• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 1
 

EKMA4570 - Penganggaran - Modul 1

on

  • 3,248 views

Slide ini merupakan materi kuliah Mata Kuliah Penganggaran Program Studi Manajemen Universitas Terbuka di Korea

Slide ini merupakan materi kuliah Mata Kuliah Penganggaran Program Studi Manajemen Universitas Terbuka di Korea

Statistics

Views

Total Views
3,248
Views on SlideShare
3,066
Embed Views
182

Actions

Likes
1
Downloads
83
Comments
0

3 Embeds 182

http://mujiyaulkhaq.wordpress.com 180
https://www.google.co.kr 1
https://twitter.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • 1968, Terry, G.R., Principles of Management, Illinois: Richard D. IrwinManajemenadalahsuatu proses yang membedakanatasperencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, danpengawasandenganmemanfaatkanbaikilmumaupunseni demi mencapaitujuan yang telahditetapkansebelumnya.Peter Drucker: Management is a multipurpose organ that manage a business and manages Managers and manages Workers and work.Peterson and Plowman: Management may be defined as the process by means of which the purpose and objectives of a particular human group are determined, clarified and effectuatedHarold Koontz: Management is the art of getting things done through others and with formally organized groups.Mary Parker Follett: Management is the art of getting things done through people.F.W. Taylor: Management is the art of knowing what you want to do and then seeing that they do it in the best and the cheapest may.
  • TujuanBerikutiniadalahpengertiandandefinisitujuan:H.R. DaengNaja: Tujuanmerupakanmisisasaran yang ingindicapaiolehsuatuorganisasi di masa yang akandatangdanmanajerbertugasmengarahkanjalannyaorganisasiuntukmencapaitujuantersebut.Ida Nuraida: Tujuanmerupakanbagiandarifungsi planning atauperencanaandanmerupakanlangkahawalfungsimanajemen.Spillane, SJ: Tujuanmerupakanbagiandari proses mencapaikeserasiandankonsentrasikekuasaanAbubakarA & Wibowo:Tujuanmerupakannormaterakhiruntukorganisasimenilaidirinya. Tanpatujuan, organisasitidakmempunyaidasar yang jelasKen McElroy: Tujuanmerupakanlangkahpertamadalam proses mencapaikesuksesandantujuanjugamerupakankuncimencapaikesuksesanJemsly H & Martani H: Tujuanmerupakansesuatu yang mungkinuntukdicapai, bukansesuatu yang utopisYayasanTrisakti: Tujuanmerupakankunciuntukmenentukanataumerumuskanapa yang akandikerjakan, ketikapekerjaanituharusdilaksanakandandisertai pula denganjaringanpolitik, prosedur, anggaransertapenentuan programTommy Suprapto: Tujuanmerupakanrealisasidarimisi yang spesifikdandapatdilakukandalamjangkapendekTujuanmerupakanpenjabarandaripernyataanmisi, tujuanadalahsesuatu yang akandicapaiataudihasilkandalamjangkawaktu yang telahditentukan. Penetapantujuanpadaumumnyadidasarkanpadafaktor-faktorkuncikeberhasilan yang dilakukansetelahpenetapanvisidanmisi. Tujuantidakharusdinyatakandalambentukkuantitatif, akantetapiharusdapatmenunjukkankondisi yang ingindicapaidimasamendatang (Akdon, 2006, p. 143). Tujuanakanmengarahkanperumusansasaran, kebijaksanaan, program dankegiatandalamrangkamerealisasikanmisi, olehkarenaitutujuanharusdapatmenyediakandasar yang kuatuntukmenetapkanindikator.Pencapaiantujuandapatdijadikanindikatoruntukmenilaikinerjasebuahorganisasi. Beberapakriteriatujuanantara lain:1. Tujuanharusserasidanmengklarifikasikanmisi, visidannilai-nilaiorganisasi.2. Pencapaiantujuanakandapatmemenuhiatauberkontribusimemenuhimisi, program dan sub program organisasi.3. Tujuancenderunguntukesensialtidakberubah, kecualiterjadipergeseranlingkungan, ataudalamhalisustrategikhasil yang diinginkan.4. Tujuanbiasanyasecarare;atifberjangkapanjang5. Tujuanmenggambarkanhasil program6. Tujuanmenggambarkanarahan yang jelasdariorganisasi.7. Tujuanharusmenantang, namunrealistikdandapatdicapai.

EKMA4570 -  Penganggaran - Modul 1 EKMA4570 - Penganggaran - Modul 1 Presentation Transcript

  • Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan Seoul, 1stof September 2013
  • Tinjauan Umum Modul 1 Secara umum, Modul 1 akan membahas tentang gambaran umum penganggaran perusahaan. Modul 1 terdiri dari dua kegiatan belajar: • Kegiatan Belajar 1 – Perancanaan dan Penganggaran Perusahaan; • Kegiatan Belajar 2 – Fungsi dan Macam Anggaran. Setelah mempelajari Modul 1, diharapkan mampu: • Menjelaskan definisi perencanaan; • Menjelaskan definisi rencana; • Menjelaskan definisi penganggaran perusahaan; • Menjelaskan hubungan penganggaran perusahaan dengan bidang ilmu lainnya; • Menjelaskan tujuan dan manfaat anggaran; • Menjelaskan fungsi anggaran; • Menjelaskan macam anggaran. 2
  • Management Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating and controlling; utilizing in each both science and art, and followed in order to accomplish pre-determined objectives. planning : sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksud untuk mencapai tujuan. organizing : sebagai cara untuk mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan; actuating : sebagai cara untuk menggerakan organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masing serta menggerakan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi agar pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan bisa mencapai tujuan; controlling : sebagai cara untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi sudah sesuai dengan rencana atau belum, serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bisa terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari rencana. 3 George R. Terry
  • Management Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating and controlling; utilizing in each both science and art, and followed in order to accomplish pre-determined objectives. planning : sebagai dasar pemikiran dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan merumuskan bentuk pelaksanaan kegiatan yang bermaksud untuk mencapai tujuan. Planning dibuat berdasarkan fakta dan asumsi mengenai gambaran kegiatan pada waktu yang akan datang. Planning merupakan suatu upaya yang dilakukan dengan hati-hati tentang proses merencanaan segala sesuatu yang mungkin dapat dilakukan dan bagaimana cara melakukannya sebelum suatu kegiatan dilakukan agar kegiatan yang dilakukan dapat berhasil dengan baik. Planning bertujuan untuk memberikan proses umpan maju (feedforward) agar dapat memberikan petunjuk dalam proses pengambilan keputusan. 4 George R. Terry
  • Management – Planning 5 Management Perencanaan Planning Pengorganisasian Organizing Pelaksanaan Actuating Pengawasan Controlling Organisasi Penganggaran Budgeting Perusahaan Bukan Perusahaan Laba Niraba Tujuan Kebijakan Anggaran Aturan Program Prosedur Metode Strategi Standar Jadwal etc. Rencana Plan
  • Plan Tujuan Tujuan merupakan arah untuk mencapai hasil akhir dalam suatu kegiatan. Tujuan dibedakan menjadi dua: • Tujuan Umum (Goal)  Tujuan yang menyatakan secara luas keadaan atau kedudukan pada waktu yang akan datang dan hasil akhir dari aktivitas perusahaan dalam jangka panjang. • Tujuan Khusus (Sasaran/Target)  Tujuan yang menyatakan ruang lingkup yang jelas serta memberikan arah kepada usaha yang dilakukan dalam jangka pendek. Sebelum menetapkan tujuan, manajemen puncak terlebih dahulu harus melihat kondisi perusahaan, terkait dengan variabel yang relevan dan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat). Variabel yang relevan terdiri dari: variabel terkendali (dapat direncanakan dan diusahakan oleh manajemen perusahaan) dan variabel tak terkendali (tidak dapat direncanakan dan diusahakan oleh manajemen perusahaan). SWOT merupakan analisis mengenai kekuatan dan kelemahan (internal perusahaan) serta peluang dan ancaman (eksternal perusahaan). 6 Tujuan Kebijakan Anggaran Aturan Program Prosedur Metode Strategi Standar Jadwal etc. Rencana Plan
  • Plan Kebijakan (Policy) Kebijakan merupakan petunjuk yang menyeluruh secara lisan, tertulis, atau yang dimaksudkan untuk menetapkan batas umum serta arah tindakan yang akan dilaksanakan. Kebijakan merupakan bimbingan berpikir bagi employee dalam upaya untuk mencapai tujuan. Aturan (Rules) Aturan merupakan suatu petunjuk, perintah, larangan, kompensasi, hak, sanksi, dan kewajiban dalam pelaksanaan pekerjaan. Aturan dibuat untuk semua pihak yang terdapat dalam lingkungan yang bersangkutan. 7 Tujuan Kebijakan Anggaran Aturan Program Prosedur Metode Strategi Standar Jadwal etc. Rencana Plan
  • Plan Program (Program) Program merupakan suatu kegiatan yang berfungsi untuk membahas dan menentukan kegiatan yang harus dilakukan dalam usahanya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Program menggariskan tindakan yang akan dilakukan, oleh siapa, bagaimana, dan di mana. Dalam program juga ditetapkan asumsi, komitmen, dan bidang yang akan dipengaruhi. Sebuah program dapat meliputi tujuan, kebijakan, prosedur, metode, standar, dan anggaran, tetapi tidak semua hal tersebut harus masuk ke dalam program. Prosedur (Procedure) Prosedur merupakan urut-urutan seri tugas yang saling berhubungan dan diadakan untuk menjamin pelaksanaan kerja yang seragam. Prosedur biasanya terdiri dari bagan alur (flowchart), formulir, pelaku (penanggung jawab), uraian tugas, dan keterangan lainnya. 8 Tujuan Kebijakan Anggaran Aturan Program Prosedur Metode Strategi Standar Jadwal etc. Rencana Plan
  • Plan Metode (Method) Metode merupakan suatu cara yang ditetapkan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu. Contoh: • Metode pelayanan pelanggan yang antre pada suatu layanan menggunakan FIFO (First In First Out); • Metode peramalan penjualan menggunakan analisis regresi linear sederhana; etc. Strategi (Strategy) Strategi merupakan cara mencapai tujuan yang harus diikuti oleh setiap bagian dalam perusahaan. Contoh: • Strategi perusahaan untuk meningkatkan jumlah konsumen dilakukan dengan menurunkan harga jual; • Strategi perusahaan untuk menurunkan biaya operasional dilakukan dengan melakukan perbaikan dalam produksi (mereduksi produk yang cacat); etc. 9 Tujuan Kebijakan Anggaran Aturan Program Prosedur Metode Strategi Standar Jadwal etc. Rencana Plan
  • Plan Standar (Standard) Standar merupakan kesatuan pengukuran yang ditetapkan sebagai patokan dalam pelaksanaan pekerjaan. Jadwal (Schedule) Jadwal merupakan data rincian waktu kegiatan yang direncanakan. Skenario (Scenario) Skenario merupakan urutan cerita atau alur yang tertulis secara terperinci agar suatu peristiwa atau output/hasil yang terjadi sesuai dengan yang diharapkan/diinginkan. Rencana Tapak (Site Plan) Rencana tapak merupakan gambar dua dimensi yang menunjukkan detail dari rencana yang akan dilakukan terhadap suatu tanah, menyangkut rencana jalan, utilitas air bersih, listrik, serta fasilitas umum dan fasilitas sosial. 10 Tujuan Kebijakan Anggaran Aturan Program Prosedur Metode Strategi Standar Jadwal etc. Rencana Plan
  • Budgeting Penganggaran (budgeting) adalah proses menyusun anggaran. Anggaran (budget) merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif (umumnya dinyatakan dalam satuan uang) untuk jangka waktu tertentu. Penganggaran merupakan suatu proses karena terdapat masukan/input, proses, dan keluaran/ output. Input dalam penganggaran merupakan transaksi masa lalu sedangkan outputnya adalah anggaran. Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penganggaran: • Pengetahuan tentang tujuan dan kebijakan umum perusahaan dan kemungkinan tentang perubahannya; • Data historis; • Kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi; • Pengetahuan tentang taktik, strategi, dan gerak-gerik pesaing/kompetitor; • Penelitian untuk pengembangan perusahaan. 11
  • Budgeting Dalam penganggaran perlu memperhatikan hal-hal berikut: • Anggaran harus dibuat serealistis dan secermat mungkin, sehingga tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi; • Diperlukan partisipasi dari manajemen puncak untuk memotivasi manajer pelaksana; • Anggaran yang dibuat harus mencerminkan keadilan sehingga pelaksana tidak merasa tertekan, tetapi termotivasi; • Untuk membuat laporan realisasi anggaran diperlukan laporan yang akurat dan tepat waktu sehingga apabila terjadi penyimpangan yang merugikan dapat segera diantisipasi lebih dini. Anggaran yang dibuat akan mengalami kegagalan bila tidak memperhatikan: • Pembuat anggaran tidak cakap, tidak mampu berpikir ke depan dan tidak memiliki wawasan yang luas; • Pembuat anggaran tidak tegas; • Pelaksana anggaran tidak cakap; • Tidak didukung oleh masyarakat; • Dana tidak cukup. 12
  • Budgeting Prosedur penganggaran: 13
  • Budgeting Hubungan penganggaran dengan sistem akunting perusahaan: • Komponen keuangan dari suatu anggaran umumnya disusun dalam suatu format akunting; • Penganggaran mempunyai kaitan erat dengan akunting manajemen, yaitu berupa akunting harga pokok standar, akunting penentuan harga pokok variabel, serta penganggaran merupakan bagian dari akuntansi manajemen; • Akunting keuangan mencatat transaksi waktu yang lalu, sedangkan penganggaran merencanakan transaksi untuk waktu yang akan datang; • Akunting keuangan memberikan masukan data historis yang relevan terutama untuk tujuan analisis dalam pengembangan anggaran perusahaan. Hubungan penganggaran dengan manajemen keuangan: Penganggaran merupakan salah satu bagian dari manajemen keuangan. Hal ini dikarenakan ruang lingkup manajemen keuangan lebih luas daripada penganggaran (penganggaran tidak mencakup manajemen keuangan sedangkan manajemen keuangan mencakup penganggaran). 14
  • Budget Tujuan anggaran: • Sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan investasi dana; • Mengadakan pembatasan jumlah dana yang dicari dan digunakan; • Merinci jenis sumber dana yang dicari maupun jenis investasi dana sehingga dapat memper- mudah pengawasan; • Merasionalkan sumber dan investasi dana agar dapat mencapai hasil yang maksimal; • Menyempurnakan rencana yang telah disusun, karena dengan anggaran segala sesuatu menjadi lebih jelas dan nyata terlihat; • Menampung dan menganalisis serta memutuskan usulan yang berkaitan dengan keuangan. Manfaat anggaran: • Segala kegiatan dapat terarah pada pencapaian tujuan bersama; • Dapat digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan employee; • Dapat memotivasi employee; • Menimbulkan tanggung jawab tertentu pada employee; • Menghindari pemborosan dan pembayaran yeng kurang perlu; • Sumber daya dapat dimanfatakan seefisien mungkin; • Alat pendidikan bagi para manajer. 15
  • Budget Kelemahan anggaran: • Anggaran dibuat berdasarkan estimasi dan asumsi sehingga mengandung unsur ketidak- pastian; • Menyusun anggaran yang cermat memerlukan waktu, dana, dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga tidak semua perusahaan mampu menyusun anggaran secara lengkap (komprehensif) dan akurat; • Bagi pihak yang merasa dipaksa untuk melaksanakan anggaran dapat mengakibatkan mereka menggerutu dan menentang sehingga anggaran akan menjadi tidak efisien. 16
  • Budget Fungsi Anggaran: • Perencanaan Anggaran sebagai alat perencanaan harus mempertimbangkan penggunaan dana seefektif dan seefisien mungkin. • Pelaksanaan Anggaran sebagai alat pelaksanaan harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pihak yang berwenang dalam hal keuangan perusahaan. Pekerjaan akan disetujui dan dilaksanakan bila ada anggarannya dan tidak menyimpang dari anggaran. • Pengawasan Anggaran sebagai alat pengawasan dapat mengevaluasi pekerjaan dengan cara:  Membandingkan realisasi dengan anggaran;  Melakukan tindakan perbaikan apabila dirasa perlu (apabila terdapat penyimpangan yang bersifat merugikan). 17
  • Budget Anggaran dapat dikelompokkan dari beberapa sudut pandang sebagai berikut: 1. Dari segi dasar penyusunan: • Anggaran variabel (fleksibel): anggaran yang disusun berdasarkan interval kapasitas tertentu dan pada intinya merupakan suatu seri anggaran yang dapat disesuaikan pada tingkat aktivitas (kegiatan) yang berbeda; • Anggaran tetap (statis): anggaran yang disusun berdasarkan suatu tingkat kapasitas tertentu. 2. Dari segi cara penyusunan: • Anggaran periodik: anggaran yang disusun untuk satu periode tertentu (pada umumnya satu periodenya adalah satu tahun) dan anggaran disusun setiap akhir periode anggaran); • Anggaran kontinu: anggaran yang disusun untuk mengadakan perbaikan dari anggaran yang pernah dibuat, misalnya tiap bulan diadakan perbaikan sehingga anggaran yang dibuat dalam satu tahun akan mengalami perubahan. 18
  • Budget Anggaran dapat dikelompokkan dari beberapa sudut pandang sebagai berikut: 3. Dari segi jangka waktu: • Anggaran jangka pendek (taktis): anggaran yang disusun dengan jangka waktu paling lama sampai satu tahun; • Anggaran jangka panjang (strategis): anggaran yang disusun dengan jangka waktu lebih dari satu tahun. 4. Dari segi bidang: • Anggaran operasional, terdiri dari: anggaran jualan, anggaran produk, anggaran biaya bahan baku, anggaran biaya tenaga kerja langsung, anggaran biaya overhead pabrik, anggaran beban usaha, dan anggaran rugi-laba; • Anggaran keuangan, terdiri dari: anggaran kas, anggaran piutang, anggaran sediaan, anggaran utang, anggaran modal sendiri, anggaran depresiasi aktiva tetap, dan anggaran neraca. Apabila kedua anggaran ini dipadukan akan disebut anggaran induk (master budget). 19
  • Budget Hubungan antara Anggaran Operasional dan Anggaran Keuangan: 20
  • Budget Anggaran dapat dikelompokkan dari beberapa sudut pandang sebagai berikut: 5. Dari segi kemampuan menyusun: • Anggaran komprehensif: anggaran yang merupakan rangkaian dari berbagai macam anggaran (biasanya anggaran operasional dan anggaran keuangan) yang disusun secara lengkap; • Anggaran parsial: anggaran yang disusun tidak secara lengkap (hanya memuat bagian anggaran tertentu). 6. Dari segi fungsi: • Anggaran apropriasi: anggaran yang diperuntukkan bagi tujuan tertentu dan tidak boleh digunakan untuk tujuan yang lain; • Anggaran kinerja: anggaran yang disusun berdasarkan fungsi kegiatan yang dilakukan dalam organisasi misalnya untuk menilai apakah biaya/beban yang dikeluarkan oleh masing -masing aktivitas tidak melampaui batas. 21
  • Budget Anggaran dapat dikelompokkan dari beberapa sudut pandang sebagai berikut: 7. Dari segi metode penentuan harga pokok produk anggaran: • Anggaran tradisional (konvensional), terdiri atas anggaran berdasar fungsional (disusun menggunakan metode penentuan harga pokok penuh) dan anggaran berdasar sifat (disusun menggunakan metode penentuan harga pokok variabel); • Anggaran berdasar kegiatan (activity based budget), disusun menggunakan metode penentuan harga pokok berdasar kegiatan (activity based costing). 22 Penentuan Harga Pokok Penuh Penentuan Harga Pokok Variabel Penentuan Harga Pokok Berdasar Kegiatan Penganggaran Berdasar Fungsional Penganggaran Berdasar Sifat Penganggaran Berdasar Kegiatan Penentuan Harga Pokok Tradisional Penganggaran Tradisional
  • Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan Seoul, 1stof September 2013 Terima Kasih 감사합니다 Sampai Bertemu Lagi di Pertemuan Kedua