• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Leadership modul
 

Leadership modul

on

  • 6,337 views

 

Statistics

Views

Total Views
6,337
Views on SlideShare
6,337
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
551
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Leadership modul Leadership modul Presentation Transcript

    • LEADERSHIP MODUL by EKA NUGRAHA By limasatuproduction.com
    • ON TARGET Leadership Program Pokok Bahasan EVENT ORGANIZER EVENT MANAGEMENT BAGAIMANA MENJADI LEADER YANG BAIK 10 KEPRIBADIAN YANG DISUKAI MENINGKATKAN PERCAYA DIRI PERAN TEAM WORK DALAM MEMBANGUN BISNIS MENJADI ORANG YANG BERTANGGUNGJAWAB DENGAN PEKERJAAN
    • EVENT ORGANIZERON TARGET •Event Organizer sudah berkembang pesat di negeri kita. Dari yang bergerak di bidang pertunjukan musik, pameran produk (mobil, komputer, handycraft), sampai wedding pun tersedia. Seiring dengan makin luas ruang lingkup dan kompleksitas training yang ditangani maka kemampuan yang dibutuhkan pun semakin berkembang, misalnya networking, lobbying, negosiasi, presentasi, leadership dll. Untuk sementara ini saya ingin mengupas dulu beberapa kemampuan dasar tersebut, dengan tujuan dapat menjadi referensi pembelajaran bagi rekan-rekan yang untuk menggeluti profesi Event Organizer. Beberapa kemampuan dasar tsb adalah, sbb: - Kemampuan - Tuntutan Tugas - Situasi yang dihadapi Analis Mampu mengidentifikasi persoalan, memilah-milah fakta/informasi, mengkaji, merumuskan dan mencari alternatif-alternatif solusi Sistematis Mampu menyusun alur, jadwal, serangkaian aktivitas yang dilakukan secara bersamaan untuk terselanggaranya sebuah event Mendesain, merencanakan jadwal pertemuan, menghitung mundur semua aktivitas untuk terselenggaranya, menyampaikan gagasan s ecaraOn-schedule Customer Oriented Sensitif terhadap situasi-situasi yang menuntut gerak cepat karena ada kebutuhan customer untuk segera dilayani dengan tetap bersikap ramah Dinamis Memiliki image penampilan, cara bertindak dan cara bicara yang bersemangat, cekatan, ekspresif, memiliki selera humor Menjadi MC, Ice breaker, Energizer, Game Leader
    • EVENT ORGANIZERON TARGET LEADERSHIP SITUASIONAL Up-date Knowledge/informasi Tuntutan untuk tahu dan memahami background perusahaannya, selalu harus meng-up date pengetahuan dan informasi yang menunjang kesuksesan tugas, melalui berbagai referensi (buku, brosur, internet, diskusi) Administratif Ini sangat penting. Karena hampir semua aspek pekerjaan organizer, selalu terkait dengan kemampuan yang satu ini Surat-menyurat, pendataan peserta, record training, perbanyakan materi, sertifikat, ijin kegiatan, peminjaman ruang dll Komunikatif Memiliki keterampilan public speaking, interpersonal communication yang supel, menyediakan waktu untuk ‘gaul’, mampu menuangkan ide pikiran dengan bahasa yang mudah dipahami audience Menjadi MC di kelas, memimpin dan melakukan meeting, mengendus persoalan Satu lagi, bila networking kita sudah bagus, tak jarang kompetensi ini kita bisa gunakan juga untuk kegiatan yang bersifat amal atau social. Di sisi lain masih sangat banyak lembaga, yayasan, panti asuhan, korban bencana yang membutuhkan program sosial ini. Tidak terhitung jumlahnya, seluas samudera.
    • EVENT MANAGEMENTON TARGET Dasar Pengelolaan Event Management Event itu menjual ide yang diwujudkan ke dalam sebuah konsep event. Konsep yang dapat dinyatakan dan mampu untuk dilaksanakan dan dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat dalam event. Unik dan spektakuler, Memorable (berkesan) Ada penawaran istimewa Ada yang ingin dilihat dan ditunggu Bermanfaat bagi semua orang Bermula dari unsur Needs and Wants. Merupakan Tim Work. Memadukan unsur Edukatif, Entertaiment (Edutaiment). What are events? Event atau lebih dikenal sebagai special event didefinisikan sebagai fenomena yang muncul dari kejadian- kejadian yang sifatnya non rutin, yang di dalamnya ada unsur hiburan, budaya, personal (khusus) atau tujuan perusahaan yang merupakan bagian dari aktifitas normal/kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah mencerahkan, merayakan, menghibur atau memberikan pengalaman sekelompok orang (Shone, Anton & Bryn Parry, Successful Event Management, 2004). Definisi Event Management Merupakan salah satu pemasaran strategis dan alat komunikasi bagi perusahaan, baik perusahaan besar maupun kecil. Dari mulai peluncuran produk sampai konferensi pers. Perusahaan membuat event promosi untuk membantu mereka berkomunikasi dengan klien dan calon klien. Mereka dapat mentargetkan audiens melalui media, dengan harapan mendapat liputan media yang mampu menjangkau ribuan bahkan jutaan orang. Mereka juga dapat mengundang audiens ke event mereka dan menjangkau mereka secara langsung.
    • EVENT MANAGEMENTON TARGET Alasan Perusahaan menggunakan Event Organizer 1. Lebih hemat waktu 2. Lebih hemat Tenaga (Sumber Daya Manusia) 3. Anggaran dapat disesuaikan dengan budget. Event Manager adalah orang yang merencanakan dan mengeksekusi suatu event. Manajer event dan tim nya seringkali berada di balik layar selama event berlangsung. Manajer event dapat juga terlibat tidak hanya dalam hal perencanaan dan eksekusi dari suatu event, tapi juga dalam membangun brand, merancang strategi marketing dan komunikasi. Manajer event adalah orang yang ahli dalam hal kreatif, teknis dan elemen logistik untuk membuat suatu menjadi event sukses. Termasuk di dalamnya mendisain event, produksi audiovisual, scriptwriting, logistik, pembiayaan, negosiasi dan tentu saja, pelayanan pelanggan. Ini merupakan profesi multidimensi. Membuat judul event Mulai dari yang Anda ingat dan sukai?Mengundang Tanya ada apa di event tersebut?Mengundang animo orang untuk hadir? MODAL UTAMA : Berani memulai dan relasi (Tempat, suplier, kontraktor, Media partner, organisasi pendukung) Modal Lainnya : 1. Uang (Modal usaha atau Pinjaman) 2. SDM (Team work yang solid) 3. Klien (sponsor)
    • EVENT MANAGEMENTON TARGET MODAL UTAMA : Berani memulai dan relasi (Tempat, suplier, kontraktor, Media partner, organisasi pendukung) Modal Lainnya : 1. Uang (Modal usaha atau Pinjaman) 2. SDM (Team work yang solid) 3. Klien (sponsor) Kunci sukses sebagai Event organizer Motivasi Database Network Permodalan dana segar yang cukup sampai BEP dan mampu pre-financing SDM yang dinamis, Mobile Hardworker Teamwork spirit Creativity Imagination & Concept Individual skill yang tepat guna Tidak Gaptek Personality yang baik Inisiatif tinggi Jeli Cermat dan peka terhadap perkembangan Pemahaman karakter dan culture Event period
    • EVENT MANAGEMENTON TARGET Kunci sukses sebagai Event organizer Motivasi Database Network Permodalan dana segar yang cukup sampai BEP dan mampu pre-financing SDM yang dinamis, Mobile Hardworker Teamwork spirit Creativity Imagination & Concept Individual skill yang tepat guna Tidak Gaptek Personality yang baik Inisiatif tinggi Jeli Cermat dan peka terhadap perkembangan Pemahaman karakter dan culture Event period Dimulai 24 jam sebelum jam acara dimulai (H-Hour minus 24 Hours) Ketahanan fisik dan stamina sangat diandalkan. Manajemen operasional memegang peranan penting Teamwork sangat berpengaruh Diperlukan Person-in Charge/project coordinator yang memiliki dedikasi kepemimpinan (Leadership) Sebaiknya bekerja dengan daftar periksa (check list) Usahakan semua berlangsung tepat waktu (on-time)
    • EVENT MANAGEMENTON TARGET Langkah-langkah dalam menyusun Event 1. Tetapkan tema Event 2. Amati pasar (studi Kelayakan) 3. Kumpulkan data base yang cukup 4. Tentukan SDM yang akan menjadi Tim dalam Event tersebut 5. Tetapkan lokasi dan waktu penyelenggaraan event 6. Penentuan kontraktor 7. Menentukan organisasi, media massa dan lembaga pendukung 8. Menentukan acara dan pendukung acara 9. Menentukan strategi pemasaran dan promosi 10. Menyusun dan menganalisa anggaran. 5W+1H 5 W + 1 H dalam panduan pembuatan Event Why (alasan event dibuat) Who (Siapa saja yang akan dilibatkan dalam event) When (kapan event tersebut dilaksanakan) Where (lokasi event tersebut) What (apa yang disuguhkan event Itu) How (Bagaimana mempromosikan dan melaksanakan event tersebut
    • EVENT MANAGEMENTON TARGET Lokasi Pilihlah lokasi yang sesuai dengan kebutuhan acara, ketersediaan anggaran dan infrastruktur yang ada. Bandingkan beberapa lokasi sebelum menentukan pilihan (hotel, public hall, function hall di business area/office building, convention center, dsb.) Buatlah daftar periksa (check list) sesuai dengan kebutuhan acara dan periksalah pada saat kunjungan. Konfirmasikan segera apabila pilihan sudah final dan penuhi semua syarat administrasi secepatnya. Pemilihan lokasi Event 1. Strategis (mudah dijangkau), akses dan ketersediaan alat tranportasi local 2. Terjaga kebersihan dan kenyamanan 3. Terjamin keamanan 4. Tersedianya lahan parkir yang memadai 5. Tersedia fasilitas lainnya seperti toilet, kantin, ATM, mesin otorisasi kartu kredit, public telpon, press room. Tema dan waktu Ikut trend atau menciptakan trend baru Tema akan berpengaruh dalam memilih peserta dan menetapkan target pengunjung. Pemilihan tema akan berpengaruh terhadap sponsor/donatur yang akan berpartisipasi dalam sebah event. Timing harus tepat sesuai dengan tema
    • EVENT MANAGEMENTON TARGET Waktu persiapan cukup Data Base 1. Dari katalog 2. Dari iklan di berbagai media massa 3. Dari Event atau pameran sebelumnya 4. Dari searching di Internet 5. Dari brosur-brosur 6. Dari buku kuning/Yellow pages 7. Dari literatur lainnya 8. Dan sumber lainnya. Apakah lokasi menyediakan jasa boga Hotel biasanya mempunyai bagian banquet yang mengurus hal ini; sementara lokasi lainnya kadang kala menyediakan daftar rekanan catering. Prasmanan atau served (dibantu pelayan) Bagaimana pilihan menunya? Banyak variasinya? Hati-hati apabila kebutuhan untuk memilih vegetarian menu. Tanyakan pilihan makanan untuk peserta dari daerah tertentu termasuk pantangannya. Perhatikan pula pengolahan makanan dengan mayoritas umur dari peserta. Apakah lokasi menyediakan jasa boga. Hotel biasanya mempunyai bagian banquet yang mengurus hal ini; sementara lokasi lainnya kadang kala menyediakan daftar rekanan catering. Prasmanan atau served (dibantu pelayan) Bagaimana pilihan menunya? Banyak variasinya? Hati-hati apabila kebutuhan untuk memilih vegetarian menu. Tanyakan pilihan makanan untuk peserta dari daerah tertentu termasuk pantangannya. Perhatikan pula pengolahan makanan dengan mayoritas umur dari peserta. Acara Susunlah dengan seksama dan terperinci – lengkapi dengan technical Run Down termasuk durasi tiap mata acara Perhatikan waktu ibadah, jam-jam berkendaraan lalu lintas (3-in-1 atau peak hours) dan sebagainya Pilihan pemandu acara (MC) maupun pengisi acara (performer, pembicara) yang tepat sesuai kebutuhan acara dan segmen. Siapkan agenda alternatif (Plan “B” ) Menggolkan proposal Konsep unik merupakan plus point Target jelas Promosi gencar dan merata sesuai dengan segmen yang dituju Lokasi mudah diakses Timing yang tepat Fasilitas lengkap: Sarana parkir, kebersihan, Cara pembayaran (ATM), kartu kredit, dsb.
    • EVENT MANAGEMENTON TARGET Benefit jelas untuk para sponsor Keberhasilan meraih sponsor 1. Berkaitan dengan tema event 2. Amati calon sponsor dari promosi yang pernah mereka lakukan kurang lebih 3 bulan belakangan 3. Tanyakan langsung kemungkinan mereka berpartisipasi sebelum Anda mengajukan proposal (Tersediakan budget untuk event dalam program promosi mereka) Keberhasilan meraih sponsor 1. Berkaitan dengan tema event 2. Amati calon sponsor dari promosi yang pernah mereka lakukan kurang lebih 3 bulan belakangan 3. Tanyakan langsung kemungkinan mereka berpartisipasi sebelum Anda mengajukan proposal (Tersediakan budget untuk event dalam program promosi mereka) Pemanfaatan teknologi informasi Database – modal utama kegiatan untuk perolehan peserta, pengunjung, sponsor dsb. Direct e-mail sebagai pengganti directmail konvensional Faxshoot- mekanisme otomatisasi untuk mengurangi human error, energi dan waktu Mailist – penyebar luasan infromasi secara massal tetapi langsung dengan mekanisme eMail Registrationν process yang kemudian menjadi masukan tambahan database. SMS Blast/BomberScheduling/penjadwalan Berapa lama (bulan) persiapan sebuah event? Tahapan Kerja sebuah event (pre conditioning, pre event, event, post event) Target dan hasil akhir yang mau diraih Atas permintaan persiapan event bisa dihentikan bila dalam perjalanan banyak terdapat kendala. Buatlah rangkaian perkerjaan itu mudah dan sederhana untuk dimengerti. Stake Holders Media massa Organisasi Profesi Perusahaan swasta Instansi pemerintahan yang terkait Organisasi kemasyarakatan yang ada Organisasi hobi Kalangan akademis
    • EVENT MANAGEMENTON TARGET Advertising agencies Hotel, travel, catering dan sebagainya Dekorasi dan perlengkapan Apakah dekorasi diperlukan? Apa tema dekorasi yang akan dipergunakan Dikerjakan sendiri, diserahkan ke EO atau ke Dekorator Membuatnya atau menyewa yang sudah ada? Dekorasi apa yang tersedia di lokasi Apa perlu koordinasi dengan tata lampu, tata suara, penata pentas, pemandu acara dll. ? Post Event Lakukan evaluasi dan audit selengkapnya (tidak hanya financial audit), termasuk audit kelancaran acara, audit penyelenggaraan dan sebagainya. Simak apa saja hasil yang diperoleh (financial profit, portfolio/references, database, network, pengakuan/endorsement, dsb) Rapikan dokumentasi (foto, video, dokumen) dengan cermat
    • EVENT MANAGEMENTON TARGET Siapkan laporan tertulis yang terperinci dan sistematis Manfaatkan semua berkas untuk event serupa di masa mendatang. Press & media Special deal with media relation/PR Firm Press/News Release, Press Kit Press Conference/gathering Press Center Special admission Pas for PressPrinted Materials Invitation Ticket Site plan Directory Daily news lettern Phamphlets/poster/flyer/leaflet/folder,etcPaS (promotion at Show) Outdoor – Billboard, Petunjuk arah, Umbul-umbul, balon, dll. Indoorν – Vertical Banner, News clipping board, souvenir dsb. Electronic - TV News, talk show, web site, advertisement Printed – iklan, advertorial, berita dsb. Evaluation Financial, participants, program complaints, compliments, business transaction, comment, request Prime target – Zero Complaint Second target – Profit at least Break Event Point. MOTTO EVENT ORGANIZER: ZERO COMPLAINTS IS THE TARGET !!!
    • ON TARGET BAGAIMANA MENJADI LEADER YANG BAIK untuk menjadi pimpinan/leader yang baik itu : 1. jangan menganggap diri anda yang paling benar, tapi anda bisa mengahargai pendapat bawahan anda. mungkin pendapat bawahan anda itu ada benarnya sehingga anda jangan gengsi mengatakan ya kepada bawahan anda karena pendapat anda bisa membangkitkan semangat & bawahan anda pun akan merasa bangga karena pendapatnya di hargai. jangan mengatakan tidak kepada bawahan anda tapi katakan ya pendapat kamu saya terima & akan saya pelajari. 2. berikan perhatian kepada anak buah anda. walaupun kecil sekali bentuk perhatian itu anak buah anda akan merasa senang. misalnya sewaktu tiba di kantor jangan malu mengucapkan salam atau selamat pagi kepada anak buah anda. lalu tanyakan kepada anak buah anda bagaimana pekerjaan hari ini apakah ada masalah? 3. adakan pertemuan minimal 1 minggu sekali untuk mengadakan evaluasi & sharing tentang masalah yang ada di lingkungan pekerjaan. jadi bisa di selesaikan bersama-sama. ada metode yang biasa di lakukan yaitu dengan PDCA "Plan , Do, Check & Action" 4. jadilah pemimin yang tegas & disiplin, karena bawahan anda pun akan segan dengan anda tapi jangan membuat takut bawahan anda. karena anda tidak akan di sukai bawahan anda jika mereka merasa tidak nyaman di bawah pimpinan anda. jadi anda pun ya paling tidak ada loyalitas sedikit deh..... 5. jangan pernah takut menghadapi tantangan. jika ada masalah yang besar cobalah di sederhanakan & selesaikanlah masalah itu dengan kepala dingin. 6. semoga berhasil menjadi pimpinan yang baik & bijaksana. Sama seperti setiap ahli dari setiap bidang ilmu memiliki beberapa keterampilan yang tepat, pemimpin harus memiliki beberapa kompetensi spesifik juga. Pada tahun 2001 penulis terkenal Anne Bruce menulis buku “Leader: Start to Finish”, antara lain mengidentifikasi sepuluh kompetensi di mana pemimpin harus fokus pada upaya mereka.
    • ON TARGET Integritas Menurut Wikipedia, Integritas adalah “konsistensi dari tindakan, nilai, metode, tindakan, prinsip, harapan dan hasil”. Kunci konsep adalah konsistensi dari tindakan dan nilai-nilai. Nilai dan kepercayaan Seorang pemimpin percaya bahwa pemimpin harus menghargai orang lain, tidak seperti dia berkata, berkomunikasi dalam cara yang terbuka, dan yang paling penting dari semua mengakui bahwa kepercayaan adalah jalan dua arah, yang saling bertukar. Nilai yang merupakan inti dalam perilaku pemimpin, yang mengapa sangat penting bahwa nilai-nilai perusahaan yang dalam sinkro dengan memiliki satu pemimpin. Team Building Pemimpin yang baik, mengetahui bahwa membangun sebuah tim yang sangat penting untuk mencapai tujuan. Dia juga mengetahui bahwa pentingnya menjadi bagian dari tim untuk setiap anggota dalam organisasi. Mendengarkan Jika Anda tidak dapat mendengar, Anda tidak dapat memimpin. Semudah itu, karena dapat mendengar orang-orang tidak hanya sebagai keterampilan tetapi jalan hidup. Mempengaruhi dan Persuading Menggunakan kata-kata yang tepat, melakukan hal-hal yang tepat, pengaturan contoh yang tepat. Mempengaruhi dan persuading sangat penting untuk membuat tim Anda bergerak ke arah tujuan Anda. Semangat Kompetitif Menjadi yang terbaik pada apa yang anda lakukan, adalah salah satu motivasi bagi setiap pemimpin. Jenis yang tanpa motivasi, rasa yang berprestasi, sulit untuk mencapai tingkat perkembangan pada endeavours Anda tetapkan untuk diri sendiri. Setiap pemimpin, memiliki harapan besar dan keinginan untuk menjadi yang terbaik.
    • ON TARGET Menetapkan prioritas dan Pembuatan Keputusan Pemimpin yang baik tahu apa yang harus dilakukan, dan pentingnya hal-hal yang akan dicapai. Jadi pemimpin yang memiliki prioritas yang jelas, yang membantu dia untuk mengambil keputusan yang tepat di bawah keadaan yang sulit. Jika ragu, atau di depan sulit kali, jelas priorites adalah orang yang paling membantu. A Sense of Humor Kehidupan bukan merupakan rangkaian kegiatan yang tidak terkait, semua Sebaliknya, segala sesuatu yang terjadi di Lifes kami memiliki hubungan tertentu, jika anda tidak mengambil hidup Anda dengan rasa humor, maka akan sulit untuk menghadapi kesulitan waktu dan akan sulit bahkan inspirasi untuk percaya pada orang-orang bekerja sama dengan Anda, jika Anda tidak dapat mengambil kemunduran dengan rasa humor yang menyatakan kepercayaan dan keyakinan di dalam sarana dan sarana tim Anda. Visi dan beradaptasi Jika Anda tentang kepemimpinan, Anda harus berpikir VISI. Ya, VISI. Tidak ada pemimpin jika tidak ada visi. Anda mengarah ke suatu tempat, ke arah tujuan, target, yang objektif, yang terjadi setelah Anda hadiah yang besar, dan orang-orang yang berada di belakang membawa Anda ke arah tujuan tersebut. Di sisi lain, anda harus cukup fleksibel untuk menerima bahwa kadang-kadang jalan ke tujuan kadang-kadang lebih lama dari yang diharapkan, Anda harus menyesuaikan diri sendiri untuk itu. Dalam arti bahwa seorang pemimpin adalah tidak hanya untuk melakukan perubahan tetapi juga untuk menerima mereka. Leadership Actions Sekarang Anda memiliki 9 kompetensi yang akan digunakan untuk meningkatkan gaya kepemimpinan. Mana yang Anda akan mulai bekerja pada? 1. Pilih hanya satu, dan bekerja di seharian. 2. Melakukannya, Anda akan memperbaikinya. 3. Ulangi sampai Anda telah bekerja pada kompetensi 9. 4. Tetap melakukan langkah-langkah 1 sampai 3 sampai menjadi “kebiasaan” untuk Anda.
    • ON TARGET Menjadi ‘Leader’ untuk Diri Sendiri Seorang ‘leader’ atau pemimpin adalah seseorang yang memimpin, baik di sebuah organisasi, perusahaan, ataupun dalam komunitas kelompok tertentu. Menjadi seorang ‘leader’ untuk diri kita sendiri tidaklah sulit. Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan, agar kita dapat memimpin diri kita dengan baik. Berikut beberapa hal tersebut: 1. Kenali diri kita. Seorang pemimpin yang baik adalah seseorang yang mengenal dengan baik anggota kelompoknya. Menjadi pemimpin yang baik untuk diri sendiri berarti mengenal diri kita dengan baik. Tanyakan kepada diri sendiri, siapakah aku? Apa kelebihanku? Apa kekuranganku? Apa tujuan hidupku? Cobalah terus untuk memberikan pertanyaan kepada diri sendiri. Jangan berhenti jika kita telah mendapatkan jawabannya. Jangan berpuas diri, melainkan teruslah bertanya dan bertanya. Jika suatu saat kita mengalami kebuntuan dalam menjawab pertanyaan, coba terus menggali sampai ke dalam, dan temukan jawabannya. Mengenal diri kita adalah hal yang paling dasar jika kita mau memimpin diri sendiri. Mengapa? Jika seorang pemimpin memimpin sebuah kelompok, namun tidak mengenal pribadi anggotanya, maka ia akan kesulitan untuk bekerja sama dengan mereka. Sama halnya dengan memimpin diri sendiri. Jika kita tidak tahu siapa diri kita, kelebihan dan kekurangan kita, dan apa yang kita inginkan, maka kita pun akan kesulitan untuk memimpin diri kita. 2. Buat aturan untuk diri sendiri. Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, aturan dibuat agar setiap anggotanya tetap berjalan pada koridor dan tujuan organisasi atau perusahaan. Seorang pemimpin yang baik tentunya dapat membuat dan mengikuti aturan yang telah disepakati bersama. Begitu pula halnya dengan aturan untuk diri sendiri. Aturan untuk diri sendiri dibuat khususnya agar kita dapat menjaga keharmonisan dan keseimbangan mental dan emosi kita. Contoh-contoh aturan untuk diri sendiri yang dapat diterapkan: • Saya harus peduli dan memperhatikan diri saya, sama seperti saya peduli dan perhatian dengan orang lain. • Saya tidak harus selalu berkata ‘ya’ terhadap semua permintaan yang diajukan orang lain, atau merasa bersalah ketika berkata ‘tidak’. • Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. berusahalah untuk memberikan yang terbaik. • Saya memiliki hak untuk diperlakukan dengan hormat oleh orang lain. Aturan-aturan ini merupakan hal-hal sederhana yang biasanya kita lupakan dengan berbagai alasan. Misalnya, ingin menyenangkan orang lain, ingin sempurna, dan takut merasa bersalah.
    • ON TARGET 3. Kendalikan emosi. Dalam hubungannya dengan memimpin diri sendiri, mengendalikan emosi adalah salah satu hal yang penting untuk dilakukan. Pengendalian emosi erat kaitannya dengan pengendalian diri. Jika kita dapat mengendalikan diri, dengan bijaksana mengeluarkan emosi-emosi yang kita rasakan, maka kita sudah berhasil menjadi pemimpin untuk diri sendiri. Emosi pada dasarnya adalah sebuah dorongan untuk bertindak, yang mendorong seseorang untuk merespons atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada. Pengendalian emosi bukan berarti berhenti merasa atau pun tidak mengekspresikan diri Anda. Pengendalian emosi berarti kita bisa mengenali, memahami, dan mengendalikan emosi yang kita rasakan. Intinya adalah bagaimana kita mengatur emosi kita, bukan sebaliknya, kita yang dikuasai dan diatur oleh emosi tersebut. Dengan mengendalikan emosi, kita akan bisa mengerjakan sesuatu dengan lebih baik. Emosi yang berlebihan cenderung akan menguras energi kita sehingga kita merasa lebih cepat lelah, dan juga membuat kita sulit berpikir dengan baik. 4. Be (proud of) yourself. Untuk dapat memimpin diri sendiri, hal penting lainnya adalah bagaimana kita mau menjadi diri sendiri, dan juga bangga terhadap diri kita. Setelah kita mengenal siapa diri kita, hal yang selanjutnya perlu dilakukan adalah bangga terhadap diri sendiri, sehingga kita tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain. Langkah awal yang dapat dilakukan untuk menjadi diri sendiri adalah meyakini tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Yang dapat kita lakukan adalah selalu memberikan yang terbaik pada setiap kesempatan, bukan menjadi sosok yang sempurna. Jika itu telah kita lakukan, maka langkah selanjutnya adalah selalu bangga dengan apapun yang kita lakukan, apapun hasilnya. Sebab kita telah memberikan usaha yang terbaik dan maksimal di setiap hal yang kita kerjakan. Selanjutnya, janganlah terlalu mengagung-agungkan orang lain, tapi banggalah dengan kelebihan dan potensi yang kita miliki. Percayalah bahwa masing-masing dari kita diciptakan dengan talenta yang berbeda-beda. Tugas kita adalah mengembangkan talenta tersebut, bukan hanya mengagumi talenta orang lain. Yang terakhir, hapuslah standar-standar ideal yang kita ciptakan dalam pikiran kita masing-masing. Standar ideal yang kita buat biasanya membuat kita merasa tidak puas akan diri sendiri, dan terus menerus mengejar ke-ideal-an tersebut. Jangan terus- menerus membandingkan diri kita dengan orang lain yang kita anggap ideal. Sayangilah diri kita sendiri.
    • ON TARGET 5. Berikan reward untuk diri sendiri. Semua orang menyukai pujian, penghargaan, atau bahkan sebuah tepukan di pundaknya saat berhasil melakukan sesuatu. Seorang pemimpin yang baik seharusnya selalu memberikan penghargaan kepada anggota kelompok yang berhasil melakukan sesuatu, sama halnya jika kita memimpin diri sendiri. Sebagai seorang pemimpin, kita biasanya lebih mudah memberikan penghargaan dan reward kepada orang lain daripada kepada diri kita sendiri. Kita cenderung bersikap lebih keras terhadap diri sendiri, kita cenderung terus ‘memaksa’ diri kita dengan melihat kekurangan yang kita miliki. Hal ini mungkin karena kita ingin tetap terus menjaga motivasi pribadi. Tetapi terkadang kita lupa bahwa sebuah penghargaan dan reward juga penting diberikan kepada diri kita. Reward dapat memunculkan perasaan bahwa kita melakukan sesuatu yang kita inginkan, bukan hanya sekedar bagaimana kita memaksa diri kita untuk melakukan sesuatu. Pemberian reward kepada diri sendiri cenderung lebih efektif untuk memperkuat munculnya perilaku yang kita inginkan, daripada ‘menghukum’ diri kita. Untuk menerapkan sistem reward pada diri kita, pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan tolak ukur atau target mengenai apa yang ingin kita lakukan, baru selanjutnya menentukan reward apa yang pantas untuk diri kita. Reward untuk diri sendiri dapat diberikan dalam bentuk berlibur ke luar kota, menonton film di bioskop, pergi ke salon untuk spa, relaksasi dengan pijit di tempat kesehatan, membeli sesuatu yang berkaitan dengan hobby, dan lain-lain.
    • ON TARGET 6. Maafkan dirimu. Selain memberikan penghargaan atau reward kepada diri sendiri, hal lain yang perlu kita lakukan adalah memaafkan diri sendiri bila mengalami kegagalan. Berhentilah menyalahkan diri sendiri karena itu hanya akan membuat kita merasa putus asa dan stress. Berikanlah kesempatan kepada diri kita untuk berkembang, belajar dari kesalahan yang telah kita buat, dan menerima kegagalan sebagai proses belajar. Menyalahkan diri sendiri hanya akan membuat pikiran kita buntu, dan sulit untuk melihat sisi positif, apa yang telah kita pelajari dari sebuah kesalahan. Sebaliknya, ketika kita menerima sebuah kesalahan yang kita lakukan sebagai sebuah proses belajar, maka kita akan cenderung lebih mudah untuk melangkahkan kaki menghadapi hal lain yang ada di depan mata. Apa saja yang harus dilakukan agar kita dapat memaafkan diri sendiri? Berikut beberapa diantaranya: • Akui kesalahan yang telah kita buat dan relakan hal itu terjadi. • Fokuslah pada kelebihan dan potensi yang kita miliki, jangan terfokus kepada kesalahan yang telah dilakukan saja. • Carilah apa yang dapat kita pelajari dari kegagalan yang kita alami. • Ceritakan apa yang kita alami dengan orang terdekat, dan dengarkanlah pandangan mereka mengenai kegagalan atau kesalahan tersebut. • Berhentilah berkata “seandainya…”. Ingatlah bahwa sekeras apapun kita mencoba, apa yang telah terjadi tidak pernah dapat kita ubah. Satu-satunya yang dapat kita buat untuk menjadi lebih baik adalah masa kini dan masa depan. Jadi camkanlah pada diri sendiri, “saya akan membayar kesalahan / kegagalan ini di kesempatan berikutnya”. • Beranilah untuk kembali melangkahkan kaki kembali. Kegagalan / kesalahan bukanlah akhir dari dunia. Masa kini dan masa depan selalu menanti di depan kita. Keraguan untuk kembali melangkah hanya akan menghambat kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Brave to say
    • ON TARGET 10 KEPRIBADIAN YANG DISUKAI Beberapa kepribadian yang disukai baik cewek ataupun cowok: 1. Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri. 2. Beda dgn rendah diri yg merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder. 3. Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yg setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat. 4. Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan drpd keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb. 5. Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain. 6. Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
    • ON TARGET 7. Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik. 8. Kebesaran jiwa dapat dilihat dr kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan. 9. Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya. 10.Empati adalah sifat yg sangat mengagumkan. Orang yg berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
    • ON TARGET MENINGKATKAN PERCAYA DIRI Kita rasanya akrab dengan kata “minder”. Namun disini pengertian minder bukan “kuper” (kurang pergaulan). Banyak hal yang mengakibatkan timbulnya rasa “minder” atau tidak punya rasa percaya diri. Kebanyakan yang namanya “minder” itu identik dengan perempuan, walaupun sebenarnya semua orang bisa memilikinya. Percaya diri merupakan suatu perasaan dimana seseorang merasa tahu siapa dirinya, sehingga dia bisa bersikap sesuai dengan kemampuannya. Namun, kadang-kadang percaya diri itu disalah-artikan dalam artian fisik. Sehingga, jika ada yang kurang dari diri seseorang, yang bersangkutan cenderung menghindari tempat-tempat yang bisa mengalihkan perhatian orang lain tertuju padanya. Sebenarnya keadaan yang berhubungan dengan fisik itu hanya penampilan sesaat belaka. Bukankah kekurangan di wajah bisa dipoles, begitu juga dengan aksesoris. Biasanya orang yang seperti ini akan sangat tergantung pada orang lain. Tergantung Berarti Hancur Malu dengan penampilan fisik bisa berakibat fatal, orang itu akan menjauhkan diri dari dunia luar. Padahal kita tidak selamanya muda dan cantik/tampan. Kepercayaan diri haruslah ditempatkan sesuai dengan apa yang kita miliki. Kebanyakan orang menyadari dirinya dari sudut kekurangannya saja. Jika sudah demikian, sikap kita akan selalu terpengaruh oleh kekurangan tersebut. Anggapan semacam ini harus ditepis dengan berkaca dan instropeksi diri. Bahwa ada kelebihan diantara kekurangan kita. Dengan cara ini niscaya rasa kurang percaya diri bisa diatasi. Pelihara Penampilan Jika seseorang ingin tampil penuh percaya diri, yang pertama kali dipelihara adalah penampilan. Itu yang paling mudah. Karena biasanya kontak pertama dengan orang lain berhubungan dengan mata. Untuk itu, agar penampilan tetap enak dilihat, peliharalah kebersihan dan rawat diri, baik wajah maupun pakaian. Penampilan akan membantu seseorang yakin dengan dirinya. Untuk memberikan kesan enak, keselarasan dalam berpakaian harus disesuaikan. Tidak perlu mahal, tapi pas dan cocok untuk dipakai.
    • ON TARGET Cari Keuntungan Dari Teman Dengan aktif bergaul pun bisa meningkatkan rasa percaya diri. Bergaul memang bisa dengan siapa saja, tapi mencari teman berbincang tidak semudah yang dibayangkan. Teman yang baik adalah teman yang memberikan keuntungan buat kita, tidak secara materi melainkan wawasan dan pengetahuan. Dalam berteman pun kita harus mempunyai sikap, tanpa harus menutup diri terhadap teman yang lain. Buat apa menjadi teman jika hanya membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak berguna apalagi sampai merugikan diri kita. Carilah teman yang bisa memberikan masukan, wawasan dan pengetahuan bagi anda. Wawasan dan pengetahuan disini tidak harus selalu berhubungan dengan profesi anda, bisa juga tentang hal-hal yang tidak anda mengerti sebelumnya. Sehingga anda bisa lebih mengenal dunia luar dan pastinya akan meningkatkan rasa percaya diri anda. Citra Diri Itu Perlu Punya banyak kekurangan tak perlu malu, tampilkan kelebihan yang anda miliki. Karena itu peningkatan diri itu perlu, baik dari segi pengetahuan ataupun wawasan. Selain itu jangan bersikap seperti katak di bawah tempurung. Membuka diri terhadap lingkungan perlu dilakukan agar mata dan telinga bisa melihat dan mendengar perubahan yang ada. Dengan cara ini akan memupuk rasa respek dan peka terhadap gejala yang ada. Juga penting untuk pergaulan, seseorang harus mempunyai kemampuan bahasa, minimal bahasa Inggris. Dengan mempunyai kemampuan bahasa, seseorang akan lebih mudah untuk berkembang. Selain itu kita juga harus punya etiket, sebagai dasar supaya orang lain percaya terhadap kita. Etiket itu bermacam-macam dan bisa dipelajari. Kenali Lawan Bicara Banyak orang yang kadang tidak punya rasa percaya diri karena hal yang sepele. Untuk mendapat rasa percaya diri ini perlu mengenal diri sendiri terlebih dahulu. Ada yang namanya kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Masing-masing kekuatan dan kelemahan itu bisa dikembangkan ke arah yang sifatnya positif.
    • ON TARGET Selain mengenal diri sendiri, seseorang pun harus mengenal lawan bicaranya untuk mengetahui kekuatan dan kelemahannya. Barulah orang itu bisa mempresentasikan diri kita dan berkomunikasi dengan orang lain. Cara yang bisa dipakai untuk mengenal lawan bicara dan kita bisa dihargai, adalah dengan mengembangkan apa yang menjadi kekuatan dan kelebihan kita secara maksimal. Misalnya, jika kita menekuni suatu bidang keahlian, ada baiknya hal itu terus dikembangkan, diperdalam, atau dipertajam. Agar jika ada orang yang menanyakan permasalahan tersebut pada kita, orang tersebut tidak hanya memandang dengan sebelah mata. Salah Kaprah Kadang yang membuat orang salah kaprah pada penampilan diri seseorang itu terkecoh pada pandangan pertama pada waktu bertemu. Biasanya orang selalu menekankan penampilan itu harus paling hebat. Padahal yang penting dalam penampilan itu berkaitan dengan kesehatan. Untuk tampil baik dan percaya diri, yang penting sehat. Jika keadaan sehat otomatis penampilan pun akan kelihatan enak. Dan seseorang harus yakin dengan keadaan dirinya sendiri, tidak pesimis ataupun gamang. Dengan demikian percaya diri bisa diraih. Tampil percaya diri itu tidak perlu cantik atau gagah. Yang penting apa yang kita miliki bisa dihadirkan dengan rasa keyakinan. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, isilah wawasan kita dengan hal-hal yang bermanfaat. Salah satu kuncinya, dengan selalu ingin belajar dan mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan. 1. Rasa Malu/minder. Rasa percaya diri sangat dekat dengan rasa malu/minder pada diri seseorang. Anda harus mampu mengupas perasaan malu Anda untuk kemudian mengatasinya satu demi satu. Dan obat paling mujarab untuk mengatasi rasa malu Anda adalah dengan rasa malu Anda tersebut. Misalnya Anda malu berbicara di depan audien maka mulailah sedikit-sedikit belajar berbicara di depan audien atau Apabila Anda bergender laki-laki, ketika Anda malu mendekati cewek idaman Anda maka mulailah belajar mendekati cewek walaupun ia bukan idaman Anda, sekedar untuk berlatih –cara ini lumayan mudah diterapkan dan saya yakin Anda akan menikmatinya. Dan kata kuncinya adalah ‘paksa diri Anda’, karena disini Anda dituntut untuk lepas dari zona nyaman Anda sebagai ‘seorang pemalu’. 2.
    • ON TARGET 2. Jangan Takut Akan Kesempurnaan. Tampil sempurna dan tampil baik bukan merupakan hal yang sama. Khawatir tentang rasa malu akibat kesalahan-kesalahan kecil, akan menghindarkan Anda dari kesempatan- kesempatan bagus menantang yang dapat lebih mematangkan diri Anda. Misalnya Anda ditunjuk sebagai koordinator sebuah Acara –walau Anda belum pernah menghandle sebuah acarapun, jangan panik atau bahkan jangan menolak. Terima dan jalani saja kepercayaan yang diberikan, ini merupakan kesempatan Anda mulai belajar satu-demi-satu seluk beluk pengelolaan Acara tersebut. Kalaupun pada Acara ini Anda gagal, setidaknya Anda telah banyak belajar di sini, dan ketika Anda dihadapkan pada tanggung jawab serupa Anda sudah menguasainya. 3. Jangan Takut Akan Kegagalan. Ketika sekolah, Anda sering diajarkan tentang bagaimana ‘mengerikannya’ sebuah kegagalan yang harus selalu Anda hindari. Namun, pada relita kehidupan ini, kegagalan justru merupakan cara seseorang untuk belajar. Memang tidak selamanya belajar dari kegagalan merupakan suatu hal yang menyenangkan, namun kalau Anda membaca perjalanan hidup orang-orang berhasil, Anda akan menemukan bahwa mereka labih banyak mengalami kegagalan dibanding orang-orang pad umumnya. Berusahalah berpikir positif bahwa di setiap kegagalan Anda, pasti ada rencana Alloh yang lebih besar untuk Anda. 4. Prilaku Positif. Cobalah untuk balajar bagaimana berprilaku positif. Dua orang memiliki keahlian (skills) dan kemampuan (ability), namun prilaku positif yang dimiliki, akan menempatkan mereka pada posisi yang berbeda. Hal ini bukan merupakan proses semalam jadi, tapi proses yang berjalan terus menerus selama Anda hidup. 5. Tingkatkan Setiap Hari. Usahakan untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda setiap hari, walaupun sedikit-sedikit. Namun setelah berjalan 1 atau 2 tahun, dan Anda menengok ke belakang, Anda akan merasakan lengkah besar yang telah Anda lakukan dalam hidup Anda. Misalnya, ketika SMA Anda merupakan seorang pemalu yang minder bila harus tampil di depan kelas, namun sekarang Anda sudah menjadi pembicara hebat.
    • ON TARGET 1. Lakukan Riset Lakukan analisis bagaimana situasi yang akan anda hadapi saat ini, siapa audiensnya, dari kalangan mana mereka, berapa rata0rata usia audiens, apa tujuan acara, apa persepsi yang timbul bagi orang yang pertama kali melihat penampilan anda. Semakin dalam riset dilakukan, semakin besar kepercayaan diri anda. Semakin anda mengetahui lebih dulu, semakin baik persiapan anda. Jika anda ragu tentang sesuatu, tanyakan kepada pengelola acara tentang hal-hal di atas. Pertanyaan riset audiens di atas bukan tanda kelemahan dan kegugupan pembicara, tetapi ustru anda menunjukkan bahwa betapa anda peduli dengan hasil yang lebih baik bagi para peserta. 2. Latihan Berlatih dapat menyebabkan anda merasa jenuh. Tetapi ini adalah tindakan paling realistik untuk membangun percaya diri. Anda harus berlatih. Berlatihlah secara benar, maka percaya diri anda akan meningkat tajam. Dalam dunia kotbah, anda pasti juga tahu bahwa seorang pengkotbah biasanya berkotbah berkali-kali dalam pikirannya sebelum ia berkotbah sesungguhnya. Jadi, biasakanlah berlatih. Anda dapat melakukannya di mana saja, pikiran anda adalah tempat berlatih yang paling aman. Cari tempat yang tenang, dan konstruksikan dalam pikiran apa-apa dan bagaimana anda menyampaikan pidato, presentasi atau kotbah anda. 3. Visualisasi penampilan terakhir Pelajari presentasi atau kotbah anda yang terakhir. Anda dapat menemukan di ana kekuatan dan salahnya. Belajarlah dari penampilan anda yang terakhir, jangan abaikan hal ini. Karena mereka yang berani meneliti penampilan terakhirnya, punya kesempatan terbesar untuk meraih sukses berbicara di depan umum. Jika anda ada orang yang kebetulan melihat anda atau hadir dalam penampilan terakhir, tanyakan komentar mereka. Tetapi cara terbaik adalah dengan menyaksikan rekaman anda sendiri.
    • ON TARGET Rasa percaya diri sebenarnya mudah dicapai, dimana akan membuat dampak besar pada bagaimana orang lain melihat Anda, serta bagaimana Anda merasa tentang diri Anda sendiri. Cobalah langkah-langkah tersebut dibawah ini untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda: 1. Menegakkan tubuh. Sebuah Universitas Negeri Ohio baru-baru ini melakukan studi dan menemukan bahwa tindakan sederhana dengan duduk tegak dan menyesuaikan postur tubuh Anda secara signifikan dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda. 2. Mencatat yang positif. Cobalah melihat dalam cermin dengan ukuran penuh, dan ambil lima hal tentang diri Anda yang Anda rasa bagus, kata Leslie Sokol, PhD, salah satu penulis “Think Confident, Be Confident”. Buatlah catatan dari kedua atribut fisik Anda (mata, bibir, rambut, kuku, kaki, kaki, jari kaki, tersenyum) dan gaya (gaya rambut, pakaian, sikap, makeup, sepatu, perhiasan). 3. Berupaya berkeringat (atau tidak). Pergi jalan cepat mengelilingi blok ketika Anda merasa kecewa. Menurut penelitian University of Florida, tindakan sederhana dari latihan ini (tidak peduli berapa lama, seberapa kuat atau seberapa sering) memberikan Anda sebuah peningkatan citra tubuh dengan cepat. 4. Memotong rambut. Meskipun kelihatannya klise, sebuah tindakan baru adalah cara cepat untuk merasa lebih baik, kata Sheenah Hankin, PhD, penulis “Complete Confidence”. Mengubah penampilan atau hanya memanjakan diri dengan sedikit waktu "saya" dapat meningkatkan keyakinan diri Anda. 5. Jadwalkan berkumpul dengan teman wanita. Dalam sebuah survey Tupperware tentang jaringan kepercayaan diri, dari 85 persen responden, usia 18 tahun ke atas, mengatakan bahwa jaringan dukungan dari teman-teman perempuan lebih mungkin untuk membuat mereka merasa percaya diri dalam jangka panjang dibandingkan dengan berusaha untuk tampak menarik. 6. Ulurkan tangan. Jika Anda ingin membangun rasa percaya diri Anda di jalan besar, jadilah sukarelawan untuk sebuah organisasi atau kelompok yang membutuhkan bantuan, kata Susan Newman, PhD, penulis “The Book of No”. Ungkapan terima kasih yang Anda terima akan memperkuat harga diri anda dengan segera. Jadi cobalah mencari organisasi-organisasi untuk mencari kesempatan di daerah Anda. 7. Lihatlah sisi positifnya. Pikirkan kembali pengalaman yang paling baru di mana Anda pikir Anda jatuh atau kacau, dan cobalah untuk menyebutkan beberapa hal yang berlangsung dengan baik, saran Marci Fox, PhD, salah satu penulis “Think Confident, Be Confident”. Mungkin Anda menyesali kue yang sedang Anda panggang gosong , tapi apakah Anda bisa meluangkan waktu yang berkualitas bersama anak-anak Anda dan menyelesaikan pekerjaan merajut sambil menunggu membuat kue?
    • ON TARGET 8. Buatlah daftar. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang membuat Anda merasa tertekan/stress, yang meningkatkan kecemasan, serta menurunkan rasa percaya diri. Tuliskan apa saja yang mungkin termasuk dalam kategori ini, seperti menelpon balik ke orang atau membayar tagihan. Mulailah dengan hanya tiga hal dan melakukannya hari ini. 9. Menetapkan tujuan (kecil). Salah satu cara paling efektif untuk membangun kepercayaan diri adalah memecah tujuan besar menjadi kecil, agar dapat dilakukan dengan langkah-langkah tindakan, kata Sharon Fountain, presiden “National Association for Self-Esteem”. Sebagai contoh, jika Anda mencoba untuk membentuk dan menurunkan berat badan, adalah dengan membuat tujuan untuk makan setidaknya tiga porsi sayuran hari ini. 10. Mencoba sesuatu yang baru. Menangani sesuatu yang takut Anda lakukan atau sesuatu yang tampak sulit, dapat meningkatkan perasaan berkemampuan untuk melakukan dari dalam diri Anda. Beberapa hal yang bisa Anda mulai misalnya, mempelajari bahasa baru, merangkai bunga, mengambil kelas tarian tango atau mendaftar untuk sebuah kelas malam di sebuah perguruan tinggi setempat dalam sebuah topik yang menarik minat Anda.
    • ON TARGET Peran Team Work dalam Membangun Bisnis Bahwa membangun sebuah bisnis, sama halnya dengan membangun sebuah rumah. Untuk membangun rumah yang kokoh dibutuhkan pondasi bangunan yang kuat serta tiang-tiang penyangga yang tegak. Begitu pula dalam membangun bisnis, dibutuhkan visi yang kuat sebagai pondasi dasar, dan team wrok yang solid sebagai tiang penyangga untuk mencapai kesuksesan bisnis yang telah ditargetkannya. Tak bisa dipungkiri bila keberadaan team work memang sangat penting dalam membangun sebuah bisnis. Bahkan bisa dikatakan, maju tidaknya sebuah bisnis sangat dipengaruhi oleh team work yang ada di dalamnya. Semakin solid team yang mendukung sebuah bisnis, maka akan semakin besar pula peluang sukses yang dimiliki bisnis tersebut. Dan begitu juga sebaliknya, bila team di dalamnya tidak solid dan bekerja sendiri-sendiri, bisa dipastikan bisnis tersebut tidak bisa bertahan lama menghadapi persaingan dunia bisnis yang selalu meningkat setiap harinya. Meskipun membangun team work yang solid merupakan langkah penting dalam membangun sebuah bisnis, namun untuk menciptakannya di tengah lingkungan kerja bukanlah perkara yang mudah. Karena menyatukan sifat dan karakter dari setiap individu yang berbeda menuju satu tujuan yang sama, membutuhkan tenaga, strategi dan waktu yang tidak sebentar. Hal inilah yang membuat para pemimpin perusahaan maupun manajer sering mengadakan kegiatan khusus bagi para karyawannya, untuk meningkatkan solidaritas dan kerjasama antar personal. Kira-kira apa saja yang perlu diperhatikan untuk membangun team work handal? Berikut kami informasikan beberapa tips bisnis yang diperlukan untuk membangun team work. Pilih anggota tim yang berkualitas Hal pertama yang dibutuhkan untuk membangun sebuah tim yaitu memilih anggota yang benar-benar berkualitas. Dari mulai team leader yang memiliki jiwa kepemimpinan bagus, tim manajemen yang memiliki ide dan pandangan bisnis luas, sampai tim pelaksana yang memiliki keahlian dan pengetahuan di bidang bisnis yang Anda jalankan. Dengan demikian, semua anggota tim bisa saling mendukung dan berjalan bersama menuju cita-cita yang telah diimpikan.
    • ON TARGET Satukan tujuan yang ingin dicapai Sebelum memulai sebuah tim kerja, pastikan seluruh anggota tim mengetahui tujuan yang sebenarnya ingin dicapai tim tersebut. Jadi, seluruh individu yang terlibat di dalamnya merasa memiliki satu tujuan yang sama, dan seluruhnya memiliki tanggungjawab sama besar untuk mencapai tujuan mereka. Cara tersebut juga akan memotivasi para anggota untuk saling berkoordinasi dan menjalankan peran masing-masing, sampai tujuan yang mereka cita-citakan bisa tercapai. Tumbuhkan kebersamaan dan kepercayaan dalam tim Anda Adanya dua hal ini, menjadi kunci utama bagi sebuah tim untuk tetap solid dalam mencapai tujuan bersama. Karena itu, usahakan untuk saling berbagi kepada rekan satu tim dalam keadaan senang maupun duka, serta tumbuhkan rasa saling percaya dan rasa kebersamaan untuk saling peduli dan bekerjasama demi terwujudnya tujuan yang dicita-citakannya. Lakukan perbaikan atau evaluasi secara berkala Kegiatan ini perlu dilakukan untuk mengetahui kinerja tim, kemampuan sebuah tim, serta keberhasilan- keberhasilan yang telah dicapai oleh tim tersebut. Dengan demikian kualitas sebuah tim akan semakin berkembang dengan adanya perbaikan dan evaluasi secara berkala. Semoga sedikit tips-motivasi bisnis tentang peran team work dalam membangun bisnis, bisa memberikan inspirasi bagi Anda untuk selalu meningkatkan kebersamaan dan solidaritas antar anggota tim guna membangun kerajaan bisnis Anda. Selamat mencoba dan salam sukses.
    • ON TARGET Menjadi Orang yang Bertanggung Jawab dengan Pekerjaan Tipe karyawan yang efisien dan bertanggung jawab memang menjadi dambaan bagi manajemen. Biasanya, ciri yang ditampakkan adalah tidak menunda pekerjaan yang diembannya dan juga bertanggung jawab sepenuhnya atas pekerjaan tersebut. Sudahkah Anda masuk dalam jajaran orang efisien dan bertanggung di tempat kerja Anda? Bila belum saran berikut mungkin berguna bagi Anda. Anda simak! Berikan pada diri Anda peringatan tertulis Peringatan tertulis bisa Anda tempelkan di komputer pribadi Anda, meja tugas atau rak buku. Intinya, peringatan tersebut bisa menjadi semacam dorongan untuk segera mengerjakan kewajiban atau target Anda. Susunlah rencana tindakan setiap menghadapi hari baru, begitu Anda bangkit dari tempat tidur di pagi hari, ada baiknya rencanakan aktivitas apa yang hendak dikerjakan hari itu. Usahakan selesaikan semua rencana sebelum kembali ke peraduan. Mencicil secara bertahap; Jika Anda tipe orang yang suka menunda-nunda pekerjaan, ada baiknya tidak mengerjakan satu pekerjaan sekaligus. Mencicil pekerjaan, mungkin resep paling jitu untuk menyelesaikan semua pekerjaan sesuai tenggat waktu. Kendalikan dorongan semangat; Umpamakan Anda telah menyelesaikan suatu tugas, ambillah manfaat dari dorongan semangat yang diberikannya, untuk mulai mengerjakan tugas berikutnya, sebelum kemalasan memberi peluang memperlamban gerakan Anda kembali.
    • ON TARGET Tipe karyawan yang efisien dan bertanggung jawab memang menjadi dambaan bagi manajemen. Biasanya, ciri yang ditampakkan adalah tidak menunda pekerjaan yang diembannya dan juga bertanggung jawab sepenuhnya atas pekerjaan tersebut. Sudahkah Anda masuk dalam jajaran orang efisien dan bertanggung di tempat kerja Anda? Bila belum saran berikut mungkin berguna bagi Anda. Anda simak! Berikan pada diri Anda peringatan tertulis Peringatan tertulis bisa Anda tempelkan di komputer pribadi Anda, meja tugas atau rak buku. Intinya, peringatan tersebut bisa menjadi semacam dorongan untuk segera mengerjakan kewajiban atau target Anda. Susunlah rencana tindakan setiap menghadapi hari baru, begitu Anda bangkit dari tempat tidur di pagi hari, ada baiknya rencanakan aktivitas apa yang hendak dikerjakan hari itu. Usahakan selesaikan semua rencana sebelum kembali ke peraduan. Mencicil secara bertahap; Jika Anda tipe orang yang suka menunda-nunda pekerjaan, ada baiknya tidak mengerjakan satu pekerjaan sekaligus. Mencicil pekerjaan, mungkin resep paling jitu untuk menyelesaikan semua pekerjaan sesuai tenggat waktu. Kendalikan dorongan semangat; Umpamakan Anda telah menyelesaikan suatu tugas, ambillah manfaat dari dorongan semangat yang diberikannya, untuk mulai mengerjakan tugas berikutnya, sebelum kemalasan memberi peluang memperlamban gerakan Anda kembali.
    • ON TARGET Lakukan perbaikan di luar rencana; Jika tiba-tiba Anda teringat sesuatu untuk dikerjakan maka lakukanlah. Segera keluarkan berkas-berkas atau bahan-bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Ini merupakan latihan yang baik untuk dikembangkan. Susunlah jadwal; Jika Anda mengalami kesulitan mengatur kehidupan, buatlah sebuah jadwal yang tepat dan lebih penting lagi harus realistis. Umpamanya, jika Anda merencanakan beberapa menit latihan fisik setelah bangun tidur, maka harus segera membiasakan, sehingga dapat melakukannya tanpa pikir-pikir dahulu. Coba Anda praktikkan. Yakinlah bahwa Anda adalah orang yang bekerja efisien dan bertanggung jawab. Selamat mencoba dan sukses untuk Anda!
    • ON TARGET WELCOME TO EVENT ORGANIZER WORLD