Kerajaan Kutai
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Kerajaan Kutai

on

  • 8,174 views

 

Statistics

Views

Total Views
8,174
Views on SlideShare
8,174
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
55
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • makasih udah ngebantu artikel nya :) salam kenal dari anak SMA PLUS PGRI CIBINONG :)
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Kerajaan Kutai Kerajaan Kutai Presentation Transcript

  • Maudy Riezkia Andea  XII IPS 4SMA NEGERI 22 PALEMBANG
  • Kerajaan KutaiKerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan Kutaidiperkirakan muncul pada abad 5 M atau ± 400 M. Kerajaan ini terletak diMuara Kaman, Kalimantan Timur (dekat kota Tenggarong), tepatnya di hulusungai Mahakam. Nama Kutai diambil dari nama tempat ditemukannya prasastiyang menggambarkan kerajaan tersebut. Nama Kutai diberikan oleh para ahlikarena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini.Karena memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh akibat kurangnyasumber sejarah.Keberadaan kerajaan tersebut diketahui berdasarkan sumber berita yangditemukan yaitu berupa prasasti yang berbentuk yupa / tiang batu berjumlah 7buah. Yupa yang menggunakan huruf Pallawa dan bahasa sansekerta tersebut,dapat disimpulkan tentang keberadaan Kerajaan Kutai dalam berbagai aspekkebudayaan, antara lain politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Adapun isi prasatitersebut menyatakan bahwa raja pertama Kerajaan Kutai bernama Kudungga. Iamempunyai seorang putra bernama Asawarman yang disebut sebagai wamsakerta(pembentuk keluarga). Setelah meninggal, Asawarman digantikan olehMulawarman. Penggunaan nama Asawarman dan nama-nama raja pada generasiberikutnya menunjukkan telah masuknya pengaruh ajaran Hindu dalam KerajaanKutai dan hal tersebut membuktikan bahwa raja-raja Kutai adalah orangIndonesia asli yang telah memeluk agama Hindu.
  • A. SISTEM POLITIK KERAJAAN KUTAI• Dalam kehidupan politik seperti yang dijelaskan dalam yupa bahwa raja terbesar Kutai adalah Mulawarman, putra Aswawarman dan Aswawarman adalah putra Kudungga. Dalam yupa juga dijelaskan bahwa Aswawarman disebut sebagai Dewa Ansuman/Dewa Matahari dan dipandang sebagai Wangsakerta atau pendiri keluarga raja. Hal ini berarti Asmawarman sudah menganut agama Hindu dan dipandang sebagai pendiri keluarga atau dinasti dalam agama Hindu. Untuk itu para ahli berpendapat Kudungga masih nama Indonesia asli dan masih sebagai kepala suku, yang menurunkan raja-raja Kutai. Dalam kehidupan sosial terjalin hubungan yang harmonis/erat antara Raja Mulawarman dengan kaum Brahmana, seperti yang dijelaskan dalam yupa, bahwa raja Mulawarman memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana di dalam tanah yang suci bernama Waprakeswara. Istilah Waprakeswara–tempat suci untuk memuja Dewa Siwa di pulau Jawa disebut Baprakewara.
  • MulawarmanMulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga.Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental denganpengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya.Kundungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yangdatang ke Indonesia. Kundungga sendiri diduga belum menganutagama Budha.AswawarmanAswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yangbercorak Hindu. Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti KerajaanKutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentukkeluarga. Aswawarman memiliki 3 orang putera, dan salah satunyaadalah Mulawarman. Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dariyupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman,Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannyameliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutaihidup sejahtera dan makmur. Kerajaan Kutai seakan-akan taktampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi denganpihak asing, hingga sangat sedikit yang mendengar namanya.
  • Nama-Nama Raja Kutai• Maharaja Kundungga, gelar • Maharaja Indra Warman Dewa anumerta Dewawarman • Maharaja Sangga Warman• Maharaja Asmawarman (anak Dewa Kundungga) • Maharaja Candrawarman• Maharaja Mulawarman • Maharaja Sri Langka Dewa• Maharaja Marawijaya Warman • Maharaja Guna Parana Dewa• Maharaja Gajayana Warman • Maharaja Wijaya Warman• Maharaja Tungga Warman • Maharaja Sri Aji Dewa• Maharaja Jayanaga Warman • Maharaja Mulia Putera• Maharaja Nalasinga Warman • Maharaja Nala Pandita• Maharaja Nala Parana Tungga • Maharaja Indra Paruta Dewa• Maharaja Gadingga Warman • Maharaja Dharma Setia Dewa
  • B. KEHIDUPAN MASYARAKAT KERAJAAN KUTAI• Kehidupan sosial di Kerajaan Kutai merupakan terjemahan dari prasasti-prasasti yang ditemukan oleh para ahli. Diantara terjemahan tersebut adalah sebagai berikut:• Masyarakat di Kerajaan Kutai tertata, tertib dan teratur.• Masyarakat di Kerajaan Kutai memiliki kemampuan beradaptasi dengan budaya luar (India), mengikuti pola perubahan zaman dengan tetap memelihara dan melestarikan budayanya sendiri.• Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah melakukan kegiatan dagang. Jika dilihat dari letak geografis, Kerajaan Kutai berada pada jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan perdagangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian.
  • • Sementara itu dalam kehidupan budaya dapat dikatakan kerajaan Kutai sudah maju. Hal ini dibuktikan melalui upacara penghinduan (pemberkatan memeluk agama Hindu) yang disebut Vratyastoma. Vratyastoma dilaksanakan sejak pemerintahan Aswawarman karena Kudungga masih mempertahankan ciri-ciri keIndonesiaannya, sedangkan yang memimpin upacara tersebut, menurut para ahli, dipastikan adalah para pendeta (Brahmana) dari India. Tetapi pada masa Mulawarman kemungkinan sekali upacara penghinduan tersebut dipimpin oleh kaum Brahmana dari orang Indonesia asli. Adanya kaum Brahmana asli orang Indonesia membuktikan bahwa kemampuan intelektualnya tinggi, terutama penguasaan terhadap bahasa Sansekerta yang pada dasarnya bukanlah bahasa rakyat India sehari-hari, melainkan lebih merupakan bahasa resmi kaum Brahmana untuk masalah keagamaan.
  • C. RUNTUHNYA KERAJAAN KUTAI• Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke- 13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.