praktikum ini kita akan menggunakan sofewere Elektronik Workbench atau EWBadalah softwere yang digunakan dalam praktek system digital yang diberikan oleh dosen. Carapenggunan dan penginstalannya sangatlah mudah, sebelum kita beranjak lebih lanjut terlebihdahulu kita akan membahas bagaimana cara penginstalan sofewer tersebut, berikut prosespengistalan nya:Langkah pertama adalah copy atau download master electronics workbench dan cari tempatfolder nya seperti gambar di bawah ini Gambar 6, Pencarian Folder Master Dari gambar di atas kita dapat meliaht pencarian folder electronics workbench, kebetulan folder tersebut berada pada parisi F (MASTER), setelah di temukan maka klik folder tersebut dan klik dua kali pada tulisan SETUP, untuk memulai proses instalasi. Berikut gambar setelah di klik dua kali atau di RUN. 18 Created by Sa’duddin
  19. 19. Gambar 7, Proses Instalasi EWB Gambar di atas adalah tampilan awal untuk proses instalasi dan pengenalan pembuatansofwere tersebut, untuk melanjutkan proses intsatalasi klik next untuk melanjutkan dan pilihcancel utnuk membatalkan proses instalasi. Setelah itu maka akan muncul gambar seperti dibawah ini. Gamar 8, Penetuan directory yang digunakan Gambar diatas menjelaskan pemilihan directory mana tempat di simpan electronicworkbench tersebut, pada gambar di atas kita akan menyimpan nya di directory C: apabilaingin mengubah directori yang di ingin kan maka plih Brose untuk memilih direcotory dan 19 Created by Sa’duddin
  20. 20. pilih Next untuk melanjutkan proses instalasi. Maka akan muncul gambar seperti di bawahini: Gambar 9, Pentuan Shortcuts Gambar di atas adalah kompirmasi penambahan shortcuts pada folder program, pilihNext untuk melanjutkan proses instalasi. Gambar 10, proses instalasi 20 Created by Sa’duddin
  21. 21. Gambar di atas adalah konfirmasi untuk melanjutkan proses instalasi pilih Next untuk melanjutkan, maka akan mucul gambar kedua proses pengkopyan data ke directoty C: dan pilih pinish untuk mengahiri porses instalasi.3.1.2. Pengenalan Program Electronich Workbench Dan Penggunaan Nya Disini akan dijelaskan langkah-langkah kerja dari awal dan juga sedikit penjelasanmengenai alat bantu yang dapat digunakan dalam Electronics Workbench(EWB). Yang pertamakita menyiapkan rumusan rangkaian logika yang akan kita buat,misalnya.F = B A + A ( BC + B C ) Kita mulai langkah awal dari proses pengaksesan EWB dari start menu, Dengan cara :Klik START > All Programs > pilih dan klik Program Elektronics Workbench, seperti padagambar dibawah ini . Gambar 11, Cara Membuka WEB Gambar1 : Cara mengakses Program Elektonics Workbench Dari gambar di atas adalah tampilan bagaimana cara mengakses pemilihan program dariElektronics Workbench, setelah mengklik atau Enter maka akan muncul tampilan sebagaiberikut: 21 Created by Sa’duddin
  22. 22. Gambar12 : Tampilan Awal Electronics WorkbenchGambar di atasa adalah tampilan awal dari elektronik workbench, gambar putih adalah areauntuk bekerja dan gambar yang ada pada samping kanan adalah power on / off . Kemudian alat-alat bantu yang dapat digunakan antara lain dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar13: Tools-tools yang dapat digunakan Dapat dilihat pada gambar diatas beberapa alat bantu yang digunakan diantaranya: 1. Sources 2. Logic gates 3. Miscellaneous 22 Created by Sa’duddin
  23. 23. 4. Indicators 5. Basic 6. Instruments Dari alat – alat di atas kita dapat menggunakan nya untuk merancang berbagai macamrangkaian logika dan mempermudah proses kerja adapun langkah awal yang bisa dilakukan dimulai sproses pembuatan rangkaian sederhana yang telah kita buat rumusannya diatas.Langkah awal yang kita lakukan adalah membuat rumusan rangkaian logika,dengan langkahsebagai berikut.F = B A + A ( BC + B C ) Gambar14: Tool Miscellaneous Gambar15: Membuat rumus rangkaianlogikaHurup A yang bertulis merah adalah untuk membuat teks pada lembar kerja dan aka munculseperti gambar di samping, setelah kalimat di tuliskan maka klik OK. Kemudian dilanjutkan dengan meng-klik tools SOURCH dan pilih Vcc untuk memulaipembuatan rangkaian logika. Caranya hanya dengan mendrag and drop Vcc ke area yang diinginkan. VCC di sini adalah sebagai arus tegangan Listrik yang di inputkan. Gambar 16: Memualai pembuatan rangkaian logika Untuk langkah selanjutnya yaitu menaruh switch pada rangkaian,pilih tool basickemudian sama seperti langkah sebelumnya drag and drop ke area kerja. 23 Created by Sa’duddin
  24. 24. Gambar 17: Peletakan Swith Di sini fungsi swith adalah sebagai penetu / saklar untuk inputan apakah posisi inputannya 1 atau 0. Untuk mengganti [Space] pada switch, double click pada switch yang ingin diubahnamanya,contohnya seperti gambar dibawah ini. Gambar 18: Memberi nama pada InputanTampilan perubahan nama akan menjadi seperti gambar dibawah ini. Gambar 19: Inputan sudah memiliki nama masing – masing 24 Created by Sa’duddin
  25. 25. Langkah selanjutnya adalah membuat gerbang logika sesuai dengan rumusan yang telah dibuat.Caranya Klik tool Logic Gate dan pilih gerbang yang dibutuhkan, dapat dilihat hasilnya sepertigambar dibawah ini. Gambar 20: Gerbang/rangkaian logika sesuai rumus Gambar di atas adalah rangakaina Logika dengan masalah F = B A + A ( BC + B C )rangkaian di atas menggunakan 3 model gerbang yaitu gerbang NOT, AND dan Gerbang ORLangkah berikutnya adalah menambahkan balon/lampu untuk membuktikan apakah hubunganantara gerbang – gerbang tersambung dan menghasilkan konstante “1”Berikutnyaadalah memberi nilai Swith [A] yaitu konstante “1”, memulainya dengan meng-klik ON atauSTART simulation. Pada gambar berikut: 25 Created by Sa’duddin
  26. 26. Gambar22: Inputan [A] diberi nilai “1” Gambar di atas adalah inputan pada A bernilai 1 cara nya dengan menekan tombol Apada Keyboard maka secara otomatis inputan akan berupah apakah bernilai 1 / 0. Gambar di atasmenjelaskan posisi lampu menyala di karenakan kombinasi gerbang NOT, AND dan OR. Gambar23: Inputan [B] diberi nilai “1” Gambar di atas adalah pada inputan B bernilai nol dan lampu nyapun menyala karna darihasil kombinasi mengeluarkan output 1 Selanjutnya memberi nilai pada Swith [C] dengankonstante “1” . cara nya pun dengan menekan tombol C pada keyboard. 26 Created by Sa’duddin
  27. 27. Gambar24: Inputan [C] diberi nilai “1” Gambar di atas menjelaskan inputan pada C itu bernilai 0 dan lampu nya tidak menyakarna hasil output nya 0 sehingga lampu tidak menyalaSelanjutnya memberi nilai pada Swith [A] dan [B] dengan konstante “1” . Gambar25: Inputan [A] dan [B] diberi nilai “1”Selanjutnya memberi nilai pada Swith [A] dan [C] dengan konstante “1”] Gambar26: Inputan[A] dan [C] diberi nilai “1” 27 Created by Sa’duddin
  28. 28. Selanjutnya memberi nilai pada Swith [B] dan [C] dengan konstante “1” . Gambar27: Inputan [B] dan [C] diberi nilai “1”Selanjutnya memberi nilai pada Swith [A], [B],dan [C] dengan konstante “1” . Gambar28: Inputan [A], [B] dan [C] diberi nilai “1”Dari gambar di atas dapat di ketahui imputan seluruh nya adalah bernilai 1 sehingga lampumenyala. Percobaan antara segmen dengan segmen lain nya untuk membuktikan apakah gerbangtersebut menyala. 28 Created by Sa’duddin
  29. 29. 3.2. Langkah Kegiatan II Kombinasi Gerbang Logika Sistem logika biasanya melibatkan lebih dari satu gerbang yang membentukasuatukombinasi untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Sebangai contoh kombinasi sederhanadari sebuah gerbang AND dan sebuah gerbang Not yang akan di sajikan pada langkah – langkahkegiatan yang di gabungkan dengan Rangkaian gerbang OR Kemudaian bagaimana gerbang –gerbang tersebut akan di terapkan menjadi IC sesuai dengan gerbang – gerbang yang di gunakan. Pada gambar di bawah ini akan di jelaskan. Gambar 29. Gerbang logika dan model IC Dari gambar di atas kita dapat mengetahui model IC gerbang AND dan Gerbang OR danGerbang Not, adapun dari gambar di atas dapat di jelaskan sebagai berikut : 1. Macam – macam gerbang (logic gate) 29 Created by Sa’duddin
  30. 30. 2. Pilihan IC gerbang 3. VCC yang ada pada IC ( tempat di sambungkan nya Power atau catu daya ) 4. A dan B adalah Inputan 5. Y adalah Output dari Inputan 6. GND adalah Keluaran sebagai Ground 7. Tipe IC yang di gunakan 8. Model IC yang mana yang akan di gunakan dan berapa Inputan yang akan di gunakanDari penjelasand di atas kita dapat merangkai sebuah permasalahan F = B A + A ( BC + B C )yang akan di ubah menggunakan gerbang Model IC Gambar 30. Rangkaian Kombinasi Gerbang dengan Model IC Dari gambar di atas kita dapat mengetahui Rangkaian gerbang dengan model IC, yangmenggunakan Gerbang NOT, OR dan AND, kombinasi gerbang ketiga tersebut di jadikansebuah rangkaian IC yang dapat di buktikan pada gambar berikutnya. 30 Created by Sa’duddin
  31. 31. Gambar 31, Percobaan Dengan tiga inputan Dari gambar di atas kita dapat melihan bahwa inputan A itu berniai 1 dan imputan B danC bernilai 0, jadi output dari inputan A yang benilai 1 adalah lampu menyala dan Pengukuman.Volt meter berjalan Gambar 32, inputan C bernilai 1 31 Created by Sa’duddin
  32. 32. Dari gambar di atas kita dapat melihat bahwa lampu tidak menyala karna dari hasilkombinasi gerbang di atas mengeluarkan output 0 sehingga lampu tidak menyala, lampumenyala jika imputan A dan imputan B itu bernilai 1. Gambar 33, inputan A dan B berniali 1.Dari kombinasi inputan A dan B bernilai 1 sehingga lampu menyala karna setelah dip rosesoutput nya bernilai 1, gerbang kombinasi And jika di hubungkan dengan Gerbang OR makakombinasi tersebut akan di kalikan. Gambar 34. Inputan A dan C berniali 1. 32 Created by Sa’duddin
  33. 33. Gambar 35, inputan A, B dan C bernilai 1 Dari gambar di atas kita dapat melihat bahwa ketiga imputan tersebut adalah bernilai 1sehingga lampu tersebut menyala, dari semua pecobaan di atas kita dapat memahami bahwakombinasi gerbang AND, NOT dan OR itu memiliki outpun yang berpariasi tergantung denganrangkaian yang kita buat.3.3. Langkah Kegiatan III Implementasi Gernbang NAND Sistem logika biasanya melibatkan lebih dari satu gerbang yang membentuk suatukombinasi untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Sebangai contoh kombinasi sederhana darisebuah gerbang AND dan sebuah gerbang Not yang akan di sajikan pada langkah – langkahkegiatan yang di gabungkan dengan Rangkaian gerbang OR Kemudaian bagaimana gerbang –gerbang tersebut akan di terapkan menjadi IC sesuai dengan gerbang – gerbang yang di gunakan. Pada gambar di bawah ini akan di jelaskan. Bagaimana impelemetasi gerbang NANDdari kombinasi gerbang AND, OR dan NOT. Suatu contoh permasalah di bawah ini akan di buatkombinasi gerbang dan implementasi gerbang NAND. 33 Created by Sa’duddin
  34. 34. Gambar, 36 pemilihan Gerbang atau IC yang digunakan Dari gambar di atas kita dapat mengetahui bagaimna gambar tersebut menerapkan suatupemilihan gerbang yang akan di gunakan dan model IC yang di gunakan, adapun IC itu memilikipilihan – pilihan berapa imputan yang akan di gunakan seperti contoh tipe IC 7408 (Quad 2-inAND) adalah type 2 inputan untuk gerbang AND. Gambar 37, Rangkaian Kombinasi gerbang dan Model IC 34 Created by Sa’duddin
  35. 35. Dari gambar di atas kita dapat mengetahui rangkaian kombinasi gerbang logic dan ICyang belum di masukkan suatu inputan. Gambar 38, semua Imputan Bernilai 1 Dari gambar di atas kita dapat mengetahui semua inputan di atas itu bernilai 1 danlampu nya menyala, ini membuktikan bahwa dari hasil kombinasi di atas itu menghasil kanoutput 1. Rankaian di atas itu membutuhkan 3 model gerbang dan ini cukup boros untuk proseskinerja suatu gerbang yang di rancang, dari itu kita akan menerapkan suatu implementasigerbang NAND yang hanya cukup mengguankan 1 gerbang saja, seperti gambar di bawah ini. 35 Created by Sa’duddin
  36. 36. Gambar 39, implementasi gerbang NAND Dari gambar di atas kita dapat mengetahui suatu implementasi Gerbang NAND daribeberapa gerbang yaitu AND, OR dan NOT. Implementasi itu berfungsi untuk mempermudahdan menghemat gerbang karna penggunaan tiga model gerbang itu lebih boros dari penggunaansatu model gerbang. Setelah di konversikan hasil nya pun sama seperti yang di jelaskan padagambar berikutnya. Dengan adanya model penerapan inpelemtnasi gerbang maka perusahaanakan mengirit biaya untuk perancangan model IC, dan juga dapat memperkecil suatu desing yangdi gunakan. 36 Created by Sa’duddin
  37. 37. Gambar 40, implementasi gerbang NAND denga inputan 1 Dari gambar di atas dapat di ketahui bahwa imputan imlementasi gerbang NAND bernilai1 sehingga outputnya berniai 1. Dari uji coba di atas dapat di ketahui bahwa fungsi darikombinasi gerbang AND, OR dan NOT itu sama hasilnya dengan implementasi gerbang NAND.Jadi dengan mudah di pahami bahwa rangakian NAND adalah gambungan dari gerbang –gerbang dasar yaitu AND, OR dan NOT. 37 Created by Sa’duddin
  38. 38. 3.4. Langkah Kegiatan IV DECODER Dalam penjelasan decoder ini, kita tidak akan memulai langkah secara mendetail, kitacukup hanya dengan menjelaskan bentuk rangkainnya. Pada penjelasan-penjelasan sebelumnyakita sudah mengerti bagaimana mengakses program EWB tersebut, dan bagaimana pula kitamenggunakan tools yang pernah kita lakukan sebelumnya. Hanya dalam penjelasan iniditerangakan bagaimana bentuk pengaksesan decoder tersebut.Dalam hal ini kita akan menyelesaikan sebuah masalah yaitu berikut ini.diketahui : 8 bit chip => D0-D7 00 - 5F decoder l chip enable=high 00--5F 0101–1111 D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D0 Dimana D5—D0= 0-1Berdasarkan bentuk persoalan di atas maka kita dapat merancang suatu tabel kebenaran seperti dibawah ini : D7 D6 D5 D4 OUT 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 Berdasarkan table tersebut, gerbang yang cocok untuk output diatas adalah gerbangNAND. Karena apabila nilai D5 dan D6 bernilail 1 maka rangkain yang terjadi adalah enablelow sedangkan rangkaian yang diminta adalah enable High. Jadi jelaslah table tersebut gerbang 38 Created by Sa’duddin
  39. 39. NAND karna sifat gerbang ini adalah 1 jika salah satu dan keduanya berniali 0.Karena jawaban untuk table tersebut sudah ditemukan maka langkah yang kita lakukan adalahmenggabungkan rangkain-rangkaian tersebut. Maka hasil dari rangkain tersebut adalah sebagaiberikut.3.4.1. Rangkaian Gerbang Nand dari Decoder Setelah kita mengetahui gerbang apa yang akan di gunakan pada persoalan DECODERini maka kita akan mencoba untuk merancang suatu Gerbang logika dengan menggunakangerbang NAND untuk membuktikan dari hasil tabel kebenaran di atas,. Gambar 41, Gerbang Logika Gambar di atas adalah pengguanaan gerbang NAND dan OR pada persoalan decodertersebut dan kita akan mecoba untuk memberikan inputan pada masing variable, terlebih dahulupastikan sofwere dalam keadaan menyala untuk menguji suatu permasalahan seperti padagambar di bawah ini. 39 Created by Sa’duddin
  40. 40. Gambar 42, Proses Pengetesan Gambar diatas adalah ipuntan A, B dan C bernilai 0, tetapi lampu sudah menyala, karnaoutput yang di hasilkan adalah enable hight. Selanjutnya kita akan mencoba untuk memasukkaninputan pada gambar berikutnya. Gambar 43, inputan 1 pada Variabel A Gambar di atas adalah inputan A berilai 1, pada D5 sehingga lampu masih menyala karnaantara D4 dan D5 itu mengeluarkan output enable HIGHT. Selanjunya kita akan mencoba untukmemasukkan nilai 1 pada variable B, seperti gambar di bawah ini 40 Created by Sa’duddin
  41. 41. Gambar 44, inputan pada Variabel Gambar di atas adalah imputan variable B berniali 1, kita dapat melihat bahwa lampumasih menyala dan juga pada inputan variable C berniali 1, lampu tetap menyala karna outputyang di ahsilkan itu bernilai 1 artinya enable HIGHT. Selanjutnya akan di jelaskan pada gambardi bawah ini. Gambar 45, inputan pada 2 Variabel Gambar di atas adalah inputan variable A dan B bernilai 1 dan inputan pada variable Adan C berniai 1 juga, sehigga output yang di hasilkan adalah enable Hight. Selanjutnya kita akanmencoba kepada semua variable bernilai 1, akan di jelaskan pada gambar di bawah ini. 41 Created by Sa’duddin
  42. 42. Gambar 46, inputan 1 pada semua variable. Dari gambar di atas kita dapat mengetahui bahwa inputan A, B dan C itu bernilai 1 danlampu nya pun tidak menyala, karna setelah di proses pada ketiga gerbang tersebut itumenghasilkan output enable LOW, sehingga lampu nya tidak menyala, seperti yang telah dijelaskan pada tabel kebenaran sebelum nya, bahwa jika ketiga imputan tersebut bernilai variable1 maka output nya akan berniali 0 atau di sebut enable LOW. 42 Created by Sa’duddin
  43. 43. DAFTAR FUSTAKA1. Brown, Stephen & Zvonko Vranesic. 2005. Fundamental of Digital Logic with VHDL2. http://webmail.informatika.org/~rinaldi/Matdis/20092010/Makalah0910/MakalahStrukdis 0910-044.pdf Download tanggal 22 Juni 2010 Jam 10:15:593. Ian Robertson Sinclair, Suryawan,” Panduan Belajar Elektronik Digital”, Elex Media Komputindo, Jakarta, 1993.4. David Bucchlah, Wayne McLahan, “Applied Electronic Instrumentation And Measurment”, MacMilian Publishing Company, 19925. Hodges D. , Jacson, Nasution S.” Analisa dan Desain Rangkaian Terpadu Digital”, Erlangga, Jakarta, 19876. Tokheim. R., “Elektronika Digital”, Edisi Kedua, Erlangga, Jakarta, 19957. Sofyan H. Nasution, “Analisa dan Desain Rangkaian Terpadu Digital”, Penerbit Erlangga, Jakarta, 19878. Sendra, Smith, Keneth C.,” Rangkaian Mikroelektronika”, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1989.9. http://id.wikipedia.org/wiki/Gerbang_logika,http://en.wikipedia.org/wiki/Logic_gate http://en.wikipedia.org/wiki/Inverter_(logic_gate),http://hyperphysics.phy- astr.gsu.edu/hbase/electronic/nand.html 43 Created by Sa’duddin
  44. 44. DAFTAR FUSTAKA1. Brown, Stephen & Zvonko Vranesic. 2005. Fundamental of Digital Logic with VHDL2. http://webmail.informatika.org/~rinaldi/Matdis/20092010/Makalah0910/MakalahStrukdis 0910-044.pdf Download tanggal 22 Juni 2010 Jam 10:15:593. Ian Robertson Sinclair, Suryawan,” Panduan Belajar Elektronik Digital”, Elex Media Komputindo, Jakarta, 1993.4. David Bucchlah, Wayne McLahan, “Applied Electronic Instrumentation And Measurment”, MacMilian Publishing Company, 19925. Hodges D. , Jacson, Nasution S.” Analisa dan Desain Rangkaian Terpadu Digital”, Erlangga, Jakarta, 19876. Tokheim. R., “Elektronika Digital”, Edisi Kedua, Erlangga, Jakarta, 19957. Sofyan H. Nasution, “Analisa dan Desain Rangkaian Terpadu Digital”, Penerbit Erlangga, Jakarta, 19878. Sendra, Smith, Keneth C.,” Rangkaian Mikroelektronika”, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1989.9. http://id.wikipedia.org/wiki/Gerbang_logika,http://en.wikipedia.org/wiki/Logic_gate http://en.wikipedia.org/wiki/Inverter_(logic_gate),http://hyperphysics.phy- astr.gsu.edu/hbase/electronic/nand.html 43 Created by Sa’duddin

×