Your SlideShare is downloading. ×
0
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 8
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

EKMA4570 - Penganggaran - Modul 8

837

Published on

Slide ini merupakan materi kuliah Mata Kuliah Penganggaran Program Studi Manajemen Universitas Terbuka di Korea

Slide ini merupakan materi kuliah Mata Kuliah Penganggaran Program Studi Manajemen Universitas Terbuka di Korea

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
837
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
48
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • Dalam ekonomimakro, resesi atau kemerosotan adalahkondisiketika produkdomestikbruto (GDP) menurunatauketika pertumbuhanekonomi riilbernilainegatifselamadua kuartal ataulebihdalamsatutahun. Resesidapatmengakibatkanpenurunansecarasimultanpadaseluruhaktivitasekonomisepertilapangankerja, investasi, dankeuntunganperusahaan. Resesiseringdiasosiasikandenganturunnyaharga-harga (deflasi), atau, kebalikannya, meningkatnyaharga-hargasecaratajam (inflasi) dalam proses yang dikenalsebagai stagflasi.
  • Transcript

    • 1. Manara Kudus, Kudus, Jawa Tengah Seoul, 13th of October 2013
    • 2. Tinjauan Umum Modul 8 Secara umum, Modul 8 akan membahas tentang analisis keuangan dan akunting dalam penyusunan anggaran. Modul 8 terdiri dari dua kegiatan belajar: • Kegiatan Belajar 1 – Penggunaan Analisis Keuangan untuk Penyusunan Anggaran; • Kegiatan Belajar 2 – Kerancuan dalam Akunting. Setelah mempelajari Modul 8, diharapkan mampu: • Menjelaskan penggunaan rasio keuangan untuk penyusunan anggaran; • Menganalisis masa resisi untuk penyusunan anggaran; • Menganalisis aktiva tak berwujud dan aktiva tetap tak berwujud; • Menganalisis kewajiban dan modal sendiri; • Menganalisis penghasilan dan pendapatan; • Menganalisis biaya dan beban; • Menganalisis biaya produksi dan biaya pabrik; • Menganalisis periode waktu dalam laporan keuangan. 2
    • 3. Financial Ratio Rasio menggambarkan suatu hubungan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Dengan menggunakan analisis rasio keuangan dapat menjelaskan tentang gambaran baik buruk -nya keadaan keuangan perusahaan bila angka rasio tersebut dibandingkan dengan rasio keuangan yang digunakan sebagai standar yang disebut dengan rasio rata-rata. 3
    • 4. Financial Ratio Penyusunan Anggaran Data Ilustrasi: a. Rasio utang dan modal b. Rasio cepat c. Perputaran aktiva d. Periode pengumpulan piutang e. Margin laba kotor f. Perputaran sediaan produk jadi g. Perputaran sediaan produk dalam proses h. Perputaran sediaan bahan baku i. Rasio utang jangka panjang dengan modal j. Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Saham biasa Laba ditahan Sediaan produk jadi awal Sediaan produk dalam proses awal 30% 100% 0.839161 kali 30 hari 40% 8 kali 10 kali 8 kali 10% Rp 30.000 Rp 40.000 Rp 100.000 Rp 10.000 Rp 5.000 Rp 4.000 4
    • 5. Financial Ratio Penyusunan Anggaran a. Utang = Rasio utang dan modal x (Saham biasa + Laba ditahan) = 30% x (Rp 100.000 + Rp 10.000) = Rp 33.000 b. Total pasiva = utang + modal + total aktiva = Rp 33.000 + Rp 100.000 + Rp 10.000 = Rp Rp 143.000 c. Utang jangka panjang = Rasio utang jangka panjang dengan modal x Modal = 10% x (Rp 100.000 + Rp 10.000) = Rp 11.000 Utang jangka pendek = Utang – utang jangka panjang = Rp 33.000 – Rp 11.000 = Rp 22.000 d. Kas + Piutang = Rasio cepat x Utang jangka pendek = 100% x Rp 22.000 = Rp 22.000 e. Jualan = Perputaran aktiva x aktiva = 0.8139161 x Rp 143.000 = Rp 120.000 5
    • 6. Financial Ratio Penyusunan Anggaran f. Piutang = (Jualan x Periode pengumpulan piutang) / 360 = (Rp 120.000 x 30) / 360 = Rp 10.000 g. Kas = Rp 12.000 h. Harga pokok jualan = Jualan - (Jualan x Margin laba kotor) = Rp 120.000 – (Rp 12.000 x 40%) = Rp 72.000 i. Sediaan produk jadi = Harga pokok jualan / perputaran sediaan produk jadi = Rp 72.000 / 8 = Rp 9.000 j. Sediaan bahan baku = Biaya bahan baku / perputaran sediaan bahan baku = Rp 30.000 / 8 = Rp 3.750 k. Harga pokok produk selesai dibuat = Harga pokok jualan + Sediaan produk jadi akhir – Sediaan produk jadi awal = Rp 72.000 + Rp 9.000 – Rp 5.000 = Rp 76.000 6
    • 7. Financial Ratio Penyusunan Anggaran l. m. n. o. p. Sediaan produk dalam proses = Harga pokok produk jadi/Perputaran sediaan produk dalam proses = Rp 76.000/10 = Rp 7.600 Biaya pabrik = Harga pokok produk jadi + Sediaan produk dalam proses akhir – Sediaan produk dalam proses awal = Rp 76.000 + Rp 7.600 – Rp 4.000 = Rp 79.600 Biaya overhead pabrik = Biaya pabrik – (Biaya bahan baku + Biaya tenaga kerja langsung) = Rp 79.600 – (Rp 30.000 + Rp 40.000) = Rp 9.600 Aktiva lancar = Kas + Piutang + Sediaan produk jadi + Sediaan produk dalam proses + Sediaan bahan baku = Rp 12.000 + Rp 10.000 + Rp 9.000 + Rp 7.600 + Rp 3.750 = Rp 42.350 Aktiva tetap = Aktiva – Aktiva lancar = Rp 143.000 – Rp 42.350 = Rp 100.650 7
    • 8. Financial Ratio Anggaran Neraca Aktiva Lancar Kas Piutang Sediaan produk jadi Sediaan produk dalam proses Sediaan bahan baku Total Aktiva Lancar Aktiva Tetap Total Aktiva Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 12,000 10,000 9,000 7,600 3,750 42,350 100,650 143,000 Utang Utang jangka pendek Utang jangka panjang Total utang Modal Modal saham Laba ditahan Total modal Total Pasiva Rp Rp Rp 22,000 11,000 33,000 Rp Rp Rp Rp 100,000 10,000 110,000 143,000 Anggaran Rugi-Laba Jualan Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Biaya pabrik Sediaan produk dalam proses awal Biaya produksi Sediaan produk dalam proses akhir Harga pokok produk jadi Sediaan produk jadi awal Produk siap dijual Sediaann produk jadi akhir Harga pokok jualan Laba kotor Rp 120,000 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 30,000 40,000 9,600 79,600 4,000 83,600 7,600 76,000 5,000 81,000 9,000 Rp Rp 72,000 48,000 8
    • 9. Financial Ratio Anggaran Neraca Kas Rp 12.000 28% Aktiva lancar Rp 42.350 Piutang Rp 10.000 Rasio piutang 45% Utang jangka pendek Rp 22.000 Aktiva lancar Rp 42.350 Rasio lancar 193 % Utang jangka pendek Rp 22.000 Modal sendiri Rp 110.000 Struktur keuangan v ertikal 333 % Utang Rp 33.000 Modal sendiri Rp 110.000 Struktur keuangan horizontal 109 % Aktiva tetap Rp 100.650 Rasio kas 9
    • 10. Recession Period Dalam masa resesi, laba yang merupakan arus kas masuk akan mengalami penurunan dan kemungkinan untuk memenuhi keperluan kas dari sumber lain sangat terbatas. Hal yang perlu diperhatikan dan dianalisis oleh manajemen dalam masa resesi antara lain: 1. Memperkirakan berapa lama masa resesi tersebut akan terjadi; 2. Menentukan tingkat risiko yang dapat diterima pada masa resesi; 3. Menentukan kemampuan perusahaan dalam bersaing, baik dalam hal jualan maupun dalam hal menekan biaya. 10
    • 11. Recession Period Penyusunan Anggaran Kas Piutang Sediaan Aktiva Tetap Bersih Total Aktiva Neraca per 31 Desember 2010 Rp 2,000 Utang dagang Rp 10,000 Utang dividen Rp 20,350 Utang jangka panjang Rp 27,650 Modal saham Laba ditahan Rp 60,000 Total Pasiva Rp Rp Rp Rp Rp Rp 8,000 10,000 12,000 20,000 10,000 60,000 Perluasan perusahaan dilakukan dengan membeli mesin baru seharga Rp 100.000 pada 2011; Masa resesi segera dimulai tahun 2012 dan berlangsung pada tahun 2012 dan 2013; Jualan tahun 2011 diperkirakan Rp 300.000 namun pada 2012 diperkirakan turun 70% dari jualan tahun 2011 dan pada 2013 turun 80% dari tahun 2011; Harga pokok jualan (tidak termasuk depresiasi) pada tahun 2011, 2012, 2013 masing-masing sebesar 60%, 70%, dan 65% dari jualan tahun itu; Sediaan 25% dari harga pokok jualan; Depresiasi 10% dari nilai aktiva tetap bersih; Piutang 15% dari jualan; Utang dagang 20% dari harga pokok jualan; Beban usaha variabel 20% dari jualan; Beban usaha tetap Rp 15.000 setahun (belum termasuk depresiasi); Dividen akan dibayar tiap awal tahun akan datang sebesar Rp 10.000; Pajak 10% dibayar tahun yang akan datang kecuali pajak tahun 2010 tela dibayar akhir tahun 2010; Saldo kas awal dan akhir yang diinginkan Rp 2.000. 11
    • 12. Recession Period Penyusunan Anggaran Anggaran Rugi-Laba Keterangan Jualan Harga pokok jualan Laba kotor Beban usaha tetap Beban usaha variabel Beban depresiasi Jumlah beban Laba (rugi) Pajak 10% Laba (rugi) bersih Dividen Laba ditahan Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2011 300,000 180,000 120,000 15,000 60,000 12,765 87,765 32,235 3,224 29,012 10,000 19,012 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2012 210,000 147,000 63,000 15,000 42,000 11,488.50 68,489 (5,489) (5,489) 10,000 (15,489) Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2013 240,000 156,000 84,000 15,000 48,000 10,340 73,300 10,700 521.15 10,179 10,000 179 12
    • 13. Recession Period Penyusunan Anggaran Anggaran Kas Keterangan Kas Masuk Laba sebelum pajak Depresiasi Piutang turun Sediaan turun Utang dagang naik Jumlah kas masuk Kas Keluar Rugi sebelum pajak Beli mesin Dividen Pajak hasilan Pajak naik Sediaan naik Utang dagang turun Jumlah kas keluar Surplus (defisit) Surplus (defisit) kumulatif 2011 Rp Rp Rp Rp 2012 32,235 12,765 Rp Rp Rp 28,000 73,000 Rp Rp Rp 100,000 Rp 10,000 Rp Rp Rp 35,000 Rp 24,650 Rp Rp 169,650 Rp Rp (96,650) Rp Rp (96,650) Rp 2013 33,239 10,700 10,300 Rp Rp 1,800 22,800 Rp 10,000 Rp Rp 11,489 13,500 8,250 Rp Rp 4,500 2,250 5,489 10,000 3,224 6,600 25,313 Rp 7,926 Rp (88,724) Rp 16,750 6,050 (82,674) 13
    • 14. Recession Period Penyusunan Anggaran Anggaran Neraca Keterangan Aktiva Lancar Kas Piutang dagang Sediaan produk Jumlah aktiva lancar Aktiva tetap bersih Aktiva Utang jangka pendek Utang dagang Utang pajak Utang dividen Jumlah utang jangka pendek Utang jangka panjang Jumlah utang Modal sendiri Modal saham Laba ditahan Jumlah modal sendiri Dana yang diperlukan Pasiva 2011 2012 Rp 2,000 Rp Rp 45,000 Rp Rp 45,000 Rp Rp 92,000 Rp Rp 114,885 Rp Rp 206,885 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 2,000 31,500 36,750 70,250 103,396 173,646 36,000 3,224 10,000 49,224 12,000 61,224 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 29,400 10,000 39,400 12,000 51,400 Rp 20,000 Rp 29,011 Rp 49,011 Rp 96,650 Rp 206,885 Rp Rp Rp Rp Rp 20,000 13,522 33,522 88,724 173,646 2013 Rp 2,000 Rp 36,000 Rp 39,000 Rp 77,000 Rp 93,096 Rp 170,096 Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31,200 521 10,000 41,721 12,000 53,721 Rp 20,000 Rp 13,701 Rp 33,701 Rp 82,674 Rp 170,096 14
    • 15. Terima Kasih 감사합니다 Sampai Bertemu Lagi di Pertemuan Kedelapan Manara Kudus, Kudus, Jawa Tengah Seoul, 13th of October 2013

    ×