ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN                               PRE-EKLAMSIA2.1                                              ...
Peningkatan tekanan darah ,merupakan tanda peringatan awal yang penting pada pre-eklamsiaTekanan diastolik merupakan tanda...
2.5. KomplikasiAda beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada ibu dan janin. Komplikasi yang tersebutdibawah ini biasanya...
3. Pemeriksaan fisik / biologisKeadaan Umum       : LemahKepala                : Sakit kepala, wajah oedemaMata           ...
Setelah data terkumpul dan kemudian dianalisa sehingga diagnosa yang mungkin ditemukanpada klien preiklampsia berat ini ad...
g. Kolaborasi dalam memberikan cairan baik secara oral atau parenteral melalui infusesesuai andikasi.Rasional : Penggantia...
lemah atau menurun menandakan suplay oksigen keplasenta berkurang sehingga dapatdirencanakan tindakan sebelumnya.e. Beri o...
dengan meningkatnya peristaltic usus dan lambung akan menyebabkan nafsu makanberkurang.d) Ciptakan suasana yang menyenangk...
e. Motivasi klien agar mau mengekspresikan perasaannya secara verbal.Rasional : Dengan mengekspresikan perasaan diharapkan...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Asuhan keperawatan pada pasien

3,412 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,412
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
54
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Asuhan keperawatan pada pasien

  1. 1. ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PRE-EKLAMSIA2.1 PengertianPre-eklamsia adalah penyakit dengan tanda – tanda hipertensi, edema dan proteinuria yangtimbul karena kehamilan. Penyakit ini umumnya timbul pada tri wulan ke tiga kehamilan,tetapi dapat sebelumnya, misalnya karena mola hidatidosa ( Winknjosastro.1977 ; 282 )Preeklamsia adalah keadaan dimana hipertensia disertai dengan proteinuria,edema ataukedua- duanya yang terjadi akibat kehamilan setelah minggu kedua puluh, atau kadanf –kadang timbul lebih awal bila terdapat perubahan hidatidiformis yang luas pada vilikoralis (Cunningham, 1995 : 773 )2.2 Etiologi dan Faktor resikoPenyebab pre-eklamsia sampai sekarang belum bisa diketahui . Keaadan ini merupakantantangan bagi kita agar kita senantiasa waspada agar dapat menegakkan diagnosapreeklamsia sedini mungkin .Oleh karena kita harus selalu waspada bila kita menghadapi ibuhamil yang mengidap faktor berikut yang dapat mempengaruhi terjadinya pre- eklamsia.Faktor resiko antatara lain;a. Primigrafida , terutama primigrafida tua dan primigrafida mudab. Kelompok sosial ekonomi rendah.c. Hipertensi essensial .d. Ginjal kronike. Diabetes mellitusf. Multiparag. Polihidramnionh. Obesitasi. Molahidatidosaj Riwayat pre-eklamsia pada kehamilan yang lalu atau pada keluarga(Wiknjosastro, 1997 ; 283 )2.3 PatofisiologiPra- eklamsia terjadi spasme pembuluh arterial yang diikuti dengan timbulnya retensi dan air. Pada biopsi ginjal ditemukan spasme yang hebat dari arteriola gromorulus. Pada beberapakasus lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilalui oleh satu sel darahmerah . Jadi semua arteriola dalm tubuh meng alami spasme , maka tekanan darahdengan sendirinya akan meningkat drastic, sebagai dampak mekanisme pertahanan tubuhuntuk mengatasi kenaikan tahan perifer agar kebutuhan oksigen dalam jaringan dapatdipenuhi .Sedangkan kenaikan berat badan dan oedama yang disebabkan penimbunan air yangberlebihan dalam ruangan interstisial belum diketahui sebabnya , mungkin disebabkan olehretensi garam air . Proteinura mungkin disebabkan oleh spasmus arteriola sehingga terjadiperubahan pada glomerulus( Mochtar 1993; 220)`2.4 . Manitefasi klinisDua gejala yang sangat penting pada per-eklamsia , yaitu hipertensi dan proteinuriamerupakan yang biasanya tidak disadari wanita hamila. Tekanan darah
  2. 2. Peningkatan tekanan darah ,merupakan tanda peringatan awal yang penting pada pre-eklamsiaTekanan diastolik merupakan tanda prognostic yang lebih handal dibandingkan dengantekanan sistolik . Tekanan diastolik sebesar 90 mmHg atau lebih yang menetap menunjukankeadaan abnormal .b. Kenaikan berat badanPeningkatan berat badan( BB) yang tiba – tiba dapat mendahului serangan pre – eklamsia dankenaikan berat badan ( BB) yang berlebihan merupakan tanda pertama pre- eklamsia padasebagian wanita. Peningkatan BB normal adalah 0,5 kg perminggu. Bila 1 kg dalamseminggu maka mungkin terjadinya pre- eklamsia harus dicurigai. Peninggkatan BB terutamadisebabkan karena retensi cairan dan selalu dapat ditimbulkan sebelum timbul gejala edemayang terlihat jelas seperti kelopak mata yang membengkak atau jari tangan yang membesarc. ProteinuriaPada pre-eklamsi ringan proteinuria hanya minimal positif satu atau positif dua atau tidakada sama sekali. Pada kasus berat proteinuria dapat ditemukan dan dapat mencapai 10 gr/lt.Proteinuria hamper selalu timbul kemudian, dibandingkan hipertensi dan kenaikan BB yangberlebihan.Klasifikasi pre-eklamsiaPre-eklamsia dibagi dalam 2 golongan yaitu berat dan ringan. Pre-eklamsia dikatakan ringanapabila ditemukan tanda-tanda dibawah ini : (Mochtar ,1922 :221 )a. Tekanan darah 140 / 90 mmhg atau lebih atau kenaikan diastolik 15 mmhg atau lebih dankenaikan sistolik 30 mmhg atau lebih.b. Proteinuria kuantitatif 0,3 grlt dalam 24 jam atau pemeriksaan kuantitatif positif satu ataupositif duac. Nyeri kepala, gangguan penglihatan, nyeri otot perut bagian atas tidak ada..d. Oliguria tidak ada.Sedangkan pre-eklamsia yang dikatakan berat apabila ditemukan satu atau lebih tanda-tandadibawah ini: ( Wiknjosastro.1997 :282 )a. Tekanan sistolik 160 mmhg atau tekanan diastolic 110 mmhg atau lebih.b. Proteinuria kuantitatif 5 gr atau lebih dalam 24 jam. pemeriksaan kuantitatif positif tigaatau positif empatc. Oliguria, urine 400 ml atau kurang dalam 24 jamd. Keluhan serebral, gangguan penglihatan atau nyeri daerah epigastriumGejala-gejala Subjektifa. Nyeri kepalaJarang ditemukan pada kasus ringan, tetapi akan sering terjadi pada kasus-kasus yang berat.Nyeri kepala sering terjadi pada daerah frontal dan oksipital dan tidak sembuh denganpemberian analgesic biasa.b. Nyeri epigastriumMerupakan keluhan yang sering ditemukan pada pre-eklamsia berat. Keluhan ini disebabkankarena peregangan kapsula hepar akibat edema atau perdarahan.c. Gangguan Penglihatan.Keluhan penglihatan yang terganggu dapat disebabkan oleh spasme anterial, iskemia danedema retina dan kasus-kasus yang langka disebabkan oleh ablasio retina. Pada pre-eklamsiaringan tidak ditemukan tanda-tanda subjektif.(Cunningham,1995:767 )
  3. 3. 2.5. KomplikasiAda beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada ibu dan janin. Komplikasi yang tersebutdibawah ini biasanya terjadi pada pre-eklamsia berat dan eklamsia.a. Pada ibu• Eklamsia• Solutio plasenta• Perdarahan sub kapsula hepar• Kelainan pembekuan darah (DIC:Disseminated Intravaskuler Coagulation)b. Pada Janin• Terhambatnya pertumbuhan dalam uterus (IUGR:Intraliterina GrowthRetardation ).• Prematur.• Asphiksia neonatum• Kematian dalam uterus• Peningkatan angka kematian dan kesakitan perinatal2.6. Asuhan keperawatanPengkajianPengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan, suatu proses kolaboratifmelibatkan perawat, klien dan tim kesehatan lainnya. Pengkajian dilakukan melaluiwawancara dan pemeriksaan pisik, dalam pengkajian diperlukan kecermatan dan ketelitianagar data yang terkumpul lebih akurat, sehingga dapat dikelompokkan dan dianalisa untukmengetahui masalah dan kebutuhan klien terhadap perawatan.Pengkajian yang dilakukan kepada klien pre-eklamsia meliputi :1. Identitas umum klien.2. Data riwayat kesehatanA. Riwayat kesehatan dahulu1. Kemungkinan klien menderita penyakit hipertensi sebelum hamil.2. Kemungkinan klien mempunyai riwayat pre-eklamsia pada kehamilan terdahulu.3. Biasanya mudah terjadi pada klien yang obsitas4. Klien mungkin pernah menderita penyakit ginjal kronis5. tekanan darah klien sebelum hamil normotensifB. Riwayat kesehatan sekarang1. Klien merasa sakit kepala didaerah frontal.2. Terasa sakit diulu hari/nyeri epigastrium.3. Gangguan virus : Penglihatan kabur, skotoma, diplopia.4. Mual dan muntah, tidak ada nafsu makan.5. Gangguan serebral lainnya: oyong, reflek tinggi, tidak tenang.6. Oedema pada ekstremitas.7. Tengkuk terasa berat.8. Kenaikan berat badan 1 kg seminggu.C. Riwayat kesehatan keluargaKemungkinan mempunyai riwayat preeklampsia dan eklampsia dalam keluarga.D. Riwayat perkawinan.Biasanya terjadi pada wanita yang menikah di bawah usia 20 tahun atau di atas 35 tahun
  4. 4. 3. Pemeriksaan fisik / biologisKeadaan Umum : LemahKepala : Sakit kepala, wajah oedemaMata : Konjungiva agak anemis oedema pada retinaLeher : Kuduk terasa beratKardiovaskuler : Hipertensi, mudah terkejutPencernaan/abdomen : Nyeri daerah epigastrium,anoreksia, mual dan muntahEkstremitas : Oedema pada kaki dan tangan serta jari-jariSistem persyarafan : Hiperrefleksi, klonus pada kakiGenito urinaria : Oliguria. ProteinuriaPemeriksaan janin :Bunyi jantung janin tidak teratur, gerakan janin melemah4. Pemeriksaan PenunjangA. Pemeriksaan laboraturium1. Pemeriksaan darah lengkap dengan hapusan daeaha) Penurunan haemoglobin (nilai rujukan atau kadar normal haemoglobin untuk wanitahamil adalah 12-14 gr %)b) Hematokrit meningkat (nilai rujukan 37-43 vol %)c) Trombosit menurun (nilai rujukan 150-450 ribu/mm3)2. UrinalisiDitemukan protein dalam urin3. Pemeriksaan fungsi hatia) Bilirubin meningkat ( N =<1 mg/dl)b) LDH ( lactic dehydrogenase) meningkatc) Aspartate Aminotransferase (AST)> 60 u/ld) Serum Glutamic Pyruvic Transaminate ( SGPT ) meningkat ( N= 15-45 u/ml)e) Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase ( SGOT ) meningkat (N = <31 u/l)f) Total protein serum menurun ( N = 6,7 – 8,7 g/dl)g)4. Tes kimia darahAsam urat meningkat ( N= 2,4 – 2,7 mg/dl)B. Radiologi1) UltrasonografiDitemukannya retardasi pertumbuhan intra uterinPernafasan janin lambat, aktifitas janin lambat, volume cairan ketuban sedikitTerlihat kehamilan kembar2) KardiotografiDiketahui denyut jantung bayi lemahC. Data Sosial EkonomiPre-eklampsia berat lebih banyak terjadi pada wanita dari golongn ekonomi rendah dimanamereka kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung protein dan juga kurangmelakukan perawatan antenatal yang teraturD. Data PsikologisBiasanya klien preiklampsia ini berada dalm kondisi yang labil dan mudah marah, klienmerasa khawatir akan keadaan dirinya dan keadaan janin dalam kandungannya, dia takutanaknya nanti lahir cacat atau meninggal dunia, sehingga ia takut untuk melahirkan.
  5. 5. Setelah data terkumpul dan kemudian dianalisa sehingga diagnosa yang mungkin ditemukanpada klien preiklampsia berat ini adalah :1. Kekurangan volume cairan / kegagalan regulasi berhubungan dengan kehilangan proteinplasma, penurunan tekanan osmatik koloid. (Marylin Doenges,2000)2. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan terjadinya vasospasme arteriola (preneM Bobak,1995:835)3. Protensial Injury pada janin berhubungan dengan tidak adekuatnya perfusi darah plasenta( Prene M Bobak 1989:718)4. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengantidak adekuatnya intake makanan yang dimanifestasikan dengan mual dan anoreksia (SharonJ Reeder,1987:747)5. Kecemasan tingkat sedang : takut kegagalan kehamilan berhubungan dengan kurangnyapengetahuan ( Marylin Doenges,2000)PerencanaanPencernaan keperawatan merupakan tugas lanjut dari perawat setelah mengumpulkan datayang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan klien sesuai dengan pengkajian yang telahdilakukan.Pada tahap ini ditetapkan tujuan dan alternative tindakan yang akan dilakukan pada tahapimplementasi dalam upaya memecahkan masalah atau mengurangi masalah klien.Berikut ini akan diuraikan rencana tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan kemungkinandiagnosa yang telah dijelaskan sebelumnya.1) Kekurangan volume cairan / kegagalan regulasi berhubungan dengan kehilangan proteinplasma penurunan tekanan osmotikTujuan ; volume cairan dapat kembali seimbang dan regulasi cairan normal.Rencana Tindakan :a. Timbang BB klien ;Rasional : penambahan BB bermakna dan tiba-tiba menunjukan retensi cairan.b. Bedakan edema kehamilan patologis dan fasiologis. Pantau lokasi dan derajat pitting.Rasional : adanya edema pitting pada wajah , tangan , kaki, area sakral atau dinding abnomen, edema yang tidak hilang selama 12 jam tirah baring adalah bermakna.c. perhatikan tanda edema berlebihan ( nyeri epigastric , gejala – gejala serebral, mual,muntah). Kaji terhadap kemungkinan eklamsia.Rasional : Edema dalam hepar terselubung dimanifestasikan dengan nyeri epigastrium,dyspnea menandakan adanya hubungan dengan pulmonal. Edema serebral memungkinkanmengarah pada kejang, mual dan muntah menandakan edema GId. Perhatikan perubahan kadar Ht atau Hb.Rasional : Mengidentifikasi derajat hemokonsentrsi yang disebabkan oleh perpindahancairan.e. Kaji ulang masukan diit dari protein dan kalori. Berikan informasi sesuai kebutuhan.Resional : Ketidak adekuatan protein atau kalori meningkatkan resiko pembentukan edema.f. Pantau masukan dan pengeluaran urine, perhatikan warna urine dan ukur berat jenissesuai indikasi.Rasional : Pengeluaran urine adalah indikator sensitive dari sirkulasi volume darah.
  6. 6. g. Kolaborasi dalam memberikan cairan baik secara oral atau parenteral melalui infusesesuai andikasi.Rasional : Penggantian cairan memperbaiki hypovolemia yang harus diberikan hati-hatiuntuk menega kelebihan beban.2) Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan terjadinya vasospasme arterionalTujuan : Meningkatkan perfusi jaringanRencana tindakan :a) Monitor intake dan outout setiap hariRasional : Dengan memonitor intake dan output maka akan dapt diketahui tingkat toleransi/fungsi tubuh.b) Kontrol tetesan infus MgSO4Rasional : Cairan MgSO4 berguna untuk mengurangi vasospasme, dengan menurunnyavasospasme akan membantu meningkatkan perfusi ginjal, mobilisasi cairan ekstravaskulerdan diuresis sehingga oedema dapat dikurangi.c) Monitor oedema yang tampakRasional : Dengan memonitor oedema yang tampak dapat diketahui keadaan oedemamerupakan indicator keadaan cairan tubuh.d) Anjuran klien untuk istirahat atau tidur dengan posisi berbaring pada salah satu sisitubuhnyaRasional : Dengan istirahat tidur dengan posisi berbaring pada salah satu sisi tubuhnyaakanmemaksimalkan aliran darah dan meningkatkan diuresis.e) Kontrol Vital Sign secara BerkalaRasional : dengan mengontrol vital sign dapat diketahui keadaan umum klien dan dapatmenentukan tindakan selanjutnya.3) Potensial Injury pada janin berhubungan dengan tidak adekuatnya perfusi darah keplasmaTujuan : Injury tidak terjadi pada janinRencana tindakan :a. Istirahatkan klienRasional : Dengan mengistirahatkan klien diharapkan metabolisme tubuh menurun danperedaran darah keplasenta menjadi adekuat sehingga kebutuhsn oksigen untuk janin dapatdipenuhi.b. Anjurkan klien tidur miring kekiriRasional : Dengan tidur miring kekiri diharapkan vena cava dibagian kanan tidak tertekanoleh uterus yang membesar sehingga aliran darh ke palasenta menjadi lancar.c. Monitor tekanan darah klienRasional : Dengan memonitor tekanan darah klien dapat diketahui keadaan aliran darah kep;asenta seperti tekanan darah tinggi, aliran darah ke plasenta berkurang sehingga suplayoksigen ke janin berkurangd. Monitor bunyi Jantung klienRasional : Dengan memonitor bunyi jantung janin dapat diketahui keadaan jantung janin
  7. 7. lemah atau menurun menandakan suplay oksigen keplasenta berkurang sehingga dapatdirencanakan tindakan sebelumnya.e. Beri obat anti hipertensi akan menurunkan tonus arteri dan menyebabkan penurunanafterload jantung dengan vasodilatasi pembuluh darah sehingga tekanan darah turun. Denganmenurunnya tekanan darah sehingga aliran darah keplasenta menjadi adekuat4) Kelebihan volume cairan intertisial berhubungan dangan penurunan tekanan osmatic,perubahan permibilitas pembuluh darah, retensi sodium dan airTujuan : Volume cairan kembali seimbangRencana tindakan :a) Monitor dan catat intake dan output setiap hariRasional : dengan memonitor intake dan output diharapkan dapat diketahui adanyakeseimbangan cairan dan dapat diramalkan keadaan dan kerusakan glomerulus.b) Monitor vital sign, catatan pengisian kapilerRasional : Dengan memonitor vital sign dan pengisian kapiler dapat dijadikan pedoman untukpegganti cairan atau menilai respon dari kardiovaskular.c) Monitor atau timbang berat badab klienRasional : Dengan memonitor berat badan klien dapat diketahui berat badan yang merupakanindicator yang tepat untuk mrnunjukan keseimbangan cairand) Observasi keadaan oedemaRasional : Keadaan oedema merupakan indicator keadaan cairan dalam tubuhe) Berikan diit rendah garam sesuai dengan kolaborasi dengan ahli giziRasional : Diit rendah garam akan mengurangi terjadinya kelebihan cairanf) Kaji distensi vena jugularis dan periferRasional : Retensi cairan yang berlebihan bisa dimanifestasikan dengan pelebaran venajugularis dan oedema periferg) Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian diuretikaRasional : Diuretika dapat meningkatkan filtrasi glomerulus dam menghambat penyerapansodium dan air dalam tubulus ginjal.5) Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi : Kurang dari kebutuhan berhubungan dengantidak adekuatnya intake makanan yang dimanifestasikan dengan mual dan anoreksiaTujuan : Kebutuhan nutrisi klien terpenuhiRencana tindakan :a) Kaji asupan makanan yang dikonsumsi klien terhadap kebutuhan klienRasional : Dengan mengkaji asupan makanan terhadapklien dapat diketahuijumlah makanan yang dikonsumsi hingga dapat ditetapkan intervensi selanjutnyab) Anjurkan klien mengkonsumsi makanan tinggi kalori tinggi proteinRasional : Makanan yang tinggi kalori dibutukhan untuk sumber energi.Sedangkan makananyang tinggi protein berfungsi untuk mengganti sel-sel yang telah rusak.c) Hindari makanan yang merangsang seperti lemak.Rasional : makanan yang merangsang dapat menimbulkan peningkatan peristaltic, dan
  8. 8. dengan meningkatnya peristaltic usus dan lambung akan menyebabkan nafsu makanberkurang.d) Ciptakan suasana yang menyenangkan waktu makan.suasana yang menyenangkan waktu makan. dengan suasana yang menyenangkan waktumakan. Diharapkan klien akan bermotivasi untuk menghabiskan diitnya.e) Temani klien makan sambil mengajak klien membicarakan hal yang menyenangkanRasional : Dengan menemani klien makan dapat memotivasi klien untuk menghabiskanmakanan dan klien tidak bosan untuk menghabiskan diitnya sambil berbincang-bincang.f) Berikan makanan hangat sedikit tapi sering.Rasional : Dengan porsi makanan yang sedikit tapi sering dapat menghindari kebosanan kliendan dapat mengurangi rangsangan muntah sehingga makanan yang tersedia dapatterkonsumsi.g) Dorong klien untuk menghabiskan makanannyaRasional : Dengan dorongan yang diberikan, klien akan termotivasi untuk menghabiskandiitnya.h) Berikan makanan klien dalam bentuk bervariasi sesuai dengan program diitnyadiharapkan klien berselera untuk makan sehingga nutrisi klien terpenuhi.Rasional : Dengan memberikan makanan yang bervariasi sesuai dengan program diitnyadiharapkan klien berselera untuk makan sehingga nurtisi klien terpenuhi.i) Anjurkan klien untuk mengkonsumsi makanan selingan lainnya tapi tidak bertentangandengan diitnya dan jangan biarkan perut kosong.Rasional : Bila lambung dibiarkan kosong akan meningkat produksi asam lambung,peningkatan asam lambung akan menimbulkan rasa mual.6) Kecemasan tingkat sedang : takut kegagalan kehamilan berhubung dengan kurangnyapengetahuan.Tujuan : kecemasan klien dapat teratasiRencana tindakan :a. Bina hubungan yang menyenangkan dan saling percayaRasional : Dengan membina hubungan yang menyenangkan dan saling percaya diharapkanakan menimbulkan rasa percaya klien terhadap perawat sehingga akan terbentuk suatukomunikasi yang lancar dan ini akan mempermudah dalam pencapaian tujuan.b. Berikan perhatian pada klien dan tunjukan sikap yang bersahabatRasional : Klien merasa diperhatikan dan mempunyai taman yang akan membantu sehinggamenimbulkan rasa percaya terhadap perawat yang dapat mengurangi kecemasan klien.c. Kontrol vital signRasional : Dengan mengontrol vital sign akan diketahui perubahan vital yang dapat menjadigambaran tingkat kecemasan klien klien sehingga dapat ditetapkan intervensi selanjutnya.d. Jelaskan pada klien tentang penyebab penyakitnya, hal-hal yang dapat memperburukkeadaan penyakitnya, Prosedur perawatan dan pengobatan serta hal-hal yang harus dipatuhiklien selama mengalami perawatanRasional : penjelasan yang ringkas dan jelas mengenai penyakitnya, penyebab penyakit danprosedur pengobatan, memberikan pengertian pada klien sehingga persepsi yang keliru danmembingungkan dapat dihindari dengan demikian kecemasan klien dapat berkurang.
  9. 9. e. Motivasi klien agar mau mengekspresikan perasaannya secara verbal.Rasional : Dengan mengekspresikan perasaan diharapkan klien merasa sedikit lega telahmengungkapkan masalahnya sehingga akan mengurangi kecemasan klien.f. Beri therapy sentuhanRasional : Dengan terapi sentuhan diharapkan klien merasa masih ada yangmemperhatikannya sehingga klien tidak merasa sendiri dalam menghadapi masalahnya.ImplementasiSetelah rencana kererawatan tersusun, selanjutnya diterapkan tindakan yang nyata untukmencapai hasil yang diharapkan berupa berkurangnya atau hilangnya masalah klien. Padatahap implementasi ini terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu validasi rencana keperawatan.Menuliskan atau mendokumentasikan rencana keperawatan serta melanjutkan pengumpulandata.Dalam implementasi keperawatan, tindakan harus cukup mendetil dan jelas supaya semuatenaga keperawatan dapat menjalankannya dengan baik dalam waktu yang telah ditentukan.Perawat dapat melaksanakannya langsung atau mendelegasikan pada tenaga pelaksanalainnya dibawah pengawasan perawat.EvaluasiEvaluasi keperawatan merupakan kegiatan akhirdari proses keperawatan, dimana perawatmenilai hasil yang diharapkan terhadap perubahan diri klien dan menilai sejauh manamasalah klien dapat diatasi. Disamping itu perawat juga memberikan umpan balikataupengkaji ulang jika seandainya tujuan yang ditetapkan belum tercapai dan proses keerawatandapat dimotifikasi.

×