skripsi bab 4 bab 5
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

skripsi bab 4 bab 5

on

  • 7,942 views

 

Statistics

Views

Total Views
7,942
Views on SlideShare
7,942
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
151
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

skripsi bab 4 bab 5 skripsi bab 4 bab 5 Document Transcript

  • 32 BAB. IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian (Deskripsi dan Analisis Data) 4.1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian SMP Negeri 11 Palembang didirikan pada tahun 1977, yang beralamat di jalan Adi Sucipto komplek TNI–AU Talang Betutu, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami Palembang. Kode pos 30154, telepon ( 0711 ) 432-490 dengan nomor Statistik Sekolah 20116001013. Pada bulan oktober 2010 SMP Negeri 11 Palembang telah resmi menyandang gelar Sekolah Standar Nasional ( SSN ) yang terakreditasi A. Sekolah Pertama Negeri 11 Palembang memiliki visi dan misi, adapun visi dari sekolah adalah “(1) Terwujudnya proses belajar mengajar yang efektif dan efesien, (2) Terwujudnya lulusan yang cerdas, kopetitif dan berkepribadian, (3) Terwujudnya pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas, (4) Terwujudnya pengembangan kurikulum sekolah yang baik sesuai dengan tuntutan KTSP, (5) Terwujudnya menejemen berbasis sekolah yang tangguh, (6) Terwujudnya lulusan yang berbudaya bangsa”. Selain itu misi dari sekolah ini adalah “(1) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien, (2) Membangkitkan sikap peduli, kreatif, dan inovatif terhadap semua komponen sekolah, (3) Menumbuhkan penghayatan terhadap agama yang dianut, dan juga budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak dan berprilaku, (4) Menerapkan disiplin waktu yang efektif dalam pengelolaan sekolah, (5) Menciptakan keselarasan antara iptek dan imtaq, (6) Terwujudnya Wiyatamandala.
  • 33 SMP Negeri 11 Palembang mempunyai luas lahan 13.493 m2 dengan jumlah ruang belajar 28 dilengkapi dengan ruang Kepala Sekolah, ruang Wakil Kepala Sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, ruang tamu, ruang perpustakaan, ruang laboratorium IPA Biologi, ruang laboratorium IPA Fisika, ruang laboratorium Komputer, ruang laboratorium Kesenian, ruang laboratorium Bahasa, ruang ibadah/musollah, ruang BP/BK, ruang UKS, Pramuka, OSIS, ruang Koperasi, ruang dinas penjaga sekolah, ruang gudang, ruang kamar mandi siswa dan guru serta tempat bangsal kendaraan. Kelas VII terdiri dari 9 kelas, Kelas VIII terdiri dari 9 kelas, dan Kelas IX terdiri dari 10 kelas dengan jumlah murid 1120 siswa, yang terdiri dari 360 siswa kelas VII, 360 siswa kelas VIII dan 400 siswa kelas IX. 4.1.2 Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Penelitian yang berjudul “Perbandingan antara Penggunaan Metode Inquiry dan Metode Discovery terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 11 Palembang pada Mata Pelajaran IPS Terpadu”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode inquiry dan metode discovery pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 11 Palembang . Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII yang berjumlah sembilan kelas dengan jumlah siswanya sebanyak 360 orang siswa, dalam penarikan sampel, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling sehingga sampel yang terpilih sebagai kelas eksperimen-1 yaitu kelas VII.4
  • 34 yang berjumlah 40 orang siswa dan sebagai eksperimen-2 yaitu kelas VII.5 yang berjumlah 40 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 Mei sampai dengan 14 Juni 2013. Sebanyak 3 kali pertemuan atau 3 jam pelajaran pada masing-masing kelas eksperimen- 1 dan kelas eksperimen-2. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode inquiry pada kelas eksperimen-1 dan pada kelas eksperimen-2 menggunakan metode discovery, materi pokok “Siklus hidrologi dan bagian-bagiannya”. Sebelum melakukan penelitian, peneliti menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai acuan kegiatan belajar mengajar, dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen tertulis berupa tes pilihan ganda untuk mendapatkan data mengenai hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu. Adapun kegiatan pembelajaran dikelas eksperimen-1 yaitu kelas VII.4 “kelas yang menggunakan metode inquiry”,pada pertemuan pertama hari kamis tanggal 16 Mei 2013, pertemuan kedua hari kamis tanggal 23 Mei 2013, dan pertemuan ketiga hari sabtu 25 Mei 2013. Sedangkan di kelas eksperimen-2 yaitu kelas VII.5 “kelas yang menggunakan metode discovery” sama dengan pertemuan pada kelas eksperimen-1 hanya saja jamnya yang berbeda. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 5 berikut ini.
  • 35 TABEL 5 LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PENELITIAN Kelas Eksperimen 1 (metode inquiry) Kelas Eksperimen 2 (metode discovery) Pertemuan ke 1 Pertemuan Ke 1 1. Kegiatan Pendahuluan: - Guru memperkenalkan diri kepada siswa - Guru Mengucap salam dan menanyakan kabar - Guru mengabsen siswa - Apersepsi: Guru menanyakan kembali pelajaran sebelumnya - Motivasi: memeberikan pertanyaan tentang penegertian siklus. 2. Kegiatan Inti: Eksplorasi: Guru mengajak siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan membentuk kelompok diskusi Elaborasi: 1. Siswa dibagi dalam 5 kelompok 2. Siswa di ajak merumuskan masalah dengan cara melihat pentingnya siklus hidrologi dan bagian-bagiannya dalam 1. Kegiatan Pendahuluan: - Guru memperkenalkan diri kepada siswa - Guru Mengucap salam dan menanyakan kabar - Guru mengabsen siswa - Apersepsi: Guru menanyakan kembali pelajaran sebelumnya - Motivasi: memeberikan pertanyaan tentang penegertian siklus. 2. Kegiatan Inti: Eksplorasi: Guru mengajak siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan membentuk kelompok diskusi Elaborasi: 1. Siswa dibagi dalam 5 kelompok 2. Siswa diberi gambar siklus hidrologi.
  • 36 kehidupan sehari-hari. 3. Siswa diberi gambar siklus hidrologi. 4. Siswa diajak mengembangkan hipotesis yakni dengan cara mengamati gambar siklus hidrologi dan bagian-bagiannya kedalam tiga siklus yaitu siklus pendek, siklus panjang, dan siklus sedang melalui pendapatnya sendiri. 5. Siswa secara berkelompok diberi tugas mengumpulkan data, mengevaluasi data mengklasifikasi data dan mencatat persamaan dan perbedaan yang terdapat pada siklus pendek, siklus sedang dan siklus panjang dengan cara mengemukakan pendapatnya sendiri. 6. Siswa diajak merumuskan kesimpulan dari hasil pengamatan tentang siklus hidrologi dan bagian-bagiannya 3. Guru membimbing Siswa dengan memberikan petunjuk praktikum agar siswa mengetahui apa saja yang akan dicari pada saat diskusi kelompok berlangsung. 4. Siswa melakukan praktikum dibawah bimbingan guru. 5. Siswa secara berkelompok diberi tugas untuk menjelasakan proses terjadinya siklus hidrologi dan mencari pengertian dari bagian-bagian siklus hidrologi berdasarkan gambar dan petunjuk praktikum yang telah diberikan guru. 6. Guru membimbing siswa dalam melakuakan diskusi dan menanyakan kesulitan-kesulitan yang terdapat dalam
  • 37 berdasarkan pendapatnya sendiri. 7. Guru membimbing siswa pada saat presentasi kelompok. Konfirmasi: - Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. Kegiatan Penutup: - Guru menugaskan siswa untuk menyelesaikan tugas diskusi kelompok dirumah. mengolongkan siklus hidrologi dan bagian-bagiannya dengan cara mengajarkan, memberikan jawaban pengertian tentang bagian-bagian siklus dan mengarahkan siswa pada urutan siklus hidrologi dan bagian-bagiannya yang benar. 7. Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi yang telah dilakukan. 8. Guru membimbing siswa dalam proses presentasi kelompok diskusi. Konfirmasi: - Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. Kegiatan Penutup: - Guru menugaskan siswa untuk menyelesaikan tugas diskusi kelompok dirumah. Pertemuan ke 2 Pertemuan ke 2 Eksplorasi - Guru melibatkan siswa aktif dalam diskusi kelompok Eksplorasi - Guru melibatkan siswa aktif dalam diskusi kelompok
  • 38 Sumber: Pengelolahan Data Primer Tahun 2013 Penelitian ini menggunakan dua metode dalam pengumpulan data, yaitu teknik tes dan teknik dokumentasi. Instrument tes digunakan untuk mendapatkan data Elaborasi - Guru menyuruh siswa melanjutkan diskusi kelompok Elaborasi - Guru menyuruh siswa melanjutkan diskusi kelompok - Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain menanggapi. - Guru membantu kesulitan siswa dalam menjawab pertanyaan pada saat presntasi. Konfirmasi - Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa Kegiatan penutup - Guru menginformasikan pada siswa bahawa pada pertemuan selanjutnya akan diadakan tes. - Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain menanggapi. - Guru membantu kesulitan siswa dalam menjawab pertanyaan pada saat presentasi. Konfirmasi - Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. Kegiatan penutup - Guru menginformasikan pada siswa bahawa pada pertemuan selanjutnya akan diadakan tes. Pertemuan ke 3 Pertemuan ke 3 - Pemberian postes berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 soal. - Pemberian postes berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 soal.
  • 39 mengenai hasil belajar siswa, sedangkan dokumentasi digunakan sebagai pembuktian bahwa benar-benar diadakan penelitian di sekolah SMP Negeri 11 Palembang. 4.1.3 Deskripsi Data Hasil Tes Belajar Data tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Tes ditujukan kepada siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan perbandingan antara dua kelas, yaitu kelas VII.4 sebagai kelas eksperimen-1 menggunakan metode inquiry dan kelas VII.5 sebagai kelas eksperimen-2 menggunakan metode discovery. Peneliti memberikan tes kepada siswa setelah materi siklus hidrologi dan bagian- bagiannya tuntas dibahas. Instrumen yang digunakan berupa soal ulangan berbentuk pilihan ganda berjumlah 20 soal. Dengan nilai KKM yang telah ditetapkan SMP Negeri 11 Palembang yaitu 75. Peneliti memberikan soal tes yang sama untuk kedua kelas eksperimen dan tes yang diberikan tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Berikut disajikan data nilai tes yang telah dianalisis. TABEL 6 NILAI TES KELAS EKSPERIMEN-1 DAN KELAS EKSPERIMEN-2 NO Kelas Nilai Tertinggi Nilai terendah Nilai Rata - rata Keterangan 1 Eksperimen-1 (inquiry) 90 50 78,125 Tuntas 2 Eksperimen-2 (discovery) 85 40 67,625 Tidak Tuntas Sumber : Pengolahan data primer Tahun 2013 Berdasarkan tabel 3 diketahui hasil tes siswa kelas VII.4 sebagai kelas eksperimen-1 yang menggunakan metode Inquiry lebih tinggi dibandingkan dengan
  • 40 hasil tes siswa kelas VII.5 sebagai kelas eksperimen-2 yang menggunakan metode discovery dengan ketentuan KKM 75 dari SMP Negeri 11 Palembang. 4.2. Analisa Data 4.2.1. Analisa Data Tes Untuk menguji hipotesis data yang diperoleh dari penelitian digunakan analisa statistik. Teknik yang dipakai adalah Uji-t, yang digunakan untuk membandingkan hasil belajar nilai rata-rata yang dicapai oleh siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu, baik yang menerapkan metode inquiry maupun metode discovery. Untuk melakukan Uji-t diperlukan uji normalitas dan uji homogenitas untuk mengetahui merata atau tidaknya penyebaran data. Untuk menganalisa data dilakukan langkah sebagai berikut. 4.2.1.1. Uji Normalitas Data Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang akan diolah normal atau tidak. Sebab uji statistik baru bisa digunakan apabila data tersebut terdistribusi normal. Berdasarkan dari daftar distribusi frekuensi maka dapat ditentukan rata-rata ( x ), simpangan baku (S2 ) dan modus (Mo). Hal ini berkenaan dengan uji statistik parameter t atau uji-t yang hanya dapat digunakan bila data yang diperoleh terdistribusi normal. Data yang dibuat dalam tabel distribusi frekuensi diuji kenormalannya dengan menggunakan rumus kemiringan kurva. S MoX Km (Sudjana, 2005:249)
  • 41 Di mana Mo dicari melalui : 21 1 bb b pbMo (Sudjana, 2005:249). Data terdistribusi normal apabila harga Km terletak Antara (–1) dan (+1) atau dalam selang (-1<Km<+1). Keterangan : Km = kemiringan Mo = modus S = simpangan baku B = batas bawah kelas modus P = panjang kelas modus b1 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval dengan tanda kelas yang lebih kecil sebelum kelas modus. b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval dengan tanda kelas yang lebih besar sebelum kelas modus. X = nilai rata-rata hasil tes kelas 4.2.1.1.1. Uji Normalitas Data Kelas Eksperimen-1 Dari hasil tes yang diperoleh siswa kelas VII.4 (kelas eksperimen-1) yang menerapkan metode inquiry, dapat dilihat pada tabel berikut.
  • 42 TABEL 7 DAFTAR NILAI KELAS EKSPERIMEN-I (METODE INQUIRY) Kelas VII.4 No Nama Nilai 1 Adelia Permata Sari 75 2 Agus Friyady 80 3 Aisyah 90 4 Alhafiz Pratama 85 5 Amelia Agustini 80 6 Ana Irariwi Yatami 80 7 Andre Wahyudi 75 8 Anugrah Reka M 80 9 Bily Ramadhani 80 10 Denti Setiawati 70 11 Destry Zumar Sastiani 80 12 Dina Aprilia 70 13 Erika Permata A 80 14 Fajar Tri Atmojo 90 15 Hani Setia Wahyu 80 16 Hanifah Adila 90 17 Hofifah Firza Kurniasih 80 18 Indra Putra Wijaya 90 19 Lastri Ivana Sianturi 50 20 M. Agus Hukama 80 21 M. Bintang 80 22 M. Mardiyanto 90 23 Marieluziantoya 60 24 Maya Atika 80 25 Melati Eruson 75 26 Melia Agustini 70 27 Merinda Edora W 85 28 Nopita Adilia 90 29 Oki Putra 70 30 Putri Kriesna Yulianti 90 31 Rico Ardiansyah 80 32 Ridho Nopriyanto 85 33 Rifqi Adya Putra Afrizal 65 34 Salsabillah 80 35 Segi Nopebriansyah 70 36 Setyawan Adianto 80 37 Tiara Citra 50 38 Wisnu Pangestu 80 39 Yayuk Nurbaiti 70 40 Yuliana 90
  • 43 Jumlah 3125 Rata-rata 78,125 50,50,60,65,70,70,70,70,70,70,75,75,75,80,80,80,80,80,80,80,80,80,80,80,80,80,80,80, 80,85,85,85,90,90,90,90,90,90,90,90. Nilai Tertinggi : 90 Nilai terendah : 50 a. Rentang = nilai terbesar – nilai terkecil = 90 – 50 = 40 b. Banyak kelas interval = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 (log 40) = 1+ 3,3 (1,60) = 1+ 5,28 = 6,28 = 6 Jadi banyak kelas yang di ambil adalah 6 c. Panjang kelas interval = sBanyakKela gn tanRe = 6 40 = 6,6 Dibulatkan menjadi = 7
  • 44 TABEL 8 DISTRIBUSI FREKUENSI NILAI KELAS EKSPERIMEN-I (METODE INQUIRY) Interval fi Xi fi.xi xi2 fi.xi2 50-56 2 53 106 2809 5618 57-63 1 60 60 3600 3600 64-70 7 67 469 4489 31423 71-77 3 74 222 5476 16428 78-84 16 81 1296 6561 104976 85-91 11 88 968 7744 85184 Jumlah 40 423 3121 30679 247229 Sumber : Pengolahan data primer Tahun 2013 Dari tabel 5 distribusi frekuensi hasil belajar siswa kelas eksperimen-1 di atas, dapat dilihat frekuensi nilai dari tiap-tiap kelas interval kelas eksperimen-1 dan nilai tengah dari tiap-tiap kelas interval, dimana frekuensi (fi) paling banyak terdapat pada kelas 78 – 84 sebanyak 16 siswa berikut data dalam diagram batang. GAMBAR. 1 DIAGRAM DISTRIBUSI FREKUENSI HASIL BELAJAR KELAS EKSPERIMEN-I (METODE INQUIRY) 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 50-56 57-63 64-70 71-77 78-84 85-91
  • 45 d. Nilai rata-rata kelas eksperimen-1. x 1 = i ii f xf . = 40 3121 = 78,02 e. Mencari modus kelas eksperimen-1. Mo1 = b + p ( 21 1 bb b ) b = 77+78 = 77,5 2 p = 16 b1 = 16 – 3 = 13 b2 = 16 – 11 = 5 Mo1 = 77,5 + 16 ) 513 13 ( Mo1 = 77,5 + 16 (0,72) Mo1 = 77,5 + 11,5 Mo1 = 89 f. Mencari simpangan baku kelas eksperimen-1 dengan rumus : S1 2 = )1( ).(. 22 22 2 nn xfxfn iiii S1 2 = )140(40 )3121()247229(40 2 S1 2 = 1560 97406419889160
  • 46 S1 2 = 1560 148519 S1 2 = 95,20 S1 = 9,75 Dari nilai rata-rata, modus, dan simpangan baku, maka dapat dicari koefisien kemiringan kurva dengan menggunakan rumus Karl Pearson,yaitu. Km1 = 1 11 S Mox Km1 = 75,9 8902,78 Km1 = 75,9 1098 Km1 = -1,1 Dari perhitungan di atas, nilai Km1 adalah -1,1 dan harga ini terletak diantara (- 1) dan (+1) ,maka data kelas eksperimen-1 dapat dikatakan terdistribusi normal. 4.2.1.1.2. Uji Normalitas Data Kelas Ekperimen-2 Dari hasil tes yang diperoleh siswa pada kelas VII.5 (kelas eksperimen-2) yang menerapkan metode discovery, dapat dilihat pada tabel berikut ini.
  • 47 TABEL 9 DAFTAR NILAI KELAS EKSPERIMEN-II ( METODE DISCOVERY) Kelas VII.5 No Nama Nilai 1 A. Wendi Saputra 80 2 Adinda Viska Wardasari 65 3 Agung Firman Syaputra 70 4 Aisyah Sri Rezeki Wijaya 80 5 Andhika Pamungkas 85 6 Annisa Permatasari 80 7 Bangun Jonatan 70 8 Bima Nugroho 70 9 Citra H. Simanjuntak 70 10 Dawel Goutama Adhi Asya P 75 11 Diah Ayu Nawang Wulan 70 12 Dian Resi Saputri 65 13 Dicky Apriansyah 75 14 Eko Julianto 65 15 Enny Nurkhoiriyah 75 16 Fadhillah Qiswatullah Reihan 40 17 Febrianti 75 18 Feri Andi Baby Pratama 75 19 Fikar Birawansya 40 20 Gidion Sihombing 70 21 Inkha Tasyana Riza 40 22 Jihan Vera Pramayda 40 23 M. Aflahul Irsyaad 70 24 M. Rizki Syaputra 75 25 M. Sahrizal Arpa'i 70 26 Meidy Ulpansyah 55 27 Muhammad Reza 65 28 Muhammad Yosi Safwatullah 80 29 Nilam Andana 75 30 Novita Sari Genting 65 31 Nurul Afifah Aprilianti 70 32 Rischa Intan Wulansar 65 33 Rizki Fhatia Irlaini 70 34 Rizki Melinia Putri 70 35 Vera Zesica Simanjuntak 50 36 Wahyu Sya'adiyah 65 37 Widurikalbu Utami BR HSR 75 38 Widyawati 70 39 Febri Aji 80
  • 48 40 Adinda Tahlia Salsabila 60 Jumlah 2705 Rata-rata 67,625 40,40,40,40,50,55,60,65.65.65.65.65.65.65.70,70,70,70,70,70,70,70,70,70,70,70,75,75, 75,75,75,75,75,75,80,80,80,80,80,85 Nilai Tertinggi : 85 Nilai terendah : 40 a. Rentang = nilai terbesar – nilai terkecil = 85 – 40 = 45 b. Banyak kelas interval = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 (log 40) = 1+ 3,3 (1,60) = 1+ 5,28 = 6,28 = 6 Jadi banyak kelas yang di ambil adalah 6 c. Panjang kelas interval = sBanyakKela gntanRe = 6 45 = 7,5 Dibulatkan menjadi = 8
  • 49 TABEL 10 DISTRIBUSI FREKUENSI NILAI KELAS EKSPERIMEN-2 (METODE DISCOVERY) Interval fi Xi fi.xi xi2 fi.xi2 40 – 47 4 43,5 174 1892,25 7569 48 – 55 2 51,5 103 2652,25 5304,5 56– 63 1 59,5 59,5 3540,25 3540,25 64 – 71 19 67,5 1282,5 4556,25 86568,75 72 – 79 8 75,5 604 5700,25 45602 80 - 87 6 83,5 501 6972,25 41833,5 Jumlah 40 381 2724 25313,5 190418 Sumber : Pengolahan data primer Tahun 2013 Dari tabel 7 distribusi frekuensi hasil belajar kelas eksperimen-2 tersebut dapat dilihat frekuensi nilai dari tiap-tiap kelas interval kelas eksperimen-2 dan nilai tengah dari tiap-tiap kelas interval yang memiliki frekuensi (fi) paling banyak terdapat pada kelas 64 – 71 sebanyak 19 siswa, sedangkan untuk kelas yang memiliki frekuensi berikut data dalam diagram batang.
  • 50 GAMBAR 2 DIAGRAM DISTRIBUSI FREKUENSI HASIL BELAJAR KELAS EKSPERIMEN-2 d. Nilai rata-rata kelas eksperimen-2 x 2 = i ii f xf = 40 2724 = 68,6 e. Modus kelas eksperimen-2 Mo2 = b + p ( 21 1 bb b ) b = 5,63 2 6463 p = 19 b1 = 19 – 1 = 18 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 40 - 47 48 – 55 56 – 63 64-71 72 – 79 80 – 87
  • 51 b2 = 19 – 8 = 11 Mo2 = 63,5 + 19 ( 1118 18 ) Mo2 = 63,5 + 19 (0,62) Mo2 = 63,5 +11,78 Mo2 = 75,28 f. Simpangan baku kelas eksperimen-2 S2 2 = )1( ).(. 11 22 1 nn xfxfn iiii S2 2 = )140(40 )2724()190418(40 2 S2 2 = 1560 74201767616720 S2 2 = 1560 196544 S2 2 = 125,98 S2 = 11,22 Dari rata-rata, modus, dan simpangan baku maka dapat dicari koefisien kemiringan kurva dengan menggunakan rumus Karl Pearson yaitu. Km2 = 2 22 S Mox Km2 = 22,11 28,756,68
  • 52 Km2 = 22,11 68,6 Km2 = -0,59 Dari perhitungan di atas, nilai Km1 adalah -0,59 karena nilai Km1 sebesar -0,59 harga ini terletak antara (-1) dan (+1), maka data kelas ekperimen-2 dapat dikatakan terdistribusi normal. 4.2.1.2. Uji Homogenitas Data Uji homogenitas data dilakukan untuk menguji kesamaan beberapa nilai rata- rata yang terdistribusi normal, dan membuktikan kesamaan varians kelompok yang membentuk sampel tersebut, dengan kata lain kelompok yang diambil berasal dari populasi yang sama. Syarat pengambilan sampel harus representatif artinya sampel harus dapat mewakili suatu populasi dengan baik. Analisa yang digunakan untuk menguji kesamaan varians dalam penelitian ini, yakni dengan Uji Bartlet menggunakan statistik Chi Kuadrat dengan dk = 1 pada taraf nyata 0,05 dari daftar chi kuadrat didapat (X2 ) (0,95) ( t ). untuk lebih jelasnya lihat dapat dilihat di tabel 8 dibawah ini. TABEL 11 UJI HOMOGENITAS DENGAN TES BARTLET (Kelas Eksperimen-I dan Kelas Eksperimen-II) Sampel dk = (n-1) 1/dk Si 2 Log Si 2 (dk) Log Si 2 Eksperimen-1 39 0,025 95,20 1,97 76,83 Eksperimen-2 39 0,025 125,98 2,10 81,9 Jumlah 78 0,05 158,73 Sumber : Pengolahan data primer Tahun 2013
  • 53 1. Menghitung varians gabungan dari kedua sampel. 2 11 21 2 22 2 112 nn SnSn S S2 = 24040 98,125)140(20,95)140( S2 = )78( )22,4913()8,3712( S2 = 78 02,8626 S2 = 110,59 S = 10,5 2. Menghitug Log S2 = Log 10,5 = 1,02 3. Menghitung nilai B = (Log S2 ) . ∑ (ni-1) = 1,02 X 78 = 79,56 4. Menghitung nilai X2 hitung = (lon 10) [B - ∑ (db) Log Si 2 ] = (2,3) × [ 79,56 – 158,73 ] = 2,3 × (-79,17) = -182,091 5. Membandingkan X2 hitung dengan nilai X2 tabel untuk α = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 2-1 = 1, maka dicari pada tabel chi-kuadrat di dapat X2 tabel = 3,841 dengan kriteria pengujian sebagai berikut: Jika X2 hitung ≥ X2 tabel, berarti tidak homogen dan Jika X2 hitung ≤ X2 tabel, berarti homogen. Ternyata X2 hitung < X2 tabel, atau -182,091 < 3,841, maka varians-varians adalah homogen.
  • 54 4.2.1.3. Uji Hipotesis Data Setelah pengujian normalitas data dan homogenitas data, sehingga data tersebut dinyatakan terdistribusi normal dan varians dalam penelitian bersifat homogen, maka tahapan selanjutnya yang dilakukan adalah pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan statistik parametris yaitu rumus Uji-t. t = 21 21 11 nn S XX Dengan S2 = 2 )1()1( 21 2 22 2 11 nn SnSn (Sudjana, 2005:239) Kriteria pengujian hipotesis dalam penelitian ini diterima H0 jika – t1 - ½ α < t < t1 - ½ α, dimana t1 - ½ α didapat dari daftar distribusi t dengan dk=(n1 + n2 - 2) dan peluang (1 - ½α ). Untuk harga-harga t lainnya H0 ditolak. Dari perhitungan sebelumnya diperoleh nilai rata-rata data simpangan baku untuk kelas eksperimen-1 dan kelas eksperimen-2 sebagai berikut. TABEL 12 NILAI RATA-RATA DAN SIMPANGAN BAKU (Kelas Eksperimen-I dan Kelas Eksperimen-II) Kelas Eksperimen-1 Kelas Eksperimen-2 x 1 = 78,02 S1 2 = 95,20 n1 = 39 x 2 = 68,6 S2 2 = 125,98 n2 = 39 Sumber : Pengolahan data primer Tahun 2013
  • 55 Kemudian masukan nilai tersebut dalam rumus. S2 = 2 )12()11( 21 2 2 2 1 nn SnSn S2 = 24040 98,125)140(20,95)140( S2 = 78 22,49138,3712 S2 = 78 02,8626 S2 = 110,59 S = 10,51 Kemudian t hitung dicari dengan. t = 22 21 11 nn S XX t = 40 1 40 1 51,10 25,6202,78 t= 4,051,10 77,15 t= 62,6 77,15 t = 2,38
  • 56 Untuk mencari ttabel untuk t (1-½ ) adalah. dk = n1 +n2 – 2 dk = 40 + 40 - 2 dk = 78 jadi thitung = 2,38 sedangkan ttabel (0,95)(60) tidak terdapat dalam tabel distribus t, maka harus ditentukan besarnya dengan rumus interpolasi yaitu. 66,167,1 67,1 12060 6060 x 01,0 67,1 60 0 x 0 = -100,2 + 60 x 60 x = -0 + 100,2 60 2,100 X = 1,67 Jadi ttabel adalah 1,67 Berdasarkan uji hipotesis di atas diketahui nilai thitung (2,38) lebih besar dari ttabel (1,67). Sehingga dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian hasil penelitian ini dinyatakan bahwa “ Terdapat perbedaan antara penggunaan metode inquiry dan metode discovery terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 11 Palembang pada mata pelajaran IPS Terpadu”.
  • 57 4.3 Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar melalui penggunaan metode Inquiry dan metode Discovey pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 11 Palembang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua kelas dimana pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling. Sebagai kelas eksperimen-1 yaitu kelas VII.4 menggunakan metode inquiry yang berjumlah 40 siswa dan sebagai kelas eksperimen-2 yaitu VII.5 menggunakan metode discovery yang berjumlah 40 siswa. Data dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan data berupa instrument tes, tes merupakan alat yang digunakan untuk memperoleh hasil belajar siswa setelah menggunakan metode Inquiry pada kelas eksperimen-1 dan metode Discovery pada kelas eksperimen-2 mata pelajaran IPS Terpadu pada materi siklus hidrologi dan bagian-bagiannya. Tes dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menerima materi pelajaran. Soal tes pilhan ganda berjumlah 20 soal dan tiap-tiap soal bila benar diberi skor 5. Setelah diperoleh data hasil tes siswa kelas eksperimen-1 maupun kelas eksperimen-2, maka peneliti melakukan analisis data tersebut. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t yang terdiri uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan analisis data tes, rata-rata skor siswa pada kelas eksperimen-1 78,125 sedangkan rata-rata skor yang diperoleh siswa pada kelas eksperimen-2 adalah 67,625. Perbedaan nilai rata-rata antara kelas eksperimen-1 dan kelas eksperimen-2 adalah sebesar 10,75 yang berarti metode Inquiry lebih baik dibandingkan dengan metode Discovery. Dilihat dari nilai rata-rata nya bahwa ada perbedaan hasil belajar yang diperoleh siswa ketika diterapkan metode Inquiry dan metode Discovery di kelas
  • 58 eksperimen-1 dan di kelas eksperimen-2, hal ini sudah cukup membuktikan bahwa hasil belajar dengan menerapkan metode Inquiry di kelas eksperimen-1 lebih baik jika dibandingkan dengan hasil dari penerapan metode Discovery dikelas eksperimen-2. Selain itu dari hasil perhitungan uji-t diketahui bahwa penerapan metode Inquiry lebih baik dibandingkan dengan metode Discovery, hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti terhadap sampel yang berjumlah 40 siswa yang terdiri dari kelas eksperimen-1 dan kelas eksperimen-2 untuk uji normalitas data tampak bahwa kedua kelas tersebut normal, karena didapat perhitungan untuk kelas eksperimen -1,1 dan untuk kelas eksperimen -0,59. Kedua kelas tersebut terletak diantara -1 dan +1, sehingga dapat dilanjutkan ke uji homogenitas data. Uji homogenitas perlu dilaksanakan untuk membuktikan kesamaan varian kelompok yang dibentuk sampel tersebut yang sama. Pengujian sampel dalam penelitian ini menggunakan Uji Bartlett dengan statistik Chi Kuadrat. Dengan syarat homogen X2 hitung < X2 tabel, maka didapat X2 hitung = -182,091 < X2 tabel = 3,841 maka kedua sampel tersebut homogen. Setelah data dari masing-masing sampel terbukti homogen dan berdistribusi normal maka data tersebut dapat diolah dengan uji statistik yaitu dengan uji-t. Dari daftar distribusi t dengan taraf signifikan α = 0.05 atau 0.95 dan dk = 78, maka thitung > ttabel atau thitung = 2,38 > ttabel = 1,67 maka Ho ditolak dan Ha diterima (signifikan) yaitu hasil belajar siswa yang menggunakan metode Inquiry berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dimana nilai rata-rata kelas eksperimen-1 lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas eksperimen-2. Penerapan metode Inquiry dalam proses belajar mengajar dikelas eksperimen-1 kelas VII.4 siswa dapat merumuskan sendiri permasalah dari tugas kelompok yang
  • 59 diberikan, siswa juga dapat mengembangkan hipotesis dengan cara menggolongkan siklus hidrologi dan mencari persamaan serta perbedaannya dan dalam mengumpulkan data dan mengevaluasi data siswa diberi kebebasan untuk mengeluarkan pendapatnya sendiri tanpa harus menjawab sama dengan jawaban yang ada dibuku pegangan maupun penjelasan yang diberikan guru. Sehingga dengan penerapan metode ini dapat melatih siswa untuk berfikir secara mandiri dan kritis, yang pada akhirnya berdampak pada mudahnya siswa memahami dan mengingat materi yang diajarakan dan juga berdampak pada peningkatan hasil belajar. Sedangkan pada penerapan metode Discovery dikelas VII.5 dalam proses belajar mengajar siswa masih diberikan bimbingan guru berupa cara permecahan masalah yang terdapat pada siklus hidrologi dan bagian-bagiannya, dan pada saat siswa kesulitan dalam menemukan jawaban tentang pengertian siklus hidrologi dan bagian-bagiannya guru membantu dengan memberikan jawaban, sehingga siswa cendrung malas untuk mengeluarakan pendapatnya dan masih terpaku pada jawaban dibuku pegangan maupun jawaban dari guru yang dianggap paling sudah benar. Inilah yang membuat siswa tidak kreatif dikarenakan masih banyak menghapal hasil dari diskusi kelompoknya yang kebanyakan dalam menyelesaiakan masalah pada saat diskusi kelompok, masih banyak dibantu jawabannya oleh guru dan buku pegangan siswa sehingga siswa tidak aktif dan kreatif untuk menggunakan pendapatnya sendiri yang lebih mudah untuk dipahami dan diingat. Dilihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen-1 (metode inquiry) dan kelas eksperimen-2 (metode discovery) dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya metode Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar siswa IPS Terpadu pada materi siklus
  • 60 hidrologi dan bagian-bagiannya kelas VII di SMP Negeri 11 Palembang tahun ajaran 2012/2013.
  • 61 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Dari hasil analisis data, tentang perbandingan hasil belajar antara penggunaan metode inquiry dengan metode discovery pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VII SMP Negeri 11 Palembang tahun pelajaran 2012/2013, diketahui bahwa hasil yang didapat berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan uji t, yaitu harga thitung = 2,38 sedangkan harga t yang didapat dari tabel distribusi t sebesar 1,67. Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis, Ho diterima jika thitung < ttabel dan Ho ditolak jika thitung > ttabel, karena thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima . Hal ini menujukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara penggunaan metode inquiry dengan metode discovery pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VII SMP Negeri 11 Palembang tahun pelajaran 2012/2013. 2) Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan metode inquiry lebih baik dibandingkan dengan menggunakan metode discovery. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen I (metode inquiry) sebesar 78,125 dan nilai rata-rata kelas eksperimen II (metode discovey) sebesar 67,625, hal ini berarti bahwa hasil belajar yang diperoleh siswa kelas VII.4 (kelas inquiry) lebih besar dari pada kelas VII.5 (kelas discovery). 3) Salah satu penyebab hasil belajar siswa pada kelas eksperimen I (metode inquiry) lebih baik adalah karena siswa dapat menemukan sendiri permasalahan dari materi
  • 62 yang dipelajari dengan cara merumuskan masalah dari materi yang dipelajari dan siswa lebih bebas dalam menemukan jawaban tanpa harus menjawab pertanyaan yang sesuai dengan jawaban dibuku pegangan, karna siswa di bebaskan menjawab melalui pendapatnya sendiri. Inilah yang membuat siswa lebih mudah memahami materi pelajaran dan menjawab soal tes yang diberikan. 4) Sedangkan penyebab dari hasil belajar siswa pada kelas eksperimen II (metode discovery) menjadi rendah dikarenakan dalam proses diskusi kelompok siswa diberikan bimbingan oleh guru dengan cara guru membantu dan mengarahkan siswa pada jawaban yang benar inilah yang membuat siswa cendrung malas dalam berpikir kreatif untuk mengelurkan pendapatanya sendiri yang lebih mudah untuk dipahami dan diingat. 5) Kelebihan dan kelamahan metode inquriy setelah diterapkan di kelas VII.4 adalah metode inquiry memiliki kelebihan dapat membantu siswa mengetahui pentingnya suatu permasalahan yang dipelajari dengan merumuskan masalah, siswa dapat mengembangkan hipotesis yakni dapat menggolongkan siklus hidrologi dan bagian- bagiannya dan dapat membandingkan persamaan dan perbedaan dari siklus hidrologi dan bagian-bagiannya, siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam menjawab pertanyaan dikarenakan siwa dibebaskan untuk menggunakan pendapatnya sendiri dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam diskusi kelompok. Sedangkan kelemahan dari metode discovery adalah memerlukan alat- alat percobaan yang sulit didapat, memerlukan waktu yang lama untuk merubah kebiasaan belajar siswa yang biasanya hanya mendengar ceramah dari guru, proses
  • 63 diskusi yang berjalan lama karna pada saat menemukan jawaban sendiri dibutuhkan rasa percaya diri dari siswa dalam menyelesaikan permasalahan. 6) Kelebihan dan kelemahan metode discovery setelah diterapkan di kelas VII.5. Kelebihan siswa cendrung lebih aktif dalam proses belajar dikarenakan adanya perubahan cara belajar yang semula menggunakan metode konvensional (ceramah) dan berganti menjadi metode discovery yang mengajarkan untuk siswa lebih aktif dalam menemukan jawaban, metode ini berpusat pada siswa dan guru sebagai pembimbing dalam mengarahkan siswa kepada jawaban yang benar. Sedangkan kelemahan metode discovery adalah metode ini kurang memberi kesempatan siswa untuk berfikir kreatif dikarenakan banyak dari pengertian-pengertian siklus hidrologi dan bagian-bagiannya yang dibimbing dalam menjawabnya oleh guru. Metode ini tidak cocok untuk diskusi kelompok dalam jumlah anggota kelompok yang banyak melebihi dari 5 orang karena jika jumlah anggota kelompok terlalu banyak maka siswa yang malas cendrung mengandalkan siswa yang rajin untuk menyelesaiakan tugas kelompok.
  • 64 5.2 Saran Setelah melakukan penelitian, penulis mengemukakan beberapa saran sebagai berikut. 1) Pada saat proses belajar mata pelajaran IPS Terpadu di sekolah, siswa diharapkan lebih aktif dengan bertanya kepada guru mengenai materi yang kurang dimengerti dan membiasakan untuk menjawab pertanyaan dengan pendapat sendiri agar lebih mudah diingat dan dimengerti. 2) Penggunaan metode inquiry dengan metode discovery hendaknya diterapkan pada kelas yang jumlahnya tidak terlalu padat dengan cara membentuk maksimal 6 kelompok diskusi dan jumlah maksimal 5 orang siswa pada masing-masing kelompok, sehingga siswa dapat benar-benar melakukan aktivitas dalam kelompok sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ingin dicapai. 3) Guru mata pelajaran IPS Terpadu hendaknya dapat menggunakan metode inquiry dan metode discovery dalam proses belajar mengajar kepada siswa dan dapat mengoptimalkan proses belajar mengajar siswa sehingga dapat menjadi pendorong yang kuat bagi siswa untuk selalu belajar menyadari akan pentingnya belajar di dalam mencapai prestasi belajar yang lebih baik. 4) Sebaiknya Guru selalu mempertimbangkan penggunaan model/metode pembelajaran yang bervariasi agar siswa lebih terampil dan tidak bosan untuk mengikuti pembelajaran sehingga siswa tidak mengalami kebosanan dalam belajar.
  • 65 DAFTAR PUSTAKA Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: ALFABETA. Arikunto, Suharsimin. 2010. Dasar-dasar Evaluasi Pendidika. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta. Rineka Cipta. Sudjana. 2002. Metode Statistika. Bandung: TARSITO. Hamalik, Oemar. 2011. Proses Belajar Mengajar. Jakarata: Bumi Aksara. Mulyatiningsih, Endang. 2012. Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan. Bandung: ALFABETA. Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: ALFABETA. Roestiyah. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Hamalik, Oemar. 2011. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara. Djamarah, bahari. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Sumarmi. 2012. Model-Model Pembelajaran Geografi. Malang: Aditya Media Publishing. , 2011. Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanwiyah (MTS) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: CV. Az-Zahra. Kurniaturohima, Dwi. 2010. “Penerapan metode inquiry dalam meningkatkan Keaktifan dan prestasi belajar siswa pada Mata pelajaran ekonomi Di SMP Shalahuddin Malang”. Skripsi S 1. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG.