Prinsip moral agama katolik 1 lia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Prinsip moral agama katolik 1 lia

on

  • 4,007 views

Kuliah agama katolik oleh Romo Bagus

Kuliah agama katolik oleh Romo Bagus

Statistics

Views

Total Views
4,007
Views on SlideShare
4,006
Embed Views
1

Actions

Likes
0
Downloads
41
Comments
0

1 Embed 1

http://www.docshut.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Prinsip moral agama katolik 1 lia Prinsip moral agama katolik 1 lia Presentation Transcript

  • T ransformasi M oral Moralitas: sesuatu yang menyangkut baik-buruknya manusia sebagai manusia, bukan sebagai pemeran sosial tertentu (mahasiswa, dosen, seniman, olahragawan, dll). Norma: ukuran obyektif moralitas . Ada 3 macam norma: Norma Sopan-santun : mengukur tindakan seseorang dari segi lahiriah, biasanya berdasarkan kebiasaan (adat-budaya) setempat. Sanksi: terbatas, diisolasi dari lingkungannya. Norma Hukum : mengukur tindakan seseorang dari segi kesesuaian dengan hukum yang berlaku dalam ruang dan waktu tertentu. Sanksi: tindakan/ganjaran fisik. Norma Moral : menjatuhkan penilaian yang mengukur baik-buruknya seseorang sebagai manusia
    • Norma sopan-santun mengalah pada norma hukum;
    • norma hukum mengalah pada norma moral.
    • Maka norma moral adalah norma yang paling dasariah.
    • Ada 3 lembaga normatif:
    • 1. Masyaraka t: semua orang dan lembaga yang berpengaruh pada hidup kita, Contoh: keluarga termasuk orangtua, sekolah, agama, tempat kerja.
    • 2. Superego : perintah atau larangan dari luar yang telah dibatinkan dan menjadi seolah-olah dari diri kita sendiri.
    • Contoh: perasaan malu atau bersalah
    • 3. Ideologi : pandangan, ajaran, atau aliran yang menjelaskan secara rinci dan menyeluruh bagaimana masyarakat diatur.
    • Contoh: kapitalisme, sosialisme, liberalisme, komunisme .  
  • Kebebasan
      • Ada 2 jenis kebebasan,
    • 1. Kebebasan eksistensial adalah kemampuan untuk menentukan dirinya sendiri (“bebas untuk”) yang dibagi menjadi:
      • Kebebasan Jasmani: mampu untuk mengarahkan tindakan (menggerakan tubuh).
      • Kebebasan Rohani : mampu untuk menentukan pikiran dan kehendaknya (batin).
    • Disebut “eksistensial” karena menyatu dengan eksistensinya sebagai manusia, artinya melalui tindakan saya menentukan diri saya sendiri.
    • Dengan demikian kebebasan adalah tanda dan ungkapan martabat manusia.
    • 2. Kebebasan sosial , artinya kemungkinan untuk menentukan diri sendiri tidak dibatasi oleh kehendak orang lain (“bebas dari”) yang dibagi menjadi:
      • Kebebasan Jasmani: tidak dibatasi oleh paksaan.
      • Kebebasan Rohani: tidak dibatasi oleh tekanan .
      • Kebebasan Normatif: tidak dibatasi oleh pewajiban/larangan.
    • Kebebasan sosial adalah ruang bagi kebebasan eksistensial.
    •  
  • Otonomi
      • Sifat dari kebebasan adalah keterarahannya pada tanggung jawab , maksudnya supaya orang bisa bertanggung jawab perlu ada kebebasan. Sebelum memilih, perlu tersedia pilihan-pilihan, tahu isinya masing-masing, sadar bahwa harus memilih yang terbaik atau paling tepat bagi dirinya.
      • Kebebasan sosial merupakan ruang/kesempatan bagi manusia, maka harus diisi. Inilah kebebasan eksistensial. Kita sendirilah yang menentukan apa yang bernilai atau tidak, dengan demikian kebebasan eksistensial pun harus dipertanggungjawabkan, artinya bahwa keputusan yang kita ambil harus dipertanggungjawabkan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, tugas kewajiban dan harapan orang lain.
      • Otonomi adalah tanda kepribadian yang dewasa.
  • T anggung J awab
      • Ada 2 akibat penolakan tanggung jawab:
    • 1 . persepsi/wawasan menjadi semakin sempit (egosentrisme).
    • 2. menjadi semakin lemah/tidak bebas lagi untuk menentukan diri sendiri karena dikuasai oleh dorongan-dorongan irasional yang tidak dikuasainya (budak nafsu).
      • Orang yang bertanggung jawab sebaliknya justru semakin kuat (makin menguasai diri, tidak ditaklukkan oleh perasaan-perasaan dan emosi, sanggup menuju tujuan yang disadarinya sebagai penting meskipun berat) dan dengan demikian ia semakin bebas dan bermakna.
    •  
  • Suara Hati
    • Suara hati merupakan inti kepribadian/pusat kemandirian(otonomi moral) manusia
    • Suara hati bersifat rasional, bukan masalah perasaan (suka/tidak suka, senang/tidak senang), maka bisa dipertanggungjawabkan (diukur dengan ukuran obyektif).
    • Karena bersifat rasional, suara hati juga bersifat universal , artinya berlaku untuk semua orang dalam di manapun juga yang berada dalam situasi yang sama.
    • Suara hati menyatakan diri berhadapan dengan lembaga-lembaga normatif.
    • Suara hati sama dengan suara Allah, karena sifatnya yang mutlak (wajib untuk ditaati). Namun juga bukan suara Allah karena suara hati dapat keliru, apabila orang kurang memperoleh informasi/pengetahuan atau hidup dalam lingkungan yang kurang baik atau suara hatinya lumpuh, sementara Allah tidak dapat keliru
  • P rinsip M oral Dasar
    • 1. Prinsip sikap baik:
      • Menegaskan bahwa pada dasarnya, kecuali ada alasan yang khusus, kita harus mendekati siapa saja dan apa saja dengan baik/positif, dengan menghendaki yang baik bagi dia.
      • Bersikap baik berarti: memandang seseorang dan sesuatu tidak hanya sejauh berguna bagi saya, melainkan menghendaki, menyetujui, membenarkan, mendukung, membela, membiarkan dan menunjang perkembangannya serta mendukung kehidupan.
      • Prinsip ini mendahului dan mendasari semua prinsip moral lain karena hanya atas dasar prinsip inilah semua norma moral masuk akal.
      • Karena dengan sikap dasar ini kita dapat mengandaikan bahwa orang lain, kecuali mempunyai alasan khusus, tidak akan langsung mengancam atau merugikan kita; bahwa yang memerlukan alasan bukanlah sikap yang baik, melainkan sikap yang buruk.
  • P rinsip M oral Dasar
    • 2. Prinsip Keadilan:
    • Adil artinya bahwa kita memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
    • Karena pada hakikatnya semua orang sama nilainya sebagai manusia, maka tuntutan paling dasariah keadilan adalah perlakuan yang sama terhadap semua orang, tentu dalam situasi yang sama .
    • 3. Prinsip Hormat terhadap Diri Sendiri:
    • Menegaskan bahwa manusia wajib untuk selalu memperlakukan dirinya sebagai sesuatu yang bernilai pada dirinya sendiri.
    • menuntut agar kita tidak membiarkan diri diperas, diperkosa atau diperbudak.
    • jangan sampai kita membiarkan diri terlantar.
  • P rinsip M oral K ristiani
    • 1. Totalitas dan Integritas
    • Bagian’ itu ada untuk kepentingan ‘keseluruhan’ (pars pro toto) sebab yang utama adalah kebaikan keseluruhan dari orang tersebut. Sehingga dapat dibenarkan mengurbankan bagian (tubuh) demi kebaikan dan keutuhan seluruh pribadi manusia.
    • Keutuhan dan integritas manusia itu secara biologis diatur oleh otak manusia. Maka ketiadaan atau kematian otak ( total brain death) berakibat pada matinya manusia.
    • Beberapa kondisi agar prinsip ini dapat diterapkan:
    • Membiarkan organ tubuh itu dan tidak memotongnya akan menyebabkan kerusakan yang serius atau kematian orang itu.
    • Pemotongan organ tubuh yang sehat bukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang merupakan mutilasi yang tidak bisa dibenarkan sebab hal ini merusak integritas tubuh manusia yang diciptakan oleh Allah menurut gambar dan rupaNya sendiri (merusak kodrat manusia).
      • Penerapan: dalam kasus-kasus terapi yang terpaksa harus mengoperasi/mengamputasi organ tubuh manusia.
  • Prinsip Moral Kristiani
        • Confidentiality :
        • con (dengan) + fidere (kepercayaan), maka mengisyaratkan sebuah hubungan yang berdasarkan kepercayaan di mana seseorang mempercayakan sesuatu rahasia kepada orang lain yang dia percayai.
    • Dalam bidang kedokteran hal ini sudah merupakan kewajiban profesi sejak munculnya Sumpah Hippokrates yang menjadi dasar sumpah dokter di seluruh dunia: “Apapun yang saya lihat dan dengar dalam kerangka profesiku ataupun juga di luar profesiku dalam perjumpaanku dengan orang-orang, jika ini merupakan sesuatu yang tidak boleh saya ungkapkan, saya tidak pernah akan menyebarkannya dan akan memegangnya sebagai rahasia yang suci.”
    • Beberapa alasan:
    • Secara natural setiap manusia punya hak untuk mempunyai rahasia sebab akal budi dan kehendak kita ini tidak boleh dilecehkan.
    • Karena manusia itu menjalani hidupnya dalam sebuah masyrakat dengan manusia lainnya, maka kerahasiaan itu perlu untuk menjaga ketenteraman dan kesejahteraan umum.
    • Penerapan: hampir dalam semua aspek profesional kehidupan, terutama dalam hubungan dokter-pasien (bdk. UU no. 29 th 2004).
    •  
  • Prinsip Moral Kristiani
        • 3. Double Effect
          • St. Thomas Aquinas yang mengatakan: “Perbuatan moral itu dinilai berdasarkan apa yang dimaksudkan dan bukan berdasarkan apa yang tidak dimaksudkan, sebab apa yang tidak dimaksudkan itu hanyalah sebuah aksidental(kebetulan). Akan tetapi sebuah tindakan moral bisa menjadi tidak benar walaupun intensinya baik jika tindakan itu tidak proporsional dengan tujuannya.”
    • Prasyarat yang harus diterapkan agar prinsip ini dapat diterapkan:
            • Perbuatan itu dari dirinya sendiri harus bersifat baik atau sekurang-kurangnya indifferent.
            • Yang menjadi intensinya adalah efek baik itu sendiri dan bukan efek jahatnya.
            • Efek yang baik itu bukan dihasilkan dari cara yang jahat atau yang berefek jahat.
            • Harus ada alasan yang kuat(berat) secara proporsional untuk menghalalkan efek yang jahat itu.
            • Penerapan: dalam kasus-kasus medis, misalnya , amputasi .
    •  
  • Prinsip Moral Kristiani
  • Prinsip Moral Kristiani
      • 5. Minus Malum
        • pilihan yang harus dijatuhkan kepada suatu pilihan yang paling sedikit nilai kejahatannya atau paling sedikit nilai tidak baiknya.
    • Faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk bisa diterapkan:Secara obyektif orang terpaksa harus memilih dari antara dua atau lebih pilihan.Semua pilihan itu mempunyai nilai (inheren) dan/atau dampak yang jahat.Dalam situasi demikian maka orang harus memilih suatu pilihan yang mempunyai nilai/konsekwensi kejahatan yang paling minimum.
    • Penerapan: terjadi dalam berbagai bidang kehidupan di mana orang harus memilih dari beberapa kemungkinan yang ditawarkan, namun tak ada satu pun yang memiliki nilai/konsekwensi yang baik.
    •  
    • Catatan: satu tindakan moral bisa dinilai dengan satu atau lebih prinsip moral yang di atas.
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
    •  
  • 6. Informed Consent: persetujuan atau penjelasan yaitu otorisasi yg diberikan subjek atau pasien s e c a r a otonom u/ dpt melaksanakan intervensi medi s dg syarat: bebas dari tekanan, sadar dg pilihannya Elemen yg hrs dipenuhi: A. kompetensi: yg berkompeten adlh pasiennya sendiri B. kesediaan: hrs ada kebebasan, tdk boleh ada paksaan C. Pemberi Informasi: diberikan dlm bhs yg bisa dimengerti D. Rekomendasi: tawaran intervensi medis yg dipandang paling baik E. Pemahaman atas Info: memastikan pasien memahami dg baik F. Keputusan atas rencana: pasien/wali ambil keputusan scr bebas G. Otorisasi: pemberian otorisasi dg tandatangan blanko informed consent