EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 2
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

EKMA4570 - Penganggaran - Modul 2

on

  • 869 views

Slide ini merupakan materi kuliah Mata Kuliah Penganggaran Program Studi Manajemen Universitas Terbuka di Korea

Slide ini merupakan materi kuliah Mata Kuliah Penganggaran Program Studi Manajemen Universitas Terbuka di Korea

Statistics

Views

Total Views
869
Slideshare-icon Views on SlideShare
693
Embed Views
176

Actions

Likes
1
Downloads
23
Comments
0

2 Embeds 176

http://mujiyaulkhaq.wordpress.com 175
https://www.google.co.kr 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 2 EKMA4570 - Penganggaran - Modul 2 Presentation Transcript

    • Hutan Hujan Tropis, Kalimantan Seoul, 8th of September 2013
    • Tinjauan Umum Modul 2 Secara umum, Modul 2 akan membahas tentang penyusunan anggaran jualan. Modul 2 terdiri dari dua kegiatan belajar: • Kegiatan Belajar 1 – Peramalan Penjualan; • Kegiatan Belajar 2 – Penyusunan Anggaran Jualan. Setelah mempelajari Modul 2, diharapkan mampu: • Menjelaskan metode ramalan jualan; • Menjelaskan kebaikan dan keburukan metode ramalan; • Membuat ramalan jualan dengan bermacam metode; • Menjelaskan pengertian anggaran jualan; • Menjelaskan kegunaan anggaran jualan; • Menjelaskan faktor yang mempengaruhi anggaran jualan; • Menyusun anggaran jualan. 2
    • Forecasting Peramalan merupakan proses kegiatan meramalkan suatu kejadian yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang dengan cara mengkaji data yang ada. Peramalan jualan merupakan proses kegiatan memperkirakan produk yang akan dijual pada waktu yang akan datang dalam keadaan tertentu dan dibuat berdasarkan data yang pernah terjadi dan/atau mungkin terjadi. Mengapa perlu peramalan? • Adanya ketidakpastian; • Adanya keterbatasan sumber daya. Tujuan diadakannya peramalan: • Untuk meminimalisir ketidakpastian; • Agar langkah proaktif dapat dilakukan. 3
    • Forecasting Prinsip-prinsip peramalan: • Peramalan pasti mengandung kesalahan (error), artinya peramal hanya bisa mengurangi ketidakpastian yang akan terjadi, tetapi tidak dapat menghilangkan ketidakpastian tersebut; • Peramalan memberikan informasi tentang berapa besar kesalahan yang terjadi, artinya karena peramalan pasti mengandung error, maka penting bagi peramal untuk meng- informasikan seberapa besar kesalahan yang mungkin terjadi; • Peramalan jangka pendek lebih akurat dibandingkan dengan peramalan jangka panjang. Hal ini disebabkan karena pada peramalan jangka pendek faktor–faktor yang mempengaruhi permintaan relatif masih konstan, sedangkan semakin panjang periode peramalan maka semakin besar pula kemungkinan perubahan faktor-faktor yang memepengaruhi permintaan. Metode yang dapat digunakan dalam membuat ramalan jualan antara lain: • Metode kualitatif; • Metode kuantitatif. 4
    • Qualitative Method Metode Peramalan Kualitatif Metode peramalan kualitatif digunakan bila hanya ada sedikit atau malah tidak tersedia data/ informasi (data historis), namun terdapat pengetahuan (knowledge) yang memadai. Peramalan kualitatif lebih menekankan pada keputusan–keputusan hasil diskusi, pendapat pribadi seseorang, dan intuisi yang meskipun kelihatannya kurang ilmiah tetapi dapat memberi- kan hasil yang baik. Metode kualitatif paling sesuai bila diterapkan dalam kondisi sebagai berikut: • Tidak terdapat atau kurangnya data historis. Hal ini terjadi bilamana perusahaan mencoba membuat atau mengembangkan produk baru; • Terdapat data historis yang tepat, namun terdapat faktor-faktor tertentu yang membuat peramalan menjadi kurang sesuai. Misalnya: data yang berhubungan dengan kondisi ekonomi dan politik. 5
    • Qualitative Method Metode Peramalan Kualitatif Beberapa metode peramalan kualitatif antara lain: 1. Pendapat para tenaga penjual (sales force); Metode ini menekankan pertimbangan dan keahlian dari para tenaga penjual sehingga partisipasi tingkat tinggi dari bawah ke atas sangat dibutuhkan. Metode ini sering digunakan oleh perusahaan kecil dan perusahaan yang hasil produknya berjumlah sedikit. Kelebihan: • Ramalan dibuat oleh individu yang dekat dengan konsumen; • Menanamkan tanggung jawab dan rasa memiliki perusahaan kepada tenaga penjual; • Rencana awalnya disetujui oleh orang yang bertanggung jawab untuk tercapainya tujuan perusahaan. Kekurangan: • Tenaga penjual mungkin terlalu optimis (hasil ramalan terlampau tinggi) atau terlalu pesimis (hasil ramalan terlampau rendah); • Tenaga penjual mungkin tidak memberikan perhatian yang cukup akan variabel yang mempengaruhi penjualan; • Metode ini terbatas pada ramalan taktis jangka pendek. 6
    • Qualitative Method Metode Peramalan Kualitatif Beberapa metode peramalan kualitatif antara lain: 2. Pendapat para manajer divisi penjualan; Metode ini menekankan pertanggungjawaban dari manajer penjualan (sales) daerah atau produk. Variasi dari pendekatan ini berdasarkan pada survei informal dari pelanggan utama perusahaan. Kelebihan: • Dapat digunakan secara luas oleh perusahaan dari semua ukuran; • Berguna dalam situasi jumlah pelanggan terbatas. Kekurangan: • Metode ini terbatas pada ramalan taktis jangka pendek. 7
    • Qualitative Method Metode Peramalan Kualitatif Beberapa metode peramalan kualitatif antara lain: 3. Pendapat para ahli; Metode ini bertumpu pada pendapat orang yang dianggap ahli dan berpengalaman dalam bidang penjualan. Kelebihan: • Sederhana dan mudah dilakukan. Kekurangan: • Lebih mengandalkan kemampuan individu daripada data yang mendukung pendapat individu tersebut. 8
    • Qualitative Method Metode Peramalan Kualitatif Beberapa metode peramalan kualitatif antara lain: 4. Pendapat para eksekutif; Dalam metode ini peramalan dilakukan oleh eksekutif/manajer tingkat atas, karena pihak- pihak tersebut dirasa sudah cukup mempunyai pengalaman dan kemampuan yang memadai. Kelebihan: • Sederhana, mudah, dan ekonomis. Kekurangan: • Memerlukan individu dengan pengalaman khusus dan pengetahuan yang luas tentang ramalan dan penjualan; • Ramalan kurang ilmiah. 9
    • Qualitative Method Metode Peramalan Kualitatif Beberapa metode peramalan kualitatif antara lain: 5. Pendapat dari survei konsumen; Metode ini mengandung arti sebelum dilakukan peramalan, diadakan survei ke lapangan untuk mengetahui berapa permintaan pasar yang ada. Kelebihan: • Bersifat lebih objektif karena memperhatikan pendapat konsumen. Kekurangan: • Ramalan menjadi bias apabila sampel yang diteliti tidak representatif. 10
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Metode peramalan kuantitatif digunakan bila tersedia data/informasi yang memadai. Peramalan kuantitatif mengikuti aturan–aturan matematika dan statistika dalam menunjukkan hubungan antara permintaan dengan satu atau lebih variabel yang mempengaruhinya. Metode kuantitatif paling sesuai bila diterapkan dalam kondisi sebagai berikut: • Tersedianya informasi yang cukup tentang masa lalu; • Informasi tersebut bersifat kuantitatif atau kualitatif (bila menggunakan data kualitatif, maka data tersebut harus bisa dikuantitatifkan); • Diasumsikan bahwa pola masa lalu akan berkelanjutan pada pola masa datang. 11
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 1. Metode distribusi probabilitas; Metode ini meramalkan jualan dengan cara memakai variasi produk yang akan dijual dan membuat probabilitas masing-masing taksiran dari variasi produk tersebut. Kelebihan: • Mudah dikerjakan. Kekurangan: • Bergantung pada manajemen dalam penentuan besarnya nilai probabilitas (bobot). 12
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 1. Metode distribusi probabilitas; Dari data historis, diketahui kalau jualan berkisar antara 0 – 20.000 unit. Manajer penjualan memilih lima angka tertentu dari rentang 0 – 20.000 dan menetapkan probabilitas dari masing- masing angka. 1.000 = 10%; 5.000 = 20%; 9.000 = 35%; 13.000 = 30%; 17.000 = 5%. *Probabilitas/bobot merupakan subjektivitas dari manajer penjualan. 13 Tahun Jualan Ramalan 2000 5,123 2001 1,098 2002 4,011 2003 8,712 2004 9,821 2005 10,231 2006 12,312 2007 13,001 2008 14,210 2009 13,210 2010 9,123 2011 18,213 2012 20,121 2013 9,000 - 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 Ramalan Jualan PT. UTK Jualan Ramalan
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 2. Metode analisis trend; Metode ini meramalkan jualan dengan cara menganalisis pola dari data historis. Data historis dapat mempunyai pola sebagai berikut: • Konstan  Musiman (siklis) • Linear (upward /downward trend)  Acak (random) 14 Period Demand 151413121110987654321 8,50 8,25 8,00 7,75 7,50 Time Series Plot of Demand Period Demand 10987654321 12 10 8 6 4 2 Time Series Plot of Demand Period Demand 18161412108642 6 5 4 3 2 Time Series Plot of Demand Period Demand 161412108642 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Time Series Plot of Demand
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 2. Metode analisis trend; Kelebihan: • Bersifat ilmiah dan lebih objektif. Kekurangan: • Pola masa lalu diasumsikan berulang pada masa yang akan datang; • Hanya melihat pola data masa lalu, tidak mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ramalan jualan, atau faktor-faktor yang mempengaruhi ramalan jualan diasumsikan konstan. 15
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 2. Metode analisis trend; • Pola data konstan. 16 n Y Y  Tahun Jualan (Y) Ramalan 2000 12,000 2001 11,987 2002 11,876 2003 12,100 2004 12,112 2005 11,980 2006 12,100 2007 11,998 2008 11,980 2009 12,000 2010 11,876 2011 12,100 2012 12,112 2013 12,017 2014 12,017 2015 12,017 2016 12,017 2017 12,017 11,000 11,200 11,400 11,600 11,800 12,000 12,200 12,400 12,600 12,800 13,000 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Ramalan Jualan PT. UTK Jualan (Y) Ramalan
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 2. Metode analisis trend; • Pola data linear. 17 bXaY  n Tahun Jualan (Y) X X2 XY 1 2011 130 0 0 0 2 2012 145 1 1 145 3 2013 150 2 4 300 4 2014 165 3 9 495 5 2015 170 4 16 680 760 10 30 1620 b 10 a 132 X Tahun Jualan (Y) Ramalan 0 2011 130 1 2012 145 2 2013 150 3 2014 165 4 2015 170 5 2016 182 6 2017 192 7 2018 202 8 2019 212 9 2020 222 Σ 0 50 100 150 200 250 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Ramalan Jualan PT. UTK Jualan (Y) Ramalan  22      XXn YXXYn b n XbY a   
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 2. Metode analisis trend; • Pola data kuadratis (musiman). 18 2 cXbXaY  n Tahun Jualan (Y) X XY X2 X2 Y X4 1 2011 130 -2 -260 4 520 16 2 2012 145 -1 -145 1 145 1 3 2013 150 0 0 0 0 0 4 2014 165 1 165 1 165 1 5 2015 170 2 340 4 680 16 760 0 100 10 1510 34 c -0.7143 X Tahun Jualan (Y) Ramalan b 10 -2 2011 130 a 153.429 -1 2012 145 0 2013 150 1 2014 165 2 2015 170 3 2016 177.00 4 2017 182.00 5 2018 185.57 6 2019 187.71 7 2020 188.43 Σ 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 2011201220132014201520162017201820192020 Ramalan Jualan PT. UTK Jualan (Y) Ramalan
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 2. Metode analisis trend; • Pola data eksponensial (1) 19 X baY  Tahun Jualan (Y) LogY X XLogY X2 1 20 1.30 1 1.30 1 2 100 2.00 2 4.00 4 3 800 2.90 3 8.71 9 4 3000 3.48 4 13.91 16 5 15000 4.18 5 20.88 25 6 150000 5.18 6 31.06 36 7 1000000 6.00 7 42.00 49 8 2000000 6.30 8 50.41 64 31.33 36.00 172.26 204.00 b0 0.744 Tahun Jualan (Y) Ramalan a0 0.568 1 20 2 100 3 800 4 3000 5 15000 6 150000 7 1000000 8 2000000 9 18449469.71 10 102387156.27 Σ 0 20000000 40000000 60000000 80000000 100000000 120000000 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ramalan Jualan PT. UTK Jualan (Y) Ramalan
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 2. Metode analisis trend; • Pola data eksponensial (2). 20 X abkY  Tahun Jualan (Y) Ket X 1 1 Y1 0 2 5 1 3 10 Y2 2 4 20 3 5 46 Y3 4 6 70 5 b 2 a 3 k -2 Tahun Jualan (Y) Ramalan 1 1 2 5 3 10 4 20 5 46 6 70 7 190.00 8 382.00 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 1 2 3 4 5 6 7 8 Ramalan Jualan PT. UTK Jualan (Y) Ramalan
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 3. Metode analisis regresi; Metode ini meramalkan jualan dengan cara menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya Jualan disebut variabel dependen (terikat) sedangkan faktor yang mempengaruhi disebut variabel independen (bebas). Apabila terdapat satu variabel independen disebut regresi sederhana, dan bila lebih dari satu variabel dependen disebut regresi berganda. Kelebihan: • Bersifat ilmiah dan lebih objektif; • Mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi jualan. Kekurangan: • Terdapat banyak asumsi untuk mengaplikasikan metode ini, di antaranya: normalitas residual, bebas heteroskesdastisitas, bebas multikolinearitas (untuk regresi berganda), dsb. 21
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 3. Metode analisis regresi; • Regresi Sederhana (diasumsikan semua asumsi klasik telah terpenuhi). Persamaan garis regresi: Y = 102 + 10X 22 Tahun Jualan Biskuit Susu (X) Jualan Susu (Y) X2 XY 2011 3 130 9 390 2012 4 145 16 580 2013 5 150 25 750 2014 6 165 36 990 2015 7 170 49 1,190 Σ 25 760 135 3900 b 10 a 102 bXaY   22      XXn YXXYn b n XbY a   
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 3. Metode analisis regresi; • Koefisien Determinasi. Menggambarkan seberapa besar variabilitas dari variabel dependen (Y) yang dapat dijelas- kan oleh variabel independen (X). R2 sebesar 0.97087 atau 97.087%. Hal ini mengandung arti bahwa 97.087% dari varia- bilitas Jualan Susu (Y) dijelaskan oleh Jualan Biskuit Susu (X), dan sisanya dijelaskan oleh faktor lainnya yang tidak dimasukkan dalam membangun model regresi. 23 Tahun Jualan Biskuit Susu (X) Jualan Susu (Y) X2 XY Y2 2011 3 130 9 390 16900 2012 4 145 16 580 21025 2013 5 150 25 750 22500 2014 6 165 36 990 27225 2015 7 170 49 1190 28900 Σ 25 760 135 3900 116550 b 10 R2 0.97087 a 102 22 2 2 YnY YnXYbYa R     
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 3. Metode analisis regresi; • Koefisien Korelasi. Menggambarkan hubungan linier antara dua buah variabel. Dalam korelasi, dua buah variabel mempunyai derajat yang sama. Atau dengan kata lain, koefisien korelasi antara X dan Y sama dengan koefisien korelasi antara Y dan X. Koefisien korelasi bernilai positif berarti hubungan antara dua buah variabel tersebut adalah linier. Apabila nilai X bertambah, maka nilai Y juga bertambah. Sedangkan bila bernilai negatif, berarti kebalikannya, apabila nilai X bertambah, maka nilai Y berkurang. 24 22 2 2 YnY YnXYbYa r Rr       Koefisien Korelasi (r) Tafsiran < 0.20 Sangat lemah, dapat diabaikan 0.20 – 0.40 Lemah 0.40 – 0.70 Cukup 0.70 – 0.90 Kuat 0.90 – 1.00 Sangat kuat
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 3. Metode analisis regresi; • Koefisien Korelasi. Pengujian hipotesis koefisien korelasi. H0: ρ = 0 [tidak ada korelasi antara dua buah variabel] H1: ρ = 0 [terdapat korelasi antara dua buah variabel] -> uji dua arah ρ > 0 [terdapat korelasi positif antara dua buah variabel] -> uji satu arah ρ < 0 [terdapat korelasi negatif antara dua buah variabel] -> uji satu arah Statistika uji: Keputusan: Uji satu arah: ρ < 0 -> Tolak H0 bila t hitung < -t tabel dengan derajat kebebasan n – 2 ρ > 0 -> Tolak H0 bila t hitung > t tabel dengan derajat kebebasan n – 2 Uji dua arah: ρ = 0 -> Tolak H0 bila t hitung < -t tabel dan t hitung > t tabel dengan derajat kebebasan n – 2 25 2 1 2 r nr t   
    • Quantitative Method Metode Peramalan Kuantitatif Beberapa metode peramalan kuantitatif antara lain: 3. Metode analisis regresi; • Regresi Berganda (diasumsikan semua asumsi klasik telah terpenuhi). Untuk regresi berganda dengan dua variabel independen: Persamaan garis regresi: Y = 104.57896 + 9.94737X1 – 0.52632X2 26 Tahun Jualan Biskuit Susu (X1) Tingkat Harga Jual (X2) Jualan Susu (Y) X1 2 X2 2 X1Y X2Y X1X2 Y2 2011 3 7 130 9 49 390 910 21 16,900 2012 4 3 145 16 9 580 435 12 21,025 2013 5 2 150 25 4 750 300 10 22,500 2014 6 4 165 36 16 990 660 24 27,225 2015 7 6 170 49 36 1,190 1,020 42 28,900 Σ 25 22 760 135 114 3,900 3,325 109 116,550 a2 -0.52632 a1 9.94737 a0 104.57896 nn XaXaXaaY  ...22110 22110 XaXaaY         2 22211202 212 2 11101 22110 XaXXaXaYX XXaXaXaYX XaXanaY
    • Forecasting Error Peramalan dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti sudah dijelaskan sebelumnya. Metode dengan kesalahan peramalan (forecasting error) terkecil dapat dianggap lebih sesuai dalam menggambarkan perilaku dari data, sehingga hasil ramalannya dianggap lebih mendekati kenyataan. Dalam menghitung kesalahan peramalan dapat digunakan rumus sebagai berikut: Membandingkan metode peramalan dengan analisis trend: pola data linier dengan kuadratis. Linier: Kuadratis: Terlihat kalau hasil ramalan dengan metode analisis trend: pola data kuadratis lebih baik daripada pola data linier. Maka, manajer penjualan sebaiknya menggunakan hasil ramalan dengan pola data kuadratis. 27   2 2     n YX SKP Tahun Data (X) Ramalan (Y) (X-Y)2 2011 130 132 4 2012 145 142 9 2013 150 152 4 2014 165 162 9 2015 170 172 4 SKP 3.1623 Tahun Data (X) Ramalan (Y) (X-Y)2 2011 130 130.57 0.33 2012 145 142.71 5.22 2013 150 153.43 11.76 2014 165 162.71 5.22 2015 170 170.57 0.33 SKP 2.76
    • Sales Budget Anggaran jualan adalah rencana tertulis yang dinyatakan dalam angka dari produk yang akan dijual perusahaan pada periode tertentu. Anggaran jualan merupakan dasar penyusunan anggaran lainnya dan umumnya disusun terlebih dahulu sebelum menyusun anggaran lainnya. Kegunaan anggaran jualan: 1. Sebagai dasar penyusunan anggaran yang lain; 2. Sebagai ujung tombak dalam mencapai tujuan perusahaan, yakni memperoleh laba. Jualan terdiri atas jualan kotor dan jualan bersih. Jualan bersih diperoleh dari jualan kotor dikurangi potongan jualan dan retur jualan. Potongan jualan adalah potongan harga jual yang diberikan penjual kepada pembeli misalnya karena membeli dalam jumlah besar (rabat), atau membayar lebih awal (dalam sistem kredit). Retur jualan adala dikembalikannya barang yang dijual oleh pembeli kepada penjual karena tidak sesuai dengan pesanan, misalnya ada cacat, tidak sesuai ukuran, dsb. 28 Jualan Kotor 11,000.00Rp Potongan Jualan 750.00Rp Retur Jualan 250.00Rp 1,000.00Rp Jualan Bersih 10,000.00Rp
    • Sales Budget Faktor yang mempengaruhi anggaran jualan: 1. Faktor Pemasaran; Faktor pemasaran yang perlu dipertimbangkan antara lain: a. Luas pasar, apakah bersifat lokal, regional, atau nasional; b. Keadaan persaingan, apakah bersifat monopoli, oligopoli, atau bebas; c. Keadaan konsumen, bagaimana selera konsumen, tingkat daya beli konsumen, apakah konsumen akhir atau konsumen industri. 2. Faktor Keuangan; Apakah modal kerja perusahaan mampu mendukung pencapaian target jualan yang dianggar- kan, seperti untuk membeli bahan baku, membayar upah, biaya promosi, dll. 3. Faktor Ekonomi; Apakah dengan meningkatnya jualan akan meningkatkan laba atau sebaliknya. 4 Faktor Teknis; Apakah kapasitas terpasang, seperti mesin dan alat mampu memenuhi target jualan yang di- anggarkan. Apakah bahan baku dan tenaga kerja mudah dan murah. 29
    • Sales Budget Faktor yang mempengaruhi anggaran jualan: 5. Faktor Kebijakan Perusahaan; Kebijakan perusahaan dapat membatasi ruang gerak untuk menyusun anggaran. Misalnya kebijakan untuk tidak memperluas pabrik, walaupun dari segi manajemen menguntungkan, tetapi modal tidak ada, sehingga pabrik tidak dapat diperluas. 6. Faktor Penduduk; Perkembangan penduduk dapat mempengaruhi anggaran jualan, misalnya peningkatan kelahiran dapat meningkatkan konsumsi susu, pakaian bayi, dll. 7. Faktor Kondisi (politik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan); Misalnya dalam keadaan perang (tidak aman) akan menghambat barang yang dijual karena harus melalui pemeriksaan yang ketat, bahkan ada kekhawatiran barang akan dirampas. Contoh yang lain apakah barang yang dijual bertentangan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat, lingkungan sekitar, dll. 8. Faktor lainnya. Contohnya apakah pada musim tertentu anggaran jualan ditambah, sampai berapa lama anggaran yang disusun masih dapat dipergunakan. 30
    • Sales Budget Menyusun Anggaran Jualan Diasumsikan metode peramalan yang digunakan adalah metode analisis trend pola data linier. Dengan metode tersebut, pada tahun depan, diperkirakan jualan sebanyak 182 produk. Perusahaan mempunyai dua buah daerah pemasaran, yakni: Banjarmasin dan Martapura. Permintaan dari Banjarmasin diasumsikan dua kali lipat dari permintaan dari Martapura (2:1). Perusahaan mempunyai tiga macam produk: kecap sedang, kecap manis, dan kecap asin. Permintaan dari ketiga macam produk tersebut berbanding 5:3:2. 31 Banjarmasin 2/3 x 182 = 121 Martapura 1/3 x 182 = 61 Jumlah 182 Banjarmasin Kecap sedang 50% x 121 = 61 Kecap manis 30% x 121 = 36 Kecap asin 20% x 121 = 24 Jumlah 121 Martapura Kecap sedang 50% x 61 = 31 Kecap manis 30% x 61 = 18 Kecap asin 20% x 61 = 12 Jumlah 61
    • Sales Budget Menyusun Anggaran Jualan Pada Triwulan I dianggarkan hanya sebanyak 23.68%, Triwulan II sebanyak 24.34%, Triwulan III sebanyak 25.66% dan Triwulan IV sebanyak 26.32%. 32 Banjarmasin Triwulan I Kecap sedang 23.68% x 61 = 14 Kecap manis 23.68% x 36 = 9 Kecap asin 23.68% x 24 = 6 Jumlah 29 Triwulan II Kecap sedang 24.34% x 61 = 15 Kecap manis 24.34% x 36 = 9 Kecap asin 24.34% x 24 = 6 Jumlah 30 Triwulan III Kecap sedang 25.66% x 61 = 16 Kecap manis 25.66% x 36 = 9 Kecap asin 25.66% x 24 = 6 Jumlah 31 Triwulan IV Kecap sedang 26.32% x 61 = 16 Kecap manis 26.32% x 36 = 9 Kecap asin 26.32% x 24 = 6 Jumlah 31 Martapura Triwulan I Kecap sedang 23.68% x 31 = 7 Kecap manis 23.68% x 18 = 4 Kecap asin 23.68% x 12 = 3 Jumlah 14 Triwulan II Kecap sedang 24.34% x 31 = 8 Kecap manis 24.34% x 18 = 4 Kecap asin 24.34% x 12 = 3 Jumlah 15 Triwulan III Kecap sedang 25.66% x 31 = 8 Kecap manis 25.66% x 18 = 5 Kecap asin 25.66% x 12 = 3 Jumlah 16 Triwulan IV Kecap sedang 26.32% x 31 = 8 Kecap manis 26.32% x 18 = 5 Kecap asin 26.32% x 12 = 3 Jumlah 16
    • Sales Budget Menyusun Anggaran Jualan 33 Qty Qty Qty Qty Qty Rp Banjarmasin Kecap Sedang 14 7,000Rp 15 7,500Rp 16 8,000Rp 16 8,000Rp 61 30,500Rp Kecap Manis 9 5,400Rp 9 5,400Rp 9 5,400Rp 9 5,400Rp 36 21,600Rp Kecap Asin 6 3,000Rp 6 3,000Rp 6 3,000Rp 6 3,000Rp 24 12,000Rp Total I 29 15,400Rp 30 15,900Rp 31 16,400Rp 31 16,400Rp 121 64,100Rp Martapura Kecap Sedang 7 4,200Rp 8 4,800Rp 8 4,800Rp 8 4,800Rp 31 18,600Rp Kecap Manis 4 3,000Rp 4 3,000Rp 5 3,750Rp 5 3,750Rp 18 13,500Rp Kecap Asin 3 1,800Rp 3 1,800Rp 3 1,800Rp 3 1,800Rp 12 7,200Rp Total II 14 9,000Rp 15 9,600Rp 16 10,350Rp 16 10,350Rp 61 39,300Rp Total I + II 43 24,400Rp 45 25,500Rp 47 26,750Rp 47 26,750Rp 182 103,400Rp Triwulan IV Satu Tahun Rp Rp Rp Rp Perusahaan Kecap Asli Anggaran Jualan Tiap Triwulan pada Tahun 2016 Data Jualan dan Jenis Kecap Triwulan I Triwulan II Triwulan III
    • Hutan Hujan Tropis, Kalimantan Seoul, 8th of September 2013 Terima Kasih 감사합니다 Sampai Bertemu Lagi di Pertemuan Ketiga