Rezim vichy dan gerakan résistance
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Rezim vichy dan gerakan résistance

on

  • 496 views

 

Statistics

Views

Total Views
496
Views on SlideShare
496
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
5
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Rezim vichy dan gerakan résistance Rezim vichy dan gerakan résistance Presentation Transcript

  • OLEHANNISA PUSPA CINTYA HANA MAULIDA ANDHIKA RAHMAN
  • Latar Belakang LahirnyaPemerintahan Vichy Penyerangan Jerman ke Polandia tanggal 1 september 1939 sampai ke Luxembourg membuat Prancis merasa terancam dan memutuskan gencatan senjata dengan Jerman. Prinsip Prancis yang tidak mau perang mengakibatkan Prancis terpaksa menuruti segala keinginan Jerman.
  •  Pemerintahan darurat segera dibuat di Bordeaux, kemudian pindah ke Clerment-Ferrand dan yang terakhir ke Vichy. Disinilah Maréchal Pétain diangkat menjadi Chef de l’État (Presiden). Saat itu wilayah Prancis terbagi menjadi 2 yaitu Zone Occupée dan Zone libre. Zone Occupée adalah wilayah yang diduduki Jerman dan Zone Libre adalah wilayah yang diduduki Prancis
  • KOLABORASI Menghadapi kekalahan dan kemungkinan masa depan Eropa, pemerintahan Vichy menjalankan kolaborasi dengan Jerman. Kebijakan ini dianggap penting demi melindungi kepentingan Prancis.
  • Revolusi Nasional• Inti dari Revolusi Nasional adalah kebijakan- kebijakan (dengan membuat UU) yang dilakukan berkiblat kepada Jerman.• UU 22 juli 1940 : memberikan keleluasaan untuk meninjau kembali keputusan naturalisasi yang dilakukan sejak tahun 1927.• UU 3 oktober 1940 : menyingkirkan orang yahudi dari jabatan pegawai negeri dan kerja-kerja di bidang pers dan industri
  • • Revolusi Nasional ini sebenarnya bertentangan dengan Revolusi Prancis.• Pada rezim Vichy, terkenal sebuah moto yang dikeluarkan oleh Pétain yaitu Travail, Famille, Patrie.• Semakin lama popularitas rezim Vichy semakin menurun. Untuk mengatasi hal ini, Pétain kembali memanggil Pierre Laval pada 18 April 1942 yang sebelumnya telah ia pecat pada 13 Desember 1940.
  • Polemik PemerintahanVichy• Sebenarnya tidak semua orang mendukung pemerintahan Vichy. Jendral Charles De Gaulle adalah salah satunya. Hal ini dikarenakan ketidaksependapatan De Gaulle dengan Marsekal Pétain tentang gencatan senjata di tahun 1940.• Masuk perangnya Uni Soviet 22 Juni 1941, dan USA pada 7 desember, menjadi konflik perang dunia yang menjadikan alasan bagi De Gaulle untuk melaksanakan Résistance.
  • France Libre dan Gerakan Résistance De Gaulle menggalang kekuatan untuk mendirikan dan menjalankan gerakan résistance. Gerakan ini terbagi menjadi dua, interieur dan exterieur. Interieur dipegang oleh Jean Moulin dan exterieur dipegang oleh De Gaulle. Namun, De Gaulle lah yang memimpin semuanya. Tujuan dari gerakan ini adalah France Libre.
  • Résistance d’Intérieur Charles de Gaulle mengajak masyarakat Prancis melalui radio di London untuk mendukung résistance dengan cara :• Menggulingkan kereta• Menghancurkan jembatan• Menyerang tentara Jerman• Membajak informasi dan membuat koran rahasia
  •  De Gaulle berhasil mendapatkan dukungan dari jajahan Afrika-khatulistiwa Prancis, Kamerun, New Caledonie serta pulau-pulau Prancis di samudra Pasifik. De Gaulle juga mendapat dukungan dari Inggris dan Amerika Serikat (sekutu). De Gaulle mengendalikan semuanya dari London.
  • Pemerintah Sementara Republik Prancis De Gaulle menolak semangat Vichy di Afrika Utara. Giraud yang pada saat itu naik menjadi pemimpin tertinggi militer maupun sipil di Afrika Utara dikritik oleh De Gaulle karena tidak memulihkan UU republik.
  •  De Gaulle mengusulkan kepada Giraud untuk membuat pemerintahan pusat sementara yang bernama GPRF untuk masa pembebasan (Gouvernement Provisoire de la République Française). Sementara itu, pemerintahan Vichy lambat laun kehilangan pendukungnya. Laval pun mulai terpojok dan terpaksa menyerah kepada Jerman.
  • Kenapa harus membebaskan Paris dari tangan Jerman? Secara psikologis, Paris adalah pusat kebudayaan dan lambang kebesaran bangsa Prancis. Secara politis, pembebasan Paris adalah sarana bagi FFL untuk menguasai seluruh Prancis dan bagi De Gaulle untuk menjadi pemimpin pemerintahan sementara Prancis. Pembebasan Paris tercapai tanggal 25 Agustus 1944
  • Bagaimana prosesPembebasan Paris?Pembebasan Paris dilakukan dengan 3 tahap, yaitu:1. Penyerangan ke Normandie yang memungkinkan sekutu untuk mendirikan pangkalan.2. Penerobosan ke pedalaman Prancis.3. Pelaksanaan pembebasan Paris oleh FFL dan sekutu.
  •  Pada masing-masing tahap, sekutu dan FFL mengalami kemajuan pesat dalam menembus pertahanan Jerman di Prancis. kemajuan ini menimbulkan pesimisme di kalangan Jerman dan akhirnya mempengaruhi keputusan Von Chorlitz untuk menyerahkan Paris. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa setiap tahap dalam pembebasan Prancis semakin mengarahkan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya untuk mencapai suatu keputusan yang sama: membiarkan Paris dibebaskan oleh FFL atas nama pihak Prancis.
  • Makna Pembebasan Paris Bagi Prancis : Makna politis: pembebasan seluruh wilayah Prancis, kenaikan De Gaulle ke tampuk kekuasaan Prancis, pencegahan komunis masuk ke Prancis, dan munculnya figur De Gaulle dan pendukungnya (Gaullist) sebagai pahlawan dan penyelamat Prancis.
  • Makna Psikologis: memulihkan harga diri Prancis dan persiapan Prancis untuk muncul sebagai pemenang Perang Dunia II. Bagi Jerman : Makna politis : sebagai bentuk pemberontakan dan sentimen antipasi terhadap Hitler. Makna psikologis : pengakuan kekalahan kepada Prancis yang dianggap sebagai kekuatan Eropa yang patut disegani, bukan kepada sekutu yang tidak ahli dalam perang antarnegara