Perusahaan dan Strategi Pemasaran - Bab 2 Prinsip-prinsip Pemasaran Kotler Armstrong

11,854 views
11,584 views

Published on

Philip Kotler & Gary Armstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran, edisi 12. Penerbit Erlangga : Jakarta, Bab 2
Bacaan pembuka bisa anda download di :
http://www.slideshare.net/Mirzasyah/bab-2-perusahaan-dan-strategipemasaran

Published in: Marketing
4 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
11,854
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
141
Actions
Shares
0
Downloads
418
Comments
4
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Tujuan Wal-Mart adalah menciptakan nilai dan kepuasan pelanggan dengan menyediakan produk-produk yang diinginkan pada harga semurah mungkin.Kemampuan Wal-Mart untuk menawarkan produk yang tepat pada harga yang murah bergantung pada keahlian departemen pembelian dalam mencari para pemasok yang tepat dan membeli dari mereka dengan harga yang rendah.
  • Tujuan Wal-Mart adalah menciptakan nilai dan kepuasan pelanggan dengan menyediakan produk-produk yang diinginkan pada harga semurah mungkin. Kemampuan Wal-Mart untuk menawarkan produk yang tepat pada harga yang murah bergantung pada keahlian departemen pembelian dalam mencari para pemasok yang tepat dan membeli dari mereka dengan harga yang rendah.
  • Agar berhasil dalam pasar kompetitif saat ini, perusahaan harus memusatkan perhatian pada pelanggan. Mereka harus memenangkan pelanggan dari pesaing. Lalu mempertahankan dan menumbuhkan pelanggan dengan menghantarkan nilai yang lebih baik.Tetapi, sebelum perusahaan dapat memuaskan konsumen. Perusahaan harus lebih dulu memahami kebutuhan dan keinginan konsumenOleh karena itu, pemasaran yang kokok memerlukan analisis pelanggan yang tepat
  • Agar berhasil dalam pasar kompetitif saat ini, perusahaan harus memusatkan perhatian pada pelanggan. Mereka harus memenangkan pelanggan dari pesaing. Lalu mempertahankan dan menumbuhkan pelanggan dengan menghantarkan nilai yang lebih baik.Tetapi, sebelum perusahaan dapat memuaskan konsumen. Perusahaan harus lebih dulu memahami kebutuhan dan keinginan konsumenOleh karena itu, pemasaran yang kokok memerlukan analisis pelanggan yang tepat
  • Perusahaan dan Strategi Pemasaran - Bab 2 Prinsip-prinsip Pemasaran Kotler Armstrong

    1. 1. Bagian 1 Definisi Pemasaran dan Proses Pemasaran
    2. 2. Model Proses Pemasaran yang Diperluas Memahami pasar serta kebutuhan dan keinginan pelanggan Merancang strategi pemasaran yang digerakkan oleh pelanggan Membangun program pemasaran terintegrasi yang menghantarkan nilai unggul Melakukan riset pelanggan dan pasar Menata informasi pemasaran dan data pelanggan Memilih pelanggan untuk dilayani; segmentasi dan penetapan target pasar Memutuskan proposisi nilai; differensiasi dan positioning Desain produk dan jasa; membangun merk yang kuat Penetapan harga; menciptakan nilai nyata Distribusi; menata permintaan dan rantai pasokan Promosi; mengomunikasikan proposisi nilai Membangun hubungan yang menguntungkan dan menciptakan kepuasan pelanggan Manajemen hubungan pelanggan; membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan terpilih Menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan Manajemen hubungan kemitraan; membangun hubungan yang kuat dengan mitra pemasaran Menangkap nilai dari pelanggan untuk menciptakan keuntungan dan ekuitas pelanggan Meningkatkan pangsa pasar dan pangsa pelanggan Menangkap nilai seumur hidup pelanggan Menciptakan pelanggan yang puas dan setia Menggunakan teknologi pemasaran Menata pasar global Memastikan tanggung jawab etika dan sosial Menangkap nilai dari pelanggan
    3. 3. Kajian Konsep • Dalam bab 1, kita mendefinisikan pemasaran dan menggarisbawahi langkah-langkah dalam proses pemasaran • Pada bab ini, kita meneliti rencana strategis dan peranan pemasaran pada organisasi di dalam perusahaan secara menyeluruh Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    4. 4. Kajian Konsep • Kemudian, kita melihat lebih dalam lagi ke strategi pemasaran dan bauran pemasaran serta meninjau ulang fungsi manajemen pemasaran yang utama • Sehingga saat ini Anda mempunyai pandangan yang cukup baik dari dasar-dasar pemasaran modern • Dalam bab-bab berikutnya, kita akan mengembangkan dasar-dasar ini Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    5. 5. Tujuan Kemampuan yang Dipelajari (1-3) 1. Menjelaskan rencana strategis perusahaan dengan keempat langkahnya 2. Mendiskusikan cara mendesain portofolio bisnis dan mengembangkan strategi pertumbuhan 3. Menjelaskan peran pemasaran dalam perencanaan strategis dan bagaimana pemasaran bekerja dengan mitranya untuk menciptakan dan memberikan nilai pelanggan Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    6. 6. Tujuan Kemampuan yang Dipelajari (4-5) 4. Memaparkan elemen dan strategi dan bauran pemasaran yang digerakkan pelanggan, dan kekuatan apa yang mempengaruhinya 5. Menyebutkan fungsi-fungsi manajemen pemasaran, termasuk elemen dan rencana pemasaran, dan mendiskusikan pentingnya mengukur serta mengelola hasil dari investasi pemasaran Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    7. 7. Perusahaan dan Strategi Pemasaran • Strategi dan program pemasaran dipandu oleh rencana strategi perusahaan yang luas • Maka, untuk memahami peran pemasaran, mula-mula kita harus memahami keseluruhan proses perencanaan strategis organisasi Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    8. 8. Perusahaan dan Strategi Pemasaran • Semua perusahaan harus memandang ke depan dan mengembangkan strategi jangka panjang untuk memenuhi kondisi yang sedang berubah dalam industri mereka dan memastikan kelangsungan perusahaan pada jangka panjang • Ini adalah fokus perencanaan strategis (strategic planning) Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    9. 9. Perencanaan Strategis Proses mengembangkan dan mempertahankan kecocokan strategis antara tujuan dan kemampuan organisasi dengan peluang pemasaran yang sedang berubah Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    10. 10. Perencanaan Strategis • Perencanaan strategis memberikan dasar bagi perencanaan lanjutan perusahaan • Kontribusi pemasaran bagi perencanaan strategis, dan keseluruhan rencana mendefinisikan peranan pemasaran dalam perusahaan • Walaupun perencanaan formal menawarkan berbagai macam keuntungan bagi perusahaan, tidak semua perusahaan menggunakannya atau menggunakannya dengan baik Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    11. 11. Perencanaan Strategis Pengembangan Strategi • Perencanaan strategis melibatkan pengembangan strategi untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan jangka panjang • Hal ini mencakup empat langkah: 1. Mendefinisikan misi perusahaan secara jelas 2. Membuat sasaran dan tujuan 3. Mendesain portofolio bisnis 4. Mengembangkan rencana fungsional Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    12. 12. Langkah-langkah Perencanaan Strategis Mendefinisikan misi perusahaan Menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan Merancang portofolio bisnis Merencanakan pemasaran dan strategi fungsional lain
    13. 13. Pengembangan Strategi Empat Langkah (1) 1. Mendefinisikan misi perusahaan secara jelas dimulai dengan membuat draft dari pernyataan misi secara formal, yang harus: – Berorientasi pada pasar – Realistis – Spesifik – Memotivasi – Konsisten dengan lingkungan pemasaran Mendefinisikan misi perusahaan Menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan Merancang portofolio bisnis Tingkat Korporasi Merencanakan pemasaran dan strategi fungsional lain Unit bisnis, produk dan tingkat pasar Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    14. 14. Pengembangan Strategi Empat Langkah (2-3) 2. Misi ini kemudian ditransformasikan menjadi tujuan utama dan sasaran pendukung secara detail untuk memandu seluruh perusahaan 3. Berdasarkan tujuan dan sasaran ini, kantor pusat merancang portofolio bisnis, menentukan bisnis dan produk mana yang harus menerima lebih banyak atau lebih sedikit sumber daya Mendefinisikan misi perusahaan Menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan Merancang portofolio bisnis Tingkat Korporasi Merencanakan pemasaran dan strategi fungsional lain Unit bisnis, produk dan tingkat pasar Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    15. 15. Pengembangan Strategi Empat Langkah (4) 4. Berikutnya, masing-masing unit bisnis dan produk harus mengembangkan rencana pemasaran secara mendetail sejalan dengan rencana keseluruhan perusahaan Mendefinisikan misi perusahaan Menetapkan tujuan dan sasaran perusahaan Merancang portofolio bisnis Tingkat Korporasi Merencanakan pemasaran dan strategi fungsional lain Unit bisnis, produk dan tingkat pasar Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    16. 16. Pernyataan Misi (Mission Statement) Pernyataan tujuan organisasi – apa yang ingin dicapai oleh organisasi itu dalam lingkungan yang lebih besar Mendefinisikan Misi yang Berorientasi pada Pasar Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    17. 17. • Pernyataan misi yang jelas berlaku sebagai “tangan tak terlihat” yang menuntun orang-orang di dalam organisasi • Studi memperlihatkan bahwa perusahaan dengan pernyataan misi yang jelas mempunyai kinerja keuangan dan organisasi yang lebih baik Mendefinisikan Misi yang Berorientasi pada Pasar Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    18. 18. • Beberapa perusahaan mendefinisikan misi mereka secara sempit pada istilah produk atau teknologi (“Kami membuat dan menjual perabot rumah” atau “Kami adalah perusahaan pemroses zat kimia”) • Tetapi pernyataan misi harus berorientasi pasar dan didefinisikan berdasarkan kebutuhan pelanggan • Produk dan teknologi pada akhirnya akan ketinggalan zaman, tetapi kebutuhan dasar pasar bisa berlangsung selamanya Mendefinisikan Misi yang Berorientasi pada Pasar Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    19. 19. • Pernyataan misi yang berorientasi pasar mendefinisikan bisnis dalam memuaskan kebutuhan dasar pelanggan • Sebagai contoh, Nike bukan hanya produsen sepatu dan pakaian – Nike ingin “memberikan inspirasi dan inovasi pada semua atlet* di dunia (*Jika Anda mempunyai tubuh, Anda adalah seorang atlet.)” Mendefinisikan Misi yang Berorientasi pada Pasar
    20. 20. • Mirip dengan Nike, misi eBay bukan hanya mengadakan pelelangan dan perdagangan online. Misi eBay adalah “menyediakan tempat perdagangan global di mana semua orang dapat memperdagangkan apapun secara praktis – Anda bisa mendapatkan segala kebutuhan Anda di eBay.” • eBay ingin menjadi komunitas web yang unik di mana orang dapat berbelanja, bersenang-senang, dan saling mengenal, misalnya dengan melakukan chatting di eBay Cafe Mendefinisikan Misi yang Berorientasi pada Pasar
    21. 21. Mendefinisikan Misi yang Berorientasi pada Pasar Perusahaan Definisi Berorientasi Produk Definisi Berorientasi Pasar Amazon.com Kami menjual buku, video, CD, mainan, peralatan elektronik, piranti keras, barang-barang rumah tangga, dan produk- produk lain Kami menciptakan pengalaman pembelian internet secara cepat, mudah, dan menyenangkan – kami adalah tempat di mana Anda dapat mencari dan menemukan apapun yang ingin Anda beli secara online Disney Kami menjalankan taman hiburan tematik Kami menciptakan fantasi – sebuah tempat di mana Amerika berjalan sesuai yang dicita-citakan Home Depot Kami menjual peralatan dan perlengkapan perbaikan rumah Kami memberdayakan konsumen untuk mendapatkan rumah impian mereka Revlon Kami membuat kosmetik Kami menjual gaya hidup dan ekspresi diri; kesuksesan dan status; kenangan, harapan, dan impian
    22. 22. Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan • Perusahaan harus mengubah misinya menjadi tujuan- tujuan pendukung yang terperinci untuk setiap tingkat manajemen • Setiap manajer harus mempunyai tujuan dan bertanggung jawab mencapainya Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    23. 23. Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan • Monsanto mendefinisikan misinya sebagai “Memperbaiki masa depan pertanian... Memperbaiki masa depan makanan... Dalam jumlah besar dan aman.” • Monsanto berusaha membantu penyediaan pangan bagi populasi dunia yang meledak jumlahnya sekaligus memelihara lingkungan • Iklan Monsanto meminta kita untuk “Membayangkan budi daya pertanian inovatif yang menciptakan hal- hal mengagumkan saat ini.” Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan
    24. 24. Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan • Misi ini menghasilkan hirarki tujuan, termasuk tujuan bisnis dan tujuan pemasaran • Tujuan keseluruhan Monsanto adalah membangun hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan, mengembangkan produk budi daya pertanian yang lebih baik, dan memasarkan produk itu lebih cepat pada harga yang lebih rendah • Monsanto melakukan hal itu dengan melakukan penelitian produk, yang mahal biayanya • Karena itu diperlukan peningkatan laba, yang menjadi salah satu tujuan utama Monsanto lainnya
    25. 25. Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan • Laba dapat ditingkatkan dengan meningkatkan penjualan atau mengurangi biaya • Penjualan dapat ditingkatkan dengan menaikkan pangsa perusahaan di pasar AS, dengan memasuki pasar luar negeri baru, atau kedua-duanya • Tujuan-tujuan ini lalu menjadi tujuan pemasaran saat ini
    26. 26. Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan • Strategi dan program pemasaran harus dikembangkan untuk mendukung tujuan pemasaran ini • Untuk meningkatkan pangsa pasarnya di AS, Monsanto dapat meningkatkan ketersediaan dan promosi produknya • Untuk memasuki pasar luar negeri yang baru, perusahaan bisa memangkas harga dan membidik pertanian-pertanian besar di luar negeri sebagai sasaran • Semua ini adalah strategi dan program pemasaran yang luas
    27. 27. Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan • Masing-masing strategi dan program pemasaran luas ini selanjutnya harus didefinisikan lebih detail • Sebagai contoh, meningkatkan promosi produk mungkin memerlukan orang-orang penjualan dan iklan yang lebih banyak; jika begitu kedua persyaratan ini harus disebutkan • Dengan cara ini, misi perusahaan diterjemahkan ke dalam sekumpulan tujuan untuk periode saat ini
    28. 28. Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan Meneliti produk yang membantu tanaman pangan menghasilkan lebih banyak nutrisi dan mutu yang lebih tinggi secara aman, tanpa semprotan zat kimia Meningkatkan Penjualan Mengurangi biaya Meningkatkan pangsa pasar di AS Memasuki pasar baru di luar negeri Meningkatkan ketersediaan produk Meningkatkan promosi Menentukan Tujuan dan Sasaran Perusahaan
    29. 29. Portofolio Bisnis Dipandu oleh pernyataan misi dan tujuan perusahaan, manajemen merencanakan portofolio bisnis-nya, yaitu kumpulan bisnis dan produk yang membentuk perusahaan Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    30. 30. Portofolio Bisnis Sesuai dengan Saat Ini dan Masa Depan • Perusahaan hendak membuat portofolio bisnis yang paling sesuai dengan kekuatan dan kelemahan menghadapi peluang dalam lingkungannya • Untuk melakukan hal ini, perusahaan harus: – Menganalisis dan menyesuaikan portofolio bisnis saat ini – Mengembangkan strategi pertumbuhan dan penyusutan untuk menyesuaikan dengan portofolio masa depan Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    31. 31. Merancang Portofolio Bisnis Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini • Aktifitas utama dalam perencanaan strategis adalah analisis portofolio (portofolio analysis) bisnis, di mana manajemen mengevaluasi produk dan bisnis perusahaan • Perusahaan akan menginginkan penempatan sumber daya yang kuat pada bisnis yang menguntungkan dan mengurangi atau menghilangkan bisnis yang lemah Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    32. 32. Merancang Portofolio Bisnis Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini • Langkah pertama adalah mengenali bisnis utama yang membentuk perusahaan. Bisnis utama ini disebut unit bisnis strategis • Unit bisnis strategis (strategic busisness unit – SBU) adalah unit perusahaan yang mempunyai misi dan tujuan terpisah serta dapat direncanakan secara independen dari bisnis perusahaan yang lain • SBU bisa berupa divisi perusahaan, lini produk di dalam divisi, atau kadang-kadang produk atau merk tunggal Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    33. 33. Merancang Portofolio Bisnis Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini • Langkah berikutnya dalam analisis portofolio bisnis mengharuskan manajemen menilai daya tarik berbagai SBU-nya dan memutuskan berapa banyak dukungan yang layak bagi masing-masing SBU itu • Perusahaan disarankan untuk berfokus pada kompetensi inti ketika merancang portofolio bisnis mereka • Memusatkan perhatian pada produk dan bisnis tambahan yang paling sesuai dengan filosofi inti dan kompetensi perusahaan umumnya merupakan ide yang baik Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    34. 34. Merancang Portofolio Bisnis Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini • Tujuan perencanaan strategis adalah menemukan cara di mana perusahaan dapat menggunakan kekuatannya dengan cara terbaik untuk mengambil keuntungan dari peluang menarik yang ada di lingkungan • Jadi, sebagian besar metode analisis portofolio standar mengevaluasi SBU dalam dua dimensi penting : - daya tarik pasar atau daya tarik industri SBU, dan - kekuatan posisi SBU di pasar atau industri itu Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    35. 35. Pendekatan Boston Consulting Group (BCG) Dengan menggunakan pendekatan BCG, suatu perusahaan mengklasifikasikan semua SBU-nya menurut matriks pertumbuhan pangsa (growth share matrix) Metode analisis portofolio yang paling terkenal dikembangkan oleh Boston Consulting Group (BCG), sebuah perusahaan konsultan manajemen terkemuka Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini
    36. 36. Pendekatan Boston Consulting Group (BCG) Pada sumbu vertikal, tingkat pertumbuhan pasar memberikan ukuran daya tarik pasar Pada sumbu horizontal, pangsa pasar relatif berlaku sebagai ukuran kekuatan perusahaan di pasar Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini
    37. 37. Pendekatan Boston Consulting Group (BCG) Bintang. Bintang adalah bisnis atau produk dengan pertumbuhan dan pangsa yang tinggi. Bisnis atau produk ini sering memerlukan investasi besar untuk mendanai pertumbuhannya yang cepat. Namun pada akhirnya pertumbuhannya akan melambat dan berubah menjadi sapi perah Dengan menggunakan pendekatan BCG, suatu perusahaan mengklasifikasikan semua SBU-nya menurut matriks pertumbuhan pangsa (growth share matrix) Matriks pertumbuhan pangsa mendefinisikan empat jenis SBU : Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini
    38. 38. Pendekatan Boston Consulting Group (BCG) Sapi perah. Sapi perah adalah bisnis atau produk yang pertumbuhannya rendah, tetapi pangsanya tinggi. SBU yang terkenal dan berhasil ini memerlukan investasi yang lebih kecil untuk mempertahankan pangsa pasarnya. Maka, SBU ini menghasilkan banyak uang yang digunakan perusahaan untuk membayar tagihannya dan untuk mendukung SBU lain yang memerlukan investasi Dengan menggunakan pendekatan BCG, suatu perusahaan mengklasifikasikan semua SBU-nya menurut matriks pertumbuhan pangsa (growth share matrix) Matriks pertumbuhan pangsa mendefinisikan empat jenis SBU : Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini
    39. 39. Pendekatan Boston Consulting Group (BCG) Tanda tanya. Tanda tanya adalah unit bisnis dengan pangsa rendah dalam pasar yang pertumbuhannya tinggi. Unit bisnis ini memerlukan banyak uang untuk mempertahankan pangsanya, apalagi meningkatkannya. Manajemen harus berpikir keras tentang tanda tanya mana yang harus dicoba untuk dibangun menjadi bintang dan mana yang harus dibuang Dengan menggunakan pendekatan BCG, suatu perusahaan mengklasifikasikan semua SBU-nya menurut matriks pertumbuhan pangsa (growth share matrix) Matriks pertumbuhan pangsa mendefinisikan empat jenis SBU : Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini
    40. 40. Pendekatan Boston Consulting Group (BCG) Anjing. Anjing adalah bisnis dan produk yang memiliki pertumbuhan dan pangsa yang rendah. Bisnis ini bisa menghasilkan uang yang cukup untuk mempertahankan dirinya sendiri tetapi tidak menjanjikan sumber uang yang besar Dengan menggunakan pendekatan BCG, suatu perusahaan mengklasifikasikan semua SBU-nya menurut matriks pertumbuhan pangsa (growth share matrix) Matriks pertumbuhan pangsa mendefinisikan empat jenis SBU : Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini
    41. 41. Pendekatan Boston Consulting Group (BCG) Sepuluh lingkaran melambangkan sepuluh SBU terkini perusahaan, yang terdiri dari dua bintang, dua sapi perah, tiga tanda tanya, dan tiga anjing. Luas lingkaran sebanding dengan jumlah uang yang dihasilkan Perusahaan ini berada dalam kondisi yang lumayan, meskipun tidak bisa dikatakan baik Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini
    42. 42. Pendekatan Boston Consulting Group (BCG) Perusahaan ingin berinvestasi pada tanda tanya yang lebih menguntungkan untuk membuatnya menjadi bintang, sehingga bintang itu bisa menjadi sapi perah ketika pasarnya sudah dewasa. Untungnya, dengan pendapatan dari kedua sapi perah yang dimiliki perusahaan akan membantu mendanai unit bisnis tanda tanya, bintang, dan anjing Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini
    43. 43. Pendekatan Boston Consulting Group (BCG) Perusahaan harus mengambil beberapa tindakan akhir menyangkut unit bisnis tanda tanya dan anjing. Gambaran ini akan memburuk jika perusahaan tidak mempunyai bintang, jika memiliki terlalu banyak anjing, atau jika hanya mempunyai satu sapi perah yang lemah Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini
    44. 44. Merancang Portofolio Bisnis Menganalisis Portofolio Bisnis Terkini • Setelah menggolongkan SBU-nya, perusahaan harus menentukan peran apa yang akan di mainkan masing- masing SBU di masa yang akan datang • Salah satu dari empat strategi dapat diterapkan untuk tiap SBU Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    45. 45. Merancang Portofolio Bisnis Empat Strategi bagi SBU Perusahaan • Perusahaan dapat melakukan lebih banyak investasi dalam unit bisnis untuk membangun pangsanya • Perusahaan dapat berinvestasi secukupnya untuk mempertahankan pangsa SBU pada tingkat saat ini • Perusahaan dapat memanen SBU, memerah arus kas jangka pendek tanpa mempertimbangkan efek jangka panjangnya • Terakhir, perusahaan dapat mendivestasikan SBU dengan menjualnya atau membuangnya dan menggunakan sumber daya di tempat lain Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    46. 46. Portofolio Bisnis Metode Perencanaan • Perusahaan dapat menggunakan metode perencanaan portofolio formal • Tetapi banyak perusahaan saat ini merancang pendekatan perencanaan portofolio khusus yang lebih sesuai dengan situasi mereka yang khas Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    47. 47. Strategi Pertumbuhan dan Penyusutan Di samping menganalisis portofolio bisnis terbaru, desain portofolio bisnis memerlukan pencarian bisnis dan produk yang harus dipertimbangkan perusahaan di masa depan Perusahaan membutuhkan pertumbuhan jika ingin bersaing secara lebih efektif, memuaskan para pemegang saham, dan menarik orang-orang terhebat Pemasaran mempunyai tanggung jawab utama untuk mencapai pertumbuhan yang menguntungkan bagi perusahaan Pemasaran harus mengenali, mengevaluasi, dan memilah peluang pasar serta meletakkan strategi untuk menangkap pertumbuhan yang menguntungkan tersebut Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    48. 48. Strategi Pertumbuhan dan Penyusutan Salah satu alat yang berguna untuk mengenali peluang pertumbuhan adalah kisi-kisi ekspansi produk/pasar (product/market expansion) Kisi-kisi ekspansi produk/pasar menyarankan empat kemungkinan arah pertumbuhan: – Penetrasi pasar – Pengembangan pasar – Pengembangan produk – Diversifikasi Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    49. 49. Kisi-Kisi Ekspansi Produk/Pasar (Product/Market Expansion) Penetrasi Pasar Diversifikasi Pengembangan Pasar Pengembangan Produk Produk yang sudah ada Pasar yang Sudah ada Produk baru Pasar baru
    50. 50. – Penetrasi pasar (market penetration) Strategi pertumbuhan perusahaan dengan meningkatkan penjualan produk-produk terkini pada segmen pasar saat ini tanpa mengubah produk – Pengembangan pasar (market development) Strategi pertumbuhan perusahaan dengan menggali dan mengembangkan segmen pasar baru untuk produk perusahaan terkini Kisi-Kisi Ekspansi Produk/Pasar
    51. 51. – Pengembangan produk (product development) Strategi pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan produk modifikasi atau produk baru pada segmen pasar terkini – Diversifikasi (diversification) Strategi pertumbuhan perusahaan melalui pendirian atau akuisisi bisnis di luar produk dan pasar perusahaan yang terbaru Kisi-Kisi Ekspansi Produk/Pasar
    52. 52. Di sini, kisi-kisi ini diterapkan terhadap Starbucks: Lebih dari 20 tahun yang lalu, Howard Schultz menemukan ide untuk membawa kedai kopi bergaya Eropa ke Amerika. Ia yakin, manusia perlu bersantai sejenak – “mencium aroma kopi” dan lebih menikmati hidup. Hasilnya adalah Starbucks. Kedai kopi ini tidak hanya menjual kopi, kedai ini menjual Pengalaman Starbucks Kisi-Kisi Ekspansi Produk/Pasar
    53. 53. “Saya menyukai atmosfer Starbucks,” catat seorang analis. “Musiknya. Kursi empuk yang nyaman. Aromanya. Desisan uapnya.” Pimpinan Starbucks, Schultz berkata, “Kami tidak berkecimpung dalam bisnis kopi, melayani orang. Kami berkecimpung dalam bisnis orang, menyajikan kopi.” Masyarakat di seluruh dunia sekarang singgah di Starbucks, membuat Starbucks menjadi merek premium yang kuat. Sekitar 35 juta pelanggan sekarang mengunjungi Starbucks di lebih dari 11.000 kedainya di seluruh dunia setiap minggu. Starbucks menyajikan apa yang disebut “tempat ketiga” kepada pelanggannya – selain tempat tinggal dan tempat kerja
    54. 54. Pertumbuhan adalah mesin yang membuat Starbucks berkilau – perusahaan menargetkan (dan selalu mencapai) pertumbuhan pendapatan yang mengagumkan, lebih dari 20 persen tiap tahunnya. Namun, keberhasilan Starbucks telah menarik banyak peniru, mulai dari pesaing langsung seperti Caribou Coffee sampai merek cepat saji (seperti McDonald’s McCafe) dan bahkan merek murah (Wal Mart’s Kicks Coffee). Untuk mempertahankan pertumbuhan fenomenalnya dalam pasar yang semakin menyesakkan, Starbucks harus menyiapkan strategi pertumbuhan yang ambisius dan menyentuh berbagai aspek
    55. 55. Market Penetration (Penetrasi Pasar) Membuat lebih banyak penjualan kepada pelanggan tanpa mengubah produknya, dengan cara: Menambah gerai baru di wilayah pasarnya saat ini agar lebih banyak pelanggan yang mudah berkunjung Perbaikan iklan, harga, pelayanan, seleksi menu atau desain gerai bisa mendorong pelanggan untuk lebih sering mampir, tinggal lebih lama, atau membeli lebih banyak pada tiap kunjungannya Menambahkan jendela pemesanan lewat kenderaan (drive- through) pada banyak gerainya Membuat kartu Starbucks yang memungkinkan melakukan pembayaran prabayar atau sebagai cenderamata kepada keluarga dan teman-teman Akses internet nirkabel, agar pelanggan singgah lebih lama
    56. 56. Market Development (Pengembangan Pasar) Menggali dan mengembangkan pasar baru untuk produk terkini Meninjau ulang pasar demografis baru, mungkin kelompok baru – seperti kelompok senior atau etnik – dapat terdorong mengunjungi gerai kopi Starbucks untuk pertama kalinya atau membeli lagi dari mereka Meninjau ulang pasar geografis baru, saat ini Starbucks memperluas usahanya ke pasar baru di AS, terutama kota-kota kecil. Dan Starbucks juga berkembang pesat di pasar global yang baru. Di tahun 1996, Starbucks hanya mempunyai 11 gerai kopi di luar Amerika Utara. Sekarang, Starbucks mempunyai lebih dari 3000 gerai
    57. 57. Product Development (Pengembangan Produk) Menawarkan produk modifikasi atau produk baru pada pasar saat ini Memperkenalkan jenis kopi baru rendah kalori, seperti Frapucciono Light Blended Beverage Mengembangkan minuman baru untuk menarik peminum nonkopi, minuman coklat Chantico Mengeluarkan produk kopi kemasan yang dipasarkan di pasar-pasar swalayan, untuk menangkap pelanggan yang meminum kopinya di rumah
    58. 58. Diversification (Diversifikasi) Memulai atau membeli bisnis di luar produk dan pasarnya saat ini Mengakuisisi Hear Music, yang kemudian sangat sukses, sehingga mendorong terciptanya divisi hiburan Starbucks. Berawal dari menjual dan memutar CD kompilasi, Hear Music saat ini mempunyai stasiun radio sendiri. Hear Music juga mendirikan kios (disebut Media Bars) di gerai-gerai Starbucks tertentu dan memperbolehkan pelanggan mendownload musik, mem-burn CD nya sendiri, sambil menyeruput latte. Langkah berikutnya Starbucks berinvestasi di gerai eceran Hear Music, toko musik sekaligus kafe
    59. 59. Diversification (Diversifikasi) Memulai atau membeli bisnis di luar produk dan pasarnya saat ini Dalam diversifikasi yang lebih ekstrim, Starbucks bermitra dengan Lion’s Gate untuk memproduksi film lalu memasarkannya di gerai kafe Starbucks. Starbucks mensponsori film kemitraan pertama, Akeelah and The Bee, dengan menyebarkan flashcard di sekeliling gerai, memberi stempel logo film di cangkir kopi, dan menempatkan kata-lata untuk dieja di papan tulis gerai. Perkembangan baru ini membuat sejumlah analis bertanya-tanya apakah Starbucks membuat diversifikasi yang terlalu luas, dan berisiko kehilangan fokus pasarnya. Mereka bertanya, ―Apa hubungan film dengan kopi dan pengalaman Starbucks?‖
    60. 60. Strategi Pertumbuhan dan Penyusutan • Penyusutan (downsizing) Mengurangi portofolio bisnis dengan mengeliminasi produk unit bisnis yang tidak menguntungkan atau tidak sesuai lagi dengan keseluruhan strategi perusahaan • Alasan perusahaan melakukan penyusutan: - Perubahan lingkungan pasar menyebabkan beberapa produk atau pasar jadi kurang menguntungkan - Perusahaan tumbuh terlalu cepat atau memasuki wilayah di mana perusahaan kurang berpengalaman - Sejumlah produk atau unit bisnis menua dan mati Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    61. 61. Strategi Pertumbuhan dan Penyusutan • Penyusutan (downsizing) Ketika perusahaan menemukan merek atau bisnis yang tidak menguntungkan atau tidak sesuai lagi dengan keseluruhan strateginya, perusahaan harus mengurangi, memanen, atau mendivestasikan merek atau bisnis tersebut • Bisnis yang lemah biasanya memerlukan kadar perhatian manajemen yang tidak proporsional • Manajer harus memusatkan perhatiannya pada peluang pertumbuhan yang menjanjikan, tanpa harus menguras energinya untuk menyelamatkan bisnis yang melemah Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    62. 62. Perencanaan Strategis Kerja Sama dalam Mencapai Tujuan Dalam rencana strategis, departemen fungsional utama —pemasaran, keuangan, akuntansi, pembelian, operasi, sistem informasi, sumber daya manusia, dan lain-lain— harus bekerja sama untuk mencapai tujuan strategis Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    63. 63. Perencanaan Strategis Peran Kunci Pemasaran • Pemasaran memegang peranan kunci dalam perencanaan strategis perusahaan dengan menyediakan filosofi konsep-pemasaran dan masukan mengenai peluang pasar yang menarik • Dalam unit bisnis individual, pemasaran: – Merancang strategi untuk mencapai tujuan unit – Membantu menjalankannya secara menguntungkan Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    64. 64. Perencanaan Strategis Manajemen Hubungan Kemitraan • Pemasar tidak dapat menghasilkan nilai yang unggul bagi pelanggannya apabila bekerja sendirian • Kesuksesan perusahaan bergantung pada: – Bagaimana masing-masing departemen melaksanakan aktivitas bernilai tambah bagi pelanggan – Bagaimana departemen bekerja sama dengan baik untuk melayani pelanggan • Karena itu, pemasar harus menjalankan manajemen hubungan kemitraan Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    65. 65. Manajemen Hubungan Kemitraan Manajemen Hubungan Kemitraan Departemen Lain dalam Perusahaan Pihak Lain dalam Sistem Pemasaran Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    66. 66. Manajemen Hubungan Kemitraan Mitra di dalam Perusahaan • Manajemen hubungan kemitraan bekerja secara erat dengan rekan dalam departemen lainnya di perusahaan dan membentuk rantai nilai (value chain) untuk melayani pelanggan • Keberhasilan perusahaan tidak hanya bergantung pada seberapa baik kinerja masing-masing departemen dalam melaksanakan tugasnya, tetapi juga pada seberapa baik koordinasi kegiatan berbagai departemen tersebut Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    67. 67. Kemitraan dengan Departemen Lain di Wal-Mart Tujuan Wal-Mart adalah menciptakan nilai dan kepuasan pelanggan dengan menyediakan produk-produk yang diinginkan pada harga semurah mungkin. Pemasar di Wal-Mart mempelajari kebutuhan pelanggan dan memasok rak- rak toko dengan produk yang diinginkan pada harga termurah. Pemasar menyiapkan iklan dan program merchandising dan membantu pembelanja dengan layanan pelanggan. Departemen pembelian mencari para pemasok yang diinginkan dan membeli dari mereka dengan harga yang rendah. Departemen teknologi informasi harus menyediakan informasi yang cepat dan akurat tentang produk mana yang sedang dijual di masing-masing toko. Dan orang-orang bagian operasi memberikan penanganan barang dagangan yang murah dan efektif
    68. 68. Kemitraan dengan Departemen Lain di Wal-Mart Rantai nilai perusahaan tidak mungkin lebih kuat daripada penghubung terlemahnya. Kesuksesan perusahaan bergantung pada seberapa baik masing-masing departemen melakukan pekerjaannya dan baik koordinasi aktivitas berbagai departemen tersebut Di Wal-Mart, jika bagian pembelian tidak dapat menekan harga dari pemasok, atau bagian operasional tidak dapat mendistribusikan barang dagangan pada harga terendah, bagian pemasaran tidak bisa memenuhi janjinya akan harga terendah
    69. 69. Manajemen Hubungan Kemitraan Mitra di luar Perusahaan • Manajemen hubungan kemitraan harus bekerja sama secara efektif dengan perusahaan lainnya dalam sistem pemasaran untuk membentuk jaringan penghantar nilai (value delivery network) unggul yang kompetitif • Jaringan penghantar nilai (value delivery network) Jaringan yang terdiri dari perusahaan, pemasok, distributor, dan akhirnya pelanggan, yang ―bermitra‖ satu sama lain untuk meningkatkan kinerja seluruh sistem Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    70. 70. Manajemen Hubungan Kemitraan Mitra di luar Perusahaan Orang-orang singgah ke McDonald’s bukan hanya karena mereka menyukai hamburger restoran itu. Sebenarnya, pada umumnya konsumen menganggap rasa hamburger McDonald’s masih kalah lezat dengan rasa hamburger Burger King dan Wendy’s Perhatikan McDonald’s. Restoran McDonald’s yang jumlahnya hampir mencapai 32.000 restoran di seluruh dunia melayani lebih dari 50 juta pelanggan setiap hari, mencakup lebih dari 40 persen pangsa pasar burger Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    71. 71. Manajemen Hubungan Kemitraan Mitra di luar Perusahaan McDonald’s efektif dalam hal keberhasilannya memperluas kemitraan dengan pewaralabanya, pemasoknya, dan pihak lain yang bekerjasama dalam menghantarkan nilai pelanggan yang sangat tinggi Sesungguhnya, yang disinggahi konsumen adalah sistem restoran McDonald’s, bukan sekedar produk makanannya. Di seluruh dunia, sistem McDonald’s yang tertata baik memberikan standar tinggi yang disebut QSCV – quality (mutu), service (pelayanan), cleanliness (kebersihan), dan value (nilai) Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    72. 72. Manajemen Hubungan Kemitraan • Di pasar saat ini, semakin banyak persaingan terjadi antara seluruh jaringan penghantar nilai yang diciptakan oleh para pesaing • Karena itu, kinerja Toyota terhadap Ford bergantung pada kualitas keseluruhan jaringan penghantar nilai Toyota melawan Ford. Sekalipun Toyota memproduksi mobil terbaik, Toyota bisa kalah di pasar jika jaringan dealer Ford memberikan penjualan dan pelayanan yang lebih memuaskan pelanggan Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    73. 73. Strategi dan Program Pemasaran Inti Utama Nilai dan hubungan pelanggan merupakan inti utama strategi dan program pemasaran Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    74. 74. Menata Strategi dan Program Pemasaran Rencana strategis menentukan keseluruhan misi dan tujuan perusahaan Peran dan kegiatan pemasaran diperlihatkan dalam gambar berikut yang merangkum kegiatan utama yang dilibatkan dalam menata strategi pemasaran yang digerakkan pelanggan dan bauran pemasaran Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    75. 75. Nilai dan hubungan pelanggan Nilai dan hubungan pelanggan Segmentasi Targeting DiferensiasiPositioning Product Price Promotion Place Planning ImplementationControl Analysis Perantara Pemasaran Pesaing MasyarakatPemasok Gambar Menata Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran
    76. 76. Dipandu strategi pemasaran, perusahaan merancang bauran pemasaran terintegrasi yang terdiri dari 4 P Pemasaran Untuk menemukan strategi dan bauran pemasaran terbaik, perusahaan melibatkan analisis, perencanaan, implementasi, dan kendali pemasaran Perusahaan menerapkan keseluruhan kegiatan-kegiatan ini dalam lingkungan pemasaran Konsumen berada di pusat. Tujuannya untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat dan menguntungkan Berikutnya adalah strategi pemasaran (marketing strategy) – logika pemasaran di mana perusahaan berharap untuk menciptakan nilai pelanggan dan mencapai hubungan yang menguntungkan
    77. 77. Strategi Pemasaran Melalui: – Segmentasi pasar (Segmentation) – Penetapan target pasar (Targeting) – Diferensiasi dan posisi pasar (Differentiation & Positioning) Perusahaan: – Membagi pasar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil – Memilih segmen yang dapat dilayani paling baik – Menentukan bagaimana perusahaan memberikan nilai kepada pelanggan sasaran Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    78. 78. 1. Segmentasi Pasar Segmentasi pasar (market segmentation) adalah tindakan membagi pasar menjadi kelompok pembeli berbeda dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran terpisah Segmen pasar (market segment) adalah sekelompok konsumen yang merespons dengan cara yang sama terhadap sejumlah usaha pemasaran tertentu Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    79. 79. Dalam pasar mobil, misalnya, konsumen yang menginginkan mobil terbesar dan paling nyaman serta tidak mempedulikan harga menjadi satu segmen pasar Konsumen yang hanya memperhatikan harga dan kehematan biaya mobil membentuk segmen lain Perusahaan akan sulit membuat sebuah model mobil yang menjadi pilihan pertama konsumen dari kedua segmen itu Adalah bijak bagi perusahaan untuk fokus dalam memenuhi kebutuhan segmen pasar individual yang berbeda 1. Segmentasi Pasar Segmen Pasar Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    80. 80. 2. Penetapan Target Pasar (Targeting) • Setelah perusahaan mendefinisikan segmen pasar, perusahaan dapat memasuki satu atau beberapa segmen tersebut (market targeting) • Targeting atau penetapan target pasar yaitu proses mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dilayani • Penetapan sasaran pasar terdiri dari merancang strategi untuk membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    81. 81. 2. Penetapan Target Pasar (1) • Perusahaan dengan sumber daya terbatas bisa memutuskan hanya melayani satu atau beberapa segmen khusus atau “ceruk pasar” (niche market) • ―Perusahaan ceruk pasar‖ seperti itu mengkhususkan diri melayani segmen pelanggan yang dilewatkan atau diabaikan pesaing besar • Sebagai contoh, Ferrari hanya menjual 1.500 mobil performa tingginya di AS setiap tahun, tetapi pada harga yang sangat tinggi – sebagian hanya dapat dikendarai di jalur balap Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    82. 82. 2. Penetapan Target Pasar (2) • Selain itu, perusahaan bisa memilih beberapa segmen yang berhubungan – mungkin segmen dengan jenis pelanggan yang berbeda tetapi dengan keinginan dasar yang sama • Pottery Barn, misalnya, menargetkan anak-anak, remaja, dan orang dewasa dengan barang dagangan bertema gaya hidup yang sama dalam gerai berbeda: Pottery Barn yang asli, Pottery Barn Kids, dan PB Teen Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    83. 83. 2. Penetapan Target Pasar (3) • Atau sebuah perusahaan besar mungkin memutuskan untuk menawarkan ragam produk yang lengkap dalam melayani seluruh segmen pasarnya • Sebagian besar perusahaan memasuki pasar baru dengan melayani segmen tunggal, dan jika hal ini terbukti berhasil, mereka menambahkan segmen Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    84. 84. 2. Penetapan Target Pasar (3) • Perusahaan besar kadang-kadang mencari cakupan pasar yang penuh. Mereka ingin menjadi General Motors dalam industri mereka • GM berkata bahwa mereka membuat mobil untuk semua ―orang, dompet, dan kepribadian.‖ • Perusahaan terkemuka biasanya mempunyai berbagai produk berbeda yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan khusus masing-masing segmen Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    85. 85. 3. Diferensiasi dan Positioning • Setelah perusahaan memutuskan segmen pasar mana yang dimasuki, perusahaan harus memutuskan bagaimana mendifferensiasikan penawaran pasarnya untuk setiap segmen sasaran dan posisi apa yang ingin ditempatinya dalam segmen tersebut • Posisi produk adalah tempat yang diduduki produk relatif terhadap pesaingnya dalam pikiran konsumen • Pemasar ingin mengembangkan posisi pasar unik bagi produk mereka. Jika sebuah produk dianggap sama persis dengan produk lainnya di pasar, konsumen tidak mempunyai alasan untuk membelinya Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    86. 86. 3. Diferensiasi dan Positioning • Diferentiation yaitu mendifferensiasikan penawaran pasar perusahaan yang sesungguhnya untuk menciptakan nilai pelanggan yang unggul • Positioning adalah pengaturan produk untuk menduduki tempat yang jelas, berbeda, dan diinginkan dibandingkan produk pesaing dalam pikiran konsumen sasaran Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    87. 87. 3. Diferensiasi dan Positioning • Pemasar merencanakan posisi yang membedakan produk mereka dari merek pesaing dan memberi mereka manfaat terbesar dalam target pasar mereka • BMW membuat ―kenderaan bermesin yang paling hebat‖; Ford ―dibangun untuk jalan yang membentang di depan‖; Kia menjanjikan ―kemampuan untuk mengejutkan.‖ MasterCard menjanjikan ―pengalaman tak ternilai‖ kepada Anda; dan tanpa mempedulikan momen setiap hari atau seumur hidup, ―hidup memerlukan Visa.‖ Target mengatakan ―harapkan lebih, bayarkan lebih murah.‖ Dan di Caesar’s Palace di Las Vegas, Anda dapat ―hidup dengan sempurna.‖ Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    88. 88. 3. Diferensiasi dan Positioning • Bentuk pernyataan yang tampaknya sederhana seperti itu adalah tulang punggung strategi pemasaran produk • Dalam memposisikan produknya, mula-mula perusahaan mengenali perbedaan nilai pelanggan yang memungkinkan yang menyediakan keunggulan kompetitif untuk membangun posisi • Perusahaan dapat menawarkan nilai pelanggan yang lebih besar dengan menetapkan harga yang lebih murah daripada pesaing maupun dengan menawarkan keuntungan lebih banyak untuk menyesuaikan dengan harga yang lebih tinggi Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    89. 89. 3. Diferensiasi dan Positioning • Tetapi jika perusahaan menjanjikan nilai yang lebih besar, perusahaan harus menghantarkan nilai yang lebih besar itu. • Oleh karena itu, positioning yang efektif dimulai dengan differensiasi (differentiation) yang benar-benar mendifferensiasikan penawaran pasar perusahaan sehingga perusahaan dapat memberikan nilai lebih kepada konsumen • Setelah perusahaan memilih posisi yang diinginkan, perusahaan harus mengambil langkah yang kuat untuk menghantarkan dan menyampaikan posisi itu kepada konsumen sasaran • Seluruh program pemasaran perusahaan harus mendukung strategi positioning yang dipilih
    90. 90. Mengembangkan Bauran Pemasaran Terintegrasi • Setelah memutuskan strategi pemasarannya, perusahaan mulai merencanakan rincian bauran pemasaran (marketing mix), salah satu konsep utama dalam pemasaran modern • Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan produknya yang terdiri dari “empat P”: – Produk (product) – Harga (price) – Tempat (place) – Promosi (promotion) Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    91. 91. • Bauran pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali – produk, harga, tempat, dan promosi – yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkannya di pasar sasaran Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran Mengembangkan Bauran Pemasaran Terintegrasi
    92. 92. Empat P Bauran Pemasaran
    93. 93. • Produk (product) berarti kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran • Oleh karena itu, Ford Escape terdiri dari mur dan baut, busi, piston, lampu depan, dan ribuan komponen lainnya • Ford menawarkan beberapa model Escape dan lusinan fitur pilihan • Mobil mendapatkan pelayanan penuh dan garansi komprehensif yang juga merupakan bagian dari mobil seperti halnya sebuah knalpot Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran Product Ragam Kualitas Desain Fitur Nama Merek Kemasan Layanan Mengembangkan Bauran Pemasaran Terintegrasi
    94. 94. • Harga (price) adalah jumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk • Ford menghitung harga eceran yang disarankan kepada penyalur-penyalurnya untuk menjual Escape • Para penyalur Ford menegosiasikan harga dengan masing-masing pelanggan, menawarkan diskon, menghitung biaya tukar tambah, dan persyaratan kredit • Tindakan ini untuk menyesuaikan harga dengan situasi persaingan yang ada dan membawa produk tersebut agar sejalan dengan persepsi pembeli tentang nilai mobil tersebut Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran Price Daftar harga Diskon Potongan harga Periode pembayaran Persyaratan kredit Mengembangkan Bauran Pemasaran Terintegrasi
    95. 95. • Tempat (place) meliputi kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran • Ford bermitra dengan banyak penyalur independen yang menjual berbagai model Ford • Ford memilih penyalurnya secara hati-hati dan memberi dukungan kuat kepada mereka • Penyalur menyimpan persediaan mobil Ford, memamerkannya kepada calon pembeli potensial, menegosiasikan harga, melakukan penjualan dan melakukan layanan purna jual Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran Place Saluran Cakupan Pemilahan Lokasi Persediaan Transportasi Logistik Mengembangkan Bauran Pemasaran Terintegrasi
    96. 96. • Promosi (promotion) berarti aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya • Ford menghabiskan hampir $2,4 miliar setiap tahun untuk iklan, lebih dari $600 per kenderaan, untuk memberitahu pelanggan tentang perusahaan dan produk-produknya • Wiraniaga penyalur membantu calon pembeli dan membujuk mereka bahwa Ford adalah mobil terbaik untuk mereka • Ford dan penyalur-penyalurnya menawarkan promosi khusus – penjualan, potongan uang tunai, suka bunga yang rendah – dan juga insentif pembelian Promotion Iklan Penjualan pribadi Promosi penjualan Hubungan masyarakat Mengembangkan Bauran Pemasaran Terintegrasi
    97. 97. • Program pemasaran yang efektif memadukan semua elemen bauran pemasaran ke dalam suatu program pemasaran terintegrasi yang dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran perusahaan dengan menghantarkan nilai bagi konsumen • Bauran pemasaran merupakan sarana taktis perusahaan untuk menentukan positioning yang kuat dalam pasar sasaran Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran Mengembangkan Bauran Pemasaran Terintegrasi
    98. 98. 4P 4C Produk Solusi Pelanggan (Customer Solution) Harga Biaya Pelanggan (Customer Cost) Tempat Kenyamanan (Convenience) Promosi Komunikasi (Communication) Dari sudut pandang pembeli, empat P mungkin lebih baik digambarkan sebagai empat C: Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran Mengembangkan Bauran Pemasaran Terintegrasi
    99. 99. Bauran Pemasaran • Sementara pemasar melihat diri mereka menjual produk, para pelanggan menganggap diri mereka membeli nilai atau solusi terhadap masalah mereka • Pelanggan tidak hanya tertarik pada harga; mereka tertarik pada biaya total mendapatkan, menggunakan, dan membuang produk • Pelanggan ingin produk dan jasa mudah di dapat • Akhirnya, mereka menginginkan komunikasi dua arah Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran 4P 4C Produk Solusi Pelanggan (Customer Solution) Harga Biaya Pelanggan (Customer Cost) Tempat Kenyamanan (Convenience) Promosi Komunikasi (Communication)
    100. 100. Ir. Fl. Titik Wijayanti, MM: Diharapkan produsen membuat suatu produk yang disesuaikan antara 4 P dengan harapan konsumen, sehingga konsumen mendapatkan kepuasan berupa 4 C: 1. Produk dapat membantu dan mampu memecahkan masalah konsumen 2. Harga yang dibayarkan konsumen untuk membeli produk tersebut sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya 3. Produk tersebut mampu menyenangkan konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana 4. Produsen melakukan komunikasi produk kepada konsumen secara benar dan tepat sasaran 4P 4C Produk Solusi Pelanggan (Customer Solution) Harga Biaya Pelanggan (Customer Cost) Tempat Kenyamanan (Convenience) Promosi Komunikasi (Communication)
    101. 101. Pemasar sebaiknya memikirkan dulu empat C dan kemudian membangun 4 P berdasarkan landasan tersebut Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran Mengembangkan Bauran Pemasaran Terintegrasi 4P 4C Produk Solusi Pelanggan (Customer Solution) Harga Biaya Pelanggan (Customer Cost) Tempat Kenyamanan (Convenience) Promosi Komunikasi (Communication)
    102. 102. Mengelola Usaha Pemasaran Selain menjadi baik dalam pemasaran di dalam manajemen pemasaran, perusahaan juga harus memperhatikan manajemen Dalam mengelola proses pemasaran, dan juga untuk menemukan strategi dan bauran terbaik dan menempatkannya menjadi tindakan, perusahaan membutuhkan empat fungsi manajemen pemasaran : – Analisis pemasaran – Perencanaan pemasaran – Implementasi pemasaran – Kendali pemasaran Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    103. 103. Analisis Pemasaran, Perencanaan, Implementasi, dan Kendali Analisis Perencanaan Mengembang kan rencana strategis Mengembang kan rencana pemasaran Kendali Mengukur hasil Mengevaluasi hasil Mengambil tindakan korektif Implementasi Pelaksanaan rencana Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    104. 104. Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Kendali Pemasaran Perusahaan pada awalnya membuat rencana strategis perusahaan secara keseluruhan, dan kemudian menerjemahkannya menjadi rencana pemasaran serta rencana lainnya untuk masing-masing divisi, produk dan merek Melalui implementasi, perusahaan mengubah rencana menjadi aksi Kendali terdiri atas pengukuran dan penilaian hasil aktivitas pemasaran dan mengambil tindakan korektif bila diperlukan Akhirnya, analisis pemasaran menyediakan informasi dan penilaian yang diperlukan bagi semua aktivitas pemasaran
    105. 105. Analisis Pemasaran Mengawali fungsi pemasaran di awali dengan analisis menyeluruh dari situasi perusahaan Pemasar harus melakukan analisis SWOT (SWOT analysis), di mana ia menilai kekuatan (strengths [S]), kelemahan (weaknesses [W]), peluang (opportunities [O]), dan ancaman (threats [T]) perusahaan secara keseluruhan Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    106. 106. Analisis SWOT Kekuatan (Strengths) S Kemampuan internal yang dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya Ancaman (Threats) T Faktor eksternal terbaru yang mungkin bertentangan dengan kinerja perusahaan Peluang (Opportunities) O Faktor eksternal yang mungkin dapat dieksploitasi perusahaan untuk kepentingannya Kelemahan (Weaknesses) W Batasan internal yang mempengaruhi kemampuan perusahaan mencapai tujuannya Positif Internal Negatif Eksternal
    107. 107. Analisis Pemasaran Kekuatan (Strengths) meliputi kemampuan internal, sumber daya, dan faktor situasional positif yang dapat membantu perusahaan melayani pelanggannya dan mencapai tujuannya Kelemahan (Weaknesses) meliputi keterbatasan internal dan faktor situasional negatif yang dapat menghalangi performa perusahaan Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    108. 108. Analisis Pemasaran Peluang (Opportunities) adalah faktor atau tren yang menguntungkan pada lingkungan eksternal yang dapat digunakan perusahaan untuk memperoleh keuntungan Dan ancaman (Threats) adalah faktor pada lingkungan eksternal yang tidak menguntungkan yang menghadirkan tantangan bagi performa perusahaan Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    109. 109. Analisis Pemasaran Perusahaan harus menganalisis pasarnya dan lingkungan pemasarannya agar menemukan peluang yang menarik dan mengidentifikasikan ancaman dari lingkungannya Perusahaan harus menganalisis kekuatan dan kelemahan perusahaan serta tindakan pemasaran saat ini dan yang mungkin dilakukan menentukan peluang mana yang paling baik untuk dikejar Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    110. 110. Analisis Pemasaran Tujuannya adalah untuk mencocokkan kekuatan perusahaan dengan peluang menarik yang ada pada lingkungan, sekaligus juga menghilangkan atau mengatasi kelemahan dan meminimalisasi ancaman Analisis pemasaran menyediakan masukan bagi masing- masing fungsi manajemen pemasaran lainnya Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    111. 111. Perencanaan Pemasaran Melalui perencanaan pemasaran, perusahaan menentukan apa yang akan dilakukan dengan masing- masing unit bisnis Rencana pemasaran yang rinci diperlukan untuk masing- masing bisnis, produk, atau merek Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    112. 112. Perencanaan Pemasaran Komponen utama dari rencana pemasaran adalah: – Rangkuman eksekutif – Situasi pasar saat ini – Ancaman dan peluang – Tujuan dan permasalahan – Strategi pemasaran – Program tindakan – Anggaran – Pengendalian Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    113. 113. Rencana Pemasaran Pentingnya Implementasi • Merencanakan strategi yang baik seringkali lebih mudah daripada menjalankannya • Agar berhasil, perusahaan juga harus efektif dalam implementasi – mengubah strategi pemasaran menjadi tindakan pemasaran Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    114. 114. Mengelola Usaha Pemasaran Implementasi • Implementasi pemasaran (marketing implementation) adalah proses yang mengubah strategi dan rencana pemasaran menjadi tindakan pemasaran agar mencapai tujuan pemasaran strategis • Perusahaan bisa memperoleh keunggulan kompetitif melalui implementasi yang efektif • Pada intinya, sebuah perusahaan dapat mempunyai strategi yang sama dengan perusahaan lain, tetapi berbeda dalam hal memenangkan pasar melalui eksekusi yang lebih cepat atau lebih baik Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    115. 115. Mengelola Usaha Pemasaran Implementasi • Implementasi pemasaran (marketing implementation) yang berhasil bergantung pada seberapa baik perusahaan memadukan orang-orangnya, struktur organisasinya, sistem keputusan dan penghargaan, serta budaya perusahaan ke dalam suatu program tindakan kohesif yang mendukung strateginya • Akhirnya, agar dapat diimplementasikan dengan sukses, strategi pemasaran perusahaan harus sesuai dengan budaya perusahaan, sistem nilai dan keyakinan yang dirasakan oleh orang-orang di dalam organisasi Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    116. 116. Mengelola Usaha Pemasaran Implementasi • Sebuah studi tentang perusahaan yang paling berhasil di Amerika menemukan bahwa hampir semua perusahaan ini mempunyai budaya keyakinan hampir seperti religi yang dibangun berdasarkan misi yang kuat, dan berorientasi pasar • Di perusahaan seperti Dell, Nordstrom, Citicorp, dan P&G, ―para karyawan berbagi visi yang kuat bahwa dalam hati, mereka mengetahui apa yang tepat untuk perusahaan.‖ Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    117. 117. Organisasi Departemen Pemasaran • Sebagian besar tanggung jawab implementasi dipikul oleh departemen pemasaran perusahaan • Departemen pemasaran dapat diatur dalam bentuk tunggal atau gabungan: – Organisasi pemasaran fungsional – Organisasi geografis – Organisasi manajemen produk – Organisasi manajemen pasar Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    118. 118. Organisasi Fungsional • Bentuk organisasi pemasaran yang paling umum adalah organisasi fungsional • Di bawah organisasi ini, aktivitas pemasaran yang berbeda dipimpin oleh spesialis fungsional – manajer penjualan, manajer periklanan, manajer riset pemasaran, manajer layanan pelanggan, atau manajer produk baru Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    119. 119. Organisasi Geografis • Perusahaan yang menjual melampaui batas negara atau secara internasional sering menggunakan organisasi geografis • Orang-orang penjualan dan pemasaran ditugaskan ke negara, wilayah, dan distrik tertentu. Organisasi geografis memungkinkan wiraniaga menetap di suatu wilayah, mengenal pelanggan, dan bekerja dengan waktu dan biaya bepergian minimum Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    120. 120. Organisasi Manajemen Produk • Perusahaan dengan banyak produk atau merek yang berbeda sering menciptakan organisasi manajemen produk • Dengan pendekatan ini, manajer produk mengembangkan dan mengimplementasikan strategi dan program pemasaran lengkap untuk produk dan merek tertentu Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    121. 121. Organisasi Manajemen Pasar • Bagi perusahaan yang menjual satu lini produk pada berbagai jenis pasar dan pelanggan berbeda yang mempunyai kebutuhan dan selera berbeda, organisasi manajemen pasar atau organisasi manajemen pelanggan mungkin adalah pilihan terbaik • Organisasi manajemen pasar mirip dengan organisasi manajemen produk. Para manajer pasar bertanggung jawab mengembangkan strategi dan rencana pemasaran untuk pasar dan pelanggan khusus mereka. Keuntungan utama sistem ini adalah bahwa perusahaan diatur berdasarkan kebutuhan segmen pelanggan tertentu Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    122. 122. Organisasi Departemen Pemasaran • Perusahaan besar yang mempunyai banyak produk berbeda yang dipasarkan di berbagai pasar geografis dan pelanggan yang berbeda biasanya menerapkan sejumlah kombinasi bentuk organisasi fungsional, geografis, produk, dan pasar • Kelebihannya: tindakan ini memastikan bahwa setiap fungsi, produk, dan pasar menerima perhatian manajemen yang menjadi bagiannya • Kelemahannya: kombinasi bentuk organisasi ini dapat menambahkan lapisan manajemen yang memerlukan biaya lebih dan mengurangi fleksibilitas organisasi • Tetapi keuntungan spesialisasi organisasi biasanya melebihi pengeluarannya Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    123. 123. Organisasi Pemasaran Fokus dalam Era Hubungan Pelanggan Dalam era hubungan pelanggan ini, semakin banyak perusahaan yang mengubah fokus organisasi mereka dari manajemen produk atau manajemen wilayah menjadi manajemen hubungan pelanggan Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    124. 124. Kendali Pemasaran Kendali pemasaran yaitu proses mengukur dan mengevaluasi hasil strategi dan rencana pemasaran serta mengambil tindakan korektif untuk memastikan bahwa tujuan telah tercapai Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    125. 125. Kendali Pemasaran • Kendali pemasaran melibatkan empat tahap • Pertama, manajemen menetapkan tujuan pemasaran tertentu. Lalu manajemen mengukur kinerjanya di pasar dan mengevaluasi penyebab berbagai perbedaan antara kinerja yang diharapkan dan kinerja yang sebenarnya • Akhirnya, manajemen mengambil tindakan korektif untuk menutup kesenjangan antara tujuan dan kinerjanya. Hal ini memerlukan perubahan program tindakan atau bahkan perubahan tujuan Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    126. 126. Kendali Pemasaran • Organisasi pemasaran melaksanakan kendali pemasaran, baik kendali operasi maupun kendali strategis • Kendali operasi melibatkan pemeriksaan yang sedang berlangsung terhadap rencana tahunan dan mengambil tindakan korektif ketika diperlukan • Kendali strategis melibatkan tinjauan strategi untuk melihat apakah strategi dasar perusahaan itu sudah sesuai dengan peluangnya Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    127. 127. Kendali Pemasaran • Mereka menggunakan audit pemasaran untuk menentukan peluang dan masalah pemasaran serta merekomendasikan tindakan jangka pendek dan jangka panjang untuk memperbaiki seluruh kinerja pemasaran Audit pemasaran (marketing audit) Pemeriksaan secara menyeluruh, sistematis, independen, dan berkala tentang lingkungan, tujuan, strategi, dan tindakan perusahaan untuk menentukan wilayah masalah dan peluang serta merekomendasikan rencana tindakan agar meningkatkan kinerja pemasaran perusahaan Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    128. 128. Pengembalian Investasi Pemasaran • Manajer pemasaran harus memastikan bahwa dana pemasaran mereka tidak terbuang percuma • Saat ini pemasar menghadapi tekanan yang semakin besar untuk memperlihatkan bahwa mereka memberikan nilai tambah sejalan dengan biaya yang mereka keluarkan • Dalam meresponsnya, pemasar mengembangkan ukuran tingkat pengembalian investasi pemasaran yang lebih baik Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    129. 129. Pengembalian Investasi Pemasaran • Pengembalian investasi pemasaran / return on marketing investment (ROI pemasaran) Pengembalian bersih dari investasi pemasaran dibagi biaya investasi pemasaran • Investasi pemasaran menghasilkan nilai dan kepuasan pelanggan yang meningkat, sehingga meningkatkan ketertarikan dan retensi pelanggan. Hal ini meningkatkan nilai seumur hidup pelanggan individu dan ekuitas keseluruhan dari pelanggan perusahaan • Meningkatnya ekuitas pelanggan, dalam hubungannya dengan biaya investasi pemasaran, menentukan tingkat pengembalian investasi pemasaran Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    130. 130. Pengembalian Investasi Pemasaran Fokus pada Pelanggan Semakin banyak pemasar yang menggunakan ukuran dampak pemasaran yang berfokus pada pelanggan sebagai masukan utama bagi pengambilan keputusan strategisnya Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    131. 131. Pengembalian Pemasaran Perbaikan nilai dan kepuasan pelanggan Peningkatan ketertarikan pelanggan Pengembalian pemasaran Investasi pemasaran Peningkatan retensi pelanggan Perbaikan nilai dan kepuasan pelanggan Pengembalian investasi pemasaran Biaya investasi pemasaran
    132. 132. Pengembalian Investasi Pemasaran • Pengembalian investasi pemasaran / return on marketing investment (ROI pemasaran) Pengembalian bersih dari investasi pemasaran dibagi biaya investasi pemasaran • Investasi pemasaran menghasilkan nilai dan kepuasan pelanggan yang meningkat, sehingga meningkatkan ketertarikan dan retensi pelanggan. Hal ini meningkatkan nilai seumur hidup pelanggan individu dan ekuitas keseluruhan dari pelanggan perusahaan • Meningkatnya ekuitas pelanggan, dalam hubungannya dengan biaya investasi pemasaran, menentukan tingkat pengembalian investasi pemasaran Bab 2 Perusahaan dan Strategi Pemasaran
    133. 133. Model Proses Pemasaran yang Diperluas Memahami pasar serta kebutuhan dan keinginan pelanggan Merancang strategi pemasaran yang digerakkan oleh pelanggan Membangun program pemasaran terintegrasi yang menghantarkan nilai unggul Melakukan riset pelanggan dan pasar Menata informasi pemasaran dan data pelanggan Memilih pelanggan untuk dilayani; segmentasi dan penetapan target pasar Memutuskan proposisi nilai; differensiasi dan positioning Desain produk dan jasa; membangun merk yang kuat Penetapan harga; menciptakan nilai nyata Distribusi; menata permintaan dan rantai pasokan Promosi; mengomunikasikan proposisi nilai Membangun hubungan yang menguntungkan dan menciptakan kepuasan pelanggan Manajemen hubungan pelanggan; membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan terpilih Menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan Manajemen hubungan kemitraan; membangun hubungan yang kuat dengan mitra pemasaran Menangkap nilai dari pelanggan untuk menciptakan keuntungan dan ekuitas pelanggan Meningkatkan pangsa pasar dan pangsa pelanggan Menangkap nilai seumur hidup pelanggan Menciptakan pelanggan yang puas dan setia Menggunakan teknologi pemasaran Menata pasar global Memastikan tanggung jawab etika dan sosial Menangkap nilai dari pelanggan
    134. 134. Daftar Pustaka Sumber Utama : • Philip Kotler & Gary Armstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran, edisi 12. Penerbit Erlangga : Jakarta Sumber Tambahan : • Danang Sunyoto. 2012. Dasar-dasar Manajemen Pemasaran. Penerbit CAPS : Yogyakarta • Fl. Titik Wijayanti. 2012. Marketing Plan! Perlukah? Managing Marketing Plan (Teori & Aplikasi). Penerbit Elex Media Komputindo : Jakarta
    135. 135. OK. MIRZA SYAH, SE SARJANA S1 MANAJEMEN USU MAHASISWA PASCA SARJANA ILMU MANAJEMEN USU PENGALAMAN KERJA :  LICENSED ESQ TRAINER , ESQ LEADERSHIP CENTER, JAKARTA (2006 – 2011)  DISTRICT MANAGER , CITIBANK, NA, MEDAN (2002-2006)  BUSINESS DEVELOPMENT MANAGER, MEDIABANC, JAKARTA (2011)  BRANCH MANAGER XL DIVISION, PT. TRIKOMSEL OKE, MEDAN (2011)  BRANCH MANAGER, PT. YES TELEMEDIA INDONESIA, MEDAN (2012)  DOSEN , AMIK ROYAL, KISARAN (2013 – SEKARANG)  Email : okmirza.esq@gmail.com  Fb : Mirza Syah  Tweet : okmirzasyah
    136. 136. TERIMAKASIH OK. Mirza Syah, SE Mobile : 087869679699 Email/Fb : okmirza.esq@gmail.com Tweet : okmirzasyah

    ×