INTERNET MARKETING  DI INDONESIA Antara Mimpi dan Realitas Yohan Wismantoro [email_address] Seminar Ilmiah, 6 Maret 2006 F...
NEW ECONOMY <ul><li>Don Tapscott (1997) : “ Digital Economy :  Promise And Peril In The Age Of Networked Intellegency “, m...
Digital Convergence <ul><li>Hal penting dalam perubahan teknologi terhadap tata kehidupan manusia adalah dapat disatukanny...
An Internet Framework (Hanson, 2000) The Web is fundamentally about individuals using a network to access digital products...
Internet Marketing <ul><li>Difinisi </li></ul><ul><li>Internet Marketing hanya berkisar pada perusahaan yang benar-benar m...
Internet Marketing (Lanj.) <ul><li>Perusahaan melakukan Internet Marketing dalam  dua perspektif . (Rudianto Prabowo) </li...
Dua Perspektif <ul><li>Pertama adalah perusahaan  brick and click , yaitu perusahaan yg melakukan transaksi di dua channel...
Internet Marketing di Indonesia <ul><li>Sejak runtuhnya perusahaan  dotcom , dunia usaha tampak sepi-sepi saja. </li></ul>...
<ul><li>Masih sedikit perusahaan di Indonesia yg mempergunakan situsnya sebagai sarana transaksi yg memberi  revenue . </l...
<ul><li>Bagaimana dengan Yahoo, Google, Friendster, eBay, Amazon, dan lain-lainnya? </li></ul><ul><li>Tidak bisakah mereka...
Keuntungan Internet Marketing <ul><li>Kemampuan dari internet itu sendiri yang mampu melampaui batas-batas negara </li></u...
Kelemahan Internet Marketing <ul><li>Kelemahan paling utama    sulit bagi pembeli untuk mencoba atau merasakan barang yan...
Peluang <ul><li>Pasar Indonesia yang besar </li></ul><ul><li>Jenis  layanan khas Indonesia  yang hanya dimengerti oleh ora...
Pasar Indonesia yang besar <ul><li>Potensi </li></ul><ul><ul><li>Jumlah penduduk Indonesia yang besar </li></ul></ul><ul><...
Layanan Khas Indonesia <ul><li>Orang Indonesia gemar berbicara (tapi kurang suka menulis / dokumentasi) </li></ul><ul><li>...
Layanan Khas Indonesia [2] <ul><li>Peluang bisnis baru yang khas Indonesia </li></ul><ul><ul><li>SMS-based applications </...
Hambatan <ul><li>Internet bust ! Hancurnya bisnis Internet </li></ul><ul><li>Infrastruktur  telekomunikasi yang masih terb...
Internet Bust! <ul><li>Tahun 1999 – 2000 bisnis “DOTCOM” menggelembung ( bubble ) </li></ul><ul><li>Banyak model bisnis ya...
Infrastruktur Telekomunikasi <ul><li>Infrastruktur telekomunikasi di Indonesia masih terbatas dan harganya masih relatif l...
Delivery Channel <ul><li>Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan. Masih banyak “tikus” </li></ul><ul><li>Ketepa...
Kultur & Kepercayaan <ul><li>Orang Indonesia belum (tidak?) terbiasa berbelanja dengan menggunakan catalog </li></ul><ul><...
Kultur & Kepercayaan [2] <ul><li>Kepercayaan antara penjual & pembeli masih tipis </li></ul><ul><li>Kepercayaan kepada pem...
Munculnya Jenis Kejahatan Baru <ul><li>Penggunaan kartu kredit curian / palsu </li></ul><ul><li>Penipuan melalui SMS, kuis...
Penutup <ul><li>Meski banyak hambatan,  Internet Marketing  tidak dapat dihindari karena merupakan tuntutan dari masyaraka...
<ul><li>Sekian  </li></ul><ul><li>dan  </li></ul><ul><li>Terima Kasih </li></ul>
Back Perkembangan Jumlah Domain Baru Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia (dalam 000) Sumber : AC Nielsen, ...
Internet Users by Cities Internet is an upper class domain Sumber : AC Nielsen, dikutip dari Marketing, Agustus 2005
E-mail is the most common feature used Sumber : AC Nielsen, dikutip dari Marketing, Agustus 2005
GENDER AGE EDUCATION 6,5 16,2 16,3 27,7 23,3 10 40 + yr 30-39 yr 25-29 yr 20-24 yr 15-19 yr 10-14 yr Sumber : AC Nielsen, ...
19,9 17,2 15,3 12,3 10,9 10 7,1 6,3 1,1 Optimist Western Minded Material Comfort Skeptical Young Loyalist Settled Apatheti...
 
Back
Back
Definitions <ul><li>There are many different formal definitions of  e-commerce  and  e-business . For the purposes of this...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Internet Marketing Di Indonesia

1,631

Published on

Internet Marketing di Indonesia

Published in: Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,631
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
91
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Internet Marketing Di Indonesia

  1. 1. INTERNET MARKETING DI INDONESIA Antara Mimpi dan Realitas Yohan Wismantoro [email_address] Seminar Ilmiah, 6 Maret 2006 Fakultas Ekonomi Universitas Dian Nuswantoro
  2. 2. NEW ECONOMY <ul><li>Don Tapscott (1997) : “ Digital Economy : Promise And Peril In The Age Of Networked Intellegency “, memaparkan bagaimana perekonomian bergeser menuju pada perekonomian baru yang disebut sebagai digital economy </li></ul><ul><li>Perekonomian baru ( digital economy ) adalah perekonomian yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, sehingga disebut juga dengan knowledge economy </li></ul>
  3. 3. Digital Convergence <ul><li>Hal penting dalam perubahan teknologi terhadap tata kehidupan manusia adalah dapat disatukannya tiga kegiatan pokok yaitu computing, communication dan content dalam satu sistem yaitu multimedia. </li></ul>Computing Content Communications Interactive Multimedia Experience
  4. 4. An Internet Framework (Hanson, 2000) The Web is fundamentally about individuals using a network to access digital products Marketing Technology Economics Internet Marketing Digital Networked Individuals
  5. 5. Internet Marketing <ul><li>Difinisi </li></ul><ul><li>Internet Marketing hanya berkisar pada perusahaan yang benar-benar memanfaatkan internet sebagai satu-satunya marketing channel (Valens Riyadi) </li></ul><ul><li>Setiap perusahaan yang sudah sudah memanfaatkan internet untuk tujuan promosi pun telah melakukan internet marketing ( Bob Julius Onggo) </li></ul>
  6. 6. Internet Marketing (Lanj.) <ul><li>Perusahaan melakukan Internet Marketing dalam dua perspektif . (Rudianto Prabowo) </li></ul><ul><li>Internet Marketing sebagai proses dalam membangun dan mempertahankan customer relationship melalui aktivitas online yang merupakan pertukaran ide, produk, jasa yang dapat memenuhi kepuasan pelanggan (Rafi A Mohammed dalam Internet Marketing) </li></ul>Next
  7. 7. Dua Perspektif <ul><li>Pertama adalah perusahaan brick and click , yaitu perusahaan yg melakukan transaksi di dua channel ( offline dan online ). </li></ul><ul><li>Kedua adalah perusahaan pure play , perusahaan yg benar-bebar melakukan transaksi hanya di dunia maya. Di luar itu adalah perusahaan brick and mortar (di dunia nyata) </li></ul>Back
  8. 8. Internet Marketing di Indonesia <ul><li>Sejak runtuhnya perusahaan dotcom , dunia usaha tampak sepi-sepi saja. </li></ul><ul><li>Dunia usaha sepertinya pesimis untuk menjadikan situs sebagai marketing channel . </li></ul><ul><li>Kebanyakan perusahaan membuat domain dan memasukkan company profile di website  tidak ketinggalan jaman. (Itupun tidak pernah di update ) </li></ul><ul><li>Awareness  situs Indonesia terbatas ( Top of mind : Detik.com atau Kompas.com. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Masih sedikit perusahaan di Indonesia yg mempergunakan situsnya sebagai sarana transaksi yg memberi revenue . </li></ul><ul><li>Kebanyakan digunakan sebagai sarana promosi. </li></ul><ul><li>Yang serius menjalankan strategi pemasaran untuk menjadikan situsnya sebagai brand yg kuat, masih sedikit. </li></ul><ul><li>Di dunia pendidikan sepertinya juga pesimis terhadap perkembangan internet marketing. </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Bagaimana dengan Yahoo, Google, Friendster, eBay, Amazon, dan lain-lainnya? </li></ul><ul><li>Tidak bisakah mereka menjadi panutan, atau kesuksesan mereka hanya mitos yang tidak bisa dijalankan di Indonesia? </li></ul><ul><li>Mari kita lihat kondisi pengguna internet di Indonesia. Jangan-jangan pasarnya tidak (belum menarik). </li></ul>
  11. 11. Keuntungan Internet Marketing <ul><li>Kemampuan dari internet itu sendiri yang mampu melampaui batas-batas negara </li></ul><ul><li>Tidak terbatas waktu. ( display toko 24 jam sehari) </li></ul><ul><li>Waktu bagi konsumen untuk melihat-lihat dan mengevaluasi produk jadi semakin lama dan jumlahnya banyak. (Amazon.com, Gramedia.com) </li></ul><ul><li>Sifat personal yg dibangun melalui internet  terkait dengan emphaty . </li></ul><ul><li>Membangun internet marketing relatif lebih murah. </li></ul>
  12. 12. Kelemahan Internet Marketing <ul><li>Kelemahan paling utama  sulit bagi pembeli untuk mencoba atau merasakan barang yang dijual. </li></ul><ul><li>Kepercayaan ( trust ) yang lemah (pembayaran, pengiriman barang dan lain-lain) </li></ul><ul><li>Switching pelanggan yang relatif mudah. </li></ul>
  13. 13. Peluang <ul><li>Pasar Indonesia yang besar </li></ul><ul><li>Jenis layanan khas Indonesia yang hanya dimengerti oleh orang Indonesia </li></ul>Next
  14. 14. Pasar Indonesia yang besar <ul><li>Potensi </li></ul><ul><ul><li>Jumlah penduduk Indonesia yang besar </li></ul></ul><ul><ul><li>Masih banyak yang belum terjangkau oleh Internet </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Jumlah pengguna Internet masih sekitar 16 juta orang ( perkiraan APJII ) </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Market belum saturasi / jenuh </li></ul></ul><ul><ul><li>Rentang fisik / geografis yang lebar merupakan potensi Internet Marketing </li></ul></ul>Back
  15. 15. Layanan Khas Indonesia <ul><li>Orang Indonesia gemar berbicara (tapi kurang suka menulis / dokumentasi) </li></ul><ul><li>Contoh layanan khas Indonesia </li></ul><ul><ul><li>Wartel & Warnet </li></ul></ul><ul><ul><li>SMS </li></ul></ul><ul><ul><li>Berganti-ganti handphone (lifestyle?) </li></ul></ul><ul><ul><li>Games, kuis </li></ul></ul>
  16. 16. Layanan Khas Indonesia [2] <ul><li>Peluang bisnis baru yang khas Indonesia </li></ul><ul><ul><li>SMS-based applications </li></ul></ul><ul><ul><li>Nonton TV dengan chatting </li></ul></ul><ul><ul><li>Games, kuis </li></ul></ul>Back
  17. 17. Hambatan <ul><li>Internet bust ! Hancurnya bisnis Internet </li></ul><ul><li>Infrastruktur telekomunikasi yang masih terbatas dan mahal </li></ul><ul><li>Delivery channel </li></ul><ul><li>Kultur dan Kepercayaan ( trust ) </li></ul><ul><li>Munculnya jenis kejahatan baru </li></ul>Next
  18. 18. Internet Bust! <ul><li>Tahun 1999 – 2000 bisnis “DOTCOM” menggelembung ( bubble ) </li></ul><ul><li>Banyak model bisnis yang belum terbukti namun ramai-ramai diluncurkan. Akhirnya hancur dengan matinya banyak perusahaan dotcom </li></ul><ul><li>Pengalaman buruk sehingga membuat orang lebih berhati-hati </li></ul><ul><li>Peluang: membuat model bisnis baru? </li></ul>Back
  19. 19. Infrastruktur Telekomunikasi <ul><li>Infrastruktur telekomunikasi di Indonesia masih terbatas dan harganya masih relatif lebih mahal </li></ul><ul><li>Padahal internet marketing bergantung kepada infrastruktur telekomunikasi </li></ul><ul><li>Peluang: deregulasi, muncul bisnis baru </li></ul><ul><li>(contoh : Internet Banking , e-education , e-government , dll) </li></ul>Back
  20. 20. Delivery Channel <ul><li>Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan. Masih banyak “tikus” </li></ul><ul><li>Ketepatan waktu dalam pengiriman barang </li></ul><ul><li>Jangkauan daerah pengiriman barang </li></ul><ul><li>Peluang: pengiriman barang yang terpercaya </li></ul>Back
  21. 21. Kultur & Kepercayaan <ul><li>Orang Indonesia belum (tidak?) terbiasa berbelanja dengan menggunakan catalog </li></ul><ul><li>Masih harus secara fisik melihat / memegang barang yang dijual </li></ul><ul><ul><li>Perlu mencari barang-barang yang tidak perlu dilihat secara fisik. Misal: buku, kaset, mobil, dll) </li></ul></ul>
  22. 22. Kultur & Kepercayaan [2] <ul><li>Kepercayaan antara penjual & pembeli masih tipis </li></ul><ul><li>Kepercayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang. Penggunaan kartu kredit masih terhambat </li></ul><ul><li>Peluang: model bisnis yang sesuai dengan kultur orang Indonesia, membuat sistem pembayaran baru, pembayaran melalui pulsa handphone, pembayaran melalui Internet </li></ul>Back
  23. 23. Munculnya Jenis Kejahatan Baru <ul><li>Penggunaan kartu kredit curian / palsu </li></ul><ul><li>Penipuan melalui SMS, kuis </li></ul><ul><li>Kurangnya perlindungan kepada konsumen </li></ul><ul><ul><li>Hukum? Awareness? </li></ul></ul><ul><li>Kurangnya kesadaran ( awareness ) akan masalah keamanan </li></ul>Back
  24. 24. Penutup <ul><li>Meski banyak hambatan, Internet Marketing tidak dapat dihindari karena merupakan tuntutan dari masyarakat </li></ul><ul><li>Masih banyak peluang dalam internet marketing </li></ul><ul><li>Walau masih banyak kelemahan  tetap optimis (Prabowo dan Onggo). Perkembangan handphone yang semakin mengarah menjadi komputer/PC yg bisa menjadi internet browser  mendorong internet marketing </li></ul><ul><li>Selanjutnya, terserah anda…. (sekarang atau nanti-nanti) </li></ul>
  25. 25. <ul><li>Sekian </li></ul><ul><li>dan </li></ul><ul><li>Terima Kasih </li></ul>
  26. 26. Back Perkembangan Jumlah Domain Baru Jumlah Pelanggan dan Pengguna Internet di Indonesia (dalam 000) Sumber : AC Nielsen, dikutip dari Marketing, Agustus 2005
  27. 27. Internet Users by Cities Internet is an upper class domain Sumber : AC Nielsen, dikutip dari Marketing, Agustus 2005
  28. 28. E-mail is the most common feature used Sumber : AC Nielsen, dikutip dari Marketing, Agustus 2005
  29. 29. GENDER AGE EDUCATION 6,5 16,2 16,3 27,7 23,3 10 40 + yr 30-39 yr 25-29 yr 20-24 yr 15-19 yr 10-14 yr Sumber : AC Nielsen, dikutip dari Marketing, Agustus 2005 Back
  30. 30. 19,9 17,2 15,3 12,3 10,9 10 7,1 6,3 1,1 Optimist Western Minded Material Comfort Skeptical Young Loyalist Settled Apathetic Restless Traditionalist Internet Users by 9 Consumer’s Segments Sumber : AC Nielsen, dikutip dari Marketing, Agustus 2005 Back
  31. 32. Back
  32. 33. Back
  33. 34. Definitions <ul><li>There are many different formal definitions of e-commerce and e-business . For the purposes of this guide, e-commerce refers specifically to buying and selling products or services over the internet. E-business refers to all aspects of doing business electronically. The e-commerce directive sited many times in this guide refers to information society service. For the purpose of this guide, information society services can be considered e-business (Schulze and Baumgartner, 2001) </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×