Perencanaan dan Penetapan Tujuan

13,782 views
13,378 views

Published on

Goal Setting TRAINING_MBT Konsultan
Kanaidi, SE., M.Si
kana_ati@yahoo.com
HP.08122353284
Facebook : Kanaidi Ken Part II

Published in: Education, Sports, Business
1 Comment
6 Likes
Statistics
Notes
  • kog gak diaktifin siy downloadnya?
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
13,782
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
1
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perencanaan dan Penetapan Tujuan

  1. 1. Pedoman Perencanaan dan Penetapan Tujuan By : Kanaidi, SE., M.Si [email_address] Goal SETTING Training
  2. 2. Pengertian Perencanaan <ul><li>Perencanaan dapat dilihat dari 3 hal, yaitu : proses, fungsi manajemen, dan pengambilan keputusan. (Ernie&Kurniawan,2005) </li></ul><ul><li>Dari sisi proses , perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapai. </li></ul><ul><li>Dari sisi fungsi manajemen , perencanaan adalah fungsi dimana pimpinan menggunakan pengaruh atas wewenangnya untuk menentukan atau merubah tujuan dan kegiatan organisasi. </li></ul><ul><li>Dari sisi pengambilan keputusan , perencanaan merupakan pengambilan keputusan untuk jangka waktu yang panjang atau yang akan datang mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana dan siapa yang akan melakukannya, dimana keputusan yang diambil belum tentu sesuai hingga implementasi perencaan tersebut dibuktikan di kemudian hari. </li></ul>
  3. 3. PLANNING (PERENCANAAN) <ul><li>Perencanaan merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan manajemen dan merupakan langkah kongkrit yang pertama-tama diambil dalam usaha pencapaian tujuan </li></ul><ul><li>Perencanaan akan sangat menentukan fungsi-fungsi manajemen berikutnya serta merupakan landasan bagi fungsi-fungsi manajemen. </li></ul>Ω Problem Statement Ω Strategic Direction ►►► Conclusion ►►► Solution
  4. 4. PERENCANAAN ( PLANNING ) <ul><li>Perencanaan adalah menentukan sasaran yang ingin dicapai, tindakan yang seharusnnya dilaksanakan, bentuk organisasi yang tepat utk mencapainya, dan orang-orang yang bertanggung-jawab terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan. </li></ul><ul><li>Perencanaan adalah proses penetapan tujuan dan cara-cara atau tindakan yang tepat untuk mencapai tujuan (the process of establishing goals and suitable course of action for achieving those goals). </li></ul>Ω Problem Statement Ω Strategic Direction ►►► Conclusion ►►► Solution
  5. 5. P roses PENGENDALIAN <ul><li> </li></ul><ul><li>T idak </li></ul><ul><li>Ya </li></ul><ul><li>  </li></ul>Penetapan Standar Pengukuran prestasi kerja Tidak berbua t apa - apa Membetulkan penyimpangan Apakah prestasi sdh sesuai dengan standar 1 2 3 4
  6. 6. Unsur-Unsur Perencanaan <ul><li>Sasaran </li></ul><ul><li>Peramalan </li></ul><ul><li>Pembuatan Keputusan </li></ul><ul><li>Pemilihan Pendekatan </li></ul>Ω Problem Statement Ω Strategic Direction ►►► Conclusion ►►► Solution
  7. 7. Dua Alasan Dasar perlunya Perencanaan <ul><li>Protective benefit </li></ul><ul><li>Positive benefit </li></ul>pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan, Untuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan tim organisasi.
  8. 8. Fungsi Perencanaan <ul><li>Untuk Mengimbangi Ketidaktentuan /Ketidakpastian dan Perubahan </li></ul><ul><li>Untuk Memusatkan Perhatian kepada Sasaran </li></ul><ul><li>Untuk Memperoleh operasi yang Ekonomis </li></ul><ul><li>Untuk Memudahkan pengawasan </li></ul>
  9. 9. Manfaat Perencanaan <ul><li>a. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan, </li></ul><ul><li>b. Membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah- masalah utama, </li></ul><ul><li>c. Memungkinkan pimpinan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas, </li></ul><ul><li>d. Meembantu penempatan tanggung jawab lebih tepat, </li></ul><ul><li>e. Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi, </li></ul><ul><li>f. Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi, </li></ul><ul><li>g. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami, </li></ul><ul><li>h. Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, </li></ul><ul><li>i. Menghemat waktu, usaha dan dana. </li></ul>
  10. 10. Kelemahan Perencanaan <ul><li>a. Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata, </li></ul><ul><li>b. Perencanaan cenderung menunda kegiatan, </li></ul><ul><li>c. Perencanaan mungkin terlalu membatasi menajemen untuk berinisiatif dan berinovasi, </li></ul><ul><li>d. Kadang-kadang hasil yang paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi individual dan penanganan setiap masalah pada saat masalah tersebut terjadi, </li></ul><ul><li>e. Ada rencana-rencana yang diikuti cara-cara yang tidak konsisten </li></ul><ul><li>Meskipun perencanaan mempunyai kelemahan-kelemahan tersebut, manfaat yang didapat dari perencanaan jauh lebih banyak. </li></ul><ul><li>Oleh karena itu perencanaan tidak hanya seharusnya dilakukan, tetapi harus dilakukan </li></ul>
  11. 11. PROSEDUR PERENCANAAN <ul><li>Tahap 1 : Menyadari kesempatan </li></ul><ul><li>Tahap 2 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan </li></ul><ul><li>Tahap 3 : Menentukan Dasar Fikiran (premis) </li></ul><ul><li>Tahap 4: Menetukan Arah-arah Tindakan Alternatif </li></ul><ul><li>Tahap 5 : Mengevaluasi Arah-arah Tindakan Alternatif </li></ul><ul><li>Tahap 6 : Memilih suatu Arah Tindakan Alternatif </li></ul><ul><li>Tahap 7 : Merumuskan Rencana-rencana Turunan </li></ul><ul><li>Tahap 8 : Mengurutkan Rencana-rencana Berdasarkan Anggaran </li></ul>
  12. 12. Tipe dan Klasifikasi perencanaan <ul><li>Perencanaan dan rencana dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara yang berbeda </li></ul><ul><li>Cara pengklasifiasian perencanaan akan menentukan isi rencana dan bagaimana perencanaan itu dilakukan </li></ul><ul><li>Meskipun proses dasar perencanaan adalah sama bagi setiap pimpinan manajer, dalam praktek perencanaan dapat mengambil berbagai bentuk. </li></ul>
  13. 13. Ciri–ciri Perencanaan yang baik : 1) <ul><li>Rencana harus mempermudah tercapainya tujuan yang sudah ditentukan. </li></ul><ul><li>Rencana benar-benar memahami hakikat tujuan yg ingin dicapai. </li></ul><ul><li>Memenuhi persyaratan keahlian teknis (komprehensif). </li></ul><ul><li>Rencana harus disertai oleh suatu rincian yang cermat. </li></ul><ul><li>Keterkaitan rencana dengan pelaksanaan. </li></ul><ul><li>Kesederhanaan. </li></ul><ul><li>Fleksibilitas. </li></ul><ul><li>Rencana memberikan tempat pada pengambilan resiko. </li></ul><ul><li>Rencana yg pragmatik (idealis dan realistik). </li></ul><ul><li>Rencana sebagai instrumen forecasting. </li></ul>1) Fungsi-Fungsi Manajerial, Prof. Dr. SONDANG P. SIAGIAN, M.P.A PT Bumi Aksara Jakarta.
  14. 14. Hambatan-hambatan Perencanaan Efektif <ul><li>Internal para perencana : </li></ul><ul><li>Kurang pengetahuan tentang organisasi </li></ul><ul><li>Kurang pengetahuan tentang lingkungan </li></ul><ul><li>Ketidakmampuan melakukan peramalan secara efektif </li></ul><ul><li>Kesulitan perencanaan operasi-operasi yang tidak berulang </li></ul><ul><li>Banyak biaya, penggunaan sumberdaya keuangan, fisik dan manusia </li></ul><ul><li>Takut gagal </li></ul><ul><li>Kurang percaya diri </li></ul><ul><li>Ketidaksediaan untuk menyingkirkan tujuan-tujuan alternatif </li></ul>
  15. 15. <ul><li>Hal di luar perencana </li></ul><ul><li>Penolakan umum masyarakat terhadap perubahan </li></ul><ul><li>yaitu keengganan umum para anggota masyarakat organisasi untuk menerima perencanaan dan rencana -rencana karena perubahan-perubahan yang ditimbulkannya </li></ul>Hambatan-hambatan Perencanaan Efektif ….. (Cont)
  16. 16. Cara-cara mengurangi atau menghilangkan penolakan terhadap suatu rencana <ul><li>Melibatkan para karyawan dalam proses perencanaan, </li></ul><ul><li>Mengembangkan pola perencanaan dan implementasi yang efektif, </li></ul><ul><li>Memberikan lebih banyak inforrnasi tentang rencana-rencana dan segala konsekwensinya, </li></ul><ul><li>Bersikap hati-hati terhadap dampak perubahan yang diusulkan para anggota organisasi dan meminimumkan gangguan-gangguan yang tidak perlu. </li></ul>
  17. 17. Kriteria Penilaian Efektivitas Rencana <ul><li>Kegunaan </li></ul><ul><li>suatu rencana harus fleksibel, stabil, berkesinambungan, dan sederhana </li></ul><ul><li>Ketepatan dan obyektivitas </li></ul><ul><li>rencana harus dievaluasi untuk mengetahui apakah jelas, ringkas, nyata dan akurat </li></ul><ul><li>Ruang lingkup </li></ul><ul><li>memperhatikan prinsip-prinsip kelengkapan (comprehensivencess) , kepaduan (unity) dan konsistensi </li></ul><ul><li>Efektivitas biaya </li></ul><ul><li>menyangkut waktu, usaha dan aliran emosional </li></ul><ul><li>Akuntabilitas </li></ul><ul><li>2 aspek akuntabilitas perencanaan : 1. Tanggung jawab at as pelaksanaan perencanaan 2. Tanggung jawab atas implementasi rencana </li></ul><ul><li>Ketepatan waktu. </li></ul><ul><li>Para perencana harus membuat berbagai perencanaan. Berbagai perubahan yang terjadi sangat cepat akan dapat menyebabkan rencana tidak tepat atau sesuai untuk berbagai perbedaan waktu. </li></ul>
  18. 18. Hubungan Perencanaan dengan Fungsi Manajemen lainnya <ul><li>Perencanaan adalah fungsi yang paling dasar dan meresap ke seluruh fungsi-fungsi serta kegiatan manajerial lainnya. </li></ul><ul><li>Fungsi perencanaan dan fungsi-fungsi serta kegiatan-kegiatan manajerial lainnya adalah saling berhubungan, saling tergantung, dan berinteraksi. </li></ul>
  19. 19. MODEL “SEVEN-S” STRATEGY SKILLS STAFF STYLE SYSTEMS STRUCTURE SUPER ORDINATE GOALS
  20. 20. Beberapa Alat Bantu Perencanaan <ul><li>Bagan Arus (Flow Chart) </li></ul><ul><li>Bagan Gantt (Gantt Chart) </li></ul><ul><li>Jaringan PERT (PERT Network) </li></ul>
  21. 21. Contoh : Bagan Gantt (Gantt Chart)
  22. 22. Contoh : Bagan Gantt (Gantt Chart)
  23. 23. Contoh : Jaringan PERT (PERT Network)
  24. 24. Flow chart “Memasak Roti”

×