Kunjungan Perusahaan di Hotel Sheraton Yogyakarta
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Kunjungan Perusahaan di Hotel Sheraton Yogyakarta

on

  • 1,986 views

presentasi ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah "Bisnis Pengantar'. tugas ini berupa kunjungan ke perusahaan pada Hotel Sheraton Yogyakarta. ...

presentasi ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah "Bisnis Pengantar'. tugas ini berupa kunjungan ke perusahaan pada Hotel Sheraton Yogyakarta.
dalam tugas ini dibahas manajerial dalam perusahaan.

Statistics

Views

Total Views
1,986
Views on SlideShare
1,986
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
15
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Kunjungan Perusahaan di Hotel Sheraton Yogyakarta Kunjungan Perusahaan di Hotel Sheraton Yogyakarta Presentation Transcript

  • Presentasi Kunjungan PerusahaanHotel Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa Anggota Kelompok• Esti Yunita IP (082214022)• Alderadus Yopie Van Harlin (122214081)• Fransisca Lisa Prawesti (122214083)• Krezsensia Atmiati Banda (122214084)• Paskalis Halawa (122214086)• Natalia Serafia Hammar (122214087)• Rusilawati Mura (122214088)• Euginia Maubere (122214089)• Gregorius Klemencino Baha (122214090)
  • BAB I PENDAHULUANVISI Untuk mengubah Sheraton dari lebih 500 hotel menjadi satu merk yang menunjukan gaya hidup yang diinginkan yang menawarkan pengalaman kepada tamu yang kreatif.MISI Kami tidak hanya memberikan tamu kami pengalaman menginap yang menakjubkan tetapi juga menciptakan penemuan secara aktif yang dapat mereka kontrol sendiri. Pengalaman menginap mereka akan memberikan inspirasi untuk menjadikan mereka kreatif dengan memberikan sudut pandang yang berbeda.
  • Bentuk Hukum PT. Mustika Princess Hotel (Persero) Sejarah Hotel Sheraton  Berdiri pada tahun 1997 Pada tahun 2006 tidak beroperasi karena terjadi gempa bumi yang disebabkan oleh Merapi Beroperasi kembali pada tanggal 08 agustus 2008 2010 saat terjadi erupsi Merapi tetap beroperasi
  • BAB II PEMASARANKONSUMEN HOTEL SHERATON• KELUARGA• BUSINESSMAN• HONEYMOONERSTRATEGI PRODUK• ROOM PACK• WEEKEND RESIDENTIAL AND MEETING ROOM• INTIMATE WEDDING• GUEST SERVICESS• GUESTROOM AND SUITES• HEAVEN FOR SPA LOVERS• ROYAL JAPANESE TRADITIONAL
  • STRATEGI PROMOSI• Iklan di media diantaranya media lokal, regional, internasional.• Majalah bisnis, koran, majalah trendi(gaya)• Website : jogjapages, jogjalife, tribunnews, detiknews, starwoodhotels• Sales kit• BrosurSTRATEGI HARGA• Hotel Sheraton menerapkan sistem yealding price (penyilangan harga) terjadi jika hanya beberapa tempat/kamar/MICE (meeting intensive, convention and exhibition) yang sedang ramai lalu dinaikan harganya dan yang sedang tidak banyak peminatnya atau penggunanya dimurahkan untuk menyeimbangkan/meningkatkan revenue.• Penetapan (menaikan atau menurunkan) harga menurut kadaan pasar. Dimana jika hotel sepi maka harga cenderung diturunkan untuk menaikan tingkat revenue.• Diskon Misalnya : pada hari minggu tamu hotel sering sepi sehingga mengadakan Sunday promo dengan harga kamar yang lumayan murah untuk menarik minat pengunjung.• Menetapkan harga lebih tinggi Menetapkan harga yang lebih tinggi disaat liburan tetapi dilengkapi dengan paket – paket liburan yang menarik.
  • STRATEGI DISTRIBUSI• Dalam hal distribusi, Hotel Sheraton menerapkan 2 sistem yaitu• Tamu datang langsung ke Hotel Sheraton Tamu langsung datang ke Hotel Sheraton dan langsung melewati proses pelayanan di hotel itu sendiri.• Mendatangi klien Dalam hal ini pihak pemasaran hotel sering diminta pihak klien untuk membuat catering outside, dan EO pihak hotel di minta mendekorasi acara pernikahan secara mewah.
  • BAB IIIPRODUKSI/OPERASI
  • BAB IV SUMBER DAYA MANUSIA Jumlah Karyawan dan Perkembangan KaryawanKaryawan berjumlah 243 orang yang terdiri dari:• Karyawan tetap dan karyawan kontrak• Tenaga casual atau harian• Karyawan magang atau training
  • Syarat-Syarat Menjadi KaryawanSheraton merekrut karyawan sesuai dengan kebutuhan. Tidak hanya latar belakang pendidikan saja, skill oriented (kemampuan) dan experience (pengalaman) menjadi kunci utama dalam perekrutan karyawan.Sistem Rekruitmen• Internal• EksternalPelatihan Karyawan• Department Training• Property TrainingKompensasi dan Benefit• Tunjangan pada karyawan• Asuransi Jamsostek
  • Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK)• Pelanggaran tenaga kerja• Hotel tidak mampu lagi menggaji karyawan Pensiun Dana pensiun Hotel Sheraton dikelola oleh pihak ketiga. Pihak hotel sudah menetapkan dana pensiun tetapi karyawan boleh menambah sekian persen sesuai dengan keinginan mereka. Dana sekian persen tersebut diambil dari gaji mereka setiap bulan. Dan pensiun ini hanya diberikan sekali saja. Jam Kerja• Back Office :Sehari bekerja selama 9 jam dengan waktu istirahat 1 jam.• Operational :Menerapkan sistem kerja “6-1” yaitu 6 hari kerja, 1 hari libur. Karyawan di bidang Operational tidak mengenal hari libur nasional dan hari Minggu. Mereka tetap bekerja. Cuti Kesempatan cuti hanya diberikan pada karyawan tetap dan karyawan kontrak. Tetapi satu tahun pertama cuti belum bisa diberikan.
  • BAB V KEUANGANUntuk bagian keuangan tidak dapat dijelaskandikarenakan data ini merupakan data yang tidakbisa disampaikan karena Sheraton merupakananak perusahaan dari PT.Mustika Princess Hotelsehingga semua data-data yang berhubungandengan keuangan perusahaan diatur olehPT.Mustika Princess Hotel dan ini merupakandata yang dirahasiakan oleh perusahaan.
  • BAB VI PENUTUP SARAN• Untuk keunggulan-keunggulan yang ada di Hotel Sheraton diharapkan untuk tetap dipertahankan dan terus meningkatkan eksistensinya sehingga menjadi hotel yang lebih baik lagi.• Solusi untuk kelemahan-kelemahan dari Hotel Sheraton, perlunya peningkatan fasilitas-fasilitas yang kurang seperti toilet di luar kamar hotel serta memasang papan informasi sehingga pengunjung tidak kebingungan untuk mencari lokasi lobby dan lift. Untuk makanan yang tidak laku dijual sebaiknya makanan tersebut diolah menjadi pupuk atau menjadi makanan ternak.
  • KESIMPULAN Keunggulan 1. Meeting room 2. Keramahan 3. Food and Beverage 4. Event-event 5. Member Card Kelemahan 1. Letak lobby dan lift 2. Makanan yang tidak laku dijual 3. Persediaan toilet
  • Foto-foto Hotel Sheraton
  • Terimakasih!