-Jong28 Arsitek!-

5,626
-1

Published on

Hari spesial harus di ikuti dengan edisi spesial...

JongArsitek mengambil semangat 28 Oktober dan 10 November untuk membuat sebuah edisi khusus,

“Jong28Arsitek!”

Kumpulan 28 karya dari 28 arsitek muda yang kini dimiliki indonesia.

inilah masa depan budaya bangun bangsa ini. Baca, wacanakan, diskusikan, lalu sanggah! Biarkan dunia arsitektur Indonesia selalu bergerak dalam diskursus yang membangun bangsa...


-Untuk semangat yang tidak boleh padam-
-JongArsitek!-

cover “Jong28Arsitek!” oleh : dicky “doyix” wizmar


edisi spoilernya bisa di lihat di http://www.slideshare.net/JongArsitek/jong28-arsitekspoiler-presentation/

edisi penuhnya bisa di download di jongarsitek.com



bagi rekan-rekan yang ingin berkontribusi, memberi masukan, saran,
kritik atau mungkin sumpah serapah, bisa langsung menyapa tim penyusun di

jongarsitek@gmail.com

jongArsitek!
adalah media bulletin kegiatan arsitek yang tujuannya
sebagai media dokumentasi kegiatan karya dan wadah
berkarya kita-kita orang arsitek yang dibuat oleh kita
dikerjakan oleh kita untuk siapa saja. Siapa saja bisa
berkontribusi dan meluangkan pikiran maupun wujud
desain yang memiliki makna yang terkadang di lewatkan
oleh orang lain, bahkan bos-kita. Gratis dibagikan
dan disebarkan dalam bentuk digital, fotokopi, print
out maupun di mading kampus-kampus, kantor, jadwal
kerja, atau sebagai poster di kamar anda, sebagaimana
bisa disebarkan sebagai berita baik, doktrinasi maupun
propaganda arsitektur dan issue-nya.
Awas penipuan dalam bentuk uang, laporkan ke Polisi
terdekat bila media ini di distribusikan secara komersial.
selamat membaca, desain menginspirasi

JongARSITEK!

Published in: Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,626
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
2,699
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

-Jong28 Arsitek!-

  1. 1. “Di tanganmu tergenggam Kemerdekaan-Indonesia, yakni Kekapaan, Keselamatan, Kepandaian dan Peradaban... Kamu Kaum Revolusioner !! Kelak Rakyat keturunanmu dan Angin Kemerdekaan akan berbisik- bisik dengan bunga-bungaan di atas kuburanmu: “Disini bersemayam Semangat Revolusioner“”. Tan Malaka (aksi masa) jongArsitek! jongarsitek@gmail.com Selamat menikmati.. Desain menginspirasi Except where otherwise noted, content on this magazine is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License
  2. 2. 80 tahun berlalu sejak para pemuda Dalam momentum 80 tahun sump- indonesia bersumpah untuk setia ah pemuda, JongArsitek! mencoba kepada nusa dan bangsa. Per- untuk menampilkan 28 diantara jalanan panjang yang mereka mulai sekian banyak arsitek muda yang telahmembawa bangsa ini menjadi dimiliki indonesia saat ini. Inilah po- bangsa yang kita kenal sekarang. tensi-potensi muda Indonesia yang Bangsadengan keragaman namun tersebar di seluruh dunia. Ada yang dengan pengikat satu yang terikrar sedang bekerja di Singapura dan di masa lalu. Panjang jalan bangsa Inggris, ada yang sedang menye- ini selalu di warnai oleh berbagai lesaikan studinya di Amerika, Ger- peristiwa-peristiwa yang kemu- man, Inggris atau Belanda. Ada dian mendefinisi kembali arti dari juga yang tinggal di Jakarta, tapi Indonesia dan ke-Indonesiaan. karena satu dan lain hal, tidak per- Patriotisme dan pesimisme selalu nah sempat bertatap muka. Kami mengiringi jalan sejarah bangsa mencoba untuk mengumpulkan ini, menuju sebuah kesejahteraan mereka, di dalam satu edisi yang yangdicita-citakan sejak bambu mudah-mudahan bisa mengin- runcing pertama di angkat mela- spirasi siapa saja yang membacan- wan tirani. ya. Tujuannya semata hanya ingin menunjukkan kepada masyarakat Kini, setelah semua patriotisme arsitektur Indonesia pada khusus- yang dulu ada, bangsa ini terjebak nya dan masyarakat yang lebih luas dalam kebingungan mencari iden- pada umumnya, bahwa inilah 28 di- titas bangsa. Keserakahan dan antara sekian banyak masa depan ketidakadilan mengambil alih, arsitektur Indonesia. Merekalah 28 merampas mimpi dan harapan diantara calon-calon penentu arah yang dulu pernah membesarkan kebudayaan bangun bangsa ini. bangsa ini. Kita yang dulu pernah inilah pemikiran-pemikiran muda di juluki “Sang Raksasa Muda” yang kini sedang mewarnai dunia kini terjerembab dalam masalah- arsitektur Indonesia. Sebuah upaya masalah dasar kehidupan yang kami untuk menggairahkan kembali seperti tidak pernah selesai. Hilang diskursus arsitektur di Indonesia. adil, hilang makmur, termiskinkan pancingan-pancingan kecil untuk oleh mereka yang berkuasa atas menghasilkan pemikiran-pemikiran nama rakyat. baru yang (semoga) dapat menjadi JongEDITORIAL! lebih nyata dan berarti. Kaum muda adalah penentu masa depan. Lebih besar dari itu, kita- Inilah diantara arsitek-arsitek muda lah masa depan. Harapan pagi terbaik yang kami kenal. Orang- oleh : Danny Wicaksono ini adalah nafas yang membuat orang muda yang tidak pernah kita melangkah hidup. Mimpi hari lelah bertutur tentang arsitektur ini adalah kenyataan masa depan dan memiliki integritas yang tinggi yang membawa perubahan bagi atasnya. Inilah beberapa pemikir setiap dari kita. Kita adalah patriot, muda arsitektur Indonesia, kami karena kita harus jadi patriot. Kita persembahkan dengan kerenda- harus jadi garis yang membangun han hati, dan harapan tinggi untuk bangsa, bukan titik yang lalu hilang segala hal yang mungkin jadi lebih terhapus waktu. baik karenanya... Pemuda harus bermimpi! Karena mimpi berarti harapan. Pemuda Danny Wicaksono tidak boleh pesimis! Karena itu be- -JongArsitek!- rarti mati! Pemuda harus berkarya nyata! Agar tak selamanya terjebak dalam janji-janji sendiri.
  3. 3. Kontributor tanpa basa basi, anda bisa mengecek profil mereka langsung ke Facebook dan media sosialweb lainnya. artiandi akbar ariko andikabina http://www.new. annisa santoso http://www.new.fa- facebook.com/profile. http://www.new.fa- cebook.com/profile. php?id=1009962893 cebook.com/profile. ardes perdhana php?id=670464045 php?id=586654863 http://www.new.fa- cebook.com/profile. php?id=738906172 anjasmoro maroef http://www.new.fa- ade yudirianto andri feri k cebook.com/profile. http://www.new.fa- adi fajar utama http://www.new.fa- php?id=579839539 cebook.com/profile. http://www.new.fa- cebook.com/profile. php?id=1184978615cebook.com/profile. php?id=1473748452 php?id=627506931 ilham iyank http://www.new.fa- imron yusuf firman Saleh ilham iyank cebook.com/profile. http://www.new.fa- Gacanti Swastika http://www.new.fa- php?id=1083521610 cebook.com/profile. fajar Widharta http://www.new.fa- cebook.com/profile. php?id=712983112 http://www.face- cebook.com/profile. php?id=702846031 book.com/profile. php?id=1647870146 basuki firmanto http://www.new.fa- php?id=16930551&ref=ts cebook.com/profile. dickie w padmawidjaya php?id=610288061 danny wicaksono http://www.new.fa- http://www.face- cebook.com/profile. book.com/profile. php?id=703273931 tisa medinna php?id=537977711 http://www.new. facebook.com/profile. masajik rooseno aji rafael arsono realrich syarief php?id=737579887 http://www.new.fa- noerhadi kritz http://www.new.fa- http://www.new.fa- cebook.com/profile. http://www.face- cebook.com/profile. cebook.com/profile. php?id=779074836 book.com/profile. php?id=621537643 php?id=693261239 kristanti dewi paramita php?id=622062159 Paskalis K Ayodyan- http://www.new.fa- margareta a miranti toro cebook.com/profile. inung rosalini http://www.new.fa- www.facebook. php?id=1051445450 http://www.new.fa- cebook.com/profile. com/profile. cebook.com/profile. php?id=725640933 php?id=547254387 wiyoga nurdiansyah php?id=537714305 reko tomo http://www.new.facebook.com/profile. http://www.new.facebook.com/profile. php?id=792049984 php?id=704096171
  4. 4. jongarsitek.com ini adalah web baru kita, semoga, dengan web baru, kita berproduksi dan berkolaborasi lebih. Terima kasih untuk Sandi Mardiansyah Gacanti Swastika yang telah bersusah payah mendi- rikan web dan rumah baru kita.
  5. 5. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman team design : urbane urban akupuntur 10 hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  6. 6. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman rotterdam transitory 16 hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  7. 7. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman menginginkan bentuk fasade sebuah bangunan komersial ruko ini dengan bentuk yang tidak biasa, namun tetap memiliki fungsi yang biasa agar dapat mengontrol harga bangunan yang tidak mahal adalah konsep dasar yang harus ditekankan ketika pemberi tugas menginginkan sebelum bangunan terbangun. menghindari pemakaian listrik di- siang hari juga merupakan tuntutan pemberi tugas. berangkat dari tuntutan pemberi tugas tersebut, mulailah berfikir memecahkan jawabannya dengan menekankan bentuk dasar bangu- nan terutama fasade dengan bentuk yang tidak biasa untuk sebuah ruko. fasade bangunan terbentuk dari bidang tipis seperti selembar kertas yang dicoba mengalami proses potong dan mengalami tekanan dari arah luar kedalam. proses ini menciptakan sebuah bidang yang tetap tipis terpotong mengikuti bentuk yang diinginkan dan tertekan kedalam membentuk bentuk lipatan bidang yang unik. Cukup ber- cut and push beda untuk sebuah fasade ruko ini dengan yang biasanya. untuk menjawab tututan pemakaian listrik disiang hari adalah dengan menciptakan bukaan bukaan yang cukup di sisi dinding yang bersebelahan dengan pagar. Karena bangunanny- apun didisain tidak menempel pagar kanan dan kiri, yang membentuk ruang terbuka. Hal ini diharapkan dapat menciptakan sirkulasi udara yang mengalir. selain bukaan pada bidang dinding, bangunan ini juga banyak menggunakan skylight atau bukaan pada plafond yang tetap dikontrol dengan bukaan yang tidak besar agar cahaya yang masuk tidak justru menambah panas, dengan harapan pemakaian ac tidak terlalu berlebihan. pemakaian dan pemilihan material adalah kunci agar bangunan ruko ini tidak menjadi ma- hal, maka material yang digunakanpun adalah material standart bangunan ruko, sehingga tidak ada pilihan lain bangunan ruko ini hanya menggunakan permainan warna, texture yang dihasilkan dari cat dinding sebagai material dasar, kecuali material lantai mengguna- kan keramik untuk standart ruko. akirnya dengan bentuk yang berbeda tidak biasa, mengontrol bukaan dan sirkulasi udara yang benar, pemakaian dan pemilihan material yang tepat, maka akan tetap menciptakan sebuah disain bangunan yang tdak biasa dan luar biasa. 20 hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  8. 8. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman the space between the terminal and the satelite lounge is to be speculate as an intersitial space the new terminal is proposed to be a satelite building. the existing terminal the propose terminal site building as a solid are meant to be the adaptive state analogy- reuse of the old structure. where the terminal the proposal meant to be transformation start to enhance the presence of the emerge solid light solid old structure anjasmoro maroef // pre-midreview // thesis design studio //pratt institute // instructor: jason vigneary beane and elliot maltby anjasmoro maroef // pre-midreview // thesis design studio //pratt institute // instructor: jason vigneary beane and elliot maltby 22 hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  9. 9. anjasmoro maroef // pre-midreview // thesis design studio //pratt institute // instructor: jason vigneary beane and elliot maltby initial component component variation component row elevation component row elevation component row 2 component row 1 plan anjasmoro maroef // pre-midreview // thesis design studio //pratt institute // instructor: jason vigneary beane and elliot maltby component study component experimentation and deformation component experimentation and deformation top view component 1 component 1.2 component 1.3 component progression through blending three component variation component parts side elevation anjasmoro maroef // pre-midreview // thesis design studio //pratt institute // instructor: jason vigneary beane and elliot maltby concourse elevation structure componenization elevation plan initial component diagramatic section component iteration 1 diagonal mirror component iteration 2 mirror elevation component iteration 3 component iteration 4 elevation main concourse anjasmoro maroef // pre-midreview // thesis design studio //pratt institute // instructor: jason vigneary beane and elliot maltby 1. initial component progression 2. initial component population 4. component deformation 1.1 initial component intertwine to create long span structure 4. component deformation 1.1 side elevation anjasmoro maroef // pre-midreview // thesis design studio //pratt institute // instructor: jason vigneary beane and elliot maltby
  10. 10. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman 28 hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  11. 11. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman 32 hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  12. 12. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman proyek ini hadir sebagai sebuah sikap dan kritik dari kebiasaan mem- bangun yang dikembangkan oleh sebagian besar pengembang di batam. rumah ini sejak awal dirancang untuk tidak bergantung sep- enuhnya pada penghawaan buatan di dalam ruang, di saat yang ber- samaan tetap memperhatikan privacy dan keamanan. pintu dan jen-  dela dapat dibuka setiap saat, sehingga angin dapat berlalu dengan   mengikuti denah aslinya, untuk bebas. lantai dasar rumah ini masih dapat menekan biaya     38     hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah 
  13. 13. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman By-Pass Heteroutopia. An Othering Against The Sisterhood Of Privatization Neo-lib bukan racun mematikan yang dapat membuat masyarakat di kota ini harus lan- Mekanisme seperti tas merenung BT mati kutu dan ini menggambarkan bagaimana lalu menyerahkan hak-hak ber- pemerintah melempar tanggung kotanya pada kepasrahan massal jawab suatu keterpaduan arsitek- atau suicide bombing. tur kota terhadap pasar, sehingga Hal ini selanjutnya mengingatkan seolah menghancurkan bentuk kita akan teori filosofis-spasial Dalam Bandung yang kian sem- keterpaduan tersebut dari dalam- yang disebut Heterotopia oleh pit ter-privatisasi ini, toh masih nya sendiri. Keberpihak- Foucault, ataupun Thirdspace as terdapat celah-caleh kecil yang kan ini memang terasa begitu an othering way of Edward Soja. Di zaman Eksistensi Circle k semakin berjaya kini, Bandung adalah sebuah industri perkotaan yang dikua- tersisa, bleak ground for our so menyesakkan, namun bukan be- Othering yang dimaksud men- sai oleh beberapa ucing garong bernamakan market dan birokrasi. Sebuah versi lain dari kondisi Paris di called future task, a space of little rarti menjadikan hal tersebut se- coba menjelaskan bagaimana se- era Corbusian dan Unitary urbanism, ‘Sanctioned by business and bureaucracy!’ begitu ungkap para Situ- to bigger, a space of narrow to bagai harga mati bagi sebuah harusnya kita melihat ruang sisa ationist International. Terlebih pada kenyataanya, ternyata fenomena ini juga mewakili mayoritas kondisi wider. Memang terlalu ironis ke- masyarakat untuk memiliki seban- sebagai ruang lain yang berpo- perkotaan lainnya di Indonesia, kota-kota yang masih berjalan tanpa langkah yang efektif seiring periode tika berbicara ruang sisa sebagai gun ruang bersama, untuk memi- tensi untuk ter-eksplorasi, Other- pilwalkot berganti. ruang public, namun begitulah liki sebangun ruang ber-esensi ing sebagai sebuah strategi kritis keadaaanya. Tapi siapa yang bisa public dalam idealnya kehidupan ber-ruang dalam keterbatasan, Tendensi market membuat birokrasi kian labil, dan kemudian dengan mudahnya dapat menyulap menyangka, bila dari ruang sisa berkota. strategi spasial yang bergerak mekanisme kota ini menjadi sebebas dan semurah Transaksi kutang bekas di Gedebage. Seolah-olah ini sebuah revolusi bisa terjadi? Its worth a try. Bukankah ruang melalui pendekatan ‘rekombinasi’ setiap jengkal ruang kota ini adalah barang pribadi yang tak bernyawa dan bisa digadaikan dengan sokon- atau ‘perpanjangan’ sebuah ruang gan biaya kampanye. Kehebatan sebuah birokrasi dalam menghamburkan aset-aset publicnya pada pasar publik yang begitu kita idamkan dapat terdefinisi dalam berbagai baru terhadap ruang yang sudah modal yang begitu apatis, yang dalam istilah lain biasa disebut dengan nama neo-liberalism/Late Capital- ada sebelumnya. ism. kemungkinan bentuk yang ob- scure? yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya, terben- Keberadaan ruang tersebut may- Sehingga tidak heran jika dengan mudah kita dapat menyaksikan taman berubah menjadi pom oritas tercipta sebagai sebuah bensin, hutan kota menjadi mall, ruang terbuka menjadi pintu yang tertutup, gubuk yatim piatu menjadi tuk dari sebuah ruang sisa. residu/left-over dari pembangu- sekolah international, gunung menjadi Disneyland, atau bahkan sebuah kampung yang menjadi pasir. nan megastruktur kota, Koolhaas No money therefore no space. mendefinisikan tipologi ruang 40 seperti ini sebagai sub-system pembangunan kota. hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  14. 14. Median, atau Central Reserva- Lalu Mengapa harus median? Contoh yang paling mainstream tions (UK) adalah sebuah pulau dari bentukkan ruang ini adalah linier yang berada diantara dua Pada tapak yang di- sebuah ruang dibawah kolong jalur jalan yang berlawanan, linier ambil, Kawasan tersebut dinilai jembatan yang dijadikan tempat strip in between 2 opposite adja- padat akan aktifitas manusia na- para pengemis dan pedagang cent lanes. Sebangun safety bar- mun dengan ironisnya tidak terse- asongan bermukim, atau emer- rier dengan elevasi tanah lebih dia ruang publik sedikitpun yang gency lane pada jembatan layang tinggi dari jalan utama, dengan memadai, adapun pedestrian se- itu sendiri yang setiap malam lebar standard 6.1m (pada high- bagai sarana publik telah di klaim minggu djadikan tempat singgah street atau highway). Median ini sepihak sedikit demi sedikit oleh untuk bercinta para pasangan- bagaikan anak haram yang lahir para pedagang pulsa, pedangang pasangan ekstrim yang dengan dari pembangunan megastruktur tabloid, tambal ban, dan lain se- santai memakirkan motor mereka jalan raya, dalam hal ini adalah bagainya sebagai domainnya sambil menikmati pemandangan highstreet by-pass Soekarno Hat- masing-masing. lampu kota, di Bandung dapat kita ta Bandung, sehingga bila disim- jumpai ke-sisa-an ini di Fly-Over pulkan, median ini adalah sebuah Buruknya kualitas sa- pasupati, atau mungkin fly-over ruang sisa yang benar-benar ter- rana publik yang ada di kedua sisi Kiara Condong. sisa secara fisik, sosial mapun jalan mengakibatkan inisiatif inter- ordinat keberadaan-nya sendiri vensi manusia untuk menyebrang Tipologi ruang sisa yang selalu pada google maps kota Bandung. ke daerah median, dan kemudian terkolerasi dengan jalan raya ini melakukan aktivitas pedestrian bila ditilik lebih lanjut akan tera- Tanpa penyikapan design, ruang pada median, mengingat median kumulasi dalam jumlah yang be- sisa seperti ini hanyalah universe pada keadaan sekarang adalah gitu besar, dengan presentase of rampant cohesion ujar kool- hamparan rumput kosong dengan minimal dari 1.173.81 km total haas, namun ironisnya orang- beberapa lampu jalan dan shrubs luas infrastruktur jalan di Band- orang secara tidak sadar kerap di tengahnya. Median ini telah ung saja, sekiranya sudah dapat sekali melakukan aktivitas bahkan menjadi tools sebuah pelarian terbayang begitu luas ruang pub- intervensi dengan intensitas yang fungsi yang genuine, tidak hanya lik yang bisa diperoleh, bukankah tinggi pada ruang ini. Hal ini mem- sebagai sarana menyisir jalan, Marco Kusumawijaya pernah buktikan bahwa median adalah namun juga digunakan sebagai mengemukakan bahwa jalan ada- sebuah ruang publik fungsional tempat berteduh, tempat singgah lah ruang publik terbesar di dalam yang hidup, yang diapit oleh dua para asongan, tempat beristira- sebuah kota? as well as it expli- ruang publik fungsional yang mati hat, dan masih banyak lagi aktifi- cated by Philly Richardson that (jalan raya dengan mobil kencang tas urban yang secara real terjadi “since transport is a lifeline to the saling menyalip). Respond design disini. city, any improvements are bound terhadap ruang yang penuh inter- to have an effect greater than its vensi manusia Ini dapat dikatakan Penyikapan yang ke- original purpose”, and if that really sebuah bentuk praxis psycho- mudian diterapkan adalah pem- so, The city would become a giant geography dalam urban design, bentukan median sebagai taman playground, as stations for a per- yang dulu dipopulerkan oleh Guy kota sekaligus arena sirkulasi ter- petual Revolutionary Festival! Debbord pada era eropa 60-an. padu terhadap fungsi bangunan Lantas kemudian pertimbangan (* The study of the specific effects sekitar, median ini dirancang den- tersebut yang menjadi konsepsi of the geographical environment gan tujuan membentuk sebuah awal dalam perancangan ruang (consciously organized or not) on public space yang kondusif dan sisa yang satu ini, ruang sisa the emotions and behaviour of tanpa banyak melakukan pem- yang dalam pandangan umum individuals). Berbicara mengenai bongkaran struktural. Implikas- masih tergolong illegible spaces, penyikapan linkungan terhadap inya adalah dengan menciptakan or maybe even at the worst have sebuah perilaku, emosi spesifik bukaan sirkulasi pada titik tertentu never been considered as a form masyarakat yang berada di ka- sebagai orientasi penyebrangan of space. wasan tersebut. massal yang efektif dan meng- komodasi berbagai intervensi/ Ruang yang dimaksud adalah aktivitas manusia yang sebelum- sebuah ruang linier yang membe- nya kerap terjadi dengan olahan lah Bandung bagian selatan ber- order linier. Sequence ruangnya namakan Median. memungkinkan banyak integrasi ruang urban terjadi disini, fleksibil- itas ruang dapat memunculkan banyak interaksi public yang telah hilang karena ketidaktersediaan ruang disekitarnya.
  15. 15. we believe in something fairly gold Median sebagai ruang antara called ‘participation’. sebenarnya dapat melahirkan begitu banyak ruang fungsi yang Organize the city for the enrich- beragam, seperti halnya bila ment of everyday life. For the fu- dirangkai menjadi sebuah ‘linier ture we are worrying about city’, yang tentunya akan mem- buat banyak ruang urban dalam Best. berbagai bentukan; mulai dari ta- Artiandi Akbar. man, mini boulevard, skate park, monumen/landmark, sampai pen- erapan paling hardcore berupa rumah makan bertingkat atau mungkin tempat berendam air pa- nas. Kenapa tidak? Menyangkut fenomena terkait, konsepsi design selanjut- nya terorientasi untuk mejadikan heterotopia pada by-pass ini seba- gai ruang public hijau. mengingat kebutuhan kota akan keberadaan ruang public dan RTH itu sendiri di Bandung sudah cukup kritis (Bandung baru mencapai angka 7% dari goal 30% target penye- diaan RTH), sehingga penerapan ini secara parallel dapat menga- tasi problematika minimnya ruang publik dan RTH disaat yang ber- samaan. Akumulasi pengaspalan jalan sebagai pemanjaan kend- araan setidaknya dapat diseim- bangkan dengan penambahan volume ruang publik dan penghi- jaun resapan biopori. Dengan penyikapan ini, Median tidak lagi menjadi sekedar ruang sisa yang teracuhkan, na- mun sebuah arena berkota yang hidup, sebuah sirkuit Flaneur a la Baudeliare, sebuah multitude drifting track of our very foot! The way of thirding or exploring counter site sort of this, is a product of identifying our real life in this so called modern capi- talistic city, because yes modern life is rubbish as it always be, get busy livin or get busy dyin for it my lad Fist raising against your goliath is an old fashioned warfare, ide- alizing our Heteroutopia by third- ing/othering this 360 degrees spacious world could spawn the best urban activity, urban dynam- ics would no longer be driven by capital and bureaucracy, because
  16. 16. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman Jogjakarta dibentuk dengan citra dan cita-cita sebagai kota yang mampu mempersiapkan generasi-gen- erasi baru pembangun bangsa. Kota pendidikan dengan akar tradisi Jawa yang kuat, kekayaan akan nilai kearifan lokal, sampai seni budaya tradisional yang menghiasi Malioboro menjadi citra kota ini. Namun, ke- nyataan dan pencitraan tidaklah sejalan. Arah pembangunan kota tidak menunjukkan kekayaan dan potensi besar yang dimilikinya. Kota pendidikan ini tidak memiliki perpustakaan yang representatif, mal-mal lebih subur bertumbuh dari- pada pengembangan sarana dan prasarana iptek atau research center. Pencitraan kota pendidikan seakan mandeg dengan banyaknya perguruan tinggi dan sekolah-sekolah. Itu saja. Berdasarkan keinginan untuk menciptakan arsitektur yang sesuai dengan citra, yang tepat dengan konteks, dan memiliki nilai lebih dalam skala luas, mediatheque ini lahir. Dalam sebuah era dimana waktu demikian berharga, seseorang “tidak lagi bisa” berada di satu tempat untuk satu kepentingan saja. Beberapa aktivitas harus dilakukan dalam satu tempat, satu waktu, kalau bisa. Perpustakaan, yang identik dengan ketersediaan buku-buku tebal dan berdebu, harus berubah untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman ini. Mediatheque, adalah sebuah evolusi dari bibliotheque. Di Jogjakarta ini ia hadir menggabungkan perpustakaan, toko buku, akses media dan internet, serta menye- diakan ruang terbuka publik yang mampu mewadahi beragam aktivitas pengunjungnya. Mediatheque ini hadir sebagai representasi keinginan untuk membangun citra kota pendidikan, sebagai gambaran arsitektur compact yang mewakili masyarakat yang hidup di era informasi, dan sebagai bentuk pengembangan indie yang melawan arus besar. 48 hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  17. 17. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman this project tries to redefine the design of a tropical house, in a location that doesn’t have the luxury of space to create wide openings. Situated in an area where neighbors are attached to the sides and the back of the building, this scheme offers a different approach in creating air flow to diminish humidity in the living chamber. The strategy is to create a cold air chamber by creating a large pond in the ground floor, and a hot space in the upper part of the house. An air chute made of metal, installed in the roof garden, will then act as vacuum mechanism to create an air circulation. a simple passive cooling principle. when the pond is dried, it can then act as an extension space for occasions that needed extra space such as family gathering. ketika kebiasaan membangun yang rapat dan iklim tropis bertemu, maka sirkulasi udara dalam sebuah bangunan tinggal menjadi hal krusial yang harus di pecahkan. kemewahan untuk mendapatkan bukaan-bukaan besar Rumah Pondok Bambu Pondok Bambu House sebagai sirkulasi udara adalah hal yang hampir mustahil. ketika hanya sisi depan dari tapak yang memungkinkan untuk di jadikan bukaan, maka sebuah pensiasatan harus dilakukan agar udara dapat tetap mengalir dengan baik dan suhu ruang-ruang aktif dapat berada dalam (paling tidak mendekati) suhu ruang yang ideal. walaupun membuat bangunan “lepas” dengan memberikan jarak di ketiga sisi yang berdempetan dapat memberikan ruang untuk udara bersirkulasi, hal ini berarti mengurangi ruang efektif yang dapat digunakan untuk tinggal. beberapa arsitek menerima hal ini dan bertoleransi terhadap konsekuensi-konsekuensinya, tapi rasanya seperti terlalu cepat puas jika kemudian ini menjadi hanya satu-satunya cara untuk mensiasati cara membangun di lahan seperti ini. rumah ini mencoba untuk melihat potensi lain hubungan antara minimnya program yang diminta oleh klien dan masalah kerapatan bangunan yang ada di sekitarnya. sedikitnya program yang diminta, membuat ruang-ruang untuk hidup sehari-hari dapat di masukkan kedalam satu lantai saja. ketika ruang ini diangkat, maka ada ruang kosong pada lantai dasar, lantai ini kemudian difungsikan sebagai kolam, dengan tujuan untuk menghasilkan ruang dengan suhu yang lebih rendah. untuk memungkinkan udara dingin di lantai dasar ini naik ke ruang hidup di atasnya, lantai pada ruang hidup di lubangi dengan diameter yang beragam. lantai paling atas di fungsikan sebagai dapur, area servis, dan taman. di lantai ini juga dipasang corong dari besi, gunanya sebagai generator efek venturi, untuk menarik udara di bawahnya mengalir keluar. secara teoretis, seharusnya kolam di lantai dasar dapat menurunkan suhu di lantai dasar. udara dingin ini yang kemudian di harapkan dapat naik, merembes ke ruang hidup diatasnya untuk memberikan suhu ruang yang, paling tidak mendekati, suhu ruang yang ideal. teori ini masih sangat bisa diperdebatkan. hal-hal tentang konsekuensi penempatan kolam air dengan ukuran sebesar itu adalah hal yang masih harus terus dikaji dan diuji. 54 -danny wicaksono untuk mamostudio- hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  18. 18. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman 58 Koffka. flagship store, Bandung. 59 Indonesia 58 hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  19. 19. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman WAR 62 WAR 63 62 hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  20. 20. WAR WAR
  21. 21. WAR
  22. 22. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman Deskripsi Proyek : Sayembara Desain Muka Gedung Jakarta Design Center desainer : firman saleh & wildan wachdy tahun 2007 - 2nd place winner. Jakarta Design Center (JDC ) sebagai pusat komunitas desain dengan segala fungsinya sudah selayaknya memiliki karakteristik yang kuat melalui kacamata desain. Selain berpotensi kuat menjadi landmark di antara lingkungan sekitarnya, bangunan ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu sumbangan positif bagi cityscape kota Jakarta. Merevitalisasi sebuah bangunan tidak cukup hanya dengan mengganti desain muka, tetapi harus mem- buka akses bagi semua penggunanya, misalnya dengan “menyuntikkan” fungsi-fungsi baru yang dapat menunjang dan meningkatkan fungsi-fungsi awal, seperti menciptakan ruang-ruang publik, fungsi komer- sial, dan lain sebagainya di dalam bangunan eksisting. Saya dan Wildan Nachdy, menyebut kompetisi desain ini sebagai “redefining”, mendefinisikan kembali fasade JDC menurut sudut pandang kami. Dalam mendefinisikannya kami berusaha menekan isu “rumit” dari sisi teknis dan menampilkan desain yang “sederhana dan berkarakter” sehingga dapat memberikan sesuatu yang lebih bagi penggunanya. Untuk menterjemahkan muka lama menjadi baru versi kami adalah dengan menciptakan layer baru di se- lubung bangunan eksisting. Panel aluminium yang menempel saat ini diganti dengan kaca yang memiliki modul persis dengan kondisi rangka eksisting, sehingga rangka tersebut masih dapat di gunakan kembali. Tujuan penggantian panel aluminium dengan kaca adalah untuk memberikan kesan ringan dan menerima pantulan layer di depannya sehingga menimbulkan kesan bergerak atau dinamis pada muka bangunan . Untuk layer di muka kaca kami mencoba menciptakan sesuatu yang modular tetapi mempunyai pola yg kuat sehingga dapat mamberikan efek yg “mapan” dan dinamis. Kemudian seperti yang telah disinggung sebelumnya, kami menyuntikkan ruang – ruang publik ke dalam bangunan eksisting. “Sky terrace” di sudut bangunan adalah semata-mata untuk menggairahkan fungsi yg ada yaitu dengan menciptakan ruang pamer sementara atau outdoor café di ruang terbuka tersebut. Sama halnya dengan landscape eksisting di mana kami coba menghidupkan kembali plaza di depan bangunan dengan memperbesar plaza yang ada dan menempatkan “water feature”, hardscape dan softscape yg da- pat diakses oleh publik dan memajang karya2 seni sebagai “space art” untuk menampung segala aktivitas seni di jakarta bahkan di indonesia. Dengan demikian bangunan ini kami harapkan dapat menjadi salah satu suntikan “urban accupunture” untuk membuat kota jakarta menjadi lebih baik dalam konteks “urban 68 development”./fs hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  23. 23. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman flipped house adalah rumah vila yang terletak di daerah perbuki- tan Dago pakar, Bandung. Di desain sebagai rumah peristira- hatan bagi keluarga kecil yang terdiri dari orang tua dan dua anaknya yang beranjak dewasa. Tapak Dago Pakar memiliki keis- tipologi akses langsung timewaan tapak perbukitan yaitu memiliki level tanah yang berkon- tur dan memiliki vista ke arah kota Bandung yang tidak terhalang sehingga dapat melihat cekungan seluruh kota Bandung. Berdasarkan letaknya terhadap permukaan jalan, tipologi rumah di daerah perbukitan yang berkon- tur bisa di golongkan menjadi dua, yaitu tipe bukit dan tipe lembah. Tipe bukit umumnya memiliki konfigurasi fungsi ruang secara vertikal yaitu ; garasi dan servis di lantai dasar, ruang bersama di lantai satu kemudian ruang privat di lantai atas. Pada tipe lembah, tipe turun, tipe naik konfigurasi fungsi ruang vertikal umumnya adalah ; ruang ber- sama di lantai dasar, ruang privat di lantai atas, dan ruang servis di lantai basement. PROJECT CREDITS flipped house Bandung, Indonesia constructed 2008, estimated completion 2009 Building Data. Site Area: approx. 500 m2 Building Footprint: approx. 113 m2 Number of Levels: 3 Team. Principal Architect : Ginanjar Ramdhani Architectural Design : Ginanjar Ramdhani, M.Hikmat.S, Anggie Radik Prihanto Model : Anggi Radik Prihanto Structural Design : Hendro S Kartono, Reliance Consulting Engineers Utility Design : Noviar Firdaus General Contractor : Farid Risman, PT. Rekamitra Selaras Photograph : Muhammad Sagitha Purwaganda 74 Flipped House hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  24. 24. Untuk pendinginan ruang dalam rumah, ada beberapa strategi Masa bangunan terdiri dari kom- yang dilakukan, yaitu memakai posisi bend-cut box yang setiap prinsip cross air ventilation, box nya mewakili fungsi yang di mengingat posisinya yang terda- konsep naunginya. Box tersebut di- bend pat di lereng perbukitan sehingga flipped house adalah rumah tipe dan di- cut berdasar pada po- dibuat tangkapan terhadap angin bukit yang memiliki konfigurasi Pembalikan komposisi fungsi tensi site dan program ruang yang lembah untuk mendinginkan iklim baru gabungan tipe bukit dan tipe tersebut mengakibatkan area en- dinaunginya. Penggunan material dalam rumah. Kemudian peng- lembah. Area privat dan ruang trance utama berada pada level kaca transparan pada bidang box gunaan atap pelana dan kisi hori- bersama pada rumah ini dibalik paling atas. Sehingga diperlukan yang di cut adalah selain sebagai zontal di bagian kepala bangunan secara vertikal dari konfigurasi akses langsung dari level lantai bingkai untuk melihat vista luar dimaksudkan untuk menghasilkan tipe bukit pada umumnya. Hal ini dasar ke entrance utama terse- juga sebagai upaya memasukan chimney effect. Sehingga udara didasari oleh pemikiran bahwa but. Berdasarkan studi kami terh- ruang luar ke ruang dalam rumah. dapat bergerak dari setiap lantai potensi vista maksimum ke arah adap bangunan vernakular eksist- Sehingga rumah terlihat lebih luas melalui void tangga. Penggunaan lembah lebih baik dinikmati ber- ing yang berada di kota bandung, dari sebenarnya. cross air ventilation dan chimney sama keluarga di ruang bersama adanya akses langsung ke lantai effect ini menjadikan tidak per- , dibanding menikmatinya secara yang paling atas adalah hal yang lunya tambahan air conditioner individu di kamar masing-masing. umum dan bahkan dapat mem- tambahan sehingga menjadikan Selain itu dengan konfigurasi ver- buat komposisi arsitektur yang rumah ini nyaman dengan biaya tikal tersebut akses dari ruang lebih menarik dan atraktif. operasional yang murah. bersama ke roof garden menjadi mudah dan secara tidak langsung menjadi ekstensi ruang bersama tersebut.
  25. 25. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman 80 hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  26. 26. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman Musholla & Youth Center Pesantren Ar Rahmah 82 hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah
  27. 27. jjongArsitek! S u m pa h P e m u da 2008 | des ain men gin spirasi ade.yudirianto adi.fajar.utama andri.k.ferik anjasmoro.maroef annisa.santoso ardes.perdana ariko.andikabina artiandi.akbar basuki.firmanto danny.wicaksono dickie.padmawidjaya fajar.widharta firman 86 hikmat.subarkah ilham.iyank imron.yusuf inung.rosalini kristanti.paramita margareta.a.miranti masajik.rooseno noerhadi paskalis.khrisno.a rafael.arsono realrich.syarief rekotomo tisa.medinna wiyoga.nurdiansyah

×