Your SlideShare is downloading. ×
0
Penokohan pada drama
Penokohan pada drama
Penokohan pada drama
Penokohan pada drama
Penokohan pada drama
Penokohan pada drama
Penokohan pada drama
Penokohan pada drama
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Penokohan pada drama

23,259

Published on

Published in: Education
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • thanks.... it's interesting
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
23,259
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
134
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. DRAMA“PENOKOHAN BERDASARKAN WATAK TOKOH” MONA IVANA PINTUBATU XI IA 1
  • 2. PENgERTiAN Drama berarti perbuatan atau laku, atau lazim disebut sandiwara.Drama merupakan karangan yang dipaparkan dengan perbuatan,tingkah laku, tutur kata, dan mimik (gerak-gerik air muka).Tokoh Ada beberapa unsur Drama yaitu, salah satunya ialah UnsurPenokohan. Tokoh memiliki posisi yang sangat penting karenabertugas mengaktualisasikan cerita/ naskah drama di atas pentas.Dalam cerita drama tokoh merupakan unsur yang paling aktif yangmenjadi penggerak cerita.oleh karena itu seorang tokoh haruslahmemiliki karakter, agar dapat berfungsi sebagai penggerak ceritayang baik.
  • 3. Secara umum, berdasarkan wataknya tokoh dalam drama dibedakanmenjadi 3 yaitu, tokoh Protagonis, tokoh Antagonis, dan tokohTritagonis.•Tokoh Protagonis Merupakan tokoh yang memiliki karakter baik, yangmembawakan perwatakan positif atau menyampaikan nilai-nilai pisitifdan biasanya disukai oleh penonton.Contoh: ......Karim : “Dan mengapa kau sendiri tak mau menjadi pemimpin?”Anwar : “Aku tak punya kesempatan seperti kau ini.”Karim : “Tidak..” (mondar-mandir dengan gagahnya tersenyum)“Bukan itu,tapi kau pro-Belanda, kau melawan kami.”
  • 4. Anwar : (tersenyum tenang) “O, kau mengetahuinya juga akhirnya, heh?”Karim : “Ya, kau yang bilang sendiri waktu kau….”Anwar : “…jadi kau yang bilang…! Memang minum terlalu banyak itu banyak bahayanya.” ......Dari penggalan dialog diatas, dapat di lihat bahwa Karim sebagai pemimpin pejuang yang gagah dan berani.• Tokoh Antagonis Merupakan tokoh yang memiliki sifat buruk, yang membawakan perwatakan yang bertentangan dengan protagonis atau menyampaikan nilai-nilai negatif. Dan biasanya tidak disukai penonton.
  • 5. Contoh: ...... dr.Rendra: “Goblok! Jadi mantri kamu tidak bisa mengatasi kaum yang sinting itu. Bisamu hanya mengadu, hanya melapor melulu dan pada akhirnya rumah sakit ini berantakan.” Azwar : “Biar mampus Dokter, saya tidak kuasa demi Sigmun Freut, demi Carl Gustaf Jung. Saya sudah berusaha tapi segala-galanya sia-sia.” dr.Rendra : “Tapi kamu ada disini, kamu mantri keamanan yang mengatur stabilitas rumah sakit ini. Kamu digaji untuk bekerja bukan untuk makan minum dan sekedar tidur belaka.”
  • 6. Azwar :“Saya mengerti Dokter, semuanya sudah saya pahami. Sebagai mantri, dedikasi saya besar pada rumah sakit ini.” ...... Dari dialog diatas, kita bisa memahami bahwa tokoh dokter memiliki watak yang perfeksionis, penuntut, dan seorang yang bertipe tau beres. Dan sosok orang yang menilai pekerjaan seseorang melalui materi (Kamu digaji untuk bekerja bukan untuk makan minum dan sekedar tidur belaka). Karakter tersebut ada dalam dialog 1 maupun dialog 3 yang diucapkan oleh dokter kepada Azwar.
  • 7. • Tokoh tritagonis Merupakan tokoh yang memiliki sebagian sifat tokoh antagonis dan protagonis.Contoh:Trisno : “Tetapi kau menolak pernyataan setia kawanku dengan kau. Sudahlah... Mungkin.... Kita memang tidak harus selalu satu ide.”Anton : “Tris... Tris... Trisno .... Trisno....!”Kardi : “Biarkan saja dia pergi, Kau mau apakan dia?”Rini : “Tapi dia bisa memihak kepala sekolah.”
  • 8. Kardi : “ Ah, Enggaak. Biar saja dia pergi.”Anton : “Maaf, Di.”Kardi : “Aku ngerti mengapa kau tersinggung, tetapi dalam keadaan gawat, kita tak boleh mengutamakan emosi, demi persatuan kita.”Tampak pada penggalan dialog tersebut, bahwa yang berkarakter sebagai tokoh tritagonis ialah Kardi, dan Rini, yang berperan di antara Trisno dan Anton.Setiap watak /karakter yang dimiliki oleh masing-masing tokoh dapat kita lihat melalui dialog-dialog yang dilakonkan dalam drama tersebut. Terima kasih

×