Your SlideShare is downloading. ×
0
Monumen Nasional, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Seoul, 29th of September 2013
Tinjauan Umum Modul 5
Secara umum, Modul 5 akan membahas tentang penyusunan keuangan yang meliputi
penyusunan anggaran kas...
Cash
Kas merupakan uang yang siap dan bebas digunakan. Kas meliputi uang kartal, uang giral, dan
simpanan giro di bank.
Ka...
Cash Budget
Tujuan utama penyusunan anggaran kas adalah merencanakan posisi likuiditas sebagai dasar
untuk menentukan pinj...
Cash Budget
Kegunaan penyusunan anggaran kas:
1. Menggunakannya sebagai dasar yang sehat untuk pemantauan posisi kas secar...
Cash Budget
Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya anggaran kas masuk dan keluar antara lain:
1. Kegiatan operasi
Kegiata...
Cash Budget
Pendekatan dalam menyusun anggaran kas ada dua:
1. Pendekatan kas masuk dan kas keluar (metode langsung)
Diseb...
Cash Budget
1. Pendekatan Kas Masuk dan Keluar
8
Cash Budget
1. Pendekatan Kas Masuk dan Keluar
Langkah pertama dalam penyusunan anggaran kas menggunakan pendekatan kas ma...
Cash Budget
2. Pendekatan Akunting Keuangan
10
Cash Budget
2. Pendekatan Akunting Keuangan
Atau
11
Keterangan Dasar Akrual Dasar Kas
Jualan 1,100,000Rp
Hargapokok barang...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Anggaran Rugi-Laba Tahun 2007:
12
Dapatan jualan 28,500Rp
Dapatan bunga 1,100Rp
Dapata...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Anggaran Neraca Komparatif:
13
Keterangan 2006 2007 Naik (Turun)
Kas 12,700Rp 8,200Rp ...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Data ilustrasi:
* dari anggaran rugi-laba
** dari anggaran neraca komparatif
14
Dapata...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Data ilustrasi:
* dari anggaran rugi-laba
** dari anggaran neraca komparatif
15
Dapata...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Data ilustrasi:
* dari anggaran rugi-laba
** dari anggaran neraca komparatif
16
Dapata...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Data ilustrasi:
* dari anggaran rugi-laba
** dari anggaran neraca komparatif
17
Harga ...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Data ilustrasi:
* dari anggaran rugi-laba
** dari anggaran neraca komparatif
18
Beban ...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Data ilustrasi:
* dari anggaran rugi-laba
** dari anggaran neraca komparatif
19
Beban ...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Data ilustrasi:
* dari anggaran rugi-laba
** dari anggaran neraca komparatif
20
Beban ...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Data ilustrasi:
* dari anggaran rugi-laba
** dari anggaran neraca komparatif
21
Harta ...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Data ilustrasi:
* dari anggaran rugi-laba
** dari anggaran neraca komparatif
22
Saham ...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Data ilustrasi:
* dari anggaran rugi-laba
** dari anggaran neraca komparatif
23
Laba d...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
Data ilustrasi:
* dari anggaran rugi-laba
** dari anggaran neraca komparatif
24
Utang ...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
1. Pendekatan Kas Masuk dan Kas Keluar (Bentuk Tunggal)
25
1 Kas Masuk
Kas masuk dari ...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
1. Pendekatan Kas Masuk dan Kas Keluar (Bentuk Campuran)
26
1 Kegiatan Operasi
Kas mas...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
2. Pendekatan Akunting Keuangan (Bentuk Tunggal)
27
1 Kas Masuk
Kas masuk dari kegiata...
Cash Budget
Penyusunan Anggaran Kas
2. Pendekatan Akunting Keuangan (Bentuk Campuran)
28
1 Kegiatan Operasi
Kas masuk dari...
Receivable
Piutang adalah hak menagih sejumlah harta dari kreditor (pemberi pinjaman) kepada debitor
(penerima pinjaman) y...
Receivable Budget
Kegunaan Anggaran Piutang:
• Agar dapat memperlancar dan memperbesar omzet barang yang dijual.
• Agar ma...
Receivable Budget
Penyusunan Anggaran Piutang
Langkah pertama adalah mengumpulkan data realisasi dan anggaran jualan dari ...
Receivable Budget
Penyusunan Anggaran Piutang
Data Ilustrasi 1:
Jualan dianggarkan selama tiga bulan sebagai berikut:
Berd...
Receivable Budget
Penyusunan Anggaran Piutang
Piutang yang tertagih: Potongan jualan:
Anggaran piutang usaha:
33
Februari ...
Receivable Budget
Penyusunan Anggaran Piutang
Data Ilustrasi 2:
Realisasi dan anggaran jualan:
Syarat pembayaran:
• 30% tu...
Receivable Budget
Penyusunan Anggaran Piutang
Anggaran kas masuk: Anggaran piutang usaha:
35
September (September) 30% x R...
Receivable Budget
Penyusunan Anggaran Piutang
Data Ilustrasi 3:
Realisasi dan anggaran jualan:
Syarat pembayaran:
• 20% tu...
Receivable Budget
Penyusunan Anggaran Piutang
Anggaran kas masuk:
Anggaran piutang usaha:
37
Oktober (Oktober) 20% x Rp 16...
Monumen Nasional, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Terima Kasih
감사합니다
Sampai Bertemu Lagi di Pertemuan Keenam
Seoul, 29th of Sep...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

EKMA4570 - Penganggaran - Modul 5

979

Published on

Slide ini merupakan materi kuliah Mata Kuliah Penganggaran Program Studi Manajemen Universitas Terbuka di Korea

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
979
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
58
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Dalamakuntansidikenalduadasarpencatatanyaitu dasarakrual dan dasartunai.Dasarakrualyaitu, akuntansimengakuipengaruhtransaksipadasaattransaksitersebutterjadi. Apabilaterjaditransaksipemberianjasa, penjualanbarang, ataupengeluaranbiaya, makatransaksi-transaksitersebutakandicatatdalampembukuansebagaipendapatanataubiaya, tanpamemandangapakahkassudahditerimaataudikeluarkan.Dasartunai, dalamakuntansihanyaakandilakukanpencatatanapabilaterjadipenerimaanataupengeluarankas.
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • Dividenadalah pembagianlabakepadapemegangsahamberdasarkanbanyaknyasaham yang dimiliki. 
  • BilyetGiroadalahsuratperintahpemindahbukuandarinasabahsuatu Bank kepada Bank yang bersangkutan,untukmemindahkansejumlahuangdarirekeningnyakerekeningpenerima yang namanyadisebutdalambilyetgiro, pada Bank yang samaatau Bank yang lain.Cekadalahsuratperintahnasabahkepada bank yang mengelolarekeninggironasabahtersebut, untukmembayarsejumlahuangkepadapihak yang disebutkandidalamnyaataukepadapemegangcektersebut.Cekkosongadalahcek yang dananyatidakmencukupidari nominal yang tertulis di cekatautidaktersedia di dalamrekeninggiro.Cekmunduradalahcek yang diterbitkandengantanggaltertentu di masadepansehinggacektersebuttidakbisadicairkanhinggatanggaltersebutberlalu. Jadi, misalnyaandahariinibertemuklienandadaniamembericekpembayarankepadaanda. Jikahariiniadalahtanggal 25 April 2012, iabukannyamenuliskantanggalhariini, namunmisalnyamenuliskantanggal 1 May 2012. Dengandemikian, cekitubelumbisaandacairkanhariini, namunbarutanggal 1 May atausetelahnya. DalamistilahberbahasaInggriscekmundurinidisebutdengan post-dated cheque.
  • Transcript of "EKMA4570 - Penganggaran - Modul 5"

    1. 1. Monumen Nasional, Jakarta Pusat, DKI Jakarta Seoul, 29th of September 2013
    2. 2. Tinjauan Umum Modul 5 Secara umum, Modul 5 akan membahas tentang penyusunan keuangan yang meliputi penyusunan anggaran kas dan penyusunan anggaran piutang. Modul 5 terdiri dari dua kegiatan belajar: • Kegiatan Belajar 1 – Penyusunan Anggaran Kas; • Kegiatan Belajar 2 – Penyusunan Anggaran Piutang. Setelah mempelajari Modul 5, diharapkan mampu: • Menjelaskan pengertian, tujuan, kegunaan, dan faktor yang mempengaruhi anggaran kas; • Menjelaskan pendekatan dalam penyusunan anggaran kas; • Menjelaskan langkah penyusunan anggaran kas; • Menyusunan anggaran kas; • Menjelaskan pengertian, kegunaan, dan faktor yang mempengaruhi anggaran piutang; • Menjelaskan langkah penyusunan anggaran piutang; • Menyusun anggaran piutang; 2
    3. 3. Cash Kas merupakan uang yang siap dan bebas digunakan. Kas meliputi uang kartal, uang giral, dan simpanan giro di bank. Kas merupakan harta yang paling likuid, artinya semakin besar kas yang dimiliki perusahaan, semakin tinggi tingkat likuiditas dan semakin tinggi tikat kemampuan membayar kewajiban jangka pendek (utang lancar). Anggaran kas bukan hanya menunjukkan jumlah keseluruhan pembelanjaan yang diperlukan, tetapi juga kapan kas tersebut diperlukan. Anggaran kas adalah anggaran yang menunjukkan perubahan kas dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan arus kas masuk sebagai sumber kas dan arus kas keluar sebagai arus kas dibelanjakan (digunakan) sehingga tampak kelebihan atau kekurangan kas, dan saldo kas selama periode tertentu dari suatu organisasi. 3
    4. 4. Cash Budget Tujuan utama penyusunan anggaran kas adalah merencanakan posisi likuiditas sebagai dasar untuk menentukan pinjaman di masa yang akan datang dan investasi yang akan dilakukan. Tujuan penyusunan anggaran kas yang lain adalah: 1. Menentukan saldo kas akhir setiap periode sebagai hasil dari operasi yang dijalankan; 2. Mengetahui kelebihan atau kekurangan kas pada waktunya; 3. Menyelaraskan kas dengan harta lancar, harta tak lancar, utang, modal, pendapatan, dan beban; 4. Mengetahui sumber kas masuk yang diperoleh selama satu periode dan digunakan untuk apa sumber kas masuk tersebut, hal ini tampak pada arus kas keluar; 5. Mengetahui kapan utang yang diterima dibayar kembali; 6. Menilai realiasi kas masuk dan kas keluar agar dapat diketahui selisih realisasi dengan anggaran, selisih menguntungkan atau selisi merugikan; 7. Memperkirakan sumber kas masa akan datang dari arus kas masuk dan ke mana kas tersebut digunakan dari arus kas keluar; 8. Menunjukkan hubungan laba bersih terhadap perubahan kas perusahaan. 4
    5. 5. Cash Budget Kegunaan penyusunan anggaran kas: 1. Menggunakannya sebagai dasar yang sehat untuk pemantauan posisi kas secara terus- menerus; 2. Menggunakannya sebagai dasar pengambilan keputusan pinjaman berjangka pendek atau pinjaman berjangka panjang atau dengan tambahan modal sendiri untuk menutupi defisit kas 3. Menggunakannya sebagai dasar kebijakan pemberian kredit; 4. Menggunakannya sebagai dasar otorisasi kas; 5. Menggunakannya dalam menentukan kemampuan perusahaan membayar deviden kepada pemegang saham; 6. Menggunakannya dalam meningkatkan kemampuan membayar kewajiban jangka pendek; 7. Menggunakannya dalam memperkuat posisi dalam penawaran. 5
    6. 6. Cash Budget Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya anggaran kas masuk dan keluar antara lain: 1. Kegiatan operasi Kegiatan operasi adalah kegiatan perusahaan yang bersifat rutin dan terus-menerus dilakukan. Kegiatan operasi utama dari perusahaan adalah membeli dan menjual produk (barang/jasa). 2. Kegiatan investasi Kegiatan investasi adalah kegiatan yang dapat meningkatkan dan menurunkan harta tak lancar yang digunakan perusahaan. Kegiatan investasi perusahaan antara lain menjual dan membeli surat berharga jangka panjang, misal sertifikat tanah. 3. Kegiatan pendanaan Kegiatan pendanaan adalah kegiatan yang berkaitan dengan utang dan modal sendiri. Kegiatan pendanaan seperti menerima uang dalam bentuk utang yang berasal dari kreditor dan membayar pokok utang kepada kreditor, menerima uang dari pemodal atas saham yang dijual (setoran modal) dan membayar kepada pemodal atas saham bendahara yang dibeli (prive untuk badan usaha yang bukan perseoran terbatas). 6
    7. 7. Cash Budget Pendekatan dalam menyusun anggaran kas ada dua: 1. Pendekatan kas masuk dan kas keluar (metode langsung) Disebut pendekatan kas masuk dan kas keluar karena dalam menyusun anggaran kas terlebih dahulu ditaksir sumber kas masuk, kemudian ditaksir belanja kas keluar. Setelah itu ditentukan apakah terjadi kelebihan arus kas atau kekurangan kas. Pendekatan ini disebut metode langsung karena secara rinci mengidentifikasi dari transaksi sumber kas atau arus kas masuk dan belanja kas atau arus kas kelaur. Pendekatan ini juga disebut pendekatan kas jangka pendek karena sering digunakan untuk anggaran kas jangka pendek (satu tahun) sebagai bagian dari rencana laba tahunan. 2. Pendekatan akunting keuangan (metode tak langsung) Disebut pendekatan akunting keuangan karena cara penyusunan anggaran kas berdasarkan ikhtisar rugi-laba dan neraca yang dihasilkan akunting keuangan. Oleh karena penyusunan anggaran kas didasarkan ikhtisar rugi-laba dan neraca, maka disebut metode tak langsung. Titik tolak dalam pendekatan ini adalah laba bersih yang dianggarkan diubah dari dasar akrual menjadi dasar kas, artinya disesuaikan dengan perubahan rekening penundaan rekening bukan kas, seperti beban/biaya terutang, beban/biaya bayar di muka, depresiasi/ penyusutan/penghapusan/amortisasi. Pendekatan ini cocok untuk anggaran kas jangka panjang. 7
    8. 8. Cash Budget 1. Pendekatan Kas Masuk dan Keluar 8
    9. 9. Cash Budget 1. Pendekatan Kas Masuk dan Keluar Langkah pertama dalam penyusunan anggaran kas menggunakan pendekatan kas masuk dan kas keluar dimulai dari penyusunan anggaran kas masuk. Anggaran kas masuk terdapat pada kegiatan operasi, kegiatan pendanaan, dan kegiatan investasi. Setelah menyusun anggaran kas masuk, kemudian langkah kedua adalah menyusun anggaran kas keluar. Sama seperti penyusunan anggaran kas masuk, anggaran kas keluar terdapat pada kegiatan operasi, kegiatan pendanaan, dan kegiatan investasi (lihat gambar). Langkah ketiga adalah mengurangi anggaran kas masuk dengan anggaran kas keluar. Apabila anggaran kas masuk lebih besar daripada anggaran kas keluar, maka terjadi kelebihan (surplus) kas, sebaliknya terjadi kekurangan (defisit) kas. Langkah keempat adalah menghitung saldo kas akhir dengan cara saldo kas awal ditambah dengan kelebihan kas atau saldo kas awal dikurangi dengan kekurangan kas, ditambah dengan tambahan pinjaman, dikurangi dengan angsuran (pembayaran) pinjaman dan bunga. 9
    10. 10. Cash Budget 2. Pendekatan Akunting Keuangan 10
    11. 11. Cash Budget 2. Pendekatan Akunting Keuangan Atau 11 Keterangan Dasar Akrual Dasar Kas Jualan 1,100,000Rp Hargapokok barangterjual 600,000Rp Labakotor 500,000Rp Bebanusahatidak termasuk penyusutan 150,000Rp Labausahasebelum penyusutan 350,000Rp Penyusutan 100,000Rp Labasebelum pajak 250,000Rp Pajak (10%darilabasebelum pajak) 25,000Rp Lababersih 225,000Rp 225,000Rp Penyusutan 100,000Rp Arus kas masuk bersih 325,000Rp Keterangan Dasar Akrual Dasar Kas Labausahasebelum penyusutan 350,000Rp 350,000Rp Penyusutan 100,000Rp Labasebelum pajak 250,000Rp Pajak (10%darilabasebelum pajak) 25,000Rp 25,000Rp Lababersih 225,000Rp Arus kas masuk bersih 325,000Rp
    12. 12. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Anggaran Rugi-Laba Tahun 2007: 12 Dapatan jualan 28,500Rp Dapatan bunga 1,100Rp Dapatan dividen 900Rp Laba jual harta tetap 700Rp Pendapatan 31,200Rp Harga pokok barang terjual 15,100Rp Beban gaji dan upah 5,400Rp Beban penyusutan 1,800Rp Beban usaha lainnya 1,700Rp Beban pajak 1,500Rp Beban bunga 1,600Rp Beban 27,100Rp Laba Bersih 4,100Rp
    13. 13. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Anggaran Neraca Komparatif: 13 Keterangan 2006 2007 Naik (Turun) Kas 12,700Rp 8,200Rp (4,500)Rp Piutang usaha 8,000Rp 9,500Rp 1,500Rp Piutang bunga 150Rp 250Rp 100Rp Sediaaan 13,600Rp 13,500Rp (100)Rp Beban bayar di muka 600Rp 650Rp 50Rp Aktiva lancar 35,050Rp 32,100Rp (2,950)Rp Pinjaman diberikan -Rp 1,100Rp 1,100Rp Harta tetap bersih 21,900Rp 45,200Rp 23,300Rp Harta tak lancar 21,900Rp 46,300Rp 24,400Rp HARTA 56,950Rp 78,400Rp 21,450Rp Utang usaha 5,700Rp 9,500Rp 3,800Rp Utang gaji dan upah 700Rp 500Rp (200)Rp Beban terutang 150Rp 100Rp (50)Rp Utang jangka pendek 6,550Rp 10,100Rp 3,550Rp Utang jangka panjang 7,700Rp 8,200Rp 500Rp Utang 14,250Rp 18,300Rp 4,050Rp Saham biasa 41,700Rp 56,700Rp 15,000Rp Laba ditahan 1,000Rp 3,400Rp 2,400Rp Modal sendiri 42,700Rp 60,100Rp 17,400Rp UTANG DAN MODAL 56,950Rp 78,400Rp 21,450Rp
    14. 14. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Data ilustrasi: * dari anggaran rugi-laba ** dari anggaran neraca komparatif 14 Dapatan jualan* 28,500Rp Piutang usaha awal 1 Januari 2007** 8,000Rp 36,500Rp Piutang usaha akhir 31 Desember 2007** 9,500Rp Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Kegiatan Operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Bayar utang usaha kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar beban utang 1,600Rp Bayar beban pajak 1,500Rp Kegiatan Investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kegiatan Pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi 9,500Rp Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp
    15. 15. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Data ilustrasi: * dari anggaran rugi-laba ** dari anggaran neraca komparatif 15 Dapatan bunga* 1,100Rp Piutang bunga 1 Januari 2007** 150Rp 1,250Rp Piutang bunga 31 Desember 2007** 250Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Kegiatan Operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Bayar utang usaha kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar beban utang 1,600Rp Bayar beban pajak 1,500Rp Kegiatan Investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kegiatan Pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi 9,500Rp Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp
    16. 16. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Data ilustrasi: * dari anggaran rugi-laba ** dari anggaran neraca komparatif 16 Dapatan dividen* 900Rp Piutang dividen 1 Januari 2007** -Rp 900Rp Piutang dividen 31 Desember 2007** -Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Kegiatan Operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Bayar utang usaha kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar beban utang 1,600Rp Bayar beban pajak 1,500Rp Kegiatan Investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kegiatan Pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi 9,500Rp Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp
    17. 17. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Data ilustrasi: * dari anggaran rugi-laba ** dari anggaran neraca komparatif 17 Harga pokok barang terjual* 15,100Rp Sediaan awal 1 Janurai 2007** 13,600Rp 1,500Rp Sediaan akhir 31 Desember 2007** 13,500Rp 15,000Rp Utang usaha 1 Januari 2007** 5,700Rp 20,700Rp Utang usaha 31 Desember 2007** 9,500Rp 11,200Rp Beban bayar di muka 31 Desember 2007** 650Rp Beban terutang 1 Januari 2007** 150Rp Beban usaha lainnya* 1,700Rp Beban bayar di muka 1 Januari 2007** 600Rp Beban terutang 31 Desember 2007** 100Rp 700Rp 1,000Rp Beban usaha lainnya yang dibayar 1,800Rp Bayar utang usaha kepada pemasok 13,000Rp Kegiatan Operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Bayar utang usaha kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar beban utang 1,600Rp Bayar beban pajak 1,500Rp Kegiatan Investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kegiatan Pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi 9,500Rp Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp
    18. 18. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Data ilustrasi: * dari anggaran rugi-laba ** dari anggaran neraca komparatif 18 Beban gaji dan upah* 5,400Rp Utang gaji dan upah 1 Januari 2007** 700Rp 6,100Rp Utang gaji dan upah 31 Desember 2007** 500Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Kegiatan Operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Bayar utang usaha kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar beban utang 1,600Rp Bayar beban pajak 1,500Rp Kegiatan Investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kegiatan Pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi 9,500Rp Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp
    19. 19. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Data ilustrasi: * dari anggaran rugi-laba ** dari anggaran neraca komparatif 19 Beban bunga* 1,600Rp Utang bunga 1 Januari 2007** -Rp 1,600Rp Utang bunga 31 Desember 2007** -Rp Bayar beban utang 1,600Rp Kegiatan Operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Bayar utang usaha kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar beban utang 1,600Rp Bayar beban pajak 1,500Rp Kegiatan Investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kegiatan Pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi 9,500Rp Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp
    20. 20. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Data ilustrasi: * dari anggaran rugi-laba ** dari anggaran neraca komparatif 20 Beban pajak* 1,500Rp Utang pajak 1 Januari 2007** -Rp 1,500Rp Utang pajak 31 Desember 2007** -Rp Bayar beban pajak 1,500Rp Kegiatan Operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Bayar utang usaha kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar beban utang 1,600Rp Bayar beban pajak 1,500Rp Kegiatan Investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kegiatan Pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi 9,500Rp Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp
    21. 21. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Data ilustrasi: * dari anggaran rugi-laba ** dari anggaran neraca komparatif 21 Harta tak lancar (2007)** 46,300Rp Beban penyusutan* 1,800Rp Nilai buku harta tetap yang dijual 5,500Rp Bayar pinjaman diberikan (1,100)Rp Harta tetap bersih (2006)** (21,900)Rp Bayar beli harta tetap 30,600Rp Kegiatan Operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Bayar utang usaha kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar beban utang 1,600Rp Bayar beban pajak 1,500Rp Kegiatan Investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kegiatan Pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi 9,500Rp Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Laba jual harta tetap* 700Rp Nilai buku harta tetap yang dijual 5,500Rp
    22. 22. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Data ilustrasi: * dari anggaran rugi-laba ** dari anggaran neraca komparatif 22 Saham biasa 31 Desember 2007)** 56,700Rp Saham biasa 1 Januari 2007** 41,700Rp Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Kegiatan Operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Bayar utang usaha kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar beban utang 1,600Rp Bayar beban pajak 1,500Rp Kegiatan Investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kegiatan Pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi 9,500Rp Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp
    23. 23. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Data ilustrasi: * dari anggaran rugi-laba ** dari anggaran neraca komparatif 23 Laba ditahan 1 Januari 2007** 1,000Rp Laba bersih* 4,100Rp 5,100Rp Laba ditahan 31 Desember 2007** 3,400Rp Bayar dividen 1,700Rp Kegiatan Operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Bayar utang usaha kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar beban utang 1,600Rp Bayar beban pajak 1,500Rp Kegiatan Investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kegiatan Pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi 9,500Rp Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp
    24. 24. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas Data ilustrasi: * dari anggaran rugi-laba ** dari anggaran neraca komparatif 24 Utang jangka panjang 1 Januari 2007** 7,700Rp Terima dari hasil jual obligasi 9,500Rp 17,200Rp Utang jangka panjang 31 Desember 2007** 8,200Rp Bayar utang janngka panjang 9,000Rp Kegiatan Operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Bayar utang usaha kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar beban utang 1,600Rp Bayar beban pajak 1,500Rp Kegiatan Investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kegiatan Pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi 9,500Rp Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp
    25. 25. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas 1. Pendekatan Kas Masuk dan Kas Keluar (Bentuk Tunggal) 25 1 Kas Masuk Kas masuk dari kegiatan operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Jumlah kas masuk dari kegiatan operasi 28,900Rp Kas masuk dari kegiatan investasi Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kas masuk dari kegiatan pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi (utang jangka panjang) 9,500Rp Jumlah kas masuk dari kegiatan pendanaan 24,500Rp Jumlah Kas Masuk 59,600Rp 2 Kas Keluar Kas keluar dari kegiatan operasi Bayar utang kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar bunga utang 1,600Rp Bayar pajak 1,500Rp Jumlah kas keluar dari kegiatan operasi 21,700Rp Kas keluar dari kegiatan investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Jumlah kas keluar dari kegiatan investasi 31,700Rp Kas keluar dari kegiatan pendanaan Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp Jumlah kas keluar dari kegiatan pendanaan 10,700Rp Jumlah Kas Keluar 64,100Rp 3 Defisit (4,500)Rp 4 Saldo Kas Awal 1 Januari 2007 12,700Rp 5 Saldo Kas Akhir 31 Desember 2007 8,200Rp
    26. 26. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas 1. Pendekatan Kas Masuk dan Kas Keluar (Bentuk Campuran) 26 1 Kegiatan Operasi Kas masuk dari kegiatan operasi Terima tagihan dari pelanggan 27,000Rp Terima dari bunga piutang 1,000Rp Terima dividen dari investasi saham 900Rp Jumlah kas masuk dari kegiatan operasi 28,900Rp Kas keluar dari kegiatan operasi Bayar utang kepada pemasok 13,000Rp Bayar gaji dan upah 5,600Rp Bayar bunga utang 1,600Rp Bayar pajak 1,500Rp Jumlah kas keluar dari kegiatan operasi 21,700Rp Kas masuk-keluar dari kegiatan operasi 7,200Rp 2 Kegiatan Investasi Kas masuk dari kegiatan investasi Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kas keluar dari kegiatan investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Jumlah kas keluar dari kegiatan investasi 31,700Rp Kas masuk-keluar dari kegiatan investasi (25,500)Rp 3 Kegiatan Pendanaan Kas masuk dari kegiatan pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi (utang jangka panjang) 9,500Rp Jumlah kas masuk dari kegiatan pendanaan 24,500Rp Kas keluar dari kegiatan pendanaan Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp Jumlah kas keluar dari kegiatan pendanaan 10,700Rp Kas masuk-keluar dari kegiatan pendanaan 13,800Rp 4 Defisit (4,500)Rp 5 Saldo Kas Awal 1 Januari 2007 12,700Rp 6 Saldo Kas Akhir 31 Desember 2007 8,200Rp
    27. 27. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas 2. Pendekatan Akunting Keuangan (Bentuk Tunggal) 27 1 Kas Masuk Kas masuk dari kegiatan operasi Laba bersih 4,100Rp Penyusutan 1,800Rp Sediaan 100Rp Utang usaha 3,800Rp Jumlah Kas masuk dari kegiatan operasi 9,800Rp Kas masuk dari kegiatan investasi Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kas masuk dari kegiatan pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi (utang jangka panjang) 9,500Rp Jumlah Kas masuk dari kegiatan pendanaan 24,500Rp Jumlah Kas Masuk 40,500Rp 2 Kas Keluar Kas keluar dari kegiatan operasi Laba menjual harta tetap 700Rp Piutang usaha 1,500Rp Piutang bunga 100Rp Beban bayar di muka 50Rp Beban terutang 50Rp Gaji dan upah terutang 200Rp Jumlah kas keluar dari kegiatan operasi 2,600Rp Kas keluar dari kegiatan investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Jumlah kas keluar dari kegiatan investasi 31,700Rp Kas keluar dari kegiatan pendanaan Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp Jumlah kas keluar dari kegiatan pendanaan 10,700Rp Jumlah Kas Keluar 45,000Rp 3 Defisit (4,500)Rp 4 Saldo Kas Awal 1 Januari 2007 12,700Rp 5 Saldo Kas Akhir 31 Desember 2007 8,200Rp
    28. 28. Cash Budget Penyusunan Anggaran Kas 2. Pendekatan Akunting Keuangan (Bentuk Campuran) 28 1 Kegiatan Operasi Kas masuk dari kegiatan operasi Laba bersih 4,100Rp Penyusutan 1,800Rp Sediaan 100Rp Utang usaha 3,800Rp Kas masuk dari kegiatan operasi 9,800Rp Kas keluar dari kegiatan operasi Laba menjual harta tetap 700Rp Piutang usaha 1,500Rp Piutang bunga 100Rp Beban bayar di muka 50Rp Beban terutang 50Rp Gaji dan upah terutang 200Rp Jumlah kas keluar dari kegiatan operasi 2,600Rp Kas masuk-keluar dari kegiatan operasi 7,200Rp 2 Kegiatan Investasi Kas masuk dari kegiatan investasi Terima dari hasil jual harta tetap 6,200Rp Kas keluar dari kegiatan investasi Bayar beli harta tetap 30,600Rp Bayar pinjaman diberikan untuk perusahaan lain 1,100Rp Jumlah kas keluar dari kegiatan investasi 31,700Rp Kas masuk-keluar dari kegiatan investasi (25,500)Rp 3 Kegiatan Pendanaan Kas masuk dari kegiatan pendanaan Terima dari hasil jual saham biasa 15,000Rp Terima dari hasil jual obligasi (utang jangka panjang) 9,500Rp Jumlah kas masuk dari kegiatan pendanaan 24,500Rp Kas keluar dari kegiatan pendanaan Bayar dividen 1,700Rp Bayar utang jangka panjang 9,000Rp Jumlah kas keluar dari kegiatan pendanaan 10,700Rp Kas masuk-keluar dari kegiatan pendanaan 13,800Rp 4 Defisit (4,500)Rp 5 Saldo Kas Awal 1 Januari 2007 12,700Rp 6 Saldo Kas Akhir 31 Desember 2007 8,200Rp
    29. 29. Receivable Piutang adalah hak menagih sejumlah harta dari kreditor (pemberi pinjaman) kepada debitor (penerima pinjaman) yang bersedia melunasinya pada waktu yang akan datang. Ada beberapa macam piutang: piutang usaha, piutang surat berharga, piutang wesel, piutang uang muka, beban bayar di muka, pinjaman pekerja, setoran jaminan, piutang pajak, dan piutang lainnya. Piutang usaha (account receivable) adalah piutang yang timbul sebagai akibat menjual barang atau jasa secara kredit dari usaha pokok penjualan. Piutang surat berharga seperti: bilyet giro belum jatuh tempo, bilyet giro kosong, cek kosong, dan cek mundur. Piutang wesel (notes receivable) adalah piutang yang didukung dengan janji tertulis dalam bentuk wesel. Kedua jenis piutang ini dapat terjadi karena menjual barang secara kredit atau pemberian pinjaman dalam bentuk uang. Piutang uang muka dapat terjadi sebagai uang muka beli barang atau uang muka kerja, seperti: pasang iklan atau membuat baliho. Beban bayar di muka seperti: sewa bayar di muka, iklan bayar di muka, bunga bayar di muka, dan lain sebagainya. Setoran jaminan seperti: setoran untuk kepentingan garansi (jaminan) bank, untuk keperluan menjalin hubungan bisnis, dan lain sebagainya. Piutang pajak seperti: angsuran pajak, pajak masukan, kelebihan bayar pajak. 29
    30. 30. Receivable Budget Kegunaan Anggaran Piutang: • Agar dapat memperlancar dan memperbesar omzet barang yang dijual. • Agar mampu bersaing. • Memperluas pelanggan. • Meningkatkan kemampulabaan perusahaan. Dalam kebijakan pemberian piutang perlu diperhatikan: • Batas maksimal (plafon) piutang yang diberikan untuk berbagai tingkatan debitor. • Penentuan jangka waktu kredit. Faktor yang mempengaruhi anggaran piutang: • Volume barang yang dijual secara kredit; • Standar kredit; • Jangka waktu kredit; • Pemberian potongan. • Pembatasan kredit; • Kebijakan penagihan utang. 30
    31. 31. Receivable Budget Penyusunan Anggaran Piutang Langkah pertama adalah mengumpulkan data realisasi dan anggaran jualan dari bidang penjualan, terutama anggaran jualan yang diperoleh dari bidang penjualan. Langkah kedua adalah menentukan taksiran piutang tak tertagih dan syarat pembayaran. Langkah ketiga adalah menghitung anggaran piutang usaha termasuk taksiran piutang tak tertagih. Langkah keempat adalah menyusun anggaran piutang. 31
    32. 32. Receivable Budget Penyusunan Anggaran Piutang Data Ilustrasi 1: Jualan dianggarkan selama tiga bulan sebagai berikut: Berdasarkan pengalaman, cara pembayar pelanggan: • 50% dari jualan setiap bulannya terkumpul dalam waktu 20 hari setelah bulan jualan; • 30% terkumpul dalam waktu sesudah 20 hari dalam bulan yang sama; • 20% terkumpul dalam bulan kedua sesudah bulan jualan. Syarat pembayaran 5/20/net 30, artinya pembeli mendapat potongan 5% dari barang yang dibeli bila membayar dalam waktu 20 hari sejak barang diterima. Jangka waktu kredit paling lambat 30 hari. 32 Januari 20,000Rp Februari 30,000Rp Maret 40,000Rp Jumlah 90,000Rp
    33. 33. Receivable Budget Penyusunan Anggaran Piutang Piutang yang tertagih: Potongan jualan: Anggaran piutang usaha: 33 Februari 50% x Rp 20.000 = 10,000Rp 5% x Rp 10.000 = 500Rp 9,500Rp 30% x Rp 20.000 = 6,000Rp 15,500Rp Maret 20% x Rp 20.000 = 4,000Rp 50% x Rp 30.000 = 15,000Rp 5% x Rp 15.000 = 750Rp 14,250Rp 30% x Rp 30.000 = 9,000Rp 23,250Rp April 20% x Rp 30.000 = 6,000Rp 50% x Rp 40.000 = 20,000Rp 5% x Rp 20.000 = 1,000Rp 19,000Rp 30% x Rp 40.000 = 12,000Rp 31,000Rp Mei 20% x Rp 40.000 = 8,000Rp Jumlah 87,750Rp Februari 500Rp Maret 750Rp April 1,000Rp Jumlah 2,250Rp Januari Jualan 20,000Rp Februari 20% x Rp 20.000 = 4,000Rp Jualan 30,000Rp 34,000Rp Maret 20% x Rp 30.000 = 6,000Rp Jualan 40,000Rp 46,000Rp
    34. 34. Receivable Budget Penyusunan Anggaran Piutang Data Ilustrasi 2: Realisasi dan anggaran jualan: Syarat pembayaran: • 30% tunai; • 50% kredit sebulan; • 20% kredit dua bulan. 34 Realiasi Juli 100Rp Agustus 80Rp Anggaran September 100Rp Oktober 100Rp Nopember 180Rp Desember 120Rp
    35. 35. Receivable Budget Penyusunan Anggaran Piutang Anggaran kas masuk: Anggaran piutang usaha: 35 September (September) 30% x Rp 100 = 30Rp (Agustus) 50% x Rp 80 = 40Rp (Juli) 20% x Rp 100 = 20Rp 90Rp Oktober (Oktober) 30% x Rp 100 = 30Rp (September) 50% x Rp 100 = 50Rp (Agustus) 20% x Rp 80 = 16Rp 96Rp Nopember (Nopember) 30% x Rp 180 = 54Rp (Oktober) 50% x Rp 100 = 50Rp (September) 20% x Rp 100 = 20Rp 124Rp Desember (Desember) 30% x Rp 120 = 36Rp (Nopember) 50% x Rp 180 = 90Rp (Oktober) 20% x Rp 100 = 20Rp 146Rp September (Agustus) 20% x Rp 80 = 16Rp (September) 70% x Rp 100 = 70Rp 86Rp Oktober (September) 20% x Rp 100 = 20Rp (Oktober) 70% x Rp 100 = 70Rp 90Rp Nopember (Oktober) 20% x Rp 100 = 20Rp (Nopember) 70% x Rp 180 = 126Rp 146Rp Desember (Nopember) 20% x Rp 180 = 36Rp (Desember) 70% x Rp 120 = 84Rp 120Rp
    36. 36. Receivable Budget Penyusunan Anggaran Piutang Data Ilustrasi 3: Realisasi dan anggaran jualan: Syarat pembayaran: • 20% tunai dan 80% kredit; • Dari 80% kredit akan diterima 70% sebulan setelah jualan dan 30% dua bulan setelah jualan. 36 Realiasi Agustus 100,000Rp September 80,000Rp Anggaran Oktober 160,000Rp Nopember 200,000Rp Desember 100,000Rp
    37. 37. Receivable Budget Penyusunan Anggaran Piutang Anggaran kas masuk: Anggaran piutang usaha: 37 Oktober (Oktober) 20% x Rp 160.000 = 32,000Rp (September) 70% x (80% x Rp 80.000) = 44,800Rp (Agustus) 30% x (80% x Rp 100.000) = 24,000Rp 100,800Rp Nopember (Nopember) 20% x Rp 200.000 = 40,000Rp (Oktober) 70% x (80% x Rp 160.000) = 89,600Rp (September) 30% x (80% x Rp 80.000) = 19,200Rp 148,800Rp Desember (Desember) 20% x Rp 100.000 = 20,000Rp (Nopember) 70% x (80% x Rp 200.000) = 112,000Rp (Oktober) 30% x (80% x Rp 160.000) = 38,400Rp 170,400Rp Oktober (September) 30% x (80% x Rp 80.000) = 19,200Rp (Oktober) 80% x Rp 160.000 = 128,000Rp 147,200Rp Nopember (Oktober) 30% x (80% x Rp 160.000) = 38,400Rp (Nopember) 80% x Rp 200.000 = 160,000Rp 198,400Rp Desember (Nopember) 30% x (80% x Rp 200.000) = 48,000Rp (Desember) 80% x Rp 100.000 = 80,000Rp 128,000Rp
    38. 38. Monumen Nasional, Jakarta Pusat, DKI Jakarta Terima Kasih 감사합니다 Sampai Bertemu Lagi di Pertemuan Keenam Seoul, 29th of September 2013
    1. A particular slide catching your eye?

      Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

    ×