Your SlideShare is downloading. ×
0
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Ekonomi makro tungkek
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Ekonomi makro tungkek

201

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
201
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. { RAHMI YANTI RITONGA KELAS BK-2A NIM :
  • 2. { MOHON PERHATIANNYA !!!
  • 3. { EKONOMI MAKRO PENGERTIAN EKONOMI MAKRO Ekonomi Makro merupakan bagaian dari pada ilmu ekonomi yang menkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian sebagai suatu keseluruhan. Dengan demikian hubungan-hubungan kausal yang ingin dipelajari oleh ekonomi makro pada pokoknya ialah hubungan-hubungan antara variabel-variabel ekonomi agregatif, diantaranya adalah tingkat pendapatan nasional, tingkat kesempatan kerja, pengeluaran konsumsi rumah tangga, saving, investasi nasional, jumlah uang yang beredar,tingkat harga, tingkat bunga, neraca pembayaran internasional, stok kapital nasional, hutang pemerintah.
  • 4. { PROFESI BIDANG PEKERJAAN MARKETING TREASURY CHIEF FINANCIAL OFFICER MIDDLE OFFICE RISK TAKING UNIT AKUNTAN ARSITEK OPEN MARKET OPERATION CUSTEMER SERVICE ENGINERING
  • 5. MARKETING
  • 6. 1. MARKETING DESKRIPSI 1. Melakukan perencanaan strategi pemasaran dengan memperhatikan trend pasar dan sumber daya perusahaan. 2. Merencanakan marketing research yaitu dengan mengikuti perkembangan pasar, terutama terhadap produk yang sejenis dari perusahaan pesaing. 3. Melakukan perencanaan analisis peluang pasar.Melakukan perencanaan tindakan antisipatif dalam menghadapi penurunan order. 4. Menyusun perencanaan arah kebijakan pemasaran. 5.Melakukan identifikasi dan meramalkan peluang pasar. 6. Merencanakan pengembangan jaringan pemasara
  • 7. TREASURY
  • 8. { 2. TREASURY Mengatur Likiditas Bank secara keseluruhan , baik rupiah maupun valuta asing , termasuk pengaturan posisi GWM dan Posisi Devisa Netto , Mengelola Primary & Secondary Reserve , Mencari dan menempatkan dana baik Rupiah maupun valuta asing dalam usaha memelihara likiditas bank, Melakukan transaksi Trading (Surat berharga , Valuta Asing , Derivatif) baik di Pasar Uang , maupun di Pasar modal atau secara OTC (over the counter).,Melakukan hedging dalam rangka pengamanan posisi bank atau nasabah sesuai kebutuhan ,Menerbitkan dan mengembangkan produk-produk treasury dalam rangka maksimalisasi profit terkait peran Treasury sebagai profit center sekaligus untuk pengelolaan likiditas.
  • 9. CHIEF FINANCIAL OFFICER
  • 10. { 3. CHIEF FINANCIAL OFFICER mampu melakukan perencanaan budget dan operasional perusahaan dan pengorganisasian mampu menganalisa informasi baik analisa keuangan maupun pengeluaran mam pu melakukan prosdem.
  • 11. 4. Middle Office
  • 12. { 4. Middle Office Merupakan satuan kerja yang sehari-hari melakukan fungsi manajemen risiko dalam bidang treasury. Yaitu identifikasi , mengukur , memantau dan mengendalikan risiko terutama risiko likiditas , risiko suku bunga , risiko nilai tukar serta risiko lainnya yang terkait dengan semua kegiatan dan transaksi yang dilakukan oleh Treasury Department. Satuan kerja ini memberikan batasan-batasan (limit) dalam pengambilan risiko, antara lain menyangkut hal-hal sebagai berikut :
  • 13. v Limit transaksi ( Transaction / product limit ) v Pembatasan mata uang ( Currency limit) v Pembatasan volume transaski (Turn over limit) v Pembatasan Posisi Terbuka ( Open Account limit) v Pembatasan kerugian ( Cut Loss limit) v Pembatasan intra hari ( Intra day limit) v Limit nasabah dan counter party (Individual & counter party limit) v Limit Pihak Terafiliasi (Connected Parties limit) v Pembatasan Industri , Sektor Ekonomi , Wilayah (Industry , economic sector and geography limit) Penetapan limit bagi counterparty , volume transaksi , jenis kegiatan dan lainnya adalah guna membatasi kemungkinan kerugian yang dapat terjadi pada bank. Demikian pula kewenangan dalam bertransaksi , limit kewenangan dari dealer , trader , serta cheaf dealer/trader dalam transaksi dibatasi oleh Direksi Bank berdasarkan rekomendasi dari Satuan Kerja ini.
  • 14. Risk Taking Unit
  • 15. { 5. Risk Taking Unit Deskripsi Pada sebagian besar bank, kegiatan risk taking unit ini dilakukan oleh suatu ‘Dealing Room’ yang merupakan satuan kerja yang sehari-hari bertugas , mencari dana , menempatkan dana , memperdagangkan surat-surat berharga (baik jual beli secara outright maupun secara repo (repurchase) , baik di pasar perdana mapun dipasar sekunder dalam rupiah maupun valuta asing. Demikian juga kegiatan penempatan dana jangka panjang dalam surat berharga (antara lain obligasi) yang digolongkan sebagai kegiatan investasi dilakukan oleh satuan kerja ini setelahmelalui analisis dan perhitungan risiko oleh Middle Office. Bank dapat pula membentuk seksi/unit tersendiri (namun masih sebagai bagian dari Risk Taking Unit ) yang khusus mengelola perdagangan surat-surat berharga, sehingga ‘Dealing Room’ lebih focus hanya dalam mencari dan menempatkan dana.
  • 16. Akuntan
  • 17. { 6. AKUNTAN Kebijakan fiskal yang perlu diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan adalah kebijakan-kebijakan pemerintah dalam peningkatan pendapatan, efisiensi belanja dan penentuan sumber atau penggunaan pembiayaan. Misalnya penjabaran rencana strategis dalam kebijakan penyusunan APBN/APBD, sasaran, program dan prioritas anggaran, kebijakan intensifikasi/ekstensifikasi perpajakan, pengembangan pasar surat utang negara. Ekonomi makro yang perlu diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan adalah asumsi-asumsi indikator ekonomi makro yang digunakan dalam penyusunan APBN/APBD berikut tingkat capaiannya. Indikator ekonomi makro tersebut antara lain Produk Domestik Bruto/Produk Domestik Regional Bruto, pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar, harga minyak, tingkat suku bunga dan neraca pembayaran.
  • 18. Arsitek
  • 19. { 6. ARSITEK Arsitek adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan.Dalam arti yang lebih luas , arsitektur mencakup merancang dan membangun keselurahan lingkungan binaan , mulai dari level makro yaitu perencanaan kota,perencangan perkotaan ,arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan , desain perabot dan desain produk .Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
  • 20. Open Market Operation
  • 21. { 7. Open Market Operation kegiatan transaksi dipasar uang yang dilakukan Bank Indonesia dengan Bank lain dan pihak lain dalam rangka pengendalian moneter. untuk mencapai target operasional kebijakan moneter dalam rangka mendukung pencapaian sasaran akhir kebijakan moneter Bank Indonesia. Target operasional kebijakan moneter tersebut dapat berupa target kuantitas uang primer atau komponennya, atau target suku bunga pasar jangka pendek.
  • 22. Customer Service
  • 23. { 8. CUSTEMER SERVICE 1. Berhubungan langsung dengan nasabah dalam memenuhi kebutuhannya (membuka rekening, menyelesaikan masalah terkait rekeningnya, maupun produk perbankan lainnya). 2. Memasarkan produk dan jasa perbankan kepada nasabah. 3. Melaksanakan kegiatan administratif terkait kegiatan operasional perbankan (melakukan filing form aplikasi rekening, pencatatan administrasi stock buku tabungan, cek, BG, membuat laporan pencapaian pembukaan rekening secara harian untuk dilaporkan kepada branch manager). 4. Di luar kegiatan di cabang, CS juga membantu lobby untuk mendapatkan calon nasabah prioritas/instansi yang potensial.
  • 24. Engineering
  • 25. { 9. ENGINERING Mengapa Enginering atau Ekonomi Teknik sangat diperlukan dalam Ekonomi makro ? Ekonomi teknik berfungsi untuk mengetahui konsekuensi keuangan dari produk,proyek,dan proses-proses yang dirancang oleh insinyur dan membantu membuat keputusan rekayasa dengan membuat neraca pengeluaran dan pendapatan yang terjadi sekarang dan yang akan datang dan menggunakan konsep “ Nilai waktu dari uang”. Ekonomi teknik melibatkan proses formulasi , estimasi dan evaluasi hasil ekonomi setelah alternatif-alternatif untuk mencapai tujuan tertentu tersedia sehingga dapat dikatakan pula bahwa ekonomi teknik merupakan kumpulan dari teknik perhitungan matematis yang menyederhakan perbandingan dalam hal ekonomi.
  • 26. Terima kasih

×