MODUL IX PROPOSAL PENELITIAN (METODE PENELITIAN)                                            SKENARIO-3                    ...
LEMBAR PENILAIANPARAF                      NILAI
KATA PENGANTAR       Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan dan melimpahkan segenap rahmatdan hidayahnya kepada ...
Daftar isiKata pengantar.....................................................................................................
BAB I                                    PENDAHULUAN1. Latar Belakang1.1 Rancangan Penelitian (Proposal)       Bila   pene...
sebagainya. Usulan ini lebih terinci dan lebih rumit dibandingkan dengan versi yang          pertama.       Dalam merumusk...
BAB II                                      PEMBAHASAN                                          SKENARIO-3                ...
2. Menyelesaikan beberapa bab proposal dengan berpedoman pada buku penuntun karya     tulis ilmiah.  3. Tata cara penulisa...
BAB II    Tinjauan kepustakaan              BAB III    Metodologi penelitian   - Jenis penelitian   - Instrumen penelitian...
4. Skema                                       Karya Tulis Ilmiah                                                (KTI)    ...
c) Tidak cenderung mengajak pembaca untuk berpihak kepada penulisnya           Tulisan ilmiah bukanlah alat untuk propagan...
2. Mahasiswa mampu menjelaskan tujuan dan manfaat proposal penelitian          Tujuan          Untuk memenuhi persyaratan ...
JUDUL USULAN PENELITIAN       Judul penelitian merupakan pencerminan dari tujuan penelitian. Oleh karena tujuanpenelitian ...
Masalah dalam bidang kedokteran dan kesehatan amat banyak, namun apakah semuamasalah tersebut layak untuk diangkat menjadi...
mengidentifikasi yang belum diketahui. Mungkin terdapat laporan penelitian yang sudahdipublikasi, namun hasilnya controver...
Formulasi hipotesis yang baik harus memenuhi persyaratan berikut:   1. Dinyatakan dalam kalimat deklaratif yang jelas dan ...
pustaka yang terpisah tidak diperlukan. Dalam hal ini, maka semua informasi yang diperlukanharus telah dikemukakan di lata...
cluster, convenience, dst. Dalam usulan penelitian cara pemilihan subyek harus ditegaskan secaraeksplisit dan rinci.E. Est...
Dalam penulisan ilmiah yang perlu diperhatikan bagi setiap penulis karya ilmiah adalahetika penulisan. Masalah yang sering...
b) Sistem nama-dan-tahun (Harvard)       Pada sistem ini daftar rujukan disusun secara alfabetik berdasarkan nama penulis ...
BAB 3                                     KESIMPULAN       Usulan penelitian (proposal) merupakan rencana penelitian tertu...
a. Sistem Harvard       Daftar rujukan disusun secara alfabetis berdasarkan nama penulis, dengan urutan sebagai       beri...
DAFTAR PUSTAKAAli, Mohamad. 1985. Penelitian Kependudukan, Prosedur, dan Strategis. Bandung: Angkasa.Altman, D.G. 1995. Pr...
Penulisan Proposal & Tinjauan Pustaka
Penulisan Proposal & Tinjauan Pustaka
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Penulisan Proposal & Tinjauan Pustaka

56,050

Published on

1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
56,050
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
491
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penulisan Proposal & Tinjauan Pustaka

  1. 1. MODUL IX PROPOSAL PENELITIAN (METODE PENELITIAN) SKENARIO-3 KARYA TULIS ILMIAH D I S U S U N OLEH : SGD 9Ketua : Berrlan Saputra Orlando (7111080180)Sekretaris : Mima Nasution (7111080210)Anggota : Al-azwar Fachrul Rezy (7111080293) Ayu Andira (7111080160) Ima Arum Lestarini (7111080134) Mawaddah Rahma (7111080162) Mhd. Muchsan Siregar (7111080101) Putri Ayu Lestari (7111080184) Siti Aninditha (7111080064) Sofyan Petrus Simbolon (7111080246) Susilawaty (7111080086) Widi Astari (7111080238)Tutor : dr. Alfi Dewi Sholaht FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA TAHUN AJARAN 2012/2013
  2. 2. LEMBAR PENILAIANPARAF NILAI
  3. 3. KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan dan melimpahkan segenap rahmatdan hidayahnya kepada kita semua. Dan tak lupa pula shalawat beriring salam kita panjatkankeharibaan nabi Muhammad SAW beserta sahabat dan keluarganya. Adapun tujuan pembuatan makalah ini untuk membantu mahasiswa dalam menghadapiproses belajar mengajar di Fakultas Kedokteran UISU dan membantu proses pemahamantentang Penulisan Proposal dan Penulisan Daftar Pustaka serta berbagai hubungan yangterkandung didalamnya. Dalam penyusunan tugas ini, kami telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengankemampuan kami. Namun sebagai manusia biasa, kami tidak luput dari kesalahan dan kekhilafanbaik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian kami berusahasebisa mungkin menyelesaikan tugas ini meskipun tersusun sangat sederhana. Demikian, semoga tulisan makalah Penulisan Proposal dan Penulisan Daftar Pustakadapat bermanfaat bagi kami selaku penyusun dan para pembaca pada umumnya. Kamimengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun. Medan, 29 September 2012 Tim Penyusun SGD 9 i
  4. 4. Daftar isiKata pengantar.................................................................................................................................iDaftar Isi.........................................................................................................................................iiBab I Pendahuluan.........................................................................................................................1 1. Latar Belakang………………………………………………………………………….1 1.1 Rancangan Penelitian ………………………………………………………………....1 1.2 Daftar Pustaka…………………………………………………………………………2Bab II Pembahasan………………………………………………………………………………..3 Skenario...............................................................................................................................3 Klarifikasi Data……………………………………………………………………………3 Problem List……………………………………………………………………………….3 Problem Solution………………………………………………………………………….4 Skema……………………………………………………………………………………...6 Learning Objective………………………………………………………………………...6Bab III Kesimpulan………………………………………………………………………………17Daftar pustaka……………………………………………………………………………………19 ii
  5. 5. BAB I PENDAHULUAN1. Latar Belakang1.1 Rancangan Penelitian (Proposal) Bila peneliti telah menetapkan untuk melakukan penelitian, maka sebelummelaksanakannya ia harus membuat rancangan penelitian. Rancangan penelitian tertulis yangbersifat formal dinamakan sebagai usulan penelitian (research proposal, study protocol). Usulanpenelitian mungkin dapat diperlukan oleh (calon) peneliti untuk memenuhi persyaratanpendidikan, untuk memperoleh persetujuan penelitian dari institut tempat penelitian akandilakukn, atau untuk permintaan dana. Namun secara esensial usulan penelitian dimaksudkansebagai penuntun bagi peneliti yang baik akan mempermudah peneliti dalam melaksanankanseluruh proses penelitian. Sistematika usulan penelitian sangat bervariasi dari lembaga yang satu ke lembaga yanglain, meski substansinya sama. Calon peneliti, khususnya yang akan mengajukan permintaandana pemnelitian kepada penyandang dana, harus menuliskan usulan dengan format seperti yangdikehendaki oleh lembaga tersebut. Suatu usulan penelitian dengan materi sistematika yang baikmenurut suatu lembaga, belum tentu di anggap baik oleh lembaga yang lain. Oleh krena itulahtidak jarang suatu usulan untuk mengajukan permintaan dana penelitian tidak disetujui olehpenyandang dana hanya karena format usulan yang diajukan tidak sesuai dengan format yangdikehndaki oleh lembaga tersebut. Sesuatu yang nampaknya bersifat teknis dan tidak substantifini harus diperhatikan benar-benar oleh setiap peneliti apabila ia ingin memperoleh dukungandari penyandang dana. Usulan penelitian biasanya dibedakan menjadi dua versi, yaitu : 1. Usulan penelitian dimana hasil penelitian nanti fokusnya diarahkan kepada pemecahan masalah atau mencari informasi yang akan digunakan untuk memcahkan suatu masalah atau keperluan program. Dengan kata lain, usulan penelitian untuk kepentingan program, yang biasanya dalam bentuk proyek. 2. Usulan penelitian dimana hasilnya difokuskan kepada kepentingan ilmu pengetahuan atau karya ilmiah, misalnya untuk membuat skripsi, tesis, atau disertasi, dan 1
  6. 6. sebagainya. Usulan ini lebih terinci dan lebih rumit dibandingkan dengan versi yang pertama. Dalam merumuskan permasalahan penelitian (biasanya dituliskan dalam Pendahuluan)dan mendiskusikan hasil penemuan (di dalam Pembahasan) harus disertakan dasar yangmengacu pada kepustakaan. Karena apa yang diuraikan dalam makalah tersebut bukanmerupakan pendapat pribadi, melainkan hasil penelitian orang lain, maka pernyataan-pernyataandalam makalah tersebut harus mencantumkan rujukan dengan akurat. Rujukan ini kemudianharus dituliskan di dalam Daftar Pustaka, yang merupakan bagian terakhir suatu karya ilmiah.1.2 Daftar Pustaka Daftar pustaka (bibliografi) merupakan sebuah daftar yang berisi judul buku-buku,artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuahkarangan. Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihatkembali pada sumber aslinya. Pencantuman sebuah buku dalam daftar pustaka pada sebuahkarya tulis ilmiah erat kaitannya dengan pengutipan buku. Buku yang kita kutip informasinyaharuslah kita cantumkan dalam daftar pustaka. Kutipan merupakan pinjaman kalimat ataupendapat dari seorang pengarang, atau ucapan orang-orang yang terkenal. Walaupun kutipan ataspendapat seorang itu dibolehkan bukan berarti bahwa sebuah tulisan seluruhnya berupa kutipan-kutipan. Penulis karya tulis ilmiah harus dapat menahan diri untuk tidak terlalu banyakmempergunakan kutipan, agar orisinalitas tulisannya terjaga. Garis besar kerangka karangan,serta kesimpulan-kesimpulan yang dibuat merupakan pendapat penulis sendiri. Kutipan-kutipanhanya berfungsi sebagai bukti untuk menunjang pendapatnya itu. Dalam menulis Proposal danDaftar Pustaka terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan yang nanti akan di bahas lebih mendalamdalam BAB II. 2
  7. 7. BAB II PEMBAHASAN SKENARIO-3 KARYA TULIS ILMIAH Seorang mahasiswa tingkat akhir saat ini sedang disibukkan dengan pembuatan proposaluntuk pembuatan karya tulis ilmiah (skripsi) yang menjadi syarat untuk penyelesaian studinya.Dibawah arahan dosen pembimbing, mahasiswa tersebut telah menyelesaikan beberapa babproposal penelitiannya yang siap dikoreksi oleh pembimbing dengan berpedoman pada bukupenuntun panduan penulisan karya tulis ilmiah yang diterbitkan universitas, ia berusahamenuangkan masalah yang akan ditelitinya ke dalam proposal penelitian. Pada saat bimbingan,dosen pembimbing mengingatkan agar tata cara penulisan diperhatikan dengan benar sesuaidengan aturan yang ada, termasuk melampirkan kepustakaan yang digunakan.1. Klarifikasi Data Skripsi : Suatu karya ilmiah yang dilakukan pada studi akhir dengan lampiran hasil penelitian Kepustakaan : Sumber referensi Karya tulis ilmiah : Suatu tulisan yang ditulis berdasarkan fakta dan dilakukan dengan percobaan Proposal : - Rancangan Penelitian - Suatu rancangan yang diajukan untuk mendapatkan persetujuan dalam melakukan kegiatan tertentu2. Problem List 1. Mahasiswa tingkat akhir yang disibukkan dengan pembuatan skripsi sebagai syarat penyelesaian studinya. 3
  8. 8. 2. Menyelesaikan beberapa bab proposal dengan berpedoman pada buku penuntun karya tulis ilmiah. 3. Tata cara penulisan diperhatikan sesuai dengan aturan yang ada, termasuk kepustakaan.3. Problem Solution 1. Apa sajakah macam-macam dari karya tulis ilmiah? 2. Bagaimana tata cara penulisan karya tulis ilmiah? 3. Bagaimana tata cara penulisan proposal? 4. Apakah tujuan dan manfaat dari pembuatan proposal? 5. Bagaimana cara penulisan kepustakaan? 6. Apakah dalam penulisan proposal harus dan hanya berpedoman pada buku terbitan universitas saja? 7. Ada berapa bab/sub bab kah proposal itu?Jawab : 1. - Jurnal - Tesis - Skripsi - Disertasi 2. Cover (Nama, Judul, …) Kata pengantar Daftar isi BAB I Pendahuluan - Latar belakang - Rumusan masalah - Hipotesis - Tujuan penelitian - Manfaat penelitian 4
  9. 9. BAB II Tinjauan kepustakaan BAB III Metodologi penelitian - Jenis penelitian - Instrumen penelitian - Sampel & Populasi : Teknik sampling, jumlah sampel BAB IV Hasil/Lampiran - Kesimpulan dan saran DAFTAR PUSTAKA3. BAB I sampai dengan BAB III4. Tujuan : - Untuk pembuatan karya tulis ilmiah - Untuk mendpatkan persetujuan dalam melakukan kegiatan Manfaat : - Sebagai penuntun bagi peneliti dalam pembuatan karya tulis ilmiah5. Nama pengarang - Satu orang pengarang : nama belakang ( , ) nama depan - Dua orang pengarang : nama pengarang ke-1 ( , ) nama pengarang ke-2 - Dua pengarang lebih : nama pengarang ke-1 ( , ) nama pengarang ke-2 ( , ) dkk Setelah nama pengarang titik ( . ) Tahun terbit titik ( . ) Judul buku (huruf cetak miring/garis bawah) titik ( . ) tempat penerbitan buku titik dua ( : ) penerbit titik ( . )6. Tidak harus7. BAB I sampai dengan BAB III (sama seperti jawaban No.3) 5
  10. 10. 4. Skema Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tesis Skripsi Disertasi Proposal Tujuan Manfaat Cara penulisan kepustakaan5. Learning Objective1. Mahasiswa mampu menjelaskan syarat-syarat karya tulis ilmiah a) Menyajikan fakta objektif secara sistematis Tulisan ilmiah harus menyajikan apa adanya atau seobjektif mungkin. Hal ini berarti tidak terlalu banyak diintervensi dengan pemikiran atau ide-ide dari penulisnya. Hal ini tidak berarti ide-ide atau pemikiran-pemikiran krtitis dari penulisnya tidak ada dalam tulisan ilmiah. Ide atau pemikiran penulis perlu ada sepanjang itu didukung oleh fakta empiris, entah ditemukan oleh penulis sendiri ataupun ditemukan oleh orang lain. b) Ditulis secara cermat, tepat, dan benar Tulisan atau karangan ilmiah harus mencerminkan kecermatan dan ketepatan substansial atau isi yang akan disajikan. Banyak tulisan ilmiah terutama yang karena kekurangcermatan penulisannya disajikan tidak tepat dan tidak benar. 6
  11. 11. c) Tidak cenderung mengajak pembaca untuk berpihak kepada penulisnya Tulisan ilmiah bukanlah alat untuk propaganda atau promosi suatu produk atau pemikiran agar orang lain membeli produk atau berpihak kepada penulis. Tujuan utama tulisan ilmiah adalah agar orang lain atau pembaca memahami konsep, pemikiran, atau temuan-temuan dari penulis tersebut. Bahwa akhirnya para pembaca tulisan tersebut cenderung menyetujui terhadap pemaparan ide-ide atau temuan-temuan penulis itu soal yang kedua. Oleh sebab itu, tulisan ilmiah yang paling utama adalah menyampaikan tentang ide, pemikiran, atau fakta-fakta yang ditemukan, agar orang lain paham dan menyadarinya.d) Tidak emosi atau menonjolkan perasaaan Tulisan atau karangan ilmiah tidak dibenarkan untuk menonjolkan emosi atau perasaan dari penulisnya. Tetapi yang lebih dikedepankan adalah ide-ide, pemikiran- pemikiran, atau fakta-fakta empiris.e) Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa pendukung Karangan atau tulisan ilmiah, semua pendapat atau pandangan penulis harus senantiasa didukung oleh pendapat orang lain, atau pendukung fakta empiris dari hasil pengamatannya sendiri atau temuan atau pengamatan orang lain, terutama yang sebidang dengan itu. Hal ini juga membuktikan bahwa tulisan ilmiah itu tidak bersifat subjektif.f) Ditulis secara tulus, hanya berisi kebenaran empiris Tulisan ilmiah, termasuk hasil penelitian disajikan demi ilmu itu sendiri, bukan didasarkan tendensi atau kepentingan tertentu, tetapi memang dengan jujur, tulus, berpijak pda fakta empiris. Banyak tulisan-tulisan terutama hasil suatu kajian yang ditulis atau dikeluarkan semata-mata untuk kepentingan sponsor. Sehingga dalam pemaparan hasil disusun sedemikian rupa sehingga bertendensi untuk mencapai tujuan tertentu, yang kadang-kadang bertentangan dengan kebenaran empiris.g) Menggunakan gaya bahasa yang formal, menghindari gaya bahasa lisan Gaya bahasa penulisan ilmiah harus berbeda dengan gaya bahasa penulisan atau karangan populer. Tulisan ilmiah harus menggunakan bahasa tulis, dan harus dihindari bahasa lisan yang sering digunakan dalam tulisan populer. 7
  12. 12. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan tujuan dan manfaat proposal penelitian Tujuan Untuk memenuhi persyaratan pendidikan, untuk memperoleh persetujuan penelitian dari institute tempat penelitian akan dilakukan, dan untuk permohonan dana. Manfaat Sebagai penuntun bagi peneliti dalam sebuah rangkaian proses penelitian.3. Mahasiswa mampu menjelaskan struktur dan sistematika dalam penulisan proposal Judul I. Pendahuluan Latar belakang Rumusan masalah Hipotesis Tujuan Manfaat II. Tinjauan Pustaka Kerangka konsep III. Metodologi Desain Tempat dan waktu Populasi dan sampel Kriteria inklusi dan eksklusi Besar sampel Cara kerja Identifikasi variabel Rencana manajemen dan analisis data Definisi operasional Masalah etika IV. Daftar Pustaka 8
  13. 13. JUDUL USULAN PENELITIAN Judul penelitian merupakan pencerminan dari tujuan penelitian. Oleh karena tujuanpenelitian itu dirumuskan dari masalah penelitian, atau dengan kata lain, tujuan penelitian itumerupakan jawaban sementara dari pertanyaan-pertanyaan penelitian, maka judul penelitian jugamencerminkan masalah penelitian. Membuat judul usulan penelitian bukan hal yang mudah. Judul penelitian memerlukanbeberapa persyaratan yakni: a. Harus menggambarkan keseluruhan isi rencana penelitian b. Ditulis dalam kalimat atau frase yang sederhana dan tidak terlalu panjang, meski tidak dapat ditentukan batas jumlah katanya. Mungkin sifat atau isi penelitian memerlukan judul panjang; apbila perlu disertakan sub judul c. Tidak menggunakan singkatan, kecuali yang baku d. Judul seringkali bukan berupa kalimat lengkap, namun hanya merupakan label saja e. Terkadang ada judul dalam bentuk interogatife, hal tersebut tidak mutlak salah namun lebih disarankan untuk tidak menulis dalam kalimat tanya atau interogatif. Judul usulan dalam kalimat positif yang netral dan ringkas lebih berterima (acceptable) I. PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Latar belakang masalah merupakan bagian yang paling penting dari setiap usulanpenelitian. Dalam penilaian suatu usulan untuk memperoleh dana, banyak penyandang danamemberikan bobot tertinggi untuk latar belakang masalah ini. Ini dapat di mengerti, karena latarbelakang masalah merupakan inti usulan, sedangkan isi usulan selebihnya hanya menguraikanlebih lanjut apa yang dikemukakan di latar belakang tersebut. Agar mudah dipahami dan diikuti pembaca, uraian dalam latar belakang masalahhendaknya mencakup 4 hal yang lebih mudah diikuti bila disusun dalam urutan sebagai berikut: 1. Pernyataan tentang masalah penelitian serta besaran masalah 9
  14. 14. Masalah dalam bidang kedokteran dan kesehatan amat banyak, namun apakah semuamasalah tersebut layak untuk diangkat menjadi masalah penelitian? Jawabnya “Tidak”; tidaksetiap masalah kesehatan layak dikembangkan menjadi masalah penelitian. Masalah penelitianharus dapat dipecahkan sebagian atau seluruhnya dengan penelitian, dan kemungkinanjawabannnya harus lebih dari satu. Selain jenis masalah, besaran masalah (magnitude of the problem) juga harus diuraikan.Pengetahuan tentang epidemiologi penyakit atau masalah kesehatan diperlukan pembaca agarpembaca dapat diyakinkan bahwa masalah tersebut memang penting untuk dicari pemecahannyamelalui penelitian. Agar suatu masalah kesehatan layak untuk diangkat menjadi masalah penelitiandiperlukan beberapa syarat. Di antara syarat yang diajukan para ahli, rumusan Hulley danCummings cukup komprehensif, informatif, dan mudah untuk diingat yakni: mampu laksana,menarik, memberikan sesuatu yang baru, selaras dengan etika, serta relevan. Ini dirumuskandengan baik sebagai FINER (Feasible, Interesting, Novel, Ethical, Relevant) 2. Apa yang sudah diketahui (what is known) Setiap masalah kedokteran atau kesehatan hamper pasti sudah ada upaya pemecahan,baik dengan dasar bukti yang sahih melalui penelitian (evidence-based) maupun langsungdilaksanakan oleh para praktisi. Dengan studi literature yang komprehensif dapat dijelaskan hal-hal apa saja yang telah dilakukan orang, khususnya penelitian yang bermaksud mengatasimasalah tersebut. Pemilihan literatur yang relevan dan cukup mutakhir diperlukan agar batas-batas yang sudah diketahui menjadi jelas. Uraian tentang apa yang sudah diketahui ini harus ringkas, namun lengkap dan kritis.Semua sumber pustaka yang dirujuk harus telah ditelaah dengan kritis, sehingga dapatdiidentifikasi sumber mana yang sahih, mana yang kurang sahih, dan mana yang tidak sahih. 3. Apa yang belum diketahui (what is not known – knowledge gap) Hal yang belum diketahui dalam pemecahan masalah merupakan kesenjanganpengetahuan (knowledge gap) yang seyogianya ditutup dengan penelitian. Kita tahu bahwa hasilpenelitian yang berupaya menjawab masalah dapat menimbulkan masalah baru yang harus puladijawab dengan penelitian. Identifikasi apa yang sudah diketahui dalam juga sekaligus dapat 10
  15. 15. mengidentifikasi yang belum diketahui. Mungkin terdapat laporan penelitian yang sudahdipublikasi, namun hasilnya controversial atau tidak konsisten; ini menandakan bahwa penelitiansejenis layak dan harus dilakukan kembali, dengan catatan kualitasnya harus lebih baik daripadayang sudah dipublikasi. 4. Apa yang dapat diharap dari penelitian yang direncanakan untuk menutup knowledge gap tersebut Ketiga uraian diatas (masalah dan besarnya masalah, apa yang sudah diketahui, dan apayang belum diketahui) kemudian diakhiri dengan pernyataan pentingnya penelitian dilakukan,bagaimana penelitian akan dilakukan, serta hasil apa yang dapat diharapkan dari penelitian yangdirencanakan. Apabila disusun dengan baik maka latar belakang masalah akan mengawali“benang merah” yang kemudian dilanjutkan dengan rumusan masalah, pertanyaan penelitian,hipotesis, tujuan serta manfaat penelitian. Jadi untuk mengidentifikasi masalah penelitian yanglayak diteliti diperlukan penguasaan substansi.B. Identifikasi dan Rumusan Masalah Identifikasi masalah pada umumnya merupakan ringkasan uraian dalam latar belakangyang dibuat secara padat, tajam, spesifik. Dengan ringkasan ini maka masalah penelitian menjadijelas dan terlokalisasi, yang sekaligus menjadi dasar bagi rumusan masalah atau pertanyaanpenelitian. Rumusan masalah penelitian ini mempunyai syarat sebagai berikut 1. Rumusan masalah hendaknya disusun dalam kalimat tanya (interogatif) 2. Substansi yang dimaksud hendaknya bersifat khas, tidak bermakna ganda 3. Bila terdapat banyak pertanyaan penelitian, maka masing-masing pertanyaan harus diformulasikan terpisah, agar tiap pertanyaan dapat dijawab secara terpisah pula.C. Hipotesis Setelah masalah penelitian dirumuskan, langkah berikut adalah merumuskan hipotesispenelitian. Hipotesis adalah pernyataan sebagai jawaban sementara atas pertanyaan penelitian,yang harus diuji validitasnya secara empiris. Jadi hipotesis tidak dinilai benar atau salah,melainkan diuji dengan data empiris apakah sahih (valid) atau tidak. 11
  16. 16. Formulasi hipotesis yang baik harus memenuhi persyaratan berikut: 1. Dinyatakan dalam kalimat deklaratif yang jelas dan sederhana, tidak bermakna ganda 2. Mempunyai landasan teori yang kuat 3. Menyatakan hubungan antara satu variabel tergantung dengan satu variabel bebas 4. Hipotesis memungkinkan diuji secara empiris 5. Rumusan hipotesis harus bersifat khas dan menggambarkan variabel-variabel yang diukur 6. Dikemukakan a priori. Hipotesis harus dikemukakan sebelum penelitian dimulai, sebelum data terkumpul.D. Tujuan Penelitian Satu materi penelitian yang sama mungkin dapat digunakan untuk menjawab sekaliguspertanyaan penelitian yang berbeda, karenanya dalam usulan perlu disebutkan tujuan penelitiantersebut secara jelas dan eksplisit. Biasanya uraian tentang tujuan penelitian ini mencakup tujuanumum dan tujuan khusus.E. Manfaat Penelitian Pada bagian ini perlu diuraikan manfaat apa yang diharapkan dari penelitian yang akandilakukan. Biasanya disebutkan manfaat dalam bidang akademik atau ilmiah, bidang pelayananmasyarakat, serta pengembangan penelitian itu sendiri. Penelitian dapat bersifat quick yieldingdan non-quick yielding. Pada penelitian yang quick yielding hasil penelitian dapat segeraditerapkan dalam praktik atau kebijakan seperti kebanyakan penelitian klinis, pada penelitiannon-quick yielding hasilnya tidak segera diterapkan seperti kebanyakan penelitian ilmu-ilmukedokteran dasar. II. TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab tinjauan pustaka harus diuraikan dengan mendalam pelbagai aspek teoritisyang mendasari penelitian. Hal yang telah ditulis dalam latar belakang perlu dirinci, danhubungan antar-variabel dibahas. Perlu dikemukakan bahwa pembuatan tinjauan pustaka secaraterpisah biasanya diperlukan pada usulan penelitian untuk keperluan pendidikan (pembuatanskripsi, tesis, dan disertasi). Untuk usulan permintaan dana dari penyandang dana, tinjauan 12
  17. 17. pustaka yang terpisah tidak diperlukan. Dalam hal ini, maka semua informasi yang diperlukanharus telah dikemukakan di latar belakang. Kerangka Konseptual Lazimnya kerangka konseptual ini dibuat dalam bentuk diagram yang menunjukkan jenisserta hubungan antar-variabel yang diteliti dan variabel lainnya yang terkait. Karena tidak semuavariabel akan diukur dalam penelitian yang direncanakan, pada diagram perlu digambarkan pulabatas-batas lingkup penelitian. Diagram kerangka konseptual harus menunjukkan keterkaitanantar-variabel. Kerangka konseptual yang disusun dengan baik dapat memberikan informasiyang jelas dan akan mempermudah pemilihan desain penelitian. III. METODOLOGIA. Desain Penelitian Menjelaskan penelitian yang diusulkan tersebut termasuk ke dalam jenis atau metodeyang mana tentang penelitian yang diusulkan tersebut.B. Tempat dan Waktu Penelitian Menjelaskan tempat dan waktu dilakukannya penelitian. Lokasi penelitian sekaligusmembatasi ruang lingkup penelitian tersebut.C. Populasi Penelitian Yang dimaksudkan populasi dalam penilitian adalah sekelompok subyek dengankarakteristik tertentu. Populasi dapat dibagi menjadi: a. Populasi target (target population) ditandai oleh karakteristik klinis dan demografis b. Populasi terjangkau (accessible population, source population) bagian dari populasi target yang dibatasi oleh tempat dan waktuD. Sampel dan Cara Pemilihan Sampel Sampel adalah subset (bagian) populasi yang diteliti. Cara pemilihan sampel bermacam-macam, misalnya pemilihan secara random, sistematik, berurutan (consecutive sampling), 13
  18. 18. cluster, convenience, dst. Dalam usulan penelitian cara pemilihan subyek harus ditegaskan secaraeksplisit dan rinci.E. Estimasi Besar Sampel Usulan penelitin yang baik harus memuat perkiraan besar sampel (bukan jumlah sampel)yang diperlukan. Rumus besar sampel sebaiknya disertakan, namun bila rumus yang samadipakai untuk menetapkan dua atau lebih besar sampel tidak perlu diulang.F. Kriteria Inklusi dan Eksklusi Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subyek penelitian pada populasi target danpada populasi terjangkau. Peneliti harus berhati-hati agar kriteria tersebut relevan denganmasalah penelitian. Kriteria ekslusi adalah sebab dimana sebagian subyek yang memenuhikriteria inklusi harus dikeluarkan.G. Cara Kerja Dijelaskan cara atau metode yang digunakan untuk pengumpulan data.H. Identifikasi Variabel Semua variabel yang diteliti harus diidentifikasi, variabel apa saja yang termasuk variabelbebas, variabel tergantung, dan perancu (confounding).I. Rencana Pengolahan dan Analisis Data Pada bagian ini disebutkan secara ringkas bagaimana data yang terkumpul akan diolah,dianalisis, dan disajikan. Sebutkan jenis analisis statistika yang akan dipergunakan. Bila terdapatbeberapa set variabel yang akan dianalisis, dirinci cara analisis yang akan dipakai untuk tiap setvariabel.J. Definisi Operasional Semua konsep yang ada dalam penelitian harus dibuat batasan dalam istilah yangoperasional. Maksudnya adalah agar tidak ada makna ganda dari istilah yang digunakan dalampenelitian tersebut, karena pelbagai pengertian dalam ilmu kedokteran sangat bervariasi.K. Masalah Penelitian 14
  19. 19. Dalam penulisan ilmiah yang perlu diperhatikan bagi setiap penulis karya ilmiah adalahetika penulisan. Masalah yang sering timbul dalam etika penulisan ilmiah adalah masalahplagiatisme atau plagiat. IV. DAFTAR PUSTAKA Dalam karya atau tulisan ilmiah baik dalam bentuk buku, makalah, atau dalam bentukyang lain, selalu merujuk atau mengutip dari sumber yang lain, baik itu buku, jurnal, ataumakalah dan sebagainya. Agar para pembaca dimungkinkan untuk menelusuri sumber-sumberyang dirujuk oleh penulis tersebut dengan mudah, maka dalam setiap akhir dari karya ilmiahtersebut mencamtumkan daftar rujukan atau daftar pustaka. 4. Mahasiswa mampu menjelaskan cara pembuatan, pengutipan, dan pencantuman kepustakaanCara penulisan rujukan ada beberapa macam, yakni : a) Sistem nomor Pada sistem nomor ini setiap rujukan diberi nomor sesuai dengan urutan penunjukannyadi dalam makalah, yang diletakkan diantara tanda kurung, baik dibelakang nama penulis, akhirpernyataan atau akhir kalimat. Untuk penunjukan lebih dari satu gunakan nomor-nomor yangbersangkutan, yang dipisahkan dengan koma. Contoh: Virus penyebab ensefalitis yang dikenal di Indonesia di antaranya adalah poliomyelitis(1), influenza (2) Kemudian pada daftar rujukan dituliskan nama-nama penulis berdasar pada nomor urutpenunjukannya di dalam naskah (1) Lie KT. Diagnosa poliomyelitis dengan biakan jaringan. Maj Kedok Indones. 1959 … dst (2) Gan KH, Warsa R. Antibacterial activity of allantoic fluid of embrionated egg infected with influenza virus. Maj Kedok Indones. 1958 … dst 15
  20. 20. b) Sistem nama-dan-tahun (Harvard) Pada sistem ini daftar rujukan disusun secara alfabetik berdasarkan nama penulis (dengannama keluarga di depan). Penunjukkannya dalam makalah dengan mencantumkan tahun dalamtanda kurung di belakang nama penulis atau mencantumkan nama keluarga penulis dan tahun didalam tanda kurung dengan tanda koma di antaranya. Bila nama penulis lebih dari satu orang,dibelakang tahun dibubuhkan tanda titik koma sebelum penulis berikutnya. Contoh: Abnormalities of the male tract have only recently been defined in autopsy material(Kapten et al., 1968; Oppen-heimer and Esterly, 1969) c) Sistem kombinasi alphabet dan nomor Pada cara ini penunjukan di dalam makalah diberi bernomor dan penulisan daftarpublikasi dalam daftar rujukan disusun menurut alphabet nama penulis. Diantara nama keluargadan nama diri diberikan tanda koma, antara nama-nama penulis diberi tanda titik koma, dan padaakhir nama penulis diberikan tanda titik dua, kemudian diikuti dengan judul makalahlengkapnya. Di belakang judul makalah ditulis nama majalah yang disingkat menurut aturanyang baku, kemudian diberi tanda titik. Di belakang nama majalah ditulis volume majalahkemudian titik dua, halaman pertama sampai terakhir, akhirnya ditulis tahun penerbitan yangditulis dalam tanda kurung. Contoh: Allan, J.D., Mason, A., Moss, A.D.L: Nutritional supplementation in the treatment ofcystic filbrosis. Am. J. dis. Child. 126:22-26 (1973) d) Sistem Vancouver Cara ini disepakati oleh para editor majalah ilmiah berbahasa Inggris yang terkenal dalampertemuan di Vancouver, British Columbia, USA, Januari 1978. Tujuannya menyeragamkan ataumembakukan tata cara penulisan makalah ilmiah di seluruh dunia. Cara ini telah mengalamirevisi beberapa kali, dan yang terakhir adalah revisi bulan oktober 2010, yang diterbitkan olehInternational Committee of Medical Journal Editors dengan judul “Uniform requirements formanuscript submitted to biomedical journal”. Contoh: Heyman MH, Storch S, Anent ME. The fat overload syndrome. Am J Dis Child. 1981; 135:628-30. 16
  21. 21. BAB 3 KESIMPULAN Usulan penelitian (proposal) merupakan rencana penelitian tertulis yang disusun secarasistematis, yang terutama berfungsi sebagai penuntun bagi peneliti selama proses penelitian.Format usulan penelitian sangat bervariasi, calon peneliti harus memperhatikan format yangdigunakan pada institusi atau organisasi penyandang dana. Secara umum usulan penelitian terdiri atas pendahuluan (mencakup Latar Belakang,Perumusan Masalah, Hipotesis, Tujuan dan Manfaat Penelitian), Tinjauan Pustaka dan KerangkaKonsep, Metodologi dan Daftar Pustaka. Semua bagian usulan penelitian adalah penting, namun yang terpenting adalah LatarBelakang Masalah penelitian, karena merupakan dasar bagi bagian-bagian lainnya. Masalahpenelitian yang baik memiliki sifat FINER (Feasible, Interesting, Novel, Ethical, Relevant). Pembuatan usulan penelitian merupakan suatu proses rangkuman aktivitas intelektualyang mencakup kemampuan untuk menciptakan ide, kreativitas, inovasi, kemampuanmetodologi, penguasaan substansi, pemahaman aplikasi statistika, kemampuan berbahasa, sertakonsistensi berpikir logis. Diperlukan latihan terus menerus secara berkesinambungan sebelumseseorang dapat membuat usulan penelitian yang berkualitas. Agar para pembaca dimungkinkan untuk menelusuri sumber-sumber yang dirujuk olehpenulis dengan mudah, maka dalam setiap akhir dari karya ilmiah harus mencantumkan daftarrujukan atau daftar pustaka. Dalam penulisan daftar pustaka, para penulis biasanya seringmenggunakan dua sistem penulisan rujukan, yakni sistem Harvard atau sistem Vancouver. 17
  22. 22. a. Sistem Harvard Daftar rujukan disusun secara alfabetis berdasarkan nama penulis, dengan urutan sebagai berikut: 1. Nama penulis dimulai dengan nama keluarga (family name) jika memang menggunakan nama keluarga 2. Tahun penerbitan 3. Judul buku atau judul artikel 4. Nama penerbit 5. Kota tempat penerbitContoh:Green, Lawrence (1996), Health Education and Promotion, Mayfield Inc., Baltimore. b. Sistem Vancouver Daftar rujukan dengan penomoran, dengan urutan penulisan: 1. Nomor urut 2. Nama penulis 3. Judul buku atau artikel 4. Nama kota penerbit 5. Nama penerbit 6. Tahun penerbitanContoh:Green, Lawrence, Health Education and Promotion, Baltimore, Mayfield, 1996. Sistem penulisan kutipan dan daftar pustaka yang sekarang banyak dianut dan sudahditetapkan adalah “Sistem Vancouver” yang pada dasarnya merupakan sistem angka. Kesalahanpenulisan tanda baca (koma, titik, titik koma dan ssebagainya) harus dihindarkan. Kesalahanyang lebih fatal seperti ketidaksesuaian antara kutipan dan datar pustaka sama sekali tidak dapatditerima. 18
  23. 23. DAFTAR PUSTAKAAli, Mohamad. 1985. Penelitian Kependudukan, Prosedur, dan Strategis. Bandung: Angkasa.Altman, D.G. 1995. Practical Statistics for Medical Research. London: Chapman and Hall.Arjatmo, Tjokronegoro. 1979. Metodologi Penelitian Bidang Kedokteran. Jakarta: Komisi Pengembangan, Riset, dan Perpustakaan UI.Hedge, M.N. 1987. Clinical Research in Communicative Disorders. Boston: Little Brown.Hulley, S.B. 2007. Designing Clinical Research. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.O’connor, M. 1976. Writing Scientific Papers in English. New York: Elsevier.Sastroasmoro, Ismael. 2011. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi ke-4. Jakarta: Sagung Seto.Sastroasmoro, S. 2008. Panduan Penulisan Makalah Ilmiah Kedokteran Edisi ke-2. Jakarta: Sagung Seto.Hartati, Dwi. 2012. Menulis Daftar Pustaka Available from: http://oke.or.id/wp- content/plugins/downloads-manager/upload/BI-daftar%20pustaka.pdf [Accessed 29 September 2012]International Committee of Medical Journal Editors. Uniform Requirements for Manuscript Submitted to Biomedical Journals. Available from: www.ICMJE.org [Accessed 29 September 2012]Wahyudi, Johan. 2011. Bagaimanakah Menulis Daftar Pustaka yang Benar? Available from: http://media.kompasiana.com/buku/2011/01/22/bagaimanakah-menulis-daftar-pustaka- yang-benar/ [Accessed 29 September 2012] 19

×