Konsep diri
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Konsep diri

on

  • 2,616 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,616
Views on SlideShare
2,484
Embed Views
132

Actions

Likes
0
Downloads
65
Comments
2

3 Embeds 132

http://kuliahiskandar.blogspot.com 97
http://amadmakhali.blogspot.com 34
http://amadmakhali.blogspot.tw 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • thank you ....
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Its great.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Konsep diri Presentation Transcript

  • 1. ASPEK KONSEP DIRI By : Hapsah
  • 2. PENGERTIAN Konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh baik secara fisikal, emosional, intelektual, sosial dan spritual
  • 3. RENTANG RESPON KONSEP-DIRI Respons adaptif Respons maladaptifAktualisasi diri HDR Depersonalisas i Konsep diri (+) Kerancuan identitas
  • 4. Dimensi konsep diri Self knowledge Self expectation Self evaluation
  • 5. KOMPONEN KONSEP DIRI  Gambaran Diri  Ideal Diri  Penampilan peran  Identitas Diri  Harga Diri
  • 6. GAMBARAN DIRI  Sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar termasuk persepsi, perasaan tentang ukuran , bentuk, fungsi, penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu
  • 7. Perkembangan Gambaran Diri: Individu menerima reaksi dari luar tentang dirinya - Stimulus dari luar - Eksplorasi diri - Reaksi dari luar: “Cantik”, “Gendut”, “Kuat”, “Lemah” Gambaran diri berkembang sesuai dengan proses tumbuh dan kembang Lebih menerima dan menyukai diri Lebih aman Bebas ansietas Harga diri (+)
  • 8. Tanda dan gejala gangguan citratubuh: menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah, tidak menerima perubahan tubuh yang telah/akan terjadi, menolak penjelasan perubahan tubuh, persepsi negatif pada tubuh, mengungkapkan keputusasaan dan ketakutan
  • 9. Masalah keperawatan yangtimbul : Gangguan citra tubuh Gangguan harga diri
  • 10. IDEAL DIRI Persepsi individu tentang bagaimana ia harus berperilaku sesuai dengan standar pribadi  Sering disebut sebagai cita-cita, keinginan, harapan tentang diri sendiri
  • 11. Perkembangan ideal diri: Ideal diri mulai berkembang pada masa kanak- kanak yang dipengaruhi oleh orang penting/terdekat yang mengharap/menuntut sesuatu prestasi/pencapaian. Ideal diri mungkin diidentifikasikan dari orang tua, guru, teman sebaya (pada usia remaja) Ideal diri juga dipengaruhi oleh sosial budaya
  • 12. Faktor lain yang mempengaruhi adalah:- Ambisi dan keinginan sukses- Kebutuhan yang realistis- Kebahagiaan dalam menghindari kegagalan- Perasaan ansietas dan rendah diriIdeal diri harus:- Lebih tinggi dari pencapaian saat ini- Jelas dan realistis Memberi dorongan secara terus menerus terhadap “Self-respect”
  • 13. Ideal diri jangan:- Terlalu tinggi sehingga tidak/sukar dicapai- Samar/tidak jelas- Menuntut Yang sehat adalah: Persepsi diri sesuai dengan ideal diri Ideal diri yang tidak dapat dicapai oleh konsep diri Harga diri yang rendah Ideal diri yg dicapai o/ konsep diri akan memberi harga diri yang tinggi
  • 14. Karakteristik g3 ideal diri ideal diri yang terlalu tinggi, sukar dicapai dan tidak realistis, samar/tidak jelas cenderung menuntut Tidak sesuai kemampuan diri
  • 15. Masalah kep yang mungkintimbul : Ideal diri yang tidak realistis, Gangguan harga diri, Ketidakberdayaan, Keputusasaan
  • 16. Faktor-faktor yang mempengaruhiideal diri : Kecenderungan individu menetapkan ideal diri pada batas kemampuannya. Budaya Ambisi dan keinginan untuk melebihi dan berhasil, kebutuhan yang realistis, keinginan untuk menghindari kegagalan, cemas dan rendah diri
  • 17. Penampilan Peran Pola sikap, prilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan dari seseorang berdasarkan posisinya di masyarakat (Beck et all, 1984)
  • 18. Penyebab : penyakit, proses menua, putus sekolah, putus hub kerja Di rumah sakit peran berubah menjadi peran sakit  perubahan peran dalam keluarga, pekerjaan/sekolah, kelompok.
  • 19. Faktor yang mempengaruhi penyesuaianperan:1. Kejelasan perilaku2. Konsistensi respon orang penting/dekat terhadap peran3. Kecocokan/keseimbangan berbagai peran4. Keselarasan budaya dan harapan terhadap peran5. Situasi yang menunjang pelaksanaan peran
  • 20. Tanda dan gejala mengingkari ketidakmampuan menjalankan peran, ketidakpuasan peran, kegagalan/ketegangan menjalankan peran yang baru, kurang tanggung jawab, apatis/bosan/jenuh dan putus asa
  • 21. Masalah kep yang timbul perubahan penampilan peran, gangguan harga diri, keputusasaan, ketidakberdayaan
  • 22. IDENTITAS DIRI  Kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian, yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh (Stuart & Sundeen, 1991)
  • 23. Identitas yang kuat: Memandang diri secara utuh Merasakan diri beda dengan orang lain Merasa otonomi: - menghargai diri sendiri - percaya diri/menerima diri - mampu diri - kontrol diri Mempunyai persepsi: gambaran diri, peran, konsep diri yangb positif
  • 24. Rein- Evaluaforce- si diri ment Berpikir positif Introspeksi
  • 25. Perkembangan Identitas Sejak bayi dengan proses: identifikasi dan introspeksi Identifikasi: - hubungan ibu dengan bayi - hubungan anak dan ortu/teman/guru - tokoh terkait dengan aspek seksual, gambaran diri
  • 26. Karakteristik Identitas kuat: individu :1. Kenal dirinya beda & terpisah dengan orang lain2. Mengakui/sadar jenis sexnya3. Tahu & menghargai dirinya: peran, nilai, perilaku4. Menghargai diri sendiri sama dg penghargaan lingkungan sosial5. Sadar akan hubungan masa lalu, saat ini & yg akan datang6. Mempunyai tujuan yg realistis
  • 27. Diagnosis DSM IV Masalah identitas Amnesia disosiatif Fugue disosiatif Gangguan identitas disosiatif (kepr. Ganda) Gangguan depersonalisasi
  • 28. HARGA DIRI Penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh prilaku memenuhi ideal diri
  • 29. Harga diri berkembang dari 2 sumber:1. Diri sendiri Individu dapat melakukan self reinforcement, tidak mengecilkan diri, merasa puas dan dicintai2. Orang lain Individu menerima reinforcement, dicintai, diperhatikan, dihargai Harga diri rendah jika tidak diperhatikan atau hilang/pergi yang mencintai atau gagal menerima penghargaan dari orang lain Harga diri meningkat bila diperhatikan/dicintai dan dihargai atau dibanggakan
  • 30. Karakteristik : perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai keinginan Merasa rendah
  • 31. Tanda dan gejala Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit Rasa bersalah terhadap diri sendiri (mis: menyalahkan/mengkritik diri sendiri) Merendahkan martabat (mis: saya tidak bisa/bodoh) Gangguan hub. sosial (mis: menarik diri) Percaya diri kurang. Sukar mengambil keputusan Mencederai diri
  • 32. Masalah keperawatan yang dapattimbul Gangguan harga diri: harga diri rendah situasional atau kronik Keputusasaan Isolasi sosial: menarik diri Risiko perilaku kekerasan
  • 33. Harga diri berkembang sejak kanak-kanak yangdidasarkan oleh penerimaan, penghargaan, danpujianEmpat cara untuk meningkatkan harga diri anak:1. Ksmptn u/ berhasil  penghargaan  Anak akan merasa mampu dan kompeten2. Menanamkan ide, pengharapan. Ide & harapan yg realistis, tdk terlalu tinggi &/atau tdk mungkin dicapai, s/d sosial budaya3. Memberi dorongan u/ mencapai. Aspirasi, dan cita-cita. Anak akan merasa kuat & dpt mengontrol dirinya.4. Membantu u/ membangun koping thdp hal-hal yg mengganggu persepsi diri
  • 34. Harga diri sangat rentan terganggu pada saatremaja dan usia lanjut.Dari hasil riset ditemukan bahwa masalahkesehatan fisik mengakibatkan harga diri rendahHarga diri tinggi terkait dengan: ansietas yangrendah, efektif dalam kelompok, dan diterima olehorang lainHarga diri rendah terkait dengan hubunganinterpersonal yang buruk dan resiko terjadidepresi dan skizophrenia
  • 35. Referensi Papalia, Old, & Feldman. 2008. Human development. (Psikologi Perkembangan). Jakarta : Kencana Stuart, G. Wail. 2007. Buku saku keperawatan jiwa ed. 5. Jakarta : EGC Stuart & Laraia. 2005. Principles & practice of Psychiatric nursing 8th ed. Mosby : Elsevier Tim penyusun : spesialis jiwa FIK UI angkatan 2005 – 2008. 2009. Draft scanning & SAK. Jakarta : FIK UI Wilkinson. 2007. Buku saku diagnosis keperawatan dengan intervensi NIC dan kriteria hasil NOC. Jakarta : EGC
  • 36. Thank you….