Modul met lit

1,903
-1

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,903
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
60
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul met lit

  1. 1. MODUL MATA KULIAHMETODOLOGI PENELITIAN Disusun Oleh: Lukmanulhakim Almamalik Politeknik PIKSI Ganesha Bandung 2011
  2. 2. 2 Kata PengantarPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan karunia-Nya modul matakuliah Metodologi Penelitian ini dapat diselesaikan dan disajikan.Modul mata kuliah Metodologi Penelitian ini dimaksudkan sebagai salah satu mediabelajar bagai mahasiswa Politeknik Piksi Ganesha dalam mata kuliah MetodologiPenelitian, khususnya mahasiswa Manajemen Informatika dan Komputer, sehinggadiharapkan mahasiswa bisa lebih memahami materi Metodologi Penelitian yang diberikandosen di dalam kelas.Modul ini terbagi menjadi 10 bab, dimana urutan per bab disesuaikan dengan sistematikasilabus Metodologi Penelitian yang diberikan kepada mahasiswa.Penulis mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan pengajar di Politeknik PiksiGanesha, yang telah memberikan dorongan sehingga modul Metodologi Penelitian iniselesai dibuat. Penulis menyadari bahwa isi modul ini masih banyak kekurangan. Olehkarena itu saran dan kritik untuk perbaikan modul ini akan penulis terima dengan senanghati.Akhir kata, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi yang mempelajarinya. Penulis
  3. 3. 3 Daftar Isi Halaman1 Konsep Dasar Penelitian 52 Lingkup dan Klasifikasi Penelitian 143 Perumusan Masalah Penelitian 204 Landasan Teori dan Pustaka 245 Desain Penelitian 266 Variabel dan Data Penelitian 297 Teknik Analisis Data Penelitian 398 Penulisan Ilmiah 429 Presentasi Penelitian 56
  4. 4. 4A. Deskripsi Mata KuliahMata kuliah ini bermaksud untuk memperkenalkan tentang pengetahuan dasar penelitianilmiah dan aplikasinya di informatika. Materi-materi pokok yang akan dibahas dalam matakuliah ini antara lain meliputi pemahaman dan keterampilaan dalam pelaksanaan penelitianilmiah mulai dari formulasi masalah, studi kepustakaan, pengumpulan dan pengolahandata, analisis, hingga penyusunan hasil penelitian ke dalam suatu tulisan ilmiah serta etikadalam penelitian.B. Tujuan Kompetensi UmumSetelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan akan dapat: 1) memahamipengetahuan dasar tentang penelitian di bidang informatika, 2) memahami dan mempunyaiketerampilan untuk melakukan penelitian ilmiah di bidang informatika mulai dariformulasi masalah, studi kepustakaan, pengumpulan dan pengolahan data, analisis, hinggapenyusunan hasil penelitian ke dalam suatu tulisan ilmiahC. Tujuan Kompetensi KhususSetelah mahasiswa mengikuti perkuliahan ini diharapkan mampu: 1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan konsep-konsep dasar penelitian 2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan lingkup dan klasifikasi penelitian 3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pokok permasalahan penelitian 4. Mahasiswa mampu memahami dan mencari berbagai hal yang terkait dengan teori dan sumber pustaka dalam penelitian ilmiah 5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan desain penelitian 6. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pemilihan data penelitian metode dan instrumen pengumpulan data 7. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan teknik analisis data 8. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan penulisan ilmiah 9. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan teknik presentasi penelitian
  5. 5. 5 1. Konsep Dasar PenelitianA. Tujuan Kompetensi KhususMahasiswa mampu memahami dan menjelaskan konsep-konsep dasar penelitianB. Uraian Materi1.1 Makna PenelitianPenelitian, kata dasarnya adalah teliti, yang artinya cermat atau seksama. Menurut KamusBesar Bahasa Indonesia (1988), penelitian dapat merupakan pemeriksaan yang teliti ataupenyelidikan. Penelitian merupakan usaha penyelidikan yang sistematis dan terorganisasiuntuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban (Sekaran, 1994:4). Katasistematis dan terorganisasi menunjukkan bahwa untuk mencapai tujuannya penelitianmenggunakan cara-cara atau prosedur tertentu yang diatur dengan baik.• Mengapa Penelitian Dilakukan? atau Apa Tujuan Penelitian?Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-faktaatau fenomena secara lebih mendalam. Perhatian dan pengamatan terhadap fakta ataufenomena merupakan awal dari kegiatan penelitian yang menimbulkan suatu pertanyaanmasalah. Penelitian pada dasarnya merupakan penyelidikan yang sistematis untuk: a. memecahkan permasalahan atau menjawab pertanyaan penelitian (tujuan jangka pendek/tujuan praktis). b. mengembangkan pengetahuan (tujuan jangka panjang).1.2 Sikap Ilmiah• Bagaimana Memilih Pengetahuan yang Benar? Terdapat dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendapat/mencapai kebenaran: a. Pendekatan non ilmiah. b. Pendekatan ilmiah.a. Pendekatan non ilmiah Pendekatan non ilmiah merupakan usaha pencarian kebenaran/pengetahuan tanpa melewati tata tertib pendekatan ilmiah. Pada umumnya pendekatan non ilmiah ini dilakukan dengan cara berikut: 1) Menggunakan akal sehat Akal sehat merupakan serangkaian konsep dan bagan konseptual yang memuaskan untuk penggunaan praktis manusia. Contoh 1.1 • Karena sinar matahari bisa membunuh kuman, maka orang yang sakit agar sembuh di jemur di bawah sinar matahari. Alasannya adalah kuman menyebabkan orang sakit. • Menurut akal sehat, banyak pendidik meyakini bahwa hukuman adalah alat utama dalam pendidikan. Namun berdasarkan hasil penelitian menunjukkan
  6. 6. 6 bahwa bukan hukuman yang merupakan alat utama dalam pendidikan, melainkan ganjaran. Kelemahan pencarian kebenaran/pengetahuan dengan cara menggunakan akal sehat adalah kecenderungan untuk melakukan generalisasi. 2) Menggunakan prasangka Penggunaan prasangka biasanya dilakukan apabila pencapaian tujuan secara akal sehat diwarnai oleh kepentingan orang yang melakukannya. Dengan menggunakan prasangka, orang cenderung mempersempit pengamatannya. Contoh 1.2 • Ketika terjadi pemboman lagi di Aceh, orang-orang GAM ditangkapi. Alasannya adalah karena GAM adalah organisasi pengacau keamanan di Aceh, maka setiap ada pemboman pasti dilakukan GAM. Kelemahan dengan cara ini adalah orang cenderung mempersempit pengamatan dan cenderung mengkambinghitamkan orang lain 3) Pendekatan intuitif Mengambil kesimpulan/menetukan pendapat melalui proses yang tidak disadari/tidak dipikirkan langkah-langkahnya terlebih dahulu. Di sini tidak ada langkah-langkah sistematis dan terkendali. Contoh 1.3 • Pemilihan lokasi bisnis yang dilakukan seorang wirausahawan seringkali menggunakan intuisi. 4) Penemuan secara kebetulan dan coba-coba. Dalam sejarah manusia, banyak penemuan diperoleh secara kebetulan/tanpa rencana. Contoh 1.4 • Penemuan kina sebagai obat malaria, penemuan hukum Newton, dan penemuan kue brownies. Walaupun penemuan-penemuan yang diperoleh ini sangat berguna, akan tetapi penemuan ini bukan didapatkan melalui pendekatan ilmiah. 5) Pendapat otoritas ilmiah Otoritas ilmiah adalah orang yang biasanya menempuh pendidikan formal tinggi dan/atau punya pengalaman cukup banyak. Pendapat mereka sering diterima tanpa diuji lebih dahulu karena dipandang benar. Tetapi pendapat otoritas tidak selamanya benar, karena tidak berdasarkan penelitian tetapi atas pemikiran logis. Contoh 1.5 • Pergantian Presiden akan memberikan sentimen positif pada pasar saham dan mata uang.b. Pendekatan Ilmiah Pendekatan ilmiah merupakan pencarian kebenaran atau pengetahuan didasarkan atas ciri-ciri keilmuan, yaitu: rasional, empiris, dan sistematis, dan dibangun didasarkan atas teori tertentu.
  7. 7. 7 1) Rasional berarti kegiatan penelitian dilakukan dengan cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. 2) Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh panca indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. 3) Sistematis berarti menggunakan proses dengan langkah-langkah logis. Setiap usaha yang dinyatakan sebagai usaha ilmiah harus didasarkan atas sistem dan metode tertentu yang menjadi pedoman disebut metode ilmiah. Dengan demikian, upaya mencari kebenaran dengan pendekatan ilmiah dilakukan dengan cara-cara atau langkah-langkah yang teratur dan sistematis. Proses pencarian kebenaran/pengetahuan menggunakan metode ilmiah berawal dari penemuan masalah, merujuk teori, menggunakan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan. Kriteria metoda ilmiah harus dilakukan: berdasarkan fakta, bebas dari prasangka, menggunakan prinsip analisis, menggunakan hipotesis, menggunakan ukuran obyektif, dan menggunakan teknik kuantifikasi.1.3 Penelitian IlmiahPenelitian ilmiah merupakan bagian tak terpisahkan dari ilmu pengetahuan. Penelitianilmiah merupakan penelitian yang mengandung unsur-unsur ilmiah atau keilmuandalam aktivitasnya. Unsur-unsur yang penting dalam penelitian ilmiah adalah observasidan nalar (reasoning).Penelitian ilmiah juga berarti penyelidikan yang sistematik, terkontrol, empiris dan kritistentang fenomena-fenomena alami, dipandu oleh teori-teori dan hipotesis tentanghubungan yang diduga terdapat diantara fenomena-fenomena tersebut.Penelitian ilmiah dapat merupakan mesin yang memproses produk ilmu pengetahuan.Penelitian ilmiah merupakan serangkaian kegiatan sistematis yang didasarkan pada metodeilmiah dengan tujuan mendapatkan jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan ataupertanyaan penelitian yang diajukan sebelumnya.a. Syarat Melakukan Penelitian Ilmiah 1) Memahami konsep dasar ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan obyek penelitian. Contoh 1.6 • Jika seseorang ingin melakukan penelitian yang berkaitan dengan pemasaran, maka ia harus mempelajari dan memahami konsep dan teori pemasaran. • Jika seseorang ingin melakukan penelitian/membuat tugas akhir yang berkaitan dengan perancangan aplikasi sistem informasi inventori barang, maka ia harus mempelajari dan memahami konsep perancangan sistem informasi, bahasa program yang akan digunakan, serta teori dan konsep inventori barang.
  8. 8. 8 2) Menguasai metodologi penelitian (pengetahuan tentang berbagai metoda yang digunakan dalam penelitian ilmiah). Agar penelitian yang dilakukan sesuai dengan harapan dan tujuan, seorang peneliti harus menguasai metodologi penelitian yang dilakukan. Contoh 1.7 • Metode penelitian yang digunakan dalam bidang rekayasa (engineering), misalnya perancangan sistem informasi seringkali mempunyai perbedaan dengan metode penelitian yang digunakan dalam bidang manajemen atau sosial.1.4 Konsep Ilmu Pengetahuana. Ilmu PengetahuanIlmu pengetahuan merupakan konsep yang sulit didefinisikan dengan batas-batas yangjelas. Cakupannya luas serta batas-batasnya kabur. Fungsi ilmu pengetahuan juga seringtidak terdefinisikan dengan pasti dan sering dinyatakan secara berbeda-beda.Ilmu pengetahuan mencoba menjelaskan fenomena/fakta untuk memahami hakekat suatuobjek, atau mendapatkan pengetahuan tentang objek tersebut. Pemahamannya dilakukanmelalui observasi/pengamatan terhadap objek. Hasilnya merupakan sekumpulanfakta/fenomena yang dapat dibuktikan secara empiris, yaitu dapat diamati langsungoleh manusia dengan menggunakan panca inderanya.Ilmu pengetahuan adalah kumpulan teori-teori. Masing-masing teori berguna untukmenjelaskan hubungan antar fakta. Hubungan antar fakta diamati secara empiris dan apaadanya tanpa memperhatikan apakah hubungan-hubungan tersebut indah, bagus, atau baiksecara etis. Dengan demikian ilmu pengetahuan harus jujur, bebas nilai, dan objektif.Dalam prakteknya, penggunaan ilmu pengetahuan tidak bebas nilai. Dalam hal ini, seorangilmuwan dapat mempunyai rasa tanggung jawab kemanusiaan. Misalnya dengan mencegahpenemuannya disalahgunakan untuk maksud-maksud buruk. Karena objektif, ilmupengetahuan harus terbuka, agar bebas dari nilai-nilai pribadi dan juga harus terbuka untuksemua orang. Karena terbuka, ilmu pengetahuan jadi bersifat jelas, mulai dari awalpenelitian sampai penarikan kesimpulan.Kesimpulannya adalah bahwa Ilmu Pengetahuan harus mempunyai ciri-ciri berikut, yaituterstruktur secara sistematis, merupakan hasil observasi empiris, bersifat objektif, jelasdan dapat diuji secara terbuka oleh semua orang.b. Pola Dalam Kegiatan BerpikirIlmu Pengetahuan merupakan hasil kegiatan berpikir, baik dari hasil kegiatan berpikirrasional dan kegiatan berpikir empiris.1) Kegiatan Berpikir Rasional Kebenaran sebagai dasar ilmu pengetahuan yang didapat dari pemikiran manusia secara rasional (menggunakan rasio atau akal), tanpa bukti nyata di lapangan. Contoh 1.8 • Terdapat tiga bilangan real a, b, dan c. Jika a > b dan b > c, maka a > c. (misalkan bilangan tersebut adalah 2,5, dan 10. Jika 10 > 5 dan 5 > 2, maka 10 > 2)
  9. 9. 9 • Penentuan awal puasa 1 Ramadhan dan 1 Syawal yang hanya didasarkan pada metode hisab (perhitungan). Kelemahan berpikir rasional adalah cenderung sulit untuk memperoleh kata sepakat tentang kebenaran, karena setiap orang cenderung hanya percaya menurut kebenaran yang pasti menurut diri sendiri. Contoh 1.9 • Contoh kelemahan berpikir rasional adalah pendapat 6 orang yang buta tentang gajah.2) Kegiatan Berpikir Empiris Karena kelemahan berpikir rasional, muncul pola berpikir lain yang berlawanan, yaitu berpikir empiris yang menganjurkan agar kebenaran/pengetahuan dicari dari kenyataan. Contoh 1.10 • Penentuan awal puasa 1 Ramadhan dan 1 Syawal yang hanya didasarkan pada metode ru’yat (melihat hilal). Kelemahan dalam empirisme diantaranya: a) Fakta yang ada kadang-kadang tidak mempunya arti, sehingga tidak bisa ditafsirkan. b) Fakta yang sama bisa diartikan secara berbeda (dari persepsi individu). c) Fakta yang diketahui kadang-kadang hanya sebagian, sehingga kumpulan fakta tidak merupakan pengetahuan yang utuh tentang obyek. Berangkat dari kelemahan masing-masing kegiatan berpikir tersebut akhirnya muncul gagasan untuk menggabungkan rasionalisme dan empirisme, yang disebut Metode Keilmuan. Rasionalisme memberikan kerangka pemikiran logis, sedangkan Empirisme memberikan kerangka pengujian untuk memastikan kebenaran.c. Proses Kegiatan KeilmuanTujuan kegiatan keilmuan adalah mencari/menguji kerangka pemikiran logis (disebut jugaTeori, Hukum, Asas, Kaidah, dan sebagainya) yang bersifat umum. Sifat umum diperlukanagar kerangka pemikiran logis itu dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai gejaladengan macam-macam objek yang berbeda. Proses kegiatan keilmuan dapat digambarkanpada gambar 1.1.
  10. 10. 10 Statistika Induksi Perumusan Teori (Baru) FENOMENA/FAKTA TEORI Perumusan Teori (Lama) Dunia Empiris Dunia Rasional Aplikasi Teori Observasi/ HIPOTESIS Pengamatan Deduksi Metode Metoda Pengukuran Pengamatan Logika/ Matematika Gambar 1.1 Proses Kegiatan Keilmuan (Lubis, 1997)Salah satu cara menarik kesimpulan bersifat umum adalah Proses Induksi, yaitu menarikkesimpulan bersifat umum dari kasus-kasus individual.Contoh 1.11Agus adalah seorang sales eksekutif kartu kredit sebuah bank swasta. Hasil penjualan Agusterendah diantara rekan-rekan kerjanya. Dari sini dapat ditarik kesimpulan (hipotesis)bahwa permasalahannya adalah ia kurang aktif mengunjungi calon nasabahnya. Hal inimenimbulkan pula hipotesis berbeda atas bukti-bukti lain, seperti:a) Kemampuan menjual Agus rendah, sehingga efektivitas penjualan menurun.b) Agus kurang berbakat bekerja di pemasaran bank.c) dan sebagainya.Penarikan kesimpulan harus memenuhi persyaratan tertentu. Kesimpulan harus bersifatumum dan dapat memperhitungkan pengaruh dari faktor kebetulan. Oleh karena itu,digunakan Statistika. Statistika dapat digunakan untuk menghitung besarnya peran faktorkebetulan dalam penarikan kesimpulan, memberikan jalan untuk sampai pada kesimpulanterhadap objek-objek yang jumlahnya terbatas, dan mengukur derajat hubungan antarafaktor-faktor yang melandasi suatu masalah.Konsep lain dalam kegiatan keilmuan adalah Proses Deduksi, yaitu penarikan kesimpulanbersifat individual dari pernyataan/kerangka berpikir logis yang bersifat umum.Contoh 1.12Premis 1: Semua pegawai Politeknik rajin bekerja.Premis 2: Rizal seorang pegawai Politeknik.Premis 3: Rizal rajin bekerja.
  11. 11. 11Dalam proses Deduksi digunakan logika untuk menerapkan pernyataan bersifat umum.Logika akhirnya menjadi Matematika.Dalam proses kegiatan keilmuan, Fenomena/Fakta digunakan untuk merumuskan teoribaru dan menguji teori yang sudah ada.Fenomena/Fakta diperoleh dari Observasi/Pengamatan, yang harus dilakukan denganMetode Pengamatan tertentu. Intensitas suatu gejala/fakta yang diteliti diukur denganMetode Pengukuran, yang juga dapat digunakan untuk mengukur hubungan gejala tersebutdengan gejala yang lain secara kuantitatif – agar ketelitian bisa lebih tinggi.Dunia keilmuan terbagi menjadi Dunia Rasional dan Dunia Empiris. Dalam duniarasional, Teori dikembangkan menjadi Hipotesis ataupun diaplikasikan dengan bertumpupada Logika ataupun Matematika. Di dalam dunia empiris, Hipotesis digunakan sebagaidasar untuk menetapkan Cara Pengamatan ataupun Cara Pengukuran yang akhirnyamemberikan Fenomena/Fakta.Dengan Statistika, dilakukan penarikan kesimpulan tentang fenomena/fakta secarainduktif, baik untuk merumuskan teori yang baru ataupun menguji teori yang lama.1.5 Paradigma PenelitianParadigma penelitian, terutama ilmu-ilmu sosial, merupakan kerangka berpikir yangmenjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap fakta kehidupan sosial danperlakuan peneliti terhadap ilmu atau teori. Paradigma penelitian juga menjelaskanbagaimana peneliti memahami suatu masalah, kriteria pengujian sebagai landasan untukmenjawab masalah penelitian. Paradigma penelitian secara ekstrim dipisahkan menjadi:a. Paradigma Kuantitatif.b. Paradigma Kualitatif.a. Paradigma Kuantitatif Paradigma kuantitatif (penelitian kuantitatif) disebut juga dengan paradigma tradisional, positivis, eksperimental atau empiris. Penelitian kuantitatif menekankan pengujian teori melalui pengukuran variabel dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik. Contoh 1.13 Penelitian dengan pendekatan deduktif yang bertujuan untuk menguji hipotesis merupakan contoh tipe penelitian yang menggunakan paradigma kuantitatif.b. Paradigma Kualitatif Paradigma kualitatif (penelitian kualitatif) disebut juga dengan pendekatan konstruktifis, naturalis atau pendekatan interpretatif. Penelitian kualitatif menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas yang holistik, kompleks dan rinci. Contoh 1.14 Penelitian dengan pendekatan induktif yang bertujuan untuk menyusun konstruksi teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta merupakan contoh tipe penelitian yang menggunakan paradigma kualitatif.
  12. 12. 12Perbedaan antara paradigma kuantitatif dan paradigm kualitatif terletak pada asumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian. Perbedaan selanjutnya akan mempengaruhistrategi dan desain penelitian.1.5.1 Kriteria Penelitian IlmiahPenelitian ilmiah mempunyai kriteria tertentu, yaitu: a. Menyatakan tujuan secara jelas. b. Menggunakan landasan teoritis dan metode pengujian data yang relevan. c. Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji dari telaah teoritis atau berdasarkan pengungkapan data. d. Mempunyai kemampuan untuk diuji ulang (replikasi). e. Menarik kesimpulan secara objektif. f. Melaporkan hasilnya secara parsimony (simple). g. Temuan penelitian dapat digeneralisasi.1.5.2 Tahapan Penelitian IlmiahTahapan-tahapan dalam penelitian ilmiah merupakan pedoman peneliti untuk melakukanpenelitian dengan cara yang benar. Urutan dan jenis kegiatan penelitian ilmiah bisaberbeda-beda tergantung jenis penelitiannya. Secara umum langkah-langkah penelitianmeliputi: a. Merumuskan masalah dengan jelas. b. Melakukan studi kepustakaan/literatur. c. Menentukan desain/pendekatan/strategi penelitian yang sesuai. d. Merumuskan hipotesis. e. Melakukan Identifikasi, Klasifikasi, dan Definisi Operasional dari Variabel- Variabel Penelitian. f. Melakukan Pemilihan/Pengembangan Alat Pengumpul Data Penelitian. g. Menentukan Populasi dan Sampel Penelitian. h. Mengumpulkan Data Penelitian. i. Melakukan Pengolahan dan Analisis Data Penelitian. j. Melakukan Penarikan Kesimpulan. k. Menyusun Laporan Penelitian.Catatan: urutan dan jenis kegiatan yang perlu dilakukan dapat berbeda-beda, sesuaidengan jenis penelitian.
  13. 13. 13 2. Lingkup dan Klasifikasi PenelitianA. Tujuan Kompetensi KhususMahasiswa mampu memahami dan menjelaskan lingkup dan klasifikasi penelitian, sertaklasifikasi penelitian bisnis.B. Uraian Materi2.1 Klasifikasi PenelitianPenelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai sudut pandang, diantaranyaberdasarkan:Tabel 2.1 Beberapa Klasifikasi Penelitian Bidang Ilmu Tujuan Metode Tingkat Analisis dan Eksplanasi Jenis Data • Penelitian • Penelitian • Survei • Deskriptif • Kuantitatif Eksak Dasar • Ex. Post Pacto • Komparatif • Kualitatif • Penelitian (Murni) • Eksperimen • Asosiatif • Gabungan Sosial • Penelitian • Naturalistik Terapan • Penelitian Kebijakan • Penelitian Tindakan • Penelitian Evaluasi • Penelitian SejarahTugas: Berikan penjelasan singkat mengenai masing-masing penelitian di atas!2.2 Lingkup Penelitian BisnisPenelitian bisnis adalah proses pengumpulan dan analisis data yang sistematis dan objektifuntuk membantu pembuatan keputusan-keputusan bisnis. Perbedaan antara penelitianbisnis dengan penelitian lain terletak pada jenis dan sifat fakta yang diuji. Fakta dalampenelitian bisnis berkaitan dengan manusia dan usahanya untuk meningkatkankesejahteraan hidup.Adanya kemajuan teknologi komputer, komunikasi, transportasi dan manufakturmerupakan faktor utama yang menyebabkan perubahan lingkungan bisnis yang cepat danmengarah pada kompetisi bisnis yang ketat dalam skala global. Para manajer, atau secarakolektif disebut manajemen, memerlukan informasi yang valid dan andal untukmendukung pembuatan keputusan. Penguasaan informasi diperlukan untuk mengurangiketidakpastian dan memperoleh keunggulan bersaing.
  14. 14. 14Fungsi utama manajemen sebagai pembuat keputusan, dan fungsi penyediaan informasi(keuangan) oleh akuntansi, merupakan fungsi-fungsi yang memegang peran penting dalamorganisasi bisnis untuk bersaing. Kebutuhan informasi yang valid dan andal sebagai dasaruntuk pembuatan keputusan manajemen, mendorong perkembangan dan kebutuhanpenelitian bisnis, termasuk diantaranya penelitian manajemen dan akuntansi.• Lingkup Penelitian di Bidang ManajemenBerikut beberapa contoh topik utama dalam lingkup penelitian manajemen Bisnis Umum Peramalan jangka pendek dan jangka panjang trend bisnis, inflasi dan penentuan harga, akuisisi, ekspor dan perdagangan internasional, dsb. Pemasaran dan Potensi pasar, bagian dan segmentasi pasar, karakteristik pasar, konsep Penjualan produk baru, penjualan, saluran distribusi, promosi penjualan, perilaku konsumen, dsb. Keuangan Anggaran, sumber-sumber pembiayaan, modal kerja, investasi, tingkat bunga dan resiko kredit, biaya modal, penilaian saham dan obligasi, portofolio, hasil-resiko, rasio-rasio keuangan, analisis biaya, lembaga keuangan, merger dan akuisisi, dsb. Manajemen dan Manajemen mutu terpadu, motivasi dan kepuasan kerja, gaya Perilaku kepemimpinan, produktivitas tenaga kerja, efektivitas organisasional, Organisasi budaya dan komunikasi organisasi , studi gerak dan waktu, serikat kerja, dsb. Sistem Informasi Sistem Informasi Eksekutif, Sistem komunikasi bisnis, sistem pendukung Manajemen keputusan, aliansi fungsi sistem informasi, personil sistem informasi, dan pengembangan sistem informasi, dsb.• Lingkup Penelitian di Bidang AkuntansiBerikut adalah contoh topik penelitian dalam penelitian akuntansi. Akuntansi Teori-teori akuntansi, standar akuntansi keuangan, kebijakan dan metode Keuangan akuntansi, pengukuran dan pengakuan akuntanasi, sistem pelaporan, rasio- rasio keuangan, dsb. Investasi dan Efisiensi pasar, saham dan obligasi, penawaran efek perdana, pemecahan Pasar Modal saham, pengumuman deviden, resiko dan hasil, institusi bursa efek, reksa dana, pengaruh pajak, insider trading, dsb. Akuntansi Anggaran, insentif, pengukuran kinerja, alokasi biaya, penentuan harga Manajemen pokok, activity based cost, manajemen mutu, just in time, dsb. Auditing Teori audit, opini akuntan, sample audit, resiko audit, EDP audit, dsb. Sistem Informasi Desain dan seleksi sistem, penerapan dan evaluasi sistem, pengujian Akuntansi pengendalian internal, sistem database, expert system, electronic data interchange, berbagai aplikasi perangkat lunak tertentu pada bidang manajemen keuangan, audit, proses pengajaran dan konferensi, dsb. Pajak Perencanaan pajak, sistem dan tata cara perpajakan, akuntansi pajak, dsb.• Linkup Penelitian di Bidang Informatika dan KomputerBerikut adalah contoh topik penelitian dalam penelitian informatika. Rekayasa Desain dan seleksi sistem, penerapan dan evaluasi sistem, sistem database, Perangkat expert system, berbagai aplikasi perangkat lunak, dsb. Lunak CIM dan Simulasi sistem, sistem pengendalian berbasis komputer, robotik, Simulasi CAD/CAM, CAE, CAPP, dsb. Komputer Jaringan Sistem operasi, perancangan arsitektur dan jaringan komputer (LAN,WAN), Komputer dsb.
  15. 15. 15• Istilah Informatika diturunkan dari bahasa Perancis informatique, yang dalam bahasa Jerman disebut Informatik.• Kata ini identik dengan istilah computer science di Amerika Serikat dan computing science di Inggris.• Di Indonesia istilah tersebut dikenal sebagai Ilmu Komputer atau Teknik Informatika. Istilah ini kedua-duanya dipakai di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia untuk menamai fakultas, jurusan, atau program studi dalam menjalankan misi akademisnya.• Teknik Informatika/Ilmu Komputer merupakan ilmu yang mempelajari landasan teoritis komputasi dan informasi serta penerapannya dalam sistem komputer termasuk perangkat keras maupun perangkat lunak.• Ilmu Komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisis abstrak algoritma sampai subjek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, dan perangkat keras.• Pengklasifikasian Ilmu Komputer biasanya mengacu pada Matriks Dennings, yaitu salah satu matriks penggolongan Ilmu Komputer yang diciptakan oleh Peter J. Dennings.• Klasifikasi Ilmu Komputer menurut Dennnings terbagi dalam 12 sub bidang. Ke-12 subbidang Ilmu Komputer ini adalah: 1. Algoritma dan Struktur Data 2. Bahasa Pemrograman 3. Arsitektur Komputer 4. Sistem Operasi dan Jaringan Komputer 5. Software Engineering 6. Database dan Sistim Retrieval Informasi 7. Artificial Intelligence dan Robotik 8. Grafis 9. Interaksi Komputer dan Manusia 10. Ilmu Komputasi 11. Organizational Informatics 12. Bio Informatik• Dennings memberi catatan khusus untuk bidang Bio Informatik sebagai bidang baru yang merupakan gabungan antara Ilmu Komputer dan Biologi, dan saat ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Teori Abstraksi Desain Algoritma dan Teori Komputabilitas Algoritma Paralel dan Program Aplikasi Struktur Data Teori Komputasi Terdistribusi Kompleks Komputasi Paralel Algoritma Efisien dan Teori Graf Optimal Kriptografi Algoritma dan Teori Probabilistik Bahasa Bahasa Formal dan BNF Bahasa Pemrograman Pemrograman Automata Turing Machines Metode Parsing, Formal Semantics Compiling, Interpretation Translator, Kompiler, Interpreter Arsitektur Aljabar Boolean Arsitektur Nueman Produk Hardware (PC, Teori Coding Hardware Reliability Superkomputer, Mesin Von Neumann) Teori Switching Finite State Machine Sistem CAD dan Teori Finite State Machine Model Sirkuit, Data Path, Simulasi Logika Struktur Kontrol Sistem Operasi Teori Concurrency Manajemen Memori, Job Produk OS (UNIX, dan Jaringan Scheduling Windows, Mach, dsb)
  16. 16. 16 Teori Scheduling Model Komputer File dan File Sistem Terdistribusi Teori Manajemen Memori Networking (Protokol, Pustaka untuk Utilities Naming, dsb) (Editor, Formatter, Linker, dsb)Software Teori Reliability Metode Spesifikasi Bahasa SpesifikasiEngineering Program Verification and Metode Otomatisasi Metodologi Proof Pengembangan Program Pengembangan Software Temporal Logic Tool Pengembangan Tool untuk Software Pengembangan SoftwareDatabase dan Relational Aljabar dan Data Model Teknik PendesainanSistim Retrieval Kalkulus Database (Relational,Informasi Teori Dependency Hierarchical, Network, dsb) Teori Concurrency Skima Database Teknik Pendesainan Performance Analysis Database Sistem (Ingres, Dbase, Oracle, dsb) Sorting dan Searching Representasi File untu Hypertext System Statistical Inference RetrievalArtificial Teori Logika Knowledge Logic ProgrammingIntelligence dan Representation (Prolog)Robotik Semantik dan Sintatik Metode Pencarian Neural Network Model untuk Natural Heuristic Language Conceptual Dependency Model Reasoning dan Sistem Pakar Learning Kinematics and Dynamics Model Memori Manusia, Teknik Pendesaian of Robot Motion Autonomous Learning Software untuk Logic ProgrammingGrafik Teori Grafik dan Warna Algoritma Komputer Pustaka untuk Grafik Grafik Geometri Dimensi Dua Model untuk Virtual Grafik Standar atau Lebih Reality Teori Chaos Metode Komputer Grafik Image Enhacement SystemHuman Risk Analysis Pattern Recognition Flight SimulationComputer Cognitive Psychology Sistem CAD Usability EngineeringInteractionIlmu Komputasi Number Theory Discrete Pustaka dan Paket untuk Approximations, Fast Tool Penelitian (Chem, Fourier Transform and Macsyma, Mathematica, Poisson Solvers Maple, Reduce, dsb) Binary Representation Backward Error Propagation Teori Quantum Finite Element Models,Organizational Organizational Science Model dan Simlasi Management InformationInformatics berhubungan dengan Systems organizational Decision Support Decision Sciences informatics Systems Organizational DynamicsBioinformatik Teori Komputasi Model Komputasi DNA Organic Memory Kimia Devices Ilmu Biologi Protipe Retina dari Proyek Database Genom Silikon Manusia Medicine Model Database Genom Analisis Komputer Manusia Terhadap Struktur Enzim untuk Kesehatan
  17. 17. 172.3 Karakteristik Penelitian Bisnis yang BaikKegiatan di bidang bisnis merupakan kegiatan yang kompleks dan beresiko tinggi. Olehkarena itu, diperlukan informasi yang lengkap, akurat dan up to date untuk membuat setiapkeputusan. Untuk mendapatkan informasi diperlukan penelitian yang seksama. MenurutEmory (dalam Sugiyono, 2005), penelitian yang baik dilakukan sebagai berikut. 1) Masalah penelitian dan tujuan harus dirumuskan dengan betul, jelas, dan spesifik, sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran. 2) Prosedur penelitian harus dijabarkan secara rinci, sehingga orang lain dapat memahami, dapat melaksanakan penelitian tersebut dan dapat mengulanginya tanpa konsultansi dengan penyusunnya. 3) Prosedur dalam rancangan penelitian harus dibuat dengan teliti dan hati-hati, sehingga dapat menghasilkan data yang valid, reliable dan objektif. 4) Peneliti harus membuat laporan lengkap, sistematis mengikuti prosedur sesuai dengan rancangan dan mampu memberikan saran-saran untuk pemecahan masalah berdasarkan temuannya. 5) Analisis data yang digunakan harus tepat dan mampu membuat generalisasi yang signifikan. 6) Setiap kesimpulan yang diberikan harus didukung oleh data yang diperoleh melalui penelitian. Jangan membuat kesimpulan berdasarkan pendapat sendiri. 7) Hasil penelitian akan lebih dipercaya, bila penelitian dilakukan oleh peneliti yang mempunyai integritas tinggi, berpengalaman, dan telah mempunyai reputasi.
  18. 18. 18 3. Perumusan Masalah PenelitianA. Tujuan Kompetensi KhususMahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pokok permasalahan penelitianB. Uraian Materi3.1 Apakah Masalah Itu?Masalah muncul karena adanyaa. KESENJANGAN, yaitu antara : a. yang SEHARUSNYA dengan yang TERJADI b. yang DIPERLUKAN dengan yang TERJADI c. HARAPAN dengan KENYATAANb. Pengaduan Contoh 3.1 Pengaduan kualitas produk oleh konsumenc. Kompetisi Contoh 3.2 Persaingan bisnis3.2 Masalah PenelitianTipe masalah penelitian tergantung pada disiplin ilmu dan bidang studi yang menjadi minatdan perhatian peneliti. Terdapat empat kemungkinan tipe masalah dalam penelitian :a. Masalah-masalah yang ada pada saat ini di lingkungan organisasi yang memerlukan solusi. Contoh 3.3. Pimpinan suatu perusahaan berdasarkan laporan realisasi penjualan selama periode tertentu mengidentifikasi adanya masalah dalam pencapaian target penjualan produk X, yang selama beberapa periode mengalami penurunan dibandingkan dengan volume yang dianggarkan. Pimpinan perusahaan kemudian memutuskan untuk melakukan penelitian faktor-faktor yang menyebabkan penurunan produk X yang tidak menguntungkan.b. Area-area tertentu dalam suatu organisasi yang memerlukan pembenahan atau perbaikan. Contoh 3.4 Manajemen perusahaan menilai bahwa kinerja bagian pengiriman produk kurang optimal dan perlu upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen perusahaan. Untuk itu, manajemen memutuskan untuk melakukan penelitian dalam rangka meningkatkan optimalisasi kinerja bagian pengiriman produk.c. Persoalan-persoalan teoritis yang memerlukan penelitian untuk menjelaskan fenomena. Contoh 3.5 Anggaran sebagai alat perencanaan keuangan suatu perusahaan merupakan pedoman untuk menilai kinerja manajer dan bawahannya dengan cara membandingkan target anggaran dengan realisasinya. Selisih anggaran dapat bersifat menguntungkan maupun merugikan. Secara teoritis, selisih anggaran dipengaruhi oleh dua aspek: target anggaran yang ditetapkan dan kinerja manajer dan bawahan. Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis kedua aspek yang menyebabkan selisih anggaran tersebut.
  19. 19. 19d. Pertanyaan penelitian yang memerlukan jawaban empiris. Contoh 3.6 Penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan hubungan antara proses penyusunan anggaran yang melibatkan pimpinan dan bawahan terhadap kinerja individu yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran.Contoh 3.7 Bidang Masalah dan Topik Penelitian Bidang Masalah Topik Pemasaran dan Penjualan Konsep produk baru, Promosi Penjualan, Perilaku Konsumen Keuangan Penilaian saham dan obligasi, Analisis rasio keuangan Merger dan akuisisi Perilaku Organisasional Motivasi kerja, Gaya kepemimpinan Budaya organisasi Akuntansi Keuangan Standar akuntansi keuangan, Kebijakan dan metode akuntansi, Kandungan informasi akuntansi Akuntansi Manajemen Pengukuran prestasi manajer, Analisis biaya-volume-laba Pembuatan keputusan investasi Sistem Informasi Penerapan Sistem Informasi, Sikap manajemen pengguna Aplikasi perangkat lunak komputer3.3 Identifikasi MasalahSebenarnya banyak sekali masalah muncul, tidak ada individu maupun organisasi yangtidak mempunyai masalah, tetapi perlu "mata yang terlatih" untuk menemukannya.Masalah seringkali bisa ditemukan melalui:a. BACAAN, terutama Laporan Penelitian. Biasanya ada rekomendasi untuk penelitian lanjutan.b. DISKUSI, SEMINAR, PERTEMUAN ILMIAH.c. PERNYATAAN PEMEGANG OTORITAS. Para pemegang otoritas, baik dari pemerintahan maupun dari bidang keilmuan.d. PENGAMATAN SEPINTAS. Ilham yang muncul tiba-tiba karena melihat sesuatu, tanpa ada rencana untuk menemukan masalah. Contoh penemuan konstruksi cakar ayam.e. INTUISI. Masalah yang muncul tiba-tiba, berupa ilham, karena terjadi semacam "konsolidasi” berbagai informasi, yang berkaitan dengan suatu masalah, sehingga masalah tersebut bisa terbentuk. Munculnya ilham tidak perlu karena seseorang sebelumnya melihat sesuatu.f. PENGALAMAN PRIBADI. Sejarah perkembangan pribadi atau professional seseorang yang menyebabkannya mampu melihat masalah..3.4 Pemilihan Masalah PenelitianUsaha mengidentifikasi masalah biasanya tidak hanya menghasilkan sesuatu masalah.Seringkali masalah yang ditemukan jumlahnya lebih dari satu. Masalah-masalah yangditemukan tersebut belum tentu seluruhnya cukup layak untuk diteliti, sehingga perludipertimbangkan kelayakannya.Pertimbangan kelayakan masalah untuk diteliti dilakukan melalui dua arah berikut: a. Pertimbangan dari arah masalahnya. Apakah masalah atau pemecahan masalah bisa memberikan sumbangan terhadap:
  20. 20. 20 • Pengembangan teori, terutama pada bidang-bidang yang relevan dengan landasan teori yang digunakan. • Pemecahan masalah-masalah praktis, yang dihadapi dalam kehidupam manusia. Karena itu kelayakan bersifat RELATIF, sesuai dengan konteksnya. Bisa juga muncul pertimbangan lain dalam analisis kelayakan ini, misalnya: • Apakah data tersedia ? • Bagaimana masalah itu dinilai dari aspek nilai/norma?2) Pertimbangan dari arah peneliti/calon peneliti. Apakah penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan karakteristik peneliti, contoh: • Biayanya cukup ?, Waktu yang tersedia ?, Alat memadai ?, Apakah penggunaan teori mencukupi ?, Apakah penguasaan metoda mencukupi ?.3.5 Perumusan MasalahTidak ada aturan umum yang berlaku mengenai perumusan masalah tetapi disarankan agar:a. Rumusan masalah hendaknya PADAT DAN JELAS.b. Rumusan masalah hendaknya bisa memberikan petunjuk tentang pengumpulan data yang seharusnya dilakukan.c. Rumusan masalah harus fisibel.d. Rumusan masalah harus signifikan.e. Rumusan masalah bersifat etis.Perumusan masalah atau pertanyaan penelitian merupakan tahap terakhir dari penemuansetelah peneliti memilih bidang dan pokok masalah yang diteliti. Kriteria yang baikmenghendaki rumusan masalah atau pertanyaan penelitian yang jelas dan tidak ambiguitas.Rumusan masalah dalam suatu penelitian dapat berupa lebih dari satu pertanyaan.Contoh 3.8 Contoh rumusan masalah penelitian.1) Bagaimanakah bentuk sistem informasi pengolahan data penjualan produk yang berjalan di Bagian Internet Data Center Divisi JTP PT.INTI (PERSERO) Bandung?2) Bagaimana rancangan suatu perangkat lunak berbasis multimedia untuk mempresentasikan Universitas XYZ kepada masyarakat luar terutama kepada calon mahasiswa dan apakah perangkat lunak tersebut cukup handal dan efektif untuk presentasi dan promosi dalam artian informasi yang disampaikan mengena pada sasarannya?3) Bagaimana perancangan antarmuka yang mampu berinteraksi dengan pengguna, sehingga mahasiswa mampu dengan cepat memahami apa yang divisualisasikan dalam program komputer?Rumusan masalah penelitian tidak harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan. Beberapapeneliti merumuskan masalah penelitiannya ke dalam bentuk pernyataan tujuan penelitian.Contoh 3.9 Contoh rumusan masalah penelitian dalam bentuk pernyataan.1) Studi ini dimaksudkan untuk menguji pengaruh antara partisipasi pengguna dengan kepuasan pengguna dalam proses pengembangan sistem informasi.
  21. 21. 212) Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu perangkat lunak berbasis multimedia yang mampu berinteraksi dengan pengguna, sehingga mahasiswa mampu dengan cepat memahami apa yang divisualisasikan dalam program komputer.3) Suatu analisis mengenai persepsi kepuasan kerja karyawan tetap terhadap kebijakan manajemen serta persepsi pegawai tetap terhadap pegawai baru di PT. XYZ.3.6 Langkah-Langkah Penyelesaian MasalahSetelah masalah dirumuskan, perlu dipikirkan langkah-langkah kegiatan yang perludilakukan hingga masalah dapat diselesaikan. Penetapan langkah-langkah ini tidakmempunyai aturan umum, juga tidak bisa ditemukan/dipelajari melalui buku-buku/literaturMetodologi Penelitian, sehingga biasanya diselesaikan dengan menggunakan:• logika• common senseSeringkali perumusan langkah-langkah kegiatan ini dilupakan dalam perencanaan suatupenelitian, yang dirumuskan hanya masalahnya saja, sehingga bisa sangat membingungkanpada saat penelitian akan dilakukan.Tugas:Buatkan Perumusan Masalah dari tulisan di bawah ini!Seiring dengan semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis, keberadaan pengolahandata menjadi informasi secara terkomputerisasi menjadi sangat penting. Hal itu disebabkanoleh pengolahan data secara terkomputerisasi dapat memberikan kontribusi yang besaruntuk kinerja suatu perusahaan. Jika dibandingkan pengolahan data secara manual,pengolahan data secara terkomputerisasi memiliki kelebihan, seperti: pengolahan data yangcepat dan akurat, mendukung pengolahan data dalam skala besar.Perusahaan sebagai organisasi yang memiliki kecenderungan orientasi pada laba, selalumembutuhkan sistem yang terkomputerisasi dalam mengumpulkan, menyimpan, danmemproses data untuk menghasilkan informasi yang dapat membantu perusahaan dalammelakukan perencanaan strategi dan pengambilan suatu keputusan secara efektif. Tanpaadanya sistem yang terkomputerisasi, perusahaan akan menghadapi kendala untukmendapatkan informasi yang actual dan akurat. Hal itu dapat disebabkan oleh prosespengumpulan dan pengolahan data masih dilakukan secara manual. Dengan bantuan sistemyang terkomputerisasi pula informasi dapat dikelola dengan baik, sehingga dapatmenciptakan efisien biaya.Perusahaan “PT. X” merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan barang.Pada saat ini sistem informasi penjualan pada perusahaan “PT. X” masih dilakukan secaramanual sehingga kinerjanya belum efektif. Hal itu tercermin pada seringnya terjadiketerlambatan penyusunan laporan penjualan dan piutang dagang, kesalahan pencatatandan perhitungan persediaan, serta pengulangan dalam pencatatan transaksi. Oleh karenaitu, perusahaan “PT. X” bermaksud mengkomputerisasikan sistem bagian penjualan untukmemaksimalkan kinerjanya. Diharapkan setelah sistem informasi penjualandikomputerisasi, maka pengumpulan, penyimpanan, dan pengolahan data transaksi dapatdilakukan secara akurat dan cepat.Tugas: Bacalah minimal 3 buah paper/jurnal penelitian tentang Informatika, pelajaribagaimana rumusan masalahnya?
  22. 22. 22 4. Landasan Teori dan PustakaA. Tujuan Kompetensi Khusus Mahasiswa mampu memahami dan mencari berbagai hal yang terkait dengan teori dan sumber pustaka dalam penelitian ilmiahB. Uraian Materi4.1 Studi Pustaka• Setelah Perumusan Masalah Penelitian dilakukan, selanjutnya dicari berbagai Teori/Konsep/Generalisasi yang dapat dijadikan sebagai landasan/kerangka berpikir (landasan teori) bagi penelitian yang akan dilakukan.• Teori merupakan alur logika atau penalaran yang merupakan seperangkat konsep, definisi, dan proporsi yang disusun secara sistematis.• Secara umum, teori mempunyai fungsi untuk menjelaskan, meramalkan (prediksi), dan mengendalikan suatu gejala.• Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabel-variabel yang diteliti, melalui pendefinisian, dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi, sehingga ruang lingkup, kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah.• Dengan demikian, penelitian harus didasarkan pada suatu LOGIKA tertentu dan bukan dengan cara coba-coba (trial and error).• Teori/Konsep/Generalisasi itu diperoleh dari BACAAN.4.2 Sumber Bacaana. Kepustakaan Umum. Untuk menemukan teori atau konsep yang sifatnya umum, misalnya dari buku-buku teks (Textbook), Ensiklopedi, dsb.b. Kepustakaan Khusus. Untuk menemukan hal-hal bersifat khusus, yang dirumuskan berdasarkan kepustakaan umum. Misalnya: jurnal, buletin penelitian, tugas akhir, tesis, disertasi, dsb.c. Internet. Menggunakan search engine, seperti Google di www.google.com• Pemilihan sumber bacaan dilakukan dengan memperhatikan tiga kriteria berikut : a. Kemutakhiran Sumber bacaan yang lama umumnya berisi teori atau konsep lama yang mungkin sudah tidak berlaku karena kebenarannya telah dibantah oleh penelitan yang lebih baru. Oleh karena itu, sebaiknya sumber-sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan referensi penelitian adalah sumber bacaan yang terbaru. b. Relevansi Bacaan yang digunakan dalam penelitian haruslah mempunyai relevansi (kecocokan) dengan masalah yang dibahas. c. Kelengkapan Kelengkapan berkenaan dengan banyaknya sumber yang dibaca.• Bacaan perlu dicari sebanyak mungkin agar satu sama lain bisa dibandingkan. Dengan demikian bisa diperoleh berbagai kesimpulan yang sifatnya teoritis.
  23. 23. 23• Kesimpulan teoritis ini bisa digunakan untuk menemukan: a. Faktor-faktor utama yang mendasari penelitian. b. Mengidentifikasikan berbagai hal yang biasa menjadi variabel-variabel penelitian.Langkah-langkah untuk melakukan pendeskripsian teori adalah sebagai berikut. 1) Tetapkan variabel-variabel yang akan diteliti dan jumlah variabelnya. 2) Cari sumber-sumber bacaan yang sebanyak-banyaknya dan yang relevan dengan setiap variabel yang diteliti. 3) Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang relevan dengan setiap variabel yang akan diteliti. 4) Cari definisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber bacaan, bandingkan antara satu sumber dengan sumber yang lain dan pilih definisi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan. 5) Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti, lakukan analisis, renungkan, dan buatlah rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca. 6) Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber ke dalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri. Sumber-sumber bacaan yang dikutip atau yang digunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan teori harus dicantumkan.Isi dalam Bab II Landasan Teori.Pada bagian ini diuraikan teori-teori yang menunjang dan digunakan dalam penulisanLS/TA, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya, meliputi: • Teori-teori tentang Konsep, Perangkat Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. • Teori-teori tentang Aplikasi/Masalah yang dibahas. • Perangkat Lunak Pembangun Sistem.Contoh 5.1:Contoh isi Bab II Landasan TeoriJudul: Aplikasi Sistem Informasi Inventori Perusahaan PT XYZ Menggunakan Php danMysql. 2. Landasan Teori 2.1 Sistem Informasi 2.2 Sistem Aplikasi Komputer Berbasis Web 2.3 Perangkat Analisis Sistem 2.3.1 Data Flow Diagram (DFD) 2.3.2 Entity Relational Diagram (E-R Diagram) 2.4 Perangkat Lunak Pembangun Sistem 2.4.1 Hypertext Preprocessor (PHP) 2.4.2 MySQL 2.4.3 Asynchronous Javascript And XML (Ajax) 2.5 Inventori PerusahaanTugas:Bacalah satu buah Buku Teks/Buku Acuan yang sesuai dengan Program Studi yang Andapelajari. Tuliskan bagian-bagian yang ada dalam buku tersebut! 1. Judul Buku (asli/terjemahan,edisi ke-, No ISSN/ISBN kalau ada): 2. Pengarang:
  24. 24. 24 3. Penerbit: 4. Tahun Terbit: 5. Jumlah Bab dan Jumlah Halaman:Tuliskan Isi Pokok setiap bab dengan ringkas dan jelas!Tulisakan penulisan pustakanya menggunakan format berikut.Nama pengarang,(tahun terbit), Judul buku, Penerbit, Tempat diterbitkannya buku. Contoh : satu pengarang Abdul kadir, (2004), Dasar Aplikasi Database MySQL-Delphi, Andi, Yogyakarta. Nama Tahun Terbit Judul Buku Penerbit Kota Tempat Pengarang Penerbit Contoh : dua pengarang Arnold, Hugh J. and Daniel C. Feldman, (1986), Organizational Behavior, McGraw-Hill. New York.
  25. 25. 25 5. Desain PenelitianA. Tujuan Kompetensi Khusus Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan desain penelitianB. Uraian Materi5.1 Pendahuluan• Penelitian merupakan suatu proses yang dilaksanakan selama jangka waktu tertentu dan memerlukan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan dana.• Penyusunan rancangan penelitian harus dilakukan sebaik-baiknya.• Keseluruhan rancangan penelitian sangat tergantung pada desain yang dibuat peneliti. Desain penelitian merupakan perencanaan, struktur, dan strategi penelitian dalam rangka menjawab pertanyaan dan mengendalikan penyimpangan yang mungkin terjadi.• Tujuan Desain Penelitian: Menyediakan jawaban-jawaban yang diperlukan dalam penelitian Mengendalikan penyimpangan yang mungkin.5.2 Klasifikasi Desain Penelitian• Tujuan penelitian, pada dasarnya adalah pengembangan teori dan pemecahan masalah. Kedua tujuan ini sifatnya masih umum. Secara lebih spesifik, hasil penelitian dapat dimaksudkan sebagai: studi eksplorasi, studi deskriptif, dan pengujian hipotesis.a. Studi Eksploratif • Studi eksploratif (studi penjajagan) dilakukan jika peneliti memiliki keterbatasan informasi mengenai masalah penelitian tertentu, karena penelitian-penelitian sebelumnya yang meneliti permasalahan tersebut masih terbatas. • Studi penjajagan digunakan sebagai riset awal untuk menjelaskan dan mendefinisikan suatu masalah. • Studi eksplorasi dapat dikelompokkan ke dalam empat katagori: a. Survey pengalaman b. Analisis data skunder c. Metode studi kasus d. Uji coba (pilot study) untuk analisis kualitatif. • Teknik pengumpulan data umumnya: observasi dan wawancara. • Tipe data yang dikumpulkan umumnya: data kualitatif.b. Studi Deskriptif • Studi deskriptif merupakan penelitian terhadap fenomena atau populasi tertentu yang diperoleh peneliti dari subjek berupa: individu, organisasional, industri atau perspektif lain. • Tujuan studi ini untuk menjelaskan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena yang diamati.
  26. 26. 26 • Tipe data yang digunakan: data kualitatif dan kuantitatif.c. Pengujian Hipotesis • Pengujian Hipotesis bertujuan untuk menguji hipotesis. • Umumnya penelitian yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antar variabel. • Tipe hubungan dapat berupa hubungan korelasional, komparatif, dan hubungan sebab-akibat.5.3 Lingkungan Studi • Penelitian terhadap suatu fenomena dapat dilakukan pada lingkungan yang alami dan lingkungan yang artificial (buatan). • Berdasarkan kondisi lingkungan penelitian dan tingkat keterlibatan peneliti, penelitian dapat diklasifikasikan menjadi tiga katagori, yaitu: studi lapangan, eksperimen lapangan dan eksperimen laboratorium. a. Studi lapangan: penelitian yang dilakukan untuk menguji hubungan korelasional antar variabel dengan kondisi lingkungan yang alami dan tingkat keterlibatan peneliti minimal. b. Eksperimen lapangan: penelitian yang dilakukan pada lingkungan penelitian alamiah. Peneliti dalam penelitian ini memanipulasi variabel tertentu untuk mengetaui akibat yang ditimbulkannya. Tingkat keterlibatan peneliti lebih tinggi. c. Eksperimen Laboratorium: penelitian yang dilakukan untuk menguji hubungan sebab akibat pada lingkungan buatan (artificial).5.4 Unit Analisis • Tingkat agregasi data yang dianalisis dalam penelitian. • Ditentukan berdasarkan pada rumusan masalah atau pertanyaan penelitian. • Merupakan elemen yang penting dalam desain penelitian karena mempengaruhi proses pemilihan, pengumpulan, dan analisis data.• Unit analisis: tingkat individual, kelompok, dan organisasional atau tingkat perusahaan, industri, dan negara.5.5 Horison Waktu• Data penelitian dapat dikumpulkan sekaligus pada periode tertentu (satu titik waktu) atau dikumpulkan secara bertahap dalam beberapa periode waktu yang relatif lebih lama, tergantung pada karakteristik masalah penelitian yang akan dijawab.a. Penelitian Satu Tahap• Penelitian yang datanya dikumpulkan sekaligus. Data yang dikumpulkan dapat berupa data dari satu atau beberapa subjek penelitian yang mencakup satu atau beberapa periode.b. Studi Cross Sectional• Studi untuk mengetahui hubungan komparatif beberapa subjek yang diteliti. Tipe studi satu tahap yang datanya berupa beberapa subjek pada waktu tertentu.Contoh 5.1Studi perbandingan mengenai profitabilitas lima perusahaan pada tahun tertentu.
  27. 27. 27c. Studi Time Series• Studi time series lebih menekankan pada penelitian berupa data rentetan waktu.Contoh 5.2Penelitian mengenai perkembangan penjualan suatu perusahaan selama periode tahun1990-1998.5.6 Desain Sistem Informasi• Desain Sistem Informasi dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu desain sistem secara umum dan desain sistem terinci. Desain sistem secara umum disebut juga dengan desain secara makro. Desain sistem terinci disebut juga dengan desain sistem secara fisik atau desain internal..• Arti Desain Sistem Desain sistem dapat diartikan sebagai berikut: 1) Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem. 2) Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional. 3) Persiapan untuk rancang bangun implentasi. 4) Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk. 5) Sistem dibentuk dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi, termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen- komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem.• Tujuan Desain Sistem Tujuan utama desain sistem, yaitu: 1) Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem. 2) Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Tujuan kedua ini lebih condong pada desain sistem yang terinci, yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan progam komputernya. Untuk mencapai tujuan ini, analis sistem harus dapat mencapai sasaran-sasaran sebagai berikut: 1) Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan. 2) Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan yang didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan pada tahap analisis sistem. 3) Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer. • Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi,
  28. 28. 28 simpanan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern. • Personil Yang Terlibat Pekerjaan desain sistem dilakukan oleh analis sistem dan personil-personil teknik lainnya, seperti misalnya spesialis pengendalian, personil penjamin kualitas, spesialis komunikasi data dan lain sebagainya. Bagaimana dengan pemakai-pemakai sistem? apakah pemakai sistem juga harus terlibat dalam tahap ini? banyak orang yang setuju bahwa keterlibatan pemakai sistem sangat penting selama tahap analisis sistem. Akan tetapi bagaimana di tahap desain sistem ini? banyak analis sistem yang mendesain sistem informasi tanpa partisipasi yang berarti dari pemakai sistem. Hasil dari ketidak-terlibatan pemakai sistem ini akan mengakibatkan kurang puasnya pemakai sistem terhadap cara sistem bekerja (bahkan sistem tidak dapat memenuhi kebutuhan pemakai). Oleh karena alasan ini, maka pemakai sistem seharusnya juga terlibat dalam tahap desain sistem. Pemakai sistem paling tidak dapat mengkaji ulang komponen-komponen sistem informasi yang didesain, seperti: pemakai sistem seharusnya mengkaji ulang tata letak dari semua laporan- laporan dan bentuk-bentuk tampilan di layar terminal. Pemakai sistem juga seharusnya menilai arus percakapan dari dialog layar terminal. Pemakai sistem juga seharusnya menilai cara penangkapan data, pengolahan dari data tersebut dan distribusi informasinya.• Desain Sistem Secara Umum Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru. Desain sistem secara umum merupakan persiapan dari desain terinci. Desain secara umum mengidentifikasikan komponen-komponen sistem informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemrogram komputer dan ahli teknik lainnya yang akan mengimplementasi sistem. Tahap desain sistem secara umum dilakukan setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan dan hasil analisis disetujui oleh manajemen. Seperti halnya arsitek yang akan membangun rumah tempat tinggal, setelah arsitek selesai melakukan analisis, maka arsitek mulai membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah. Sketsa ini hanya dimaksudkan kepada calon pemakai rumah, bukan kepada ahli teknik dan insinyur-insinyur teknik sispil yang akan membangun rumah ini. Desain terinci yang memuat potongan-potongan gambar dengan ukuran-ukurannya yang terinci akan dibuat setelah desain secara umum ini disetujui oleh calon pemakai rumah. Arsitek belum akan menggambar rinci bangunannya dengan ukurannya terinci sebelum bentuk dan susunan rumah itu sendiri disetujui oleh calon pemakai rumah. Analisis sistem dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk model sistem fisik dan logika. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan
  29. 29. 29alat yang tepat digunakan untuk menggambarkan sistem fisik. Simbol-simbol baganallir sistem ini menunjukkan secara tepat arti fisiknya, seperti simbol terminal, harddisk, laporan-laporan. Logical model dari sistem informasi lebih menjelaskan kepadauser bagaimana nantinya fungsi-fungsi di sistem informasi secara logika akan bekerja.Logical model dapat digambar dengan menggunakan diagram arus data (data flowdiagram). Arus dari data di diagram arus data dapat dijelaskan dengan menggunakankamus data (data dictionary).Sketsa dari sistem fisik dapat menunjukkan kepada user bagaimana nantinya sistemsecara fisik akan diterapkan. Pengolahan data dari sistem informasi berbasis komputermembutuhkan metode-metode dan prosedur-prosedur. Metode-metode dan prosedur-prosedur ini merupakan bagian dari model sistem informasi (model prosedur) yang akanmendefinisikan urut-urutan kegiatan untuk menghasilkan output dari input yang ada.Metode adalah suatu cara untuk melakukan suatu kegiatan. Suatu prosedur merupakanrencana tahap demi tahap untuk menerapkan suatu metode. Bagan alir sistemmerupakan alat berbentuk grafik yang dapat digunakan untuk menunjukkan urut-urutankegiatan dari sistem informasi berbasis komputer ini. Seringkali gambar bagan alirsistem untuk sistem informasi juga dapat digabung dengan bagan alir formulir dalamperusahaan untuk menunjukkan hubungan dan prosedur antara sistem informasi dengnsistem-sistem lainnya di perusahaan.Pada tahap desain secara umum, komponen-komponen sistem informasi dirancangdengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user bukan untuk pemrogram. Komponensistem informasi yang didesain adalah 1) Desain Output, Desain Input, DesainBasisdata, Desain kendali, dan Desain Teknologi.
  30. 30. 30 6. Variabel dan Data PenelitianA. Tujuan Kompetensi KhususMahasiswa mampu memahami dan menjelaskan variabel, data penelitian dan pemilihandata penelitian metode serta instrumen pengumpulan dataB. Uraian Materi6.1 Pengertian Variabela. Konsep• Konsep adalah definisi yang digunakan untuk menggambarkan - secara abstrak - sifat suatu objek/fenomena atau generalisasi sifat sekelompok objek/fenomena, sehingga bisa digunakan untuk menggambarkan sifat objek/fenomena sejenis.• Konsep bisa mempunyai tingkatan generalisasi berbeda, dan semakin dekat dengan kenyataan akan semakin mudah diukur.• Konsep Ilmu Alam dan Konsep Ilmu Sosial. 1) Konsep Ilmu Alam lebih kongkrit, karena menggambarkan fenomena alam yang kongkrit. Contoh 6.1 Panas, walaupun tanpa definisi, tetap bisa dimengerti karena bisa dirasakan. 2) Konsep Ilmu Sosial lebih abstrak, perlu didefinisikan dengan jelas agar bisa dipahami oleh semua orang dengan pengertian yang sama. Contoh 6.2 Agresif, perlu didefinisikan/dijelaskan untuk dapat dimengerti.• Peneliti perlu merumuskan konsep penelitian dengan baik agar hasilnya dapat dimengerti orang lain dan memungkinkan untuk direplikasi atau diekstensi peneliti lain.b. Variabel• Variabel adalah KONSEP yang mempunyai VARIASI NILAI. Contoh 6.3 Badan adalah bukan variabel, karena tidak mempunyai variasi nilai. Tinggi badan merupakan variabel, karena bisa bervariasi nilainya.b.1 Identifikasi Variabel • Ditinjau dari kepentingan penelitian, variabel bisa diartikan melalui beberapa cara, diantaranya: a) Variabel merupakan segala sesuatu yang menjadi objek pengamatan. b) Variabel merupakan faktor-faktor yang mempunyai peranan dalam gejala/peristiwa yang diamati. • Pemilihan variabel penelitian tergantung pada: a) Landasan teoritis penelitian. b) Hipotesis penelitian.
  31. 31. 31• Jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian menentukan KEDALAMAN penelitian, makin sedikit variabel yang digunakan berarti penelitian makin rendah ketelitiannya.b.2 Klasifikasi Variabel • Klasifikasi variabel menunjukkan jenis/sifat variabel, sehingga berpengaruh juga pada cara pengumpulan data. • Terdapat beberapa macam klasifikasi variabel, diantaranya: 1) Klasifikasi variabel berkaitan dengan PROSES KUANTIFIKASI a) Variabel Nominal (KATAGORIK/DIKOTOMIK) Diukur berdasarkan golongannya, tanpa memberi nilai pada setiap golongan. Sifat golongan tersebut diskrit dan mutually exclusive. Contoh 6.4: Variabel jenis kelamin, yaitu: laki-laki dan perempuan. Untuk varibel ini tidak ada nilai apapun yang bisa diberikan kepada kedua golongan ini. b) Variabel Ordinal Diukur menurut jenjang, mengikuti suatu atribut tertentu, sehingga diperoleh rangking/tingkatan objek jika diukur dengan variabel tersebut. Tidak diketahui perbandingan nilai antar tingkatan, hanya lebih tinggi atau rendah saja. Contoh 6.5: Dua kegiatan objek akan diukur, yaitu belajar dan olah raga. Jika atribut yang digunakan adalah prioritas bagi kecepatan studi, maka belajar lebih tinggi jenjang prioritasnya dibandingkan olah raga. c) Variabel Interval Dinyatakan dengan interval/rentang, bukan dengan nilai mutlak. Hasil pengukuran dengan asumsi terdapat satuan pengukuran yang sama Mengandung informasi tentang urutan dan urutan jenjang obyek dari yang satu terhadap yang lainnya. Contoh 6.6. Berat badan diukur dengan kelas, sebagai berikut: 0 – 20 kg 21 – 40 kg 41 – 60 kg, dst. d) Variabel Rasio Informasi tentang interval dan nilai mutlak atribut yang ada pada suatu objek Jarak (interval) tidak dinyatakan dengan perbedaan kelas tetapi terhadap titik nol. Contoh 6.7. Berat badan 60 kg, berarti ada jarak 60 x satuan kilogram dari titik nol. 3) Klasifikasi variabel berkaitan dengan FUNGSI/PERAN 1) Variabel bebas (independen), variabel yang dipelajari pengaruhnya terhadap variabel yang lain (variabel dependen). 2) Variabel terikat (dependen); variabel yang kondisinya dipengaruhi oleh variabel yang lain (variabel bebas/independen). Variabel Variabel Bebas Tergantung
  32. 32. 32 Variabel pengaruh Variabel terpengaruh Contoh 6.8. Kemampuan kerja dan produktivitas. Kemampuan kerja (variabel bebas) dan produktivitas (variabel tergantung).b.3 Definisi Operasional Variabel • Definisi yang didasarkan pada sifat/atribut yang diamati pada obyek penelitian, bisa berbentuk kualitatif atau kuantitatif. • Definisi operasional variabel bertujuan untuk menjelaskan makna variabel penelitian. • Terdapat 3 pola penentuan definisi operasional variabel: 1) Berdasarkan kegiatan. Kegiatan yang harus dilakukan/terjadi agar yang didefinisikan dianggap telah terjadi. Contoh 6.9. Orang pemalas adalah orang yang tidur minimal selama 60 jam seminggu. 2) Berdasarkan operasi yang dilakukan obyek. Menunjukkan bagaimana hal yang didefinisikan beroperasi. Contoh 6.10. Tukang tik yang mahir adalah orang yang sanggup mengetik tanpa melihat. 3) Berdasarkan tampaknya obyek. Menunjukkan bagaimana objek itu tampak. Contoh 6.11. Mangga yang mentah dagingnya berwarna putih dan kulitnya berwarna hijau.b.4 Hubungan Antar Variabel • Kegiatan ilmiah banyak yang merupakan kegiatan untuk mencari/meneliti hubungan antara 2 variabel atau lebih. • Hubungan paling mendasar adalah hubungan antara 2 variabel, yaitu hubungan antara Variabel Terikat (Dependent Variabel) dengan Variabel Bebas (Independent Variabel). • Jenis hubungan antar variabel dapat dinyatakan sebagai berikut. a. Hubungan Simetris : Hubungan dimana variabel yang satu tidak disebabkan/dipengaruhi variabel lain. 1) Kedua variabel merupakan INDIKATOR konsep yang sama. Contoh 6.12. Dingin dapat menyebabkan bulu berdiri dan rasa lapar. Di sini bulu berdiri bukan karena rasa lapar, dan rasa lapar bukan karena bulu berdiri. 2) Kedua variabel merupakan AKIBAT dari faktor yang sama. Contoh 6.13. Industrialisasi mengakibatkan banyak diskotik dan banyak tukang becak. Di sini, pertambahan jumlah diskotik bukan karena pertambahan jumlah tukang becak, dan pertambahan jumlah tukang becak bukan karena pertambahan jumlah diskotik. 3) Kedua variabel BERKAITAN SECARA FUNGSIONAL. Jika salah satu ada, maka yang lainnya akan muncul. Contoh 6.14. Jika ada majikan, mesti ada buruh. Jika ada guru mesti ada murid. 4) Hubungan antara kedua variabel terjadi secara kebetulan, dan bukan karena sebab akibat.
  33. 33. 33 Contoh 6.15. Ujian diselenggarakan hari Selasa, si A tidak lulus. b. Hubungan Timbal balik Dalam hubungan antara 2 variabel, variabel yang satu dapat menjadi sebab dan juga bisa merupakan akibat dari variabel lainnya. Contoh 6.16. Penanaman modal dapat mendatangkan keuntungan. Keuntungan memberikan kesempatan untuk menanam modal. c. Hubungan Asimetris (2 variabel dan 3 atau lebih variabel) Dalam hubungan antara 2 variabel atau lebih, variabel satu mempengaruhi variabel lainnya. Hubungan asimetris dapat terdiri dari: 1). Hubungan Asimetris 2 variabel. Hubungan antara 2 variabel (Bivariat), yaitu: variabel pengaruh (x) dan variabel yang dipengaruhi (y). x y Variabel pengaruh variabel terpengaruh 2). Hubungan asimetris 3 variabel atau lebih. Dalam kenyataan jarang ada hubungan antara 2 variabel yang murni, selalu ada variabel ketiga, keempat, dst., yang ikut “mengganggu” hubungan antara dua variabel tersebut. Hubungan Asimetris ini disebut HUBUNGAN MULTIVARIAT. X1 X2 y Xnb.5 Beberapa Jenis Variabel Yang Perlu Diperhatikan Dalam Hubungan Antar Variabel a. Variabel Moderator Merupakan variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan terikatn. Variabel ini disebut variabel bebas kedua. Partisipasi Kinerja (var bebas) (var terikat) Struktur organisasi (var moderating) b. Variabel Intervening Merupakan variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan dependen, tetapi tidak dapat diamati dan diukur.
  34. 34. 34 Partisipasi Kinerja (var terikat) Motivasi (var bebas) (var intervening) c. Variabel kontrol Variabel yang dikendalikan atau diusahakan bernilai tetap, sehingga pengaruhnya tidak terasa. Variabel kontrol sering digunakan peneliti jika akan melakukan penelitian yang sifatnya membandingkan.6.2 Tipe Data Penelitan• Tipe data penelitian secara ekstrim dapat dikelompokkan ke dalam data kuantitatif dan data kualitatif.• Data kuantitatif menunjukkan jumlah atau banyaknya sesuatu. Contoh : Pendapatan deviden, nilai persediaan produk, gaji karyawan, utang bank.• Data kualitatif merupakan data yang dapat dikatagorikan. Contoh 6.17. Data yang menunjukkan jenis pekerjaan responden dapat dinyatakan dengan jumlah responden yang bekerja sebagai pegawai negeri, pegawai swasta atau pengusaha dan proporsi masing-masing katagori terhadap total responden.• Permasalahan yang ada dalam pemilihan data kuantitatif umumnya berkaitan dengan populasi data yang diteliti.a. Populasi • Populasi menyatakan seluruh objek yang akan diteliti. • Populasi menyatakan sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu. • Populasi dapat berupa orang, mahkluk hidup lain, benda tak hidup, perilaku, fenomena alam, dan sebagainya. Contoh 6.18. Misalkan akan melakukan penelitian di perusahaan ABC, maka perusahaan ABC ini merupakan populasi. Perusahaan ABC mempunyai sejumlah orang/subjek dan objek yang lain. Disamping itu, perusahaan ABC juga mempunyai karakteristik orang- orangnya, misalkan motivasi kerja, kepemimpinan, disiplin kerja, dsb. Populasi mahasiswa Politeknik, populasi penduduk Kota Bandung, dsb. • Peneliti dapat meneliti seluruh elemen populasi (disebut dengan Sensus) atau meneliti sebagian dari elemen-elemen populasi (disebut dengan penelitian Sampel).b. Sampel • Peneliti secara teknis umumnya mengalami kesulitan (karena keterbatasan waktu, fasilitas, tenaga, dsb.) untuk melakukan sensus (mengambil seluruh populasi), jika jumlah elemen populasi relatif banyak atau bahkan sulit dihitung. • Peneliti, karena alasan praktis dapat meneliti sebagian dari elemen-elemen populasi sebagai sampel. • Kesimpulan yang ditarik dari pengamatan/penelitian terhadap sampel kemudian digeneralisasikan, sehingga dianggap dapat berlaku juga bagi keseluruhan populasi yang diwakili oleh sampel.
  35. 35. 35• Generalisasi mengandung resiko, ada kemungkinan tidak tepat karena sampel tidak secara tepat mencerminkan/mewakili populasi.• Karena itu teknik/cara penentuan sampel sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus dalam suatu penelitian.• Yang diperlukan adalah sampel yang representatif, yaitu sampel yang betul-betul mewakili populasi.• Terdapat 4 parameter yang dianggap menentukan apakah sampel cukup representatif, yaitu: 1) Variabilitas populasi (tingkat keragaman individu yang merupakan anggota populasi). 2) Ukuran/besar sampel (makin besar ukuran sampel, maka makin representatif sampel itu sebagai wakil populasi). 3) Teknik penentuan sampel (teknik penentuan sampel perlu dipilih sedemikian rupa sehingga dapat memperoleh sampel dengan tingkat keacakan tinggi). 4) Kecermatan memasukkan ciri-ciri populasi (semakin lengkap ciri-ciri populasi yang dimasukkan dalam sampel, maka semakin representatif sampel tersebut.c. Sampling• Prosedur/cara untuk memilih sebagian unit yang ada dalam populasi.Syarat Sampling yang Ideal: • Memberikan gambaran yang dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti. • Dapat menentukan presisi hasil penelitian dengan menentukan simpangan baku dari taksiran yang diperoleh. • Sederhana. • Dapat memberikan keterangan sebanyak-banyaknya dengan biaya serendah- rendahnya.Tipe Samplinga. Dilihat dari prosesnya • Sampling dengan pengembalian • Sampling tanpa pengembalianb. Dilihat dari peluang (probability) pemilihannya • Sampling non peluang Sederhana tetapi tidak bisa dilakukan tes significant (test keberartian) karena test tersebut melibatkan peluang (α) Yang termasuk kategori sampling non peluang : 1) Haphazard sampling/Accidental sampling – siapa yang ditemui. 2) Voluntary sampling --- siapa yang mau. 3) Judgment sampling/Purposive sampling/Expert Choice, dimana karakteristiknya ditentukan pakar. 4) Snowball sampling --- survei dengan topik yang luas (partai yang menang) • Sampling peluang --- memperhatikan peluang 1) Sampling Acak Sederhana • Untuk survey yang ruang lingkupnya luas. • Populasi relatif homogen. • Kerangka sampling jelas. • Peluang unit analisis terpilih menjadi sampel sama besar (1/N).
  36. 36. 36 • Pemilihan dengan cara undian atau tabel random. 2) Sampling Sistematik • Biasanya untuk marketing research • Boleh tanpa kerangka sampling. • Pengambilan sampel berdasarkan random start (s) dan interval sampel (k). dimana : k = N/n N = jumlah populasi n = jumlah sampel yang mau diambil Nilai s antara 1 sampai dengan k (ditentukan dengan cara diundi) Pola pengambilan sampel: Sampel yang diambil adalah sampel ke : s, s+k, s+2k, S+3k, dst. • Kelemahan : Ada periodicity (terambilnya sampel yang mempunyai karakteristik yang sama karena letak satuan sampling yang mempunyai interval tetap) 3) Sampling Acak Distratifikasi • Jika populasi heterogen ---- populasi dibagi ke dalam sub populasi (strata) agar homogen (agar sampel representatif) • Pengambilan setiap strata dilakukan menurut sampling acak sederhana • Peneliti harus tahu variabel stratifikasinya apa (sebaiknya variabel yang sedang diteliti atau yang erat hubungannya dengan variabel yang sedang diteliti) • Banyaknya strata berkaitan dengan kenaikan presisi --- sebaiknya 6 buah • Jumlah sampel tiap strata dihitung berdasarkan proporsi Contoh : Industri jasa : perbankan, pendidikan, kesehatan, dsb. 4) Sampling Klaster (sederhana dan bertahap) • Jika populasi sangat besar • Untuk memperoleh keadaan seheterogen mungkin di dalam klaster dan sehomogen mungkin di antar klaster • Jika hal ini diperoleh maka cukup dua sampel saja Contoh : daerah administratif : kelurahan, kecamatan, kabupaten, dst.Jumlah Sampel• Tidak ada satupun aturan yang dapat menyatakan secara umum berapa ukuran sampel minimal yang harus diambil, sebab dipandang dari aspek statistik begitu banyak faktor yang berperan dalam menentukan ukuran sampel.• Faktor-faktor yang ikut berperan dan harus diperhatikan saat menentukan ukuran sampel minimal adalah : Tipe sampling yang digunakan. Parameter yang akan dianalisis. Tujuan penelitian: estimasi parameter atau menguji hipotesis. Sifat penelitian : komparatif atau non komparatif. Besarnya koefisien kepercayaan (α) dan bound of error (δ) yang akan digunakan -- -- jika masalah yang dihadapi adalah masalah estimasi.
  37. 37. 37 Besarnya koefisien kepercayaan (α) dan besarnya kuasa uji (1-β) -----jika masalah yang dihadapi adalah pengujian hipotesis. Variasi variabel yang sedang diteliti. Kedalaman analisis. Ketersediaan satuan pengamatan (unit analisis). Tenaga, waktu dan biaya yang tersedia.• Semakin besar sampel, biaya penelitian semakin mahal tetapi diperoleh tingkat ketelitian yang lebih tinggi. Beberapa pendapat tentang ukutan sampel agar representatif: a. Ukuran sampel ≤ 10 % ukuran Populasi b. Ukuran sampel ≤ 5 % ukuran Populasi c. Ukuran sampel tergantung tingkat heterogenitas individu dalam populasi.• Menurut Harun Al-Rasyid (1993:44), jumlah ukuran sampel suatu penelitian dapat ditentukan dengan persamaan berikut : no n = n 1+ o N dimana 2  z (1−α / 2 ) .s  no =    d  n = ukuran sampel Z = tingkat keyakinan (derajat kepercayaan). s = simpangan baku rata-rata sampel.6.3 Pengumpulan Data Penelitian • Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. • Selalu ada hubungan antara metode mengumpulkan data dengan masalah yang ingin dipecahkan. Masalah memberi arah dan mempengaruhi metode pengumpulan data. • Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data harus dipilih secara tepat agar tidak terjadi kesalahan dalam penelitian. • Kesalahan bisa terjadi karena: a. Jenis alat pengumpul data tidak tepat b. Skala pengukuran tidak sesuai dengan karakteristik data yang dikumpulkan.6.4. Jenis Data • Berdasarkan jenis data yang diteliti, penelitian dapat diklasifikasikan ke dalam: penelitian opini, penelitian empiris, dan penelitian arsip. • Jenis data berkaitan dengan sumber data dan pemilihan metode yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data penelitian. • Data penelitian pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu: data subjek, data fisik dan data dokumenter. • Data subjek adalah jenis data penelitian yang berupa opini, sikap, pengalaman, atau karakteristik dari seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subjek penelitian. • Data subjek dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk tanggapan yang diberikan, yaitu lisan (verbal), tertulis, dan ekspresi.
  38. 38. 38 • Data fisik merupakan jenis data penelitian yang berupa objek atau benda-benda fisik, antara lain bentuk: bangunan, atau bagian dari bangunan, dsb. • Data fisik merupakan benda berwujud yang menjadi bukti suatu keberadaan atau kejadian pada masa lalu. • Data fisik dalam penelitian bisnis dikumpulkan melalui metode observasi. • Data dokumenter adalah jenis data penelitian yang berupa antara lain: faktur, jurnal, surat-surat, jurnal, notulen hasil rapat, memo atau dalam bentuk laporan program. • Data dokumenter dalam penelitian dapat menjadi bahan atau dasar analisis data yang kompleks yang dikumpulkan melalui metode observasi dan analisis dokumen yang dikenal dengan analisis isi (content analisys).6.5. Sumber Data • Informasi atau data dapat dibedakan berdasarkan sumbernya: a. Data primer Data yang diperoleh langsung dari sumber pertama atau data yang dikumpulkan langsung di lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Contoh: data kuesioner (data yang diperoleh melalui kuesioner), data survei, data observasi, dsb. b. Data sekunder Data yang tidak langsung diperoleh dari sumber pertama, telah disusun dalam bentuk dokumen-dokumen tertulis. Data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada. Data ini biasanya diperoleh dari perpustakaan atau dari laporan-laporan penelitian terdahulu. Contoh: Data yang diperoleh di tempat-tempat tertentu, seperti perpustakaan, BPS, kantor-kantor, dsb.6.6 Pengumpulan Data • Pengumpulan Data Primer dapat dilakukan dengan menggunakan metode Survei dan Observasi.Metode Survei • Metode pengumpulan data primer menggunakan pertanyaan lisan dan tertulis. • Memerlukan adanya kontak atau hubungan antara peneliti dengan responden penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan. • Teknik pengumpulan data menggunakan metode survei: Wawancara dan Kuesioner.Wawancara • Merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survei yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subjek penelitian. • Teknik wawancara dapat dilakukan melalui : tatap muka atau melalui telepon.Kuesioner • Alat komunikasi antara peneliti (P) dengan orang yang akan diteliti/responden (R), berupa daftar pertanyaan yang dibagikan oleh P untuk diisi oleh R. • Kuesioner dibedakan menjadi:
  39. 39. 39 - kuesioner TERTULIS, yang diisi oleh R secara tertulis. - kuesioner WAWANCARA, yang digunakan oleh P sebagai pegangan dalam melakukan wawancara. • Penyebaran Kuesioner: - lewat pos/tertulis - dibagikan langsung oleh Peneliti. • Jenis kuesioner 1). Kuesioner tertutup Daftar pertanyaan yang untuk setiap pertanyaannya telah disediakan sejumlah pilihan jawaban. 2). Kuesioner terbuka Untuk setiap pertanyaan tidak disediakan pilihan jawaban. 3). Kuesioner kombinasi terbuka dan tertutup. Untuk tiap pertanyaan, selain disediakan pilihan jawaban juga diberikan kesempatan menjawab secara bebas.Metode Observasi • Teknik pengumpulan data penelitian melalui proses pencatatan pola perilaku subjek (orang), objek (benda) atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu-individu yang diteliti. • Kelebihan metode ini dibandingkan dengan metode survei bahwa data yang dikumpulkan umumnya tidak terdistorsi, lebih akurat dan bebas dari response bias. • Metode observasi dapat menghasilkan data yang lebih rinci mengenai perilaku (subjek), benda atau kejadian (objek) dibandingkan dengan metode survei. • Objek atau kejadian yang dapat diobservasi antara lain berupa perilaku fisik, perilaku verbal, perilaku ekspresif, benda fisik, atau kejadian-kejadian yang rutin dan temporal. • Observasi dapat dilakukan langsung oleh peneliti atau dengan bantuan alat (observasi mekanik), misalnya kamera foto, video, mesin penghitung. • Observasi dapat dilakukan dengan sepengetahuan subjek yang diteliti atau tanpa sepengetahuan responden. • Tujuan observasi dalam banyak hal adalah untuk memahami perilaku dan kejadian- kejadian dalam lingkungan sosial. • Ada dua teknik observasi yang dapat digunakan pada penelitian terhadap lingkungan sosial, yaitu: participant observation dan nonparticipation observation. • Participation observation, peneliti melakukan observasi dengan cara melibatkan diri atau menjadi bagian dari lingkungan sosial atau organisasi yang diamati. • Nonparticipation observation, peneliti dapat melakukan observasi sebagai pengumpul data tanpa melibatkan diri atau menjadi bagian dari lingkungan sosial atau organisasi yang diamati. • Analisis konten, merupakan metode pengumpulan data penelitian melalui teknik observasi dan analisis terhadap isi atau pesan dari suatu dokumen. Tujuan dari analisis konten ini adalah melakukan identifikasi terhadap karakteristik atau informasi spesifik yang terdapat pada suatu dokumen untuk menghasilkan deskripsi yang objektif dan sistematik.
  40. 40. 40 7. Teknik Analisis Data PenelitianA. Tujuan Kompetensi KhususMahasiswa mampu memahami dan menjelaskan teknik pengolahan dan analisis datamenggunakan tool statistik.B. Uraian Materi7.1 Pendahuluan • Analisis data penelitian merupakan bagian dari proses pengujian data setelah tahap pemilihan dan pengumpulan data penelitian. • Proses analisis data penelitian umumnya terdiri atas beberapa tahap, yaitu: tahap persiapan, analisis deskriptif, pengujian kualitas data dan pengujian hipotesis.7.2 Tahap Persiapan • Analisis data dilakukan setelah peneliti mengumpulkan semua data yang diperlukan dalam penelitian. • Untuk memudahkan proses analisis data dan interpretasi hasilnya, dilakukan tahap persiapan data berupa: pengeditan, pemberian kode, dan pemrosesan data.Pengeditan• Pengeditan merupakan proses pengecekan dan penyesuaian yang diperlukan terhadap data penelitian untuk memudahkan proses pemberian kode dan pemrosesan data dengan teknik statistik.• Data penelitian yang dikumpulkan melalui metode survei atau metode observasi perlu diedit dari kemungkinan kekeliruan dalam proses pencatatan yang dilakukan oleh pengumpul data, pengisian kuesioner yang tidak lengkap atau tidak konsisten.• Tujuan pengeditan adalah untuk menjamin kelengkapan, konsistensi, dan kesiapan data penelitian dalam proses analisis.Pemberian Kode• Pemberian kode merupakan proses identifikasi dan klasifikasi data penelitian ke dalam skor numerik atau karakter simbol.• Proses ini diperlukan terutama untuk data penelitian yang dapat diklasifikasi, misalkan jawaban dari tipe pertanyaan tertutup yang tidak memberikan alternatif kepada responden selain pilihan jawaban yang tersedia.• Pengkodean data berarti menerjemahkan data kedalam kode, biasanya kode angka, yang bertujuan untuk memindahkan data tersebut ke dalam media penyimpanan data dan analisis komputer lebih lanjut. Pemindahan variabel dalam kode akan mempermudah analisis statistik. Oleh karena itu dalam pembuatan kuesioner perlu dipikirkan bagaimana teknik pengkodeannya.Pemrosesan Data• Pada saat ini, banyak peneliti melakukan analisis data dengan bantuan komputer. Beberapa paket aplikasi statistik yang dapat digunakan antara lain: SPSS, SAS, dan Minitab.
  41. 41. 417.3 Statistik Deskriptif • Statistik Deskriptif dalam penelitian pada dasarnya merupakan proses transformasi data penelitian dalam bentuk tabulasi, sehingga mudah dipahami dan diinterpretasikan. • Tabulasi menyajikan ringkasan, pengaturan atau penyusunan data dalam bentuk tabel numerik dan grafik. • Statistik deskriptif umumnya digunakan peneliti untuk memberikan informasi mengenai karakteristik variabel penelitian yang utama dan data demografi responden. • Ukuran yang digunakan dalam deskripsi antara lain berupa: frekuensi, tendensi sentral (rata-rata, median, modus), dispersi (deviasi standar dan varian) dan koefisien korelasi penelitian.7.4 Pengujian Hipotesis • Pengujian hipotesis merupakan proses pembuatan keputusan yang menggunakan estimasi statistik sampel terhadap parameter populasinya. • Pengujian hipotesis memerlukan elemen-elemen: a. pernyataan hipotesis yang dapat dirumuskan dalam bentuk hipotesis nol atau hipotesis alternatif. b. penentuan daerah penerimaan dan daerah penolakan hipotesis berdasarkan kriteria keputusan dan teknik pengujian satu sisi atau dua sis c. penghitungan statistik terhadap data yang dikumpulkan pembuatan kesimpulan menolak atau mendukung hipotesis.

×