Your SlideShare is downloading. ×
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Proposal skripsi metode inquiry dengan metode discovery

32,852

Published on

Published in: Education
1 Comment
7 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
32,852
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
796
Comments
1
Likes
7
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA METODEPEMBELAJARAN INQUIRY DENGAN METODE PEMBELAJARANDISCOVERY PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 11PALEMBANG.1. Latar Belakang Pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berkaitan erat dengan pelaksanaan proses pendidikan, terutama melalui pendidikan formal di sekolah. Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan formal yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik perserta didik dan sebagai tempat di selenggarakannya kegiatan belajar mengajar. untuk mencapai tujuan yang di inginkan, guru harus bisa memilih metode yang tepat untuk mencapai pokok bahasan yang sedang dibahas karena metode pembelajaran yang digunakan guru, lebih menekankan dimana guru lebih aktif sebagai pemberi pengetahuan siswa. Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara adekwat dalam kehidupan masyarakat. Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang tercapai oleh peserta didik setelah diselenggarakannya kegiatan pendidikan (Hamalik, 2012:3) Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang dapat membantu siswa mencari tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam proses belajar mengajar dapat berjalan efektif bila seluruh komponen yang berpengaruh dalam proses tersebut saling mendukung dalam rangka mencapai tujuan. Komponen- 1
  • 2. komponen tersebut antara lain siswa, guru, kurikulum, metode, sarana dan prasaranaserta lingkungan kerja. Dari komponen-komponen tersebut yang paling berpengaruhadalah guru. Karena gurulah yang dapat mengelolah komponen-komponen yanglainnya. Peranan guru dalam proses belajar mengajar sangat menentukankeberhasilan siswa, sebab gurulah yang langsung berinteraksi dengan siswa disekolah. Sehubungan dengan tugas guru sebagai pendidik, agar siswa benar-benarmengerti dan memahami pelajaran yang diberikan, guru harus memikirkan danmembuat strategi belajar mengajar yang baik. Maka dari itu sangat diperlukanmetode belajar yang sesuai, sehingga diperoleh hasil belajar yang diharapkan. Untuk mendapatkan hasil belajar yang diharapkan, maka perlu penanganandan pemikiran yang serius, agar materi yang disampaikan diterima dan dipahamidengan baik oleh peserta didik. Oleh karena itu setiap proses pembelajaran yangdirancang dan diselenggarakan harus mempunyai sumbangan untuk pencapaiantujuan yang diharapkan. Salah satu dari proses pembelajaran tersebut adalahpembelajaran IPS Terpadu. Untuk itu, guru IPS Terpadu sebagai tenaga pendidiksekaligus sebagai pembimbing harus berupaya memotivasi siswa agar terbiasaberkerja mandiri dan kreatif serta inovatif dalam belajar. Berdasarkan hasil observasi peneliti lakukan, rendahnya hasil belajar IPSTerpadu siswa di karenakan guru yang menyampaikan materi dengan metodekonvensional, ceramah, dan pemberian tugas, hal ini menyebabkan siswa kurangantusias dalam mengikuti pembelajaran, dan siswa kurang aktif dan bersikap acuhtak acuh, ini semua tentunya akan berdampak pada nilai siswa dan akanmenyebabkan KKM yang telah di tetapkan SMP Negeri 11 Palembang tidak dicapaisiswa atau masih dibawah standar yaitu 75. 2
  • 3. Metode adalah sebuah cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuanpembelajaran. (Mulyatiningsih, 2012:233). Dalam sebuah strategi pembelajarandapat diterapkan lebih dari satu metode pembelajaran. Macam-macam metodepembelajaran yaitu : 1) investigation adalah metode ini melibatkan peserta didikdalam kegiatan penyelidikan/penelitian. 2) inquiry adalah metode yang melibatkanpeserta didik dalam proses pengumpulan data dan pengujian hipotesis. 3) discoveryadalah strategi pemecahan masalah secara intensif dibawah pengawasan guru. 4)problem solving adalah metode yang memberikan kasus atau masalah kepadapeserta didik untuk dipecahkan. Maka dari beberapa metode pembelajaran tersebut peneliti tertarik untukmenggunakan dua metode pembelajaran yaitu metode pembelajaran inquiry danmetode pembelajaran discovery. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti terarik untuk mengadakan penelitianyang berjudul : “Perbandingan hasil belajar siswa antara metode pembelajaranInquiry dengan metode pembelajaran Discovery pada mata pelajaran IPSTerpadu di SMP Negeri 11 Palembang’’. 3
  • 4. 2. Masalah Penelitian 2.1. Pembatasan Lingkup Masalah Agar permasalahan dalam penelitian ini menjadi jelas dan mempunyai arah yang pasti dan tidak menyimpang dari sasaran maka peneliti membatasi permasalahan dalam penelitian ini yaitu sabagai berikut: 1. Perbandingan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perbadingan hasil belajar siswa setelah mendapat metode pembelajaran inquiry dan metode pembelajaran discovery. 2. Siswa yang diteliti adalah kelas siswa VII di SMP Negeri 11 Palembang. 3. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai hasil tes yang diperoleh siswa pada Standar kompetensi 4. Memahami usaha manusia untuk mengenali perkembangan lingkungannya, Kompetensi dasar 4.1 menggunakan peta, atlas, dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan, Indikator pencapian: 1. Membedakan peta, atlas dan globe 2. Mengidentifikasi jenis, bentuk dan pemanfaatan peta 3. Mengidentifikasi informasi geografis dari peta, atlas dan globe. Dari ketiga indikator pencapaian di atas peneliti memilih indikator pencapaian 2. Mengidentifikasi jenis, bentuk dan pemanfaatan peta. Materi pembelajaran jenis peta, bentuk peta dan pemanfaatan peta di semester genap tahun ajaran 2012/2013. 4
  • 5. 2.2. Rumusan masalah Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah perbandingan hasil belajar siswa antara metode pembelajaran inquiry dengan metode pembelajaran discovery pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 11 Palembang ?”.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa antara metode pembelajaran inquiry dengan metode pembelajaran discovery pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 11 Palembang.4. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis, siswa, guru, sekolah dan kalangan akademis: a. Bagi penulis diharapkan menambah wawasan dan pemahaman baru mengenai penerapan metode pembelajaran inquiry dan metode pembelajaran discovery pada mata pelajaran IPS Terpadu, sehingga siswa mendapatkan hasil belajar yang baik. b. Bagi siswa Bagi siswa dapat menambah ilmu pengetahuan dan memotivasi siswa untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajran IPS Terpadu dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry dan metode pembelajran discovery. 5
  • 6. c. Bagi guru Sebagai bahan masukan bagi guru-guru khususnya guru mata pelajaran IPS Terpadu dan sebagai pertimbangan untuk menerapkan Metode Pembelajaran Inquiry dan metode pembelajaran discovery dalam pembelajaran IPS Terpadu. d. Bagi sekolah Agar dapat bermanfaat dalam mendapatkan masukan yang membangun untuk kemajuan proses belajar mengajar guna memberikan pelayanan pendidikan kepada anak didik untuk berpartisifasi secara optimal. e. Kalangan akademis Bagi kalangan akademis hasil penelitian ini sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.5. Tinjauan Pustaka 5.1. Hasil Belajar Menurut (Hamalik, 2012:159) hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan, penafsiran dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut (Sudjana, 2005:22) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar bukan hanya dalam bentuk nilai tertulis saja, akan tetapi lebih dari pada itu bahwa hasil belajar merupakan suatu perubahan yang didapat oleh peserta 6
  • 7. didik setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar, baik dari segi pengetahuan, perubahan sikap serta tingkah laku dalam interaksinya.5.2. Pengertian Metode Pembelajaran Metode pembelajaran adalah sebuah cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. (Mulyatiningtias, 2012:233). Sedangkan menurut (Wina sanjaya, 2008) metode pembelajaran adalah sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata atau praktis untuk mkencapai tujuan pembelajaran. Dari beberapa pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran.5.3. Metode Pembelajaran Inquiry Inquiry merupakan pendekatan pembelajaran di mana siswa menemukan, menggunakan variasi sumber informasi dan ide untuk lebih memahami, suatu permasalahan, topik, atau isu. Hal ini tidak hanya sekedar menjawab pertanyaan tetapi juga melalui investigasi, eksplorasi, mencari, bertanya, meneliti, dan mempelajari. (Kuhlthau dalam Sumarmi, 2012:17). Sedangkan menurut (Mulyatiningsih, 2012:235) Inquiry adalah metode yang melibatakan peserta didik dalam proses pengumpulan data dan pengujian hipotesis, guru membimbing peserta didik untuk menemukan pengertian baru, mengamati perubahan pada praktik uji coba, dan memperoleh pengetahuan berdasarkan pengalaman belajar mereka sendiri. 7
  • 8. Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inquiry merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia, atau peristiwa) dengan sistematis, kritis, logis dan analistis sehingga siswa dapat merumuskan sendiri penemuanya dengan rasa percaya diri.5.4. Langkah-langkah Metode Pembelajaran Inquiry 1. Merumuskan masalah. Dalam hal ini, kemampuan yang dituntut yakni kesadaran terhadap masalah, melihat pentingnya masalah, dan merumuskan masalah. 2. Mengembangkan hipotesis. Dalam hal ini kemampuan yang dituntut dalam mengembangkan hipotesis yakni menguji dan menggolongkan data yang dapat diperoleh, melihat dan merumuskan hubungan yang ada secara logis, dan merumuskan hipotesis. 3. Menguji jawaban tentative. Dalam hal ini, kemampuan yang dituntut antara lain (a) merakit peristiwa yang terdiri atas mengidentifikasi peristiwa yang dibutuhkan, mengumpulkan data, mengevaluasi data, dan mengklasifikasi data; (b) analisis data yang terdiri atas melihat hubungan, mencatat persamaan dan perbedaan, dan mengidentifikasi trend, sekuensi, dan keteraturan. 4. Menarik kesimpulan. Dalam hal ini, kemampuan yang dituntut yakni (a) mencari pola dan makna hubungan; sekaligus (b) merumuskan kesimpulan 8
  • 9. 5. Menerapkan kesimpulan dan generalisasi (Sumarmi, 2012:18) Dari langkah-langkah metode pembelajaran inquiry diatas maka peneliti menyimpulkan bahwa langkah-langkah metode pembelajaran inquiry dalam penelitian ini dapat diterapkan dengan cara: 1. Menjelaskan tujuan pembelajaran sub pokok bahsan mengidentifikasi jenis-jenis peta dan bentuk peta. 2. Membentuk kelompok-kelompok menjadi 4 kelompok, setiap kelompok diberi tugas untuk mengamati peta,atlas dan globe: Kelompok I: Perbedaan peta, atlas dan globe Kelompok II: Perbedaan unsur-unsur peta dan atlas Kelompok III: Simbol-simbol pada peta dan contoh-contohnya Kelompok IV: Jenis-jenis peta beserta contohnya 3. Menugaskan setiap kelompok untuk mengumpulkan data, mengevaluasi data, menklasifikasi data, mencari persmaan dan perbedaan yang dibuat dalam bentuk laporan hasil pengamatan. 4. Setiap kelompok mempresentasikan didepan kelas hasil pengamatannya dan kelompok lain memberikan tanggapan. 5. Bersama-sama menarik kesimpulan dari setiap kelompok dan merumuskan kesimpulan dari topic yang telah diteliti oleh masing-masing kelompok.5.5. Kelebihan Metode Pembelajaran Inquiry 1. Mengembangkan keteramapilan sosial, bahasa, dan membaca. 2. Mengonstruksi pemahaman mereka. 3. Membuat siswa mandiri dalam riset dan pembelajaran. 9
  • 10. 4. Termotivasi untuk membentuk pengalaman tingkat tinggi. 5. Memiliki strategi belajar dan terampil mentransfer pada proyek inquiry yang lain (Kuhlthau, 2007).5.6. Kekurangan Metode Pembelajaran Inquiry 1. Memerlukan perubahan kebiasaan cara belajar siswa yang menerima informasi dari guru apa adanya, ke arah membiasakan belajar mandiri dan berkelompok dengan mencari dan mengolah informasi sendiri. Mengubah kebiasaan bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi kebiasaan yang telah bertahun-tahun dilakukan. 2. Guru dituntut mengubah kebiasaan mengajar yang umumnya sebagai pemberi informasi menjadi fasilitator, motivator, dan pembimbing siswa dalam belajar. Inipun bukan pekerjaan yang mudah karena umumnya guru merasa belum puas kalau tidak banyak menyajikan informasi (ceramah). 3. Metode ini memberikan kebebasan pada siswa dalam belajar, tetapi tidak berarti menjamin bahwa siswa belajar dengan tekun, penuh aktivitas, dan terarah. 4. Cara belajar siswa dalam metode ini menuntut bimbingan guru yang lebih baik. Dalam kondisi siswa banyak (kelas besar) dan guru terbatas, agaknya metode ini sulit terlaksana dengan baik. 10
  • 11. 5.7. Metode Pembelajaran Discovery Menurut Sund dalam (Roestiyah, 2008:20) Discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Discovery learning merupakan strategi yang digunakan untuk memecahkan masalah secara intensif di bawah pengawasan guru (Mulyatiningsih, 2012:235). Sedangkan menurut Burner dalam (Mulyatiningsih, 2012:235) Discovey learning merupakan metode pembelajaran kognitif yang menuntut guru lebih kreatif menciptakan situasi yang dapat membuat peserta didik belajar aktif menemukan pengetahuan sendiri. Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa discovery adalah suatu metode dimana dalam proses belajar mengajar guru memperkenankan siswa-siswanya menemukan sendiri informasi yang secara tradisional biasa diberitahukan atau diceramahkan saja.5.8. Langkah-langkah Metode Pembelajaran Discovery 1. Menjelaskan tujuan pembelajaran. 2. Membagi petunujuk praktikum/eksperimen. 3. Peserta didik melaksanakan eksperimen dibawah pengawasan guru. 4. Guru menunjukkan gejala yang diamati. 11
  • 12. 5. Peserta didik menyimpulkan hasil eksperimen (Mulyatiningsih, 2012:236). Dari langkah-langkah metode pembelajaran discovery diatas makapeneliti menyimpulkan bahwa langkah-langkah metode pembelajaraninquiry dalam penelitian ini dapat diterapkan dengan cara:1. Menjelaskan tujuan pembelajaran sub pokok bahsan mengidentifikasi jenis-jenis peta, bentuk peta, dan pemanfaatan peta.2. Membagi peserta didik kedalam 4 kelompok setiap kelompok diberi tugas untuk mengamati peta,atlas dan globe: Kelompok I: Perbedaan peta, atlas dan globe Kelompok II: Perbedaan unsur-unsur peta dan atlas Kelompok III: Simbol-simbol pada peta dan contoh-contohnya Kelompok IV: Jenis-jenis peta beserta contohnya3. Guru melakukan pangawasan terhadap penelitian yang dilakukan oleh masing-masing kelompok.4. Peserta didik mempresentasikan laporan penelitian kelompoknya masing-masing dan kelompok lain memberikan tanggapan5. Guru melakukan evaluasi pada setiap kelompok dengan berbagai cara untuk menilai kemajuan kelompok dan hasil yang telah dicapai. 12
  • 13. 5.9. Kelebihan Metode Pembelajaran Discovery 1. Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan; memperbanyak kesiapan serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa. 2. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi/individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. 3. Dapat membangkitkan kegairahan belajar siswa. 4. Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuannya masing-masing. 5. Mampu mengarahkan cara siswa belajar, sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat. 6. Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri. 7. Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Guru hanya sebagai teman belajar saja: membantu bila diperlukan (Roestiyah, 2008:21).5.10. Kelemahan Metode Pembelajaran Discovery 1. Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui sekitarnya dengan baik. 2. Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil. 13
  • 14. 3. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. 4. Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja, kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa. 5. Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif. (Roestiyah, 2008:21)5.11. Kurikulum IPS TERPADU Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang di berikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Tujuan Mata pelajaran IPS Terpadu: Mata pelajaran IPS Terpadu bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya. 14
  • 15. 2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial.3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek sebagai barikut.1. Manusia, Tempat, dan Lingkungan2. Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan3. Sistem Sosial dan Budaya4. Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan. Jadi dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa IPS Terpadumerupakan perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmusosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yaknisosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, ilmupolitik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuaninstruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudahdipelajari. (KTSP, 2011) 15
  • 16. a. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas VII, Semester I Standar Kompetensi Kompetensi Dasar1. Memahami lingkungan 1.1 Mendeskripsikan keragaman bentuk kehidupan manusia muka bumi 1.2 Mendeskripsikan kehidupan pada masa pra-aksara di Indonesia2. Memahami kehidupan 2.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai sosial manusia proses sosial 2.2 Mendeskripsiskan sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian 2.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial 2.4 Menguraikan proses interaksi sosial3. Memahami usaha manusia 3.1 Mendeskripsikan manusia sebagai memenuhi kebutuhan makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan 3.2 Mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-harib. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kelas VII, Semester II Standar Kompetensi Kompetensi dasar4. Memahami usaha manusia untuk 4.1 Menggunakan peta, atlas, dan mengenali perkembangan globe untuk mendapataan lingkunganya informasi keruangan 4.2 Membuat sketsa dan peta wilayah yang menggambarkan objek geografi 4.3 Mendeskripsikan kondisi geografis dan penduduk 4.4 Mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadidi atmosfer dan hidrosfer, serta dampaknya terhadapkehidupan 16
  • 17. 5. Memahami perkembangan 5.1 Mendeskripsikan perkembanganmasyarakat sejak masa Hindu-budha masyarakat, kebudayaan dansampai masa colonial Eropa pemerintahan pada masa Hindu- Budha, serta peninggalan- peninggalannya 5.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalan- peninggalanya 5.3 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa colonial Eropa6. Memahami kegiatan ekonomi 6.1 mendeskripsikan pola kegiatanmasyarakat ekonomi penduduk, penggunaan lahan dan pola pemukiman berdasarkan kondisi fisik permikaan bumi 6.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi barang/jasa 6.3 Mendeskripsikan peran badan usaha, termasuk koperasi sebagai tempat berlangsungnya proses produksi dalam kaitannya dengan pelaku ekonomi 6.4 Mengungkapkan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan Berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar matapelajaran IPS Terpadu di kelas VII semester I dan semester II kurikulumtahun 2006 di atas, maka penelitian ini menggunakan Standar Kompetensi4. Memahami usaha manusia untuk mengenali perkembangan 17
  • 18. lingkungannya, Kompetensi dasar 4.1 Menggunakan peta atlas dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan.5.12. Kajian Terdahulu Yang Relevan. Berdasarkan hasil penelitian yang relevan tentang perbandingan metode pembelajaran inquiry dan metode pembelajaran discovery terhadap hasil belajar siswa diantaranya dilakukan oleh Novri Karlina (2011), Linda Sartika (2011) dan Kansina (2011). Penelitian Novri Karlina (2011) dengan judul pengaruh pembelajaran inquiry berorientasi discovery terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 11 Palembang. Kesimpulan yang diperoleh yaitu metode inquiry berorientasi discovery lebih baik dari pada metode konvensional karna metode inquiry berorientasi discovery adalah salah satu strategi pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik mendapat sendiri dan menemukan sendiri jawaban atas topik-topik inquiry. Penelitian Linda Sartika (2011) perbandingan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi dengan menggunakan metode inkuiri dan metode resitasi siswa kelas X SMA Sriguna Palembang tahun ajaran 2011/2012. Menyimpulkan bahwa respon siswa dalam penerapan metode pembelajaran inkuiri mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan. Penelitian Kansina (2011) dengan judul Perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran discovery dan metode 18
  • 19. ceramah pada mata pelajaran ekonomi di SMA Nurul Amal Palembang Tahun Ajaran 2011/2012. hasil studynya menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dengan menggunakan metode discovery yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah. Dari ketiga penelitian yang dilakukan sebelumnya persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya oleh Novri Karlina, Linda Sartika dan Kansina ialah sama-sama mengkaji metode pembelajaran inquiry dan metode pembelajaran discovery selain itu juga sama-sama meneliti hasil belajar siswa. Sedangkan perbedaannya terdapat pada judul penelitian yang membandingan metode pembelajaran Inquiry dan metode pembelajaran Discovery, tujuan penelitian, pokok bahasan dan lokasi yang digunakan dalam penelitian. Dari uraian diatas jelas bahwa penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu.6. Anggapan Dasar Anggapan dasar adalah suatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti harus di rumuskan secara jelas (Arikunto, 2006:68). Anggapan dasar dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dalam proses pembelajaran 2. Hasil belajar IPS Terpadu yang dicapai siswa bervariasi 19
  • 20. 3. Metode pembelajaran inquiry dan metode pembelajaran discovery dapat melatih siswa kreatif dan meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran IPS Terpadu. 4. Dalam memberikan pengajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 11 Palembang berpedoman pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).7. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah suatu yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalaui data terkumpul (Arikunto, 2010:110). Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, (Sugiyono, 2007:64). Adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah “Ada perbedaan belajar IPS Terpadu siswa yang mendapat metode pembelajaran inquiry dan yang mendapat metode pembelajaran discovery di SMP Negeri 11 Palembang”.8. Kriteria Pengujian Hipotesis Untuk menguji hipotesis diatas diperlukan Hipotesis Nol ( Ho ) dan Hipotesis kerja ( Ha ). Ho : µ1 = µ 2 : Tidak terdapat perbedaan terhadap hasil belajar siswa antara metode pembelajaran inquiry dengan metode pembelajaran discovery pada mata pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 11 Palembang. 20
  • 21. Ha : µ1 ≠ µ 2 : Terdapat perbedaan terhadap hasil belajar siswa antara metode pembelajaran inquiry dengan metode pembelajaran discovery pada mata pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 11 Palembang. Dengan Kriteria pengujian hipotesis yaitu terima H0 jika – t1-1/2a < t < t1-1/2a dimana t1-1/2a di dapat dari daftar distribusi t dengan dk = (n1 + n2 – 2). Untuk harga lain H0 ditolak (Sudjana, 2005:239-240).9. Prosedur Penelitian 9.1. Variabel Penelitian Variabel Penelitian pada dasarnya adalah segalah seseuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian di cari kesimpulan (sugiyono, 2007:38). Sedangkan menurut (Mulyatiningsih, 2012:02). Variabel adalah sebuah karakteristik yang terdapat pada individu atau benda yang menunjukan adanya perbedaan (variasi) nilai atau kondisi yang dimiliki. Sesuai dengan pengertian tersebut, maka yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah pengalaman siswa setelah diajarkan mengunakan metode pembelajaran inquiry pada kelas eksperimen pertama dan metode pembelajaran discovery pada kelas eksperimen kedua di SMP Negeri 11 Palembang. Berdasarkan batasan variabel tersebut maka yang menjadi variabel penelitian ini adalah: Variabel bebas (X1) = Metode pembelajaran Inquiry 21
  • 22. Variabel bebas (X2) = Metode pembelajaran Discovery. Variabel terikat (Y) = Hasil belajar siswa.9.2. Definisi operasional variabel Definisi operasional variabel merupakan suatu pengertian atau definisi dari variabel-variabel yang akan di teliti dalam suatu penelitian, agar penelitian variabel dalam penelitian ini lebih jelas maka perlu didefenisikan sebagai berikut: 1. Metode pembelajaran inquiry adalah merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Dalam metode pembelajaran ini terdapat tahap-tahap dalam penyelenggaraan. Tahap pertama merumuskan pertanyaan atau permasalahan, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis dan membuat kesimpulan. Metode pembelajaran ini akan di ajarakan di kelas VII.4. 2. Metode pembelajaran discovery adalah metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, melainkan ditemukan sendiri. Metode pembelajaran ini dilakukan dengan cara melibatkan siswa dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan guru, siswa mecari jawaban sendiri dengan melakuakan pengamatan, sedangkan guru membimbing mereka kearah yang tepat/benar. Metode ini akan di ajarkan di kelas VII.5 22
  • 23. 3. Hasil belajar yang dimaksud merupakan suatu nilai hasil tes yang diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran inquiry dan metode pembelajaran discovery pada Standar kompetensi 4. Memahami usaha manusia untuk mengenali perkembangan lingkungannya, kompetensi dasar 4.1. menggunakan peta, atlas dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan, materi pembelajaran jenis peta, bentuk peta dan pemanfaatan peta.9.3. Populasi dan Sampel 9.3.1. Populasi Menurut (Sugiyono, 2007). Populasi adalah wilayah generasi yang terdiri atas: obyek-obyek yang mempunyai kualitas dan karakteritas tertentu yang diciptakan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan menurut (Mulyatiningsih, 2012:9) Populasi adalah sekumpulan orang, hewan, tumbuhan atau benda yang mempunyai karakteristik tertentu yang akan diteliti. Dari beberapa pendapat ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa populasi penelitian adalah keseluruhan subjek dalam suatu penelitian. Jadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 11 Palembang yang berjumlah 360 siswa, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: 23
  • 24. Tabel. 1 Populasi Penelitian No Kelas Jumlah Siswa 1 VII.1 40 2 VII.2 40 3 VII.3 40 4 VII.4 40 5 VII.5 40 6 VII.6 40 7 VII.7 40 8 VII.8 40 9 VII.9 40 Jumlah 360Sumber : Dokumentasi data siswa dari staf Tata Usaha SMP Negeri 11 Palembang tahun Ajaran 2012 /2013.9.3.2. Sampel Sampel Penelitian adalah cuplikan atau bagian dari populasi (Mulyatiningsih, 2012:10). Sedangkan menurut (Sugiyono, 2007:81) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam pengambilan sampel penelitian manggunakan teknik purposive sampling yaitu apabila sasaran sample yang diteliti telah memiliki karakteristik tertentu sehingga tidak mungkin diambil sampel lain yang tidak memenuhi karakteristik yang telah ditetapkan (Mulyatiningsih, 2012: 11). Dalam penelitian ini kelas terpilih atau yang 24
  • 25. menjadi sampel adalah kelas VII.4 yang berjumlah 40 siswa sebagai kelas eksperimen I dan VII.5 yang berjumlah 40 siswa sebagai kelas eksperimen II. Adapun yang menjadi pertimbangan penelitian dalam menggunakan sampel purposive sampling yaitu: 1. Untuk memudahkan menganalisis data, maka penelitian hanya mengambil jumlah sampel yang sama dalam penelitian ini. 2. Mengingat keterbatasan waktu dan biaya, maka dalam penelitian ini hanya mengambil dua kelas untuk dijadikan sampel. Tabel. 2 Sampel Penelitian No. Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah Keterangan 1 VII.4 17 23 40 Eksperimen I 2 VII.5 18 22 40 Eksperimen II Jumlah 80 Sumber : Dokumentasi data siswa dari staf Tata Usaha SMP Negeri 11 Palembang9.4. Metode Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010:03). Sedangkan Menurut (Mulyatiningsih, 2012:233) metode adalah sebuah cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. 25
  • 26. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, Penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono, 2010:107). Dalam penelitian ini peneliti bereksperimen pada dua kelompok eksperimen yaitu kelas VII.4 sebagai kelompok eksperimen pertama yang diajarkan dengan menggunakan metode pembelajaran inquiry, dan kelas VII.5 sebagai kelompok eksperimen kedua yang diajarkan dengan menggunakan metode pembelajaran discovery.9.5. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1). Dokumentasi Metode dokumentasi adalah, yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya (Arikunto, 2010:274). Teknik dokumentasi dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh data tentang jumlah siswa dan data mengenai sekolah. Sedangkan (Ridwan, 2010:17) Mengemukakan bahwa dokumentasi adalah tujuan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, data yang relevan dari peneliti. Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh berbagai data siswa serta data-data lainnya yang berguna dalam penelitian ini. 26
  • 27. Jadi dalam penelitian ini, dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data berupa nama-nama siswa, jumlah siswa dan foto-foto dokumentasi penelitian di kelas VII SMP Negeri 11 Palembang. 2). Tes Tes adalah serentean pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 2010:193). Sedangkan menurut Ridwan (2010:76) tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran setelah dilakukan eksperimen menggunakan metode pembelajaran inquiry dan metode pembelajaran discovery. Dalam penelitian ini diberikan tes, dimana tes yang digunakan berbentuk pilihan ganda terdiri dari 20 soal yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan yang dimiliki individu dalam menguasai materi pembelajaran.9.6. Teknik Uji Coba instrumen Sebelum instrument tes diberikan kepada siswa untuk pengumpulan data terlebih dahulu instrumen tes tersebut diuji coba untuk mengetahui 27
  • 28. kelayakanya. Adapun cara yang digunakan uji coba instrumen adalah denganuji validitas dan uji realibilita dengan menggunakan rumus sebagai berikut:9.6.1. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalitan atau kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 2010:211). Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Pengukuran validitas menggunakan rumus korelasi product moment dengan rumus sebagai berikut: n( XY ) ( X )( Y) rxy …. (Arikunto, 2010:72) n( X 2) ( X ) 2 n( Y 2) ( Y )2 Keterangan: rxy = koefisien korelasi suatu butir/item N = jumlah subyek X = skor suatu butir/item Y = skor total keseluruhan Kemudian harag rxy dikonsultasikan dengan harga rxy product moment. Jika rxy hitung ≥ rxy tabel (5%) maka butir soal tersebut valid.9.6.2. Uji Reliabilitas Reliabilitas menujuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 2010:221). 28
  • 29. Untuk menghitung reliabilitas atau tingkat konsisten informasipenelitian ini, menggunakan rumus Product moment sebagai berikut.Keterangan: = validitas instrumen∑ XY = jumlah perkalian X dengan YX2 = kuadrat XY2 = kuadrat Y Untuk menghitung realibilitas dari tes dalam penelitian inimenggunakan rumus Spearman Brown sebagai berikut: 2.rbr11 (1 rb )Dengan keterangan: = Koefisien reliabilitas internal seluruh intem = Korelasi Product Moment antara belahan (ganjil-genap) atau (awal-akhir). (Ridwan, 2012:102) Menurut Ridwan (2012:98) Jika instrumen itu valid danreliabilitas, maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indek korelasinya(r) sebagai berikut: 29
  • 30. - Antara 0.800 sampai dengan 1,000 : sangat tinggi - Antara 0.600 sampai dengan 0.799 : tinggi rendah - Antara 0,400 sampai dengan 0.599 : cukup tinggi - Antara 0,200 sampai dengan 0,399 : rendah - Antara 0,00 sampai dengan 0,199 : sangat rendah (tidak valid/tidak reliabilitas)9.6.3 Taraf Kesukaran Tingkat kesukaran atau kita singkat TK adalah proporsi peserta tes menjawab benar butir soal tersebut Aprianto (2008). Dalam penelitian ini menggunakan rumus indeks kesukaran (P) adalah: B P (Arikunto, 2010: 208) JS Dimana: P = Indeks kesukaran B = Banyaknya siswa yang menjawab soal dengan betul JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes Dengan Interprestasi tingkat kesukaran sebagaimana terdapat dalam Tabel berikut: Tabel 3 Interprestasi Tingkat Kesukaran Tingkat Kesukaran (TK) Interprestasi atau Penafsiran TK TK < 0,30 Sukar 0,30 ≤ TK ≤ 0,70 Sedang TK > 0,70 Mudah (Arikunto, 2012:225). 30
  • 31. 9.6.4 Daya beda soal Menurut (Arikunto, 2010:211) daya pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemamapuan tinggi) dengan siswa bodoh (berkemampuan rendah). Dalam penelitian ini menggunakan rumus untuk menentukan indeks diskriminasi adalah: BA BB DP PA PB JA JB Dimana: J = Jumlah peserta tes JA = Banyaknya peserta kelompok atas JB = Banyaknya peserta kelompok bawah BA = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar BB = Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar BA PA = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar JA BB PB = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar. JB Klasifikasi Daya Beda Soal: 1. D = 0,00 Sampai dengan 0,20 = Jelek 2. D = 0,20 Sampai dengan 0,40 = Cukup 3. D = 0,40 Samapi dengan 0,70 = Baik 4. D = 0,70 Sampai dengan 1,00 = Baik sekali 31
  • 32. 5. Negatif, semuanya tidak baik jika semua soal mempunyai D negatif sebaiknya dibuang (Arikunto, 2010:218).9.7. Teknik Analis Data Teknik analisa data adalah teknik yang digunakan untuk mengelolah data yang dikumpulkan dan diklasifikasikan sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang sudah dikumpulkan akan dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t. Namun sebelum dilakukan pengujian ada langkah-langkah yang harus dipenuhi sebagai berikut: 9.7.1 Uji Normalitas Data Berfungsi untuk mengetahui normal tidaknya penyebaran data atau sebagai bahan pertimbangan yang akan digunakan untuk menguji kenormalitasan data. Uji normalitas perlu dilakukan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis normal atau tidak, karena uji statistic parameter t atau uji- t baru dapat digunakan jika data terdistribusi secara normal. Untuk menguji data tersebut apakah berdistribusi normal, maka digunakan uji kemiringan kurva dengan rumus koefisien person, yaitu: x mo km ....................................................(Sudjana, 2005: 109) S Keterangan: Km : kemiringan kurva x : rata-rata 32
  • 33. Mo : modus S : simpangan baku9.7.2. Uji Homogenitas Uji homogenitas perlu dilaksanakan untuk membuktikan kesamaan varian kelompok yang dibentuk sampel tersebut yang sama. Pengujian sampel dalam penelitian ini menggunakan tes bartlett dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Mencari varian gabungan dengan rumus: ....................................................(Sudjana, 2005 : 263) 2. Mencari harga satuan B dengan rumus: ...........................(Sudjana, 2005:263) 3. Uji Barlett menggunakan rumus Chi kuadrat dengan rumus: ........................... (Sudjana, 2005:263) Dengan rumus In 10 = 2.3026 disebut logaritma asli dari bilangan 10. Untuk menghitung S2, B, X2 dapat menggunakan tabel persiapan sebagai berikut: 33
  • 34. Tabel 4. Tes Bartlett Derajat Log Sampel 1/dk S12 (dk) log S12 Kebebasan (dk) S12 1. (n1-1) 1/(n1-1) S12 Log S1 2 (n1-1) log S1 2 2. (n2-2) 1/(n2-1) S 22 Log S 2 2 2 (n1-1) log S 2 Jumlah (n1-1) 1/(n1-1) (n1-1) log S1 2 (sumber:Sudjana, 2005:262) Dalam sampel penelitian ini digunakan taraf nyata ( ) = 0,05 dan dk = k-i dan peluang (1- ) kedua sampel dapat dikatakan berasal dan populasi yang homogen apabila X2hitung <X2tabel.9.7.3 Uji Hipotesis Setelah data diperoleh, untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan dan untuk mendapatkan kesimpulan maka data hasil tes dianalisis dengan menggunakan statistic uji t dengan rumus x1 x2 t 1 1 s n1 n2 ..............................(Sudjana, 2005:239) Dengan: n1 1 S12 n2 1 S 22 S2 ……................. (Sudjana, 2005:239) n1 n2 2 keterangan: t = Uji s- t 34
  • 35. x1 = Nilai rata-rata kelas yang diajar dengan metode pembelajaran inquiryx2 = Nilai rata-rata kelas yang diajar dengan metode pembelajaran discoveryn1 = Jumlah siswa yang diajar dengan metode pembelajaran inquiryn2 = Jumlah siswa yang diajar dengan metode pembelajaran discoveryS = Simpangan bakuS12 = Nilai standar deviasi siswa yang diajar dengan metode pembelajaran inquiry S22 = Nilai standar deviasi siswa yang diajar dengan metode pembelajaran discovery Dengan demikian, kriteria pengujian diterima HO jika thitung < ttabel (1- )dimana t(1- ) adalah t yang terdapat di dalam tabel distribusi t dengan dk =n1+n2 -l d, dengan taraf signifikan = 0.05 35
  • 36. 9.7 Langkah Kerja dan Jadwal Kerja Penelitian 9.7.1 Langkah kerja Adapun langkah-langkah kerja dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Tahap persiapan Yaitu menyelesaikan administrasi, menentukan judul, mengadakan surveil lapangan unutk merumuskan masalah-masalah yang ingin dipecahkan. 2) Tahap pelaksanaan Yaitu mencari dan mengumpulkan data yang dilanjutkan dengan menganalisis dan mengolah data, membuat proposal penelitian, seminar proposal, perbaikan proposal, membuat skripsi Bab I pendahuluan, Bab II landasan teori, Bab III prosedur penelitian, bab IV hasil penelitian dan pembahasan dan bab V kesimpulan dan saran. 3) Tahap penyelesaian Yaitu membuat kesimpulan dan menyusun laporan penelitian, ujian skripsi dan melakukan perbaikan. 9.7.2 Jadwal kerja Des Januari Februari Maret April Mei Juni KETERANGAN 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 Usul judul x X x Proposal x x x x x x x x x skripsi Seminar Bab I x x Bab II x x Bab III X x Penelitian x x x x Bab IV x x Bab V x x Ujian skripsi x Perbaikan x 36
  • 37. DAFTAR PUSTAKASugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: ALFABETA.Arikunto, Suharsimin. 2010. Dasar-dasar Evaluasi Pendidika. Jakarta: Bumi Aksara.Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta. Rineka Cipta.Sudjana. 2002. Metode Statistika. Bandung: TARSITO.Hamalik, Oemar. 2011. Proses Belajar Mengajar. Jakarata: Bumi Aksara.Mulyatiningsih, Endang. 2012. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung: ALFABETA.Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA.Roestiyah. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.Hamalik, Oemar. 2011. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.Sumarmi. 2012. Model-Model Pembelajaran Geografi. Malang: Aditya Media Publishing._______, 2011. Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanwiyah (MTS) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: CV. Az-Zahra.Yusnita, Derli. 2011. “Perbandingan hasil belajar antara menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dengan tipe Jigsaw pada 37
  • 38. mata pelajaran Geografi di kelas X SMA Azharyah Palembang Tahun Ajaran 2010/2011”. Proposal skripsi S 1. Palembang FKIP UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG.Kurniaturohima, Dwi. 2010. “Penerapan metode inquiry dalam meningkatkan Keaktifan dan prestasi belajar siswa pada Mata pelajaran ekonomi Di SMP Shalahuddin Malang”. Skripsi S 1. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG. 38

×