Konvergensi PSAK ke IFRS
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Konvergensi PSAK ke IFRS

on

  • 20,843 views

 

Statistics

Views

Total Views
20,843
Views on SlideShare
17,346
Embed Views
3,497

Actions

Likes
3
Downloads
473
Comments
3

22 Embeds 3,497

http://akunt.blogspot.com 2237
http://novalestari94.blogspot.com 1044
http://hanggaryudha.wordpress.com 162
http://akunt.blogspot.com.es 15
http://akunt.blogspot.sg 9
http://akunt.blogspot.nl 5
http://www.google.co.id 4
https://twitter.com 4
http://webcache.googleusercontent.com 3
http://akunt.blogspot.hk 3
http://akunt.blogspot.mx 2
http://www.google.com 2
http://akunt.blogspot.be 2
http://novalestari94.blogspot.de 1
http://novalestari94.blogspot.sg 1
http://akunt.blogspot.jp 1
http://akunt.blogspot.kr 1
http://novalestari94.blogspot.no 1
http://novalestari94.blogspot.com.au 1
http://akunt.blogspot.tw 1
http://novalestari94.blogspot.com.br 1
http://novalestari94.blogspot.hk 1
More...

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Konvergensi PSAK ke IFRS Konvergensi PSAK ke IFRS Document Transcript

  • BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Masalah Di dalam akuntansi keuangan dikenal adanya standar yang harus dipatuhi dalampembuatan laporan keuangan. Standar tersebut diperlukan karena banyaknya penggunalaporan keuangan. Jika tidak terdapat standar, perusahaan dapat saja menyajikan laporankeuangan yang mereka miliki sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Hal ini tentunyaakan menjadi masalah bagi para pengguna karena akan menyulitkan untuk memahamilaporan keuangan yang ada. Setiap negara tentunya mempunyai aturan akuntansi (standar) yang berbeda-beda.Perbedaan itu mencakup perlakuan, metode, penyajian dan pelaporan. Perbedaanakuntansi tiap Negara akan menyulitkan bagi para pengguna laporan keuangan terutamabagi para analis, auditor, investor, dan kreditur yang lingkup kerjanya melewati batasNegara. Ketika dunia bisnis dapat dikatakan hampir tanpa batas Negara, sumber dayaproduksi (misalnya uang) yang dimiliki oleh seorang investor di satu Negara tertentu dapatdipindahkan dengan mudah dan cepat ke Negara lain misalnya melalui mekanisme bursasaham. Tentu saja akan timbul suatu masalah ketika standar akuntansi yang dipakai diNegara tersebut berbeda dengan standar akuntansi yang dipakai di Negara lain. Agarpemahaman laporan keuangan menjadi lebih mudah, maka perlu ditetapkannya suatuaturan atau standar yang seragam. Atas dasar hal tersebut muncullah isu konvergensi.Dengan adanya konvergensi diharapkan dapat menjembatani persepsi yang keliru dalammengartikan laporan keuangan karena semua Negara aturannya seragam denganpemahaman yang sama. Jadi dengan konvergensi, diharapkan tidak akan ada lagi persepsiyang salah dalam menginterpretasikan laporan keuangan. Maka berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik mengangkat judul “AnalisisKonvergensi PSAK ke IFRS.” 1
  • 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalahbagaimana perbandingan antara PSAK sebelum dan sesudah konvergensi IFRS.1.3. Batasan Masalah Untuk batasan atau ruang lingkup masalah, data yang digunakan dalampembahasan ini adalah buku PSAK 1 (Penyajian Laporan Keuangan), PSAK 3 (LaporanKeuangan Interim), dan PSAK 16 (Aset Tetap), dan sebagai perbandingan digunakan data-data IFRS/ IAS yakni IAS 1 (Presentation of Financial Statement), IAS 34 (Interim FinancialReport), dan IAS 16 (Property, Plant, and Equipment).1.4. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui beberapa perubahan dalampenerapan PSAK 1, PSAK 3, dan PSAK 16 yang berbasis IFRS (IAS 1, IAS 34, dan IAS 16)dan membandingkannya. Ini merupakan salah satu cara dalam mempersiapkan diri untukmenghadapi konvergensi IFRS. 2
  • BAB II PEMBAHASAN2.1. Definisi PSAK dan IFRS PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) adalah standar yang digunakanuntuk pelaporan keuangan di Indonesia. PSAK digunakan sebagai pedoman akuntan dalammembuat laporan keuangan. Sedangkan IFRS (International Financial Reporting Standard)merupakan pedoman penyusunan laporan keuangan yang diterima secara global/internasional. Indonesia sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi dunia telah meresponperubahan-perubahan sistem pelaporan keuangan terkini dengan melakukan konvergensiIFRS kedalam PSAK. Dengan mengadopsi IFRS, Indonesia akan mendapatkan tujuhmanfaat sekaligus, yaitu: 1. Meningkatkan kualitas Standar Akuntansi Keuangan (SAK). 2. Mengurangi biaya SAK. 3. Meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan. 4. Meningkatkan komparabilitas pelaporan keuangan. 5. Meningkatkan transparansi keuangan. 6. Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana melalui pasar modal. 7. Meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.2.2. PSAK 1 (Penyajian Laporan Keuangan) Pernyataan ini mengatur persyaratan bagi penyajian laporan keuangan, strukturlaporan keuangan, persyaratan minimum, dan isi laporan keuangan. Entitas menerapkanPernyataan ini dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan bertujuan umum sesuaidengan Standar Akuntansi Keuangan. Pernyataan ini tidak berlaku bagi penyusunan danpenyajian laporan keuangan entitas syariah. 3
  • Secara umum perbedaan ED PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangandengan PSAK 1 (Revisi 1998): Penyajian Laporan Keuangan adalah sebagai berikut: Perihal ED PSAK 1 (Revisi 2009) PSAK 1 (Revisi 1998) 1. Referensi ED PSAK 1 (Revisi 2009) PSAK 1 (Revisi 1998) mengadopsi IAS 1 Presentation of mengadopsi IAS 1 Financial Statements (2009) IFRS Disclosure of Accounting Policies (1997) GAAP 2. Terjemahan Liabilitas Kewajiban untuk liability 3. Definisi istilah Terdapat definisi istilah yang Tidak terdapat definisi istilah digunakan, yaitu laporan keuangan yang digunakan. untuk tujuan umum, tidak praktis standar akuntansi keuangan, material, catatan atas laporan keuangan,penghasilan komprehensif lain, pemilik, laba atau rugi. 4. Informasi yang Informasi yang disajikan dalam Informasi yang disajikan disajikan dalam laporan keuangan meliputi: dalam laporan meliputi: laporan a. Aset a. Aset keuangan b. Liabilitas b. Kewajiban c. Ekuitas c. Ekuitas d. Pendapatan dan d. Pendapatan dan beban e.Kontribusi dari dan distribusi e. Arus kas kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik f. Arus kas 5. Tanggung jawab Tidak mengatur mengenai pihak Manajemen bertanggung 4
  • atas laporan yang bertanggung jawab atas jawab atas laporan keuangan laporan keuangan. keuangan.6. Komponen Komponen keuangan yang lengkap: Komponen laporan laporan a. Laporan posisi keuangan keuangan yang lengkap: keuangan yang (neraca) a. Neraca lengkap b. Laporan laba rugi komprehensif b. Laporan laba rugi c. Laporan perubahan ekuitas c. Laporan perubahan d. Laporan arus kas ekuitas e. Catatan atas laporan keuangan d. Laporan arus kas f. Laporan posisi keuangan awal e. Catatan atas laporan periode komparatif sajian akibat keuangan penerapan retrospektif, penyajian kembali, atau reklasifikasi pos- pos laporan keuangan7. Kepatuhan Entitas membuat pernyataan Tidak diatur bahwa laporan terhadap SAK kepatuhan atas SAK dalam laporan keuangan yang memuat keuangan. pernyataan kepatuhan entitas atas SAK.8. Penyimpangan Penyimpangan dari suatu PSAK Tidak diatur adanya dari suatu PSAK diijinkan jika kepatuhan atas PSAK penyimpangan dari suatu tersebut bertentangan dengan tujuan PSAK laporan keuangan dalam KDPPLK.9. Pemilihan dan Tidak diatur bagaimana memilih dan Terdapat pengaturan penerapan menerapkan kebijakan akuntansi bagaimana memilih dan kebijakan ketika tidak diatur dalam suatu menerapkan kebijakan akuntansi ketika PSAK. Hal tersebut akan diatur akuntansi ketika tidak diatur tidak diatur dalam PSAK 25, jika PSAK 25 dalam suatu PSAK. 5
  • dalam PSAK sudah mengadopsi IAS 8 terkini.10. Tepat waktu Tidak diatur kapan entitas sebaiknya Entitas sebaiknya mengeluarkan laporan keuangan mengeluarkan laporan keuangan paling lama 4 bulan setelah tanggal neraca.11. Klasifikasikan Liabilitas keuangan yang dibiayai Liabilitas tersebut liabilitas yang kembali yang akan jatuh tempo diklasifikasikan sebagai dibiayai kembali dalam 12 bulan setelah periode liabilitas jangka panjang. pelaporan diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek, jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk membiayai kembali.12. Klasifikasi Pelanggaran perjanjian utang yang Tidak diatur mengenai hal liabilitas yang mengakibatkan kreditur meminta tersebut. terjadi percepatan pembayaran, maka pelanggaran, liabilitas tersebut disajikan sebagai perjanjian liabilitas jangka pendek, meskipun utang. kreditur mengijinkan penundaan pembayaran selama 12 bulan setelah tanggal pelaporan tetapi persetujuan tersebut diperoleh setelah tanggal pelaporan.13. Pos luar biasa Penggunaan istilah “pos luar biasa” Penggunaan istilah “pos luar tidak diperkenankan. biasa” diperkenankan.14. Pos-pos yang Pos-pos berikut termasuk yang Pos-pos yang minimal minimal harus minimal disajikan dalam laporan laba disajikan dalam laporan laba 6
  • disajikan dalam rugi (bagian dari laporan laba rugi rugi tidak termasuk: laporan laba rugi komprehensif): a. Beban keuangan komprehensif. a. Beban keuangan b. Keuntungan atau b. Keuntungan atau kerugian dari kerugian dari operasi operasi yang dihentikan. yang dihentikan. c. Bagian pendapatan komprehensif c. Bagian pendapatan lain dari entitas asosiasi dan joint komprehensif lain dari ventures yang menggunakan entitas asosiasi dan joint metode ekuitas. ventures yang menggunakan metode ekuitas.2.2.1. Perbedaan ED PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dengan IAS 1 (2009): Presentation of Financial StatementsED PSAK 1 (2009): Penyajian Laporan Keuangan mengadopsi seluruh pengaturan dalamIAS 1 (2009): Presentation of Financial Statements, kecuali untuk paragraf-paragraf berikut:1. IAS 1 paragraf 2 yang menjadi PSAK 1 paragraf 2 mengenai ruang lingkup, yang mana ditambahkan kalimat yang menyatakan bahwa PSAK 1 tidak berlaku untuk entitas syariah karena penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah.2. IAS 1 paragraf 5, mengenai penerapan IAS 1 bagi entitas nirlaba dan entitas sektor publik, dihilangkan. Karena pelaporan keuangan entitas nirlaba diatur dalam PSAK 45: Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba dan entitas sektor publik diatur dalam standar akuntansi pemerintah bukan standar akuntansi keuangan.3. IAS 1 paragraf 6, mengenai penerapan IAS 1 bagi entitas tanpa ekuitas (misalnya reksa dana) dan entitas yang modalnya bukan ekuitas (misalnya koperasi), dihilangkan. Karena penyajian laporan keuangan reksa dana diatur dalam PSAK 49: Akuntansi Reksa Dana dan koperasi diatur dalam PSAK 27: Akuntansi Perkoperasian. 7
  • 4. Implementation Guidance dari IAS 1 tentang ilustrasi penyajian laporan posisi keuangan disesuaikan dengan penyajian laporan posisi keuangan (neraca) yang selama ini berlaku di Indonesia. Implementation Guidance tersebut menyajikan laporan posisi keuangan.2.3. PSAK 3 (Laporan Keuangan Interim) Pernyataan ini diterapkan bagi entitas yang disyaratkan atau memilih untukmenerbitkan laporan keuangan interim sesuai SAK, tidak mengatur entitas yang disyaratkanmenerbitkan laporan keuangan interim. Laporan keuangan interim adalah laporankeuangan, baik laporan keuangan lengkap atau laporan keuangan ringkas untuk suatuperiode interim. Periode interim merupakan suatu periode yang lebih pendek dari satu tahunbuku penuh. Secara umum perbedaan antara ED PSAK 3 (revisi 2010): Laporan KeuanganInterim dengan PSAK 3 (1994): Laporan Keuangan Interim adalah sebagai berikut: Perihal ED PSAK 3 (revisi 2010) PSAK 3 (1994) 1. Ruang lingkup a. Tidak menentukan entitas Perusahaan yang yang harus menerapkan diwajibkan oleh peraturan PSAK ini. perundangan yang berlaku. b. Entitas yang diwajibkan atau memilih untuk menyajikan laporan keuangan interim harus mengikuti ketentuan dalam PSAK ini. 2. Pandangan terkait Tidak dijelaskan. Laporan Keuangan Interim Laporan Keuangan merupakan bagian integral Interim dengan laporan keuangan tahunan. 3. Isi Laporan Keuangan Laporan Keuangan Interim Tidak dijelaskan. 8
  • Interim lengkap atau Laporan Keuangan Interim ringkas.4. Komponen minimal Laporan posisi keuangan Tidak dijelaskan. Laporan Keuangan ringkas dan laporan laba rugi Interim komprehensif ringkas.5. Format dan isi a. Laporan keuangan interim Tidak dijelaskan. Laporan Keuangan lengkap mengikuti PSAK 1. Interim b. Laporan keuangan interim ringkas minimal mencakup judul dan subjudul dalam laporan keuangan tahunan dan catatan penjelasan.6. Catatan penjelasan a. Penjelasan mengenai Tidak dijelaskan. tertentu dan catatan penjelasan tertentu kepatuhan terhadap dan informasi minimalnya. SAK b. Pengungkapan kepatuhan terhadap SAK.7. Periode laporan a. Laporan posisi keuangan Tidak dijelaskan. keuangan Interim per periode interim dengan komparatif tahun buku sebelumnya. b. Laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas komparatif dengan periode interim sebelumnya.8. Perubahan estimasi Perubahan estimasi signifikan Tidak dijelaskan. 9
  • signifikan pada yang diterjadi pada periode periode interim interim terakhir harus terakhir diungkapkan dalam laporan keuangan tahunan. 9. Pendapatan Pedapatan musiman, siklusan, Tidak dijelaskan. musiman, siklusan, dan tidak teratur dapat dan tidak teratur diantisipasi atau ditangguhkan. 10. Beban yang tidak Beban yang tidak beraturan Tidak dijelaskan. beraturan dapat diantisipasi atau ditangguhkan.2.3.1. Perbedaan ED PSAK 3 (revisi 2010): Laporan Keuangan Interim dengan IAS 34 Interim Financial Reporting per 1 Januari 2009 ED PSAK 3 (revisi 2010): Laporan Keuangan Interim mengadopsi seluruh IAS 34Interim Financial Reporting per 1 Januari 2009, kecuali:1. IAS 34 paragraf 1 yang menjadi ED PSAK 3 (revisi 2010) tentang ruang lingkup dengan menghilangkan anjuran untuk entitas yang menjual efeknya ke publik untuk menyajikan laporan keuangan interim. Hal ini sudah diatur oleh peraturan yang berlaku.2. IAS 34 paragraf 14 tentang interaksi antara laporan keuangan interim dengan laporan keuangan interim, tidak diadopsi. Hal ini disesuaikan dengan pengaturan laporan keuangan konsolidasian dalam PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri.3. IAS 34 paragraf 46 yang menjadi ED PSAK 3 (revisi 2010) tentang tanggal efektif dengan menghilangkan penerapan dini. Pertimbangannya penerapan dini hanya dapat dilakukan dengan tepat jika seluruh pengaturan dalam IFRSs diadopsi secara bersamaan menjadi SAK. Adopsi IFRSs menjadi SAK di Indonesia dilakukan secara bertahap. 10
  • 4. IAS 34 paragraf 47 dan 48 tentang tanggal efektif untuk dampak amandemen IFRSs, tidak diadopsi. Hal ini tidak relevan karena IFRSs yang diamandemen belum diadopsi sebelumnya.5. IAS 34 appendix B paragraf B31-B33 yang menjadi ED PSAK 3 lampiran B paragraf B31-B33 tentang pelaporan keuangan interim pada ekonomi hiperinflasi dengan menghilangkan rujukan ke PSAK, karena ekonomi hiperinflasi belum diatur dalam PSAK tersendiri.2.4. PSAK 16 (Aset Tetap) Aset tetap adalah aset berwujud (tangible) yang dimiliki untuk digunakan dalamproduksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuktujuan administratif dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode,“digunakan dalam operasi” dan tidak untuk dijual kembali, bersifat jangka panjang danbiasanya disusutkan. Secara umum perbedaan antara ED PSAK 16 (revisi 2011): AsetTetap dengan PSAK 16 (2007): Aset Tetap adalah sebagai berikut: Perihal ED PSAK 16 (revisi 2011) PSAK 16 (revisi 2007) 1. Pengecualian Menambahkan pengecualian ruang Hanya mengatur terhadap ruang lingkup untuk: pengecualian ruang lingkup a. aset tetap diklasifikasikan lingkup untuk untuk hak sebagai dimiliki untuk dijual penambangan dan sesuai dengan PSAK 58 (revisi reservasi tambang, 2009): Aset Tidak Lancar yang seperti minyak, gas alam, dimiliki untuk dijual dan operasi dan sumber daya alam yang dihentikan sejenis yang tidak dapat b. pengakuan dan pengukuran diperbarui. aset eksplorasi dan evaluasi (Lihat PSAK 64: Aktivitas 11
  • Eksplorasi dan Evaluasi Pada Pertambangan Sumber Daya Mineral)2. Ruang lingkup Tidak mengatur lagi mengenai Ruang lingkup mencakup properti investasi yang sedang properti yang dibangun dibangun atau dikembangkan. atau dikembangkan untuk digunakan di masa depan sebagai properti investasi.3. Hibah Pemerintah Tidak mengatur syarat pengakuan Pengakuan aset tetap aset tetap yang berasal dari hibah. yang berasal dari hibah Hanya mengatur nilai tercatat aset pemerintah mempunyai tetap yang dapat dikurangi dari syarat bahwa: hibah pemerintah. a. entitas telah memenuhi kondisi atau prasyarat hibah tersebut; b. hibah akan diperoleh.4. Aset tetap yang Pengaturan aset tetap yang Mengatur perlakuan tersedia untuk tersedia untuk dijual dihapus akuntansi terhadap suatu dijual karena sudah diatur dalam PSAK aset tetap yang tersedia 58 (revisi 2009): Aset Tidak Lancar untuk dijual. yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan.5. Depresiasi atas Menjelaskan bahwa pada Perlakuan akuntansi tanah umumnya tanah memiliki umur untuk tanah yang ekonomis tidak terbatas sehingga diperoleh dengan Hak tidak disusutkan, kecuali entitas Guna Usaha, Hak Guna 12
  • meyakini umur ekonomis tanah Bangunan dan lainnya terbatas. mengacu pada PSAK 47: Perlakuan akuntansi tanah yang Tanah. diperoleh dengan Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan lainnya mengacu pada ISAK 25: Hak Atas Tanah2.4.1. Perbedaan ED PSAK 16 (revisi 2011) dan IAS 16 (2009) ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS16 Property, Plant, and Equipment per Januari 2009, kecuali untuk hal-hal sebagai berikut:1. ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap paragraf 03 mengenai ruang lingkup dimana untuk aset biologik terkait aktivitas agrikultur termasuk dalam ruang lingkup PSAK 16 (revisi 2011). Hal ini berbeda dengan pengaturan yang ada dalam IAS 16 Property, Plant and Equipment paragraf 3 dimana aset biologik terkait aktivitas agrikultur dikecualikan dalam ruang lingkup.2. ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap memberikan tambahan pada paragraf 43 mengenai perubahan kebijakan akuntansi dari model biaya ke model revaluasi yang tidak ada pengaturannya dalam IAS 16.3. ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap tidak mengadopsi pengaturan dalam IAS 16 paragraf 80 mengenai ketentuan transisi karena tidak relevan.4. ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap memberikan ketentuan transisi pada paragraf 82 yang tidak ada dalam IAS 16.5. ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap tidak mengadopsi pengaturan dalam IAS 16 paragraf 81, 81 A – F mengenai tanggal efektif karena tidak relevan.6. IAS 16 Property, Plant and Equipment paragraf 68A mengenai penghentian pengakuan menjadi paragraf 69 pada ED PSAK 16 (revisi 2011) dan nomor paragraf selanjutnya disesuaikan. 13
  • BAB III KESIMPULAN Indonesia memutuskan untuk berkiblat pada standar pelaporan keuanganinternasional atau IFRS. Konvergensi akuntansi Indonesia (PSAK) ke IFRS sangat perludidukung agar Indonesia mendapatkan pengakuan maksimal. Pengakuan maksimal inididapat dari komunitas internasional yang sudah lama menganut standar ini. Mengapa harus mengadopsi IFRS? Karena dengan mengadopsi IFRS, Indonesiaakan mendapatkan manfaat dari meningkatnya kredibilitas pasar modal Indonesia di matainvestor global, meluasnya pasar investasi lintas batas negara dan meningkatkan efisiensialokasi modal. Teknologi informasi yang berkembang pesat juga telah mengubahlingkungan pelaporan keuangan. Kemajuan ini membawa antusiasme jutaan investor(bahkan milyaran) ke lantai pasar modal di seluruh penjuru dunia, misalnya investor dariAmerica bisa dengan mudah berinvestasi di Eropa/ di Singapore/ bahkan di Indonesia.Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas IFRS akan melindungi investor dalamnegeri, karena dengan penerapan standar internasional akan meningkatkan kepercayaaninternasional untuk investasi di indonesia. Nah, menurut pandangan penulis, berdasarkan studi komparatif, terdapat 14 titikperbedaan antara PSAK 1 tahun 1998 dan 2009. Beberapa tanggapan atas PSAK 1 (2009)yang penulis sajikan adalah dari 5 menjadi 6 laporan keuangan, perubahan istilah akuntansiyang baru, dinamika IFRS dan auditing, perubahan klasifikasi aset, penghapusan pos-posluar biasa, dan waktu penerbitan laporan keuangan. Untuk PSAK 3 tahun 1994 dan 2010,penulis menemukan 10 titik perbedaan, diantaranya perihal ruang lingkup, isi, format, dankomponen minimal laporan keuangan interim, periode, pendapatan, dan beban. UntukPSAK 16 tahun 2007 dan 2011 terdapat 5 titik perbedaan, diantaranya perihal pengecualianterhadap ruang lingkup, hibah pemerintah, aset tetap yang tersedia untuk dijual, dandepresiasi atas tanah. Perubahan yang dibawa IFRS ini merupakan penyempurnaanstandar global yang tidak mengubah dasar-dasar akuntansi selama ini. 14
  • DAFTAR PUSTAKAhttp://www.sai.ugm.ac.id/site/images/pdf/ifrs.pdfhttp://www.scribd.com/doc/110909597/MAKALAH-Perbandingan-IFRS-dengan-PSAKhttp://yuliarahmiaccountingunand08.blogspot.com/2011/04/penyajian-laporan- keuangan.html#!/2011/04/penyajian-laporan-keuangan.htmlIkatan Akuntan Indonesia. 2009. Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Penyajian Laporan Keuangan (PSAK No. 1). Jakarta: Salemba Empat.Ikatan Akuntan Indonesia. 2010. Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Laporan Keuangan Interim (PSAK No. 3). Jakarta: Salemba Empat.Ikatan Akuntan Indonesia. 2011. Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Aset Tetap (PSAK No. 16). Jakarta: Salemba Empat. 15