Partus Kasep
Kelompok 3
DEFINISI
(David, 2007)
•Persalinan dikatakan lama jika berlangsung lebih dari 24
jam
(Sarwono,
2008)
•Partus kasep adalah ...
Etiologi
Persalinan yang lama disebabkan oleh :
• Kontraksi (power) abnormal
• Defisensi atau keterlambatan dilatasi
(pass...
Kontraksi power abnormal
a. Kontraksi lemah yang jarang (aktivitas uterus hipotonik)
kesalahan diagnosis persalinan karen...
Defisiensi/keterlambatan dilatasi
(passage) serviks
Dilatasi serviks yang buruk menunjukkan atau menyebabkan
terlambatnya ...
Penurunan abnormal
Kondisi apapun yang menghalangi penurunan akan
memperlama persalinan obstruksi untuk penurunan
adalah k...
Manifestasi Klinis
1. Pada Ibu
• Gelisah, letih, suhu badan meningkat, nadi cepat, pernapasan
cepat, dehidrasi, meteorismu...
Patofisiologi
• Penyebab kemacetan dapat karena:
1. Faktor Panggul : kesempitan panggul
2. Faktor anak : kelainan letak
3....
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada
persalinan lama akibat letak sungsang :
• Pemeriksaan Leopold ...
Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada persalinan lama akibat letak
lintang :
• Anamnesis
• Terasa bagian atas atau bawah k...
Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada persalinan lama akibat
hidrosefalus
• Inspeksi abdomen : tampak besar karena mikrose...
Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada persalinan lama akibat
kembar siam
• Palpasi : bentuknya berbeda dengan kembar biasa...
Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada
persalinan lama akibat bayi makrosomia
• Tinggi fundus uteri pada minggu ke-36 umumn...
Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada
persalinan lama akibat tumor intra abdominal
janin
• Anamnesis : didapatkan pembesar...
Penatalaksanaan
Kontraksi power abnormal
a. Kontraksi lemah yang jarang (aktivitas uterus hipotonik)
Penatalaksanaan:
• Ka...
b. Kontraksi kuat yang sering (kontraksi hipertonik)
Penatalaksanaan :
• Denyut jantung janin yang abnormal sering merupak...
c. Aktivitas uterus yang tidak terkoordinasi
Penatalaksanaan:
• Berikan penenang pada ibu
• Lebih dari 50% dari para ibu t...
Penurunan abnormal
Penatalaksanaan :
• Lakukan pemeriksaan vagina untuk mengkaji status
serviks, letak bagian Presentasi j...
• Disproporsi ruang tengah panggulJika kondisi
memungkinkan untuk persalinan
berikutnya, tinjau ulang setelah interval 2 ...
ASUHAN KEPERAWATAN
partus kasep.doc
DAFTAR PUSTAKA
Partus kasep
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Partus kasep

1,137 views
937 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,137
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
17
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Partus kasep

  1. 1. Partus Kasep Kelompok 3
  2. 2. DEFINISI (David, 2007) •Persalinan dikatakan lama jika berlangsung lebih dari 24 jam (Sarwono, 2008) •Partus kasep adalah suatu persalinan yang mengalami kemacetan dan berlangsung lama sehingga timbul komplikasi pada ibu, anak, atau didapatkanadanya infeksi intrauterina. Anonim •Partus kasep adalah fase akhir dari suatu persalinan yang mengalami kemacetan dan berlangsung lama lebih dari 18 jam, sehingga timbul komplikasi pada ibu maupun anak.
  3. 3. Etiologi Persalinan yang lama disebabkan oleh : • Kontraksi (power) abnormal • Defisensi atau keterlambatan dilatasi (passage) serviks • Abnomarlitas penurunan bagian presentasi janin (passenger)
  4. 4. Kontraksi power abnormal a. Kontraksi lemah yang jarang (aktivitas uterus hipotonik) kesalahan diagnosis persalinan karena terlalu meregangnya uterus. b. Kontraksi kuat yang sering (kontraksi hipertonik) terjadi setelah penggunaan oksitoksik yang tidak tepat persalinan yang lama. c. Aktivitas uterus yang tidak terkoordinasi aktivitas pacemaker terjadi pada tempat lain dan mengganggu dominansi fundal, yang menghasilkan kontraksi uterus yang tidak teratur dan akibatnya terjadi aktivitas uterus yang tidak terkoordinasi.
  5. 5. Defisiensi/keterlambatan dilatasi (passage) serviks Dilatasi serviks yang buruk menunjukkan atau menyebabkan terlambatnya kemajuan persalinan. hal-hal berikut ini harus diperhatikan: 1. Serviks berdilatasi kurang optimal 2. Terjadi pada 5% primigravida 3. Persalinan yang kuat dengan penurunan yang kurang 4. Dilatasi yang buruk dapat mencerminkan kelemahan 5. Dilatasi yang buruk dapat disebabkan oleh disproporsi 6. Serviksa yang memiliki bekas luka atau fibrotic
  6. 6. Penurunan abnormal Kondisi apapun yang menghalangi penurunan akan memperlama persalinan obstruksi untuk penurunan adalah karena hal-hal berikut : a. Obstruksi oleh suatu masa atau tumor diluar uterus b. Masa seperti fibroid yang muncul dari uterus atau serviks dapat mengganggu penurunan janin. c. Adannya derajat plasenta previa yang tidak dicurigai. d. Disproporsi.
  7. 7. Manifestasi Klinis 1. Pada Ibu • Gelisah, letih, suhu badan meningkat, nadi cepat, pernapasan cepat, dehidrasi, meteorismus, his lemah atau hilang. • Di daerah lokal sering dijumpai : edema vulva,edema serviks,cairan ketuban berbau,terdapat mekonium. 2. Pada Janin • Denyut jantung janin cepat / tidak teratur bahkan negatif. • Air ketuban terdapat mekonium, kental kehijau-hijauan,berbau. • Kaput suksedaneum yang besar • Moulage kepala yang hebat • Kematian janin dalam kandungan (IUFD)
  8. 8. Patofisiologi • Penyebab kemacetan dapat karena: 1. Faktor Panggul : kesempitan panggul 2. Faktor anak : kelainan letak 3. Faktor tenaga : hipotenia 4. Faktor penolong : pimpinan yang salah
  9. 9. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada persalinan lama akibat letak sungsang : • Pemeriksaan Leopold : di jumpai di kepala janin di bagian atas abdomen • Pemeriksaan USG : tampak kepala janin di bagian atas abdomen • Pemeriksan DJJ : terdengar disekitar umbilikus, dan terdengar di bagian atas umbilikus
  10. 10. Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada persalinan lama akibat letak lintang : • Anamnesis • Terasa bagian atas atau bawah kosong • Gerak janin terasa di bagian lateral kanan atau kiri • Inspeksi abdomen, tampak melebur ke samping, dibandingkan pembesarannya ke atas • Palpasi pada leopold II akan teraba : kepala kanan atau kiri, dan ekstremitas teraba berlawanan dengan tempat kepala • Pemeriksaan auskultasi, detak jantung janin terdengar di bawah umbilikus • Pemeriksaan alat bantu, ultrasonografi akan tampak kepala kanan atau kiri dengan punggung di bagian atas atau di bagian bawah • Pemeriksaan dalam, denominatornya adalah : skapula menunjukkan letak panggul, dan tertutupnya ketiak menunjukkan letak kepala
  11. 11. Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada persalinan lama akibat hidrosefalus • Inspeksi abdomen : tampak besar karena mikrosefali • Palpasi abdomen • Kepala janin besar, tulangnya tipis, seperti bola pingpong • Dapat terjadi letak kepala dengan tonjolannya di atas simfisis • Letak sungsang dengan kepala di atas dan besar • Ultrasonografi (USG) • Tampak ventrikel melebar dan jaringan otak terdesak ke bagian tepi • Sutura tulang kepala melebar dan tulang tipis • Pada pemeriksaan USG masih perlu dicari kelainan kongenital lain : masih dapat dikoreksi dan bersifat fatal
  12. 12. Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada persalinan lama akibat kembar siam • Palpasi : bentuknya berbeda dengan kembar biasa • Letak janin selalu bersama-sama artinya : keduanya letak kepala, dan tidak mungkin letak kepala dan bokong disampingnya • Saat melakukan mobilisasi janin, keduanya bergerak bersama • Auskultasi : tempat detak jantung yang terdengar berdampingan • Rontgen foto abdomen akan tampak : kedudukan kedua janin berdampingan dan tampak berbagai bentuk pagus atau monster • USG : hasil lebih pasti karena dapat diperiksa dari berbagai arah
  13. 13. Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada persalinan lama akibat bayi makrosomia • Tinggi fundus uteri pada minggu ke-36 umumnya telah turun karena bagian terendah janin sudah masuk ke PAP • Pengukuran dengan menggunakan USG : a. Pengukuran panjang tulang femur b. Pengukuran lingkar kepala janin c. Pengukuran lingkar abdomen
  14. 14. Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada persalinan lama akibat tumor intra abdominal janin • Anamnesis : didapatkan pembesaran abdomen yang terlalu cepat sehingga dirasakan berat • Inspeksi abdomen : lingkar perut ibu hamil melebihi dari perkiraan umur kehamilannya • Palpasi : teraba tumor abnormal pada janin • USG : tampak asal tumor, sebagian besar berasal dari abdomen (sekalipun jumlahnya kecil)
  15. 15. Penatalaksanaan Kontraksi power abnormal a. Kontraksi lemah yang jarang (aktivitas uterus hipotonik) Penatalaksanaan: • Kaji status ibu beri dukungan moral dan koreksi ketoasidosis • Jika tidak ada kontraindikasi (singkirkan disproporsi dan malpresentasi) lakukan augmentasi persalinan dengan amniotomi dengan atau tanpa oksitoksik intravena. • Pertahankan pengawasan yang ketat
  16. 16. b. Kontraksi kuat yang sering (kontraksi hipertonik) Penatalaksanaan : • Denyut jantung janin yang abnormal sering merupakan tanda awal dan seharusnya menyiagakan petugas yang mendampingi persalinan terhadap adanya masalah. • Singkirkan stimulasi yang berlebihan dengan oksitoksik. • Seksio sesaria diindikasikan pada keadaan kontraksi tetanik dan segmen bawah yang terlalu teregang. • Jika keadaan tidak akut, kaji kembali presentasi dan posisi bagian presentasi janin. • Aktivitas uterus yang berlebihan terkadang dapat dikurangi dengan menggunakan salbutamol melalui inhalasi untuk mendapatkan efek segera.
  17. 17. c. Aktivitas uterus yang tidak terkoordinasi Penatalaksanaan: • Berikan penenang pada ibu • Lebih dari 50% dari para ibu tersebut memerlukan pelahiran dengan bantuan tentukan golongan darah dan siapkan persediaan darah. • Periksa kembali ibu untuk menyingkirkan disproporsi absolut. • Jika memungkinkan, pecahkan ketuban dan pasang alat pemantau langsung denyut jantung janin. • Berikan oksitoksik intravena • Lahirkan dengan seksio sesaria jika tidak ada kemajuan setelah 24 jam terapi oksitoksik atau jika terjadi distres janin.
  18. 18. Penurunan abnormal Penatalaksanaan : • Lakukan pemeriksaan vagina untuk mengkaji status serviks, letak bagian Presentasi janin, adanya kaput dan keadekuatan pelvis. • Lakukan pemeriksaan pelvimetri lateral tegak. • Lakukan seksio sesaria jika disproporsi absolut didiagnosis pada pintu atas panggul, ruang tengah panggul atau pintu bawah panggul. • Jika disproporsi absolut tidak terlihat (kepala janin tumpang tindih dengan simfisis ketika dilakukan upaya untuk mengarahkan kepala ke pelvis) dan tidak ada kontraindikasi untuk persalinan yang akan datang, observasi secara ketat dan tinjau ulang setelah 2 jam. Prolaps tali pusat merupakan ancaman ketika bagian presentasi janin tidak rnenempel dengan bark. Tsiasanya dilakukan pelahiran dengan seksio sesaria.
  19. 19. • Disproporsi ruang tengah panggulJika kondisi memungkinkan untuk persalinan berikutnya, tinjau ulang setelah interval 2 jam. Lahirkan dengan seksio sesaria jika tidak ada kemajuan. Jika serviks berdilatasi penuh dan tidak ada disproporsi absolut, pelahiran ventouse atau forseps yang dilakukan oleh dokter obstetri yang berpengalaman dapat diusahakan setelah koreksi malposisi. • Disproporsi pintu bawah panggulpercobaan penggunaan forceps dapat dilakukan jika disproporsi absolute disingkirkan . Disproporsi pintu bawah panggul harus disingkirkan pada pelahiran bokong.
  20. 20. ASUHAN KEPERAWATAN partus kasep.doc
  21. 21. DAFTAR PUSTAKA

×