Ringkasan topik terperinci anak jalanan

1,592 views
1,340 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,592
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
52
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ringkasan topik terperinci anak jalanan

  1. 1. RINGKASAN ANAK JALANAN TOPIK TERPERINCI 2012
  2. 2. Di dunia sempurna….• Mereka seharusnya seperti anak-anak yang lain, bisa tidur dengan pulas.• Bisa beristirahat, bisa mengembangkan kemampuan mereka, bisa belajar dengan pendidikan yang formal• Bisa merasa aman dan dilindungi oleh orang dewasa.• Bisa main-main dengan teman-teman sambil mengalami masa kanak-kanak yang gembira, bebas dari kesulitan.• Mereka seharusnya mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan hidup yang layak.
  3. 3. LATAR BELAKANG• Menurut UNICEF sejuta tujuh ratus ribu anak hidup di jalan- jalan di Indonesia.• Jumlah anak jalanan makin lama makin meningkat• Ini disebabkan oleh krisis ekonomi pada tahun 2008-2009 dimana jumlah anak jalanan di Indonesia berlipatganda sebanyak tujuh kali.• Ini juga disebabkan oleh arus urbanisasi. Penduduk desa mau mengadu nasib di kota. Oleh karena itu ada kekurangan fasilitas dan prasarana di kota ( pekerjaan, fasilias pendidikan serta perumahan layak)• Indonesia adalah negara yang masih berkembang, jadi bantuan dari pemerintah tidak tersedia untuk orang miskin. Kepadatan penduduk menimbulkan masalah sosial yang memprihatinkan.
  4. 4. DEFINISI ANAK JALANAN• Mereka tidak mempunyai tempat tinggal yang layak• Mereka bekerja di jalanan• “Anak Jalanan” adalah anak yang hidup tanpa tempat tinggal di kota tanpa perawatan orang tua dan mereka harus mencari nafkah sendiri di jalanan.• Setiap hari adalah perjuangan hidup• Kalau mereka masih tinggal dengan keluarganya, Banyak yang merupakan satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga. ( contoh: Gempol di Langitku Rumahku)• Mereka datang dari keluarga yang ekonominya sangat lemah.• Mereka berumur di bawah delapan belas tahun. Ada yang Balita ( di bawah lima tahun)
  5. 5. TINGGAL DI MANA?• Di gubuk-gubuk liar• Di pinggir rel kereta api• Di bawah jembatan, di kolong jembatan• Di gang-gang• Di tempat pembuangan sampah• Di gubuk liar di kampung kumuh yang tidak sah• Di taman• Di setasiun rel kereta api
  6. 6. LATAR BELAKANG KELUARGA• Anak yatim- without father• Anak piatu without mother• Anak yatim piatu without father or mother• Sebagian adalah anak yatim piatu, tetapi sebagian masih punya ortu.Alasannya:• Orang tuanya miskin• Harus bekerja di jalan untuk membantu mendukung keluarganya• Orang tuanya tidak bisa bekerja karena sakit atau kecelakaan.• Orang tuanya malas (pengganggur) -mengeksploitir anaknya• Gajinya ortu terlalu kecil• Ortu melahirkan terlalu banyak anak untuk didukung• Anak-anak kadang-kadang dibuang atau ditinggalkan oleh ortu dan menjadi sampah masyarakat
  7. 7. LATAR BELAKANG KELUARGAMengapa mereka lari dari rumah:• menderita kekerasan fisik seperti dipukul• mengalami kekerasan emosional• disalahgunakan/dieksploitasi oleh orang tua• orang tua tidak mampu menyediakan makanan atau pakaian• diajak oleh teman-teman atau saudara
  8. 8. Sifatnya penting untuk bertahan hidup di jalan• Pandai di jalan• Keras• Berani• Tidak jujur• Licik (slippery)• Mandiri• Jahat• Kriminal• Suka berbohong• Harus berjuang untuk bertahan hidup.
  9. 9. Mengapa kehidupannya sulit?• Mereka harus bekerja keras di jalan untuk menerima sedikit uang.• Kalau mereka tidak mendapat uang, mereka kelaparan• Mereka tidak dilindungi oleh siapapun.• Mereka harus berjuang untuk bertahan hidup• Mereka harus berjuang ketika seseorang ingin memerkosa mereka, dan mereka harus melawan ketika polisi mencoba untuk menangkapnya• Mereka didiskriminasi, dipukul atau ditendang oleh polisi• Mereka juga harus mengalami penyalahgunaan dari orang-orang di sekitar: Waktu saya tidur, orang-orang ingin melakukan hubungan seks dengan saya. ..dan saya tidak suka, tetapi kalau saya tidak melakukannya mereka akan memukul saya.”(seorang anak laki-laki berumur 10 tahun)• Beberapa anak harus mengalami ancaman diperkosa atau dipukul secara fisik• Anak-anak jalanan bisa mendapat uang paling banyak 15 ribu Rupiah (2.3 USD)• Dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan di sektor informil, mereka sering mendapat perlakuan yang kasar dari preman. Kadang-kadang mereka harus menyerahkan uang yang didapat mereka.• Ada banyak orang jahat yang bekerja di jalan dan tinggal di jalan juga. Ada orang yang kecanduan alkohol atau narkoba.• Ada pengedar obat-obatan yang bekerja di jalan.• Mereka tidak menerima perawatan medis, uang, atau tempat perlindungan
  10. 10. Bagaimana mereka disalahgunakan?• Mereka disalahgunakan oleh siapa?• Orang tuanya: Mungkin mereka tidak bisa bekerja karena penyakit atau karena kecelakaan. Orang tuanya memaksa mereka turun ke jalan.• Orang tua malas atau pengganggur. Karena mereka malas mereka mengeksploitasi anaknya : Mereka terpaksa bekerja di jalan.• Mereka sengaja dibuat cacat supaya orang yang melihat mereka merasa kasihan dan memberikan lebih banyak uang. Mungkin kaki atau tangan mereka dipotong sehingga mereka bisa bekerja sebagai pengemis.• Mereka harus menyerahkan uang yang didapat mereka• Uangnya diambil oleh ortu untuk biaya keluarga• Kadang-kadang mereka disalahgunakan oleh orang kriminal• Oleh orang yang lebih dewasa, atau oleh anak yang lebih besar.• Juga ada tekanan dari preman untuk terlibat dalam aktivitas kriminal.
  11. 11. Situasi anak jalanan perempuan• Seringkali mereka harus bekerja sebagai pelacur• Mereka mengalami ancaman diperkosa atau dipukul secara fisik• Mereka menderita penyakit kelamin, sebenarnya satu dalam tujuh anak jalanan menderita penyakit seksual.• Mereka mengandalkan pacar-pacar mereka untuk mendapatkan uang dan perlindungan• Mereka menderita kekerasan fisik, emosional serta seksual
  12. 12. Pekerjaannya• Peningkatan jumlah penduduk di kota jauh lebih pesat dibandingkan peningkatan lapangan pekerjaan. Orang miskin terpaksa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Ini yang dinamakan sektor informil.Mengapa mereka bekerja di sektor informil:• Tidak ada pilihan lain. Mungkin mereka belum ke sekolah atau ke sekolah pada saat-saat tertentu saja. Ini karena kekurangan uang untuk bisa membayar biaya sekolah. Oleh karena itu mereka bertaraf pendidikan yang rendah sekali.• Karena kekurangan pendidikan mereka terpaksa bekerja di sektor informil
  13. 13. Mengapa bekerja di sektor informil?• Tidak perlu ketrampilan• Tidak perlu modal• Kebanyakan anak- anak jalanan buta huruf- tidak bisa menghitung, menulis, atau membacaASPEK NEGATIF BEKERJA DI SEKTOR INFORMILUang tidak terjaminPenghasilan tergantung pada pemberi/ penerimajasa
  14. 14. Mereka bekerja sebagai apa?• Pengamen• Penyemir sepatu• Pemulung• Kernet• Pencuci kaca mobil, pengelap kaca mobil• Pekerja seks/budak seks• Pengemis• Joki• Pendorong lori• Penjual asongan: surat kabar/permen/makanan kecil/peta Jakarta• pelaku kriminal ( pencopet, pencuri, pengedar narkoba)• 70% anak jalanan melakukan pekerjaan sebagai pengamen
  15. 15. HIBURAN• Main kartu (berjudi)• Minum alkohol (yang murah)• Bergaul dengan anak jalanan lain• Merokok• Makan obat terlarang• Kadang-kadang mereka menggunakan semua uangnya untuk rokok/narkoba• Main gitar
  16. 16. Rupanya• Kalau mereka menerima cukup uang, mereka membeli kaus dan celana jeans• Mereka mengadopsi cara berpakaian dewasa dari bintang film atau gambar majalah yang dilihat• Simbol daun ganja populer dan simbol ini ditampilkan di tatto. Rambutnya seringkali dicat berwarna-warni• Tatto merupakan simbol keras dan jantan• Mereka nongkrong di jalan, menghisap ganja, main gitar
  17. 17. Bagaimana di Australia?• Di Australia anak-anak tidak boleh bekerja sampai mereka berumur hampir limabelas.• Pada waktu itu mereka bekerja sambilan saja.Mengapa anak Australia memilih bekerja:• Untuk mendapat lebih banyak pengalaman pekerjaan• Untuk merasa lebih mandiri• Untuk bisa menyimpan uang: uang digunakan untuk keperluan pribadi saja. (untuk membeli barang mewah seperti pakaian, CD atau untuk ke luar dengan teman-teman)• Anak- anak yang bekerja di Australia sudah punya ketrampilan yang memperbolehkan mereka bekerja sebagai pelayan di toko atau pelayan di restoran.• Ada peraturan untuk melindungi anak-anak.
  18. 18. Bagaimana di Indonesia?• Anak- anak yang miskin bekerja kapan saja, yaitu sebelum mereka berumur limabelas. Mereka harus bekerja untuk berjuang bertahan hidup.• Anak- anak seharusnya tidak boleh bekerja, tetapi peraturan di pabrik dan tempat kerja lain tidak ditaati.
  19. 19. Cerita Gempol• Tokoh utama Gempol adalah contoh pekerja anak. Dia terpaksa bekerja sebagai pemulung sepanjang hari walaupun dia mau bersekolah. Dia mengumpulkan kertas bekas untuk dijual. Walaupun dia tinggal dengan keluarganya, situasinya kurang bagus. Keluarganya pindah dari desa ke kota untuk memperbaiki taraf hidupnya. Sayang bapaknya tidak bisa bekerja karena sakit. Akibatnya Gempol harus bekerja sebagai pemulung untuk mendukung keluarganya yang terdiri dari bapak, ibu dan adik laki-laki. Mereka tinggal di gubuk liar di kampung kumuh. Ortu mencintai dia, akan tetapi keadaannya gawat sekali.
  20. 20. Cerita Pendorong LoriKaum miskin membangun gubuk-gubuk liar disepanjang rel-rel mati di JakartaRel mati ini memberikan kesempatan pekerjaanbaru bagi penduduk setempatAnak-anak membuat lori-lori yang didorongsepanjang rel untuk mengangkut penumpangpulang.
  21. 21. Cerita RasusRasus mengumpulkan puntung rokok di tumpukan sampah .Dia seperti ayam mencari makananWalaupun orang pemulung bisa mendapat gaji yang besar, pekerjaannyaberbahaya sekali. Mereka bisa menjadi sakit atau bisa terluka olehbarang-barang yang tajam yang tersembuny di tumpukan sampahAnak pemulung dihina dan dianggap sampah masyarakatKalau pandai, penghasilannya bisa agak memuaskanPekerjaannya sulit sekali, harus membanting tulang di bawah panas matahari.
  22. 22. Situasi di Kampung kumuhDi kampung kumuh• Tidak ada sarana mandi, cuci, kakus. Untuk kencing atau berak orang harus turun ke sungai.• Di kampung kumuh tinggal ribuan orang miskin• Rumahnya kecil sekali. Kamar makan, kamar duduk dan dapur berada di luar• Rumahnya terbuat dari karton atau dari benda-benda apa saja yang bisa ditemukan.• Kampung kumuh tidak sah, oleh karena itu dihancurkan oleh polisi atau tentara setiap kali Jakarta dibersihkan.• Kondisi gubuk-gubuk liar sangat memprihatinkan• Penduduk tidak mendapatkan fasilitas yang cukup seperti listrik atau air.• Di sinilah tinggal pekerja anaknya dengan keluarganya
  23. 23. Bagaimana kita bisa membantu?• Yang terpenting adalah untuk membawa anak-anak itu ke dalam lingkungan yang baik dan berguna sehingga anak- anak merasa nyaman dalam suatu tempat tinggalApa yang dapat kita lakukan untuk membantu?MENDUKUNG YAYASAN SEPERTI ..• Kita mampu menyediakan mereka rumah-rumah kecil dan sederhana• Kita mampu memberikan mereka pendidikan• Melalui sumbangan, kita mampu menyelamatkan jutaan jiwa…• Investasikanlah uangmu pada organisasi-organisasi amal(charity) seperti Yayasan Peduli Anak atau Aulia
  24. 24. Bagaimana situasi bisa diperbaiki:• Pemerintah Indonesia harus menyelenggarakan program untuk membantu orang miskin• Mereka harus diberi perumahan murah• Lebih banyak anak harus disekolahkan• Kehidupan ekonomi orang tua pekerja anak harus diperbaiki supaya anaknya tidak harus bekerja.• Taraf hidup di desa harus diperbaiki supaya penduduk desa tidak perlu mengadu nasibnya di kota. Mereka lebih senang terus tinggal di desa. Proses urbanisasi harus diselesaikan/diperlambatContoh: Nasib Rasus dan Gempol lebih baik di desa.

×