• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Unsur Unsur Transisi
 

Unsur Unsur Transisi

on

  • 38,564 views

Tugas kelompok kimia Grade 12 IPA SMA Harapan Bangsa 2010/2011. Dibuat oleh : Anita - James - Makati - Novian - Regina - William

Tugas kelompok kimia Grade 12 IPA SMA Harapan Bangsa 2010/2011. Dibuat oleh : Anita - James - Makati - Novian - Regina - William

Statistics

Views

Total Views
38,564
Views on SlideShare
38,555
Embed Views
9

Actions

Likes
29
Downloads
3,244
Comments
4

6 Embeds 9

https://twitter.com 4
http://www.slideshare.net 1
http://id.search.yahoo.com 1
https://si0.twimg.com 1
http://www.slashdocs.com 1
http://www.docshut.com 1

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

14 of 4 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • thanks
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • thank infonya
    pi emmmm pnjelasan u/ masing2 unsurnya kurang....
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Thanks ^^
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • tanks informasinya
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Unsur Unsur Transisi Unsur Unsur Transisi Presentation Transcript

    • UNSUR – UNSUR GOLONGAN TRANSISI
    • Unsur-unsur transisi adalah
      • Terletak antara unsur golongan alkali tanah dan golongan boron.
      • Merupakan unsur logam
      • Merupakan unsur-unsur blok d dalam sistem periodik
    • Sifat-sifat yang khas dari unsur transisi
      • Mempunyai berbagai bilangan oksidasi
      • Kebanyakan senyawaannya bersifat paramagnetik
      • Kebanyakan senyawaannya berwarna
      • Unsur transisi dapat membentuk senyawa kompleks
    • BEBERAPA SENYAWAAN YANG DAPAT DIBENTUK OLEH UNSUR TRANSISI
      • 1. Tingkat Oksidasi <2
      • - Dengan ligan  Aseptor
      • - Ligan-ligan Organik
      • - Ligan Hidrogen
      • 2. Tingkat Oksidasi 2
      • - Biasanya bersifat ionik
      • - Oksidanya (MO), bersifat basa
      • - Memiliki struktur NaCl
      • - Mampu membentuk kompleks Aquo, dengan jalan
      • mereaksikan, logam, oksida, karbonat dalam
      • larutan asam dan melalui reduksi katalitik.
      • 3. Tingkat Oksidasi 3
      • - Beberapa senyawaan bersifat stabil terhadap air, kecuali kompleks dari logam Cu.
      • - Flourida (MF 3 ) dan oksidanya (M 2 O 3 ) bersifat ionik.
      • - Senyawaan klorida, bromida, iodida dan sulfida bersifat kovalen.
      • - Unsur-unsur Ti – Co membentuk ion-ion oktahedral [M(H 2 O)] 3+
        • - Ion Co 3+ dan Mn 3+ mudah direduksi oleh air.
        • - Ion Ti 3+ dan V 3+ teroksidasi oleh udara .
      • 4. Tingkat Oksidasi 4
      • - Beberapa contoh senyawaannya antara lain : TiO2, TiCl4, VCl4, VO2+(Vanadil) dapat berperilaku seperti M2+.
      • - Logam-logam dengan tingkat oksidasi 4 dapat membentuk senyawaan kompleks yang bersifat kation, netral dan anion tergantung ligannya.
      • - Diluar unsur Ti dan V, umumnya dikenal sebagai komplek fluoro, dan anion okso.
      • - Beberapa kompleks tetrahedral dapat dibentuk dengan ligan : OR, - NR2, - CR3, seperti : Cr(OCMe3)4
      • 5. Tingkat Oksidasi  5 , dikenal untuk unsur-unsur V, Cr, Mn, dan Fe dalam
      • kompleks flouro, amin okso, misal : CrF5, KmnO4, dan K2FeO4 dan s
      • s emuanya merupakan zat pengoksidasi yang kuat.
    • UNSUR-UNSUR TRANSISI PERIODE IV
    • Pengolahan dan Penggunaan Unsur Transisi Periode Keempat
      • Pada umumnya unsur-unsur transisi periode keempat di alam terdapat dalam bentuk senyawa oksida dan sulfida. Hanya unsur-unsur tertentu yang dapat diperoleh dalam keadaan bebas dan dalam bentuk senyawa.
    • Beberapa sifat logam transisi
    • 1. Skandium
      • Limpahan skandium di kulit bumi sekitar 0,0025%.
      • Secara ilmiah skandium terdapat sebagai mineral thortveitite (Sc 2 Si 2 O).
      • Salah satu manfaatnya digunakan pada lampu intensitas tinggi.
    •  
    • 2. Titanium
      • Kelimpahan titanium menempati urutan ke-9 terbanyak di kulit bumi, yaitu 0,6%.
      • Titanium banyak digunakan di industri pesawat terbang dan industri kimia.
      • Digunakan sebagai katalis pada industri plastik
      • Titanium dioksida (TiO 2 ) bersifat inert, putih cerah, tidak tembus cahaya, dan tidak berbau (nontosik).
      • Ada dua bentuk allotropik dan lima isotop dari titanium.
      • 45 Ti 8,0% (Titanium stabil dengan 24 neutron),
      • 47 Ti 7,3% (Ti stabil dengan 25 neutron),
      • 48 Ti 73,8% (Ti stabil 26 neutron),
      • 49 Ti 5,5% (Ti 27 neutron), dan
      • 50 Ti 5,4% (28 neutron).
      2. Titanium paling BANYAK terdapat di alam
      • Langkah awal produksi titanium dilakukan dengan mengubah biji rutil yang mengandung TiO 2 menjadi TiCl 4,
      • Kemudian TiCl 4 direduksi dengan magnesium pada temperatur tinggi yang bebas oksigen.
      • TiO 2 (s) + C (s) + 2 Cl 2 (g) -> TiCl 4 (g) + CO 2 (g)
      • TiCl 4 (g) + 2 Mg (s) Ti (s) + 2 MgCl 2 (g)
      2. Titanium 850° He
    • TITANIUM (Ti)
      • KELIMPAHAN :
      • 1. Ilmenite
      • 2. Rutil
      • BEBERAPA PROSES UNTUK M EMPEROLEH LOGAM TITANIUM :
      • 1. Proses Kroll
      • 2. Proses van Arkel de Boer
      • BEBERAPA SIFAT DARI LOGAM TITANIUM :
      • 1. Logamnya berstruktur heksagonal memiliki kemiripan sifat dengan logam
      • besi dan nikel.
      • 2. Keras, tahan panas (mp 1680 0 C, bp 3260 0 C)
      • 3. Penghantar panas dan listrik yang baik
      • 4. Tahan terhadap korosi, sehingga banyak digunakan untuk mesin turbin,
      • industri kimia, pesawat terbang, dan peralatan laut.
      • 5. Meskipun merupakan unsur yang tidak reaktip dapat bereaksi dengan
      • unsur-unsur non logam seperti : hidrogen (H 2 ), Halogen, oksigen, nitrogen,
      • karbon, boron, silikon dan sulfur pada temperatur tertentu.
      • SENYAWAAN TITANIUM (IV)
      • a. Halida,
      • - TiCl4 (larutan tidak berwarna) terhidrolisis oleh air (mp -230, bp 1360C)
      • TiCl4 + H2O TiO2 + 4HC l
      • - Ti Br4 tidak stabil
      • - TiI4 berbentuk kristal pada temperatur kama r
      • - T iF4 bubuk putih yang higroskopis
      • b. Titanium oksida dan kompleks oksida
      • - Titanium Oksida
      • - Kompleks Titanium
      • SENYAWAAN TITANIUM (III)
      • Senyawa Biner
      • Senyawa Halida
      • Senyawa Kompleks
      • TiCl 4
      • Titanium tetraklorida merupakan senyawa titanium terpenting, karena merupakan bahan baku untuk membuat senyawa titanium lainnya, serta memegang peranan penting pada metalurgi titanium dan digunakan dalam pembuatan katalis.
      • Pembuatan TiCl 4 umumnya berdasarkan reaksi antara rutil (TiO 2 ) dengan atom karbon (C) dan diklorin (Cl 2 ).
      • TiO 2 (s) + 2 C (s) + 2 Cl 2 (g) -> TiCl 4 (g) + 2 CO (g)
      2. Titanium
      • TiO 2
      • Senyawa titanium dioksida berwarna putih dan tidak larut dalam air, berindeks bias besar sehingga lebih cermelang dari intan, digunakan sebagai perhiasan karena lebih lunak dari intan. TiO 2 bersifat amfoter (dapat bereaksi dengan asam kuat dan basa kuat), tidak beracun, dan tidak tembus cahaya.
      • TiCl 4 (g) + O 2 (g) -> TiO 2 (s) + 2 Cl 2 (g)
      2. Titanium
      • Dalam industri, digunakan sebagai
      • pigmen pemutih,
      • bahan pemutih kertas,
      • kaca,
      • keramik, dan
      • kosmetik.
      2. Titanium
    • 3. Vanadium
      • Vanadium terdapat di alam sebagai vanadit 3Pb 3 (VO 4 ) 2.
      • PbCl 2 sebagai vanadium (V 2 O 5 ). Vanadium dipakai sebagai logam campur, misalnya alisai besi vanadium (ferovanadium) yang keras, kuat, dan tahan karat. Baja vanadium antara lain digunakan untuk membuat per mobil. Vanadium pentoksida (V 2 O 5 ) digunakan sebagai katalis pada pembuatan asam sulfat menurut proses kontak (lihat pembuatan belerang).
    • VANADIUM (V)
      • KELIMPAHAN :
      • 1. Patronite (kompleks sulfida)
      • 2. Vanadinite
      • 3. Carnotite
      • 4. Bijih Uranium
      • Beberapa sifat dari logam vanadium
      • Keras, tahan terhadap korosi
      • Pada keadaan massive tahan terhadap udara, air, basa, asam non oksidator.
      • Larut dalam asam nitrat dan aquaregia.
      • Pada kondisi temperatur terkontrol dapat bereaksi dengan oksigen (V2O5) dan nitrogen nitrida (VN)
      • SENYAWAAN VANADIUM
      • Senyawa Biner
      • Halida, halida dengan tingkat oksidasi +5 VF 5 (merupakan cairan tak berwarna (titik leleh 480C).
      • VCl 4 diperoleh dengan mereaksikan logam vanadium dengan gas klor (Cl 2 ), pada kondisi penyimpanan dapat kehilangan Cl.
      • VCl 4 (Merah) VCl 3 (ungu) VCl 2 (hijau pucat)
      • Vanadium Oksida (V2O5) diperoleh melalui penambahan H2SO4 encer dalam larutan amonium vanadat.
      • 2NH 4 VO 3 V 2 O 5 + 2 NH 3 + H 2 O
      • Vanadat dibuat dengan melarutkan vanadium pentoksida pada larutan NaOH
      • V 2 O 5 + NaOH VO 4 3- + Na +
      • Vanadium oxo halida :
      • Contoh : VOX 3 (X = F, Cl, Br), VO 2 F, VO 2 Cl, VOF 3 , dibuat dengan mereaksikan antara V2O5 dengan F2 pada temperatur tertentu.
      • Ion dioksovanadium dan vanadium kompleks .
      • Dibuat melalui pengasaman ion vanadat
      • VO 4 3- + H + VO 2+ , (VO 2 (H 2 O) 4 ] +
      • Pembuatan vanadium sebagian besar digunakan untuk pembuatan baja. Dalam penggunaannya vanadium dibentuk sebagai logam campuran besi. Ferovanadium mengandung 35% - 95% vanadium yang dihasilkan dengan mereduksi V 2 O 5 dengan pereduksi campuran silicon dan besi. Silikon dioksida (SiO 2 ) yang dihasilkan direaksikan dengan kalsium oksida (CaO) membentuk kerak CaSiO 3 (l) . Kemudian dipisahkan antara kerak dengan ferovanadium
      •   2 V 2 O 5 (s) + 5 Si (s) -> {4 V (s) + Fe (s) } + 5 SiO 2 (s)
      • Ferovanadium
      • SiO 2 (s) + CaO (s) -> CaSiO 3 (l)
      3. Vanadium
    •  
    • 4. Kromium
      • Walaupun kelimpahannya di kulit bumi hanya 0,0122%, namun kromium merupakan salah satu komponen paling penting dalam industri logam. Sumber kromium adalah tambang kromite [Fe(CrO 2 ) 2 ], yang dapat direduksi menghasilkan alloy Fe dan Cr yang disebut ferrokrom.
      • Logam kromium sangat keras, memiliki warna cemerlang, dan tahan terhadap korosi. Oleh karena sifat-sifat ini, kromium banyak digunakan sebagai plating logam-logam lainnya.
    • KROMIUM (Cr)
      • Kelimpahan unsur kromium didapat sebagai mineral Chromite (FeCr 2 O 4 )
      • Untuk memperoleh kromium murni dapat dilakukan dengan
      • Mineral Kromite direaksikan dengan basa dan oksigen untuk mengubah Cr(III) menjadi Cr(VI)
      • Reduksi Cr(VI) menjadi Cr(III) dengan karbon
      • Reduksi Cr(III) menjadi Cr(0) dengan aluminium
      • Beberapa sifat dari logam kromium :
      • Logam berwarna putih, keras (mp 19030C).
      • Tahan terhadap korosi (digunakan sebagai bahan pelapis melalui proses elektroplating).
      • Larut dalam asam-asam mineral (HCl, H2SO4)
      • Pada temperatur yang terkontrol kromium dapat bereaksi dengan unsur halogen, belerang, silikon, boron, nitrogen, karbon dan oksigen.
    • Senyawaan Kromium
      • 1. Halida
      • - Halida dari kromium (II) dapat dibuat dengan mereaksikan antara logam kromium dengan asam HF, HCl, HBr dan I2 pada temperatur 6000 – 7000C atau reduksi trihalida dengan H2 pada 500 – 6000C.
      • - Halida dari Cr(III) dapat dibuat dengan melalui :
      • a. Mereaksikan dengan SOCl2 pada hidrat klorida.
      • b. Sublimasi dengan gas klor pada 6000C.
      • 2. Oksida
      • - Oksida terpenting dari krom : Cr2O3, CrO2 dan CrO3.
      • - Cr2O3 dapat dibuat dengan membakar logam kromium dalam oksigen, dekomposisi termal dari Cr(IV) oksida.
      • - CrO2 dibuat melalui reduksi hidrotermal dari CrO3.
      • - CrO3 dibuat dengan jalan mereaksikan antara larutan asam dengan Na/K dikromat.
      • 3. Senyawa biner dari krom yang lain
      • Senyawaan sulfida Cr2S3.
    • 5. Mangan
      • Di alam mangan terdapat dalam bentuk senyawa, seperti batu kawi atau pirolusi (MnO 2 ), spat mangan (MnO 3 ), dan manganit (Mn 2 O 3 .H 2 O).
      • Mangan ternyata banyak digunakan pada produksi baja dan umumnya sebagai alloy mangan-besi atau ferromanganese. Mangan meningkatkan kekerasan baja yang dihasilkan. Baja yang mengandung kadar mangan tinggi bersifat sangat keras, kuat serta tahan gesekan. Baja jenis ini digunakan pada kontruksi rel kereta api, bulldozers, dan alat pengeras jalan.
    • MANGAN (Mn)
      • KELIMPAHAN, ISOLASI, DAN SIFAT-SIFAT UNSURNYA
      • Mangan relatip melimpah dialamsekitar 0,085%.
      • Diantara beberapa logam hanya besi yang kelimpahannya melebihi mangan terdapat dalam sejumlah deposit terutama dalam bentuk oksida, oksida hidrat, atau karbonat.
      • Mangan juga terdapat dalam nodule pada dasar laut pasifik bersama-sama dengan Ni, Cu, dan Co.
      • Logam Mn dapat diperoleh dari oksidanya dengan mereaksikan dengan menggunakan aluminium.
      • Penggunaan yang luas dari Mn adalah dalam ferromangan untuk baja.
      • Mangan memiliki kemiripan sifat kimia dan fisika dengan besi, dengan perbedaan utama dalam hal kekerasan dan lebih rapuh tetapi sedikit lebih tahan panas (mp 12470 C).
      • Mangan lebih elektropositip dan lebih mudah larut dalam larutan encer asam non oksidasi.
      • SENYAWAAN MANGAN ( II)
      • 1. SENYAWA BINER
      • - Mangan(II) oksida merupakan bubuk berwarna hijau gelap yang dibuat dari pemanggangan senyawa karbonat dalam hidrogen atau nitrogen atau dapat juga dibuat dari pemanasan MnCl2 pada 600 0 C.
      • - Mangan (II) sulfida senyawa berwarna merah muda kenuning-kuningan yang diperoleh melalui pengendapan dengan larutan sulfida basa
      • 2. GARAM DARI MANGAN(II) , Garam mangan (II) dapat dibentuk dengan hampir semua anion. Garam mangan(II) larut dalam air, walaupun phospat dan karbonat hanya sedikit larut. Hampir semua garam kristal berbentuk hidrat.
      • SIFAT KIMIA DARI MANGAN (III)
      • SENYAWA BINER . Oksida merupakan senyawa terpenting, mangan (III)oksida merupakan hasil
      • akhir dari oksidasi Mn atau MnO pada 470 – 6000C membentuk Mn2O3.
      • Mangan(III) flourida dibuat dengan flourinasi dari MnCl2 atau senyawa lain dan membentuk padatan merah anggur yang secara sertamerta terhidrolisis oleh air.
      • SIFAT KIMIA MANGAN (IV)
      • SENYAWA BINER. Senyawa biner terpenting mangan dioksida yang merupakan padatan berwarna abu-abu sampai hitam yang dialam terdapat sebagai bijih pyrolusite
      • TETRAFLOURIDA MnF4, didapat melalui interaksi langsung merupakan padatan biru yang tidak stabil secara lambat terdekomposisi menjadi MnF3 dan F2.
      • SIFAT KIMIA MANGAN (VI-VII)
      • Mangan (VI) yang dikenal sebagai ion manganat MnO42- yang berwarna hijau. Ion ini dibentuk pada oksidasi MnO2 dalam lelehan KOH dengan KNO3, udara atau zat pengoksidasi lain atau melalui penguapan KMnO4 dan larutan KOH
    • 6. Besi
      • Di alam besi terdapat dalam bentuk senyawa, antara lain sebagai hematit (Fe 2 O 3 ), magnetik (Fe 3 O 4 ), pirit (FeS 2 ), dan siderit (FeCO 3 ).Unsur ini merupakan bagian unsur keempat terbanyak dibumi.
    • BESI (Fe)
      • KELIMPAHAN :
      • Besi merupakan logam yang melimpah nomor dua (2) setelah logam aluminium dan merupakan
      • unsur melimpah nomor 4 penyusun kulit bumi. Bahkan inti bumi diyakini mayoritas unsu r p enyusunnya
      • adalah bes i dan nikel.
      • Mineral sumber utama besi (Fe) :
      • 1. Hematite
      • 2. Magnetit (Fe 3 O 4 )
      • 3. Limonit (FeO(OH))
      • 4. Siderit (FeCO 3 )
      • Beberapa metode untuk memperoleh logam besi murni antara lain :
      • 1. Reduksi besi oksida dengan hidrogen
      • Didapat dari dekomposisi termal dari besi (II) oksalat, karbonat dan nitrat
      • 2. Elektrodeposisi dari larutan garam besi
      • 3. Dekomposisi termal dari besi karbonil
      • BEBERAPA SIFAT DARI LOGAM BESI
      • Merupakan logam berwarna putih mengkilap (mp 1528 0 C)
      • Tidak terlalu keras dan agak reaktip, mudah teroksidasi
      • Mudah bereaksi dengan unsur-unsur non logam seperti : halogen, sulfur, pospor, boron, karbon dan silikon.
      • Kelarutan : larut dalam asam-asam mineral encer.
    • SENYAWAAN BESI
      • Besi hidroksida dan Oksida
      • 1. Besi hidroksida dibuat dengan menambahkan larutan hidroksida kedalam larutan
      • besi (II).
      • 2. Besi(II)oksida diperoleh melalui proses dekomposisi termal besi(II) oksalat pada
      • kondisi vakum.
      • 3. Besi (III) oksida [FeO(OH)] dapat dibuat dengan cara :
      • - Hidrolisis larutan besi(III) klorida pada temperatur tertentu.
      • - Oksidasi dari besi(II) hidroksida.
      • 4. Fe 2 O 3 dibuat dengan memanaskan Besi (III) oksida pada temperatur 200 0 C.
      • 5. Fe 3 O 4 dibuat dengan memanaskan Fe2O3 pada temperatur 1400 0 C
      • Halida , umumnya hanya berasal dari besi(II) dan besi (III )
      • - Halida dari besi tiga dapat dibuat dengan mereaksikan antara unsur halogen
      • dengan logam besi.
      • - FeI dan FeBr dibuat dengan mereaksikan langsung antar unsur-unsurnya.
      • - FeF2 dan FeCl2 direaksikan dengan HF dan HCl untuk memperoleh trihalida
      • yang selanjutnya direduksi dengan hidrogen melalui proses pemanasan.
    • 7. Kobalt
      • Di alam, Kobalt terdapat dalam bentuk senyawa seperti kobalt glans (CoAsS), lemacitte (Co 2 S 4 ), dan smaltit (CoAs 2 ).Sepertu nikel, kobalt digunakan untuk membuat aliasi (paduan) logam. Besi yang dicampur dengan kobalt mempunyai sifat tahan karat.
    • KOBAL (Co)
      • KELIMPAHAN :
      • Unsur kobal dialam selalu didapatkan bergabung dengan nikel dan biasanya juga dengan arsenik. Mineral kobal terpenting antara lain Smaltite (CoAs2) dan kobaltite (CoAsS). Sumber utama kobal disebut “Speisses” yang merupakan sisa dalam peleburan bijih arsen dari Ni, Cu, dan Pb.
      • SENYAWAAN KOBAL
      • 1. OKSIDA. Kobal (II) oksida merupakan senyawa berwarna hijau dibuat melalui pemanasan logam, kobal karbonat, atau nitrat pada suhu 1100 0 C
      • 2. HALIDA . Halida anhidrat CoX 2 dapat dibuat dengan dehidrasi dari hidrat halida dan untuk CoF 2 dibuat dengan mereaksikan antara HF dengan CoCl 2
      • 3. SULFIDA . Dibentuk dari larutan Co 2+ yang direaksikan dengan H2S membentuk endapan CoS berwarna hitam.
      • 4. GARAM. Bentuk garam kobal(II) yang paling sederhana dan merupakan garam hidrat. Semua garam hidrat kobal berwarna merah atau pink dari ion [Co(H2O)6]2+ yang merupakan ions terkoordinasi oktahedral.
      • 5. KOMPLEKS-KOMPLEKS DARI KOBAL(II) , Ion akuo (Co(H 2 O) 6 ] merupakan kompleks kobal(II) paling sederhana.
    • 8. Nikel
      • Di alam nikel terdapat dalam bentuk senyawa, misalnya pentlandite (FeS.NiS). Deposit nikel banyak terdapat di Kanada. Nikel merupakan logam putih mengkilat seperti perak dan dapat dijadikan sebagai penghantar panas dan listrik yang baik.
    • NIKEL (Ni)
      • KELIMPAHAN :
      • 1. Smaltite [Fe,Co,Ni]As
      • 2. Nikolit [NiAs]
      • 3. Pentlandite [Ni,Co,Fe]S
      • 4. Garnierite [Ni,Mg]SiO3xH 2 O
      • SIFAT Ni :
      • 1. logam putih mengkilap
      • 2. pada t kamar tidak bereaksi dengan udara dan air
      • 3. larut dalam HNO3 encer
      • 4. mp 14500C , bp 28000C
      • 5. bereaksi dengan H2S menghasilkan endapan hitam
      • 6 . dalam larutan akuatik
      • SENYAWAAN NIKEL (Ni)
      • 1. Hidroksida [Ni(OH) 2 ]
      • 2. Klorida [NiCl 2 ]
      • 3. Sulfat [NiSO 4 .7H 2 O]
      • 4. Senyawa Kompleks
    •  
    • 9. Tembaga
      • Tembaga merupakan penghantar panas dan listrik yang sangat baik. Oleh karena itu, tembaga banyak digunakan untuk alat-alat elektronik. Tembaga terdapat di alam dalam keadaan bebas dan juga dalam bentuk senyawa.
    • TEMBAGA (Cu)
      • KELIMPAHAN :
      • - Tembaga tersebar luas dialam sebagai logam, dalam bentuk sulfida, arsenida, klorida dan karbonat.
      • - Mineral yang paling umum adalah Chalcopyrite (CuFeS2).
      • - Tembaga dapat diisolasi dari mineralnya melalui pemanggangan dan peleburan oksidatip, pencucian dengan bantuan mikroba yang diikuti oleh elektrodeposisi dari larutan sulfat.
      • - Tembaga banyak digunakan dalam aliansi seperti kuningan dan bahan campuran emas.
      • SENYAWAAN TEMBAGA (I)
      • - SENYAWAAN BINER TEMBAGA (I). Oksida dan sulfida lebih stabil daripada senyawa Cu ( II ) pada temperatur tinggi
      • - KOMPLEK TEMBAGA(I). Jenis kompleks tembaga(I) yang paling umum adalah kompleks yang dibentuk dari ligan halida atau amina dan mempunyai struktur tetrahedral.
      • SENYAWAAN KIMIAWI TEMBAGA (II)
      • SENYAWA BINER. Tembaga oksida CuO merupakan kristal hitam yang diperoleh melalui pirolisis dari garam nitrat atau garam-garam okso yang lain. CuO terdekomposisi pada suhu diatas 8000C menjadi Cu 2 O
      • HALIDA . CuF 2 tidak berwarna dengan struktur rutil terdistorsi CuCl 2 berwarna kuning, dan CuBr 2 berwarna hitam
      • KIMIAWI ION AKUO DAN LARUTAN AKUO . Pelarutan tembaga, hidroksida, karbonat, dan senyawa-senyawa Cu(II) dalam asam akan membentuk ion akuo yang berwarna hijau kebiruan [Cu(H 2 O) 6 ] 2+ .
    • 9. Tembaga
      • Seng adalah unsur kimiadengan lambang kimia Zn , nomor atom 30, dan massa atom relatif 65,39. Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik. Beberapa aspek kimiawi seng mirip dengan magnesium. Hal ini dikarenakan ion kedua unsur ini berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki keadaan oksida +2. Seng merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan memiliki lima isotop stabil. Bijih seng yang paling banyak ditambang adalah slaferit (seng sulfida).
      • Pada abad 12, di India diproduksi logam zink dengan membakar material organik dengan smithsonite (ZnCO 3 , zink karbonat). Zink telah digunakan sejak dahulu kala sebelum dikenal sebagai zink.
      10. Zink Zink berwarna biru-abu-abu, unsur logam, dengan nomor atom 30. Pada suhu ruangan, berbentuk rapuh dan menjadi lunak pada suhu 100ºC. Maksud dari lunak, yakni dapat ditekuk atau dibentuk tanpa menghancurkannya. Zink termasuk konduktor, tahan korosi udara maupun air. Hal ini disebabkan zink di udara lembab membentuk zink karbonat basa, Zn 2 (OH) 2 CO 3 yang merupakan lapisan tipis di permukaan logam zink. Sehingga biasa digunakan sebagai pelindung produk dari bahan besi. 2 Zn (s) + CO 2 (g) + O 2 (g) + H 2 O (l) -> Zn 2 (OH) 2 CO 3 (s)
    •  
    •  
      • Berasal dari bahasa latin Argentum. Dalam tabel periodik, perak (Ag) terdapat dalam golongan 1B dan periode kelima. Memiliki nomor atom 47 dan masa atom relatif 108. Perak terdapat di mineral dan dalam bentuk bebas.
      • Ditemukan bergabung dengan emas dalam bentuk aloi, yang dikenal dengan electrum. Perak yang membentuk aloi (paduan logam) dengan merkuri, disebut amalgam . Argentum juga termasuk logam mulia (logam tahan korosi) seperti emas dan platina.
      • Memiliki sifat konduktivitas (daya hantar listrik) yang lebih baik dibanding logam lain, lunak, mengkilap, tidak aktif, tidak larut dalam asam encer dan alkali (kecuali dalam asam oksidator, H 2 SO 4 pekat), serta tidak bereaksi dengan oksigen dan udara pada temperatur biasa.
      • Di alam, ditemukan dalam bijih serargirit (AgCl) dan argentite (Ag 2 S). Adanya sulfur dan sulfida dapat memudarkan perak karena terbentuknya AgS pada permukaan logam.
      • 2 Ag (s) + H 2 S (g) -> Ag 2 S (s) + H 2 (g)
    •