Pendidikan Agama Islam
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pendidikan Agama Islam

on

  • 3,606 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,606
Views on SlideShare
3,606
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
67
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Islam Presentation Transcript

    • MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAMDrs. H. Mahfudz Siddiq, MMPengajar Universitas jember Kantor UPT BS MKU Universitas Jember
    • Pengertian & Tujuan PAI di PTU PAI di PTU adalah suatu matakuliah atau program studi untuk menghasilkan para mhs yg memiliki Jiwa Agama dan taat menjalankan perintah agamanya, bukan menghasilkan mhs yg berpenget. agama scr mendalam.Tujuan PAI:1. Utk membantu mhs. yg beriman dan bertakwa kpd Allah SWT., berbudi pekerti luhur, berpikir filosofis, bersikap rasional dan dinamis serta berpand. luas.2. Membekali mhs dg ajaran agama Islam scr utuh agar mampu berpikir integral & konprehensip.3. Menghasilkan lulusan (out put) yg bertakwa dan toleran serta menghormati agama lain dalam mewujudkan persatuan nasional.
    • PENGERTIAN ISLAM Asal Kata Islam– Salima : Selamat. Silman/silmun : kedamaian– Aslama : tunduk, patuh, menyerahkan diriIslam (etimologi) adlh kepatuhan/penyerahan diri scr total kpd. Allah utk mendapatkan keselamatan, kebahagiaan, dan kedamaian.Islam (terminologi) adlh seperangkat nilai dan norma yg datang dari Allah kpd manusia sbg pedoman hidup melalui para utusan-Nya (sejak Nabi Adam s/d Nabi SAW) agar manusia mendapatkan keselamatan, kedamaian, dan kebahagiaan dunia-akhirat. Secara khusus ajaran Allah terakhir yg disampaikan oleh Nabi SAW utk seluruh umat manusia dan berlaku sepanjang masa.
    • CIRI AGAMA SAMAWI DAN ARDLIAgama Samawi: a. Berasal dari wahyu Allah swt., b. Ajaran ketuhanannya monoteisme (tauhid) mutlak, c. Disampaikan oleh manusia pilihan Nabi/Rasu, d. Mempunyai kitab suci yang asli (otentik), e. Ajarannya bersifat tetap walau tafsirnya dapat berubah.Agama Ardhi: a. Hasil pikiran atau perasaan manusia b. Ajaran ketuhanannya monotheis nisbi/politheisme c. Tidak disampaikan oleh Nabi/Rasul Allah d. Umumnya tidak memiliki kitab suci. Kalau ada telah mengalami modifikasi dalam perjalanannya e. Ajarannya berubah-ubah sesuai deg perubahan akal
    • METODE MEMPELAJARI ISLAM• Pelajarilah Islam dari sumber dasarnya (pokok) yaitu Al-qur’an, Al-hadits Rasulullah SAW. , Ijtihad (Ijma’ dan Qiyas)• Pelajarilah Islam secara integral (kulli) jangan secara partial (Juz’i),• Pelajarilah Islam dari referensi atau kepustakaan ulama Islam, para cendikiawan muslin yang teruji amaliyahnya secara Islam, jangan mempelajari Islam pemula dengan merujuk pada hasil pemikiran orientalis,• Pelajarilah Islam dari kitab pedomannya sep. di atas, jangan mempelajari Islam hanya dari kenyataan perilaku umat Islam ansikh.
    • MANUSIA dan AGAMA Mengapa Man Butuh Agama ?1. Agama merupakan sumber akhlak (moral)2. Agama merupakan petunjuk kebenaran Ilahi yang mutlak (absolut)3. Agama merupakan sumber informasi alam metafisika (ghaib)4. Agama memberikan bimbingan kepada manusia baik jasmani maupun rohani dikala suka maupun duka
    • MANUSIA DAN AGAMAISTILAH MANUSIA DALAM ASPEK KEHIDUPAN1. Aspek historis, manusia = Bani Adam ; anak cucu Adam [selain Adam] (Al-A’raf: 7:31) :2. Aspek biologis, manusia = Al-Basyar; mencerminkan sifat fisik-kimia-biologisnya (Al-Mukminun, 23:33)3. Aspek kecerdasan, manusia = Insan; makhluk terbaik yg diberi akal shg mampu menyerap ilmu pengetahuan (Ar-Rahman, 55:3-4)4. Aspek sosiologis, manusia = Annas yg menunjukkan sifatnya yang berkelompok sesama jenisnya (Al-Baqarah, 2 : 21)5. Aspek posisi, manusia = Abdun yg menunjukkan kedudukannya sbg hamba Allah yg hrs tunduk dan patuh kpd-Nya (Saba’, 34 : 9)
    • KOMPONEN BIOLOGIS MANUSIA. Thuraab, yaitu tanah gemuk (Al-Kahfi, 18:37) :• Thiin, yaitu tanah lempung (As-Sajadah, 32:7):• Thiinul lazib, yaitu tanah lempung yang pekat (Ash-Shaffat, 37:11)• Shalsalun, yaitu lempung yang dikatakan kalfakhkhar (seperti tembikar).• Shalsalun min hamain masnun,= dr tanah liat kering yg berasal dari lumpur hitam yg diberi bentuk (Al-Hijr, 14:26):• Sulalatin min thiin, yaitu dari saripati lempung (dari tanah).• Air yang dianggap sebagai asal usul seluruh kehidupan (Al-Furqan, 25:54)
    • CIRI-CIRI MANUSIA• Makhluk paling menarik, karena dicipta paling baik dan paling sempurna (Al-Tien: 4).• Manusia memiliki potensi dasar beriman hanya kepada Allah.• Manusia diciptakan untuk beribadah kepadaNya (Al-Dzariyat: 56).• Manusia dicipta menjadi wakil Allah (Khalifah) di bumi (Al-Baqoroh :30).• Disamping akal dan kalbu manusia dilengkapi pula perasaan dan kemauan atau berkehendak• Manusia adalah makhluk yang berakhlak. Akhlak adalah ciri utama manusia dari pada makhluk lain.
    •                           30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat:"Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumiitu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkandarah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau danmensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahuiapa yang tidak kamu ketahui.“
    • QS. Al-BAQARAH: 30• Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi; mereka berkata: mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu org yg akan berbuat kerusakan pdnya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dg memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman :Sesungguhnya Aku mengetahui apa yg tidak kamu ketahui.• Ayat tsb terkesan bhw manusia adalah khalifah pengganti manusia sebelumnya, seperti yg diungkap Malaikat:• Sayyid Quthub mengatakan ada 4 kemungkinan Malaikat mengetahui umat sbl Adam dg berbagai argumen; (1) mengetahui secara pasti, (2) eksperimen yg telah lalu, (3) ilham yg dimilikinya, dan (4) kecenderungan kehidupan manusia di dunia
    • TUGAS MANUSIA SBG KHALIFAH1. Memakmurkan bumi (Hud ;61), oleh karenanya manusia diberi potensi hidup dinamis utk menjunjung potensinya (Al- A’raf :74)2. Menegakkan keadilan dan kebenaran (Hud; 26)3. Menjadi motivator dan dinamisator bagi pembangunan yg tercermin dalam akhlak dan tutur kata (Al-Anbiyak: 73)
    • Sesungguhnya Aku akan menjadikan khalifah di bumi1. Mayoritas Mufassirin: yakni suatu kaum menggantikan kaum yg lain, kurun demi kurun dan generasi demi generasi.2. Ulama lain: menjadikan khalifah bagi makhluk sebelumnya yg terdiri dari jin atau makhluk lain yg mungkin berada di muka bumi yg ada sebelum spesies manusia.
    • POTENSI MANUSIA• Fitrah : bawaan sejak lahir yg diberikan Allah• Nafs : organ rohani yg besar pengaruhnya & paling banyak dianggota rohani yg mengeluarkan instruksi kpd anggota jasmani utk berbuat atau bertindak• Qolbu : Jantung hati sanubari - Dlomirun dari segi sembunyinya - Fu’adun dari segi banyak gunanya - Kabidun dari segi bendanya - Qalbun dari segi berubah-ubahnya - Sirrun dari segi tempat menyimpan rahasia• Roh : bentuk dan hakekat roh tdk dpt diterangkan• Akal : Tali pengikat, penghalang. Menghalangi seseorang terjerumus dlm kesalahan dan dosa
    • PROSES EVOLUSI MANUSIA (Hasil Riset)• Makhluk yang paling tua yang bentuknya mirip atau lebih hampir dengan manusia, diistilahkan Austra Lopithecus (kera Australia), fosilnya diperkirakan berumur 500-600 ribu tahun.• Pithecanthropus Eructus, manusia kera berdiri tegak, yang fosilnya berumur sekitar 400 ribu tahun.• Homo Neanderthalensis, manusia Neanderthal yg fosilnya berumur sekitar 100 ribu tahun.
    • FITRAH MANUSIA• Fitrah = ciptaan , suci, dan seimbang• Fitrah = sifat yg ada pd setiap awal penciptaanNya, sifat alami manusia, agama dan sunnah.• Fitrah = kondisi dimana Allah menciptakan manusia yg menghadapkan dirinya kpd kebenaran dan kesiapan utk menggunakan pikirannya
    • 9 MAKNA FITRAH (ULAMA)1. Fitrah = suci jasmanai raohani2. Fitrah = Islam (berpotensi menjadi org Islam)3. Fitrah = mengakui ke Esaan Allah ( Tauhid)4. Fitrah – murni (ikhlas) dlm menjalankan aktivitas5. Fitrah = kondisi penciptaan manusia yg cendrung menerima kebenaran6. Fitrah = potensi dasar manusia sbg alat utk mengabdi dan ma’rifatullah7. Fitrah = ketetapan atau kejadian asal manusia mengenai kebahagiaan atau kesesatannya8. Fitrah = tabiat alami manusia (watak) yg berbda-beda9. Fitrah = insting (gharizah)dan wahyu dr Allah (Al-Munazzalah). (1) F. Almunazzalah = fitrah luar yg masuk ke dlm diri manusia sbagai pembmbing dan kendalinya al-qur’an dan sunnah (2) Fitrah Gharizah = fitrah inheren (berpautan)dlm diri manusia yg memberi daya akal yg berguna utk mengembangkan potensi dasar manusia
    • CARA MEMPERTAHANKAN FITRAH (AL-GAZALI)1. Dg jalan Muraqabah; jiwa yg merasa diawasi Allah shg ia selalu takut berbuat segala sesuatu yg menimbulkan kemarahanNya (QS Al Mujadilah : 7)2. Dg jalan Mu’ahadah ; mengingat dan mengokohkan kembali perjanjian kita dengan Allah di alam roh sblm menjadi janin dg janji dan kesaksian ttg Allah (QS Al A’rof, 7: 172)3. Dg jalan muhasabah (evaluasi);jiwa yg selalu memperhitungkan dan mempertimbangkan segala amalannya dlm perspetif kehidupan akhirat (QS. aL-Hasyr; 18)4. Dg jalan Mu’aqabah = selain mengingat perjanjian (mu’ahadah) sadar akan pengawasan (muraqabah) dan sibuk mengkalkulasi diri dan perlu pula meneladani sahabat dan salafus sholeh dalam mengiqab (menghukum atau menjatuhi sanksi atas diri mereka sendiri . Atau jiwa yg selalu menghukum dirinya apabila terlanjur khilaf berbuat maksiat (QS. Al Haj : 78)5. Dg jalan Mujahadah = upaya keras utk bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah kpd Allah menjahui segala yg dilarang dan mengerjakan apa yg diperintahkan-Nya (al-Hadits)
    • KERANGKA AJARAN ISLAM (1) Aqidah (dasar hidup), (2) Syari’at (jalan hidup), dan (3) Akhlak (sikap hidup)• Akidah adalah peraturan yang berhubungan dengan kepercayaan kepada Allah, Rasul- Nya, kitab-Nya, Malaikat-Nya, Hari kiamat dan qada’ dan qadar.• Akidah (Hamka), diartikan mengikatkan hati dan perasaan dg suatu kepercayaan dan tidak bisa ditukar lagi dg yg lain, shg jiwa dan raga, pikiran dan pandangan hidup terikat kuat kepada-Nya.
    • Lanjutan AQIDAH• Aqidah (bahasa) = yg dipercayai oleh hati”• scr istilah (disiplin ilmu Tauhid), = suatu perkara yg wajib dibenarkan/dipercaya dlm hati, dg penuh keyakinan dl hati (kalbu/jiwa), shg terhindar dr keragu-raguan.• Aqidah = identik dg iman atau kepercayaan• Aqidah berasal dari kata ‘aqoda - ya’qidu- ‘aqdan = mengikatkan atau mempercayai atau meyakini. Jadi aqidah = ikatan, kepercayaan/ keyakinan.• Aqidah = ”ikatan antara manusia dg Tuhan”
    • TINGKATAN AQIDAH• Tk ragu-ragu (taklid), yakni org yg beraqidah hanya karena ikut-ikutan saja, tdk mempunyai pendirian sendiri.• Tk Ilmu yakin, yaitu orang yg beraqidah dan mampu menunjukkan bukti, alasan atau dalilnya, namun belum mampu menemukan hubungan kuat antara obyek dg data• Tk ‘ainul yakin yakni org yg beraqidah atau meyakini sesuatu scr rasional, ilmiah dan mendalam. Ia mampu menemukan hub. antara obyek dg data.• Tk haqqul Yakin = org meyakini sesuatu scr rasional, ilmiah dan mendalam. juga mampu menemukan melalui pengamalan ajaran agama.
    • SINONIM AQIDAH• Ilmu Tauhid; ilmu yg membahas ttg kepercayaan ke- Esaan Allah Swt., dan segala sesuatu yg berhub. dg ke- esaan Allah itu (rukun iman), berdasar dalil naqliyah (Al-qur’an dan As-Sunnah) atau aqliyah (ratio),• Ilmu kalam; ilmu yg membahas segala yg berhub. dg kepercayaan agama Islam, terutama pembicaraan yg bertalian dengan zat Tuhan Yang Maha Kuasa.• Ilmu Ushuluddin; Suatu ilmu yg membahas pokok- pokok dasar ajaran agama Islam yg bersumber dari hukum naqli maupun aqli. Atau ilmu yg membicarakan segala persoalan yg berhub. dg mengenal, prinsip- prinsip meyakinkan adanya Allah.• Ilmu Ma’rifat; suatu ilmu mengenal Allah berdasar hukum naqli dan aqli, shg dg demikian kita benar-benar dpt mengenal (ma’rifat) Allah dan hal-hal yg berhub. dg kepercayaan dlm Islam dg penuh keyakinan positif dan konkret.
    • TAUHID• Tauhid (penyatuan) merup konsep monotheisme Islam yg mempercayai bhw tuhan itu hanya satu.• Tauhid itu adalah azas akidah• Tauhid = menegaskan penyatuan dg Allah• Ilmu Tauhid = ilmu yg menerangkan hk-2 syara’ dlm bid I’tiqad yg diperoleh dr dalil-2 qath’I (pasti) yg berdasar ketetapan al-qur’an, hadits, dan akal• Tauhid adalah pembebasan thd penyembahan kpd semua yg bukan kpd Allah dan penerimaan dg hati serta pengibadahan hanya kpd Allah semata• Lihat Al-Baqarah : 163 dan QS: 40: 41-42
    • MACAM-MACAM TAUHID1. Tauhid Rububiyah = berasal dari kata “robb” pengakuan bhw sesungguhya Allah adalah Tuhan yg maha pencipta, pengatur, pembimbing, pendidik, pemilik, penguasa, dan pemelihara thd alam semesta atau seluruh makhluk-Nya. Tauhid ini bermaksud bhw Allah = pengatur segala sesuatu, Dia pemiliknya, Dia pencipta aturannya dan pemberi riskinya, Dia yg menghidupkan dan mematikan, pemberi manfaat dan madlarat, Dia menerima do’a, ditanganNya terletak seluruh kebaikan, Dia berkuasa atas segala apa yg Dia kehendaki (QS35:15), dan tiga surat (QS 10;31, QS,43;87, QS, 29;63) 3 dalil ini = org musyrik mengakui wujud Allah tapi menyekutukan-Nya dg yg lain
    • 2. Tauhid Uluhiyah• Tauhid Uluhiyah/Tauhid Ubudiyah/Ibadah /iradat/kehendak= dr kt ‘ilah (tuhan yg patut disembah) ikhlas mengesakan Allah dg melakukan berbagai macam ibadah yg disyari’atkan, sep; berdoa, meminta, memohon pertolongan hanya kpd Allah, thawaf, menyembelih binatang qurban, bernadzar dan ibadah lainnya hanya karena Allah. Megesakan Allah dlm peribadatan (ini yg dingkari org musyrik dan org kafir). QS, Al-fatihah; 5, thaha; 14. QS;9:129, QS, 25:58, QS, 39:2, QS, 39:38, QS, 39:64-66). Ikhlas, rasa cinta, takut , mengharap, tawakkal, gemar dan hormat secara total hanya kpd Allah
    • 3. Tauhid Asma wa Sifat• Mengesakan Allah melalui nama-nama dan sifat- sifat-Nya= bahwa Allah memp nama dan sifat-sifat yg baik yg sesuai dg keagingannya yg terdiri dr 99 (QS. 42:11). Tauhid ini = ikrar bhw sesungguhnyaAllah maha Tahukeadaan segala sesuatu, Maha Kuasa, Dia Maha hidp , tidak tidur dan tidak lupa dll. Dg T. ini tdk cukup seorang menjadi muslim , tp harus disertai dg tauhid rububiyah = pengesaan Allah dlm pengaturan dan T. Uluhiyah =pengesaan Allah dlm keTuhanan. Dasar 3 macam tauhid tsb (QSMaryam : 65)
    • DEFINISI IMAN1. Iman berasal dari kata kerja : amina-ya’manu- amanan artinya percaya atau pembenaran atau pembenaran hati terhadap apa yang didengar oleh telinga. Iman; percaya yg menunjuk sikap batin yang terletak dalam hati.2. Secara harfiyah iman ; rasa aman artinya kesejahteraan kesentosaan al-amanah (kepercayaan) ; keadaan bisa dipercaya atau diandalkan. Orang beriman jiwanya akan merasa tenang dan sikapnya penuh keyakinan dalam menghadapi semua problem hidup.
    • LANJUTAN IMAN3. Iman tidak hanya percaya adanya Tuhan namun hrs ada konsekuensi nyata sep. hanya kpd-Nya tempat bersandar atau berserah diri (tawakal), tempat menggantungkan harapan, optimis dan berpandangan posistif hanya kpd-Nya, menaruh kepercayaan dan cinta, rindu hanya kpd-Nya dsb.4. HR. Ibnu Majah; Iman = keyakinan dlm hati, diikrarkan oleh lisan dan diwujudkan dlm amal perbuatan. Jadi Imam merup. keselarasan antara hati, ucapan dan tingkah laku.5. Iman = suatu kekuatan yg ada dlm diri manusia yg tak mudah diketahui scr pasti ttg keadaan yg sebenarnya krn ia tak mudah dilihat. Ia hanya diketahui gejala lahiriyahnya yg tampak pd perilaku lahiriyah.
    • HIKMAH KEIMANAN BAGI MANUSIA• Terbebasnya jiwa dr kekuasaan org lain (Al-A’rof: 188)• Dpt menimbulkan keberanian dan ingin terus maju krn membela kebenaran (Alu-Imran :145)• Akan menimbulkan keyakinan bhw Allah jualah yg kuasa memberi rizki, mencabut dsb..(Hud: 6)• Mendatangkan ketenangan hati& jiwa (Ar-Ra’d: 28)• Dpt mengangkat kekuatan seseorg kemudian menghub. dg sifat dari zat Allah yg Maha Tinggi yg merup. sumber kebaikan (Yunus : 90)• Kehidupan yg baik, adil, dan makmur akan dipercepat oleh Allah perolehannya bagi org mukmin, selagi mereka masih hidup.
    • MENGENAL ALLAH• Kata ilah, diartikan “Tuhan“, dlm al-Qur’an dipakai utk menyatakan berbagai obyek yg dibesarkan atau dipentingkan manusia, misalnya QS. Al-Jatsiyah : 23 : Maka pernahkah kamu melihat org yg menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya...QS. Al-Qashash : 38, kata ilah dipakai Fir’aun utk dirinya sendiri:“Dan Fir’aun berkata : Wahai pembesar kaumku, aku tdk mengetahui tuhan bagimu selain aku”.• Ayat-ayat tsb menunjuk bhw ilah bisa mengandung arti berbagai benda, baik abstraks (nafsu atau keinginan pribadi ) maupun benda konkret (Fir’aun atau penguasa yg dipatuhi & dipuja).• Perkataan ilah dalam al-Qur’an juga dipakai dlm bentuk tunggal (mufrad: ilahun), ganda (mutsanna: ilahaini), dan banyak (jama’: alihatun).
    • PROSES PEMIKIRAN TTG TUHAN (Teori Evolusionisme)• Dinanisme; Menurut paham ini, manusia sejak zaman primitif telah mengaku adanya kekuatan yg berpengaruh dlm kehidupan. Mula-mula sesuatu yg berpengaruh tsb ditujukan pd benda. Setiap benda memp. pengaruh pd manusia, ada positif, ada negatif.• Animisme; mempercayai peran ruh dlm hidupnya. tiap benda yg dianggap benda baik, memp. ruh. Oleh masyarakat primitif, ruh dipercayai sbg sesuatu yg aktif sekalipun bendanya telah mati.
    • LANJUTAN PROSES PEMIKIRAN TTG TUHAN• Politheisme ; Keperc. thp Ruh kemudian disebut dewa. Dewa mempuyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dg bidangnya. Ada dewa yg bertanggungjawab thd cahaya, air, angin dsb• Henotheisme; Satu bangsa hanya mengakui satu dewa yg disebut Tuhan, namun manusia masih mengakui Tuhan (ilah) bangsa lain. Kepercayaan satu Tuhan utk satu bangsa = henotheisme• Monotheisme; Kepercayaan dlm bentuk henoteisme melangkah menjadi monoteisme. Dlm monotheisme hanya diakui satu Tuhan utk seluruh bangsa dan bersifat internasional. Bentuk monotheisme ditinjau dr filsafat Ketuhanan terbagi dlm tiga paham yaitu: deisme, panteisme dan teisme.
    • PROSES MENGENAL ALLAH (Dalam Perspektif Qur’an)• Melalui Akal pikiran dg melihat, merenung, dan meneliti ciptaan-ciptaan-Nya, (Yunus : 101, As-Saba’ :46, Yusuf : 105, Al-A’raf : 179, Al-Baqarah: 219-220, Yunus :101)• Melalui Sifat-Sifat-Nya, keagungan-Nya, kenyataan-kenyataan dan keluhuran-Nya,, bukti-bukti kesucian-Nya, kelengkapan ilmu- Nya, kelangsungan Kekuasaan-Nya dan keesaan-Nya dalam hal menciptakan yg baru (An-Naml: 59:64, An-Nur : 4)• Melalui Nama-Nama-Nya yg tercantum dalam Asmaul Husna (Al-Isra’:110, Al-A’raf : 180)
    • MENGENAL ALLAH MELALUI (Sifat-Sifat-Nya)1. Sifat Dzat yaitu Sifat-sifat Tsubutiyah atau sifat-sifat Ma’nawiyah, meliputi: Sifat hidup, mengetahui, kuasa berkehendak, mendengar, melihat dan berfirman2. Sifat Af’al seperti sifat menciptakan dan sifat memberi rizki3. Sifat Salbiyah (yang menarik atau yang meniadakan dari Allah) sep. awal dan akhir, maha Esa, tidak serupa dg sesuatu.
    • MENGENAL NABI/RASUL• Persamaan : Keduanya mendapatkan wahyu Allah SWT• Perbedaan (1) Nabi : mendapat wahyu ttp tdk berkewajiban menyampaikan ajaran Allah kpd umatnya (2) Rasul : mendapat wahyu & wajib menyampaikan kpd umat manusia• Sifat Rasul As-Shiddiq (benar/jujur), Al Amanah (dpt dipercaya), At-Tabligh (menyampaikan), dan Fathonah (cerdas/ pandai)• Ulul ‘Azmi = para rasul yg dianugerahi ketabahan dan kesabaran luar biasa dlm menjalankan misi kerasulan sekalipun mendapat tantangan yg berat dari umat dizamannya (ada 5 yaitu NIMIM)• Mu’jizat = Kejadian laur biasa yg dianugerahkan Allah kpd Pr Nabi/Rasul sbgi bukti atas kerasulannya dan bersifat mengalahkan lawannya sesuai dg zamannya
    • TUGAS PARA RASUL• Menyampaikan syari’at rabbani kpd umat manusia• Menjelaskan makna nash yg diturunkan kpd manusia• Menuntun umat kpd kebaikan & melarang keburukan• Mendidik manusia dg met. syari’at rabbani = met. yg lurus & penuh petunjuk (Hidayah Al-Irsyad)Indikator Pembawa Syari’at Rabbani• Tdk berharap keuntungan pribadi (Al-An’am :90)• Berlaku bijak dan memberi nasehat (An-Nahl:125)• Ber- Amar ma’ruf nahi munkar (As-Syuara’214-215)• Menjadi suri tauladan bagi umatnya (Hud:88)• Memimp.umat dlm urusan agama & dunia (An- Nisa’:64)
    • HIKMAH MENGENAL RASUL ALLAH1. Meneruskan tugas rasul2. Meneladani sifat-sifat Rasul3. Meneladani perilaku Rasul4. Mentaati perintah dan menjahui larangan RasulTujuan hidup Manusia:1. Mengabdi kepada Allah SWT2. Menjadi Pewaris/pelanjut para Nabi3. Menjadi Khalifah di bumi Allah4. Diuji siapa yg paling baik amalnya
    • MA’RIFAT ALAM AKHIRAT• Akhirat/akhir; sesuatu yg dtg kemudian, yg penghabisan• Kronologi alam Akhirat: (1) Barzah = alam transisi tdk dunia, tdk akhirat, namun lebih dekat ke akhirat. (2) Ba’ats = kebangkitan dr alam kubur sth kiamat, (3) Mahsyar = berkumpulnya manusia utk mempertanggung jawabkan, (4) Wukuf = berada di mahsyar menunggu hisab, (5) Hisab = perhitungan amal manusia selama hidup (pengadilan Allah), (6) Shuhuf = catatan amal hidup di dunia yg dicatat malaikat utk diserahkan kpd manusia (ada ash-habul yamin = tangan kanan = syurga dan ada ashbul syimal = tangan kiri = neraka), (7) Telaga (danau) = sbg sumber air minum Nabi dan Umatnya, digunakan minum setelah proses padang mahsyar sebelum masuk syurga, (8) Shirat = jembatan; di atas neraka jahannam yg dilalui sekembalinya dr mahsyar, (9) Syafa’at = pertol. yg diberikan Nabi, (10) Syurga = tempat kenikamatan, dan kesenangan yg tdk bisa dilukiskan dg bhs dunia (11) Neraka = tempat siksaan, dan (12) Melihat Allah = org mukmin dpt melihat dg mata kepala (asy’ariyah & AlMaturidi), Mu’tazilah sebaliknya Allah tak dpt dilihat.
    • ALAM YG DILALUI MANUSIA• Alam Roh: alam yg tidak diberitahukan letak dan suasananya oleh Allah (Al Isra’ :85)• Alam Arham: alam kandungan dalam rahim ibu (Ali-Imran:6, Az-Zuar:6)• Alam Dunia: Alam tempat manusia berbuat (Al- An’am:130, Al-A’raf:32)• Alam Barzah: alam transisi (tidak di dunia dan belum di akhirat) setelah manusia meninggalkan dunia fana ini (Al Mukminun : 99-100)• Alam Akhirat: alam yg abadi dan tdk berkesudahan (Al-Baqarah: 6-8)
    • NAMA-NAMA SYURGA DALAM AL-QUR’AN1. Jan-nah al-mawa (surga tempat kembali),2. Jannah `adn (surga sebagai tempat tinggal yang kekal),3. dar al-khulud (negeri yang kekal),4. Firdaus, dar as-.salam (negeri yang sejahtera),5. dar al-maqamah (negeri ketenangan),6. Jannah an na’im (surga kenikmatan),7. dan lain-lain
    • NAMA-NAMA NERAKA DALAM AL-QUR’AN(1) neraka wail (paling ringan siksaannya; QS.104:7),(2) neraka haawiyah (yg sangat dalam; QS.101:4-11),(3) neraka laza (yg bergejolak apinya & dapat mengelupaskan kulit kepala; QS.70:75-78),(4) neraka sair (yg menyala-nyala &menyediakan alat-- alat pelempar setan; QS.67:5),(5) neraka saqar (yg membakar manusia & mengoyakkan kulitnya, yg terus berganti & berulang; QS.74:26-30),(6) neraka khuthamah (yg membakar manusia sampai ke ulu hati; QS.104: 4),(7) neraka jahim dan jahanam (yg paling dlm dan berat siksaannya, org yg tlh masuk ke dalamnya tdk akan pernah bisa keluar lagi; QS.7:179 dan QS.50:30).
    • PENGERTIAN SYARI’AT• Syari’at (etimologi) = jalan menuju sumber air, jalan yang nyata, jelas, dan peraturan• Syari’at (teminologi). = Kumpulan peraturan- peraturan Allah yg diturunkan kpd Rasul-Nya utk manusia berakal, agar mengimani dan mempraktekkannya, dg demikian mereka memperoleh kebahagiaan dunia-akhirat, baik yg berhub. dg kepercayaan, hukum maupun akhlak• Dua kandungan Ibadah ; (1) Muqadimatul Ibadah : seperti Jenis-jenis air, najis, mandi, wudlu, dan tayamum (2) Maqoshidul Ibadah; Seperti yang tercantum dalam 5 rukum Islam
    • AZAS-AZAS HUKUM DALAM AL-QUR’AN1. Meniadakan kesempitan dan kesukaran (Al- Jah:78, Al-Baqarah 286, Ibadah & makanan)2. Sedikit Pembebanan (Al-Maidah :101, jenis binatang qurban)3. Bertahap dalam sosialisasi hukum agama (Ibadah & mu’amalah, hukum zina)4. Sejalan dengan kemaslahatan umat manusia (arah kiblat, wasiyat, ziarah kubur)5. Mewujudkan keadilan (tanpa memandang status sosial)
    • PRINSIP-PRINSIP SYARI’AT/HUKUM ISLAM1. Tauhid (Alu-Iram:64)2. Berkomunikasi langsung (Al-Mukmin:60,Al Baqarah:1863. Menghargai Fungsi akal (Al-Baqarah 44,76,17,Yusuf:76)4. Menyempurnakan Iman (Al-Furqan: 63)5. Menjadikan Kewajiban untuk Membersihkan Jiwa (Al- Maidah :6, Al-Taubah : 103)6. Memperhatikan Kepent. agama & Dunia (Al-Qoshas:77)7. Persamaan dan keadilan (Al-Hujurat :13)8. Amar Ma’ruf Nahi Munkar9. Musyawarah10. Toleransi (Al-Baqarah 256, Al-Kafirun : 6)11. Kemerdekaan dan Kebebasan (Al-Kahfi : 29)12. Hidup Gotong Royong
    • PENGERTIAN DAN SYARAT DITERIMANYA IBADAH Ibadah = Segala aktivitas yang di sukai dan diridloi oleh Allah, baik berupa perkataan atau perbuatan, terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi dan secara lahir maupun batin (menurut ulama)• Dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah SWT. (Al-Bayyinah : 5) dan HR. Nasa’i (sesungguhnya Allah SWT., tidak menerima amal kecuali yang dikerjakan secara ikhlas dan untuk mendapatkan keridloaan-Nya)• Dilakukan sesuai dengan petunjuk agama atau sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. (QS. Al-Kahfi :110)
    • ESENSI DAN MOTIVASI PERIBADATAN HAMBA• Disatu sisi; adnya kesadaran diri seseorang atas keterbatasannya dan pengakuan diri atas segala kemutlakan zat yang Maha Kuasa.• Disisi lain; Yang bersangkutan menyadari akan posisinya dihadapan Allah sebagai hamba yang dimiliki, dikuasai dan diatur.1. Karena dorongan lil-khaufi/rasa takut2. Karena dorongan lir-Rojai/rasa pengharapan3. Karena dorongan lil-wujub/kewajiban4. Karena dorongan lil-mahabbah/rasa cinta5. Karena dorongan lit-taladzdzudzi/rasa nikmat
    • CARA MERAWAT IBADAH1. Al- Istiqomah; ajek, kontinyu, terus- menerus dalam ibadah2. Az-Zuhdu; hati tidak tertarik dengan kemewahan duniawi baik yang dimiliki sendiri amupun milik orang lain3. Al-Faqru; Terus menerus merasa membutuhkan Allah baik dikala suka atau duka
    • PEMBAGIAN IBADAH• Ibadah Mahdlah (ibadah murni) adalah ibadah yang tata cara, jumlah, waktu, gerakan, dan bacaannya sudah ditentukan secara baku oleh agama (5 Rukun Islam)• Ibadah Ghairu mahdlah adalah ibadah yang tata cara, jumlah, waktu dan bacaannya diserahkan kepada kemampuan individu masing-masing (ibadah sosial)
    • Tujuan Hidup dan Tk Kebutuhan manusia1. Untuk beribadah kepada Allah. (Al-Dzariyat : 56)2. Untuk diuji siapa yang terbaik amaliyahnya (Al- Mulk : 2)3. Untuk menjadi Kholifah Allah di muka bumi dengan segala tanggung jawabnya (Al-Baqarah : 30)Kebutuhan manusia:1. Kebutuhan kepada udara2. Kebutuhan kepada minuman3. Kebutuhan kepada makan4. Kebutuhan kepada seksual5. Kebutuhan kepada Allah (agama/keyakinan)
    • Al-Qur’an memadukan antara: akal & kalbu, pikir & dzikir, iman & ilmu• Akal tanpa kalbu ; menjadikan manusia menjadi robot• Fikir tanpa dzikir; menjadikan manusia seperti syetan• Iman tanpa Ilmu; seperti pelita di tangan bayi• Ilmu tanpa Iman; seperti pelita di tangan pencuri
    • SUMBER HUKUM ISLAM1. AL-Qur’an2. AL-Hadits/As-Sunnah3. Ijtihad =Ijtihad = mengerjakan sesuatu dg segala kesungguhan atau menggunakan segala kemampuan berpikir utk menetapkan hk-hk agama. Atau Ijtihad = upaya sungguh- sungguh seorang (bbrp org) ulama tertentu , yg memiliki syarat-syarat tertentu, pd waktu- waktu tertentu, utk merumuskan kepastian hk (penilaian hk) mengenai suatu (bbrp) perkara tertentu yg tdk ada kepastian hk.nya scr tegas dan positis dlm Al-Qur’an dan As-Sunnah
    • ISI KANDUNGAN AL-QUR’AN1. Bidang Ketauhidan,2. Janji dan Ancaman Tuhan,3. Bidang Ibadah,4. Jalan dan Cara Mencapai Kebahagiaan, dan5. Ceritera-ceritera atau Sejarah Umat Manusia sebelum Nabi Muhammad Saw. Dll.
    • Isyarat-Isyarat Ilmiah Al-qur’an (M. Quraish Shihab)• Ihwal reproduksi manusia,• Ihwal kejadian alam semesta,• Ihwal pemisah dua laut,• Ihwal awan,• Ihwal gunung,• Ihwal pohon hijau, dan• Ihwal kalender syamsiah dan qomariah.
    • DEFINISI AS-SUNNAH/AL-HADITSAs-Sunnah/Hadits (etimologi); adat-istiadat, termasuk adat istiadat masyarakat Arab dalam pra Islam, baik persoalan agama, social maupun hukum. Karena itu adat istiadat zaman jahiliyah disebut sunnah jahiliyah.As-Sunnah (terminologi); sesuatu yang merupakan perkataan perkataan, perbuatan- perbuatan, dan taqrir (penetapan) Rasulullah SAW. Atau segala sesuatu yang datangnya dari Nabi Muhammad SAW. baik berupa perkataan, perbuatan, sifat-sifat tingkah laku ataupun ketetapan/pengakuan.
    • FUNGSI AL-HADITS1. Menjelaskan masalah yang masih bersifat global (Bayanul Mujmal), Sep. cara shalat, zakat, haji dll2. Membatasi masalah yang belum jelas batasannya (Taqyidul Mutalaq). Misalnya batasan potong tangan.3. Mengkhususkan masalah yang masih umum4. (Takhshishul ‘Am). Misalnya anak laki dua kali dari perempuan, waris anak yang lain agama5. Sunnah/Hadits merupakan ketetapan hukum yang bersifat tambahan terhadap hal yang tidak terdapat dalam al-qur’an, seperti diharamkannya memakai cincin dan pakaian sutra bagi pria.
    • (1) DEFINISI IJMA’ DAN KEDUDUKANNYAIjma’ (terminologi) berarti sepakat, setuju atau sependapat. Secara terminology (istilah syara’) Ijma’ adalah kebulatan pendapat semua ahli ijtihad umat Muhammad SAW., sesudah beliau wafat pd suatu masa ttg suatu perkara (hukum).Kedudukan Hukum Ijma’ adalah berkedudukan sebagai dasar hukum (hujjah) selam dalam suatu masalah tidak didapati nashnya dalam al- qur’an dan hadits. Ijma’ dalam kedudukan hukum Islam menempati ketiga setelah al-qur’an dan al-hadits. (QS. An-Nisa’ ; 59)
    • (2) DEFINISI QIYAS• Qiyas (etimologi) berarti mengukur, membatasi.• Qiyas (terminology) berarti menetapkan hukum suatu perkara yang belum ada ketentuan hukumnya berdasarkan suatu hukum yang telah ditentukan oleh nash, karena adanya persamaan illat (sebab) hukum diantara keduanya
    • Bentuk Ijtihad (Ijma’, qiyas,Istihsan, Mashalah Mursalah, Istish-hab, dan Saddudz Dzari’ah)Istihsan = menganggap baik sesuatu hal atau menjalankan keputusan yg tdk didasarkan atas qiyas, ttp didasarkan atas kepentingan umum atau kepentingan keadilan. Sep. boleh tidaknya wanita haid membaca Al-qur’an. Hk qiyas mengharamkan krn diqiyaskan dg lk-lk junub (illat keduanya sama-sama tdk suci). Istihsan membolehkan krn utk kepentingan umum, haid waktunya lama. Hk qiyas tdk dipakaiMashalahah Mursalah atau istishlah = kebaikan yg tdk disinggung-singgung oleh syara’ utk mengerjakannya /meninggalkannya ttp jika dikerjakan akan membawa manfaat /terhindar dr keburukan. Sep. pengumpulan al-Qur’an di zaman Abu Bakar. Pengumpulan tidak dilarang dan tidak diperintah agama, ttp sahabat bersepakat utk mengumpulkan dan menulis utk kebaikan umat. Hal yg sama dikerjakan Utsman
    • LANJUTAN: ISTISH-HAB & SADDUDZ DZARI’AHIstish-hab = istishhabtu ma kaana fill maadhi = saya membawa serta apa yg tlh ada waktu lampau sampai skrg / menjadikan hk yg tlh tetap pd masa lampau terus berlaku sampai skrg krn tdk diketahui ada dalil yg mengubahnya. Suami-istri sbg pasangan dua org tetap dikatakan pasangan suami-istri sampai ada dalil yg mengatakan bhw hub keduanya tlh terputus.Saddudz Dzari’ah = menutup/menyumbat jalan. Dzari’ah= perkara yg lahiriya hanya boleh (mubah) ttp membuka jalan kpd jalan yg dilarang/melarang yg lahiriyahnya mubah, krn perkara itu membuka jalan/ mendorong kpd perbuatan yg dilarang oleh agama. Suatu perkara yg sekalipun hukumnya mubah, dpt saja dilarang kalau kemubahannya membawa jalan kpd perbuatan maksiat
    • PERBEDAAN ETIKA, MORAL, DAN AKHLAK• Etika; ajaran yang membahas kebaikan dan keburukan berdasarkan ukuran akal• Moral; ajaran ttg kebaikan & keburukan dg ukuran tradisi yg berlaku di suatu masy. tertentu.• Akhlak; ajaran yg membahas ttg kebaikan dan keburukan, terpuji dan tercela, baik perkataan atau perbuatan manusia lahir dan bathin berdasarkan wahyu.
    • Definisi AkhlakAkhlak (Al-Ghazali) adalah suatu yang tertanam dalam jiwa yang dari sifat itu timbul perbuatan – perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pertimbangan akal pikiran (lebih dahulu)Obyek Kajian Akhlak• Pengertian baik dan buruk• Menetapkan apa yang harus dilakukan oleh seorang manusia terhadap manusia lainnya• Menjelaskan tujuan yang seharusnya dicapai oleh manusia dengan perbuatan-perbuatannya• Menerangkan jalan yang harus dilalui untuk berbuat
    • INDIKATOR : Akhlak Mahmudah dan Madzmumah• Akhlak Mahmudah 1. Dlabtun Nafsi (mengendalikan nafsu) 7. Bersabar 2. Qona’ah (menerima apa adanya) 8. Bersyukur 3. As-Shidqu ( jujur-benar) 9. Khauf 4. Amanah (setia/dapat dipercaya) 10. Bertwakkal 5 Tasamuh (toleran) 11. Ikhlas 6. Taubat 12. Raja’Akhlak Madzmumah 1. Al-kidzbu (dusta) 6. Musyrik 2. Takabbur (sombong) 7. Murtad 3. Menerima suap 8. Munafik 4. Berjudi 9. Riya’ 5. Berzina 10. Thamak/rakus
    • MANFAAT AKHLAK BAGI MANUSIA• Memberi pengetahuan pada manusia tentang hal-hal yang hak dan yang bathil• Dapat menghindarkan manusia dari sifat munafik• Mendidik manusia untuk memiliki disiplin dalam hidup• Menuntun manusia untuk selalu berbuat kebajikan dan menghindarkan diri dari perbuatan tercela.
    • DASAR TOLERANSI DALAM ISLAM1. Tidak ada paksaan dlm memeluk agama (QS. Al- Baqarah:256)2. Allah tidak melarang kalian berbuat kebaikan dan jujur terhadap orang-orang yang tidak memerangi kalian (QS. Al- Mumtahinah: 8-9)3. Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana (QS. An-Nahl:125)4. Bersikap lemah lembut terhadap orang lain, tidak kasar dan berkeras kepala. (QS. Alu-Imran: 159)5. Tawaran untuk beriman atau kufur/ingkar (QS. 18:29)6. Tidak perlu dipaksa manusia mau beriman atau tidak (QS. Yunus: 99)7. Ketidak mampuan manusia untuk memberi petunjuk kepada siapapun (QS. Al-Qashas:56)8. Kewenangan memberi petunjuk hanyalah Allah (QS. An- Nahl:37)
    • UPAYA MEMLIHARA KERUKUNAN• Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kpd Allah• Membina sikap saling menghormati antara pemeluk agama.• Membina kerjasama & kerukunan sesama pemeluk agama• Meningkatkan kesadaran bahwa masing-masing pemeluk agama sebagai makhluk Tuhan• Membina dan mengembangkan sikap mencintai sesama manusia dan bertenggang rasa• Meningkatkan kesadaran bahwa berani membela kebenaran dan keadilan dengan penuh kegigihan• Membina dan menjunjung tinggi persatuan dengan berdasar prinsip Bhinneka Tunggal Ika• Membina dan menjunjung tinggi nilai kebenaran & keadilan• Tdk memaksa org lain memeluk agama yg seagama dg kita• Mengakui bahwa hubungan antara manusia dengan Tuhjan adalah hubungan pribadi yang hakiki
    • PENGHAMBAT KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA • Egoisme • Ekstrimisme • Fanatisme