Epid k3sesi2

1,128 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,128
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
90
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Epid k3sesi2

  1. 1. Ruang lingkup epidemiologi K3 Hendra H d
  2. 2. Pokok Bahasan• Sejarah dan Rekognisi penyakit akibat kerja• Lingkup Epidemologi Kesehatan Kerja• Identifikasi bahaya kesehatan kerja dan population at risk• Estimasi efek dan causal inferen20-Mar-2009 daHen - SMK3 2
  3. 3. Latar belakang g• Epidemiology is a science concerned with morbidity and mortality: it studies th di t ib ti bidit d t lit t di the distribution of states of health and disease in the community as well as the distribution of health-related events and their determinants.• Epidemiology can be subdivided on two axes: – th di the disease outcomes t – the study of causative exposure20-Mar-2009 daHen - SMK3 3
  4. 4. Sejarah dan Rekognisi Penyakit Akibat Kerja j g y j• Pada tahun 370 SM, seorang dokter yang bernama Hippocrates (460 370SM) membuat tulisan tentang (460-370SM) penyakit akibat kerja, keracuan timbal pada pekerja pertambangan dan metalurgi.• Tulisannya ini merupakan tulisan pertama dalam bidang kedokteran kerja (occupational medicine) medicine).• Pada dasarnya, Hippocrates mempelajari tentang dasarnya kesehatan masyarakat, bukan hanya pada pekerja.20-Mar-2009 daHen - SMK3 4
  5. 5. Sejarah dan Rekognisi Penyakit Akibat Kerja j g y j• Pada awal abad pertama setelah masehi, Plinius Secundus (Pl the Elder) menulis b h S d (Pliny h Eld ) l bahwa: – ” sedikit penambang …..menyelimuti mukanya dengan loose bladder (kain penutup yang terbuat dari kandung kemih binatang), yang memungkinkan mereka melihat tanpa menghirup debu-debu yang berbahaya”. – Dari tulisannya tersebut kita melihat bahwa pada awal abad pertama setelah masehi, Pliny berhasil mengidentifikasi adanya bahaya debu di tempat kerja dan menuliskan bagaimana sebagian pekerja telah berusaha melakukan kontrol terhadap bahaya tersebut dengan menggunakan alat pelindung diri berupa loose bladder bladder.20-Mar-2009 daHen - SMK3 5
  6. 6. Sejarah dan Rekognisi Penyakit Akibat Kerja j g y j• Pada tahun 1473, Ellenbog mengenali bahaya dari uap logam dan menggambarkan gejala gejala akibat keracunan uap logam gejala-gejala timbal dan merkuri. Ellenbog juga memberikan beberapa saran bagaimana cara mencegah keracunan tersebut.• Pada tahun 1556, Georgius Agricola menerbitkan tulisan De Re Metallica – menyatakan bahwa semua aspek di industri pertambangan, peleburan dan penyulingan tidak ada yang terbebas dari penyulingan, penyakit dan celaka, dan alat yang bisa digunakan untuk mencegah penyakit dan celaka tersebut adalah ventilasi.20-Mar-2009 daHen - SMK3 6
  7. 7. Sejarah dan Rekognisi Penyakit Akibat Kerja j g y j• Dilanjutkan dengan adanya hasil penelitian yang luar biasa d P b dari Paracelsus, pada tahun 1567 tentang l d h penyakit respirasi pada pekerja pertambangan disertai penjelasan tentang keracunan merkuri merkuri.• Paracelsus ini dikenal sebagai Bapak Toksikologi karena ungkapannya yang sangat terkenal bahwa: – ” semua zat itu bersifat racun racun….. Dosis yang tepatlah yang membedakan apakah zat tersebut menjadi obat atau bahkan menjadi racun”.20-Mar-2009 daHen - SMK3 7
  8. 8. Sejarah dan Rekognisi Penyakit Akibat Kerja j g y j• De Morbis Artificium Diatriba (penyakit para pekerja) merupakan tulisan pertama yang dianggap sebagai risalah lengkap dalam bidang penyakit akibat kerja.• Tulisan ini adalah hasil karya Bernardino Ramazzini (1633- 1714), yang dikenal sebagai Bapak kedokteran kerja (occupational Medicine) dan diterbitkan d tahun 1713. (occ patio al Medici e) d dit bitk pada t h 1713• Melalui observasinya sendiri Ramazzini menggambarkan sendiri, dengan sangat akurat stratifikasi dari pekerjaan, bahaya yang ada di tempat kerja tersebut dan penyakit yang mungkin muncul akibat pekerjaan t l kib t k j tersebut. b t20-Mar-2009 daHen - SMK3 8
  9. 9. Sejarah dan Rekognisi Penyakit Akibat Kerja j g y j• Meskipun Ramazzini memberikan cara pencegahan penyakit tersebut, tersebut seperti perlunya menutupi wajah untuk menghindari debu, tetapi kebanyakan dari rekomendasinya bersifat terapi dan kuratif.• Perhatiannya untuk melindungi pekerja dan peringatannya kepada k d para d kt yang menangani pasien di t dokter i i tempat k j t kerja untuk menanyakan: “apakah pekerjaan anda?” mengantarkan Ramazzini menjadi Bapak Kedokteran Kerja.20-Mar-2009 daHen - SMK3 9
  10. 10. Sejarah dan Rekognisi Penyakit Akibat Kerja j g y j• Percival Pott (1714-1788), – Pada tahun 1775, menyatakan bahwa para pekerja pembersih cerobong asap di Inggris menderita penyakit kanker skrotum. – Percival Pott menekankan bahwa adanya jelaga dan kurangnya higiene di cerobong asap yang menyebabkan terjadinya k k skrotum. d kanker k – Dari penelitiannya ini, maka Percival Pott menjadi Occupational epidemiologist pertama dalam sejarah. Penelitian ini berhasil melahirkan Chimney-sweeps Act pada tahun 1788.20-Mar-2009 daHen - SMK3 10
  11. 11. Sejarah dan Rekognisi Penyakit Akibat Kerja j g y j• Lebih dari 100 tahun setelah tulisan Ramazinni diterbitkan, tidak ada penambahan yang berarti pada literatur kedokteran kerja .• Baru pada abad ke-19, dua orang dokter yakni Charles p g y Thackrah di Inggris dan Benjamin W. Mc Cready di Amerika, memulai lahirnya literatur modern dalam bidang rekognisi penyakit akibat kerja kerja.• On the influenece of Trades, Professions, and Occupations in the United States, in the Production of disease, hasil karya Benjamin Mc Cready, merupakan literatur kedokteran kerja pertama yang dipublikasikan di Amerika.20-Mar-2009 daHen - SMK3 11
  12. 12. Sejarah dan Rekognisi Penyakit Akibat Kerja j g y j• Tahun 1925, Alice Hamilton menerbitkan buku “Industrial Poisons in the United States” yang menjelaskan berbagai States penyakit akibat kerja, beberapa kadar bahan kimia yang menyebabkan narkosis.• Alice Hamilton adalah seorang dokter yang konsern terhadap “health hazards in uncontrolled workplace”20-Mar-2009 daHen - SMK3 12
  13. 13. Perkembangan metode epidemiologi dalam K3 g p g• Historical cohort approach – Studi kanker paru-paru pada pekerja gas (Doll, 1952) – Bladder cancer among dyestuff factory workers (Case et al, 1954 ; Mancuso and Coulter 1959)• Experimental research – In industrial aromatic amines established beta- beta naphthylamine potent to human carcinogen (Hueper, 1938) – Another chemicals caused human carcinogen was reported in some epidemiological studies in England.20-Mar-2009 daHen - SMK3 13
  14. 14. Scope of Occupational Epidemiology p p p gy• Definition – Occ. Epidemiology is the study of the effect of workplace exposures on the frequency and distribution of diseases and injuries in the population, and thus falls into the latter category of exposure-oriented sub disciplines. – Implementation of Epidemiology study design to explain effect of workplace exposures in occupational setting20-Mar-2009 daHen - SMK3 14
  15. 15. Scope of Occupational Epidemiology p p p gy• Clinical observation of the occurrence of rare diseases among small groups can accommodate investigations of both rare and common health effect i l ff in large population. l i• Epidemiologic studies of large industrial population; – Cohort studies of the mortality among US steelworkers and rubber industry workers in US and England. England20-Mar-2009 daHen - SMK3 15
  16. 16. Objectives of Occupational Epidemiology j p p gy• To determine the health consequences of workplace exposures and to make or recommend remedial efforts when dt k d di l ff t h indicated.• To provides data useful for making future projection of risks to other worker and more generally, to members of the population at large who typically experience lower-intensity exposures than occur in the workplace. – Future projection = risk assessment• E Estimation of exposure standards involves assumption about f d d l b disease induction mechanisms and prediction of dose- response relationship.20-Mar-2009 daHen - SMK3 16
  17. 17. Identifikasi bahaya kesehatan kerja dan population at risk• Occ Epidemiology: Occ. – Investigating frequency of occurrence and causal factors for health effects that have non-occupational non occupational as well as potential occupational etiologies – The Occ. Epid. becomes increasingly complex when the diseases of interest are delayed effects of exposure that become manifest many years after first h b if f fi exposure, or when the health outcomes are subtle physiologic responses rather than overt diseases.20-Mar-2009 daHen - SMK3 17
  18. 18. Identifikasi bahaya kesehatan kerja dan population at risk• Occ Epidemiology: Occ. – In some situation epidemiologic study is undertaken as a means of assessing the health of workers with common exposures.• Population at risk – Workers who exposed by any kind of hazards both in occupational setting and non-occupational setting.20-Mar-2009 daHen - SMK3 18
  19. 19. Estimasi efek dan causal inferen• Estimasi efek – to predicted magnitudes of effects in other population (risk assessment). – To evaluate the etiologic hypotheses• Causal Inference – Evaluation of the epidemiologic data to p g determined the causality (Postulat Hill)20-Mar-2009 daHen - SMK3 19
  20. 20. Wassalam………….20-Mar-2009 daHen - SMK3 20

×