Your SlideShare is downloading. ×
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Lailan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Lailan

3,704

Published on

Published in: Business, News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
3,704
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
29
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Laporan Keuangan Konsolidasian PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Tidak Diaudit)
  • 2. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 31 MARET 2005 DAN 2004 Daftar Isi Halaman Neraca Konsolidasian …………………………………………………………………………………………...... 1-4 Laporan Laba Rugi Konsolidasian ……………………………………………………………………………..... 5-6 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian …………………………………………………………………..... 7 Laporan Arus Kas Konsolidasian ............................................................................................................... 8-9 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian ........................................................................................10-68 *******************************
  • 3. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 1 PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham) Catatan 2005 2004 ( Disajikan Kembali ) AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas 2c, 2e, 2r, 5, 31, 32 654.938 20.856 Investasi Jangka Pendek 2d, 2e, 2r, 6, 31, 32 Pihak Hubungan Istimewa 163.062 786 Pihak Ketiga 123.361 39.628 Piutang 2e, 2f, 2r, 7, 31, 32 Usaha Pihak Hubungan Istimewa 46.132 39.409 Pihak Ketiga (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing- masing sebesar Rp 973 dan Rp 1.234 per 31 Maret 2005 dan 2004) 74.612 194.361 Lain-lain 2e, 2f, 2r, (setelah dikurangi penyisihan 8, 31, 32 piutang ragu-ragu sebesar Rp 230 per 31 Maret 2004) 40.958 26.333 Persediaan (setelah dikurangi penyisihan persediaan usang sebesar Rp 3.506 dan Rp 5.387 per 31 Maret 2005 dan 2004) 2g, 9 496.856 51.020 Pajak Dibayar di Muka 2s, 19 52.126 14.377 Biaya Dibayar di Muka 2h 70.880 2.891 Aktiva Lancar Lainnya 2r, 31, 32 77.114 28.439 Jumlah Aktiva Lancar 1.800.039 418.100
  • 4. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 2 PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) Per 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham) Catatan 2005 2004 ( Disajikan Kembali ) AKTIVA TIDAK LANCAR Piutang Hubungan Istimewa 2e, 32 35.576 2.793 Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih 2s, 19 6.451 369 Investasi pada Perusahaan Asosiasi 2d, 2e, 10, 32 83.949 1.055.721 Investasi Jangka Panjang Lainnya 2d, 2e, 11, 32 222.502 93.305 Aktiva Tetap (setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 970.662 dan Rp 54.876 per 31 Maret 2005 dan 2004) 2i, 2j, 2k, 11 1.400.956 66.772 Uang Muka 13 585.570 600 Aktiva Tak Berwujud (setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 93.987 dan Rp 3.657 per 31 Maret 2005 dan 2004) 2m 173.641 5.730 Piutang Usaha Lainnya 2f, 2r, 7, 31 10.433 3.679 Aktiva tidak lancar lainnya - bersih 2e, 2h, 2r, 31, 32 384.105 5.220 Jumlah Aktiva Tidak Lancar 2.903.183 1.234.189 JUMLAH AKTIVA 4.703.222 1.652.289
  • 5. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 3 PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) Per 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham) Catatan 2005 2004 ( Disajikan Kembali ) KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Pinjaman Jangka Pendek 2r, 15, 31 207.045 214.658 Surat Promes 2e, 2r, 16, 31 42.483 16.965 Hutang 2e, 2r, 17, 18, 31, 32 Usaha 490.262 73.634 Lain-lain 146.606 1.146 Hutang Pajak 2s, 19 12.776 1.651 Beban Masih Harus Dibayar 2e, 2r, 20 367.033 63.940 Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun 2e, 2r, 31,32 Surat Promes 16 34.114 14.370 Pinjaman Jangka Panjang 22 76.689 45.804 Hutang kepada Bukan Lembaga Keuangan 23 12.917 - Hutang Sewa Guna Usaha 78 Kewajiban Lancar Lainnya 2e, 2r, 18, 31, 32 49.268 20.364 Jumlah Kewajiban Lancar 1.439.271 452.532 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang Hubungan Istimewa 2e, 32 3.313 505 Kewajiban Pajak Tangguhan - Bersih 2s, 19 2.186 38 Hutang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun 2e, 2r, 31, 32 Surat Promes 16 65.322 36.252 Pinjaman Jangka Panjang 22 282.075 256.207 Hutang kepada Bukan Lembaga 15.507 - Keuangan 23 Obligasi - Bersih 21 823.775 - Hutang Jangka Panjang Lainnya - Bersih 2n, 30 92.745 5.525 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 1.284.923 298.527
  • 6. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 4 PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (lanjutan) Per 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham) Catatan 2005 2004 ( Disajikan Kembali ) KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN EKUITAS HAK MINORITAS 2b 1.026.508 - EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham Modal dasar - 7.485.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 1.871.768.000 saham 24 935.884 935.884 Tambahan modal disetor 25 32.313 32.313 Transaksi perubahan ekuitas perusahaan anak/perusahaan asosiasi 2d, 26 (2.671) (21.263) Rugi yang belum direalisasi dari efek tersedia untuk dijual 2d, 11c (3.380) (3.500) Defisit (9.626) (42.204) Jumlah Ekuitas 952.520 901.230 JUMLAH KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN EKUITAS 4.703.222 1.652.289
  • 7. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 5 PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham) Catatan 2005 2004 ( Disajikan Kembali ) PENJUALAN BERSIH, PENDAPATAN JASA DAN USAHA LAINNYA 2e, 2q, 27, 32 1.462.425 147.349 BEBAN POKOK PENJUALAN DAN JASA 2e, 2q, 28, 32 1.036.706 119.754 LABA KOTOR 425.719 27.595 BEBAN USAHA 2e, 2q, 29, 32 Penjualan 155.344 2.293 Umum dan Administrasi 238.699 9.656 Jumlah Beban Usaha 394.043 11.949 LABA USAHA 31.676 15.646 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Penghasilan Bunga 2e, 32 14.869 1.172 Keuntungan atas Kenaikan Nilai Pasar Surat Berharga- Bersih 12.158 172 Laba (Rugi) Selisih Kurs - Bersih 2r (2.128) 302 Laba (Rugi) pelepasan aktiva tetap - Bersih 2i 23 (239) Beban bunga dan pendanaan lainnya 2e, 32 (52.811) (17.026) Lain-lain - Bersih 6.175 192 Jumlah Beban Lain-lain - Bersih (21.714) (15.427) LABA SEBELUM BAGIAN LABA (RUGI) BERSIH PERUSAHAAN ASOSIASI 9.962 219 BAGIAN LABA (RUGI) BERSIH PERUSAHAAN ASOSIASI - Bersih 2d, 2e, 10, 32 2.466 (1.973) LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 12.428 (1.754)
  • 8. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 6 PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham) Catatan 2005 2004 ( Disajikan Kembali ) MANFAAT (BEBAN ) PAJAK PENGHASILAN 2s, 19 Pajak kini (3.899) - Pajak tangguhan 7.557 167 Jumlah Manfaat Pajak Penghasilan 3.658 167 LABA (RUGI) BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS 16.086 (1.587) HAK MINORITAS (8.878) - LABA (RUGI) BERSIH 7.208 (1.587 ) LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM (dalam rupiah penuh) 2u 4 (1)
  • 9. LihatCatatanatasLaporanKeuanganKonsolidasiyangmerupakanbagianyangtidakterpisahkandarilaporankeuangankonsolidasisecarakeseluruhan. 7 PTMULTIPOLARCORPORATIONTbkDANPERUSAHAANANAK LAPORANPERUBAHANEKUITASKONSOLIDASIAN UntukPeriodeYangBerakhirPada31Maret2005dan2004 (Disajikandalamjutaanrupiah,kecualidatasaham) TransaksiLaba(Rugi)Yang PerubahanEkuitasBelumDirealisasi TambahanPerusahaanAnak/DariEfekTersedia CatatanModalSahamModalDisetorPerusahaanAsosiasiUntukDijualDefisitJumlahEkuitas Saldo1Januari2004seperti dilaporkansebelumnya935.88432.313(25.575)(3,650)(34.583)904.389 Pernyesuaianakibatpenerapan PSAK24Revisitanggal 24Juni20043----(6.034)(6.034) Saldo1Januari2004 setelahdisajikankembali935.88432.313(25.575)(3.650)(40.617)898.355 Transaksiperubahanekuitas perusahaananak/ perusahaanasosiasi2d--4.312--4.312 Labayangbelumdirealisasi dariefektersedia untukdijual2d---150-150 Rugibersih----(1.587)(1.587) Saldo31Maret2004935.88432.313(21.263)(3.500)(42.204)901.230 Saldo1Januari2005seperti dilaporkansebelumnya935.88432.313(2.671)(3.245)(11.456)950.825 Pernyesuaianakibatpenerapan PSAK24Revisitanggal 24Juni20043----(5.378)(5.378) Saldo1Januari2005 setelahdisajikankembali935.88432.313(2.671)(3.245)(16.834)945.447 Rugiyangbelumdirealisasi dariefektersedia untukdijual2d---(135)-(135) Lababersih----7.2087.208 Saldo31Maret2005935.88432.313(2.671)(3.380)(9.626)952.520
  • 10. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 8 PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah) 2005 2004 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 1.519.527 108.169 Pengeluaran kas selama tahun berjalan untuk: Pemasok (1.076.483) (93.820) Gaji, tunjangan dan kesejahteraan karyawan (142.502) (8.801) Beban usaha (tidak termasuk gaji, tunjangan dan kesejahteraan karyawan) (128.325) (7.578) Kas bersih yang diterima dari (digunakan untuk) operasi 172.217 (2.030) Beban bunga dan beban pendanaan lainnya - bersih (52.923) (15.391) Pajak penghasilan (6.034) 87 Penghasilan (beban) lainnya - bersih (71.589) 924 Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 41.671 (16.410) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan (penambahan) bersih investasi jangka pendek (27.521) 1.325 Hasil pelepasan aktiva tetap 1.022 184 Penambahan aktiva tetap (57.712) (20.146) Penambahan uang muka pembelian aktiva tetap (166.013) - Penurunan (penambahan) bersih aktiva tidak lancar lainnya (4.875) 29 Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (255.099) (18.608) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penambahan (penurunan) bersih piutang hubungan istimewa 295 (97) Penurunan bersih hutang hubungan istimewa (532) - Penerimaan dari pinjaman jangka pendek dan surat promes 148.239 81.852 Penerimaan dari hutang jangka panjang dan surat promes 13.048 - Pembayaran pinjaman jangka pendek dan surat promes (354.541) (42.800) Pembayaran pinjaman jangka panjang dan surat promes (16.702) (7.071) Pembayaran hutang sewa guna usaha (60) - Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (210.253) 31.884 PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (423.681) (3.134) KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1.078.619 23.990 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 654.938 20.856
  • 11. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan. 8 PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN (lanjutan) Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah) 2005 2004 INFORMASI TAMBAHAN LAPORAN ARUS KAS Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas Transaksi perubahan ekuitas perusahaan anak/ perusahaan asosiasi - 4.312 Laba (rugi) yang belum direalisasi dari efek tersedia untuk dijual (135) 150
  • 12. 10 PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 1. UMUM a. Pendirian Perusahaan PT Multipolar Corporation Tbk (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 4 Desember 1975 berdasarkan akta notaris Adlan Yulizar, S.H. No. 7, yang kemudian diubah dengan akta notaris Raden Santoso, S.H. No. 80 tanggal 22 Januari 1980. Akta pendirian dan perubahannya tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dalam surat keputusan No. C2-1093.HT.01.01.Th.82 tanggal 3 September 1982 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 84, Tambahan No. 938 tanggal 20 Oktober 1987. Anggaran dasar ini telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan akta notaris Indah Fatmawati, S.H. No. 65 tanggal 29 Juli 2002, notaris pengganti dari Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., yang meliputi antara lain, perubahan Pasal 11 dan 14 mengenai struktur Dewan Komisaris dan Direksi. Perubahan- perubahan tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dan telah diterima sebagaimana dinyatakan dalam suratnya No. C-18641. HT.01.04.TH.2002 tanggal 26 September 2002. Perusahaan terutama bergerak dalam bidang jasa sistem terpadu, termasuk impor, perdagangan, distribusi dan jasa perawatan komputer dan produk terkait lainnya, jasa penyewaan peralatan komputer, jasa konsultasi di bidang manajemen dan teknologi informatika serta bertindak sebagai mitra dagang IBM (system integration, system remarketer dan PS 2 advance function). Perusahaan berkedudukan di Jakarta. Kantor pusat Perusahaan terletak di Menara Matahari - Lippo Life, Palem Raya Boulevar No. 7, Lippo Karawaci - Tangerang, Banten. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 4 Desember 1975. b. Penawaran Umum Saham Perusahaan Dengan surat persetujuan dari Menteri Keuangan No. SI-052/SHM/MK.10/1989, Perusahaan menawarkan 3.428.000 saham kepada masyarakat pada tanggal 18 September 1989. Seluruh saham yang dikeluarkan Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1989 dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1990. Pada tahun 1996 dan 1997, Perusahaan mencatatkan tambahan saham masing-masing sebanyak 102.852.000 (dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham) dan 1.508.496.000 saham baru (dengan nilai nominal Rp 500 per saham) di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I dan II dalam rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham yang diselenggarakan pada tanggal 15 Februari 2000, sebagaimana dinyatakan dalam akta notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H. No. 44 tanggal 15 Februari 2000, para pemegang saham menyetujui penerbitan 89.138.400 saham baru di luar Penawaran Umum Terbatas untuk investor strategis. Namun, hanya 89.000.000 saham baru di luar Penawaran Umum Terbatas yang disetujui oleh PT Bursa Efek Jakarta dalam suratnya No. S-2183/BEJ.EEM/07-2000 tanggal 24 Juli 2000 dan oleh PT Bursa Efek Surabaya dalam suratnya No. 005/EMT/LIST/BES/IV/2000 tanggal 18 April 2000 untuk dicatatkan pada kedua bursa tersebut. Pada tanggal 31 Maret 2005, seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
  • 13. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 11 1. UMUM (lanjutan) c. Struktur Perusahaan Anak (1) Perusahaan mempunyai perusahaan anak yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung sebagai berikut: Tahun Jumlah Aktiva Operasi Persentase Anak Perusahaan Lokasi Kegiatan Usaha Komersial Pemilikan * 2005 2004 Pemilikan langsung PT Sharestar Indonesia (SI) Jakarta Administrasi saham dan jasa lainya 1990 100,00 35.237 41.823 PT Visionet Internasional (d/h PT Computrade Indonesia) (VI) Jakarta Perdagangan 2000 100,00 67.487 48.925 PT Netstar Indonesia (NI) Jakarta Perdagangan 2002 100,00 895 956 PT Reksa Puspitak Karya (RPK) Jakarta Perdagangan - 100,00 61.762 56.636 PT Tryane Saptajagat (TS) Jakarta Perdagangan - 100,00 57 1.380 PT. Multifiling Mitra Indonesia (MMI) Cikarang, Bekasi Manajemen arsip 1993 50,20 29.746 - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) Tangerang, Banten Penjualan eceran 1986 50,10 3.871.514 - Pemilikan tidak langsung Melalui MPP: PT Matahari Super Ekonomi (MSE) Tangerang, Banten Penjualan eceran 1994 100,00 10.257 - Matahari International Finance Company B.V. (MIFCO) Rotterdam, Belanda Keuangan 1996 100,00 9.650 - PT Nadya Putra Investama (NPI) Tangerang, Banten Perdagangan umum 1998 100,00 2.141 - PT Taraprima Reksabuana (TPRB) Jakarta Penjualan dan pemasaran air mineral 1998 100,00 30.699 - PT Matahari Kafe Nusantara (MKN) Tangerang, Banten Restoran 2001 100,00 660 - PT Matahari Mega Swalayan (MMS) Tangerang, Banten Perdagangan umum - 100,00 4.391 - PT Matahari Mega Toserba (MMT) Tangerang, Banten Penjualan eceran - 100,00 2.000 - PT Matahari Boston Drugstore (MBD) Tangerang, Banten Perbekalan farmasi dan apotek - 100,00 2.000 - Prime Connection Limited (PCL) British Virgin Islands Investasi - 100,00 84.050 - PT Matahari Graha Fantasi (MGF) Jakarta Pusat hiburan keluarga 1995 50,01 175.690 - PT Matahari Dana Prima (MDP, melalui NPI) Denpasar, Bali Pembiayaan konsumen - 99,99 1.927 - *) bukan merupakan persentase pemilikan efektif Per 31 Maret 2005, RPK dan TS bergerak dalam kegiatan investasi, sedangkan MMS, MMT, MBD, PCL dan MDP belum memulai operasi komersialnya. VI dan NI belum beroperasi kembali sejak dihentikannya operasi kedua perusahaan tersebut pada tahun 2002. (2) Sejak tanggal 27 September 2004, Perusahaan telah melakukan pembelian tambahan atas saham MPP dari pasar sebanyak 66.680.500 saham, sehingga pemilikan efektif Perusahaan pada MPP meningkat dari 47,27% menjadi 50,10%. Sesuai dengan SAK 4 tentang „ Laporan Keuangan Konsolidasi“, maka hasil usaha MPP yang disajikan dalam laporan keuangan konsolidasi Perusahaan adalah hasil usaha yang terhitung sejak tanggal kontrol diperoleh. ”Selisih lebih biaya perolehan atas nilai buku investasi” atas pembelian saham MPP disajikan sebagai bagian Aktiva Tidak Lancar pada neraca konsolidasi.
  • 14. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 12 1. UMUM (lanjutan) c. Struktur Perusahaan Anak (lanjutan) (3) Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 1 Juli 2004, sebagaimana yang dinyatakan dalam akta notaris Myra Yuwono, SH No. 8 tanggal 8 Juli 2004, pemegang saham menyetujui perubahan anggaran dasar, diantaranya, mengubah nama PT Computrade Indonesia (CI) menjadi PT Visionet Internasional (VI). Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam suratnya No. C-18807.HT.01.04.TH.2004 tanggal 27 Juli 2004. Kemudian, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 3 September 2004, sebagaimana dinyatakan dalam akta notaris Myra Yuwono, SH No. 8 tanggal 13 Oktober 2004, pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp 10.000 menjadi Rp 100.000 yang terbagi atas 200.000.000 saham dengan nominal Rp 500 per saham, dan modal ditempatkan serta disetor dari Rp 2.500 menjadi Rp 30.000 dimana jumlah tersebut telah diambil dan disetor seluruhnya oleh Perusahaan. (4) Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat tanggal 29 Desember 2004, yang dituangkan dalam akta No. 37 dari notaris Unita Christina, SH, Perusahaan meningkatkan persentase pemilikan pada MMI dari 50% menjadi 50,20% melalui penerbitan 4.000 saham baru. Dengan demikian, sejak Desember 2004 laporan keuangan konsolidasian Perusahaan mencakup juga laporan keuangan MMI. d. Komisaris, Direksi dan Karyawan Sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada tanggal 14 Juni 2004, sebagaimana dinyatakan dalam akta notaris Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 70 tanggal 25 Juni 2004, susunan anggota dewan komisaris dan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut: Presiden Komisaris : Dr. Cheng Cheng Wen Komisaris Independen : Jonathan L. Parapak M. Salim Radjiman Komisaris : Marshall W. Cooper Presiden Direktur : Jeffrey Koes Wonsono Direktur : Harijono Suwarno : Ketut Budi Wijaya Antonius Agus Susanto Dicky Setiadi Moechtar Lay Krisnan Chaya Pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, Perusahaan dan Perusahaan Anak mempunyai sekitar 14.347 dan 223 karyawan tetap.
  • 15. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 13 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia antara lain Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), peraturan serta pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) bagi industri perdagangan. Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan dasar akrual kecuali untuk laporan arus kas, dan menggunakan konsep harga perolehan (historical cost) kecuali untuk investasi tertentu yang dinyatakan sebesar nilai wajar (fair value), nilai aktiva bersih (net assets value) atau yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas (equity method), dan persediaan yang dinilai berdasarkan nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Laporan arus kas konsolidasi menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang dikeluarkan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas operasi disusun dengan menggunakan metode langsung. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi ini adalah Rupiah. b. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi meliputi akun-akun dari Perusahaan dan Perusahaan Anak sebagaimana yang diuraikan dalam Catatan 1c. Penyajian laporan keuangan konsolidasi dilakukan berdasarkan konsep satuan usaha (entity concept). Seluruh akun, transaksi dan laba signifikan antara perusahaan yang dikonsolidasikan telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha sebagai satu kesatuan. Aktiva dan kewajiban moneter di neraca Prime Connection Limited (“PCL”) dijabarkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah yang berlaku pada tanggal neraca (Rp 9.480 untuk USD 1 per 31 Maret 2005). Aktiva dan kewajiban non moneter dijabarkan dengan menggunakan kurs transaksi. Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan PCL didebitkan/dikreditkan sebagai “laba/rugi selisih kurs” pada laporan laba rugi konsolidasian 2005 Seperti diungkapkan dalam Catatan 1c, PCL belum mulai beroperasi. c. Setara Kas Setara kas terdiri dari semua investasi yang sangat likuid yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya /pembelian dan tidak digunakan sebagai jaminan.
  • 16. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 14 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) d. Investasi Investasi terdiri dari: 1. Surat berharga dalam bentuk efek hutang (debt securities) dan efek ekuitas (equity securities) Investasi dalam efek dapat diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) kelompok yaitu : • Diperdagangkan (trading) Termasuk dalam kelompok ini adalah efek yang dibeli untuk dijual kembali dalam waktu dekat, yang biasanya ditandai dengan frekuensi transaksi pembelian dan penjualan yang tinggi. Efek ini dimiliki dengan tujuan untuk memperoleh laba dari kenaikan harga surat berharga dalam jangka pendek. Efek yang termasuk dalam kelompok ini dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas kenaikan atau penurunan nilai pasar efek tersebut pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. • Dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity) Investasi dalam efek hutang yang dimiliki hingga jatuh tempo, dicatat sebesar harga perolehan, disesuaikan dengan amortisasi premi atau diskonto hingga jatuh tempo. • Tersedia untuk dijual (available-for-sale) Investasi yang tidak memenuhi klasifikasi kelompok diperdagangkan dan dimiliki hingga jatuh tempo dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas kenaikan atau penurunan nilai pasar investasi tersebut pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada “Laba atau Rugi yang Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual”, dalam bagian Ekuitas di neraca konsolidasi. Investasi dalam efek yang dipindahkan klasifikasinya dicatat sebesar nilai wajar pada tanggal pemindahan. Laba atau rugi yang belum direalisasi dari kenaikan atau penurunan nilai wajar investasi efek pada tanggal pemindahan dicatat sebagai berikut: • Untuk surat berharga yang dipindahkan dari klasifikasi diperdagangkan, laba atau rugi yang belum direalisasi pada saat pemindahan namun yang sebelumnya telah dikreditkan atau dibebankan ke dalam usaha tahun berjalan, tidak dibalikkan; • Untuk surat berharga yang dipindahkan ke klasifikasi diperdagangkan, laba atau rugi yang belum direalisasi pada saat pemindahan, dikreditkan atau dibebankan dalam usaha tahun berjalan pada saat tersebut; • Untuk surat berharga hutang dalam klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo yang dipindahkan ke klasifikasi tersedia untuk dijual, laba atau rugi yang belum direalisasi pada tanggal pemindahan disajikan sebagai komponen terpisah dalam ekuitas; dan • Untuk surat berharga hutang dalam klasifikasi tersedia untuk dijual yang dipindahkan ke klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo, laba atau rugi yang belum direalisasi pada tanggal pemindahan tetap dilaporkan sebagai komponen terpisah dalam ekuitas namun diamortisasi dengan cara yang konsisten seperti amortisasi premi atau diskonto selama periode sisa umur surat berharga sebagai penyesuaian atas penghasilan bunga.
  • 17. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 15 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) d. Investasi (lanjutan) 1. Surat berharga dalam bentuk efek hutang (debt securities) dan efek ekuitas (equity securities) (lanjutan) Harga perolehan surat berharga yang dijual ditentukan dengan menggunakan metode rata- rata sedangkan nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar yang telah ditetapkan. 2. Reksa dana dan dana yang dikelola (managed fund) Reksa dana dan managed fund dinyatakan sebesar nilai aktiva bersih pada tanggal neraca. Laba atau rugi yang belum direalisasi akibat perubahan nilai aktiva bersih pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. 3. Deposito berjangka Deposito berjangka yang digunakan sebagai jaminan dan/atau yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tetapi kurang dari satu tahun sejak tanggal penempatan dinyatakan sebesar nilai nominal. 4. Investasi jangka panjang dalam bentuk penyertaan saham Investasi saham dimana Perusahaan dan perusahaan anak mempunyai pemilikan paling sedikit 20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Berdasarkan metode ini, investasi dinyatakan sebesar harga perolehan, disesuaikan dengan bagian Perusahaan dan perusahaan anak atas laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi setelah tanggal perolehan, dividen yang diterima dan amortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) selama dua puluh (20) tahun atas selisih antara harga perolehan investasi dan bagian atas aktiva bersih perusahaan asosiasi pada tanggal perolehan. Perusahaan dan perusahaan anak menelaah dan mengevaluasi nilai tercatat atas selisih antara harga perolehan investasi dan bagian atas aktiva bersih perusahaan asosiasi secara berkala, dengan mempertimbangkan hasil usaha tahun berjalan dan prospek di masa yang akan datang dari perusahaan asosiasi tersebut. Transaksi perubahan ekuitas perusahaan asosiasi disajikan sebagai penambah atau pengurang Ekuitas dalam akun “Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak/Perusahaan Asosiasi” pada neraca konsolidasi. 5. Investasi dalam properti Investasi dalam tanah atau bangunan yang tidak digunakan atau dioperasikan oleh Perusahaan dan perusahaan anak diklasifikasikan sebagai “Investasi dalam Properti”. Investasi ini dinyatakan sebesar harga perolehan dan tidak diamortisasi/disusutkan. Perusahaan dan perusahaan anak menelaah dan mengevaluasi nilai wajar properti secara berkala, dengan mempertimbangkan nilai pasar dan prospek di masa yang akan datang dari aktiva tersebut.
  • 18. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 16 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) e. Transaksi dengan Pihak Hubungan Istimewa Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan maupun tidak dilakukan dengan persyaratan dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. f. Penyisihan Piutang Ragu-ragu Penyisihan piutang ragu-ragu ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan akun piutang masing-masing individu pada akhir tahun. Saldo piutang dihapuskan melalui penyisihan piutang ragu-ragu yang bersangkutan atau langsung dihapuskan dari akun tersebut pada saat manajemen berkeyakinan penuh bahwa aktiva tersebut tidak dapat ditagih. g. Persediaan Persediaan teknologi informatika dan lain-lain, kecuali barang dalam perjalanan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak (moving average method), kecuali harga perolehan untuk persediaan tertentu yang ditentukan dengan menggunakan metode identifikasi khusus (specific identification method). Barang dalam perjalanan dinyatakan sebesar harga perolehan. Persediaan eceran dan distribusi dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan, yang dihitung dengan menggunakan metode eceran konvensional (conventional retail method), atau nilai realisasi bersih (net realizable value). Persediaan tidak termasuk persediaan konsinyasi. Penyisihan persediaan usang dibentuk berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi masing-masing persediaan pada akhir tahun, sedangkan penyisihan penurunan nilai dibentuk untuk menurunkan nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi bersih. h. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus. Bagian jangka pendek dari biaya dibayar di muka disajikan sebagai bagian dari Aktiva Lancar, sedangkan bagian jangka panjangnya disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar. i. Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali aktiva tertentu MPP, perusahaan anak, yang dinilai kembali pada tahun 1986 sesuai dengan Peraturan Pemerintah. Penyusutan dihitung dengan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap dengan menggunakan metode sebagai berikut:
  • 19. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 17 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) i. Aktiva Tetap (lanjutan) Metode Tahun Tarif Bangunan (termasuk satuan rumah susun yang disajikan sebagai bagian dari “Aktiva Tidak Lancar Lainnya”) Garis lurus 20 - Prasarana dan renovasi bangunan Garis lurus 2 - 20 - Peralatan dan instalasi Saldo-menurun ganda - 15% dan 25% Mesin Garis lurus 3 - 5 - Komputer Garis lurus 3 – 5 - Perabot, perlengkapan dan peralatan kantor Garis lurus 3 – 5 - Peralatan untuk disewakan dan peralatan reklame Garis lurus 2 – 5 - Alat-alat transportasi Garis lurus 2 – 5 - Aktiva sewa guna usaha - kendaraan Saldo-menurun ganda - 25% dan 50% Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Sesuai dengan SAK 47 tentang “Akuntansi Tanah”, Perusahaan dan Perusahaan Anak mencatat harga perolehan tanah secara terpisah dari biaya pengurusan legal yang terjadi untuk memperoleh hak atas tanah serta pengeluaran untuk perpanjangan hak. Pengeluaran tersebut ditangguhkan dan disajikan sebagai bagian dari “Aktiva Tidak Lancar Lainnya” pada neraca konsolidasi dan diamortisasi selama umur hukum hak atau masa manfaat ekonomis, mana yang lebih pendek. Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing akun aktiva tetap yang bersangkutan pada saat aktiva tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Pada saat aktiva tetap sudah tidak digunakan lagi atau dilepas, maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan, dan laba atau rugi yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. j. Sewa Guna Usaha Transaksi sewa guna usaha dicatat dengan menggunakan metode sewa guna usaha dengan hak opsi (capital lease) apabila memenuhi semua kriteria yang disyaratkan dalam PSAK No. 30, “Akuntansi Sewa Guna Usaha”. Aktiva sewa guna usaha dengan hak opsi dicatat sebagai bagian dari Aktiva Tetap berdasarkan nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha pada awal masa sewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva sewa guna usaha selama lima (5) tahun, yang sama dengan masa manfaat ekonomis aktiva tetap yang bersangkutan (lihat Catatan 2i). Transaksi sewa guna usaha yang tidak memenuhi salah satu kriteria tersebut di atas, dicatat dengan menggunakan metode sewa menyewa biasa (operating lease).
  • 20. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 18 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) k. Penurunan Nilai Aktiva Perusahaan dan perusahaan anak menelaah nilai tercatat aktivanya terhadap penurunan dan kemungkinan penurunan nilai aktiva ke nilai wajar apabila terdapat kejadian atau perubahan kondisi yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aktiva tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Selisih lebih antara nilai tercatat aktiva dengan taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali dibebankan pada usaha tahun berjalan. l. Sewa Jangka Panjang Perjanjian sewa jangka panjang yang pembayaran nilai kontraknya dilakukan selama suatu periode tertentu yang lebih pendek dari masa sewanya, dibukukan pada saat perjanjian sewa tersebut berlaku dengan mendebit akun “Sewa Jangka Panjang-Bersih” sebesar nilai kontrak dan mengkredit akun “Hutang Jangka Panjang Non-lembaga Keuangan” sebesar nilai kontrak yang belum dibayar. Sewa jangka panjang yang umumnya untuk ruangan toko, diamortisasi dengan metode garis lurus, terhitung sejak dibukanya toko/perpanjangan sewa toko yang bersangkutan selama jangka waktu sewa. Bagian yang akan dibebankan pada usaha dalam satu tahun direklasifikasi dan disajikan di aktiva lancar sebagai bagian dari “Biaya Dibayar di Muka”. m. Aktiva Tak Berwujud Biaya perolehan perangkat lunak komputer dan biaya pemuktahirannya, ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama empat (4) sampai dengan lima (5) tahun. Selisih antara biaya perolehan dengan nilai wajar aktiva bersih Perusahaan Anak (goodwill) diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 20 (dua puluh) tahun. n. Dana Pensiun Perusahaan dan Perusahaan Anak menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap yang ingin berpartisipasi. Dana pensiun iuran pasti terdiri dari kontribusi karyawan sebesar 3%, serta kontribusi Perusahaan dan perusahaan anak sebesar 5% dari gaji pokok karyawan yang bersangkutan. Perusahaan dan Perusahaan Anak juga membentuk cadangan kesejahteraan karyawan untuk memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Negara Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 (disajikan sebagai “Hutang Jangka Panjang Lainnya” - lihat Catatan 24). Pada bulan Juni 2004, Ikatan Akuntansi Indonesia menerbitkan PSAK 24 (Revisi 2004), “Imbalan Kerja“, yang mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja karyawan. PSAK 24 (Revisi 2004) menggantikan PSAK 24, “Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun“, yang diterbitkan pada tahun 1994. Penerapan PSAK 24 (Revisi 2004) dilakukan secara retrospektif dengan melaporkan jumlah penyesuaian yang terjadi yang terkait dengan periode sebelumnya sebagai penyesuaian terhadap saldo awal dari periode komparatif terawal yang disajikan.
  • 21. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 19 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) o. Beban Emisi Obligasi Beban yang timbul sehubungan dengan penerbitan obligasi dikurangkan dari hasil penerbitan obligasi bersangkutan. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal merupakan premium atau diskonto yang harus diamortisasi selama jangka waktu obligasi tersebut. p. Obligasi Diperoleh Kembali Perolehan kembali instrumen hutang yang tidak dimaksudkan sebagai pelunasan, diperlakukan seolah-olah telah terjadi pelunasan dalam laporan keuangan konsolidasi. Selisih antara nilai nominal instrumen hutang dengan nilai wajar dikreditkan atau dibebankan pada usaha periode berjalan. q. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan dari penjualan dan jasa dari teknologi informasi diakui pada saat penyerahan barang atau pemberian jasa kepada pelanggan. Pendapatan jasa yang ditagih atau diterima di muka, ditangguhkan (disajikan dalam Kewajiban Lancar Lainnya) dan diamortisasi pada saat pemberian jasa kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan barang dagangan eceran dan distribusi (kecuali pendapatan dari penjualan berdasarkan pengiriman - Cash on Delivery, diakui pada saat barang dikirim ke pelanggan) diakui pada saat barang dibayar di kounter penjualan. Pendapatan dari penjualan konsinyasi dibukukan sebesar jumlah penjualan barang konsinyasi kepada pelanggan, sedangkan beban terkait (sebagai bagian dari Beban Pokok Penjualan) dibukukan sebesar jumlah yang terhutang kepada pemilik (consignor). Pendapatan dari penjualan kartu pra-bayar (dikenal dengan nama “power card”) oleh pusat hiburan keluarga pada awalnya dicatat sebagai pendapatan diterima di muka dan diakui secara proporsional sebagai pendapatan berdasarkan penggunaan power card sesungguhnya oleh pelanggan. Pendapatan dari penjualan koin/paket “Make New Friends” diakui pada saat koin/paket dibeli oleh pelanggan dari tempat penjualan koin. Seluruh beban dan penghasilan (beban) lainnya diakui pada saat terjadinya (accrual basis). r. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut seperti yang diumumkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan untuk periode yang bersangkutan. Laba atau rugi selisih kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada usaha periode berjalan. Kurs yang digunakan (dalam rupiah penuh) adalah sebagai berikut: Mata Uang 2005 2004 Dolar Amerika Serikat 9.480/1 USD 8.587/1 USD Dolar Singapura 5.181/1 SGD 5.118/1 SGD
  • 22. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 20 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) s. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability). Pajak tangguhan dihitung dengan tarif pajak yang berlaku saat ini. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal dimasa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Penilaian penyisihan dibentuk atas bagian aktiva pajak tangguhan yang diperkirakan tidak dapat direalisasi di masa yang akan datang. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak, yakni laba yang telah disesuaikan dengan peraturan perpajakan yang berlaku. t. Informasi Segmen Informasi segmen Perusahaan dan Perusahaan Anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda terutama untuk para pelanggan di luar entitas Perusahaan. Segmen geografis adalah komponen Perusahaan dan Perusahaan Anak yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dari imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain. u. Laba Per Saham Dasar Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan, laba dari aktivitas normal dan laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan, laba dari aktivitas normal dan laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun berjalan, yang perhitungannya berdasarkan atas 1.871.768.000 saham pada tahun 2005 dan 2004. v. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen Perusahaan dan Perusahaan Anak membuat taksiran dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan pada tanggal laporan keuangan, serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan taksiran tersebut.
  • 23. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 21 3. PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Seperti yang diungkapkan pada Catatan 2n, pada tahun 2005, Perusahaan dan Perusahaan Anak menerapkan PSAK No 24 (Revisi 2004) sehubungan “Imbalan Kerja“, yang harus diterapkan secara retrospektif, sehingga Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2004 telah disajikan kembali. Akibat penerapan ini laba bersih Perusahaan untuk tahun 2004 turun Rp 2.690. Selain itu pada tanggal 29 Desember 2004, melalui RPK, Perusahaan meningkatkan kepemilikan di PT Broadband Multimedia Tbk (BM) dari 18,58% menjadi 20,18%. Hal ini menyebabkan perubahan pencatatan investasi dari metode harga perolehan menjadi metode ekuitas. Perubahan ini berlaku retrospektif sehingga Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir tanggal 31 Maret 2004 telah disajikan kembali. Adapun dampak dari penyajian kembali Laporan Keuangan Konsolidasian tahun 2004 adalah laba bersih Perusahaan turun Rp 112. Di bawah ini adalah detail dari akun – akun yang disajikan kembali : Dilaporkan Disajikan Terdahulu Kembali Neraca Konsolidasian Jumlah Aktiva Tidak Lancar 1.384.208 1.234.189 Jumlah Aktiva 1.823.389 1.652.289 Jumlah Kewajiban Lancar 452.532 452.532 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 297.736 298.527 Ekuitas – Bersih 1.073.122 901.230 Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laba Bersih 1.215 (1.587) Laba Bersih per saham 1 (1) Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Defisit (1.294) (42.204) 4. AKUISISI TAMBAHAN PADA SAHAM PT MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk DAN PT MULTIFILING MITRA INDONESIA Pada tanggal 27 September 2004, Perusahaan telah melakukan pembelian tambahan atas saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) dari pasar sebanyak 66.680.500 saham, sehingga pemilikan Perusahaan pada MPP meningkat dari 47,44% menjadi 50,10%. Sesuai dengan PSAK 4 tentang “Laporan Keuangan Konsolidasian“, maka hasil usaha MPP yang disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan adalah hasil usaha yang terhitung sejak tanggal kontrol diperoleh. Perusahaan telah mengakui bagian rugi perusahaan asosiasi MPP sebesar Rp 2.859 untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2004, sedangkan hasil usaha MPP untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005 telah disajikan ke dalam laporan laba rugi konsolidasian Perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005. Selisih lebih biaya perolehan atas nilai buku investasi atas pembelian saham MPP disajikan sebagai bagian Aktiva Tidak Lancar pada neraca konsolidasian. Seperti dijelaskan pada Catatan 1c (4), Perusahan juga meningkatkan persentase kepemilikan pada PT Multifiling Mitra Indonesia (MMI) dari 50% menjadi 50,20%.
  • 24. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 22 4. AKUISISI TAMBAHAN PADA SAHAM PT MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk DAN PT MULTIFILING MITRA INDONESIA (lanjutan) Sehubungan dengan hal diatas, ringkasan proforma laporan keuangan konsolidasian jika laporan keuangan MPP dan MMI seolah-olah dikonsolidasi sejak awal tahun 2004 adalah sebagai berikut: 2005 2004 Kas dan Setara Kas 654.938 247.208 Jumlah Aktiva Lancar 1.800.039 1.329.763 Jumlah Aktiva Tidak Lancar 2.903.183 2.572.133 Jumlah Aktiva 4.703.222 3.901.896 Jumlah Kewajiban Lancar 1.479.271 1.245.211 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 1.244.923 772.424 Hak Minoritas 1.026.508 983.031 Jumlah Ekuitas 952.520 901.230 Jumlah Kewajiban, Hak Minoritas dan Ekuitas 4.703.222 3.901.896 Penjualan 1.462.425 1.293.787 Laba Kotor 425.719 400.142 Beban usaha 369.043 369.053 Laba Usaha 31.676 31.089 Laba Bersih 7.208 (1.587) 5. KAS DAN SETARA KAS 2005 2004 Kas (2005: termasuk USD 4; 2004: termasuk USD 493) 15.215 43 Bank Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa - PT Bank Lippo Tbk (2005: termasuk USD 243; 2004: termasuk USD 139) 29.030 12.623 Pihak Ketiga PT Bank Mega Tbk 297.762 - PT Bank Danamon IndonesiaTbk (termasuk USD 29) 254.252 - Bank lainnya (masing-masing di bawah Rp 200) (2005: termasuk USD 626 dan Euro 209.511; 2004: termasuk USD 361) 23.757 8.051 Sub-jumlah 604.801 20.674
  • 25. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 23 5. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 2005 2004 Deposito Berjangka dan Deposito On Call Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa - PT Bank Lippo Tbk (2005: termasuk USD 12 2004: termasuk USD 4) 13.922 139 Pihak Ketiga 21.000 - Sub-jumlah 34.922 139 Jumlah 654.938 20.856 Tingkat bunga deposito berjangka per tahun : Rupiah 3%- 7,35% US Dolar 0,35% - 0,75% Pada tanggal 31 Maret 2005, kas dan setara kas termasuk saldo sebesar Rp 119 dari penerimaan hutang obligasi MPP, di mana penerimaan tersebut akan digunakan untuk pembukaan toko-toko baru dan renovasi toko-toko MPP yang telah ada, sewa tambahan atau ruangan toko baru dan untuk modal kerja MPP seperti yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan (lihat Catatan 21). 6. INVESTASI JANGKA PENDEK 2005 2004 (Disajikan Kembali) Pihak Hubungan Istimewa Dana yang dikelola PT Ciptadana Sekuritas 62.826 - Efek-efek Reksa dana Indonesian Investment Fund Ltd 19.350 - (USD 2.041) PT Ciptadana Asset Management 7.912 - Saham Saham PT Lippo Karawaci Tbk 71.981 PT Bank Lippo Tbk 734 534 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 100) 259 252 Sub Jumlah 163.062 786
  • 26. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 24 6. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan) 2005 2004 (Disajikan Kembali) Pihak Ketiga Dana yang dikelola (2005: USD 483; 2004: termasuk USD 4.348) 4.578 37.337 Deposito berjangka (2005: termasuk USD 146; 2004: termasuk USD 202) 1.860 2.291 Efek-efek Saham 77.781 - Obligasi 21.989 - Wesel berbunga mengambang (termasuk USD 1.315) 12.466 - Reksa dana (USD105) 4.687 - Sub Jumlah 123.361 39.628 Jumlah 286.423 40.414 Pada tanggal 30 Desember 2003, MPP, perusahaan anak menandatangani perjanjian pengelolaan dana dengan PT Ciptadana Sekuritas (CS), pihak hubungan istimewa, yang dapat diperpanjang setiap tiga bulan. Berdasarkan perjanjian, MPP telah menempatkan dana pada PT CS, yang mana dana tersebut akan digunakan untuk pembelian investasi seperti obligasi dan debenture lainnya. Reksa dana dalam dolar AS merupakan milik MPP, perusahaan anak, yang diinvestasikan pada 39.665,59 unit “Indonesian Growth Fund” yang diterbitkan oleh Indonesian Investment Fund Ltd., Hong Kong, afiliasi, dan pada 851.500 unit “Mandiri Investa Dollar Amerika Serikat” yang diterbitkan oleh Mandiri Securities (diperoleh pada bulan Desember 2003). Reksa dana dalam rupiah merupakan investasi pada 2.000.000 unit “Rencana Cerdas” dan 2.000.000 unit “Lippo Dana Mantap”, keduanya diterbitkan oleh PT Ciptadana Aset Management, afiliasi. Berdasarkan persyaratan dalam program sponsor yang disebutkan di atas, investasi tersebut dapat ditarik satu tahun setelah tanggal penerbitan unit reksa dana “Lippo Dana Mantap”. Investasi pada dana yang dikelola merupakan investasi yang awal ditempatkan pada Staffordshire Assets Limited (Staffordshire), perusahaan investasi yang mempunyai izin, yang didirikan di British Virgin Islands. Berdasarkan perjanjian Pengelolaan Dana Bergaransi atas Dasar Preferensi (Dicretionary Guaranteed Fund Management) antara Perusahaan dan perusahaan anak dengan Staffordshire tanggal 30 November 2002. Seluruh investasi akan ditempatkan pada fixed income products berdasarkan instruksi dan pengarahan umum ataupun khusus dari Perusahaan dan perusahaan anak, sepanjang hal tersebut sesuai dengan tujuan investasi. Kemudian, berdasarkan perjanjian novasi antara Perusahaan dan perusahaan anak, dengan Staffordshire dan Wireless Word Limited (Wireless) tanggal1 Desember 2003, Wireless menerima hak dan kewajiban dari Stafforshire untuk melaksanakan dan mengikatkan diri pada perjanjian pengelolaan Dana bergaransi atas Dasar Preferensi tersebut, seperti memberikan hasil minimum sebesar 3,15% per tahun untuk investasi dalam Dolar Amerika Serikat. Pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, investasi tersebut ditempatkan pada deposito berjangka masing-masing sebesar USD 483 dan USD 4,348.
  • 27. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 25 6. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan) Deposito berjangka dalam Rupiah memperoleh tingkat bunga tahunan berkisar dari 7% sampai dengan 7,35% pada tahun 2005 (2004: 6,86%% sampai dengan 7,38%), dan berkisar dari 2% sampai dengan 5% pada tahun 2005 dan 2004 untuk deposito berjangka dalam Dolar Amerika Serikat. Deposito berjangka mempunyai waktu jatuh tempo berkisar antara 1 bulan sampai dengan 6 bulan. Pada tahun 2005 dan 2004, deposito berjangka tertentu digunakan sebagai jaminin untuk fasilitas bank garansi yang diperoleh dari PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Internasional Indonesia Tbk. Investasi saham terutama merupakan investasi pada 25.924.000 saham PT Hero Supermarket Tbk yang dimiliki oleh MPP, perusahaan anak. Obligasi memperoleh bunga dengan tingkat tahunan berkisar antara 9,31% sampai dengan 18,25% pada tahun 2005. Wesel berbunga mengambang memperoleh bunga dengan tingkat tahunan berkisar antara 6,75% pada tahun 2005. MPP memperoleh rugi bersih sebesar Rp 21 dari transaksi penjualan investasi dalam efek hutang dan ekuitas pada tahun 2005. 7. PIUTANG USAHA 2005 2004 Pihak Hubungan Istimewa PT Bank Lippo Tbk (2005: termasuk USD 2,215 ; 2004: termasuk USD 833) 21.650 13.770 PT Link Net (2005: termasuk USD429; 2004: termasuk USD 418,735) 14.829 11.834 PT Broadband Multimedia Tbk (2005: termasuk USD 955; 2004: termasuk USD 976) 9.960 10.043 Pihak Hubungan Istimewa (lanjutan) PT Natrindo Telepon Seluler (2005: termasuk USD 439; 2004: termasuk USD 433) 4.430 4.318 Lain-lain (2005: termasuk USD 23 2004: termasuk USD 173) 904 1.012 Sub Jumlah 51.773 40.977 Dikurangi : Bagian Jangka Panjang PT Bank Lippo Tbk (2005: USD 596; 2004: USD 183) (5.641) (1.568) Sub Jumlah 46.132 39.409
  • 28. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 26 7. PIUTANG USAHA (lanjutan) 2005 2004 Pihak ketiga (2005: termasuk USD 3,587; 2004: termasuk USD 19,091) 80.377 197.706 Dikurangi : Bagian Jangka Panjang (2005: termasuk USD 91; 2004: USD 129) (4.792) (2.111) Sub Jumlah 75.585 195.595 Penyisihan piutang ragu-ragu (973) (1.234) Bersih 74.612 194.361 Jumlah 120.744 233.770 Analisa piutang usaha menurut umur piutang berdasarkan jumlah hari terhutang pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004 adalah sebagai berikut: Persentase terhadap Jumlah Jumlah Piutang Usaha (%) 2005 2004 2005 2004 Kurang dari 31 hari 45.551 198.815 37.73 85.05 31 - 60 hari 7.484 8.740 6.20 3.74 61 - 90 hari 8.952 307 7.41 0.13 Lebih dari 90 hari 58.757 25.908 48.66 11.08 Jumlah 120.744 233.770 100.00 100.00 Piutang usaha jangka panjang sebesar Rp 10.433 dan Rp 3.679 belum jatuh tempo masing-masing pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004. Pada tahun 2005 dan 2004, piutang usaha tertentu digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek dan pinjaman bank jangka panjang yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 15 dan 22). Berdasarkan hasil penelaahan atas keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode, manajemen Perusahaan dan perusahaan anak berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu- ragu sebesar Rp 973 dan Rp 1.234 pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, cukup untuk menutup kemungkinan kerugian oleh karena tidak tertagihnya piutang usaha. Perubahan penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut : 2005 2004 Saldo awal tahun 973 1.234 Penghapusan selama periode berjalan - - Penyisihan selama periode berjalan - - Saldo akhir periode 973 1.234
  • 29. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 27 8. PIUTANG LAIN-LAIN 2005 2004 Pihak Hubungan Istimewa PT Broadband Multimedia Tbk 47 270 PT Multifiling Mitra Indonesia - 1.043 Lain-lain (2005 dan 2004: termasuk USD 1) 35 91 Sub Jumlah 82 1404 Pihak Ketiga PT Ciptamas Kreasi Dinamika 10.257 9.099 Klaim asuransi 7.132 - PT Air Pasifik Utama - 13.769 Lain-lain (2005: termasuk USD 108; 2004: termasuk USD 273) 23.487 2.061 Sub Jumlah 40.876 24.929 Penyisihan piutang ragu-ragu - - Bersih 40.876 24.929 Dikurangi bagian jangka panjang - - Bersih 40.958 24.929 Jumlah 40.534 26.333 Piutang dari PT Ciptamas Kreasi Dinamika berasal dari penjualan investasi RPK pada PT Kodel Margahayu Telindo, perusahaan asosiasi. Piutang klaim asuransi merupakan piutang milik MPP, perusahaan anak, pada tanggal 31 Maret 2005. Klaim ini timbul dari kebakaran yang terjadi pada tahun 2003 atas toko milik MPP yang berlokasi di Malang dan pusat hiburan MGF yang berlokasi di Samarinda, sehingga seluruh nilai buku aktiva tetap dan persediaan barang dagangan sebesar Rp 10.015 direklasifikasi ke piutang klaim asuransi. Pada tahun 2004, sebagian klaim sebesar Rp 5.748 telah disetujui, sisa saldo klaim masih dalam proses negosiasi. Tahun 2004, piutang Perusahaan pada PT Air Pasifik Utama (APU) dijamin dengan helikopter milik APU dengan taksiran nilai pasar sebesar USD 2,4 juta. Manajemen Perusahaan dan perusahaan anak berkeyakinan bahwa seluruh putang dapat ditagih, karenanya tidak ada penyisihan piutang ragu-ragu dibentuk pada tahun 2005 dan 2004.
  • 30. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 28 9. PERSEDIAAN - BERSIH 2005 2004 Eceran dan distribusi Kebutuhan sehari-hari, makanan dan minuman 205.366 - Perlengkapan rumah tangga dan perlengkapan mandi 56.710 - Pakaian wanita 48.055 - Pakaian pria 38.468 - Sepatu 34.355 - Pakaian anak 28.963 - Mainan, alat tulis dan perlengkapan olahraga 14.395 - Tas, kosmetik dan perhiasan 3.509 - Sub Jumlah 429.821 - Teknologi informatika 70.425 56.407 Lain-lain 116 - Jumlah 500.362 56.407 Penyisihan persediaan usang (3.506) (5.387) Bersih 496.856 51.020 Perubahan penyisihan persediaan usang adalah sebagai berikut: 2005 2004 Saldo awal tahun 3.506 5.387 Penghapusan selama periode berjalan - - Penyisihan selama periode berjalan - - Saldo akhir periode 3.506 5.387 Manajemen Perusahaan dan Perusahaan Anak berpendapat bahwa penyisihan persediaan usang masing-masing sebesar Rp 3.506 dan Rp 5.387 pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari persediaan usang tersebut. Pada tahun 2005 dan 2004, persediaan tertentu digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang (lihat Catatan 15 dan 22) yang diperoleh Perusahaan dan Perusahaan Anak. Persediaan diasuransikan terhadap kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungab Rp 529.229 dan USD 9,558 pada tanggal 31 Maret 2005 dan Rp 5.387 pada tanggal 31 Maret 2004, yang menurut pendapat manajemen Perusahaan dan perusahaan anak cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari risiko tersebut.
  • 31. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 29 10. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI Akun ini merupakan penyertaan yang dinyatakan dengan metode ekuitas dan terdiri dari: Akumulasi Bagian atas Laba (Rugi) Bersih Persentase Nilai Perusahaan Pemilikan Penyertaan Asosiasi 2005 Pemilikan tidak langsung Melalui RPK: - PT Broadband Multimedia Tbk 20,18 47.617 (19.006) - PT Natrindo Global Telekomunikasi 20,00 - (5.500) - PT Tirta Mandiri Sejahtera 20,00 - (1) Melalui MPP: - PT Bintang Sidoraya (BSR) 40,00 21.219 258 - PT Matahari Leisure (ML) 50,00 11.318 9.880 - PT Tason Mitra Prima (TMP) 50,00 3.395 395 - PT Sarana Karya Cemerlang (SKC) 30,00 400 - Jumlah 83.949 (13.974) 2004 (Disajikan Kembali) Pemilikan langsung PT Matahari Putra Prima Tbk 47,44 1.005.572 103.476 Multifiling Mitra Indonesia 50,00 10.711 10.211 Pemilikan tidak langsung Melalui RPK: - PT Broadband Multimedia Tbk 18,58 39.429 (18.509) - PT Natrindo Global Telekomunikasi 20,00 9 (5.491) - PT Tirta Mandiri Sejahtera 20,00 - (1) Bersih 1.055.721 (89.686) Bagian laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi selama periode berjalan terdiri dari: 2005 2004 (Disajikan Kembali) PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) - (2.859) PT Multifiling Mitra Indonesia (MMI) - 1.073 PT Matahari Leisure (ML) 2.471 - PT Broadband Multimedia Tbk (BM) (5) (112) PT Natrindo Global Telekomunikasi (NGT) - (75) Bersih 2.466 (1.973)
  • 32. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 30 10. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI (lanjutan) a. Pada saat Penawaran Saham Perdana PT Broadband Multimedia Tbk (BM) di tahun 2000, Perusahaan, melalui PT Reksa Puspita Karya (RPK), perusahaan anak, mempunyai saham pendiri sebesar 16,69% yang kemudian disusul dengan tambahan pembelian saham baru sehingga sejak tahun 2001 kepemilikan menjadi 18,58%. Untuk lebih mencerminkan rencana investasi jangka panjang dalam laporan keuangan konsolidasian Perusahaan, maka manajemen Perusahaan memutuskan untuk meningkatkan kepemilikan saham di BM menjadi diatas 20%. Untuk itu pada tanggal 29 Desember 2004, melalui RPK, Perusahaan membeli tambahan 5.988.800 saham BM atau setara dengan Rp 8.684 dari AcrossAsia Ltd dengan menggunakan harga pasar yang tercatat terakhir di Bursa Efek Surabaya. Setelah pembelian ini kepemilikan saham di BM meningkat dari 18,58% menjadi 20,18%. Selain itu sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No. X.M.I, RPK telah menyampaikan laporan pembelian tersebut kepada BAPEPAM pada tanggal 5 Januari 2005. Sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, perubahan persentase kepemilikan tersebut menyebabkan perubahan pencatatan investasi dari metode harga perolehan menjadi metode ekuitas. Perubahan ini berlaku retrospektif sehingga laporan keuangan konsolidasian tahun 2004 telah disajikan kembali (lihat Catatan 3). Pada tahun 2004, investasi tertentu pada BM digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek dan fasilitas pinjaman jangka panjang yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 15 dan 22). b. Penyertaan saham pada BSR dan TMP diperoleh melalui PT Taraprima Reksabuana, perusahaan anak MPP. BSR bergerak dalam bidang penjualan dan pemasaran produk minuman bir sementara TMP belum beroperasi secara komersial. c. Penyertaan saham pada ML dan SKC diperoleh melalui MPP, perusahaan anak. ML bergerak dalam bidang manufaktur mesin permainan sedangkan SKC belum beroperasi secara komersial. d. NGT bergerak di bidang jasa telekomunikasi. e. TMS bergerak di bidang usaha perdagangan, industri, pertambangan, real estat, agro bisnis dan jasa lainnya. f. Pada tanggal 27 September 2004, Perusahaan meningkatkan persentase pemilikan saham MPP dari 47,44% menjadi 50,10% sehingga laporan keuangan konsolidasian Perusahaan tanggal 31 Maret 2005 mencakup juga laporan keuangan konsolidasian MPP dan perusahaan anaknya (lihat Catatan 1.c dan 4). Investasi tertentu pada MPP digunakan sebagai jaminan untuk fasilitas pinjaman jangka pendek dan jangka panjang yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 15 dan 22). g. Pada tanggal 29 Desember 2004, Perusahaan meningkatkan persentase pemilikan saham MMI dari 50,20% melalui penerbitan saham baru sehingga laporan keuangan konsolidasian Perusahaan tanggal 31 Maret 2005 mencakup juga laporan keuangan MMI. Perusahaan telah mengakui bagian laba bersih perusahaan asosiasi MMI sebesar Rp 709 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005.
  • 33. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 31 11. INVESTASI JANGKA PANJANG LAINNYA 2005 2004 (Disajikan Kembali) Investasi dan Uang Muka Investasi Saham yang Dicatat dengan Menggunakan Metode Harga Perolehan 165.962 36.885 Investasi dalam Properti 54.920 54.920 Investasi dalam Efek Ekuitas Tersedia untuk Dijual 1.620 1.500 Jumlah 222.502 93.305 a. Investasi dan uang muka investasi saham yang dicatat sebesar harga perolehan terdiri dari sebagai berikut: 2005 2004 Investasi pada: BigboXX.com (CI) Limited (BCL) 84.050 - PT Aneka Tirta Nusa 13.737 - PT Matahari Courts Tbk (“PT MC”) 4.251 - PT Asianet Multimedia 507 507 PT Multipolar Telemedia 250 250 PT Lippo On Line 125 125 PT Natrindo Telepon Selular - 7.757 PT Natrindo Kartu Panggil - 0 Uang muka investasi pada: PT Air Pasific Utama 34.975 - PT Asianet Multimedia 27.943 27.943 PT Lippo On Line 124 124 PT Natrindo Telepon Selular - 179 Jumlah 165.962 36.885 Penyertaan saham pada BCL sebesar USD 9,122 merupakan 3,5% pemilikan oleh PrimeConnectian Limited, perusahaan anak MPP. BCL adalah suatu perusahaan yang tergabung dalam grup usaha Hutchison Whampoa Ltd yang bergerak dalam usaha retail dan distribusi. Pada tanggal 20 Desember 2004, uang muka investasi PT Reksa Puspita Karya (RPK), perusahaan anak, pada NTS sebesar Rp 179 telah dikonversi menjadi 385.579 saham sehingga jumlah saham NTS yang dimiliki RPK menjadi 44.842.379 saham. Kemudian pada tanggal 23 Desember 2004, RPK telah menjual seluruh saham NTS kepada ATN, pihak ketiga, dengan harga Rp 500 per saham, dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 14.485. Pada tanggal 24 Desember 2004, RPK memperoleh pemilikan saham di ATN melalui konversi hutangnya menjadi modal saham sehingga RPK memiliki 44.842.379 saham ATN dengan nominal saham Rp 500 per saham atau persentase pemilikan sebesar 5,78%. Mengingat visi, strategi dan tujuan jangka panjang Perusahaan, maka investasi di ATN sebesar 5,78% akan di-divestasi secara bertahap. Pada Desember 2004, Perusahaan melalui RPK, menjual 17,367.520 saham ATN setara dengan 2,24% yang dimiliki oleh RPK kepada PT Asianet Multimedia dengan harga Rp 500 per saham, sehingga kepemilikan saham di ATN tinggal sebesar 3,54%.
  • 34. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 32 11. INVESTASI JANGKA PANJANG LAINNYA (lanjutan) Pada 25 Januari 2005, persentase kepemilikan saham ATN mengalami dilusi lebih lanjut menjadi 1,96% (dari semula 5,78% menjadi 3,54% dan 3,54% menjadi 1,96%) sehubungan dengan pengeluaran saham baru ATN. Penyertaan saham sebesar 4,9889% pada MC, milik MPP, perusahaan anak, yang bergerak dalam bidang perdagangan eceran peralatan elektronik dan perabotan rumah. Pada tahun 2004, Perusahaan telah menempatkan uang muka investasi pada PT Air Pasifik Utama (APU) sebesar Rp 34.975 yang akan dilakukan melalui penerbitan saham baru APU. b. Investasi dalam properti terdiri dari : 2005 2004 Tanah 48.888 48.764 Bangunan 6.032 6.032 Jumlah 54.920 54.796 Tanah sebesar Rp 45.139 diperoleh VI (dahulu CI) pada tanggal 11 April 2001, sedangkan bangunan sebesar Rp 4.567 diperoleh Perusahaan pada tanggal 31 Juli 2001. Tanah seluas 80.000 meter persegi yang diperoleh VI terletak di Desa Cibatu, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Properti-properti tersebut mempunyai nilai pasar sekitar Rp 74.770 berdasarkan laporan penilai independen yang terakhir. Pada tahun 2004 dan 2003, investasi tertentu dalam properti digunakan sebagai jaminan jangka pendek dan pinjaman jangka panjang yang diperoleh Perusahaan (lihat Catatan 15 dan 22). Pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004, kepemilikan tanah dan bangunan telah atas nama Perusahaan dan perusahaan anak kecuali tanah milik SI sebesar Rp 965 dan tanah milik Perusahaan sebesar Rp 167 di lokasi Bukit Sentul. c. Investasi dalam efek ekuitas yang tersedia untuk dijual terdiri dari sebagai berikut: Persentase 2005 2004 Pemilikan (%) (Disajikan Kembali) PT Lippo Karawaci Tbk (eks Siloam Health Care) 0,05 pada tahun 2005 dan 0,63 pada tahun 2004 Harga perolehan 5.000 5.000 Rugi yang belum direalisasi dari efek tersedia untuk dijual (3.380) (3.500) Jumlah 1.620 1.500
  • 35. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 33 11. INVESTASI JANGKA PANJANG LAINNYA (lanjutan) Pada tahun 2004, SHC melakukan penggabungan usaha ke dalam PT Lippo Karawaci Tbk (LK), dimana telah ditetapkan nilai konversi saham SHC yaitu setiap 500 saham SHC dikonversi menjadi 54 saham LK. Akibatnya persentase pemilikan saham di LK mengalami dilusi dari sebesar 0,63% menjadi 0,05%. Pada tanggal 17 Januari 2005 Perusahaan membeli 47.964.400 lembar saham PT Lippo Karawaci (LK), pihak mempunyai hubungan istimewa dengan harga Rp 1.050 per saham atau sejumlah Rp 50.363 melalui Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka Perolehan Hak Pemesan Efek Terlebih Dahulu LK. Tambahan pembelian saham ini diperuntukkan untuk dijual kembali dalam waktu satu tahun. 12. AKTIVA TETAP 2005 Pemindahan Saldo Awal Penambahan Pengurangan Masuk (Keluar) Saldo Akhir Biaya Perolehan Pemilikan Langsung Tanah 119.410 - - - 119.410 Bangunan 793.980 4.060 - - 798.040 Prasarana dan renovasi bangunan 175.981 8.245 2.784 - 181.442 Komputer 39.209 1.315 767 726 40.483 Perabot, perlengkapan dan peralatan kantor 18.155 330 8 (726) 17.751 Alat-alat transportasi 19.502 867 944 - 19.425 Peralatan reklame 15 - - - 15 Peralatan dan instalasi 927.036 34.576 1.677 - 959.935 Mesin 180.534 12.231 192 - 192.573 Peralatan untuk disewakan 79.497 17.437 - 4.360 101.294 Aktiva dalam penyelesaian 5.297 8.736 - (4.360) 9.673 Sub Jumlah 2.358.616 87.797 6.372 - 2.440.041 Aktiva Sewa Guna Usaha 650 - - - 650 Jumlah Biaya Perolehan 2.359.266 87.797 6.372 - 2.440.691 Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan 146.172 9.188 - - 155.360 Prasarana bangunan 76.144 7.170 2.553 - 80.761 Komputer 31.962 1.844 698 573 33.681 Perabot, perlengkapan dan peralatan kantor 13.084 584 7 (573) 13.088 Alat-alat transportasi 14.603 743 847 - 14.499 Peralatan reklame 15 - - - 15 Peralatan dan instalasi 495.817 18.502 1.058 - 513.261 Mesin 118.082 7.378 142 - 125.318 Peralatan untuk disewakan 26.477 7.855 - - 34.332 Sub Jumlah 922.356 53.264 5.305 - 970.315 Aktiva Sewa Guna Usaha 338 9 - - 347 Jumlah Akumulasi Penyusutan 922.694 53.273 5.305 - 970.662 Nilai Buku Bersih Penyisihan kerugian nilai aktiva tetap (lihat Catatan 32) : (69.073) (69.073) Bersih 1.367.499 1.400.956
  • 36. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 34 11. AKTIVA TETAP (lanjutan) 2004 Pemindahan Saldo Awal Penambahan Pengurangan Masuk (Keluar) Saldo Akhir Biaya Perolehan Pemilikan Langsung Tanah 8.776 - - - 8.776 Bangunan 9.546 - - - 9.546 Prasarana dan Renovasi Bangunan 10.641 - - - 10.641 Komputer 39.028 334 817 - 38.545 Perabot, perlengkapan dan peralatan kantor 10.910 27 26 - 10.911 Alat-alat transportasi 415 - - - 415 Peralatan untuk disewakan 22.893 15.187 - - 38.080 Peralatan reklame 15 - - - 15 Aktiva dalam penyelesaian 121 4.598 - - 4.719 Sub Jumlah 102.345 20.146 843 - 121.648 Aktiva Sewa Guna Usaha - - - - - Jumlah Biaya Perolehan 102.345 20.146 843 - 121.648 Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung Bangunan 1.754 119 - - 1.873 Prasarana bangunan 4.809 497 - - 5.306 Komputer 24.716 1.977 409 - 26.284 Perabot, perlengkapan dan peralatan kantor 6.418 368 11 - 6.775 Alat-alat transportasi 208 22 - - 230 Peralatan untuk disewakan 12.781 1.612 - - 14.393 Peralatan reklame 15 - - - 15 Sub Jumlah 50.701 4.595 420 - 54.876 Aktiva Sewa Guna Usaha - - - - - Jumlah Akumulasi Penyusutan 50.701 4.595 420 - 54.876 Nilai Buku Bersih 51.644 66.772 Penyusutan untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2005 dan 2004 dibebankan sebagai berikut: 2005 2004 Beban pokok penjualan dan jasa 7.153 1.754 Beban penjualan (lihat Catatan 29) 303 291 Beban umum dan administrasi (lihat Catatan 29) 45.809 2.550 Beban sewa dan pendapatan/beban lain-lain atas toko yang tidak dipergunakan dan ruang kantor - bersih 7 - Jumlah 53.272 4.595
  • 37. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 35 12. AKTIVA TETAP (lanjutan) Perusahaan dan Perusahaan Anak (diluar MPP group) telah memperoleh sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas tanah yang dimiliki sebagai berikut: Tanggal Berakhir HGB Perusahaan HGB No. 830 - 832/Panunggangan Barat, Tangerang 20 Oktober 2006 HGB No. 854 - 859/Panunggangan Barat, Tangerang 20 Oktober 2006 HGB No. 915 - 919/Panunggangan Barat, Tangerang 6 April 2008 HGB No. 945 - 948/Panunggangan Barat, Tangerang 24 September 2024 HGB No. 13413/Bencongan, Tangerang 26 Juli 2012 HGB No. 13414/Bencongan, Tangerang 25 Desember 2011 HGB No. 13415 - 13416/Bencongan, Tangerang 6 Juni 2005 Perusahaan Anak HGB No. 817 - 820/Panunggangan Barat, Tangerang 20 Oktober 2006 HGB No. 845 - 851/Panunggangan Barat, Tangerang 20 Oktober 2006 HGB No. 2655 - 2659/Panunggangan Barat, Tangerang 27 Mei 2028 Tanah milik MPC Group merupakan HGB atas tanah yang terletak di beberapa kota di Indonesia. HGB akan berakhir pada berbagai tanggal mulai tahun 2005 sampai 2029. Manajemen Perusahaan dan Perusahaan Anak berkeyakinan bahwa sertifikat HGB tersebut di atas dapat diperpanjang pada saat masa berlakunya berakhir. Berdasarkan penelaahan aktiva tetap secara individual pada akhir periode, manajemen Perusahaan dan perusahaan anak berpendapat bahwa tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai aktiva tetap pada tanggal 31 Maret 2005 dan 2004. Aktiva tetap dengan pemilikan langsung dan aktiva sewa guna usaha diasuransikan terhadap kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya dengan suatu paket polis yang mepunyai nilai pertanggungan sekitar Rp 1.335.928 dan USD 162 pada tanggal 31 Maret 2005. Manajemen Perusahaan dan perusahaan anak berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko tersebut. Pada tahun 2005 dan 2004, aktiva tetap tertentu digunakan sebagai jaminan atas pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari Perusahaan dan MPP, serta hutang obligasi MPP, perusahaan anak (lihat Catatan 15, 22 dan 21). 13.UANG MUKA Pada tahun 2005, akun ini terutama merupakan uang muka pembelian ruangan toko dalam pembangunan yang akan digunakan untuk toko-toko di Depok, Malang dan Medan, milik MPP, perusahaan anak (lihat Catatan 33). Disamping itu, akun ini juga merupakan uang muka pembelian peralatan dan instalasi untuk toko-toko MPP. Akun uang muka akan direklas ke aktiva tetap pada saat penyerahan bangunan ke MPP ketika aktiva dalam pembangunan tersebut selesai.
  • 38. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 36 14. AKTIVA TIDAK LANCAR LAINNYA 2004 2003 Sewa Jangka Panjang – bersih (lihat Catatan 2l) 160.415 - Uang Jaminan 96.561 632 Aktiva Non–Operasional 92.795 - Satuan Rumah Susun - bersih 27.045 - Lainnya 7.289 4.586 Jumlah 384.105 5.218 a. Uang Jaminan Uang jaminan terutama terdiri dari jaminan sewa ruangan toko yang dibayarkan oleh MPP, perusahaan anak, kepada pengembang/pemilik bangunan dan disajikan setelah dikurangi dengan penyisihan kerugian sehubungan dengan rencana restrukturisasi toko sebesar Rp 1.130 pada tanggal 31 Maret 2005 (lihat Catatan 18). b. Aktiva Non-Operasional Aktiva non-operasional merupakan harga perolehan tanah, bangunan, satuan rumah susun, mesin, satuan rumah dan sewa jangka panjang untuk toko MPP, perusahaan anak, yang mengalami kebakaran dan disajikan setelah dikurangi dengan penyisihan kerugian sehubungan dengan rencana restrukturisasi toko sebesar Rp 21.169 pada tanggal 31 Maret 2005 (lihat Catatan 18). c. Satuan Rumah Susun – bersih Penyusutan satuan rumah susun yang dibebankan pada usaha, yang dicatat sebagai bagian dari “Beban lain-lain - Bersih” masing-masing sebesar Rp 446 untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2005. 15. PINJAMAN JANGKA PENDEK 2005 2004 Hutang Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk 105.000 80.000 PT Bank Mandiri Tbk 47.912 52.000 PT Bank Permata Tbk (2005: USD 1,000; 2004: USD 5,500) 9.480 47.228 PT Bank Niaga Tbk (2005: termasuk USD 2,000; 2004: USD 2,260) 25.960 19.408 PT Bank International Indonesia Tbk (2004: USD 1,866) - 16.022 Sub Jumlah 188.352 214.658 Fasilitas margin PT Ciptadana Sekuritas 15.300 - Kewajiban Anjak Piutang PT BNI Multi Finance (termasuk USD 68) 3.393 - Jumlah 207.045 214.658
  • 39. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 37 15. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan) Pinjaman yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank Mandiri Tbk merupakan fasilitas modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp 52.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada bulan Juni 2005 dan dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 14,25% pada tahun 2005 dan 16% pada tahun 2004. Pinjaman yang diperoleh Perusahaan ini dijamin dengan piutang usaha sebesar Rp 61.948 (lihat Catatan 7) dan persediaan sebesar Rp 16.180 (lihat Catatan 9). Jaminan ini juga terkait dengan pinjaman jangka panjang yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank Mandiri Tbk (lihat Catatan 22). Pinjaman yang diperoleh dari PT Bank Negara Indonesia Tbk merupakan fasilitas modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp 80.000. Pinjaman ini telah diperpanjang di tahun 2004 dan akan jatuh tempo pada tanggal 13 Juni 2005. Pada bulan Juni 2004, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas modal kerja dari PT Bank Negara Indonesia Tbk sebesar Rp 25.000 yang akan jatuh tempo pada 13 Juni 2005. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan 14,75% pada tahun 2005 dan 15% sampai dengan 16% pada tahun 2004. Pinjaman ini dijamin dengan saham PT Broadband Multimedia Tbk sebesar 27 juta saham (lihat Catatan 10.a), aktiva tetap tertentu milik Perusahaan (lihat Catatan 12), investasi dalam properti milik Perusahaan sekitar Rp 30.000 (lihat Catatan 11). Pinjaman dari PT Bank Permata Tbk (Permata) merupakan pinjaman yang diperoleh Perusahaan untuk membiayai pembelian persediaan yang dijual kepada pelanggan yang disetujui oleh PT Bank Permata Tbk (selanjutnya disebut Kontrak Penjualan). Fasilitas kredit ini mempunyai jumlah maksimum kredit sebesar USD 5,500 dan berlaku sampai 8 Juli 2005. Pada bulan Juni 2004, fasilitas pinjaman ini dibagi menjadi fasilitas pinjaman jangka pendek sebesar USD 4,000 dan fasilitas pinjaman jangka panjang sebesar USD 1,500 (lihat Catatan 22). Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 7% pada tahun 2005 dan 6,5% pada tahun 2004. Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha dengan nilai 150% dari fasilitas pinjaman dan persediaan yang dibeli dari pinjaman ini dengan nilai minimal 125% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9). Pada tahun 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman tetap dari PT Bank Niaga Tbk dengan maksimum kredit sebesar Rp 7.000 yang digunakan untuk membiayai pembelian persediaan. Pinjaman ini dijamin dengan bangunan dan komputer tertentu milik perusahaan anak (lihat Catatan 12) dan dikenakan tingkat bunga sebesar 13%. Di samping itu, Perusahaan juga memperoleh fasilitas pembiayaan proyek khusus untuk pembelian persediaan dari PT IBM Indonesia dengan jumlah maksimum sebesar USD 2,000 yang dikenakan tingkat bunga sebesar 6% dan dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha dengan nilai minimal 125% dari fasilitas pinjaman dan persediaan yang dibiayai dari pinjaman ini dengan nilai minimal 110% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9). Kedua fasilitas ini akan jatuh tempo tanggal 29 November 2005. Sedangkan pada tahun 2003, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank Niaga Tbk dengan nilai maksimum sebesar USD 2,640 dan jatuh tempo pada tanggal 28 April 2004. Fasilitas ini digunakan untuk mendanai pembelian persediaan dari PT IBM Indonesia. Tingkat suku bunga tahunan sebesar 7% pada tahun 2003. Pinjaman ini telah dilunasi oleh Perusahaan pada tahun 2004. Pada tahun 2003, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk dengan nilai maksimum sebesar USD 11,500. Pada tahun 2004, fasilitas ini telah diperpanjang dan Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas menjadi USD 12,500 yang terdiri dari FX line sebesar USD 1,000, BG Line sebesar USD 1,500 dan pembiayaan proyek sebesar USD 10,000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Oktober 2005 (lihat Catatan 22). Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 6% pada tahun 2005 dan 7% pada tahun 2004. Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha, persediaan yang dibeli dari pinjaman ini dengan nilai minimum 125% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9). Pada bulan Januari 2005, Perusahaan memperoleh fasilitas margin dari PT Ciptadana Sekuritas, pihak hubungan istimewa, dengan jaminan portfolio saham milik Perusahaan yang ada di Ciptadana. Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga sebesar 18% per tahun.
  • 40. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 38 15. PINJAMAN JANGKA PENDEK (lanjutan) Pada tahun 2004, Perusahaan mempunyai beberapa perjanjian anjak piutang dengan PT BNI Multi Finance dalam rangka anjak piutang dengan hak recourse. Kewajiban anjak piutang ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 16,5% untuk anjak piutang dalam Rupiah dan 8,75% untuk anjak piutang dalam Dolar Amerika Serikat. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal-tanggal dalam bulan Mei sampai dengan Desember 2005. Perjanjian-perjanjian pinjaman tersebut di atas mensyaratkan, antara lain bahwa Perusahaan dan perusahaan anak tidak diperkenankan, kecuali dengan persetujuan dari kreditur, menggunakan fasilitas di luar tujuan, memindahkan dan atau menyewakan Perusahaan dalam bentuk dan maksud apapun kepada pihak lain, mengubah bentuk atas status hukum Perusahaan, mengubah anggaran dasar Perusahaan, memindahtangankan status saham Perusahaan baik antara pemegang saham maupun kepada pihak lain, memperoleh atau memberikan pinjaman, menjual, mengalihkan atau melepaskan seluruh atau sebagian aktivanya, mengubah struktur Perusahaan melalui penggabungan usaha, akuisisi atau likuidasi, bertindak sebagai penjamin atau menjaminkan aktivanya kepada pihak lain, melakukan praktek atau transaksi di luar kegiatan normal Perusahaan, melakukan investasi atau mendirikan bisnis baru yang besarnya melebihi 20% dari total aset Perusahaan, membayar hutang pemegang saham, membagikan laba atau dividen, memperoleh hutang sewa guna usaha, membuka cabang atau perwakilan usaha baru, mengubah susunan anggota dewan komisaris dan direksi, dan mengadakan transaksi dengan orang atau pihak lain termasuk tetapi tidak terbatas pada perusahaan afiliasinya di luar praktik-praktik dan kebijakan dagang yang ada dan melakukan pembelian lebih mahal daripada harga pasar atau menjual di harga pasar. Perjanjian-perjanjian pinjaman juga mensyaratkan Perusahaan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Maret 2005, Perusahaan dan perusahaan anak telah memenuhi seluruh persyaratan yang terdapat dalam perjanjian pinjaman. 16. SURAT PROMES 2005 2004 Jangka pendek Debentures (PT Kridatama Swakarsa, pengelola) 15.483 14.965 Surat promes Pihak hubungan istimewa PT Ciptadana Sekuritas, pengelola 25.000 - Pihak ketiga Individu (PT Bank Mayapada Internasional Tbk, Pengelola) 2.000 2.000 Jumlah Jangka Pendek 42.483 16.965 Jangka panjang Surat promes Pihak hubungan istimewa PT Ciptadana Sekuritas, pengelola 34.114 - PT Link Net 15.450 15.450 PT Satriajati Patria Luhur 2.100 2.100 Sub Jumlah 51.664 17.550
  • 41. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 39 16. SURAT PROMES (lanjutan) 2005 2004 Pihak ketiga PT Usaha Maya Gemilang 18.702 18.702 PT Multi Sarana Integrasi 14.700 - Individu (Corfina Finance Ltd., pengelola) 14.370 14.370 Sub Jumlah 47.772 33.072 Dikurangi : Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Individu (34.114) (14.370) Jumlah Jangka Panjang 65.322 36.252 Jumlah 107.805 53.217 Debentures jangka pendek diterbitkan oleh Perusahaan dan Perusahaan Anak kepada pihak ketiga dan dikelola oleh PT Kridatama Swakarsa. Debentures ini merupakan debentures dalam mata uang Dolar Amerika Serikat, masing-masing sejumlah USD 1,633 pada tahun 2005 dan USD 1,743 pada tahun 2004. Debentures ini akan jatuh tempo pada beberapa tanggal yang berkisar antara satu sampai dengan dua belas bulan (jatuh tempo antara bulan April 2005 sampai dengan bulan Juni 2005). Debentures ini dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 3% sampai dengan 3,75% pada tahun 2005 dan 3,25% sampai dengan 3,75% pada tahun 2004. Surat promes jangka pendek sejumlah Rp 25.000 dikelola oleh PT Ciptadana Sekuritas dan dikenakan tingkat bunga sebesar 14,35% per tahun. Surat promes yang diterbitkan Perusahaan sejumlah Rp 2.000 dikelola oleh PT Bank Mayapada Internasional Tbk. Surat promes ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 16% sampai dengan 18% pada tahun 2005 dan sebesar 25% pada tahun 2004. Surat promes ini telah beberapa kali diperpanjang dan akan jatuh tempo pada tanggal 28 Desember 2005. Surat promes jangka panjang sejumlah Rp 55.000 dikelola oleh PT Ciptadana Sekuritas, diterbitkan oleh Perusahaan pada tanggal 27 September 2004 yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2006. Surat promes ini tidak dikenakan bunga. Per 31 Maret 2005, saldo surat promes yang belum dibayarkan berjumlah Rp 34.114. Surat promes sekitar Rp 19.645 yang diterbitkan oleh Perusahaan kepada PT Link Net merupakan wesel tanpa jaminan dan bunga yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2006. Surat promes ini telah dibayar sebesar Rp 4.195 pada tahun 2003. Surat promes sejumlah Rp 2.100 yang diterbitkan oleh Perusahaan kepada PT Satriajati Patria Luhur merupakan wesel tanpa jaminan dan bunga yang akan jatuh tempo tanggal 1 Juli 2006. Surat promes sejumlah Rp 19.302 diterbitkan oleh Perusahaan kepada PT Usaha Maya Gemilang merupakan wesel tanpa jaminan dan bunga yang akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2006. Pada tahun 2003 surat promes ini telah dilunasi sebesar Rp 600.
  • 42. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 40 16. SURAT PROMES (lanjutan) Surat promes yang diterbitkan Perusahaan sebesar Rp 30.000 kepada PT Multi Sarana Integrasi merupakan wesel dengan jaminan berupa helikopter milik PT Air Pasifik Utama. Surat promes ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 12% pada tahun 2005 dan akan jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2008. Pada tahun 2005, surat promes ini telah dilunasi sebesar Rp 15.300. Surat promes sekitar Rp 25.370 yang dikelola oleh Corfina Finance Ltd. diterbitkan oleh perusahaan anak kepada pihak ketiga pada tahun 2001. Wesel ini diterbitkan tanpa menggunakan jaminan dan dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 16%. Pada tahun 2003 surat promes ini telah dilunasi sebesar Rp 11.000. Pada bulan November 2004, Corfina Finance Ltd setuju menghapuskan bunga untuk periode 26 Nopember 2001 sampai dengan 25 Nopember 2004, dan memperpanjang jatuh tempo surat promes tersebut sampai dengan tanggal 25 Nopember 2006 dengan suku bunga 16% per tahun. 17. HUTANG USAHA Akun ini merupakan kewajiban Perusahaan dan Perusahaan anak kepada pemasok dalam rangka pembelian barang dagangan eceran dan pembelian perangkat keras, perangkat lunak komputer dan perangkat pendukung lainnya. Hutang usaha termasuk hutang MPP, perusahaan anak, sebesar Rp 473.088 kepada pemasok (pihak ketiga) dalam rangka pembelian barang dagangan. Semua saldo hutang kepada pemasok pada tanggal 31 Maret 2005 seluruhnya dibayar MPP pada triwulan kedua di tahun 2005. 18. HUTANG LAIN-LAIN DAN KEWAJIBAN LANCAR LAINNYA Akun ini terutama terdiri dari taksiran kewajiban sehubungan dengan customer loyalty program dari MPP, perusahaan anak, sebesar Rp 26.686 dan kewajibannya kepada kontraktor untuk pekerjaan renovasi bangunan, termasuk dekorasi toko, dan kepada pihak ketiga atas beban pemasaran. Pada tanggal 31 Maret 2005, kewajiban lancar lainnya terutama berasal dari taksiran kerugian akibat restrukturisasi toko milik MPP, perusahaan anak. Sehubungan dengan rencana restrukturisasi toko dan untuk menanggapi kesulitan ekonomi, dalam rapat Direksi MPP pada tahun 1996 dan 1997 serta dalam rapat Direksi PT Matahari Super Ekonomi (MSE) pada tahun 1996, diputuskan untuk secara berkesinambungan menelaah dan mendayagunakan secara maksimal operasional MPP untuk menghasilkan pendapatan dan kesesuaian lokasi dan demografi, menutup beberapa toko MPP yang tidak memberikan nilai tambah, mengurangi luas beberapa toko dalam rangka efisiensi dan merubah konsep toko Galeria dan MSE. Atas rencana ini, MPP membentuk penyisihan seperti penyisihan kerugian nilai aktiva tetap, taksiran kerugian akibat restrukturisasi toko, penyisihan kerugian nilai aktiva non-operasional (sewa jangka panjang untuk ruangan toko yang terbakar), penyisihan kerugian nilai uang jaminan dan penyisihan kerugian nilai akibat tidak dimanfaatkannya/dipulihkannya sewa jangka panjang pada toko lainnya. Penyisihan tersebut di atas dibebankan sebagai “Penyisihan Restrukturisasi Toko” dan dikredit, masing-masing ke akun aktiva yang bersangkutan atau sebagai “Taksiran Kerugian Akibat Restrukturisasi Toko”, tergantung mana yang lebih sesuai. Dari tahun 1997 sampai dengan tanggal 31 Maret 2005, MPP dan MSE telah menutup 31 toko dengan menggunakan penyisihan yang bersangkutan sebesar Rp 67.627. Saldo “Taksiran Kerugian Akibat Restrukturisasi Toko” dan akun lawannya masing-masing sebesar Rp 26.584 dan Rp 93.628 pada tanggal 31 Maret 2005.
  • 43. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 41 19. PERPAJAKAN a. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan, seperti yang disajikan pada laporan laba rugi konsolidasian, dan taksiran laba kena pajak (rugi fiskal) Perusahaan sebagai berikut: 2005 2004 (Disajikan Kembali) Laba (Rugi) Sebelum Pajak Penghasilan Sesuai Dengan Laporan Laba Rugi Konsolidasian 12.428 (1.754) Laba sebelum beban pajak penghasilan dari perusahaan anak yang dikonsolidasi – bersih (4.325) (246) Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan Perusahaan 8.103 (2.000) Beda tetap: Bagian Rugi Bersih Perusahaan Asosiasi 99 2.859 Penghasilan Bunga yang Telah Dikenakan Pajak Final (37) (25) Penyusutan 14 14 Lain-lain 243 (1.594) Sub Jumlah 319 1.254 Beda waktu: Kesejahteraan Karyawan 435 352 Penyusutan 6.924 1.109 Bagian Laba Bersih Perusahaan Asosiasi (709) (1.073) Rugi Pelepasan Aktiva Tetap 31 122 Amortisasi Aktiva Tak Berwujud 137 47 Lain-lain (12.141) (78) Sub Jumlah (5.323) 479 Taksiran rugi fiskal 3.099 (267) Rugi Fiskal yang Dapat Dikompensasikan (31.460) (9.103) Taksiran rugi fiskal Perusahaan yang dapat dikompensasikan (28.361) (9.370)
  • 44. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 42 19. PERPAJAKAN (lanjutan) a. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan) Taksiran rugi fiskal Perusahaan yang dapat dikompensasikan akan berakhir batas waktu penggunaannya pada tahun 2009. Beban pajak penghasilan dan perhitungan taksiran hutang pajak penghasilan badan (klaim atas pengembalian pajak penghasilan) adalah sebagai berikut: 2005 2004 Perusahaan Perusahaan anak Perusahaan Perusahaan anak Taksiran Kena Pajak - - - - Beban Pajak Penghasilan - 3.899 - - Pajak Penghasilan Dibayar di Muka Pasal 22 6.845 215 5.455 - Pasal 23 7.630 4.553 7.634 752 Pasal 25 107 5.494 90 314 Jumlah Pajak Penghasilan Dibayar di Muka 14.582 10.262 13.179 1.066 Taksiran Hutang Pajak Penghasilan Badan (Klaim atas Pengembalian Pajak Penghasilan) (14.582 ) (6.363 ) (13.179 ) (1.066 ) Klaim atas pengembalian pajak penghasilan disajikan sebagai “Pajak Dibayar di Muka” dalam Aktiva Lancar. Klaim atas pengembalian pajak penghasilan pada tanggal 31 Maret 2005 termasuk klaim sebesar Rp 12.180 yang merupakan jumlah restitusi pajak penghasilan – pasal 22, 23 dan 25 untuk tahun pajak 2004. Berdasarkan hasil pemeriksaan pajak untuk tahun pajak 2003, Perusahaan memperoleh SKPLB PPh Badan sebesar Rp 12.271, dan SKPKB PPh Pasal 23, 26 dan Pasal 4(2) sebesar Rp 48, sehingga pada tanggal 21 Oktober 2004 Perusahaan menerima restitusi bersih sebesar Rp 12.223 dari Kantor Pajak.
  • 45. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 43 19. PERPAJAKAN (lanjutan) a. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (lanjutan) Perhitungan manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan atas perbedaan waktu dengan menggunakan tarif pajak maksimum sebesar 30% adalah sebagai berikut : 2005 2004 (Disajikan Kembali) Perusahaan Akumulasi Rugi Fiskal – Termasuk Koreksi Dari Kantor Pajak (930) 80 Penyusutan 2.077 333 Kesejahteraan Karyawan 262 106 Rugi Pelepasan Aktiva Tetap 9 36 Amortisasi Aktiva Tak Berwujud 41 14 Bagian Laba Bersih Perusahaan Asosiasi (212) (322) Penyisihan atas taksiran tidak terpulihkannya aktiva pajak tangguhan 2.289 (80) Lain-lain (3.642) - Bersih (106) 167 Perusahaan anak PT Matahari Putra Prima Tbk 7.663 - Manfaat Pajak Penghasilan Tangguhan - Bersih 7.557 167 b. Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan - Bersih Akumulasi manfaat (beban) pajak penghasilan tangguhan disajikan sebagai “Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan - Bersih” dalam neraca konsolidasi, dengan rincian sebagai berikut : 2005 2004 (Disajikan Kembali) Perusahaan Penyisihan Piutang Ragu-ragu 5.048 303 Kesejahteraan Karyawan Masih Harus Dibayar 1.979 1.400 Akumulasi Rugi Fiskal 8.508 2.811 Penyusutan dan Rugi Pelepasan Aktiva Tetap 2.355 (1.384) Amortisasi Aktiva Tak Berwujud (982) (934) Bagian Laba Bersih Perusahaan Asosiasi (4.123) (3.363) Penyisihan Persediaan Usang 1.052 1.616 Penyisihan atas Taksiran Tidak Terpulihkannya Aktiva Pajak Tangguhan (4.801) (80) Lain-lain (3.689) - Bersih 5.347 369
  • 46. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 44 19. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan - Bersih 2005 2004 (Disajikan Kembali) Perusahaan anak PT Multifiling Mitra Indonesia 441 - PT Matahari Putra Prima Tbk 663 - Sub Jumlah 1.104 - Aktiva Pajak Tangguhan - Bersih 6.451 369 Kewajiban Pajak Tangguhan – Bersih PT Matahari Putra Prima Tbk 1.883 - PT Sharestar Indonesia 303 38 Kewajiban Pajak Tangguhan – Bersih 2.186 38 c. Hutang Pajak 2005 2004 Pajak Penghasilan yang Dipotong dan Masih Harus Dibayar Pasal 21 1.159 707 Pasal 23 5.159 455 Pasal 25 307 - Pasal 26 394 163 Pasal 29 673 - Pasal 4 (2) 4 63 Pajak pertambahan nilai - bersih 5.080 263 Jumlah 12.776 1,651 20. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR 2005 2004 Sewa 155.197 - Gaji, Tunjangan dan Kesejahteraan Karyawan 68.038 302 Pemasaran dan Perlengkapan 24.890 - Listrik dan Energi 21.649 - Asuransi 19.777 - Pemeliharaan dan Jasa 15.353 52.593 Bunga 14.124 7.946 Honorarium Arsip Manajemen 3.050 2.579 Honorarium Tenaga Ahli 2.653 199 Lain-lain 42.302 321 Jumlah 367.033 63.940
  • 47. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 45 20. BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR (lanjutan) Pada tahun 2005, beban sewa masih harus dibayar termasuk sebesar Rp 91.537 berasal dari MPP, perusahaan anak, yang merupakan selisih antara nilai tukar tetap dengan nilai tukar pada tanggal neraca yang digunakan untuk mengkoversi sewa dalam dolar Amerka Serikat ke Rupiah. Penggunaan nilai tukar tetap masih dinegosiasikan dengan pemilik bangunan oleh MPP. 21. HUTANG OBLIGASI 2005 2004 Obligasi I Matahari Tahun 2002 dengan Tingkat Bunga Tetap 450.000 - Obligasi II Matahari Tahun 2004 dengan Tingkat Bunga Tetap 300.000 - Obligasi Syariah Ijarah I Matahari Tahun 2004 150.000 - Nilai Nominal 900.000 - Obligasi Diperoleh Kembali ( 54.000) - Saldo 846.000 - Beban Emisi Obligasi yang Belum Diamortisasi ( 22.225) - Bersih 823.775 - Hutang obligasi merupakan hutang yang dimiliki oleh MPP, perusahaan anak, yang terdiri dari: a. Obligasi I Matahari Tahun 2002 dengan Tingkat Bunga Tetap Pada tanggal 25 September 2002, MPP, perusahaan anak, menerbitkan Obligasi I Matahari Putra Prima Tbk Tahun 2002 dengan Tingkat Bunga Tetap (Obligasi I Matahari) dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat. Nilai nominal obligasi keseluruhan adalah Rp 450.000 dengan nilai nominal Rp 50 per lembar obligasi dan akan jatuh tempo pada tanggal 25 September 2007. Obligasi tersebut mendapat peringkat idAA- (stable outlook) berdasarkan hasil pemeringkatan yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat dari Pefindo untuk tahun 2004/2005 adalah idA+ (stable outlook). Bursa Efek Surabaya berdasarkan Surat Keputusan No. JKT-033/LIST-EMITEN/BES/IX/2002 tanggal 26 September 2002 menyetujui pencatatan obligasi tersebut di Bursa Efek Surabaya. Obligasi tersebut memiliki tingkat bunga tetap sebesar 17,875% per tahun selama 5 tahun mulai tanggal 25 September 2002. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”), bertindak selaku agen pembayaran, akan membayar bunga hutang obligasi setiap triwulan terhitung sejak tanggal 25 Desember 2002 sampai dengan tanggal 25 September 2007. Hutang obligasi dijamin dengan hak atas tanah, bangunan dan peralatan tertentu dengan nilai wajar sebesar 125% dari jumlah nilai nominal obligasi. Hasil obligasi akan digunakan untuk pembukaan toko-toko baru dan renovasi toko-toko yang telah ada, dan untuk modal kerja MPP, antara lain untuk pembelian persediaan barang dagangan.
  • 48. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 46 21. HUTANG OBLIGASI (lanjutan) a. Obligasi I Matahari Tahun 2002 dengan Tingkat Bunga Tetap (lanjutan) Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, MPP diwajibkan, antara lain, untuk memenuhipersyaratan-persyaratan tertentu, seperti memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Maret 2005, semua rasio-rasio keuangan terpenuhi. Amortisasi biaya emisi obligasi yang dibebankan pada usaha untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005 adalah sebesar Rp 776. Apabila hasil pemeringkatan tahunan obligasi mengalami penurunan menjadi di bawah peringkat idA-, MPP diwajibkan untuk menyediakan dana yang disisihkan (sinking fund) pada tahun terjadinya penurunan peringkat tersebut dan tahun-tahun berikutnya selama peringkatnya tetap di bawah idA-, dengan jumlah yang ditentukan sebagai berikut: - Tahun pertama, sebesar 10% dari jumlah nilai nominal obligasi; atau - Tahun kedua, sebesar kumulatif 15% dari jumlah nilai nominal obligasi; atau - Tahun ketiga, sebesar kumulatif 20% dari jumlah nilai nominal obligasi; atau - Tahun keempat, sebesar kumulatif 30% dari jumlah nilai nominal obligasi; atau - Tahun kelima, sebesar kumulatif 40% dari jumlah nilai nominal obligasi. b. Obligasi II Matahari Tahun 2004 dengan Tingkat Bunga Tetap dan Obligsi Syariah Ijarah I Matahari Tahun 2004: Pada tanggal 11 Mei 2004, MPP menerbitkan “Obligasi II Matahari Putra Prima Tahun 2004 dengan Tingkat Bunga Tetap” (“Obligasi II Matahari”) dan “Obligasi Syariah Ijarah I Matahari Putra Prima Tahun 2004” (“Obligasi Syariah Ijarah I Matahari”) dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat. Nilai nominal obligasi masing-masing adalah sebesar Rp 300.000 dan Rp 150.000 dengan nilai nominal Rp 50 per lembar obligasi dan akan jatuh tempo pada tanggal 11 Mei 2009. Obligasi tersebut mendapat peringkat idA+ (stable outlook) untuk Obligasi II Matahari dan idA+(sy) (stable outlook) untuk Obligasi Syariah Ijarah I. Bursa Efek Surabaya berdasarkan Surat Keputusan No. JKT-007/LIST-EMITEN/BES/V/2004 tanggal 10 Mei 2004 menyetujui pencatatan Obligasi II dan Obligasi Syariah Ijarah I MPP di Bursa Efek Surabaya. Obligasi II Matahari tersebut memiliki tingkat bunga tetap sebesar 13,8% per tahun selama 5 tahun mulai tanggal 11 Mei 2004. KSEI bertindak selaku agen pembayaran, akan membayar bunga hutang obligasi setiap triwulan terhitung sejak tanggal 11 Agustus 2004 sampai dengan 11 Mei 2009. Setiap pemegang Obligasi Syariah Ijarah I Matahari berhak mendapatkan fee Ijarah sebesar 13,8% per tahun. Fee akan dibayarkan selama 5 tahun mulai tanggal 11 Mei 2004. KSEI, bertindak selaku agen pembayaran, akan membayar fee ijarah setiap triwulan terhitung sejak tanggal 11 Agustus 2004 sampai dengan tanggal 11 Mei 2009. Hutang obligasi dijamin dengan hak atas tanah dan bangunan tertentu dengan nilai wajar sebesar 115% dari jumlah nilai nominal obligasi atau dana obligasi syariah ijarah. Hasil Obligasi II Matahari akan digunakan untuk pembukaan toko-toko baru dan renovasi toko-toko yang telah ada dan untuk modal kerja MPP, antara lain untuk pembelian persediaan barang dagangan.
  • 49. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 47 21. HUTANG OBLIGASI (lanjutan) b. Obligasi II Matahari Tahun 2004 dengan Tingkat Bunga Tetap dan Obligsi Syariah Ijarah I Matahari Tahun 2004 (lanjutan) Hasil Obligasi Syariah Ijarah I Matahari akan digunakan untuk menyewa ruang usaha yang telah ditentukan dalam Akad Wakalah Berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, MPP diwajibkan, antara lain, untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, seperti memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Maret 2005, semua rasio-rasio keuangan terpenuhi. Amortisasi biaya emisi obligasi yang dibebankan untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005 adalah sebesar Rp 877. Apabila hasil pemeringkatan tahunan obligasi mengalami penurunan menjadi di bawah peringkat idA- (untuk Obligasi II Matahari) dan idA-(sy) (untuk Obligasi Syariah Ijarah I Matahari), MPP diwajibkan untuk menyediakan dana yang disisihkan (sinking fund) pada tahun terjadinya penurunan peringkat tersebut dan tahun-tahun berikutnya selama peringkatnya masing-masing tetap di bawah idA- dan idA-(sy), dengan jumlah yang ditentukan sebagai berikut: • Tahun pertama, sebesar 10% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang; atau • Tahun kedua, sebesar kumulatif 15% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang; atau • Tahun ketiga, sebesar kumulatif 20% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang; atau • Tahun keempat, sebesar kumulatif 25% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang; atau • Tahun kelima, sebesar kumulatif 30% dari jumlah nilai nominal Obligasi II Matahari atau dana Obligasi Syariah Ijarah I Matahari terhutang. 22. PINJAMAN JANGKA PANJANG 2005 2004 Pinjaman bank Pihak Hubungan Istimewa PT.Bank Lippo Tbk 40.000 - Pihak Ketiga PT Bank Mandiri Tbk (termasuk 2005: USD 14,441) 221.908 252.833 PT Bank International Indonesia Tbk (2005: USD 2,957; 2004: USD 244) 28.028 2.096 PT Bank Niaga Tbk (USD 1,216) 11.529 - PT Bank Permata Tbk 7.827 - PT Bank Akita 2.390 - Sub Jumlah 311.682 254.929
  • 50. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 48 22. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) 2005 2004 Pinjaman Bukan Lembaga Keuangan Eastbourne Worlwide Ltd 47.082 47.082 Jumlah 358.764 302.011 Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun Pinjaman Bank PT Bank Mandiri Tbk (termasuk USD 3,761) 57.314 39.000 PT Bank International Indonesia Tbk (2005: USD 1,160; 2004: USD 244) 10.995 2.096 PT Bank Niaga Tbk (2005: USD 503) 4.771 - PT Bank Permata Tbk 3.131 - PT Bank Akita 478 - Sub Jumlah 76.689 41.096 Pinjaman Bukan Lembaga Keuangan Eastbourne Worlwide Ltd - 4.708 Jumlah 76.689 45.804 Bagian Jangka Panjang 282.075 256.207 Pada bulan Maret 2005, Perusahaan memperoleh pinjaman modal kerja dari PT Bank Lippo Tbk berupa fasilitas pinjaman tetap (Fixed Loan on Demand) dengan jumlah maksimum sebesar Rp 55.000 dan jangka waktu 24 bulan. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 14% per tahun dan dijamin dengan gadai saham sebanyak 15,5 juta saham PT Matahari Putra Prima Tbk milik Perusahaan, piutang usaha dan persediaan milik Perusahaan. Perusahaan mengadakan perjanjian pinjaman dengan PT Bank Mandiri Tbk tanggal 23 Agustus 2003, yang telah diperbaharui tanggal 7 Oktober 2003 dengan jumlah maksimum fasilitas kredit sebesar Rp 260.333. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 14,25% pada tahun 2005 dan sebesar 16% pada tahun 2004. Berdasarkan perjanjian, pinjaman terdiri dari 2 (dua) fasilitas sebagai berikut : a) Kredit Investasi I dengan jumlah maksimal sebesar Rp 154.533 yang digunakan untuk mengambil alih pinjaman yang diperoleh dari : - PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebesar Rp 50.000; - PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp 50.000; - PT Bank Mayapada International Tbk sebesar Rp 5.000; - PT Bank Niaga Tbk sebesar Rp 23.600; - PT Bank Lippo Tbk sebesar Rp 24.500; dan - PT Bank Permata Tbk sebesar Rp 1.400. b) Kredit Investasi II dengan jumlah maksimal Rp 105.800 yang digunakan untuk mengambil alih pinjaman yang diperoleh dari Japan Asia Investment Corporation (JAIC) sebesar Rp 105.850.
  • 51. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 49 22. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Kemudian berdasarkan perjanjian kredit tanggal 13 Juli 2004, PT Bank Mandiri Tbk menyetujui untuk mengkonversi sisa Kredit Investasi I menjadi Rp 100.000 dan USD 5,559; dan sisa Kredit Investasi II menjadi USD 11,422. Pinjaman dalam Rupiah dikenakan tingkat bunga sebesar 14,25% per tahun dan pinjaman dalam Dolar AS dikenakan tingkat bunga sebesar 9,5% per tahun. Seluruh pinjaman ini akan jatuh tempo pada tahun 2008 dengan pembayaran triwulan sebesar jumlah tertentu, yaitu sebagai berikut: Jumlah Rp 2005 42.340 2006 65.045 2007 71.140 2008 43.383 Jumlah 221.908 Pinjaman ini dijamin dengan saham PT Matahari Putra Prima Tbk milik Perusahaan (lihat Catatan 10.f), investasi saham PT Broadband Multimedia Tbk milik RPK, perusahaan anak, dan milik AcrossAsia Ltd (dahulu AcrossAsia Multimedia Ltd), pemegang saham mayoritas (lihat Catatan 10.a), investasi jangka panjang dalam properti milik Perusahaan dan perusahaan anak (lihat Catatan 11.b) dan aktiva tetap milik Perusahaan dan perusahaan anak (lihat Catatan 12). Pinjaman ini juga terkait dengan jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek yang diperoleh Perusahaan dari PT Bank Mandiri Tbk (lihat Catatan 15). Pinjaman dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk, PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Permata Tbk merupakan pinjaman yang digunakan Perusahaan untuk membiayai pembelian persediaan yang telah disetujui oleh pihak bank (kontrak penjualan). Mayoritas pembelian persediaan dari kontrak penjualan yang dibiayai berasal dari PT IBM Indonesia. Setiap pinjaman untuk kontrak penjualan ini jatuh tempo sesuai dengan janka waktu kontrak penjualan yang dibiayai tersebut. Pinjaman yang digunakan untuk kontrak penjualan yang berjangka waktu lebih dari 1(satu) tahun terdiri dari: - Pinjaman dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) akan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 20 April 2007, 28 Agustus 2007 dan 30 Maret 2008. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 6% pada tahun 2005 dan 2004. Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha dan persediaan yang dibeli dari pinjaman ini dengan nilai minimum 125% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9). - Pinjaman dari PT Bank Niaga Tbk memiliki saldo pinjaman sebesar USD 1,216 dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Agustus 2007. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 6% pada tahun 2005. Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha dengan nilai maksimum 125% dari fasilitas pinjaman dan persediaan yang dibiayai dari pinjaman ini dengan nilai minimum 110% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9). - Pinjaman dari PT Bank Permata Tbk memiliki jumlah maksimum kredit sebesar USD 1,500 (lihat Catatan 14). Pada tanggal 31 Maret 2005 fasilitas ini telah digunakan sebesar Rp 7.827 untuk membiayai proyek yang akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2007. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 7% untuk pinjaman dalam Dolar AS dan 14% untuk pinjaman dalam Rupiah pada tahun 2005. Pinjaman ini dijamin dengan rekening escrow Perusahaan, piutang usaha dengan nilai minimum 150% dari fasilitas pinjaman dan persediaan yang dibeli dari pinjaman ini dengan nilai minimum 125% dari fasilitas pinjaman (lihat Catatan 5, 7 dan 9).
  • 52. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 50 22. PINJAMAN JANGKA PANJANG (lanjutan) Pada tahun 2004, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman investasi angsuran dari PT Bank Akita sebesar Rp 2.750. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 11% dan akan jatuh tempo pada tanggal 6 Mei 2009. Pinjaman ini dijamin dengan perangkat IBM yang dibiayai dan piutang usaha (lihat Catatan 12 dan 7). Pinjaman dari Eastbourne Worldwide Ltd berasal dari pengalihan hutang dari Japan Asia Investment Corporation (JAIC). Pada tahun 2003, akun ini merupakan sisa pokok dan bunga masih harus dibayar sebesar Rp 58.853 kepada JAIC yang berasal dari restrukturisasi hutang PT Multipolar Perkasa (perusahaan anak yang sudah dilepas di tahun 1999) ke PT Bank Indonesia Raya Tbk (sudah dilikuidasi). Pada Desember 2003, JAIC mengalihkan seluruh kewajiban ini kepada Eastbourne Worldwide Ltd. Pada bulan yang sama Perusahaan berhasil merestrukturisasi hutang tersebut sebesar Rp 11.771 yang dicatat sebagai pendapatan luar biasa di Desember 2003. Pada tanggal 5 Desember 2004, Eastbourne Worldwide Ltd menyetujui restrukturisasi hutang pokok dan bunga pinjaman Perusahaan. Pinjaman ini terhutang dalam 3 (tiga) kali pembayaran yaitu: Rp 23 Desember 2006 7,062 23 Desember 2007 7,062 23 Desember 2008 32,958 Jumlah 47,082 Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga 3 bulanan SBI ditambah 2%. Berdasarkan perjanjian, Perusahaan dilarang menjaminkan kepada pihak lain (negative pledge) atas saham MPP milik Perusahaan sebesar Rp 30.000 dan atas saham BM milik AcrossAsia Limited (dahulu AcrossAsia Multimedia Ltd), pemegang saham Perusahaan sebesar Rp 60.000 (lihat Catatan 10.f). Perjanjian-perjanjian pinjaman tersebut di atas mensyaratkan, antara lain bahwa Perusahaan dan perusahaan anak tidak diperkenankan, kecuali dengan persetujuan dari kreditur, menggunakan fasilitas di luar tujuan penggunaan kredit, memperoleh kredit/pinjaman baru dalam bentuk apapun dari pihak lain, baik untuk modal kerja ataupun investasi kecuali dalam rangka transaksi dagang yang lazim, mengikatkan diri sebagai jaminan hutang atau menjaminkan sebagian besar atau seluruh harta kekayaan Perusahaan kepada pihak lain, melakukan kegiatan investasi yang lebih dari 20% dari total aktiva, memberikan pinjaman baru kepada siapapun juga termasuk pemegang saham kecuali dalam rangka kegiatan usaha normal, menjual atau memindahtangankan dengan cara apapun atau melepaskan sebagian atau seluruh harta debitur yang merupakan jaminan, menyerahkan sebagian atau seluruh hak dan atau kewajiban Perusahaan, melakukan merger dan menyajikan permohonan dan atau menyuruh pihak lain menyajikan permohonan kepada pengadilan untuk dinyatakan pailit atau penundaan pembayaran hutang. Pada tanggal 31 Maret 2005, Perusahaan dan perusahaan anak telah memenuhi seluruh persyaratan yang terdapat dalam perjanjian pinjaman.
  • 53. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 51 23. HUTANG KEPADA BUKAN LEMBAGA KEUANGAN Hutang Kepada Bukan Lembaga Keuangan per 31 Maret 2005 merupakan hutang sewa toko oleh MPP, perusahaan anak, yang terdiri dari: Jumlah PT Trikaya Idea Sakti 11.438 PT Griya Mentari Dewata 7.350 PT Matahari Mas Sejahtera 4.950 PT Bogor Internusa Graha Hotel (USD 429) 4.069 Lain-lain (termasuk USD 65) 617 Jumlah 28.424 Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun PT Griya Mentari Dewata 7.350 PT Matahari Mas Sejahtera 4.950 Lainnya (termasuk USD 65) 617 Jumlah 12.917 Bagian Jangka Panjang 15.507 MPP, perusahaan anak, menghentikan pembayaran hutang untuk toko-toko yang terbakar. Pembayaran akan dilanjutkan pada saat toko tersebut dibuka kembali. 24. MODAL SAHAM Susunan pemegang saham Perusahaan per 31 Maret 2005 dan 2004 adalah sebagai berikut : 2005 Persentase Pemegang Saham Jumlah Saham Pemilikan (%) Jumlah AcrossAsia Ltd. (d/h AcrossAsia Multimedia Ltd.) 938.328.300 50,13 469.164 Manajemen Jeffrey Koes Wonsono 112.000 0,01 56 Antonius Agus Susanto 400 0,00 0 Lain-lain (masing-masing di bawah 5% pemilikan) 933.327.300 49,86 466.664 Jumlah 1.871.768.000 100,00 935.884
  • 54. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 52 24. MODAL SAHAM (lanjutan) 2004 Persentase Pemegang Saham Jumlah Saham Pemilikan (%) Jumlah AcrossAsia Ltd. (d/h AcrossAsia Multimedia Ltd.) 938.328.300 50,13 469.164 Manajemen Jeffrey Koes Wonsono 112.000 0,01 56 Billy Sindoro 7.500 0.00 3 Antonius Agus Susanto 400 0,00 - Jenny Kuistono 200 0.00 - Lain-lain (masing-masing di bawah 5% pemilikan) 933.319.600 49,86 466.661 Jumlah 1.871.768.000 100,00 935.884 25. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH Jumlah Agio Saham yang Timbul dari: - Penerbitan Saham Melalui Penawaran Umum Terbatas II dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu 32.613 - Penerbitan Saham di Luar Penawaran Umum Terbatas 33.375 Pengumuman dividen saham (22.856) Beban emisi saham (10.819) Jumlah 32.313 26. TRANSAKSI PERUBAHAN EKUITAS PERUSAHAAN ANAK/PERUSAHAAN ASOSIASI 2005 2004 PT Reksa Puspita Karya Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali (6.553) (6.553) Transaksi Perubahan Ekuitas NGT, Perusahaan Asosiasi (701) (701) Sub Jumlah (7.254) (7.254) PT Matahari Putra Prima Tbk Rugi yang Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual - (15.606) Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak 4.583 1.597 Sub Jumlah 4.583 (14.009) Jumlah (2.671) (21.263)
  • 55. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 53 27. PENJUALAN BERSIH, PENDAPATAN JASA DAN USAHA LAINNYA a. Penjualan bersih, pendapatan jasa dan usaha lainnya diperoleh dari para pelanggan sebagai berikut : Jumlah Persentase terhadap Jumlah Penjualan (%) 2005 2004 2005 2004 Pihak hubungan istimewa (lihat juga Catatan 32) 25.622 15.989 2,00 10,85 Pihak ketiga 1.436.803 131.360 98,00 89,15 Jumlah 1.462.425 147.349 100,00 100,00 b. Rincian penjualan menurut produk dan jasa adalah sebagai berikut : 2005 2004 Eceran dan Distribusi 1.326.281 - Teknologi Informasi Perangkat Keras dan Perangkat Pendukungnya 92.824 118.289 Perangkat Lunak 8.275 9.515 Jasa Lainnya 30.667 18.754 Sub Jumlah 131.766 146.558 Administrasi Saham dan Jasa Lainnya 4.378 791 Jumlah 1.462.425 147.349 Penjualan eceran dan distribusi merupakan hasil penjualan dari toko-toko MPP, perusahaan anak, termasuk Matahari Super Ekonomi dan pusat hiburan keluarga yang dikenal sebagai Time Zone. Toko- toko tersebut berlokasi di 37 kota di Indonesia. Untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005, penjualan konsinyasi MPP, perusahaan anak, berjumlah sebesar Rp 496.495, dan beban terkait yang dibayarkan kepada pemilik (consignor) sebesar Rp 347.266.
  • 56. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 54 28. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN JASA Rincian beban pokok penjualan dan jasa menurut produk dan jasa terdiri dari: 2005 2004 Eceran dan Distribusi 929.678 - Teknologi Informatika Perangkat Keras dan Perangkat Pendukungnya 79.810 102.503 Perangkat Lunak 7.465 7.971 Jasa Lainnya 19.754 8.899 Sub Jumlah 107.029 119.373 Administrasi Saham dan Jasa Lainnya - 381 Jumlah 1.036.707 119.754 29. BEBAN USAHA 2005 2004 (Disajikan Kembali) Penjualan Sewa – Bersih (setelah dikurangi pendapatan sewa sebesar Rp 3.789 pada tahun 2005) 103.340 516 Pemasaran 33.572 5 Perlengkapan 10.838 80 Kartu kredit 5.230 - Lain-lain 2.364 1.692 Sub Jumlah 155.344 2.293 Umum dan Administrasi Gaji, Tunjangan dan Kesejahteraan Karyawan 107.174 3.298 Penyusutan (lihat juga Catatan 10) 45.809 2.550 Listrik dan Energi 33.187 188 Honorarium Tenaga Ahli 8.474 894 Pajak dan Perijinan 5.152 75 Perjalanan dan Transportasi 6.418 279 Asuransi 8.969 3 Telepon, Faksimili dan Benda Pos 4.529 237 Pemeliharaan dan Perbaikan 3.009 37 Lain-lain 15.978 2.095 Sub Jumlah 238.699 9.656 Jumlah Beban Usaha 394.043 11.949
  • 57. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 55 30. MANFAAT PENSIUN Perusahaan dan perusahaan anak tertentu menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap yang ingin berpartisipasi. Program pensiun ini dikelola oleh PT Asuransi AIG Life, pihak hubungan istimewa. Dana pensiun terdiri dari kontribusi karyawan sebesar 3% dari gaji pokok tahunan, sedangkan Perusahaan dan perusahaan anak memberikan kontribusi sebesar 5% dari gaji tahunan karyawan yang bersangkutan. Perusahaan dan perusahaan anak juga membentuk cadangan untuk kesejahteraan karyawan berdasarkan Undang-undang Negara Republik Indonesia No. 13 tahun 2003 mengenai tenaga kerja. Cadangan yang belum tercakup dalam dana pensiun Perusahaan dan perusahaan anak tersebut di atas, disajikan dalam neraca konsolidasi sebagai “Hutang Jangka Panjang Lainnya” (lihat Catatan 22). 31. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Maret 2005, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing adalah sebagai berikut : Mata Uang Asing Setara Rupiah Aktiva Kas dan setara kas USD 902 8.552 Euro 209 2.566 Investasi jangka pendek USD 4.090 38.773 Piutang Usaha Pihak Hubungan Istimewa USD 3.466 32.861 Pihak Ketiga USD 3.496 33.143 Lain-lain USD 109 1.030 Aktiva Lancar Lainnya – Uang Muka USD 2.179 20.652 Aktiva Tidak Lancar Lainnya – Uang Jaminan dan Piutang Jangka Panjang USD 2.586 24.513 Jumlah Aktiva 162.090 Kewajiban Pinjaman Jangka Pendek USD 3.068 29.083 Surat Promes USD 1.390 13.173 Hutang USD 1.544 14.634 Beban masih harus dibayar USD 9.932 94.160 Kewajiban Lancar Lainnya – Uang Muka Pelanggan USD 254 2.411 Hutang Jangka Panjang USD 19.108 181.142 Jumlah Kewajiban 334.603 Kewajiban Bersih dalam Mata Uang Asing (172.513 )
  • 58. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 56 32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan perusahaan anak melakukan transaksi dengan pihak- pihak hubungan istimewa, yang terutama terdiri dari penjualan, penyediaan jasa dan sewa ruang yang dilakukan atas dasar yang sama dengan pihak ketiga (arm’s length basis), dan uang muka antar perusahaan. Rincian akun dan transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa adalah sebagai berikut : Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/ Kewajiban/Pendapatan dan Jumlah Beban yang Bersangkutan 2005 2004 2005 2004 (Disajikan Kembali) (Disajikan Kembali) Rp Rp % % Kas dan setara kas PT Bank Lippo Tbk 42.952 12.762 0,91 0,77 InvestasiJangkaPendek PT Lippo Karawaci Tbk 71.981 - 1,53 - PT Ciptadana Sekuritas 62.826 - 1,34 - Indonesian Investment Fund Ltd. 19.350 - 0,41 - PT Ciptadana Asset Management 7.912 - 0,17 - PT Bank Lippo Tbk 734 534 0,02 0,03 Lain-lain 259 252 0,01 0,02 Jumlah 163.062 786 3,48 0,05 Piutang Usaha PT Bank Lippo Tbk 21.650 13.770 0,46 0,83 PT Link Net 14.829 11.834 0,32 0,72 PT Broadband Multimedia Tbk 9.960 10.043 0,21 0,61 PT Natrindo Telepon Seluler 4.430 4.318 0,09 0,26 Lain-lain 904 1.012 0,02 0,06 Sub Jumlah 51.773 40.977 1,10 2,48 Lain-lain 82 1.404 0,00 0,09 Jumlah 51.855 42.381 1,10 2,57 Piutang hubungan istimewa PT Lippo Sekurities Tbk 20.951 - 0,45 - Karyawan 9.008 - 0,19 - PT Natrindo Telepon Selular 2.125 1.710 0,04 0,10 PT Sarana Karya Cemerlang 1.600 - 0,03 - PT Inti Mitratama Abadi 1.035 978 0,02 0,06 Lain-lain 857 105 0,02 0,01 Jumlah 35.576 2.793 0,75 0,17 Investasi pada Perusahaan Asosiasi PT Broadband Multimedia Tbk 47.617 39.429 1,01 2,39 PT Bintang Sidoraya 21.219 - 0,45 - PT Matahari Leisure 11.318 - 0,24 - PT Tason Mitra Prima 3.395 - 0,07 - PT Sarana Karya Cemerlang 400 - 0,02 - PT Matahari Putra Prima Tbk - 1.005.573 - 60,86 PT Multifiling Mitra Indonesia - 10.710 - 0,65 PT Natrindo Global Telekomunikasi - 9 - 0,00 Jumlah 83.949 1.055.721 1,79 63,90
  • 59. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 57 32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/ Kewajiban/Pendapatan dan Jumlah Beban yang Bersangkutan 2005 2004 2005 2004 (Disajikan Kembali) (Disajikan Kembali) Rp Rp % % Investasi jangka panjang lainnya Investasi pada: BignoXX.com (CI) Limited 84.050 - 1,79 - PT Aneka Tirta Nusa 13.737 - 0,29 - PT Matahari Courts Tbk 4.251 - 0,09 - PT Lippo Karawaci Tbk 1.620 1.500 0,03 0,09 PT Asianet Multimedia 507 507 0,01 0,03 PT Multipolar Telemedia 250 250 0,01 0,01 PT Lippo On Line 125 125 0,00 0,00 PT Natrindo Telepon Seluler - 7.757 - 0,47 PT Natrindo Kartu Panggil 0 0 0,00 0,00 Sub Jumlah 104.540 10.139 2,22 0,61 Uang Muka Investasi pada: PT Air Pasifik Utama 34.975 - 0,75 - PT Asianet Multimedia 27.943 27.943 0,59 1,69 PT Lippo On Line 124 124 0,00 0,01 PT Natrindo Telepon Seluler - 179 - 0,01 Sub Jumlah 63.042 28.246 1,34 1,71 Jumlah 167.582 38.385 3,56 2,32 Aktiva Tidak Lancar Lainnya Uang Jaminan – Lainnya 385 15 0,01 0,00 Pinjaman Jangka Pendek Fasilitas margin – PT Ciptadana Sekuritas 15.300 - 3,3 - Hutang Usaha 373 793 0,01 0,05 Lain-lain 44 108 0,00 0,01 Jumlah 417 901 0,01 0,06 Beban masih harus dibayar PT Multifiling Mitra Indonesia - 2.579 - 0,16 PT Satriajati Patria Luhur - 773 - 0,04 Jumlah - 3.352 - 0,20 Kewajiban lancar lainnya Uang muka pelanggan PT Broadband Multimedia Tbk 250 1.825 0,01 0,11 PT Matahari Putra Prima Tbk - 10.472 - 0,63 Lain-lain 2 88 0,00 0,01 Sub Jumlah 252 12.385 0,01 0,75 Pendapatan jasa diterima di muka PT Bank Lippo Tbk 2.213 1.078 0,05 0,07 Lain-lain - 767 - 0,04 Sub Jumlah 2.213 1.845 0,05 0,11 Jumlah 2.465 14.230 0,06 0,86
  • 60. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 58 32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/ Kewajiban/Pendapatan dan Jumlah Beban yang Bersangkutan 2005 2004 2005 2004 (Disajikan Kembali) (Disajikan Kembali) Rp Rp % % Hutang hubungan istimewa - PT Bintang Sidoraya 1.702 - 0,04 - Royalti – Avel Pty. Limited, Australia 1.093 - 0,02 - Lain-lain 14 505 0,00 0,03 Jumlah 2.809 505 0,06 0,03 Surat Promes Individu (PT Ciptadana Sekuritas, pengelola) 59.114 - 1,26 - PT Link Net 15.450 15.450 0,33 0,93 PT Satriajati Patria Luhur 2.100 2.100 0,04 0,13 Jumlah 76.664 17.550 1,63 1,07 Hutang jangka panjang lainnya - PT Multifiling Mitra Indonesia - 572 - 0,03 Penjualan bersih, pendapatan jasa dan usaha lainnya PT Bank Lippo Tbk 24.842 13.802 1,70 9,37 Lain-lain 777 2.187 0,05 1,48 Jumlah 25.619 15.989 1,75 10,85 Beban pokok penjualan dan jasa - PT Multifiling Mitra Indonesia - 100 - 0,08 Beban sewa PT Matahari Putra Prima Tbk - 786 - 43,98 Lainnya 907 - 0,87 - Jumlah 907 786 0,87 43,98 Beban Pemasaran Avel Pty. Limited, Australia 2.019 - 6,01 - Honorarium arsip manajemen 123 137 52,34 61,21 Beban telepon, faksimili dan benda pos 109 100 2,33 27,94 Beban asuransi 510 45 5,61 65,80 Penghasilan bunga PT Ciptadana Sekuritas 3.154 - 21,21 - Lain-lain 676 28 4,55 2,42 Jumlah 3.830 28 25,76 2,42 Beban bank 30 - 0,06 -
  • 61. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 59 32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Persentase Terhadap Jumlah Aktiva/ Kewajiban/Pendapatan dan Jumlah Beban yang Bersangkutan 2005 2004 2005 2004 (Disajikan Kembali) (Disajikan Kembali) Rp Rp % % Bagian laba (rugi) bersih perusahaan asosiasi PT Matahari Leisure (ML) 2.471 - 100,20 - PT Broadband Multimedia Tbk (5 ) (112 ) (0,20) (5,67) PT Matahari Putra Prima Tbk - (2.859 ) - (144,83) PT Multifiling Mitra Indonesia - 1.073 - 54,35 PT Natrindo Global Telekomunikasi - (75 ) - (3,85) Bersih 2.466 (1.973 ) 100,00 100.00 Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa adalah sebagai berikut : Perusahaan Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi PT AON Indonesia Afiliasi Beban asuransi PT Aryaduta Hotels Tbk Afiliasi Penjualan PT Asianet Multimedia Afiliasi Piutang usaha, uang muka antar perusahaan, investasi jangka panjang lainnya dan penjualan PT Asuransi AIG Lippo Life Afiliasi Piutang usaha, penjualan dan premi dana pensiun PT Asuransi Jiwa Lippo Utama Afiliasi Penjualan PT Avel Pty. Limited, Australia Afiliasi Hutang royalty dan pembayaran untuk beban promosi PT Bintang Sidoraya Asosiasi Penyertaan saham dan hutang antar perusahaan PT Bank Lippo Tbk Afiliasi Rekening koran, deposito berjangka, surat berharga, piutang usaha, biaya dibayar di muka, uang jaminan, pinjaman bank, uang muka pelanggan, beban masih harus dibayar, pendapatan jasa diterima di muka, penjualan, honorarium arsip manajemen, penghasilan bunga, dan beban bunga dan beban pendanaan lainnya PT Broadband Multimedia Tbk Afiliasi Surat berharga, piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi jangka panjang lainnya, uang muka pelanggan, penjualan, beban telepon PT Bukit Sentul Tbk Afiliasi Piutang usaha PT Ciptadana Sekuritas Afiliasi Investasi pada dana yang dikelola, pembukaan rekening koran, piutang usaha, uang muka pelanggan, honorarium arsip manajemen dan penjualan PT Ciptadana Asset Management Afiliasi Investasi reksa dana Indonesian Investment Fund Ltd. Afiliasi Investasi reksa dana PT Inti Mitratama Abadi Afiliasi Piutang usaha, uang muka antar perusahaan, penjualan dan pendapatan lain-lain PT Link Net Afiliasi Piutang usaha, biaya dibayar di muka, uang muka/pinjaman antar perusahaan, perolehan aktiva tetap, surat promes, penjualan, beban sewa, dan beban telepon PT Lippo Cikarang Tbk Afiliasi Penjualan PT Lippo E-Net Tbk Afiliasi Piutang usaha, pendapatan jasa diterima di muka dan penjualan
  • 62. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 60 32. AKUN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan) Perusahaan Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi PT Lippo General Insurance Tbk Afiliasi Piutang usaha, biaya dibayar di muka, pendapatan jasa diterima di muka, penjualan dan beban asuransi PT Lippo Karawaci Tbk Afiliasi Surat berharga, piutang usaha, investasi jangka panjang lainnya, uang jaminan, pendapatan jasa diterima di muka dan penjualan PT Lippo Land Development Tbk Afiliasi Surat berharga, perolehan investasi dalam properti, uang muka pembelian aktiva tetap dan penjualan PT Lippo On Line Afiliasi Piutang usaha dan investasi jangka panjang lainnya PT Lippo Securities Tbk Afiliasi Surat berharga, piutang usaha, piutang antar perusahaan, pendapatan jasa diterima di muka, penjualan dan honorarium arsip manajemen PT Matahari Courts Tbk (perusahaan asosiasi MPP) Asosiasi Penyertaan saham dan pendapatan bunga PT Matahari Leisure Asosiasi Penyertaan saham dan uang jaminan PT Matahari Putra Prima Tbk Asosiasi Surat berharga, piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi pada perusahaan asosiasi, beban masih harus dibayar, pendapatan jasa diterima di muka, penjualan, beban sewa, dan bagian laba bersih perusahaan asosiasi PT Multifiling Mitra Indonesia Asosiasi Piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi pada perusahaan asosiasi, uang jaminan, beban masih harus dibayar, hutang jangka panjang lainnya, penjualan, beban sewa, honorarium arsip manajemen, beban alat tulis dan perlengkapan kantor dan bagian laba bersih perusahaan asosiasi PT Multimedia Netlink Afiliasi Piutang usaha dan penjualan PT Multipolar Telemedia Afiliasi Uang muka/pinjaman antar perusahaan dan investasi jangka panjang lainnya PT Natrindo Global Telekomunikasi Asosiasi Piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi pada perusahaan asosiasi, penjualan dan bagian rugi bersih perusahaan asosiasi PT Natrindo Kartu Panggil Afiliasi Piutang usaha, uang muka/pinjaman antar perusahaan, investasi jangka panjang lainnya, hutang usaha, penjualan, dan beban telepon, faksimili dan benda pos PT Natrindo Telepon Seluler Asosiasi Piutang usaha, uang mukapinjaman antar perusahaan, investasi jangka panjang lainnya, uang muka pelanggan dan penjualan PT Pacific Utama Tbk Afiliasi Penjualan PT Satriajati Patria Luhur Afiliasi Perolehan aktiva tetap, surat promes, hutang jangka panjang lainnya, dan beban bunga dan beban pendanaan lainnya PT Tason Mitra Prima Asosiasi Penyertaan saham PT Tirta Mandiri Sejahtera Asosiasi Investasi pada perusahaan asosiasi AcrossAsia Ltd (d/h AcrossAsia Multimedia Ltd.) Pemegang saham Uang muka antar perusahaan dan penjamin pinjaman bank Perusahaan Komisaris dan direktur Karyawan perusahaan Pinjaman karyawan, dan gaji, tunjangan dan kesejahteraan karyawan
  • 63. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 61 33. PERJANJIAN DAN KOMITMEN LAINNYA a. Pada tanggal 18 Mei 1994, Perusahaan mengadakan perjanjian izin distribusi dengan BankVision Software Ltd. (BV), Amerika Serikat, yang kemudian diubah dengan perjanjian tanggal 28 November 1997, dimana Perusahaan mendapat hak istimewa untuk menjual dan mendistribusikan produk dengan merek dagang BV. Sebagaimana telah disetujui oleh kedua belah pihak, Perusahaan membayar BV sebesar USD 250 dalam sekali pembayaran sebagai imbalan untuk seluruh hak istimewa dan izin tersebut. Perjanjian yang telah diubah tersebut berlaku selama 99 tahun. b. Pada tahun 1997, MPP, perusahaan anak, menandatangani sebuah perjanjian dengan PT Permana Indoasri Nusantara (PIN), dimana PIN mendapat hak untuk memasarkan dan menyewa ruangan toko MPP yang berlokasi di Serang, Sukabumi, Cianjur dan Karawang. Perjanjian ini berlaku sampai tiga bulan setelah pembukaan mal di mana ruangan toko tersebut berada. Sampai dengan 31 Maret 2005, hanya mal di Karawang yang telah dioperasikan. c. Pada bulan Maret 2001, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan PT Citraciti Pacific untuk menyewa ruangan toko seluas 11.000 m2 di Pekanbaru. Periode sewa adalah selama 20 tahun yang terbagi menjadi empat periode masing-masing 5 tahun, dan dimulai 4 bulan setelah searah terima ruangan toko kepada MPP. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa menyewa, MPP memberikan jaminan sewa sebesar Rp 3.795 dan uang muka sebesar Rp 5.795, yang masing-masing disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) dan Uang Muka per 31 Maret 2005. Toko tersebut belum dibuka per 31 Maret 2005. d. Pada tanggal 8 Maret 2001, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian lisensi dengan IGA, Inc. (IGA), dimana IGA memberikan wewenang dan lisensi kepada MPP untuk menggunakan merk dagang IGA (1) untuk mengidentifikasi MPP sebagai salah satu anggota IGA, (2) untuk distribusi dan pemasaran produk dengan standar kualifikasi yang ditetapkan oleh IGA, hanya di toko MPP, dan menyediakan pelayanan sesuai dengan sistem IGA pada toko tersebut, dan (3) sehubungan dengan pengadaan dan pemberian label pada produk dengan standar kualitas yang ditetapkan oleh IGA. Pada tanggal yang sama, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan IGA untukmemperoleh pelayanan dan dukungan dari IGA, termasuk pengarahan dan konsultasi, bantuan hubungan masyarakat internasional dan kehadiran pada peristiwa penting. e. Pada bulan Juli 2001, MPP, perusahaan anak, menandatangi perjanjian sewa menyewa dengan PT Benteng Teguh Perkasa untuk menyewa ruangan toko dengan luas 9.800 m2 untuk periode 20 tahun di Kramat Jati – Jakarta, dengan jumalh harga sewa sebesar Rp 75.100. Periode sewa dimulai pada bulan November 2004. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa menyewa, MPP memberikan uang muka. Saldo uang muka sewa per tanggal 31 Maret 2005 adalah sebesar Rp 23.581 dan disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar lainnya (Sewa Jangka Panjang). Per 31 Maret 2005, MPP masih dalam proses negosiasi dengan pemilik bangunan untuk mengubah masa sewa dari 20 tahun menjadi 11 tahun.
  • 64. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 62 33. PERJANJIAN DAN KOMITMEN LAINNYA (lanjutan) f. Pada bulan Juni 2002, MPP, perusahaan anak, menandatangani property agency agreement dengan PT Dwimustika Mas (DM) selaku penerima hak (franchisee) dari Coldwell Banker USA, untuk membantu MPP dalam melakukan studi kelayakan dan mengidentifikasi lokasi baru yang berpotensi untuk pengembangan toko di masa yang akan datang. Berdasarkan surat penawaran dari PT DM, pada bulan Desember 2002, MPP setuju untuk membeli ruangan toko dengan luas 12.000 m2, berlokasi di Depok dengan harga beli sebesar Rp 90.000. Pada bulan Februari 2004, MPP menandatangani perjanjian jual beli tambahan ruangan toko seluas 1.045 m2 dengan harga beli sebesar Rp 9.405. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian jual beli atas pembelian tambahan ruangan toko tersebut, MPP memberikan uang muka sebesar Rp 98.405, per 31 Maret 2005 disajikan sebagai bagian dari “Uang Muka Pembelian Aktiva Tetap“. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka. Berdasarkan surat penawaran dari PT DM, pada bulan Desember 2004, MPP setuju untuk membeli ruangan toko dengan luas 19.400 m2, yang berlokasi di Jakarta dengan harga beli sebesar Rp 206.150. Per 31 Maret 2005, MPP telah memberikan uang muka sebesar Rp 175.228 yang disajikan sebagai bagian dari “Uang Muka Pembelian Aktiva Tetap“. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka. g. Pada tanggal 27 Desember 2002, MPP, perusahaan anak, menandatangani Management Agreement dengan PT Matahari Graha Fantasi (MGF), perusahaan anak MPP, di mana MPP setuju untuk memberikan jasa konsultasi manajemen kepada MGF. Sebagai kompensasinya, MPP mendapat jasa manajemen tahunan, yang dihitung dengan persentase tertentu dari pendapatan kotor MGF. Kesepakatan ini berlaku selama 12 tahun terhitung mulai 1 Januari 2003. Pendapatan dan biaya manajemen sebesar Rp 859 untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005 telah dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian. h. Pada bulan Januari 2003, MGF, menandatangani Business System License Agreement dengan Avel Pty. Limited, Australia (lisensor) di mana lisensor memberikan kepada MGF hak eksklusif untuk menggunakan Timezone Business System di Indonesia. Sebagai kompensasinya, lisensor mendapat royalti tahunan, yang dihitung dengan persentase tertentu dari pendapatan kotor MGF. Kesepakatan ini berlaku selama 12 tahun terhitung mulai 1 Januari 2003. Beban royalti dibebankan pada usaha periode berjalan sebagai bagian dari “Beban Penjualan“ (Pemasaran) sebesar Rp 2.019 untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2005. i. Pada bulan Februari 2003, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan PT Margamas Indah Development untuk menyewa ruangan toko sementara seluas 4.500 m2 dan ruangan toko permanen seluas 14.100 m2 di Makassar. Masa sewa ruangan toko sementara adalah selama 11 tahun atau akan berakhir setelah pembangunan ruangan toko permanen selesai. Periode sewa ruangan toko permanen adalah selama 11 tahun dimulai pada hari pembukaan toko di ruangan permanen. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa, MPP memberikan jaminan sewa dan uang muka sewa untuk ruangan toko sementara dan permanen masing-masing sebesar Rp 1.000 dan Rp 7.900 yang disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) dan Uang Muka Sewa per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko permanen tersebut belum dibuka.
  • 65. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 63 33. PERJANJIAN DAN KOMITMEN LAINNYA (lanjutan) j. Pada tanggal 3 Juli 2003, MPP, perusahaan anak, mendapat fasilitas kredit modal kerja revolving sebesar Rp250.000 dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Fasilitas kredit tersedia sampai dengan bulan Juli 2004 dan diperpanjang sampai dengan Juli 2005. Pada tanggal 25 Juni 2004, MPP, perusahaan anak, mendapat fasilitas kredit modal kerja revolving sebesar Rp100.000 dan fasilitas transaksi valuta asing berupa Pre Settlement of Exposure on Foreign Exchange (PSE-FX)/Settlement Risk (SR) dengan jumlah maksimal PSE-FX sebesar AS$400 dan jumlah maksimum SR sebesar AS$5.000 per hari dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Fasilitas kredit tersedia sampai dengan bulan Juni 2005 Pinjaman tersebut diatas dijamin dengan persediaan dengan nilai eceran minimal sebesar 110% dari jumlah fasilitas dan bangunan tertentu. Fasilitas kredit dikenakan bunga dengan tingkat bunga mengambang berkisar antara 10,94% sampai 12% per tahun. Berdasarkan perjanjian, MPP diwajibkan untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, antara lain seperti memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Maret 2005, semua rasio-rasio keuangan tersebut terpenuhi. Per tanggal 31 Maret 2005, fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar Rp350.000 dan AS$400. k. Pada bulan Oktober 2003, MPP, perusahaan anak menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Pendopo Niaga untuk membeli ruangan toko dengan luas 11.000 m2 yang berlokasi di Malang dengan harga beli sebesar Rp 99.585. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian jual beli, MPP memberikan uang muka sebesar Rp 99.585, yang disajikan sebagai bagian dari “Uang Muka Pembelian Aktiva Tetap” per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka. l. Pada bulan Juni 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani “Open Book Master Logistic Sevices Agreement“ dengan PT. Exel Indonesia (Exel), di mana Exel setuju untuk menyediakan jasa logistik kepada MPP. MPP setuju untuk membayar kepada Exel semua biaya yang timbul selama periode penyediaan jasa tersebut yang harus disetujui semua pihak. Di samping itu, MPP akan membayar jasa manajemen dengan jumlah tertentu untuk tahun pertama. Perjanjian ini berlaku efektif sejak tanggal 1 Juli 2004 dan berakhir tanggal 1 Juni 2009. m. Pada bulan Juli 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan PT Govindo Utama untuk menyewa ruangan toko seluas 7.008 m2 di Banjarmasin. Periode sewa adalah 11 tahun terhitung sejak tanggal pembukaan toko. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian, MPP memberikan jaminan sewa sebesar Rp 630 yang disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) per 31 Maret 2005. Toko tersebut belum dibuka per 31 Maret 2005. n. Pada bulan Agustus 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan PT Donindo Menara Utama untuk menyewa ruangan toko seluas 9.000 m2 di Banjarmasin. Periode sewa adalah 11 tahun terhitung sejak tanggal pembukaan toko dan dapat diperpanjang. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa menyewa, MPP memberikan jaminan sewa menyewa sebesar Rp 1.500 yang disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum. o. Pada bulan September 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian sewa menyewa dengan PT Santosa Mitra Kalindo untuk menyewa ruangan toko seluas 12.071 m2 di Pontianak. Periode sewa adalah 11 tahun terhitung sejak tanggal pembukaan toko dan dapat diperpanjang. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian sewa, MPP memberikan jaminan sewa sebesar Rp 1.300 yang disajikan sebagai bagian dari Aktiva Tidak Lancar Lainnya (Uang Jaminan) per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka.
  • 66. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 64 33. PERJANJIAN DAN KOMITMEN LAINNYA (lanjutan) p. Pada bulan September 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Unitech Prima Indah untuk membeli ruangan toko dengan luas 13.417 m2 yang berlokasi di Medan, dengan harga beli sebesar Rp 112.466. Sebagaimana dipersyaratkan dalam perjanjian jual beli, MPP memberikan uang muka sebesar Rp 112.466 yang disajikan sebagai bagian dari Uang Muka Pembelian Aktiva Tetap per 31 Maret 2005. Per 31 Maret 2005 toko tersebut belum dibuka. q. Pada bulan Nopember 2004, MPP, perusahaan anak, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Pemerintah Kota Malang untuk pembangunan kembali Pasar Besar Malang yang berlokasi di Malang. MPP berkewajiban untuk membangun kembali toko yang sebelumnya terbakar di Pasar Besar Malang. Sebagai kompensasinya, jangka waktu sewa MPP diperpanjang hingga tahun 2004. 34. INFORMASI SEGMEN Segmen Primer Perusahaan dan perusahaan anak mengklasifikasikan produk dan jasa mereka menjadi tiga segmen usaha utama yaitu : • Eceran dan Distribusi • Teknologi Informatika, • Administrasi Saham dan Jasa Lainnya, dan • Lain-lain. Informasi mengenai segmen primer yang berupa segmen usaha Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2005 2004 (Disajikan Kembali) (i) Penjualan bersih, pendapatan jasa dan usaha lainnya Eceran dan Distribusi Pihak Hubungan Istimewa - - Pihak Ketiga 1.326.281 - Antar Segmen - - Sub Jumlah 1.326.281 - Teknologi Informatika Pihak Hubungan Istimewa 23.924 15.323 Pihak Ketiga 107.842 131.235 Antar Segmen 14.776 - Sub Jumlah 146.542 146.558
  • 67. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 65 34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 2005 2004 (Disajikan Kembali) (i) Penjualan bersih, pendapatan jasa dan usaha lainnya Administrasi Saham dan Jasa Lainnya Pihak Hubungan Istimewa 1.698 666 Pihak Ketiga 2.680 125 Antar Segmen 116 - Sub Jumlah 4.494 791 Jumlah 1.477.317 147.349 Eliminasi (14.892) - Bersih 1.462.425 147.349 (ii) Laba usaha Eceran dan Distribusi 16.593 - Teknologi Informatika 13.272 15.889 Administrasi Saham dan Jasa Lainnya 1.811 (243) Bersih 31.676 15.646 (iii) Jumlah Aktiva Eceran dan Distribusi – Bersih 3.871.514 - Teknologi Informatika 1.855.502 1.675.245 Eliminasi di Dalam Segmen Teknologi Informatika (73,696) (30,651) Bersih 1.781.806 1.644.594 Administrasi Saham dan Jasa Lainnya – Bersih 64.983 41.823 Lain-lain 61.819 58.016 Eliminasi di dalam Segmen Lain-lain (2) (2) Bersih 61.817 58.014 Sub Jumlah 5.780.120 1.744.431 Eliminasi (1.076.898) (92.142) Bersih 4.703.222 1.652.289
  • 68. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 66 34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 2005 2004 (Disajikan Kembali) (iv) Jumlah kewajiban Eceran dan Distribusi – Bersih 1.911.675 - Teknologi Informatika 851.109 799.366 Eliminasi di dalam Segmen Teknologi Informatika (21.850) (56.030) Bersih 829.259 743.336 Administrasi Saham dan Jasa Lainnya – Bersih 16.911 21.236 Lain-lain – Bersih 86.641 96.447 Sub Jumlah 2.844.486 861.019 Eliminasi (120.292) (109.960) Bersih 2.724.194 751.059 (v) Pengeluaran Modal Eceran dan Distribusi 68.329 - Teknologi Informatika 19.145 20.144 Administasi Saham dan Jasa Lainnya 323 2 Jumlah 87.797 20.146 (vi) Penyusutan dan Amortisasi Eceran dan Distribusi 42.096 - Teknologi Informatika 10.533 4.340 Administrasi Saham dan Jasa Lainnya 643 255 Jumlah 53.272 4.595 (vii) Bagian Laba (Rugi) Bersih Perusahaan Asosiasi Eceran dan Distribusi 2.471 - Teknologi Informatika - (1.786) Lain-lain (5) (187) Bagian Laba (Rugi) Bersih Perusahaan Asosiasi - Bersih 2.466 (1.973)
  • 69. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 67 34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan) 2005 2004 (Disajikan Kembali) (viii) Investasi pada Perusahaan Asosiasi yang Dimiliki oleh Perusahaan dan Perusahaan Anak yang Bergerak dalam Segmen : Eceran dan Distribusi 36.332 - Teknologi Informatika - 1.016.283 Lain-lain 47.617 39.438 Jumlah Investasi pada Perusahaan Asosiasi 83.949 1.055.721 Segmen Sekunder Informasi mengenai segment sekunder yang berupa segmen geografis Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut: 2005 2004 Penjualan Jabotabek Eceran dan Distribusi 583.896 - Teknologi Informasi 121.877 144.717 Administrasi dan Jasa Lainnya 4.359 752 Sub-jumlah 710.132 145.469 Luar Jabotabek Eceran dan Distribusi 742.385 - Teknologi Informasi 9.889 1.841 Administrasi dan Jasa Lainnya 19 39 Sub-jumlah 752.293 1.880 Jumlah 1.462.425 147.349 35. KONDISI PEREKONOMIAN DI INDONESIA Kegiatan usaha Perusahaan dan Perusahaan Anak mungkin akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di Indonesia di masa mendatang yang mungkin akan menyebabkan ketidakstabilan nilai tukar mata uang dan secara negatif mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Perbaikan dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan tergantung pada beberapa faktor seperti kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan oleh pemerintah dan faktor lainnya, yang merupakan suatu tindakan yang berada di luar kendali Perusahaan dan Perusahaan Anak.
  • 70. PT MULTIPOLAR CORPORATION Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Yang Berakhir Pada 31 Maret 2005 dan 2004 (Disajikan dalam jutaan rupiah dan dalam ribuan mata uang asing, kecuali data saham) 68 37. PERISTIWA PENTING SETELAH TANGGAL NERACA Pada tanggal 28 April 2005, Perusahaan telah menyampaikan dokumen Pernyataan Pendaftaran ke BAPEPAM sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Terbatas III kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sejumlah 2.339.710.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 125 (dalam rupiah penuh) setiap saham yag ditawarkan dengan harga Rp 125 (dalam rupiah penuh). 38. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian yang diselesaikan pada tanggal 29 April 2005.

×