0
Heri Widiarso, S.Kep, Ns
PEMIMPIN …….?
PEMIMPIN …….?
<ul><li>Kemampuan     mempengaruhi orang lain  agar bekerja untuk mencapai tujuan dan sasaran  ( Hulser, 2000 ) </li></ul...
<ul><li>Suatu proses  pengarahan dan pemberian pengaruh     saling berhubungan tugasnya.  ( Stoner ) </li></ul><ul><li>Ad...
<ul><li>Segala hal ikhwal yang bersangkutan dengan pemimpin     menggerakkan, membimbing dan mengarahkan orang lain   dal...
<ul><li>Implikasi : </li></ul><ul><li>Menyangkut  orang lain : bawahan atau pengikut     kesediaan untuk menerima pengara...
ASPEK YANG TERKAIT  <ul><li>Pemimpin </li></ul><ul><li>Nilai, ketrampilan, gaya kepemimpinan  </li></ul><ul><li>Pengikut  ...
Kualitas pemimpin  ( Curtin, 1989 )
<ul><li>Dapat ditemui dengan mudah sehingga memungkinkan untuk kontak dengannya </li></ul>Visibility
Flexibility   <ul><li>Fleksibel, tidak terlalu kaku </li></ul>
Authority   <ul><li>Mampu mengambil dan menentukan sebuah keputusan </li></ul>
Assistance   <ul><li>Mampu membantu memecahkan masalah atau pekerjaan </li></ul>
Feedback   <ul><li>Memberi umpan balik dari hasil kerjanya </li></ul>
KOMPETENSI PEMIMPIN  ( Murphy & De Back, 1991 ) <ul><ul><li>Mempunyai impian ke depan </li></ul></ul><ul><ul><li>Menguasai...
TEORI KEPEMIMPINAN <ul><li>Teori Bakat ( Trait theory )  </li></ul><ul><li>Great Man Theory </li></ul><ul><li>Setiap orang...
CIRI-CIRI INTELEGENSIA KEPRIBADIAN PERILAKU Pengetahuan Keputusan Kelancaran berbicara Adaptasi Kreatif Kooperatif Siap / ...
TEORI PERILAKU <ul><li>Menekankan pada apa yang dilakukan pemimpin dan bagaimana seseorang manajer menjalankan fungsinya <...
TIPE KEPEMIMPINAN <ul><li>Kepemimpinan FORMAL </li></ul><ul><li>diangkat secara resmi berdasarkan surat keputusan resmi ( ...
<ul><li>Kepemimpinan INFORMAL </li></ul><ul><li>Tidak diangkat secara resmi tetapi mempunyai beberapa keunggulan </li></ul...
GAYA KEPEMIMPINAN <ul><li>Likert </li></ul><ul><ul><li>Sistem Otoriter-Eksploratif </li></ul></ul><ul><ul><li>Sistem Benev...
TEORI X DAN TEORI Y <ul><li>Diktator </li></ul><ul><li>Autokratis </li></ul><ul><li>Demokratis </li></ul><ul><li>Santai </...
ROBERT HOUSE <ul><li>Directive </li></ul><ul><li>Supportive </li></ul><ul><li>Participative </li></ul><ul><li>Achievement ...
HERSEY  DAN BLANCHARD <ul><li>Instruksi </li></ul><ul><li>Konsultasi </li></ul><ul><li>Partisipasi </li></ul><ul><li>Deleg...
KEKUASAAN DAN WEWENANG  ( GILLIES ) <ul><li>Otoriter </li></ul><ul><li>Demokratis </li></ul><ul><li>Partisipatif </li></ul...
GAYA KEPEMIMPINAN DOMINAN Otokratik Demokratik Paternalistik Kharismatik   Laissez Faire ( Membiarkan)
OTOKRATIK  <ul><li>Menuntut ketaatan penuh dari anggota / bawahannya </li></ul><ul><li>Disiplin kerja tinggi dan kaku, ket...
DEMOKRATIK <ul><li>Perannya    koordinator dan integrator </li></ul><ul><li>Pendekatan   holistik dan integratik </li></...
PATERNALISTIK <ul><li>Rasa hormat pada orang tua dan keteladanan </li></ul><ul><li>Sikap melindungi   bawahan takut untuk...
KHARISMATIK <ul><li>Daya tarik memikat dan mampu memperoleh pengikut dalam jumlah besar </li></ul><ul><li>Penampilan fisik...
Laissez Faire ( Membiarkan) <ul><li>Konsep : organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya  </li></ul><ul><li>Berperan...
FACTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GAYA KEPEMIMPINAN <ul><li>Kompleksitas tugas </li></ul><ul><li>Ketersediaan waktu </li></u...
BERDASARKAN PERILAKU BAWAHAN <ul><li>Douglas McGregor   ( Handoko, 2000 & Nursalam, 2002 ) </li></ul><ul><li>Menurut  teor...
<ul><li>Menurut t eori Y </li></ul><ul><li>Mempunyai kemampuan fisik dan mental </li></ul><ul><li>Mandiri </li></ul><ul><l...
Sedangkan Ouchi, 1981 berdasarkan teori diatas mengembangkan teori Z ( Nursalam, 2002 ).  Teori  X Teori Y Teori Z <ul><li...
PERILAKU PEMIMPIN <ul><li>Fungsi kepemimpinan  </li></ul><ul><li>Fungsi yang berhubungan dengan tugas  ( task related )  a...
KISI-KISI MANAJERIAL TENTANG PEGAWAI DAN PRODUKSI
KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM KEPERAWATAN <ul><li>Pengetahuan </li></ul><ul><li>Pengetahuan kepemimpinan  </li></ul><ul><ul><...
<ul><li>Kesadaran diri </li></ul><ul><li>Dengan kesadaran diri maka : </li></ul><ul><ul><li>Dapat mengenal diri sendiri </...
<ul><li>Komunikasi </li></ul><ul><li>Menjadi pendengar aktif </li></ul><ul><li>Mengikuti aliran informasi </li></ul><ul><l...
<ul><li>Energi atau Semangat </li></ul><ul><li>Energi tidak hanya secara fisik dari situasi perasaan juga </li></ul><ul><l...
<ul><li>Tujuan </li></ul><ul><li>Tujuan lingkungan atau organisasi dan tujuan kelompok </li></ul><ul><li>Tujuan individu b...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Leadership theory

13,652

Published on

Published in: Business, Technology
8 Comments
10 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
13,652
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
1,887
Comments
8
Likes
10
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Leadership theory"

  1. 1. Heri Widiarso, S.Kep, Ns
  2. 2. PEMIMPIN …….?
  3. 3. PEMIMPIN …….?
  4. 4. <ul><li>Kemampuan  mempengaruhi orang lain agar bekerja untuk mencapai tujuan dan sasaran ( Hulser, 2000 ) </li></ul><ul><li>Suatu proses aktivitas  mempengaruhi dan mengorganisir orang lain / kelompok  penyusunan dan pencapaian tujuan ( Swanburg & Swanburg, 1999 ) </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh  saling berhubungan tugasnya. ( Stoner ) </li></ul><ul><li>Adalah suatu kemampuan untuk memberi inspirasi kepada orang lain untuk bekerjasama sebagai suatu kelompok kepemimpinan, agar dapat mencapai suatu tujuan umum. </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Segala hal ikhwal yang bersangkutan dengan pemimpin  menggerakkan, membimbing dan mengarahkan orang lain dalam melaksanakan tugas, mewujudkan sasaran yang ditetapkan ( LAN RI, 1996 ) </li></ul>
  7. 7. <ul><li>Implikasi : </li></ul><ul><li>Menyangkut orang lain : bawahan atau pengikut  kesediaan untuk menerima pengarahan </li></ul><ul><li>Pembagian kekuasaan  tidak sama antara anggota dan pemimpin </li></ul><ul><li>Menggunakan pengaruh  bagaimana bawahan melaksanakan tugasnya </li></ul>
  8. 8. ASPEK YANG TERKAIT <ul><li>Pemimpin </li></ul><ul><li>Nilai, ketrampilan, gaya kepemimpinan </li></ul><ul><li>Pengikut </li></ul><ul><li>Vital dapat menolak atau menerima pemimpin, </li></ul><ul><li>Situasi </li></ul><ul><li>Mempengaruhi kepemimpinan yang diberikan </li></ul><ul><li>Sistem kontrol, jumlah tugas, tingkat interaksi, tersedianya waktu dalam membuat keputusan </li></ul><ul><li>Proses komunikasi </li></ul><ul><li>Model komunikasi ( terbuka atau tertutup ), verbal dan nonverbal mempengaruhi suatu kepemimpinan </li></ul><ul><li>Tujuan </li></ul><ul><li>Organisasi maupun individu </li></ul>
  9. 9. Kualitas pemimpin ( Curtin, 1989 )
  10. 10. <ul><li>Dapat ditemui dengan mudah sehingga memungkinkan untuk kontak dengannya </li></ul>Visibility
  11. 11. Flexibility <ul><li>Fleksibel, tidak terlalu kaku </li></ul>
  12. 12. Authority <ul><li>Mampu mengambil dan menentukan sebuah keputusan </li></ul>
  13. 13. Assistance <ul><li>Mampu membantu memecahkan masalah atau pekerjaan </li></ul>
  14. 14. Feedback <ul><li>Memberi umpan balik dari hasil kerjanya </li></ul>
  15. 15. KOMPETENSI PEMIMPIN ( Murphy & De Back, 1991 ) <ul><ul><li>Mempunyai impian ke depan </li></ul></ul><ul><ul><li>Menguasai perubahan </li></ul></ul><ul><ul><li>Mampu menentukan desain organisasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Mau dan mampu untuk belajar </li></ul></ul><ul><ul><li>Mempunyai inisiatif </li></ul></ul><ul><ul><li>Menguasai dalam interdependensi </li></ul></ul><ul><ul><li>Mempunyai integritas dan standar yang tinggi </li></ul></ul><ul><ul><li>Mampu mengambil keputusan dengan perspektif yang luas </li></ul></ul>
  16. 16. TEORI KEPEMIMPINAN <ul><li>Teori Bakat ( Trait theory ) </li></ul><ul><li>Great Man Theory </li></ul><ul><li>Setiap orang  pemimpin </li></ul><ul><li>Merupakan bawaan sejak lahir mempunyai karakteristik tertentu yang membuat mereka lebih baik dari orang lain ( Marqus & Huston, 1998, dalam Nursalam, 2002.) </li></ul>
  17. 17. CIRI-CIRI INTELEGENSIA KEPRIBADIAN PERILAKU Pengetahuan Keputusan Kelancaran berbicara Adaptasi Kreatif Kooperatif Siap / siaga Rasa percaya diri Integritas Keseimbangan emosi Independen Tenang Kemampuan kerjasama Kemampuan interpersonal Kemampuan diplomasi Partisipasi sosial Prestise
  18. 18. TEORI PERILAKU <ul><li>Menekankan pada apa yang dilakukan pemimpin dan bagaimana seseorang manajer menjalankan fungsinya </li></ul><ul><li>Perilaku sering dianggap sebagai suatu rentang dari sebuah perilaku otoriter ke demokratik atau fokus suatu produksi ke pegawai. </li></ul>
  19. 19. TIPE KEPEMIMPINAN <ul><li>Kepemimpinan FORMAL </li></ul><ul><li>diangkat secara resmi berdasarkan surat keputusan resmi ( SK ) </li></ul><ul><li>duduk dalam jabatan tertentu dalam organisasi dan memiliki hak dan kewajiban tertentu </li></ul><ul><li>Ciri : </li></ul><ul><ul><li>ada legitimasi </li></ul></ul><ul><ul><li>kekuasaan dan wewenang yang jelas </li></ul></ul><ul><ul><li>memenuhi persyaratan formal </li></ul></ul><ul><ul><li>mendapat imbalan atau penghargaan </li></ul></ul><ul><ul><li>memperoleh promosi dan mutasi </li></ul></ul><ul><ul><li>dapat dikenai sangsi dan hukuman </li></ul></ul>
  20. 20. <ul><li>Kepemimpinan INFORMAL </li></ul><ul><li>Tidak diangkat secara resmi tetapi mempunyai beberapa keunggulan </li></ul><ul><li>Dapat diterima berbagai pihak </li></ul><ul><li>Ciri-ciri : </li></ul><ul><ul><li>tidak memiliki legitimasi </li></ul></ul><ul><ul><li>ditunjuk dan diakui masyarakat </li></ul></ul><ul><ul><li>tidak mendapat dukungan organisasi formal </li></ul></ul><ul><ul><li>tidak mendapat imbalan jasa </li></ul></ul><ul><ul><li>tidak dapat dipromosikan atau dimutasikan </li></ul></ul><ul><ul><li>tidak perlu persyaratan formal </li></ul></ul><ul><ul><li>tidak dapat dihukum secara formal </li></ul></ul><ul><ul><li>pada dasarnya ditentukan status sosial : keturunan, kekayaan, pendidikan, pengalaman hidup, kharismatik, karakteristik keturunan dan jasa </li></ul></ul>
  21. 21. GAYA KEPEMIMPINAN <ul><li>Likert </li></ul><ul><ul><li>Sistem Otoriter-Eksploratif </li></ul></ul><ul><ul><li>Sistem Benevolent-Authoritative </li></ul></ul><ul><ul><li>Sistem Konsultatif </li></ul></ul><ul><ul><li>Sistem Partisipatif </li></ul></ul>
  22. 22. TEORI X DAN TEORI Y <ul><li>Diktator </li></ul><ul><li>Autokratis </li></ul><ul><li>Demokratis </li></ul><ul><li>Santai </li></ul>
  23. 23. ROBERT HOUSE <ul><li>Directive </li></ul><ul><li>Supportive </li></ul><ul><li>Participative </li></ul><ul><li>Achievement Oriented </li></ul>
  24. 24. HERSEY DAN BLANCHARD <ul><li>Instruksi </li></ul><ul><li>Konsultasi </li></ul><ul><li>Partisipasi </li></ul><ul><li>Delegasi </li></ul><ul><li>RONALD LIPPITS DAN RAPIPH K. WHITE </li></ul><ul><li>Otoriter </li></ul><ul><li>Demokratis </li></ul><ul><li>Liberal atau Laissez Faire </li></ul>
  25. 25. KEKUASAAN DAN WEWENANG ( GILLIES ) <ul><li>Otoriter </li></ul><ul><li>Demokratis </li></ul><ul><li>Partisipatif </li></ul><ul><li>Bebas tindak </li></ul>
  26. 26. GAYA KEPEMIMPINAN DOMINAN Otokratik Demokratik Paternalistik Kharismatik Laissez Faire ( Membiarkan)
  27. 27. OTOKRATIK <ul><li>Menuntut ketaatan penuh dari anggota / bawahannya </li></ul><ul><li>Disiplin kerja tinggi dan kaku, ketaatan  rasa takut </li></ul><ul><li>Nada keras dalam memberikan instruksi, egois, tidak mau menerima saran dan pendapat bawahan </li></ul><ul><li>Tujuan organisasi = tujuan pribadi </li></ul><ul><li>Organisasi  alat untuk mencapai tujuan pribadi </li></ul><ul><li>Kekuasaan sentralisasi </li></ul><ul><li>Membenarkan / pembenaran segala cara  tujuan org. </li></ul><ul><li>Bawahan sebagai alat </li></ul><ul><li>Orientasi pada tugas </li></ul><ul><li>Perilaku kekuasaan formal </li></ul>
  28. 28. DEMOKRATIK <ul><li>Perannya  koordinator dan integrator </li></ul><ul><li>Pendekatan  holistik dan integratik </li></ul><ul><li>Prinsip bahwa perbedaan perlu ada untuk menjamin kebersamaan </li></ul><ul><li>Melakukan / memandang bawahan secara manusiawi dan sadar kebutuhan bawahan </li></ul><ul><li>Mengambil keputusan secara bersama-sama </li></ul><ul><li>Dihormati dan bukan ditakuti </li></ul><ul><li>Menumbuh-kembangkan kreativitas dan inovasi bawahan </li></ul><ul><li>Bertanggung jawab terhadap kesalahan bawahan </li></ul><ul><li>Memberikan penghargaan  berprestasi </li></ul><ul><li>Mengutamakan kepentingan bersama </li></ul><ul><li>Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab praktis dan realitis </li></ul>
  29. 29. PATERNALISTIK <ul><li>Rasa hormat pada orang tua dan keteladanan </li></ul><ul><li>Sikap melindungi  bawahan takut untuk bertindak </li></ul><ul><li>Terdapat pada lingkungan tradisional </li></ul><ul><li>Persepsi pemimpin dipengaruhi oleh harapan bawahan </li></ul><ul><li>Harapan bawahan : pemimpin tidak mementingkan diri sendiri </li></ul><ul><li>Mengutamakan kebersamaan, fokus pada keadilan dan sama rata </li></ul><ul><li>Pemimpin bersikap kebapakan, hubungan atasan dan bawahan bersifat informal </li></ul><ul><li>Bawahan dianggap belum matang </li></ul><ul><li>Pemimpin merupakan sumber informasi </li></ul><ul><li>Pengambilan keputusan tanpa melibatkan bawahan </li></ul>
  30. 30. KHARISMATIK <ul><li>Daya tarik memikat dan mampu memperoleh pengikut dalam jumlah besar </li></ul><ul><li>Penampilan fisik, usia dan harta bukan prasyarat </li></ul><ul><li>Memiliki kekuatan gaib / ajaib </li></ul><ul><li>Mampu menggunakan berbagai gaya kepemimpinan </li></ul>
  31. 31. Laissez Faire ( Membiarkan) <ul><li>Konsep : organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya </li></ul><ul><li>Berperan pasif dan tidak mau campur tangan </li></ul><ul><li>Falsafah : manusia memiliki solidaritas, kesetiaan, </li></ul><ul><li>Mempunyai nilai saling mempercayai </li></ul><ul><li>Bersikap pesimis, menganggap bawahan sebagai rekan kerja </li></ul><ul><li>Kepentingan dan tujuan organisasi tetap difokuskan </li></ul><ul><li>Pendelegasian sangat ekstensif </li></ul><ul><li>Pengambilan keputusan  pimpinan tingkat bawah </li></ul><ul><li>Status quo organisasi tidak terganggu </li></ul><ul><li>Pertumbuhan dan perkembangan organisasi  bawahan </li></ul><ul><li>Intervensi pimpinan sangat kecil / minim </li></ul>
  32. 32. FACTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GAYA KEPEMIMPINAN <ul><li>Kompleksitas tugas </li></ul><ul><li>Ketersediaan waktu </li></ul><ul><li>Besarnya kelompok kerja </li></ul><ul><li>Pola komunikasi </li></ul><ul><li>Tingkat pendidikan bawahan </li></ul><ul><li>Kebutuhan untuk prestasi dan kebersamaan </li></ul>
  33. 33. BERDASARKAN PERILAKU BAWAHAN <ul><li>Douglas McGregor ( Handoko, 2000 & Nursalam, 2002 ) </li></ul><ul><li>Menurut teori X </li></ul><ul><li>Manusia pada dasarnya memiliki sifat malas </li></ul><ul><li>Tidak mempunyai keinginan </li></ul><ul><li>Mendiskriminasikan tanggung jawab </li></ul><ul><li>Berfokus pada diri sendiri </li></ul><ul><li>Tidak membedakan kebutuhan organisasi dan rentan terhadap kebutuhan </li></ul>
  34. 34. <ul><li>Menurut t eori Y </li></ul><ul><li>Mempunyai kemampuan fisik dan mental </li></ul><ul><li>Mandiri </li></ul><ul><li>Memiliki kontrol diri dalam mencapai tujuan organisasi </li></ul><ul><li>Cepat dalam belajar </li></ul><ul><li>Tidak hanya menerima atau menuntut, tetapi bersedia bertanggung jawab dan kreatif. </li></ul>
  35. 35. Sedangkan Ouchi, 1981 berdasarkan teori diatas mengembangkan teori Z ( Nursalam, 2002 ). Teori X Teori Y Teori Z <ul><li>Menghindari pekerjaan jika ada kesempatan </li></ul><ul><li>Tidak senang bekerjaHarus diarahkan </li></ul><ul><li>Punya sedikit ambisi </li></ul><ul><li>Menghindari tanggung jawab </li></ul><ul><li>Memerlukan ancaman untuk memotivasi </li></ul><ul><li>Memerlukan supervisi ketat </li></ul><ul><li>Termotivasi oleh hukuman dan hadiah </li></ul><ul><li>Senang untuk bekerja </li></ul><ul><li>Mandiri </li></ul><ul><li>Mempunyai tanggung jawab Kreatif dan mampu berkembang </li></ul><ul><li>Menggunakan pendekatan ilmiah </li></ul><ul><li>Memerlukan supervisi seperlunya </li></ul><ul><li>Berminat membantu menyelesaikan masalah orang lain </li></ul><ul><li>Menekankanpada teori humanistik </li></ul><ul><li>Fokus : motivasi yang lebih kepada faktor manusia / human untuk meningkatkan kepuasan kerja dan hasil produksi </li></ul><ul><li>Karakteristik :Pengambilan keputusan bersama </li></ul><ul><li>Masa kerja lama : promosi jabatan lambat / bertahap </li></ul><ul><li>Supervisi secara tidak langsung </li></ul><ul><li>Menekankan pada pendekatan holistic </li></ul>
  36. 36. PERILAKU PEMIMPIN <ul><li>Fungsi kepemimpinan </li></ul><ul><li>Fungsi yang berhubungan dengan tugas ( task related ) atau pemecahan masalah </li></ul><ul><li>Fungsi pemeliharaan kelompok ( group-maintenace ) atau sosial </li></ul>
  37. 37. KISI-KISI MANAJERIAL TENTANG PEGAWAI DAN PRODUKSI
  38. 38. KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM KEPERAWATAN <ul><li>Pengetahuan </li></ul><ul><li>Pengetahuan kepemimpinan </li></ul><ul><ul><li>Pengertian kepemimpinan </li></ul></ul><ul><ul><li>Tipe kepemimpinan </li></ul></ul><ul><ul><li>Gaya kepemimpinan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemimpin yang efektif </li></ul></ul><ul><li>Pengetahuan Keperawatan </li></ul><ul><ul><li>Substansi ilmu Keperawatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Ketrampilan </li></ul></ul><ul><ul><li>Peningkatan dan Perkembangan ilmu keperawatan secara terus menerus </li></ul></ul><ul><ul><li>Kekuatan personal untuk membantu orang lain </li></ul></ul><ul><li>Berpikir kritis </li></ul><ul><ul><li>Mengkaji asumsi gagasan dan kegaitan yang masuk akal </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemimpin berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Pekerjaan rutinitas akan menghambat inovasi </li></ul></ul>
  39. 39. <ul><li>Kesadaran diri </li></ul><ul><li>Dengan kesadaran diri maka : </li></ul><ul><ul><li>Dapat mengenal diri sendiri </li></ul></ul><ul><ul><li>Dapat mengenal gejal dari kecemasan </li></ul></ul><ul><ul><li>Dapat mengungkapkan perasaan dengan kehangatan dan menghormati orang lain dengan positif </li></ul></ul><ul><li>Seseorang akan lebih fleksibel, lebih mandiri,  orang tersebut menyadari dan menerima keunikan dirinya </li></ul><ul><li>Bila kesadaran diri rendah  mempunyai respons yang berbeda dari yang diharapkan oleh orang lain </li></ul><ul><li>Kesadaran diri penting  kita akan menyukai diri sendiri, lebih menyenangkan dan memikirkan diri kita sebagai seorang pemimpin </li></ul>
  40. 40. <ul><li>Komunikasi </li></ul><ul><li>Menjadi pendengar aktif </li></ul><ul><li>Mengikuti aliran informasi </li></ul><ul><li>Asertif mengatakan apa adanya </li></ul><ul><li>Memberikan umpan balik Hubungan dan jaringan komunikasi </li></ul><ul><li>Mengkomunikasikan visi realisasi ketrampilan berkomunikasi dan kesesuaian antara kegiatan dan tujuan yang akan dicapai </li></ul>
  41. 41. <ul><li>Energi atau Semangat </li></ul><ul><li>Energi tidak hanya secara fisik dari situasi perasaan juga </li></ul><ul><li>Energi yang tinggi  efektivitas kepemimpinan  saat berinteraksi tingkat energi seorang pemimpin akan mempengaruhi respon orang lain </li></ul><ul><li>Anthusiasme  semangat besar, antusias, dan kegairahan dari seorang pemimpin yang dapat ditularkan kepada orang lain </li></ul><ul><li>Dapat menjaga dan meningkatkan energi </li></ul>
  42. 42. <ul><li>Tujuan </li></ul><ul><li>Tujuan lingkungan atau organisasi dan tujuan kelompok </li></ul><ul><li>Tujuan individu baik anggota ataupun pemimpin </li></ul><ul><li>Tindakan atau Aksi yang efektif </li></ul><ul><li>Pemimpin berorientasi pada kemampuan untuk menentukan dan bertindak </li></ul><ul><li>Pemimpin tidak dapat menunggu orang lain memberitahu apa yang harus dikerjakan </li></ul><ul><li>Pemimpin harus berfikir lebih dahulu sebelum bertindak </li></ul><ul><li>Pemimpin harus mempunyai inisiatif </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×