EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 4
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

EKMA4570 - Penganggaran - Modul 4

on

  • 715 views

Slide ini merupakan materi kuliah Mata Kuliah Penganggaran Program Studi Manajemen Universitas Terbuka di Korea

Slide ini merupakan materi kuliah Mata Kuliah Penganggaran Program Studi Manajemen Universitas Terbuka di Korea

Statistics

Views

Total Views
715
Views on SlideShare
541
Embed Views
174

Actions

Likes
0
Downloads
24
Comments
0

2 Embeds 174

http://mujiyaulkhaq.wordpress.com 173
https://www.google.co.kr 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 4 EKMA4570 - Penganggaran - Modul 4 Presentation Transcript

  • Grasberg, Peg. Jayawijaya, Papue Seoul, 22nd of September 2013
  • Tinjauan Umum Modul 4 Secara umum, Modul 4 akan membahas tentang penyusunan anggaran beban usaha atau beban operasional, yang terdiri atas beban penjualan dan beban administrasi dan umum. Modul 4 terdiri dari dua kegiatan belajar: • Kegiatan Belajar 1 – Penyusunan Anggaran Beban Penjualan; • Kegiatan Belajar 2 – Penyusunan Anggaran Beban Administrasi dan Rugi-Laba. Setelah mempelajari Modul 4, diharapkan mampu: • Menjelaskan pengertian anggaran beban penjualan; • Menjelaskan kegunaan anggaran beban penjualan; • Menjelaskan faktor yang mempengaruhi anggaran beban penjualan; • Menyusun anggaran beban penjualan; • Menjelaskan pengertian anggaran beban administrasi; • Menjelaskan kegunaan anggaran beban administrasi; • Menjelaskan faktor yang mempengaruhi anggaran beban administrasi; • Menyusun anggaran beban administrasi dan umum; • Menyusun anggaran rugi-laba. 2
  • Selling & Marketing Beban penjualan adalah beban yang terjadi untuk kepentingan penjualan produk utama. Beban penjualan berbeda dengan beban pemasaran karena penjualan berbeda dengan pemasaran. Pemasaran adalah suatu proses dari perusahaan untuk memperoleh barang (product), menentukan harga (price), mempromosikan (promotion), dan mendistribusikan barang yang dapat memuaskan konsumen (place). Berdasarkan definisi tersebut, pemasaran meliputi 4P: product, price, promotion, dan place. Sedangkan penjualan hanya meliputi 3P: price, promotion, dan place. Penjualan hanya melakukan kegiatan menjual, sedangkan produk sudah tersedia. Adapun pemasaran tidak hanya melakukan proses menjual produk, namun juga meliputi kegiatan memperoleh produk yang diinginkan konsumen. 3
  • Marketing Mix 1. Produk Produk merupakan hasil produksi yang meliputi barang dan jasa, termasuk desain, bungkus, warna, harga, merk, kualitas, reputasi, dan layanan yang memuaskan konsumen. Product mix (bauran produk) adalah kombinasi produk yang dijual dan di dalamnya terdapat jalur produk atau lini produk (product line) dan bagian produk (product item). Membuat produk (memproduksi) bukanlah bagian dari fungsi pemasaran, namun merupakan fungsi dari produksi. Dalam hal ini manajer pemasaran bekerja sama dengan manajer produksi. Riset pemasaran dilakukan oleh manajer pemasaran untuk menentukan produk yang akan diproduksi, yaitu produk yang diinginkan konsumen. Setelah produk yang diingin- kan konsumen ditentukan dalam fungsi pemasaran, kemudian dilakukanlah produksi. 4
  • Marketing Mix 2. Harga Dalam hal ini harga meliputi harga pokok dan harga jual. Harga pokok adalah harga untuk memperoleh produk, yang meliputi harga beli dan sejumlah pengorbanan lainnya untuk memperoleh produk, seprti: ongkos angkut, ongkos pasang, ongkos dokumen, dan lain-lain. Harga jual adalah selisih lebih dari harga pokok yang konsumen bersedia untuk memenuhi. Terdapat lima macam sasaran penetapan harga jual: • Sasaran penguasaan pasar dengan menetapkan harga jual yang rendah; • Sasaran pembumbungan pasar dengan menetapkan harga jual yang tinggi; • Sasaran mendapatkan pengembalian modal dengan cepat; • Sasaran mendapatkan rentabilitas ekonomi yang tinggi; • Sasaran mempromosikan lini produk seluruhnya. 5
  • Marketing Mix 2. Harga a. Atas dasar biaya Penetapan harga jual atas dasar biaya terdiri atas penetapan harga jual atas dasar biaya per unit ditambah kenaikan (mark up pricing), penetapan harga jual atas dasar jumlah biaya ditambah (cost plus pricing), dan penetapan harga jual sasaran (target). Penetapan harga jual atas dasar biaya per unit ditambah kenaikan (mark up pricing): Misalkan harga pokok produk per unit : Rp 438,00 Mark up (kenaikan) 59.82% : Rp 262,00 Harga jual : Rp 700,00 Penetapan harga jual atas dasar jumlah biaya ditambah (plus cost pricing): Misalkan untuk memperoleh 300.000 unit produk diperlukan biaya sebesar Rp 112.000.000 dan manajemen menginginkan laba Rp 2.399.000. Jumlah biaya : Rp 112.000.000 Laba yang diinginkan : Rp 2.399.000 Jumlah dapatan jualan : Rp 114.399.000 Harga jual per unit : Rp 114.399.000 / 300.000 unit = Rp 318,33. 6
  • Marketing Mix 2. Harga a. Atas dasar biaya Penetapan harga jual atas dasar biaya terdiri atas penetapan harga jual atas dasar biaya per unit ditambah kenaikan (mark up pricing), penetapan harga jual atas dasar jumlah biaya ditambah (cost plus pricing), dan penetapan harga jual sasaran (target). Penetapan harga jual sasaran (target): Misalkan untuk memperoleh 300.000 unit produk per tahun diperlukan biaya investasi sebesar Rp 12.000.000 dan jumlah biaya usaha sebesar Rp 7.000.000 setahun. Manajemen menginginkan imbalan dari investasi (IDI) sebesar 20%. Harga pokok per unit : Rp 350,00 Persentase kenaikan : Rp 31,33 Harga jual per unit : Rp 381,33 7 %95.8kenaikanPersentase 350/unitRpunit300.000 7.000.000Rp12.000.000Rp20% kenaikanPersentase unitperpokokHargaprodukVolume usahabiayaJumlahInvestasiIDI kenaikanPersentase
  • Marketing Mix 2. Harga b. Atas dasar permintaan Penetapan harga jual atas dasar permintaan yaitu tinggi rendahnya harga jual ditentukan oleh permintaan, walaupun harga pokok produk sama, kualitas dan ukuran sama. Misalnya penentuan harga makanan di gedung pertunjukan. Harga makanan yang ada di dekat panggung Rp 150.000 per porsi sedangkan harga makanan yang jauh dari panggung sebesar Rp 100.000 per porsi. c. Atas dasar persaingan Perusahaan yang menetapkan harga jual atas dasar persaingan dapat menetapkan harga jual lebih tinggi, lebih rendah, atau sama dengan harga jual pesaing (kompetitor). Perusahaan tidak menghubungkan antara harga jual per unit dengan harga pokok produk per unit. Harga pokok per unit mungkin berubah, tetapi perusahaan mempertahankan harga jualnya karena pesaing tidak mengubah harga jual mereka. Sebaliknya perusahaan akan mengubah harga jualnya bila pesaing mengubah harga jual mereka. 8
  • Marketing Mix 2. Harga Setelah perusahaan menetapkan harga jual, selanjutnya adalah mengadakan kebijakan potongan harga, yaitu: a) Potongan kuantitas: potongan harga karena membeli dalam kuantitas yang besar; b) Potongan dagang: potongan harga karena pembeli ikut memasarkan produk; c) Potongan musiman: potongan harga karena pembeli membeli pada musim tertentu; d) Potongan tunai: potongan harga karena pembeli membeli dengan cara tunai, atau pembeli membayar lebih cepat dari waktu kredit yang dijanjikan; e) Potongan promosi: potongan harga karena pembeli ikut mempromosikan produk. Perusahaan juga dapat menempuh kebijakan komisi penjualan dan turun harga. Komisi penjualan adalah uang balas jasa yang diberikan perusahaan dalam persentase tertentu dari volume produk yang dijual. Misalnya ditetapkan komisi penjualan 10% dari volume produk yang dijual. Bila volume produk yang dijual adalah 100 unit dengan harga jual per unit adalah Rp 1.000, maka besarnya komisi penjualan adalah Rp 10.000. Turun harga adalah harga jual yang diturunkan kepada pembeli yang bersedia membeli dalam kondisi di bawah normal. 9
  • Marketing Mix 3. Promosi Promotional mix (bauran promosi) terdiri atas periklanan, penjualan perseorangan (pribadi), promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan publisitas. Periklanan adalah proses kegiatan membujuk, menciptakan kesan, dan memuaskan produk untuk memuaskan keinginan pembeli dan penjual. Penjualan perseorangan (pribadi) adalah kegiatan perseorangan yang secara langsung ber- komunikasi untuk menciptakan, memperbaiki, dan mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain. Promosi penjualan adalah proses untuk mendorong mendorong konsumen agar berminat membeli serta mendorong perantara membeli dalam jumlah besar dan memperoleh dukungan yang luas, dengan cara seperti: peragaan, pameran, demonstrasi, pemberian sampel gratis, pemberian kupon hadiah, dsb. Hubungan masyarakat bertujuan untuk mendapatkan pengertian dan pengakuan dari masya- rakat luas terahadap perusahaan. Publisitas merupakan kegiatan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat melalui media, baik cetak maupun elektronik. 10
  • Marketing Mix 4. Distribusi Distribusi adalah kegiatan yang menyangkut penyaluran produk dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri. 11
  • Marketing Mix 4. Distribusi Pelaku dalam kegiatan distribusi: • Produsen adalah penghasil produk; • Agen adalah perwakilan produsen; • Pedagang besar adalah pedagang yang menjual barang yang dibeli kepada pengecer; • Distributor industri adalah pedagang yang menjual barang kepada pemakai industri; • Pengecer adalah pedagang yang menjual barang kepada konsumen; • Konsumen adalah pembeli dan pemakai akhir (end-user) dari suatu produk; • Pemakai industri adalah pembeli akhir dari suatu produk yang kemudian akan dipakai lagi untuk kegiatan produksi. 12
  • Marketing Mix 4. Distribusi Dalam pemilihan jalur distribusi, ada empat faktor yang harus dipertimbangkan: a. Pertimbangan pasar, karena saluran distribusi dipengaruhi pola pembelian konsumen; b. Pertimbangan produk yang perlu diperhatikan antara lain: nilai, unit, ukuran barang, kekuatan barang, sifat teknis, sifat barang, dan jalur produk; c. Pertimbangan perusahaan yang perlu diperhatikan antara lain: sumber dana, pengala- man manajemen, pengawasan saluran, dan pelayanan; d. Pertimbangan perantara yang perlu diperhatikan antara lain: pelayanan yang diberikan perantara, kegunaan perantara, sikap perantara terhadap kebijakan produsen, volume barang yang dijual, dan beban industri. Setelah saluran distribusi ditetapkan, maka yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah kegiatan distribusi fisik, yang terdiri atas: a. Penentuan lokasi sediaan dan sistem penyimpanannya; b. Sistem penanganan; c. Sistem pengawasan sediaan; d. Prosedur memproses pesanan; e. Pemilihan cara pengangkutan. 13
  • Selling Expenses Budget Beban penjualan meliputi: 1. Beban penghapusan piutang usaha; Metode pencatatan piutang usaha ada dua, yaitu: metode langsung dan metode cadangan. Beban penghapusan piutang usaha yang termasuk beban penjualan adalah beban pengha- pusan piutang usaha yang menggunakan pencatatan piutang dengan metode cadangan (taksiran), sedangkan yang menggunakan metode langsung (aktual) bukanlah beban peng- hapusan piutang usaha, melainkan kerugian penghapusan piutang dan termasuk pos luar biasa. Misalkan piutang usaha sebesar Rp 100.000 ditaksir tidak tertagih Rp 10.000. Misalkan terjadi piutang usaha secara aktual tidak tertagih Rp 10.000 (misal karena debitor) bangkrut, maka piutang usaha baik menggunakan metode cadangan maupun metode langsung adalah Rp 90.000 14 Metode cadangan Metode langsung Piutang usaha Rp 100.000 Piutang usaha Rp 100.000 Cadangan penghapusan piutang usaha Rp 10.000 Rp 90.000
  • Selling Expenses Budget Beban penjualan meliputi: 2. Beban turun harga; Beban turun harga terjadi karena keadaan produk di bawah kondisi normal (sudah dianggar- kan). Kemudian apabila beban turun harga benar terjadi dan tidak dianggarkan, disebut kerugian turun harga dan termasuk pos luar biasa. Misalkan sediaan produk jadi sebesar Rp 100.000 ditaksir turun harga Rp 10.000. Misalkan terjadi turun harga sebenarnya (aktual) Rp 10.000 (misal karena warna produk berubah karena usang), maka sediaan produk jadi baik menggunakan metode cadangan ma upun metode langsung adalah Rp 90.000 15 Metode cadangan Metode langsung Sediaan produk jadi Rp 100.000 Sediaan produk jadi Rp 100.000 Cadangan turun harga Rp 10.000 Rp 90.000
  • Selling Expenses Budget Beban penjualan meliputi: 3. Beban komisi penjualan; Anggaran beban komisi penjualan berguna untuk memotivasi perantara dan pramuniaga dalam rangka meningkatkan omset produk yang dijual, karena mereka akan merasa lebih di- hargai atas jasanya ikut berperan aktif dalam penjualan produk perusahaan. 4. Beban promosi penjualan; Anggaran beban promosi penjualan yang digunakan untuk mengenalkan produk kepada calon pembeli dan membujuk calon pembeli agar mau membeli, dimaksudkan dalam rangka meningkatkan omset produk yang dijual. 5. Beban distribusi; Anggaran beban distribusi sangat bermanfaat dalam rangka memperlancar arus produk dari produsen ke konsumen. Hal ini merupakan salah satu pelayanan untuk memuaskan konsu- men. 16
  • Selling Expenses Budget Faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran beban penjualan meliputi: 1. Beban penghapusan piutang usaha; Beban penghapusan piutang usaha dipengaruhi volume kegiatan penjualan secara kredit. 2. Beban turun harga; Beban turun harga dipengaruhi oleh faktor volume barang yang akan dijual, faktor musim, dan selera konsumen. 3. Beban promosi penjualan; Beban promosi penjualan dipengaruhi oleh selera konsumen yang mendorong produsen untuk melakukan inovasi terhadap produk atau membuat produk baru. 4. Beban distribusi; Beban distribusi dipengaruhi oleh volume kegiatan penjualan. 5. Beban komisi penjualan; Beban komisi penjualan dipengaruhi oleh volume kegiatan penjualan. 6. Beban gaji pegawai penjualan; Beban gaji pegawai penjualan dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (tentang UMR) dan permintaan dan penawaran tenaga kerja. 17
  • Selling Expenses Budget Penyusunan Anggaran Beban Penjualan Data ilustrasi: 1. Selama Triwulan I dianggarkan barang yang dijual sebanyak 10.000 ton dengan harga jual Rp 50 per ton. Maka total penjualan Rp 500.000. Sebanyak 80% barang dijual secara kredit. 2. Beban distributor dianggarkan Rp 3 per ton; 3. Beban komisi penjualan dianggarkan 10%; 4. Beban penghapusan piutang usaha ditaksir 1% dari barang yang dijual secara kredit; 5. Beban promosi dianggarkan Rp 20.000 selama satu triwulan; 6. Beban gaji pegawai penjualan dianggarkan Rp 50.000 selama satu triwulan; 7. Beban pernik perusahaan dianggarkan 0.5% dari produk yang dijual; 8. Beban turun harga ditaksir 1.5% dari hasil produksi; 9. Beban produksi dianggarkan 12.000 ton dengan harga pokok per ton adalah Rp 10; 10. Beban penjualan lainnya (seperti beban telepon, beban sewa bangunan, dsb) dianggarkan Rp 40.000 selama satu triwulan (sudah termasuk beban sewa Rp 10.000). 18
  • Selling Expenses Budget Penyusunan Anggaran Beban Penjualan Perhitungan unsur beban penjualan: 19 1 Beban penghapusan piutang 1% x (80% x Rp 500.000) 4,000Rp 2 Beban turun harga 1.5% x (12.000 ton x Rp 10/ton) 1,800Rp 3 Beban promosi penjualan 20,000Rp 4 Beban distribusi 10.000 ton x Rp 3/ton 30,000Rp 5 Beban komisi penjualan 10% x Rp 500.000 50,000Rp 6 Beban gaji pegawai penjualan 50,000Rp 7 Beban pernik penjualan 0.5% x Rp 500.000 2,500Rp 8 Beban penjualan lainnya 40,000Rp 198,300RpBeban penjualan yang dianggarkan (Triwulan I)
  • General-Administration- Expenses Budget Beban administrasi dan umum adalah beban usaha selain beban penjualan. Beban administrasi dan umum terjadi pada bagian personalia, kesekretariatan, administrasi umum, dan bidang lain yang terkait. Beban adminsitrasi dan umum meliputi: 1. Beban gaji manajemen puncak; 2. Beban gaji pegawai kantor; 3. Beban pemeliharaan kantor; 4. Beban sewa kantor; 5. Beban telepon, air, listrik, dsb; 6. Beban pernik kantor; 7. Beban depresiasi bangunan, kendaraan, dan alat kantor; 8. Beban penarikan dan seleksi pegawai kantor; 9. Beban pendidikan dan pengembangan pegawai kantor; 10. Beban administrasi dan umum lainnya. 20
  • General-Administration- Expenses Budget Kegunaan menyusun beban administrasi dan umum : 1. Beban gaji manajemen puncak terjadi karena fungsi manajemen puncak untuk melakukan kegiatan perencanaan dan pengawasan perusahaan secara menyeluruh; 2. Beban gaji pegawai kantor terjadi karena fungsi untuk mengurus administrasi pegawai, administrasi surat menyurat dan administrasi keuangan; 3. Beban pemeliharaan kantor dan depresiasi kantor terjadi agar terdapat kenyamanan dan kelancaran pekerjaan kantor; 4. Beban penarikan dan seleksi pegawai kantor terjadi agar dapat mendapatkan pegawai yang diperlukan, yang berkualitas, yang handal, yang dapat memajukan perusahaan; 5. Beban telepon, listrik, air, dsb, dan pernik kantor terjadi agar dapat mendukung kelancaran pekerjaan kantor; 6. Beban pendidikan dan pengembangan pegawai kantor terjadi agar kemampuan pegawai berkembang sesuai dengan perkembangan perusahaan dan perkembangan zaman. 21
  • Depreciation Expenses Bangunan, kendaraan, dan alat kantor merupakan harta tetap berwujud. Harta tetap berwujud adalah harta tetap yang diperkirakan mempunyai masa manfaat (taksiran usia) dalam operasi penjualan yang normal lebih dari satu tahun dengan maksud tidak untuk dijual, tetapi untuk dipakai keperluan perusahaan. Selama masa manfaat, harta tetap nilainya akan berkurang dikarenakan aus, usang, ketinggalan zaman, dan kapasitasnya berkurang. Berkurangnya nilai harta tetap ini disebut depresiasi. Dalam menentukan beban depresiasi ada tiga faktor yang harus diperhatikan: 1. Harga pokok (cost); 2. Nilai sisa; 3. Masa manfaat. Metode yang dapat digunakan dalam mengukur depresiasi antara lain: 1. Metode beban tetap; 2. Metode beban berkurang; 3. Metode beban variabel; 4. Metode beban bertambah. 22
  • Depreciation Expenses 1. Metode beban tetap Metode beban tetap cocok diterapkan untuk aktiva tetap berwujud yang mempunyai ciri: • Kegunaan ekonomis aktiva menurun secara proposional pada tiap periode; • Reparasi dan pemeliharaan tiap periode jumlahnya relatif tetap; • Kegunaan ekonomis berkurang karena lewat waktu; • Kapasitas aktiva tetap tiap periode relatif tetap. Aktiva berwujud semacam ini contohnya adalah bangunan dan perabot (lemari, meja). Metode beban tetap terdiri dari atas metode garis lurus dan metode jam kerja/jam jasa. Dengan menggunakan kedua metode tersebut, beban depresiasi akan tetap sama tiap tahun Jumlahnya tidak dipengaruhi oleh volume kegiatan perusahaan, baik volume kegiatan produksi maupun kegiatan penjualan. Semakin besar harga pokok aktiva tetap semakin besar beban depresiasinya. Semakin panjang masa manfaat aktiva tetap semakin kecil beban depresiasinya. 23
  • Depreciation Expenses 1. Metode beban tetap a. Metode garis lurus Misalkan aktiva tetap berwujud adalah bangunan dengan masa manfaat selama 4 tahun. Harga pokok adalah Rp 10.000 dengan nilai residu Rp 1.000. Beban depresiasi = (Rp 10.000 – Rp 1.000) / 4 = Rp 2.250 per tahun. Atau Rp 2.250 / Rp 9.000 = 25% per tahun. 24 ManfaatMasa ResiduNilai-PokokHarga per tahunDepresiasi Tahun Beban Depresiasi Cadangan Depresiasi Nilai Buku 0 -Rp -Rp 10,000Rp 1 2,250Rp 2,250Rp 7,750Rp 2 2,250Rp 4,500Rp 5,500Rp 3 2,250Rp 6,750Rp 3,250Rp 4 2,250Rp 9,000Rp 1,000Rp Total 9,000Rp Nilai Residu 1,000Rp
  • Depreciation Expenses 1. Metode beban tetap b. Metode jam kerja/jam jasa Misalkan aktiva tetap berwujud adalah kendaraan dengan masa manfaat selama 4 tahun. Kendaraan dipakai selama 10.000 jam selama satu tahun. Harga pokok adalah Rp 10.000 dengan nilai residu Rp 1.000. Beban depresiasi per jam = (Rp 10.000 – Rp 1.000) / 10.000 jam = Rp 0.9 per jam. Beban depresiasi per tahun = (10.000 jam / 4 tahun) x Rp 0.9/jam = Rp 2.250 per tahun. 25 JamJumlah ResiduNilai-PokokHarga jamperDepresiasi Tahun Beban Depresiasi Cadangan Depresiasi Nilai Buku 0 -Rp -Rp 10,000Rp 1 2,250Rp 2,250Rp 7,750Rp 2 2,250Rp 4,500Rp 5,500Rp 3 2,250Rp 6,750Rp 3,250Rp 4 2,250Rp 9,000Rp 1,000Rp Total 9,000Rp Nilai Residu 1,000Rp jamperDepresiasi ManfaatMasaJumlah JamJumlah per tahunDepresiasi
  • Depreciation Expenses 2. Metode beban berkurang Metode beban berkurang terdiri dari atas metode persentase tetap dari nilai buku dan metode jumlah angka tahun. a. Metode persentase tetap dari nilai buku Metode persentase tetap dari nilai buku terdiri atas metode saldo menurun (declining balance) dan metode saldo menurun berganda (double declining balance). • Metode saldo menurun Misalkan aktiva tetap berwujud adalah kendaraan dengan masa manfaat 4 tahun. Harga pokok adalah Rp 10.000 dengan nilai residu Rp 1.000. Beban depresiasi per tahun = 1 – ((∜(Rp 10.000 / Rp 10.000) x 100%) = 43.77% 26 manfaatMasa %100 pokokHarga unresidu tahNilai 1setahunDepresiasi Tahun Cadangan Depresiasi Nilai Buku 0 -Rp -Rp 10,000Rp 1 43.77% x Rp 10.000 = 4,377Rp 4,377Rp 5,623Rp 2 43.77% x Rp 5.623 = 2,461Rp 6,838Rp 3,162Rp 3 43.77% x Rp 3.162 = 1,384Rp 8,222Rp 1,778Rp 4 43.77% x Rp 1.778 = 778Rp 9,000Rp 1,000Rp Beban Depresiasi
  • Depreciation Expenses 2. Metode beban berkurang Metode beban berkurang terdiri dari atas metode persentase tetap dari nilai buku dan metode jumlah angka tahun. a. Metode persentase tetap dari nilai buku Metode persentase tetap dari nilai buku terdiri atas metode saldo menurun (declining balance) dan metode saldo menurun berganda (double declining balance). • Metode saldo menurun berganda Metode saldo menurun berganda sama prinsipnya dengan metode garis lurus dalam metode baban tetap, hanya saja persentase beban depresiasi digandakan. Misalkan aktiva tetap berwujud adalah kendaraan dengan masa manfaat 4 tahun. Harga pokok adalah Rp 10.000 dengan nilai residu Rp 1.000. Beban depresiasi = (Rp 10.000 – Rp 1.000) / 4 = Rp 2.250 per tahun atau 25%/tahun. Maka beban depresiasi dengan metode saldo menurun berganda adalah 50%/tahun. 27 Tahun Cadangan Depresiasi Nilai Buku 0 -Rp -Rp 10,000Rp 1 50% x Rp 10.000 = 5,000Rp 5,000Rp 5,000Rp 2 50% x Rp 5.000 = 2,500Rp 7,500Rp 2,500Rp 3 50% x Rp 2.500 = 1,250Rp 8,750Rp 1,250Rp 4 250Rp 9,000Rp 1,000Rp Beban Depresiasi
  • Depreciation Expenses 2. Metode beban berkurang Metode beban berkurang terdiri dari atas metode persentase tetap dari nilai buku dan metode jumlah angka tahun. b. Metode jumlah angka tahun Metode jumlah angka tahun dilakukan dengan mempergunakan pembobotan pada tiap- tiap tahun. Tahun yang paling awal biasanya diberi bobot paling besar dibandingkan dengan tahun yang paling akhir. Misalkan aktiva tetap berwujud adalah kendaraan dengan masa manfaat 4 tahun. Harga pokok adalah Rp 10.000 dengan nilai residu Rp 1.000. Pembobotan adalah 0.4, 0.3, 0.2, dan 0.1 masing-masing pada tahun pertama, kedua, ketiga, dan keempat secara berturut-turut. 28 Tahun Bobot Cadangan Depresiasi Nilai Buku 0 -Rp -Rp 10,000Rp 1 0.4 0.4 x Rp 9.000 = 3,600Rp 3,600Rp 6,400Rp 2 0.3 0.3 x Rp 9.000 = 2,700Rp 6,300Rp 3,700Rp 3 0.2 0.2 x Rp 9.000 = 1,800Rp 8,100Rp 1,900Rp 4 0.1 0.1 x Rp 9.000 = 900Rp 9,000Rp 1,000Rp Beban Depresiasi
  • Depreciation Expenses 3. Metode beban variabel Metode beban variabel sangat cocok untuk aktiva tetap berwujud yang dipergunakan langsung untuk kegiatan produksi atau kegiatan penjualan, seperti: mesin dan alat produksi, kendaraan yang digunakan untuk mengatur produk yang akan dijual. Metode beban variabel terdiri atas metode satuan hasil produksi dan metode satuan jasa a. Metode satuan hasil produksi Misalkan aktiva tetap berwujud adalah mesin produksi dengan masa manfaat 4 tahun. Harga pokok adalah Rp 10.000 dengan nilai residu Rp 1.000. Jumlah produk yang di- hasilkan selama masa manfaat tersebut adalah 15.000 unit. Beban depresiasi per unit produk = (Rp 10.000 – Rp 1.000) / 15.000 = Rp 0.6/unit 29 Tahun Cadangan Depresiasi Nilai Buku 0 -Rp -Rp 10,000Rp 1 5.000 unit x Rp 0.6 = 3,000Rp 3,000Rp 7,000Rp 2 4.000 unit x Rp 0.6 = 2,400Rp 5,400Rp 4,600Rp 3 3.500 unit x Rp 0.6 = 2,100Rp 7,500Rp 2,500Rp 4 2.500 unit x Rp 0.6 = 1,500Rp 9,000Rp 1,000Rp Beban Depresiasi manfaatmasaselamadihasilkanyangprodukJumlah residuNilai-pokokHarga produkunitperDepresiasi
  • Depreciation Expenses 3. Metode beban variabel Metode beban variabel sangat cocok untuk aktiva tetap berwujud yang dipergunakan langsung untuk kegiatan produksi atau kegiatan penjualan, seperti: mesin dan alat produksi, kendaraan yang digunakan untuk mengatur produk yang akan dijual. Metode beban variabel terdiri atas metode satuan hasil produksi dan metode satuan jasa b. Metode satuan jasa Misalkan aktiva tetap berwujud adalah kendaraan dengan masa manfaat 4 tahun. Harga pokok adalah Rp 10.000 dengan nilai residu Rp 1.000. Kendaraan beroperasi selama masa manfaat sepanjang 80.000 km. Beban depresiasi per km = (Rp 10.000 – Rp 1.000) / 80.000 = Rp 0.1125/km 30 Tahun Cadangan Depresiasi Nilai Buku 0 -Rp -Rp 10,000Rp 1 30.000 km x Rp 0.1125 = 3,375Rp 3,375Rp 6,625Rp 2 25.000 km x Rp 0.1125 = 2,813Rp 6,188Rp 3,813Rp 3 15.000 km x Rp 0.1125 = 1,688Rp 7,875Rp 2,125Rp 4 10.000 km x Rp 0.1125 = 1,125Rp 9,000Rp 1,000Rp Beban Depresiasi manfaatmasaselamajasasatuanJumlah residuNilai-pokokHarga jasasatuanperDepresiasi
  • Depreciation Expenses 4. Metode beban bertambah Metode beban bertambah, misalnya bunga majemuk cocok bila aktiva tetap berwujud yang dibeli bersumber dari pinjaman bank dengan bunga majemuk. Misalkan aktiva tetap berwujud adalah bangunan yang diperoleh dengan pinjam di bank dengan harga pokok adalah Rp 10.000. Masa manfaat diasumsikan 4 tahun dengan dengan nilai residu Rp 1.000. Bunga majemuk (i) adalah 30% per tahun. Beban depresiasi = (Rp 10.000 – Rp 1.000) x (0.3 / (1 + 0.3)4 – 1) = Rp 1.455 31 Tahun Cadangan Depresiasi Nilai Buku 0 -Rp -Rp 10,000Rp 1 1,455Rp 1,455Rp 8,545Rp 2 Rp 1.455 + (30% x Rp 1.455) 1,891Rp 3,346Rp 6,654Rp 3 Rp 1.455 + (30% x Rp 3.346) 2,458Rp 5,804Rp 4,196Rp 4 Rp 1.455 + (30% x Rp 5.804) 3,196Rp 9,000Rp 1,000Rp Beban Depresiasi 1i1 i PerolehanHargaDepresiasi manfaatMasa
  • General-Administration- Expenses Budget Penyusunan Anggaran Beban Administrasi dan Umum Data ilustrasi: 1. Gaji satu bulan untuk bagian personalia adalah Rp 5.000, bagian kesekretariatan Rp 6.000, bagian tata usaha Rp 3.000, dan bagian keuangan Rp 7.000. Gaji komisaris dan direksi adalah Rp 8.000 per bulan; 2. Beban pernik kantor ditaksir pada triwulan I adalah Rp 12.000, triwulan II dan III sebesar Rp 10.000 dan pada triwulan IV sebesar Rp 14.000; 3. Beban telepon, air, dan listrik ditaksir per bulan adalah sebagai berikut. Bulan pertama dan kedua sebesar Rp 8.000, bulan ketiga sampai ketujuh sebesar Rp 10.000, bulan kedelapan sampai keduabelas sebesar Rp 9.000; 4. Beban depresiasi bangunan dan alat kantor ditaksir Rp 2.500 per bulan; 5. Pada awal tahun direncanakan membeli kendaraan kantor seharga Rp 100.000 dengan nilai residu Rp 10.000 dan masa manfaat empat tahun. Selama empat tahun kendaraan ditaksir dapat menempuh 80.000 km. Tahun pertama ditaksir dapat menempuh 30.000 km (triwulan I 9.000 km, II 8.000 km, III 7.000 km, dan IV 6.000 km); 6. Beban pemeliharaan kantor ditaksir Rp 10.000 tiap bulan, kecuali untuk bulan Juli dan Agustus masing-masing sebesar Rp 12.000 dan Desember sebesar Rp 14.000; 7. Beban administrasi dan umum lainnya ditaksir Rp 7.000 per bulan. 32
  • General-Administration- Expenses Budget Penyusunan Anggaran Beban Administrasi dan Umum Perhitungan anggaran beban administrasi dan umum: 33 Keterangan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Setahun Beban gaji komisaris dan direksi 24,000Rp 24,000Rp 24,000Rp 24,000Rp 96,000Rp Beban gaji pegawai kantor 63,000Rp 63,000Rp 63,000Rp 63,000Rp 252,000Rp Beban telepon, air, listrik 26,000Rp 30,000Rp 28,000Rp 27,000Rp 111,000Rp Beban depresiasi 17,625Rp 16,500Rp 15,375Rp 14,250Rp 63,750Rp Beban pemeliharaan kantor 30,000Rp 30,000Rp 34,000Rp 34,000Rp 128,000Rp Beban adm. dan umum lainnya 21,000Rp 21,000Rp 21,000Rp 21,000Rp 84,000Rp Total 181,625Rp 184,500Rp 185,375Rp 183,250Rp 734,750Rp
  • Income Statement Dalam penyusunan anggaran rugi-laba, semua anggaran yang terdapat dalam anggaran opera- sional harus dimasukkan karena semua anggaran tersebut saling berkaitan. Anggaran tersebut adalah: • Anggaran Jualan (Modul 2 – Kegiatan Belajar 2); • Anggaran Produk (Modul 3 – Kegiatan Belajar 1); • Anggaran Biaya Bahan Baku (Modul 3 – Kegiatan Belajar 2); • Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung (Modul 3 – Kegiatan Belajar 3); • Anggaran Biaya Overhead Pabrik (Modul 3 – Kegiatan Belajar 3); • Anggaran Beban Penjualan (Modul 4 – Kegiatan Belajar 1); • Anggaan Beban Administrasi dan Umum (Modul 4 – Kegiatan Belajar 2). 34
  • Income Statement Anggaran Jualan 35 Daerah dan Jenis Kecap Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Setahun Banjarmasin Kecap Sedang 1,000,000Rp 1,000,000Rp 1,500,000Rp 500,000Rp 4,000,000Rp Kecap Manis 2,400,000Rp 3,600,000Rp 2,400,000Rp 1,200,000Rp 9,600,000Rp Kecap Asin 1,500,000Rp 1,500,000Rp 1,000,000Rp 2,000,000Rp 6,000,000Rp Jumlah 4,900,000Rp 6,100,000Rp 4,900,000Rp 3,700,000Rp 19,600,000Rp Martapura Kecap Sedang 600,000Rp 600,000Rp 900,000Rp 300,000Rp 2,400,000Rp Kecap Manis 1,500,000Rp 2,250,000Rp 1,500,000Rp 750,000Rp 6,000,000Rp Kecap Asin 900,000Rp 900,000Rp 600,000Rp 1,200,000Rp 3,600,000Rp Jumlah 3,000,000Rp 3,750,000Rp 3,000,000Rp 2,250,000Rp 12,000,000Rp Jumlah Total 7,900,000Rp 9,850,000Rp 7,900,000Rp 5,950,000Rp 31,600,000Rp
  • Income Statement Anggaran Biaya Bahan Baku 36 Jenis Kecap Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Setahun Kecap Sedang Kedelai 605.0Rp 599.0Rp 898.0Rp 302.0Rp 2,404.0Rp Gula Merah 363.0Rp 359.4Rp 538.8Rp 181.2Rp 1,442.4Rp Jumlah 968.0Rp 958.4Rp 1,436.8Rp 483.2Rp 3,846.4Rp Kecap Manis Kedelai 1,200.0Rp 1,795.0Rp 1,204.0Rp 598.0Rp 4,797.0Rp Gula Merah 1,080.0Rp 1,615.5Rp 1,083.6Rp 538.2Rp 4,317.3Rp Jumlah 2,280.0Rp 3,410.5Rp 2,287.6Rp 1,136.2Rp 9,114.3Rp Kecap Asin Kedelai 900.0Rp 904.0Rp 600.0Rp 1,198.0Rp 3,602.0Rp Gula Merah 270.0Rp 271.2Rp 180.0Rp 359.4Rp 1,080.6Rp Jumlah 1,170.0Rp 1,175.2Rp 780.0Rp 1,557.4Rp 4,682.6Rp Jumlah Total 4,418.0Rp 5,544.1Rp 4,504.4Rp 3,176.8Rp 17,643.3Rp
  • Income Statement Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung Anggaran Biaya Overhead Pabrik 37 Jenis Kecap Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Setahun Kecap Sedang 151,250Rp 149,750Rp 224,500Rp 75,500Rp 601,000Rp Kecap Manis 300,000Rp 448,750Rp 301,000Rp 149,500Rp 1,199,250Rp Kecap Asin 225,000Rp 226,000Rp 150,000Rp 299,500Rp 900,500Rp Jumlah Total 676,250Rp 824,500Rp 675,500Rp 524,500Rp 2,700,750Rp Jenis Biaya Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Setahun Bahan Pembantu 90,000Rp 90,000Rp 90,000Rp 90,000Rp 360,000Rp Tenaga Kerja Tidak Langsung 62,000Rp 62,000Rp 62,000Rp 62,000Rp 248,000Rp Depresiasi Pabrik: Bangunan Pabrik 2,000Rp 2,000Rp 2,000Rp 2,000Rp 8,000Rp Mesin dan Alat 550,000Rp 550,000Rp 550,000Rp 550,000Rp 2,200,000Rp Biaya Lain-lain 33,000Rp 33,000Rp 33,000Rp 33,000Rp 132,000Rp Total 737,000Rp 737,000Rp 737,000Rp 737,000Rp 2,948,000Rp
  • Income Statement Anggaran Beban Usaha (Penjualan, Administrasi, dan Umum) 38 Beban Usaha Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Setahun Gaji Pegawai Penjualan 92,000Rp 92,000Rp 92,000Rp 92,000Rp 368,000Rp Promosi 565,000Rp 565,000Rp 565,000Rp 565,000Rp 2,260,000Rp Depresiasi Penjualan 2,500Rp 2,500Rp 2,500Rp 2,500Rp 10,000Rp Penghapusan Piutang 110,600Rp 185,300Rp 169,700Rp 130,700Rp 596,300Rp Beban Penjualan Lainnya 10,500Rp 10,500Rp 10,500Rp 10,500Rp 42,000Rp Total Beban Penjualan 780,600Rp 855,300Rp 839,700Rp 800,700Rp 3,276,300Rp Gaji Pegawai 85,000Rp 85,000Rp 85,000Rp 85,000Rp 340,000Rp Depresiasi Umum 5,000Rp 5,000Rp 5,000Rp 5,000Rp 20,000Rp Administrasi Lainnya 10,000Rp 10,000Rp 10,000Rp 10,000Rp 40,000Rp Total Beban Adm. dan Umum 100,000Rp 100,000Rp 100,000Rp 100,000Rp 400,000Rp Total Beban Usaha 880,600Rp 955,300Rp 939,700Rp 900,700Rp 3,676,300Rp
  • Income Statement Anggaran Rugi-Laba 39 Keterangan Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Setahun Anggaran Jualan 7,900,000Rp 9,850,000Rp 7,900,000Rp 5,950,000Rp 31,600,000Rp Anggaran Biaya Bahan Baku 4,418,000Rp 5,544,100Rp 4,504,400Rp 3,176,800Rp 17,643,300Rp Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung 676,250Rp 824,500Rp 675,500Rp 524,500Rp 2,700,750Rp Anggaran Biaya Overhead Pabrik 737,000Rp 737,000Rp 737,000Rp 737,000Rp 2,948,000Rp Anggaran Biaya Pabrik 5,831,250Rp 7,105,600Rp 5,916,900Rp 4,438,300Rp 23,292,050Rp Anggaran Sediaan Produk Jadi Awal 127,221Rp 150,850Rp 146,540Rp 150,850Rp 127,221Rp Anggaran Produk Siap Dijual 5,958,471Rp 7,256,450Rp 6,063,440Rp 4,589,150Rp 23,419,271Rp Anggaran Sediaan Produk Jadi Akhir 150,850Rp 146,540Rp 150,850Rp 146,540Rp 146,540Rp Harga Pokok Jualan 5,807,621Rp 7,109,910Rp 5,912,590Rp 4,442,610Rp 23,272,731Rp Laba Kotor 2,092,379Rp 2,740,090Rp 1,987,410Rp 1,507,390Rp 8,327,269Rp Beban Usaha 880,600Rp 955,300Rp 939,700Rp 900,700Rp 3,676,300Rp Laba Usaha 1,211,779Rp 1,784,790Rp 1,047,710Rp 606,690Rp 4,650,969Rp Bunga 330,000Rp 330,000Rp 330,000Rp 330,000Rp 1,320,000Rp Laba Sebelum Pajak 881,779Rp 1,454,790Rp 717,710Rp 276,690Rp 3,330,969Rp Pajak (10% dari Laba Sebelum Pajak) 88,177.90Rp 145,479.00Rp 71,771.00Rp 27,669.00Rp 333,097Rp Laba Setelah Pajak 793,601Rp 1,309,311Rp 645,939Rp 249,021Rp 2,997,872Rp
  • Grasberg, Peg. Jayawijaya, Papue Terima Kasih 감사합니다 Sampai Bertemu Lagi di Pertemuan Kelima Seoul, 22nd of September 2013