Your SlideShare is downloading. ×

Bank syari’ah vs bank konvensional

4,623

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,623
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
323
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Bank Syari’ah VS Bank Konvensional
  • 2. DisusunOleh
  • 3. LatarBelakang
    • Aturan atau ketetapan yang Allah perintahkan kepada hamba-hamba-Nya, seperti: puasa, shalat, haji, zakat dan seluruh kebajikan lainnya.
    • 4. Dibangun dengan tiga pilar, pertama: aqidah secara akal (aqidah aqliyyah), kedua: spirit ibadah (ibadah ruhiyah) dan ketiga: peraturan, hukum dan UU (nizhom qonuni qodhoi).
    • 5. Memiliki enam karakteristik utama: robbaniyah (theistic), insaniyah (humanistic), syumul (comprehensive), akhlaqiyah (ethics), waqi’iyah (realistic), tanasuq (regularity).
  • KarakteristikUtamaEkonomiSyariah
    • Robbaniyah (Theistic), bersifat religius, diyakini sebagai hukum yang paling adil dan sempurna serta selaras dengan kebaikan serta dapat mencegah segala kerusakan.
    • 6. Insaniyah (Humanistic), diciptakan agar manusia derajatnya terangkat, jasmani dan rohani terjaga dan terpelihara.
    • 7. Syumul (Comprehensive), mengatur seluruh aspek dan bidang kehidupan. Baik aspek ibadah, aspek keluarga, perdagangan dan ekonomi, hukum dan peradilan, politik dan hubungan antar negara.
    • 8. Akhlaqiyah (Ethics), menegakkan tatanan sosial dan mewujudkan keteladanan dalam kehidupan manusia, memelihara nilai-nilai rohani dan etika.
    • 9. Waqi’iyah (Realistic), perhatian terhadap moral tidak menghalangi untuk memperhatikan realitas yang terjadi dan menetapkan syariat yang menyelesaikan masalah, sesuai dengan perubahan zaman, tempat, kebiasaan dan kondisi.
    • 10. Tanasuq (Regularity), bekerjanya semua individu dengan teratur dan saling bersinergi untuk mencapai tujuan bersama dalam keseimbangan.
  • Motif EkonomiSyariah
    • Mashlahah (Public Interest), merupakan motif yang dominan diantara ketiga motif yang ada, mashlahah adalah parameter perilaku yang bernuansa altruisme(kepentingan bersama).
    • 11. Kebutuhan (Needs), merupakan sebuah motif dasar(fitrah), dimana manusia memang memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.
    • 12. Kewajiban (Obligation), merupakan representasi entitas utama motif ekonomi yaituibadah. Ketiga motif ini saling menguatkan dan memantapkan peran motif ibadah dalamperekonomian.
  • SejarahPerkembangan
  • 13. Pengertian
  • 14. Tujuan Bank Syariah
    Mempercepatpertumbuhanekonomidalamkehidupanmasyarkat .
    Mencegahcapital flight (pelarian modal) karenahaliniakanmemperlemahpertumbuhanekonomi
    Jaminansosialdanpemerataankekayaan. Denganadanyapengelolaanzakat yang efektifdanefisien.
    Prinsipoperasionalperbankansyariahmenggunakannilai-nilaisyariahsehinggamemungkinkanuntukmenciptakankemaslahatan (manfaat) bagikehidupanmasyarakat.
    Meberikanpeluangbagimasyarakatuntukmelakukanbisnis yang halal
  • 15. FungsiPerbankanSyariah
    Membantupembangunannegardenganmemudahkaninvestasi modal
    Meningkatkaninvestasi (penanaman modal) swastaasingsertajaminaninvestasitersebut
    Mengaturpinjaman yang dijamindalamhubungandenganpinjamaninternasional
    Memberi saran tekniktentanghal-hal yang berhubungandenganpelaksanaanpinjaman
    Memberikanjasabagipersengketaanekonomidinegara-negara Islam
  • 16. Prinsip Bank Syariah
  • 17. PrinsipTitipanatauSimpanan (Al-Wadiah)
    Al-Wadiahdapatdiartikansebagaititipanmurnidarisatupihakkepihak lain, baikindividumaupunbadanhukum, yang harusdijagadandikembalikankapansajasipenitipmenghendaki
    a. WadiahYad Al-Amanah (Trustee Depository) adalahakadpenitipanbarang/uangdimanapihakpenerimatitipantidakdiperkenankanmenggunakanbarang/uang yang dititipkandantidakbertanggungjawabataskerusakanataukehilanganbarangtitipan yang bukandiakibatkanperbuatanataukelalaianpenerimatitipan
    b. WadiahYadadh-Dhamanah (Guarantee Depository) adalahakadpenitipanbarang/uangdimanapihakpenerimatitipandenganatautanpaizinpemilikbarang/uangdapatmemanfaatkanbarang/uangtitipandanharusbertanggungjawabterhadapkehilanganataukerusakanbarang/uangtitipan.
    Semuamanfaatdankeuntungan yang diperoleh dalam penggunaan barang/uang titipan menjadi hak penerima titipan. Prinsip ini diaplikasikan dalam produk giro dan tabungan.
  • 18. PrinsipBagiHasil (Profit Sharing)
    Al-Mudharabahadalahakadkerjasamausahaantaraduapihakdimanapihakpertama (shahibulmaal) menyediakanseluruh (100%) modal, sedangkanpihaklainnyamenjadipengelola (mudharib). Keuntunganusahasecaramudharabahdibagimenurutkesepakatan yang dituangkandalamkontrak, sedangkanapabilarugiditanggungolehpemilik modal selamakerugianitubukanakibatkelalaiansipengelola. AkadMudharabahadaduayaitu:
    1). MudharabahMuthlaqahAdalahbentukkerjasamaantarashahibulmaaldanmudharib yang cakupannyasangatluasdantidakdibatasiolehspesifikasijenisusaha, waktu, dandaerahbisnis.
    2). MudharabahMuqayyadahAdalahbentukkerjasamaantarashahibulmaaldanmudharibdimanamudharibmemberikanbatasankepadashahibulmaalmengenaitempat, cara, danobyekinvestasi.
  • 19. LanjutanprinsipBagiHasil(Profit Sharing)
    Al-Musyarakahadalahakadkerjasamaantaraduapihakataulebihuntuksuatuusahatertentudimanamasing-masingpihakmemberikankontribusidanadengankesepakatanbahwakeuntungandanrisikoakanditanggungbersamasesuaidengankesepak
    Duajenis al-musyarakah:
    Musyarakahpemilikan, terciptakarenawarisan, wasiat, ataukondisilainnya yang mengakibatkanpemilikansatuasetolehduaorangataulebih.
    Musyarakahakad, terciptadengancarakesepakatandimanaduaorangataulebihsetujubahwatiaporangdarimerekamemberikan modal musyarakah.
  • 20. PrinsipJualBeli(Al-Tijarah)
    Prinsipinimerupakansuatusistem yang menerapkantatacarajualbeli, dimana bank akanmembeliterlebihdahulubarang yang dibutuhkanataumengangkatnasabahsebagaiagen bank melakukanpembelianbarangatasnama bank, kemudian bank menjualbarangtersebutkepadanasabahdenganhargasejumlahhargabeliditambahkeuntungan . Adapunbagiandariprinsipiniantara lain:
    Al-Murabahah
    Murabahahadalahakadjualbelibarangdenganmenyatakanhargaperolehandankeuntungan (margin) yang disepakatiolehpenjualdanpembeli.
    Salam
    Salam adalahakadjualbelibarangpesanandenganpenangguhanpengirimanolehpenjualdanpelunasannyadilakukansegeraolehpembelisebelumbarangpesanantersebutditerimasesuaisyarat- syarattertentu.
    Istishna’
    Istishna’ adalahakadjualbeliantarapembelidanprodusen yang jugabertindaksebagaipenjual
  • 21. PrinsipSewa(Al-Ijarah)
    Al-ijarahadalahakadpemindahanhakgunaatasbarangataujasa, melaluipembayaranupahsewa, tanpadiikutidenganpemindahanhakkepemilikanatasbarangitusendiri.
    Al-ijarahterbagikepadaduajenis: (1) Ijarah, sewamurni. (2) ijarah al muntahiya bit tamlikmerupakanpenggabungansewadanbeli, dimanasipenyewamempunyaihakuntukmemilikibarangpadaakhirmasasewa.
  • 22. PrinsipJasa(Fee-Based Service)
    Prinsipinimeliputiseluruhlayanan non-pembiayaan yang diberikan bank. Bentukproduk yang berdasarkanprinsipiniantara lain:
    a. Al-Wakalah , Nasabahmemberikuasakepada bank untukmewakilidirinyamelakukanpekerjaanjasatertentu, seperti transfer.
    b. Al-Kafalah , Jaminan yang diberikanolehpenanggungkepadapihakketigauntukmemenuhikewajibanpihakkeduaatau yang ditanggung.
    c. Al-Hawalah , Adalahpengalihanutangdariorang yang berutangkepadaorang lain yang wajibmenanggungnya.
    d. Ar-Rahn , Adalahmenahansalahsatuhartamiliksipeminjamsebagaijaminanataspinjaman yang diterimanya
    e. Al-Qardh , adalahpemberianhartakepadaorang lain yang dapatditagihataudimintakembaliataudengankata lain meminjamkantanpamengharapkanimbalan
  • 23. PerbedaanSistim
  • 24. KonsepTransaksi Bank Syariah
    • Murabahah adalah pembiayaan dengan prinsip jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati, dengan pihak bank selaku penjual, dan nasabah selaku pembeli. Pembayaran dilakukan dengan cara diangsur.
    • 25. Mudharabah adalah pembiayaan dengan prinsip bagi hasil antara bank dan nasabah pembiayaan dimana pemilik modal (bank) menyediakan sebagian besar modal pada suatu usaha yang disepakati.
    • 26. Nisbah. Dalam hal produk penghimpunan dana/tabungan, maka pihak penabung bertindak sebagai investor (shahibul maal) sedangkan bank bertindak sebagai pengelola keuangan (mudharib) yang akan menginvestasikan dana ke sektor -sektor riil yang sesuai syariah. Antara investor dan pihak bank sebelumnya dilakukan akad terhadap nisbah keuntungan yang akan dibagi. Jadi penabung tidak mendapatkan bunga namun akan mendapatkan bagi hasil sesuai dengan nisbah yang telah disepakati.
    • 27. Musyarakah adalah pembiayaan yang dilakukan melalui kerjasama usaha antara bank dengan nasabah di mana modal usaha berasal dari kedua belah pihak. Dalam pembiayaan musyarakah ini, keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan porsi sharing modal masing-masing.
    • 28. Ijarah adalah akad sewa menyewa untuk mendapatkan imbalan atas barang/jasa yang disewakan. Pada dasarnya prinsip ijarah sama saja dengan prinsip jual beli, namun objek transaksinya berbeda, jika jual beli objek transaksinya adalah barang, maka pada ijarah objek transaksinya adalah jasa.
  • Hal-hal yang harusdihindaridalampraktik Bank Syariah
    Riba , Secaraterang-terangan Allah SWT telahmengharamkanriba. ”Allah menghalalkanjualbelidanmengharamkanriba” (QS al-Baqarah 275).
    Gharrar, (ketidakpastian) atautaghriradalahpraktikpenipuandenganmelakukansesuatusecaramembabibutatanpailmu yang cukup, ataumengambilrisikodariperbuatan yang mengandungrisikotanpamemikirkanakibat yang bisaditimbulkanterhadaporang lain.
    Riswah, ataupraktiksuapmenyuapmerupakanperbuatan yang dilarangdalam Islam. RasulullahdalamsebuahHadismenyatakanbahwa Allah danRasul-Nyaakanmelaknatorang yang menyuapdan yang menerimasuap. Dalampraktiknya, riswahbiasanyadilakukanuntukmelancarkansebuahurusan, menutupisesuatu, menghilangkankecacatan, ataumemudahkansesuatu yang sebenarnyatidakmungkin.
    Maysir, atauperjudianPraktikbisnis model inimasihadahinggasekarangdenganberbagaivariasibaru. Umumnya, dilakukanolehorang-orangmalas yang inginmendapatkankeuntunganbesarseketika. Islam melarangpraktikinikarenatidaksehatdanlebihbanyakmudharat-nya.
    Ikhtikar, ataumonopolitidakdiperbolehkandalam Islam, karenasiapapunberhakuntukmelakukanjualbelidipasar. Pengertianikhtikardisinijugamengandungartimengambilkeuntungandiataskeuntungan normal dengancaramenjuallebihsedikitbaranguntukharga yang lebihtinggi.
    Bai’ Najasi, (permintaanpalsu) diharamkankarenapenjualmelakukanpraktikbisnisdengancaramenyuruhorang lain memuji-mujikualitasdankuantitasbarangnya. Orangtersebutnantinyaakanmembelibarangnyaitudenganhargatinggi. Akibatnya, orang lain yang melihatakanterpengaruhdantertipudenganhargatersebut. Padahal, orang yang memujidanmembelibarangitutak lain adalahtemannyasendiri
    Tadlis, (penyembunyian) adalahpraktikbisnis yang dilakukanolehseseorangdengancaramenyembunyikaninformasihargadariorang lain. Tujuannya, agar adacelahbaginyauntukmenipuorang yang tidaktahuhargabarangsebenarnya. Praktiktadlisinidimungkinkanuntukmengelabuipihak-pihak yang tidakmengetahuiinformasidarisuatuharga. Akibatnya, pihak yang tidakmengetahuiinformasibisadirugikan.
    TallaqiRukban, biasanyabanyakdilakukanolehorangkota yang memilikiinformasilebihlengkaptentanghargasuatubarang. Kemudian, iamembelibarangdariparapetaniatauprodusen yang tidakmemilikiinformasilengkaptentangbarangtersebut, dengantujuanuntukmendapatkanhargabarang yang lebihmurahdarihargasebenarnya.
  • 29. Riba (sistembunga) dalam Islam
    Orang-orang yang makan (mengambilriba) tidakdapatberdirimelainkansepertiberdiriyaorang yang kemasukansyaitanlantaran (tekanan) penyakitgila. Keadaanmereka yang demikianitu, adalahdisebabkanmerekaberkata (berpendapat) sesungguhnyajualbeliitusamadenganriba, Padahal Allah telahmenghalalkanjualbelidanmengharamkanriba. Orang-orang yang telahsampaikepadanyalarangandariTuhannya, laluterusberhenti (darimengambilriba), makabaginyaapa yang telahdiambilnyadahulu (sebelumdatanglarangan) danurusannya (terserah ) kepada Allah . Orang yang kembali (mengambilriba), Makaorangituadalahpenghuni-penghunineraka;merekakekaldidalamnya (Al-Baqarah;275)
    Haiorang-orangberiman, janganlahkamumemakanribadeganberlipatgandadanbertakwalahkamukepada Allah supayakamumendapatkeberuntungan (Ali-Imran:130)
    Haiorang-rang yang beriman, janganlahkamusalingmemakanhartasesamamudenganjalan yang batil, kecualidenganjalanperniagaan yang berlakudengansukasamasukadiantarakamudanjanganlahkamumembunuhdirimu, sesungguhnya Allah adalahMahapenyayangkepadamu.
  • 30. Kelemahansistemribaatausukubunga
    Tabungan yang direncanakantidakselalusamadenganinvestasi yang direncanakan
    Sukubungabukanfaktor yang menjaminuntukmenyamakantingkattabungandengantingkatinvestasimelainkantingkatpendapatan
    Perilakuspekulasiatausukubungaakanmempenrahitingkatketidakstabilanekonomikarenabergantungpadatingkatsukubunga
    Sukubungajugamempunyaiimbasbagiterjadinyainflasi, jikasukubungaturunmakaakanterjadijumlahuangberedar yang banyaksehinggamenyebabkanterjadinyainflasiataukeadaandimanasemuabarangmahaldanlangka
  • 31. Perbedaan Bank Syariahdengan Bank Konvensional
    Bank konvensionaldan bank syariahdalambeberapahalmemilikipersamaan, terutamadalamsisiteknispenerimaanuang, mekanisme transfer, teknologikomputer yang digunakan, persyaratanumumpembiayaan, dan lain sebagainya. Perbedaanantara bank konvensionaldan bank syariahmenyangkutaspek legal, strukturorganisasi, usaha yang dibiayai, danlingkungankerja.
  • 32. AkaddanAspekLegalitas
    Akad yang dilakukandalam bank syariahmemilikikonsekuensiduniawidanukhrawikarenaakad yang dilakukanberdasarkanhukum Islam. Nasabahseringkaliberanimelanggarkesepakatan/perjanjian yang telahdilakukanbilahukumituhanyaberdasarkanhukumpositifbelaka, tapitidakdemikianbilaperjanjiantersebutmemilikipertanggungjawabanhinggayaumilqiyamahnanti.
    Setiapakaddalamperbankansyariah, baikdalamhalbarang, pelakutransaksi, maupunketentuanlainnyaharusmemenuhiketentuanakad.
  • 33. LembagaPenyelesaianSengketa
    Penyelesaianperbedaanatauperselisihanantara bank dannasabahpadaperbankansyariahberbedadenganperbankankonvensional. Keduabelahpihakpadaperbankansyariahtidakmenyelesaikannyadiperadilannegeri, tetapimenyelesaikannyasesuaitatacaradanhukummaterisyariah.
    Lembaga yang mengaturhukummateridanatauberdasarkanprinsipsyariahdi Indonesia dikenaldengannamaBadanArbitraseMuamalah Indonesia atau BAMUI yang didirikansecarabersamaolehKejaksaanAgungRepublik Indonesia danMajelisUlama Indonesia.
  • 34. StrukturOrganisasi
    Bank syariahdapatmemilikistruktur yang samadengan bank konvensional, misalnyadalamhalkomisarisdandireksi, tetapiunsur yang amatmembedakanantara bank syariahdan bank konvensionaladalahkeharusanadanyaDewanPengawasSyariah yang berfungsimengawasioperasional bank danproduk-produknya agar sesuaidengangaris-garissyariah.
    DewanPengawasSyariahbiasanyadiletakkanpadaposisisetingkatDewanKomisarispadasetiap bank. Hal iniuntukmenjaminefektivitasdarisetiapopini yang diberikanolehDewanPengawasSyariah. KarenaitubiasanyapenetapananggotaDewanPengawasSyariahdilakukanolehRapatUmumPemegangSaham, setelahparaanggotaDewanPengawasSyariahitumendapatrekomendasidariDewanSyariahNasional.
  • 35. Bisnisdan Usaha yang Dibiayai
    Bisnisdanusaha yang dilaksanakan bank syariah, tidakterlepasdarikriteriasyariah. Hal tersebutmenyebabkan bank syariahtidakakanmungkinmembiayaiusaha yang mengandungunsur-unsur yang diharamkan. Terdapatsejumlahbatasandalamhalpembiayaan. Tidaksemuaproyekatauobjekpembiayaandapatdidanaimelaluidana bank syariah, namunharussesuaidengankaidah-kaidahsyariah.
  • 36. LingkungandanBudayaKerja
    Sebuah bank syariahselayaknyamemilikilingkungankerja yang sesuaidengansyariah. Dalamhaletika, misalnyasifatamanahdanshiddiq, harusmelandasisetiapkaryawansehinggatercerminintegritaseksekutifmuslim yang baik, selainitukaryawan bank syariahharusprofesional (fathanah), danmampumelakukantugassecara team-work (kerjasamadalamtim) dimanainformasimeratadiseluruhfungsionalorganisasi(tabligh).
  • 37. Perbandingan Bank Syariahdengan Bank Konvensionalsecaraumum
  • 38. Perbandingan Bank Syariahdengan Bank Konvensionalsecararinci
  • 39. KelebihandanKekurangan
    • Sistem bagi hasil terbukti lebih menguntungkan dibandingkan dengan sistem bunga yang dianut bank konvensional (review pada waktu krisis ekonomi-moneter),
    • 40. Return atau keuntungan yang diberikan kepada nasabah pemilik dana bank syariah lebih besar daripada bunga deposito bank konvesional,
    • 41. Bank syariah tidak memberikan pinjaman dalam bentuk uang tunai, tetapi bekerja sama atas dasar kemitraan,
    • 42. Prinsip laba bagi Bank Syariah bukan satu-satunya tujuan karena Bank Syariah lebih mengupayakan bagaimana memanfaatkan sumber dana yang ada untuk membangun kesejahteraan masyarakat,
    • 43. Luasnya pasar yang dianggap belum digarap secara maksimal,
    • 44. Sosialisasi prinsip dan konsep yang masih kurang,
    • 45. Profesionalisme layanan yang masih belum memadai.
  • StrategiKendala-KendaladalamPerbankanSyariah
    PeningkatanKualitassumberdayamanusiadibidangperbankansyariah. Salahsatunyaperlumengembangkanpendidikanbaikterorimaupunpraktikmengenaiperbankansyariah.
    Perlunyaupaya-upaya yang lebihprogresifdarisemuapihak yang berkewajibanterhadapkeberadaandanpengembangan bank syariahbaikdarikalanganpemerintah, ulama, praktisiperbankanterutamadarikalanganakademisi
    Memberikankesempatanseluas-luasnyakepadaperbankankonvensionaluntukmembukakantorcabangsyariah yang mampusecaralegalitasmaupunmateri
  • 46. PilihanTerbaik
    Kinerjapertumbuhanpembiayaan bank syariahtetaptinggisampaiposisiFebruari 2009 dengankinerjapembiayaan yang baik (NPF, Net Performing Financing dibawah 5%). Penyaluranpembiayaanolehperbankansyariah per Februari 2009 secarakonsistenterusmengalamipeningkatandenganpertumbuhansebesar 33,3% padaFebruari 2008 menjadi 47,3% padaFebruari 2009. Sementaraitu, nilaipembiayaan yang disalurkanolehperbankansyariahmencapai Rp.40,2 triliun.
    Sekalilagiindustriperbankansyariahmenunjukkanketangguhannyasebagaisalahsatupilarpenyokongstabilitassistemkeuangannasional. Dengankinerjapertumbuhanindustri yang mencapai rata-rata 46,32% dalam lima tahunterakhir, iB (bacaai-Bi, Islamic Bank) di Indonesia diperkirakantetapakanmengalamipertumbuhan yang cukuptinggipadatahun 2009
    Dengandemikiansebagaisebuahlembagapraktikkeuangandimasyarakat, makakeberadaan bank syariahdi Indonesia masihperludisosialisasikankepadamasyarakat. OlehkarenaituketerlibatanDewanSyariahNasionalmaupunDewanPengawasSyariahmerupakanstrategi yang paling efektif . karenaterlihatdarifakta-fakta yang adabahwaperbankansyariahmerupakaninstrumenperekonomian yang mampumenghadapikrisisberbekalpadaprinsip-prinsipsyariah yang tertanamdidalamnya, makaperbankansyariahmerupakanpilihanterbaikjikainginberinvestasiataumelakukankegiatanoperasionalperbankandengansistem yang halaldanmampumeningkatkanstabilitasperekomian

×