• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Teknik switchig
 

Teknik switchig

on

  • 370 views

 

Statistics

Views

Total Views
370
Views on SlideShare
370
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Teknik switchig Teknik switchig Document Transcript

    • 6 Teknik SwitchingTeknik switching merupakan cara memperpendek jalur proses.Teknik ini menggunakansuatu indikator untuk mengantisipasi prose yang akan dilakukan selanjutnya. Indikator inidapat dimisalkan seperti switch pada tombol lampu. Dimana tombol ini dapat mengaturdua kondisi yaitu nyala atau padam. Namur dalam program Basic switch tersebut bukanmerupakan komponen elektronik.Ia hanya berupa vanabel yang diisi dengan dua kondisiyaitu 0 atau 1. Melalui isi variabel tersebut dapat diketahui kondisi proses yang telahdilakukan. Sehingga dapat dilakukan pengalihan proses tanpa melalui proses sebelumnya.Hal ini dapat mempersingkat jalur proses.Dibawah adalah contoh program yang tidak menggunakan teknik switching TOT 1= 0: TOT2 = O: TOT3 = 0: TOT4 = 0 INPUT "BANYAK DATA:", N FOR T = 1 TON INPUT "KODE :", KD(T) NEXT T FORI=1 TON IF KD(I) = 1 THEN TOT 1 = TOT 1 + 1 : GOTO 110 IF KD(I) = 2 THEN TOT2 = TOT2 + 1 : GOTO 110 1F KD(I) = 3 THEN TOTS = TOT3 + 1 : GOTO 110 IF KD(I) = 4 THEN TOT4 = TOT4 + 1110 NEXT 1 PRINT "TOTAL 1 :"; TOT 1 PRINT "TOTAL 2 :"; TOT2 PRINT "TOTAL 3 :"; TOT3 PRINT "TOTAL 4 :"; TOT4Dibawah ini adalah contoh program yang menggunakan teknik switching SW=0:TOT=0 INPUT "BANYAK DATA :", N FOR I= 1 TON INPUT "KODE :",KD(I) NEXT I FORT= 1 TON IF SW = 0 THEN 120 PRINT "TOTAL ";KDSW;":";TOT TOT =0 SW = 1: KDSW = KD(T)120 TOT = TOT + 1 NEXT T PRINT "TOTAL ";KDSW;":";TOTVariabel SW adalah variabel switching yang mempunyai 2 kondisi, yaitu 0 dan 1.Variabel KDSW adalah variabel pembanding AAnalisa PersoalanUntuk memperjelas penerapan teknik switching dalam program ikuti contoh berikut :Sebuah perusahaan ingin mengkomputerisasikan perhitungan pemakaian listrik. Dimanapelanggannya mencakup seluruh wilayah di Jakarta.Spesifikasi proses adalah :~° Input diperoleh melalui entri data oleh operator yang terdiri dari : Wilayah : 1 numerik Nomor langganan : 2 alpanumerik Nama Langganan : 20 alpanumerik Jumlah pemakaian : 4 numerik Data habis jika operator mengentry NOMOR LANGGANAN = 0 Data sudah urut per KODE WILAYAH yang terdiri dari : "Jakarta Banat" "Jakarta Pusat" "Jakarta Selatan" "Jakarta Utara" "Jakarta Timur" Jika
    • WILAYAH berubah, maka cetak TOTAL BIAYA per wilayah dan ganti halaman baru Pada akhir laporan cetak TOTAL SELURUH BIAYA yaitu jumlah total pemakaian listrik di semua wilayah Layout laporan yang diinginkan adalah : Pemakaian Listrik Wilayah : Jakarta .........---------------------------------------------------------No. Nama JumlahLangganan Langganan Pemakaian--------------------------------------------------------------------xx xxxxxxxxxx xxxx… ….. ….…. ….. …. Total Pemakaian : xxx.xxx Pemakaian Listrik Wilayah : Jakarta .........---------------------------------------------------------------------No. Nama JumlahLangganan Langganan Pemakaian---------------------------------------------------------------------xx xxxxxxxxxx xxxx… ….. ….…. ….. …. Total Pemakaian : xxx.xxx Total Seluruh Pemakaian : xx.xxx.xxx----------------------------------------------------------------------Implementasi ke dalam programCLSSW = 0: TOTWIL = 0: TOTSEL = 0INPUT NFORI= 1 TONINPUT NO$(I), KW(I), NM$(I), JP(I)NEXTIF O R T = 1 TO NIF SW=O THEN 130IF KW(T) = WS THEN 240TOTSEL = TOTSEL + TOWILPRINT TAB(28);"Total Pemakaian :"; TOTWIL : PRINT STRING$(50,"-") : PRINTTOTWIL = 0130 SW = 1 : WS = KW(T)IF KW(T) = 1 THEN WIL$ = "Banat" GOTO 180IF KW(T) = 2 THEN WIL$ _ "Pusat" : GOTO 180IF KW(T) = 1 THEN WIL$ = "Selatan" : GOTO 180IF KW(T) = 1 THEN WIL$ = "Timur" : GOTO 180WIL$ ="Utara"180 PRINT TAB(15);"Tagihan Listrik"PRINT TAB(15);"Wilayah : Jakarta. `; WIL$PRINT STRING$(50, -")PRINT "No"; TAB (15 ); "Hama"; TAB(3 5 );"Jumlah"PRINT "Langganan";TAB(15);"Langganan";TAB(35);"Pemakaian (Kwh)"PRINT STRING$(50, -")240 TOTWIL = TOTWIL + JP(T)PRINT NO$(T);TAB(15);NM$(T);TAB(35);JP(T)NEXT TTOTSEL = TOTSEL + TOTWILPRINT TAB(28);"Total Pemakaian :";TOTWILPRINT STRING$(50, -")PRINT TAB(18);"Total Seluruh Pemakaian :";TOTSEL
    • Penelusuran programDari program yang telah dibuat, dapat ditelusuri sebagai berikut :1. Siapkan variabel-variabel yang diperlukan selama proses berlangsung., Variabel- variabel tsb adalah : SW Variabel dipakai sebagai variabel switch WS Variabel ini dipakai untuk mempertahankan KODE WILAYAH yang pertama kali dibaca TOTWIL Variabel ini dipakai untuk memnghitung nilai total pemakaian per wilayah TOTSEL Variabel ini dipakai amok menghitung nilai total seluruh pemakaian dari semua wiayah2. Input data dan simpan di dalam variabel : NO Data nomor langganan KW Data kode wlayah NM Data nama pelanggan JP Jumlah pemakaian listrik tiap pelanggan3. Bila isi variabel T = N, lakukan : Cetak nilai total pemakaian penwilayah yang tersimpan dalam variabel TOTWIL Cetak nilai total pemakaian seluruh wiayah yang tersimpan didalam variabel TOTSEL Proses selesaiiberakhir Jika isi T tidak sama dengan N berarti proses belum berakhir, maka lanjut ke langkah 44. Periksa isi variabel SW. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah proses yang dilakukan merupakan proses awal. Jlka SW = 0, berarti proses merupakan pemaacaan data awal, maka lakukan: isi variabel SW dengan 1Karena proses pemaacaan merupakan data awal, maka isi KW hams dipertahankan untuk perbandinganpada data berikutnya. Oleh karena itu lanjutkan ke langkah 9 untuk mengisi ke variabel penampungan yaitu WS. Jika SW tidak sama dengan 0, berarti data yang dibaca bukan merupakan data pertama. Berarti variabel WS telah diisi dengan kode wilayah sebelumnya. Untuk itu dapat dilakukan pembandingan isi antara variabel WS dengan KW.5. Bandingkan isi variabel KW dengan WS.Jika isi kedua variabel itu sama, berarti data yang dibaca merupakan data wilayah yang sama dengan data sebelumnya. Oleh karena itu lanjutkan proses ke langkah 11. Namur jika isi KW dengan WS tidak sama berarti data tersebut merupakan data pemakaian listrik untuk wilayah lainnya. Oleh karena itu hams dilakukan proses pencetakan total pemakaian wilayah sebelumnya dan proses pencetakan judul. Judul digunakan untuk wilayah bare sesuai dengan data wilayah yang dibaca. Lanjutkan ke langkah 66. Tambahkan nilai total pemakaian per wilayah ke nilai total seluruh wilayah dengan menggunakan rumus : TOTSEL = TOTSEL + TOTWIL variabel ini disebut Grand / Mayor Total7. Cetak mlai total perwilayah8. Kosongkan variabel TOTWIL. Karena variabel ini akan digunakan untuk perhitungan nilai total pemakaian wilayah berikutnya.Karena data yang dibaca merupakan wilayah barn maka isi variabel WS juga hams diganti/diperbaharui9. Variabel WS diisi sesuai dengan isi KW yang dibaca dengan menggunakan rumus berikut : WS=KW10. Cetak judul untuk setiap wilayah11. Tambahkan jumlah pemakaian tiap pelanggan ke dalam variabel total pemakaian perwilayah. Rumus yang dipakai adalah : TOTWIL = TOTWIL +JP variabel ini disebut Minor Total12. Cetak data-data tiap pelanggan13. Kembali ke langkah 3 untuk membaca data berikutnya