Perkecambahan hipogeal dan

22,155 views
21,841 views

Published on

1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
22,155
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
161
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perkecambahan hipogeal dan

  1. 1. HYPERLINK "http://rian135.wordpress.com/2009/06/29/perkecambahan-hipogeal-dan-epigeal/" o "Tautan Tetap ke Perkecambahan hipogeal dan epigeal" PERKECAMBAHAN HIPOGEAL DAN EPIGEAL<br />Berdasarkan letak kotiledon pada saat berkecambah, dikenal dua macam tipe perkecambahan yaitu hipogeal dan epigeal.<br />Pada hipogeal, terjadi pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon tetap di dalam tanah. Hipogeal terjadi pd kacang kapri dan jagung.<br />1320608531362Sedang pada epigeal, hipokotil tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Epigeal terjadi pada kacang hijau dan jarak.<br />Perkecambahan<br />Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio. Pada perkembangan embrio saat berkecambah, bagian plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, sedangkan radikula menjadi akar. Tipe perkecambahan ada dua macam, tipe itu sebagai berikut.<br /><ul><li>Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal).
  2. 2. Tipe ini terjadi, jika plumula dan kotiledon muncul di atas permukaan tanah (perhatikan Gambar 1.2) Contoh: perkecambahan kacang hijau (Vigna radiata)</li></ul>77834854994<br /><ul><li>Tipe perkecambahan di bawah tanah (Hipogeal)
  3. 3. Tipe ini terjadi, jika plumula muncul ke permukaan tanah sedangkan kotiledon tinggal di dalam tanah (perhatikan Gambar 1.3)Contoh: perkecambahan kacang kapri (Pisum sativum), Jagung (Zea mays)</li></ul>597594-3441<br />Makanan untuk pertumbuhan embrio diperoleh daricadangan makanan karena belum terbentuknya klorofil yang diperlukan dalam fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil makana diperoleh dari kotiledon, sedangkan pada tumbuhan monokotil diperoleh dari endosperm.<br />Perbedaan Epigeal Dengan Hipogeal <br />Untuk mencukupi kebutuhan pertumbuhannya, embrio memperoleh makanan yang berasal dari cadangan makanan di dalam keping biji (kotiledon). Berdasarkan jumlah kotiledonnya tumbuhan berbiji dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu tumbuhan yang memiliki satu keping biji (kotiledon) disebut tumbuhan monokotil (bijinya tidak berbelah dan berakar serabut), contohnya biji jagung dan kelapa, sedangkan tumbuhan yang memiliki dua keping biji (kotiledon) disebut tumbuhan dikotil (bijinya berbelah dan berakar tunggang), contohnya biji kacang dan mangga.<br />Ada tiga macam bagian penyusun embrio yang penting pada prosesperkecambahan, yaitu sebagai berikut.<br /><ul><li>Tunas embrionik, sebagai calon batang dan daun yang dapat tumbuh dan berkembang menjadi bunga dan buah.
  4. 4. Akar embrionik, sebagai calon akar yang dapat tumbuh dan berkembangmenjadi akar.
  5. 5. Kotiledon atau keping biji, merupakan cadangan makanan untuk pertumbuhan embrio hingga mencapai terbentuknya daun, karena embrio tersebut belum menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis.
  6. 6. Perbedaan Epigeal dengan Hipogeal.</li></ul>Perkecambahan Epigeal<br />Hipokotil tumbuh memanjang yang mengakibatkan kotiledon dan plumula sampai keluar ke permukaan tanah, sehingga kotiledon terdapat di atas tanah. Contoh perkecambahan ini terjadi pada kacang tanah, kacang hijau.<br /><ul><li>Perkecambahan Hipogeal
  7. 7. Gambar disamping memperlihatkan terjadinya pertumbuhan memanjang dari epikotil sehingga menyebabkan plumula keluar dan menembus pada kulit bijinya yang nantinya akan muncul di atas tanah, sedangkan kotiledonnya masih tetap berada di dalam tanah. Contoh perkecambahan ini terjadi pada kacang kapri.

×