Kelompok water treatment limbah cair pt gunung madu plantations

1,723 views
1,479 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,723
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
64
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kelompok water treatment limbah cair pt gunung madu plantations

  1. 1. OLEH :DINI NURMALIA 0855011011FAUZIL ALIM 0815011011GENTA INSAN PRANATA 0815011013INTAN PURTIAWATI 0815011067LIONA DWI SARISA 08550110xxNOOR SYARIFAH HASAN 0855011033QODRI SIHOTANG 0815011079
  2. 2. JENIS – JENIS LIMBAH Berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat digolongkan menjadi 4 macam, yaitu : 1. Limbah cair 2. Limbah padat 3. Limbah gas dan partikel 4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Limbah cair bersumber dari pabrik yang biasanya banyak menggunakan air dalam sistem prosesnya. Di samping itu ada pula bahan baku mengandung air sehingga dalam proses pengolahannya air harus dibuang. Air terikut dalam proses pengolahan kemudian dibuang misalnya ketika dipergunakan untuk pencuci suatu bahan sebelum diproses lanjut. Air ditambah bahan kimia tertentu kemudian diproses dan setelah itu dibuang. Semua jenis perlakuan ini mengakibatkan buangan air. Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat. Jadi teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan.
  3. 3.  Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini. Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umum terbagi menjadi 3 metode pengolahan: 1. pengolahan secara fisika 2. pengolahan secara kimia 3. pengolahan secara biologi Untuk suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi. Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair (PP 82 thn 2001). Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan pada : a.Sifat Fisika dan Sifat Agregat . Keasaman sebagai salah satu contoh sifat limbah dapat diukur dengan menggunakan metoda Titrimetrik b. Parameter Logam, contohnya Arsenik (As) dengan metoda SSA c. Anorganik non Metalik contohnya Amonia (NH3-N) dengan metoda Biru Indofenol d. Organik Agregat contohnya Biological Oxygen Demand (BOD) e. Mikroorganisme contohnya E Coli dengan metoda MPN f. Sifat Khusus contohnya Asam Borat (H3 BO3) dengan metoda Titrimetrik g. Air Laut contohnya Tembaga (Cu) dengan metoda SPR-IDA-SSA
  4. 4.  2 Limbah padat  3 Limbah gas dan partikel Limbah padat berasal dari kegiatan  Polusi udara adalah tercemarnya udara oleh berberapa partikulat zat (limbah) yang industri dan daomestik. Limbah domestik mengandung partikel (asap dan jelaga), pada umumnya berbentuk limbah padat hidrokarbon, sulfur dioksida, nitrogen rumah tangga, limbah padat kegiatan oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), perdagangan, perkantoran, peternakan, karbon monoksida dan timah. pertanian serta dari tempat-tempat umum. Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu, kain,  Secara alamiah udara mengandung unsur kimia seperti O2, N2, NO2, CO2, H2 dan karet/kulit tiruan, plastik, metal, Jain-lain. Penambahan gas ke dalam udara gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur, dll melampaui kandungan alami akibat kegiatan manusia akan menurunkan kualitas udara. Limbah padat adalah hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur  Zat pencemar melalui udara yang berasal dari sisa proses pengolahan. diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu Limbah ini dapat dikategorikan menjadi partikel dan gas. Partikel adalah butiran dua bagian, yaitu limbah padat yaitu dapat halus dan masih mungkin terlihat dengan mata telanjang seperti uap air, debu, asap, didaur ulang, seperti plastik, tekstil, kabut dan fume-Sedangkan pencemaran potongan logam dan kedua limbah padat berbentuk gas tanya aapat dirasakan yang tidak punya nilai ekonomis. melalui penciuman (untuk gas tertentu) ataupun akibat langsung. Gas-gas ini antara lain SO2, NOx, CO, CO2, Bagi limbah padat yang tidak punya nilai hidrokarbon dan lain-lain. ekonomis dapat ditangani dengan berbagai cara antara lain ditimbun pada suatu tempat, diolah kembali kemudian dibuang dan dibakar.
  5. 5.  4 Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun Suatu limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain, yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3. Dari jenis-jenis limbah d atas
  6. 6. GMP (Gunung Madu Plantations) PT Gunung Madu Plantations (GMP), yang didirikan pada tahun 1975, merupakan peloporusaha perkebunan dan pabrik gula di luar Jawa, khususnya Lampung. Perusahaan ini berstatus PMA.Areal perkebunan tebu dan pabrik gula PT GMP terletak di Desa Gunung Batin, Lampung Tengah—sekitar 90 km arah utara kota Bandar Lampung. Luas areal GMP yang dikelola 36.000 ha, dengan luaskebun produksi sekitar 25.000 ha. Sisa lahan di luar kebun produksi merupakan jalan, sungai-sungai,kawasan konservasi, bangunan pabrik, perkantoran dan permukiman karyawan. Selain itu ada sekitar4.000 ha areal tebu rakyat yang bermitra dengan PT GMP. Curah hujan tahunan sekitar 2.700 mm.Musim tebang dan giling dilaksanakan dari bulan April sampai Oktober, bersamaan dengan periodeyang relatif kering. Musim tebang dan giling pertama dilaksanakan tahun 1978. Pabrik mengikutiproses sulfitasi ganda untuk menghasilakan gula SHS. Kapasitas giling terpasang mula-mula sebesar4.000 TCD (ton tebu per hari), kemudian mulai tahun 1994 diperbesar secara bertahap menjadi12.000 TCD. Sejak 2007 mulai dikembangkan lagi menuju 16.000 TCD. Teknologi maju diterapkan dikebun dan di pabrik, termasuk pemanfaatan alat mesin pertanian secara luas serta otomatisasi dibeberapa stasiun di pabrik. Sekalipun demikian sejumlah 8.000 – 10.000 pekerja tetap terserap setiapharinya selama musim tebang dan giling. Tingkat produksi kini mencapai rata-rata 2 juta ton tebudan sekitar 190.000 ton gula per tahun. Usaha perkebunan tebu dan pabrik gula PT Gunung MaduPlantaions merupakan kegiatanyang ramah lingkungan. Limbah dari kebun maupun pabrikdimanfaatkan kembali dan ternyata memberikan keuntungan yang sangat besar.
  7. 7. PT GMP menyadari keberadaan dan kelangsungan hidupnya terkait erat dengan mutu dankondisi lingkungan (SDA dan Sosial). Pengelolaan lingkungan bukan hanya kewajiban tetapi sudahmerupakan kebutuhan mendasar dan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.Berdasarkan hal tersebut diatas diharapkan konservasi tanah dan air, penggunaan SDA secarabijaksana, pengendalian hama secara hayati, eksplorasi ekologis, pemilihan teknologi ramahlingkungan, dan mengutamakan 6R dalam pengelolaan limbah. Tahapan penanganan limbah (6R),yaitu :  Refine (Alternatif ramah lingkungan)  Reduce (Pengurangan besar polutan)  Reuse (Pemakaian kembali)  Recycle (Pemanfaatan lain)  Retrieve to energy (Sebagai bahan bakar) PT. GMP menghasilkan 3 jenis limbah , yaitu limbah cair, limbah padat dan limbah gas.Sementara limbah padat dan limbah cair dari pabrik, tetapi juga dikelola lagi sehingga bermanfaat,bahkan secara ekonomis sangat menguntungkan.Penjelasan tentang pengolahan limbah di PT. Gunung Madu Plantations antara lain :1. Limbah cair limbah cair dari pabrik (Effluent) sebelum dialirkan ke sungai terlebih dahulu dilakukanpengolahan pada unit pengolahan limbah (IPAL) agar memenuhi standar baku mutu yang telahditetapkan oleh kementrian lingkungan hidup. Pada tahun 2006 telah dilakukan penilaian oleh teamdari kementrian lingkungan hidup terhadap PT GMP dan telah memperoleh sertifikasi PROPERberperingkat biru. Masyarakat sekitarpun dapat menikmati manfaat ikan air tawar yangdibudidayakan dan berkembang biak dengan normal pada kolam effluent dengan cara memancing.
  8. 8. Tahapan dalam pengolahan limbah cair dari pabrik di IPAL, yaitu melalui pengolahan secara berkelanjutan dan terkontrol yang dilakukan di kolam-kolam penampungan limbah. Pengolahan limbah cair di IPAL secara umum melalui proses anaerobic dan aerobic. Beberapa kolam yang dimiliki oleh PT. Gunung Madu Plantation yang untuk pengolahan limbah cair (IPAL) :1. Kolam persiapan Yaitu kolam untuk mengkondisikan aliran air yang akan memasuki IPAL. Selain itu, kolam persiapan ini juga berfungsi sebagai aliran silang. Apabila IPAL sedang tidak berfungsi maka aliran air limbah akan langsung dibuang tanpa diolah melalui pipa.2. Kolam Minyak Yaitu kolam yang dimaksudkan untuk memisahkan partikel air dan minyak. Karena massa jenis air lebih berat daripada minyak, maka di kolam ini minyak akan mengapung di atas air. Proses pengambilan minyak dilakukan secara manual.3. Kolam Anaerob Di kolam ini terjadi proses degradasi.4. Kolam Aerob Kolam aerob adalah tempat tumbuhnya bakteri aerob merupakan tempat terjadinya dekomposisi (peruraian) limbah organik oleh bakteri. Di PT Gunung Madu terdapat 5 kolam aerob. Sebelumnya hanya 3 kolam, namun kemudian ditambah 2 kolam karena disesuaikan dengan peningkatan produktivitas gula sehingga jumlah limbah yang dihasilkan akan bertambah juga. Sehingga PT. Gunung Madu diakui sebagai perusahaan yang memiliki sistem pengolahan limbah terbaik se- Lampung.
  9. 9. 5. Kolam Aerasi Pengolahan limbah di kolam aerasi bertujuan untuk menghilangkan bau, dengan cara penambahan oksigen (O2).6. Kolam kontrol Dimaksudkan sebagai kontrol apakah limbah yang dihasilkan sudah cukup aman bagi organisme air. Di kolam kontrol direncanakan akan diisi dengan ikan dan tanaman enceng gondok. Penanaman tanaman enceng gondok dimaksudkan untuk menyerap sisa limbah organik atau senyawa hasil dekomposisi yang merupakan nutrien bagi tanaman tersebut. Harapannya kadar bahan organik yang ada dalam limbah akan berkurang dengan melewati keempat kolam tersebut.2.LIMBAH PADAT Penanganan limbah padat / produk samping yang dihasilkan dari proses agroindustri antara lain : Bagasses (30-34% tebu) Limbah ini masih mempunyai nilai ekonomis sebab masih dapat dipergunakan untuk bahan bakar dari Pabrik Gula itu sendiri. Ampas tebu sangat bermanfaat untuk pembakaran sebab mempunyai kalori tinggi. +27% digunakan sebagai bahan bakar boiler pada masa on season, surplus +6% dimanfaatkan kembali dalam masa off season sebagai bahan bakar boiler setelah sebelumnya melalui unit dewatering mill dilakukan proses pemerahan untuk mengurangi kadar air. Filter Cake / Blotong (4,5-5% tebu) Dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik penyubur dan memperbaiki struktur tanah. Limbah ini dimanfaatkan hanya sedikit kira-kira 20 % dari produksi PG untuk kompos dan selebihnya untuk landscape/pengurukan tanah atau dibuang.
  10. 10.  Ash / Abu Boiler (1,5-2,0% tebu)  Sebagai pencampur dalam pembuatan pupuk organik yang menggunakan filter cake. Pengendalian Emisi Gas Buang Boiler  Pengendalian emisi udara lingkungan pabrik secara periodik bekerja-sama dengan team dari BARISTAND untuk melakukan analisa emisi udara di lingkungan pabrik dan sekitarnya termasuk emisi gas buang dari boiler. Mollasses / Tetes (4,5-5% tebu)  Molasses merupakan produk samping yang dijamin kualitas dan keamanannya sebagai bahan pakan ternak dan telah mendapat sertifikasi GMP + Standard B2 100% produk mollasses di ekspor.
  11. 11.  1.Bahwa limbah yg d buang dari GMP (Gunung Madu Plantations) telah d olah dengan baik sehingga tidak berbahaya untuk lingkungan tempak pembuangan limbah tsb. 2.

×