Actuating

2,754 views

Published on

Materi Untuk Administrasi Kebijakan Kesehatan

Published in: Education, Technology, Business
2 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,754
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
122
Actions
Shares
0
Downloads
112
Comments
2
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • According to Abraham Maslow, within every human being, the following hierarchy of needs exists. The first three are deficiency needs because they must be satisfied if the individual is to be healthy and secure. The last two are growth needs because they are related to the development and achievement of one’s potential. As each of these needs becomes substantially satisfied, the next higher need becomes dominant. 1. Physiological. Hunger, thirst, shelter, sex, and other survival needs. 2. Safety. Security, stability, and protection from physical or emotional harm. 3. Social. Social interaction, affection, companionship, and friendship. 4. Esteem. Self-respect, autonomy, achievement, status, recognition, and attention. 5. Self-actualization. Growth, self-fulfillment, and achieving one’s potential.
  • Actuating

    1. 1. A C T U A T I N G SRI SUMARNI K11111262 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin
    2. 2. <ul><li>Actuating adalah membuat semua anggota kelompok agar mau berkerjasama dan bekerja secara iklas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanan dan usaha-usaha pengorganisasian . (G. R. Terry, 1993) </li></ul><ul><li>Actuating adalah hubungan antara aspek-aspek individual yang ditimbulkan oleh adanya pengaturan terhadap bawahan-bawahan untuk dapat dipahami dan pembagian pekerjaan yang efektif untuk tujuan perusahaan yang nyata. (Koontz O’donnel). </li></ul>
    3. 3. <ul><li>Jadi , Pengarahan adalah hubungan antara aspek-aspek individual yang ditimbulkan oleh adanya pengaturan terhadap bawahan-bawahan untuk dapat dipahami dan pembagian pekerjaan yang efektif untuk tujuan perusahaan yang nyata. </li></ul>
    4. 4. <ul><li>Kepemimpinan </li></ul><ul><li>Motivasi </li></ul><ul><li>Komunikasi </li></ul>
    5. 5. <ul><li>Kepemimpinan adalah hubungan yang tercipta dari adanya pengaruh yang dimiliki oleh seseorang terhadap orang lain sehingga orang lain tersebut secara sukarela mau dan bersedia bekerjasma untuk mencapai tujuan yang diinginkan.(Terry, 1993) </li></ul><ul><li>Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi prilaku orang lain untuk berpikir dan berprilaku dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan organisasi didalam situasi tertentu. </li></ul>
    6. 6. <ul><li>Penengah : berfungsi untuk mengambil keputusan </li></ul><ul><li>Penganjur : Menuangkan ide atau gagasan </li></ul><ul><li>Pemenuhan tujuan : Menggerakkan anggota untuk mau bekerja secara bersama-sama </li></ul><ul><li>Katalisator : penggerak para bawahannya </li></ul><ul><li>Pemberi jaminan : mengatasi masalah yang muncul </li></ul><ul><li>Mewakili : wakil dari suatu organisasi </li></ul><ul><li>Pembangkit semangat </li></ul><ul><li>Pemujian : Penghargaan dari orang lain, pimpinan dapat memenuhi kepentingan ini untuk bawahan </li></ul>
    7. 7. <ul><li>Teori Bakat </li></ul><ul><li>Merupakan teori klasik. Adanya bakat yang dibawa sejak lahir </li></ul><ul><li>Teori Situasi </li></ul><ul><li>Terbentuk oleh adanya suatu situasi. Seseorang dapat menjadi pemimpin apabila ia mempunyai pendidikan dan pengalaman </li></ul><ul><li>Teori Lingkungan </li></ul><ul><li>Karena ada bakat dalam diri seseorang dan ditunjang oleh adanya pendidikan dan pengalaman. </li></ul>
    8. 8. <ul><li>Teori X </li></ul><ul><li>Rata-rata Karyawan malas tidak suka bekerja </li></ul><ul><li>Umumnya karyawan tidak berambisi dan menghindari taggungjawab </li></ul><ul><li>Karyawan lebih suka dibimbing, diperintah dan diawasi </li></ul><ul><li>Teori Y </li></ul><ul><li>Rata-rata karyawan rajin </li></ul><ul><li>Karyawan dapat memikul tanggungjawab dan berambisi untuk maju </li></ul><ul><li>Karyawan berusaha untuk mengembangkan dirinya untuk mencapai tujuan. </li></ul>Tipe X karyawan harus dikendalikan, dipaksa, dan diarahkan. Tipe kempemimpinan adalah otoriter, falasafah : “bawahan Untuk Pemimpin” Tipe Y adalah tipe kepemimpinan yang demokratis, dengan falsafah “ Pemimpin untuk bawahannya”
    9. 9. <ul><li>Kepemimipinan Otokratis </li></ul><ul><li>Semua keputusan tergantung pada seseorang </li></ul><ul><li>Kepemimpinan Demokratis </li></ul><ul><li>Melibatkan para anggota untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan </li></ul><ul><li>Kepemimpinan Liberal </li></ul><ul><li>Para anggota memiliki kebebasan penuh dalam pengambilan keputusan. Pemimpin berpartisipasi minimum. </li></ul>
    10. 10. Merupakan dorongan yang dimiliki oleh seseorang sehingga orang tersebut mau bekerja dengan ikhlas demi tercapainya tujuan secara efisien.
    11. 11. <ul><li>Self </li></ul><ul><li>Esteem </li></ul><ul><li>Social </li></ul><ul><li>Safety </li></ul><ul><li>Basic/Physiological </li></ul>Prentice Hall, 2001 Chapter 6 Maslow’s Hierarchy of Needs
    12. 12. <ul><li>1. Self Actualization Needs </li></ul><ul><li>kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunakan kecakapan, kemampuan, keterampilan dan potensi diri yang ada </li></ul><ul><li>2. Esteem Needs </li></ul><ul><li>Kebutuhan akan penghargaan diri, status, gengsi, prestise. </li></ul><ul><li>3. Kebutuhan akan teman, dicintai dan mencintai , kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain dan lingkungannya </li></ul><ul><li>4. Safety Needs </li></ul><ul><li>Kebutuhan akan keamanan dari ancaman,baik fisik maupun materi. </li></ul><ul><li>5. Basic Needs </li></ul><ul><li>Kebutuhan yang diperlukan untuk kelangsungan hidupnya, seperti makan, minum, udara, perumahan, dan lain-lain. </li></ul>
    13. 13. <ul><li>Pemuas (Motivator) </li></ul><ul><li>Menghasilkan prestasi kerja meliputi rasa tanggungjawab, prestasi adanya pengakuan, pekerjaan itu sendiri serta adanya pengembangan diri. </li></ul><ul><li>Hygiene </li></ul><ul><li>Ketidakpuasan pekerja. Membantu manusia dalam menghindarkan keadaan yang tidak menyenangkan. Seperti gaji/upah, kondisi kerja, kebijaksanaan dan administrasi perusahaan, hubungan antar pribadi. </li></ul>
    14. 14. <ul><li>Maslow mengemukakan bahwa kebutuhan-kebutuhan manusia itu sendiri terdiri dari lima tingkat sedangkan Herzberg mengelompokkannya kedalam dua kelompok. </li></ul><ul><li>Menurut Maslow semua tingkat kebutuhan itu merupakan alat motivator, sedang herzberg (gaji, upah dan sejenisnya) bukan alat motivasi, hanya merupakan alat pemeliharaan saja. Yang menjadi motivator adalah yang berkaitan langsung dengan pekerjaan itu. </li></ul><ul><li>Teori maslow dikembangkan hanya berdasarkan pengamatan sedangkan Herzberg berdasarkan hasil penelitiannya. </li></ul>
    15. 15. <ul><li>PENGERTIAN </li></ul><ul><li>Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan oleh keduanya. Webster’s New Collegiate Dictionary edisi tahun 1977 antara lain menjelaskan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku. </li></ul><ul><li>Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak). Hovland, Janis & Kelley:1953 </li></ul>
    16. 16. <ul><li>Komunikator (siapa yang mengatakan?) </li></ul><ul><li>Pesan (mengatakan apa?) </li></ul><ul><li>Media (melalui saluran/ channe l/media apa?) </li></ul><ul><li>Komunikan (kepada siapa?) </li></ul><ul><li>Efek (dengan dampak/efek apa?). </li></ul>
    17. 17. <ul><li>Proses komunikasi secara primer </li></ul><ul><li>Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang ( symbol ) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (kial/ gesture , isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan. </li></ul><ul><li>Proses komunikasi sekunder </li></ul><ul><li>Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. </li></ul><ul><li>  </li></ul>

    ×