Tugas etika bisnis 7 iklan dan dimensi etisnya

2,243 views
2,044 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,243
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas etika bisnis 7 iklan dan dimensi etisnya

  1. 1. IKLAN DAN DIMENSI ETISNYA TUGAS ETIKA BISNIS 7 Ahmad Lisca Abdillah Ardiwinata 4EA21 S1 Management Ekonomi Universitas Gunadarma 2014
  2. 2. Tugas ke 7, Etika Bisnis. Khusus yang satu ini masih berkaitan dengan tugas saya membuat tulisan sebelumnya, membahas tentang Iklan, sudah umum diketahui bahhwa abad kita ini adalah abad informasi. Dimanapun kita berada, pasti terjadi pertukaran informasi. Suka atau tidak suka kita harus menerima, iklan merupakan salah satu pengaruh besar dalam hal pertukaran informasi, dan suka atau tidak suka kita pasti menerima informasi tersebut, pertanyaannya apakah sudah pantas informasi disediakan untuk kita lihat? Etiskah? Masyarakat modern umumnya bersifat konsumtif. Tidak sedikit dari mereka yang dengan mudahnya mengambil kesimpulan atas informasi yang hanya ada sedikit hanya karena tertarik. Karena itu iklan harus diperhatikan dengan baik dan benar karena tanpa kita sadari, bisa jadi iklan itu sendiri memicu kepada hal negatif yang tidak sesuai dengan tujuan asli iklan tersebut. Untuk malihat iklan secara etis dari segi etika bisnis, saya ingin mengajak untuk mengacu kepada empat hal, Fungsi Iklan, Beberapa Persoalan Etis, Makna Etis Menipu dalam Iklan, dan Kebebasan Konsumen. 1. Fungsi Iklan Yaitu sebagai pemberi informasi dan iklan sebagai pembentuk pendapat umum. a. Iklan Sebagai Pemberi Informasi iklan merupakan media untuk menyampaikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat tentang produk lain yang akan atau sedang ditawarkan dalam pasarYang ditekankan disini adalah bahwa iklan berfungsi untuk membeberkan dan menggambarkan seluruh kenyataan yang serinci mungkin tentang suatu produk.sasaran iklan adalah agar konsumen dapat mengetahui dengan baik produk itu sehingga akhirnya untuk membeli produk itu. Sehubungan dengan iklan sebagai pemberi informasi yang benar kepada konsumen,ada tiga pihak yang terlibat dan bertanggung jawab secara moral atas informasi yang disampaikan sebuah iklan. Pertama, Produsen yang memiiki produk tersebut . Kedua,biro iklan yang mengemas iklan dalam segala dimensinya:etis,estetik,informatif,dan sebagainya. Ketiga,bintang iklan.dalam hal ini,tanggung jawab moral atas informasi yang
  3. 3. benar tentang sebuah produk pertama-tama dipikul pihak oleh pihak produsen. b. Iklan Sebagai Pembentuk Pendapat Umum Berbeda dengan fungsi iklan sebagai pemberi informasi,dalam wujudnya yang lain iklan dilihat sebagai satu cara untuk mempengaruhi pendapat umum masyarakat tentang sebuah produk. Dengan kata lain,fungsi iklan adalah untuk menarik massa konsumen untuk membeli produk tersebut.Secara etis,iklan manipulasi jelas dilarang karena iklan semacam itu benar-benar memanipulasi manusia,dan segala aspek kehidupan,sebagai alat demi tujuan tertentu di luar diri manusia Suatu persuasi dianggap rasional sejauh daya persuaisnya terletak pada isi argumennya dan bukan paa cara penyajian atau penyampaian argumen itu.dengan kata lain,persuasinya didasarkan pada fakta yang bisa dipertanggung jawabkan.Berbeda dengan persuaisi Rasional,persuasi non-Rasional umumnya hanya memanfaatkan aspek(kelemahan) psikologis manusia untuk membuat konsumen bisa terpukau,tertarik,dan terdorong untuk membeli produk yang diingikan itu. 2. Beberapa Persoalan Etis Ada beberapa persoalan etis yang ditimbulkan oleh iklan,khususnya iklan yang manipulatif dan persuasif non-Rasional. Pertama iklan merongrong otonomi dan kebebasan manusia.Iklan membuat manusia tidak lagi dihargai kebebasannya dalam menentukan pilihannya untuk memberi produk tertentu. Kedua,dalam kaitan dengan itu iklan manipulatif dan persuasive non –rasional menciptakan kebutuhan manusia dengan dengan akibat manusia modern menjadi konsumtif. Ketiga,yang juga menjadi persoalan etis yang serius adalah adalah bahwa iklan memanipulatif dan persuasive non-rasional malah membentuk dan menentukan identitas atau citra diri manusia modern.
  4. 4. Keempat,bagi masyarakat dengan tingkat perbedaan ekonomi dan sosial yang sangat tinggi,iklan merongrong rasa keadilan sosial masyaraakat iklan yang menampilkan yang serba mewah sangat ironis dengan kenyataan sosial dimana banyak anggota masyarakat masih berjuang untuk sekedar hidup. Iklan yang mewah tampil seakan tanpa punya rasa solidaritas dengan sesamanya yang tinggi Ada baiknya kami paparkan beberapa prinsip yang kiranya perlu diperhatikan dalam iklan. a. Iklan tidak boleh menympaikan informasi yang palsu dengan maksud memperdaya konsumen. b. Iklan wajib menyampaikan tentang produk tertentu,khususnya menyagkut keamanan dan keselamatan manusia. c. Iklan tidak boleh mengarah pada pemaksaan,khusunya secara kasar dan terang-terangan d. Iklan tidak boleh mengarah pada tindakan yang bertentangan dengan moralitas. 3. Makna Etis Menipu Dalam Iklan Prinsip etika bisnis yang paling relevan disini adalah prinsip kejujuran,mengatakan hal yang benar dan tidak menipu.menurut kamus besar Bahasa Indonesia,kata tipu mengandung pengertian perbuatan ataau perkataan yang tidak jujur (Bohong,palsu,dan sebagainya) dengan meksud untuk menyesatkan,mengakali atau mencari untung.dengan kata lain menipu daalah menggunakan tipu muslihat,mengakali,memperdaya,atau juga perbuatan cuurang yang dijalnkan dengan niat yang telah direncanakan. Jadi,karena konsumen adalah pihak yang berhak mengetahui kebenaran sebuah produk,iklan yang membuat pernyataaan yang menyebaabkan mereka salah menarik kesimpulan tentang produk itu tetapi dianggap menipu dan dikutuk secara moral kendati tidak pada maksud apapun untuk memperdaya dengan kata lain,berdasarkan prinsip kejujuran ,iklan yang baik diterima secara moral adalah iklan yang memberi pernyataan atau informasi yang benar sebagaimana adanya. 4. Kebebasan Konsumen Secara lebih konkrit iklan menentukan pula hubungan penawaran dan permintan antara produsen dan pembeli,yang pada gilirannya ikut pula menentukan harga barang yang dijual
  5. 5. dalam pasar.keinginan atau kebutuhan tidak lagi merupakan sesuatu yang mandiri,melainkaan tergantung sepenuhnya pada produksi dan iklan dengan demikian,dalam mekanisme semacam itu mustaahil konsumen bisa memutuskan atau memilih secara bebas apa yang menjadi kebutuhannya.merupakan kebutuhan yang diciptakan oleh produsen dan iklan.karena itu,walaupun dalam situasi tertentu baahwa”Produksi menciptakan kebutuhan”,tidak dengan sendirinya produksi menentukan kebutuhan kita sebagai konsumen. Dalam kaitan dengan itu.Menurut Von Haik mengatakan bahwa walaupun ada benarnya produsen bekerja kearah”menciptakan kebutuhan”. SUMBER 1. http://hengusblog.wordpress.com/2013/02/25/iklan-dan-dimensi-etisnya/ 2. http://ndahpig.wordpress.com/2010/01/06/iklan-dan-dimensi-etisnya/

×