Pengembangan Konsep Tunanetra

572 views
482 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
572
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengembangan Konsep Tunanetra

  1. 1. PENGEMBANGAN KONSEPPENGEMBANGAN KONSEPBAGI TUNANETRABAGI TUNANETRAAHMAD NAWAWIAHMAD NAWAWIJURUSAN PKh FIP UPIJURUSAN PKh FIP UPIBANDUNGBANDUNG
  2. 2. PENGEMBANGAN KONSEPPENGEMBANGAN KONSEPBAGI TUNANETRABAGI TUNANETRA
  3. 3. PENGEMBANGAN KONSEPPENGEMBANGAN KONSEPBAGI TUNANETRABAGI TUNANETRAAPAKAH KONSEP?APAKAH KONSEP?
  4. 4. KETUNANETRAANKETUNANETRAANLANGSUNGLANGSUNGTAK LANGSUNGTAK LANGSUNG
  5. 5. AKIBAT LANGSUNGAKIBAT LANGSUNG3 keterbatasan:3 keterbatasan:Aneka ragam pengalamanAneka ragam pengalamanInteraksi dg lingkunganInteraksi dg lingkunganBerpindah tempatBerpindah tempat
  6. 6. Akibat tak langsungAkibat tak langsungSIKAP LINGKUNGANSIKAP LINGKUNGAN
  7. 7. INFORMASIINFORMASI83% melalui mata83% melalui mata11% melalui pendengaran11% melalui pendengaran3,5% melalui penCiuman3,5% melalui penCiuman1,5% melalui perabaa1,5% melalui perabaann
  8. 8. APAKAH KONSEP?APAKAH KONSEP?
  9. 9. APAKAH KONSEP?APAKAH KONSEP?GAMBARAN MENTAL TENTANG SESUATUGAMBARAN MENTAL TENTANG SESUATUYANG DIBANGUN MELALUI INDERAYANG DIBANGUN MELALUI INDERAKonsep adalah simbol atau istilah yangmenggambarkan suatu obyek, ke­jadian, ataukeadaan tertentu.Pengalaman­pengalaman yg diorganisasikanPengalaman­pengalaman yg diorganisasikanmenjadi kategori, jaringan hubungan intelektualmenjadi kategori, jaringan hubungan intelektualyg luas yg dihasilkan oleh pengkategorianyg luas yg dihasilkan oleh pengkategorian
  10. 10. Tahapan membangun konsepTahapan membangun konsep1. KONKRITKONKRIT → OBYEK MEMPUNYAI BENTUK &→ OBYEK MEMPUNYAI BENTUK &WUJUDWUJUD2.2. FUNGSIONALFUNGSIONAL → FUNGSI SUATU OBYEK→ FUNGSI SUATU OBYEK3.3. ABSTRAKSIABSTRAKSI → GAMBARAN MENTAL TENTANG→ GAMBARAN MENTAL TENTANGSIFAT DAN CIRI UTAMA OBYEKSIFAT DAN CIRI UTAMA OBYEK
  11. 11. Bagaimana membentuk konsep?Untuk membentuk suatukonsep diperlukan informasisensoris (sensoryinformation) dari indera untukdiolah dan disimpan dalamotak.
  12. 12. KATEGORI KONSEPKesadaran tubuh (body awareness)Kesadaran lingkungan (enviromentalawareness)Kesadaran karakteristik obyek(awareness of object characteristics)Kesadaran waktu (time awareness)Kesadaran ruang (spatial awareness)
  13. 13. KATEGORI KONSEPAksi (actions)Kualitas (quality)Kesadaran simbol (symbolawareness)Kesadaran emosi dan sosial(emotional and social awareness)Proses berfikir (reasoning)(Hall, 1982)
  14. 14. KONSEP DASARKONSEP DASARKESAN UTAMA TUNANETRA DLM MEMAHAMI LINGKUNGANKESAN UTAMA TUNANETRA DLM MEMAHAMI LINGKUNGANMELALUI INDERA YG MASIH BERFUNGSIMELALUI INDERA YG MASIH BERFUNGSIKEMUDAHAN DLM MENGENAL, MENJELASKAN, MEMBERI NAMA,KEMUDAHAN DLM MENGENAL, MENJELASKAN, MEMBERI NAMA,MENGELOMPOKKAN, MEMILIH, MENYUSUN, MENIRU,MENGELOMPOKKAN, MEMILIH, MENYUSUN, MENIRU,MEMPOLA DAN MEMBEDAKAN.MEMPOLA DAN MEMBEDAKAN.
  15. 15. GOLONGAN KONSEPGOLONGAN KONSEPNOMINALNOMINALNAMA & GAMBARAN SUATU OBYEK, SPT. :NAMA & GAMBARAN SUATU OBYEK, SPT. :MEJA, KURSI,MEJA, KURSI,DORONG, NAIK, DLL.DORONG, NAIK, DLL.
  16. 16. GOLONGAN KONSEPGOLONGAN KONSEPKUANTITATIFKUANTITATIFUKURAN, SPT.:UKURAN, SPT.:meter, cm, kg, ons, dll.meter, cm, kg, ons, dll.
  17. 17. GOLONGAN KONSEPKUALITATIFKUALITATIFKUALITAS SUATU OBYEK, SPT.KUALITAS SUATU OBYEK, SPT.PANAS, DINGIN, LEMBUT, KERAS,PANAS, DINGIN, LEMBUT, KERAS,BULAT, SEGI EMPAT, LURUS, DLL.BULAT, SEGI EMPAT, LURUS, DLL.
  18. 18. GOLONGAN KONSEPGOLONGAN KONSEPDIREKSIONALDIREKSIONALBERHUBUNGAN DG ARAH DAN POSISI, SPT. :BERHUBUNGAN DG ARAH DAN POSISI, SPT. :UTARA, SELATAN, ATAS, BAWAH, MAJU, MUNDUR,UTARA, SELATAN, ATAS, BAWAH, MAJU, MUNDUR,KIRI, KANAN, DLL.KIRI, KANAN, DLL.
  19. 19. GOLONGAN KONSEPKOMPARATIF &KOMPARATIF &SUPERLATIFSUPERLATIFMEMBANDINGKAN, SPT.MEMBANDINGKAN, SPT.LEBIH PANJANG, LEBIH PENDEK, LEBIH BERAT,LEBIH PANJANG, LEBIH PENDEK, LEBIH BERAT,LEBIH BESAR, LEBIH KECIL, DLL.LEBIH BESAR, LEBIH KECIL, DLL.
  20. 20. MACAM-MACAM KONSEPMACAM-MACAM KONSEPKONSEP DASARKONSEP DASARUKURANUKURANBENTUK, PERMUKAAN, WARNABENTUK, PERMUKAAN, WARNABERAT, LOKASI, KEGUNAANBERAT, LOKASI, KEGUNAANPOSISI, GERAKAN, WAKTUPOSISI, GERAKAN, WAKTUSUARA, rSUARA, rasa, basa, b a ua u
  21. 21. KONSEP UKURANKONSEP UKURANSENTIMETER, METER, KILO, INCI,SENTIMETER, METER, KILO, INCI,BESAR, KECIL, LEBIH BESAR, LEBIH KECIL,BESAR, KECIL, LEBIH BESAR, LEBIH KECIL,PANJANG, PENDEK, LEBIH PANJANG,PANJANG, PENDEK, LEBIH PANJANG,LEBIH PENDEK, JAUH DEKAT, DSB.LEBIH PENDEK, JAUH DEKAT, DSB.
  22. 22. KONSEP BENTUKKONSEP BENTUKSEGI EMPAT, SEGI TIGA, BULAT, OVAL,SEGI EMPAT, SEGI TIGA, BULAT, OVAL,TIDAK BERATURAN, DSB.TIDAK BERATURAN, DSB.
  23. 23. KONSEP TEXTUREKONSEP TEXTUREPERMUKAANPERMUKAANKASAR, HALUS, LEMBUT, KERAS, KERING, BASAH,KASAR, HALUS, LEMBUT, KERAS, KERING, BASAH,HANGAT, DINGIN, PANAS, DSB.HANGAT, DINGIN, PANAS, DSB.
  24. 24. KONSEP WARNAKONSEP WARNAJENIS WARNA, CORAK, MEWARNAI,JENIS WARNA, CORAK, MEWARNAI,WARNA MENYALA, WARNA TIDAK MENGKILAP,WARNA MENYALA, WARNA TIDAK MENGKILAP,WARNA MENGKILAP, WARNA TERANG, WARNA GELAP,WARNA MENGKILAP, WARNA TERANG, WARNA GELAP,WARNA PRIMER,WARNA PRIMER,WARNA SEKUNDER,WARNA SEKUNDER,WARNA TERTIER, DSB.WARNA TERTIER, DSB.
  25. 25. KONSEP BERATKONSEP BERATBERAT, RINGAN, SEDANG,BERAT, RINGAN, SEDANG,KILO, GRAM, ONS,KILO, GRAM, ONS,TON, KUINTAL, LITER, DLL.TON, KUINTAL, LITER, DLL.
  26. 26. KONSEP LOKASIKONSEP LOKASIGAMBARAN TTG SUATU TEMPATGAMBARAN TTG SUATU TEMPATKOMPOR, KETEL, PIRING, PANIC, WAJAN, DSB.KOMPOR, KETEL, PIRING, PANIC, WAJAN, DSB.TEMPATNYA DITEMPATNYA DI DAPUR.DAPUR.BGM DG.: RUANG TAMU, RUANG KELUARGA,BGM DG.: RUANG TAMU, RUANG KELUARGA,KAMAR TIDUR, KAMAR MANDI,KAMAR TIDUR, KAMAR MANDI,PASAR, KANTOR POS, TERMINAL, PANTI, DLPASAR, KANTOR POS, TERMINAL, PANTI, DLL.L.
  27. 27. KONSEP KEGUNAANKONSEP KEGUNAANFUNGSI DARI SUATU BENDAFUNGSI DARI SUATU BENDAPISAU UNTUK MEMOTONG,PISAU UNTUK MEMOTONG,KOMPOR UNTUK MEMASAK,KOMPOR UNTUK MEMASAK,MOBIL ALAT TRANSPORTASI, DLL.MOBIL ALAT TRANSPORTASI, DLL.
  28. 28. KONSEP POSISIKONSEP POSISIKEDUDUKAN/LETAK SUATU BENDAKEDUDUKAN/LETAK SUATU BENDADI ATAS-DIBAWAH, DI KIRI-DI KANAN,DI ATAS-DIBAWAH, DI KIRI-DI KANAN,DI MUKA-DI BELAKANG, DI TENGAH-DI PINGGIR,DI MUKA-DI BELAKANG, DI TENGAH-DI PINGGIR,TERLENTANG-TENGKURAP, HORIZONTAL-VERTIKAL,TERLENTANG-TENGKURAP, HORIZONTAL-VERTIKAL,DIAGONAL-SEJAJAR, DI BARAT-DI TIMUR,DIAGONAL-SEJAJAR, DI BARAT-DI TIMUR,DI UTARA-DI SELATAN, DLL.DI UTARA-DI SELATAN, DLL.
  29. 29. KONSEP GERAKANKONSEP GERAKANPERPINDAHAN DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAINPERPINDAHAN DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAINDIAM-BERGERAK, CEPAT-LAMBAT,DIAM-BERGERAK, CEPAT-LAMBAT,LEBIH CEPAT-LEBIH LAMBAT,LEBIH CEPAT-LEBIH LAMBAT,DAPAT BERGERAK, SEDANG BERGERAK-DIAM,DAPAT BERGERAK, SEDANG BERGERAK-DIAM,BERLARI-BERJALAN, DLL.BERLARI-BERJALAN, DLL.
  30. 30. KONSEP WAKTU-JARAKKONSEP WAKTU-JARAK100 M DAPAT DITEMPUH100 M DAPAT DITEMPUHDALAM BERAPA MENIT,DALAM BERAPA MENIT,1 KM BERAPA MENIT, DST.1 KM BERAPA MENIT, DST.
  31. 31. KONSEP SUARAKONSEP SUARASUMBER SUARASUMBER SUARAMANUSIA, HEWAN, BENDA ALAMMANUSIA, HEWAN, BENDA ALAMTEKANAN SUARA:TEKANAN SUARA:KERAS-LEMBUT, TINGGI-RENDAH,KERAS-LEMBUT, TINGGI-RENDAH,SERAK-MELENGKING, GEMURUH-BERISIK, DSB.SERAK-MELENGKING, GEMURUH-BERISIK, DSB.
  32. 32. KONSEP RASAKONSEP RASAMANIS-PAHIT, ASIN-TAWAR,MANIS-PAHIT, ASIN-TAWAR,PEDAS-GURIH, KECUT-SEPET, DLL.PEDAS-GURIH, KECUT-SEPET, DLL.
  33. 33. KONSEP BAUKONSEP BAUMACAM-MACAM BAU,MACAM-MACAM BAU,BAU HUBUNGANNYA DENGAN LOKASIBAU HUBUNGANNYA DENGAN LOKASIBAU MASAKAN DI DAPUR,BAU MASAKAN DI DAPUR,BAU SAMPAH DI TEMPAT SAMPAH, DLLBAU SAMPAH DI TEMPAT SAMPAH, DLL
  34. 34. KEMAMPUAN TUNANETRAKEMAMPUAN TUNANETRADALAM PEMAHAMAN KONSEPDALAM PEMAHAMAN KONSEPIDENTIFY (MENGENAL)IDENTIFY (MENGENAL)DISCRIBE (MENJELASKAN)DISCRIBE (MENJELASKAN)LABELING (MEMBERI NAMA)LABELING (MEMBERI NAMA)GROUPING (MENGELOMPOKKAN)GROUPING (MENGELOMPOKKAN)SOURTING (MEMILIH)SOURTING (MEMILIH)
  35. 35. KEMAMPUAN TUNANETRAKEMAMPUAN TUNANETRADALAM PEMAHAMAN KONSEPDALAM PEMAHAMAN KONSEPORDERING (MENYUSUN)ORDERING (MENYUSUN)COPYING (MENGKOPI)COPYING (MENGKOPI)PATERNING (MEMPOLA)PATERNING (MEMPOLA)CONTRASING (MEMBEDAKAN)CONTRASING (MEMBEDAKAN)
  36. 36. Bagaimana orang awasmengembangkan KONSEP?1. Mempelajari adanya benda, yang bersifat tetap,berbeda satu sama lain.2. Mengenal dan memberi nama3. Mulai mengenal sifat benda di sampingkeseluruhan benda.4. Melakukan abstraksi pada unsur yang samasehingga: membuat batasan untuk satu kelompokbenda dan menggunakan simbul untuk mewakiligeneralisasi yang diperoleh.
  37. 37. TAHAP BELAJAR KONSEP1. Tahap kongkrit: sifat khusus bendadianggap isi.2. Tahap fungsional: Apa yang dilakukanbenda, dan apa yang dilakukan manusiadengan objek dianggap isi.3. Tahap Abstraksi: ikhtisar dari semuasifat utama objek itu.
  38. 38. Pengembangan konsep anaktunanetra1. Mereka tidak dapat mengenal objek secarakeseluruhan, dan harus membentuk keseluruhanobjek melalui bagian-bagiannya.2. Manipulasi rabaan pada objek terbatas, tidakmungkin untuk mengamati kedalaman, susunandan keseluruhan ciri utama objek.3. Di luar jangkauan fisiknya objek menjasi tidakberarti.4. Suara yang tidak berhubungan dengan yang berartidan dimengerti maka akan berlalu tanpa kesan.
  39. 39. lanjutan5. Tunanetra memerlukan waktu yang lebih dibandinganak awas.6. Tunanetra dalam mempelajari konsep mengalamikesulitan untuk masuk ketahap abstraksi.7. Efektifitas perabaan hanya terjadi pada tahap kongkritdan fungsional.8. Mereka yang dewsa dan anak-anak seringmenggunakan perkataan yang sama tapi maksut yangberbeda.9. Anak lebih terkesan pada bentuk luar yang kongkrit daripada sifat esensial.
  40. 40. Lanjutan…9. Mengajarkan konsep tidak dapat hanya dengan perkataan,tapi harus dengan aktivitas.10. Metodik khusus agar terbentuk konsep maka guru harus:Kongkrit, memadukan, dan melakukan.11. Dengan mendengarkan, membaca anak sering dapatmendeskripsikan dengan baik sesuatu, tapi tidak memilikipengertian.12. Dalam menjelaskan menggunakan istilah anak awas, tapisering tidak ada arti bagi tunanetra.13. Bahan rabaan yang rumit dapat membingungkan anak.
  41. 41. Lanjutan14. Mengajarlah pada saat anak sedang terbuka untukbelajar. (masa peka)15. Berikesempatan anak mengambil inisiatif dalamaktivitas belajar, cara otoriter membuat anakkurang bertanya.16. Agar tidak membingungkan, harus konsisten.semua orang yang terlibat dalam pendidikan harusmenggunakan istilah yang sama.
  42. 42. Konsep yang dibutuhkantunanetra1. Konsep tubuh/citra tubuha. Nama bagian tubuhb. Letaknyac. Gerakannyad. Fungsinyae. Hubungan antar bagian tubuhf. Hub. Bagian tubuh dengan bagian tubuh orang lain.g. Benda yang biasa dipakai bagian tubuh.
  43. 43. Untuk melihat tentang konsep tubuh/Citratubuk Anak TunanetraDapat diobsevasi:1. Postur (sikap tubuh)2. Gaya jalannya (gait)3. Bagaimana anak melakukan tugas-tugaselementer4. Aktifitas bermainnya5. Respon terhadap instruksi verbal.
  44. 44. Tujuan dari pengembangankonsep/citra tubuh bagi tunanetraMengetahui :Struktur tubuh: tubuh disusun dari tulang besar dankecil serta pertemuan dari dua tulang adasendi.Susunan sendi memiliki keleluasaan gerak.Mampu Bereksperimen dengan bagian tubuhnya(diputar, bengkok, lurus, diulur, diayun dll.)
  45. 45. Konsep lain yangberhubungan dg Citra Tubuh1. Kiri – kanan2. Atas – bawah3. Naik – turun4. Depan - belakang
  46. 46. 2. Konsep Dasara. Ukuranb. Bentukc. Permukaand. Warnae. Beratf. Lokasig. Kegunaanh. Posisii. Gerakanj. Waktuk. Suaral. Rasam. Bau
  47. 47. Pengembangan Konsep Dasar :a. Mengenal (identify)b. Menjelaskan (discribe)c. Melabel (labelling)d. Mengelompokan (Grouping)e. Memilih (Sourting)f. Menyusun ( Ordering)g. Mengkopi (Copying)h. Mempola (Paterning)i. Membedakan (Constrasing).
  48. 48. Terimakasih …

×