Your SlideShare is downloading. ×
0
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Sacred Pathways, Tipe Spiritual
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sacred Pathways, Tipe Spiritual

810

Published on

Buku ini mengupas 9 tipe spiritualitas yang berbeda – dengan ciri-ciri, kekuatan, dan kelemahan masing-masing. Anda dapat menemukan salah satu atau lebih tipe spiritualitas yang sesuai dengan diri dan …

Buku ini mengupas 9 tipe spiritualitas yang berbeda – dengan ciri-ciri, kekuatan, dan kelemahan masing-masing. Anda dapat menemukan salah satu atau lebih tipe spiritualitas yang sesuai dengan diri dan ekspresi Anda yang paling wajar dalam berelasi dengan Yesus Kristus. Apapun spiritualitas atau campuran spiritualitas yang paling sesuai dengan gambaran diri Anda pastilah bukan hal yang terjadi secara kebetulan. Semua itu sudah dirancang oleh Sang Pencipta, yang tahu benar apa yang diperbuat-Nya tatkala Dia menciptakan Anda menurut tujuan-Nya yang unik.

Published in: Spiritual
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
810
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
97
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. buku Edisi Asli Bahasa Inggris Judul: Sacred Pathways Penulis: Gary Thomas Penerbit: Zondervan Tahun terbit: 1996 Edisi Terjemahan Bahasa Indonesia Judul: Sacred Pathways Penerbit: Katalis Tahun terbit: 2013
  • 2. presentasi • Presentasi disusun oleh Johan Setiawan (johansetiawan@hotmail.com), KATALIS. • Jika Anda mendapat manfaat dan berkat dari presentasi ini, teruskanlah kepada minimal 10 orang, baik secara langsung maupun secara elektronik. • Anda sangat diharapkan untuk menyebarluaskan presentasi ini, namun Anda dilarang keras menjual atau mendistribusikan untuk mendapatkan keuntungan ekonomis.
  • 3. daftar isi Bagian 1: PERJALANAN SPIRITUAL 1. Mengasihi Allah 2. Di Manakah Getsemani Anda? Bagian 2: SEMBILAN JALAN KUDUS 3. Naturalis: Mengasihi Allah di Alam Terbuka 4. Indrawi: Mengasihi Allah dengan Panca Indra 5. Tradisionalis: Mengasihi Allah Melalui Ritual & Simbol 6. Askese: Mengasihi Allah dalam Keheningan & Kebersahajaan 7. Aktivis: Mengasihi Allah Melalui Konfrontasi 8. Pemerhati: Mengasihi Allah dengan Mengasihi Sesama 9. Antusias: Mengasihi Allah dengan Misteri & Perayaan 10. Kontemplatif: Mengasihi Allah Melalui Pemujaan 11. Intelektual: Mengasihi Allah dengan Pikiran Bagian 3: MEMAHAMI JALAN KUDUS ANDA 12. Merawat Kebun Rohani Pertanyaan-Pertanyaan Diskusi dan Refleksi
  • 4. sinopsis Buku ini mengupas 9 tipe spiritualitas yang berbeda – dengan ciri-ciri, kekuatan, dan kelemahan masing-masing. Anda dapat menemukan salah satu atau lebih tipe spiritualitas yang sesuai dengan diri dan ekspresi Anda yang paling wajar dalam berelasi dengan Yesus Kristus. Apapun spiritualitas atau campuran spiritualitas yang paling sesuai dengan gambaran diri Anda pastilah bukan hal yang terjadi secara kebetulan. Semua itu sudah dirancang oleh Sang Pencipta, yang tahu benar apa yang diperbuat-Nya tatkala Dia menciptakan Anda menurut tujuan-Nya yang unik.
  • 5. penulis Gary Thomas Center for Evangelical Christianity www.garythomas.com • Pendiri dan pemimpin Center for Evangelical Christianity (CFES), yang berfokus untuk mendorong formasi spiritualitas melalui integrasi Alkitab, sejarah gereja, dan karya Kristiani klasik ke dalam pengalaman masa kini. • Bukunya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan mendapat Gold Medallion Award (untuk Authentic Faith, Sacred Parenting, Sacred Marriage, Sacred Pathways). Telah menulis lebih dari 100 artikel yang dimuat di majalah-majalah Kristiani terkemuka. • Pembicara nasional dan internasional, termasuk dalam berbagai program radio dan televisi. Pengajar di Western Seminary dan Program Koinos (Northwest).
  • 6. Setiap anak berbeda Setiap anak mempunyai cara berpikir, cara bersikap, dan cara berhubungan yang unik.
  • 7. Setiap anak berbeda Tuhan ingin kita mengalami kehadiran-Nya dan memiliki hubungan pribadi dengan-Nya. Karena Dia menciptakan kita berbeda-beda, kita juga berbeda-beda dalam cara kita berhubungan dengan-Nya.
  • 8. One size does not fit all
  • 9. One size does not fit all “Kacamata ini telah sangat menolong saya, pasti akan sangat menolong Anda juga!”
  • 10. Tuhan merancang kita berbeda Jika Tuhan merancang kita semua secara berbeda, mengapa setiap orang diharapkan untuk mengasihi Tuhan dengan cara yang sama?
  • 11. Tuhan merancang kita berbeda Tipe spiritualitas menunjukkan kekhasan ungkapan iman seseorang, di mana dia merasa lebih otentik dan leluasa di dalam berhubungan dengan Tuhan. Dengan menyembah Tuhan sesuai dengan bagaimana Dia menciptakan kita, kita sedang meneguhkan karyaNya sebagai Pencipta.
  • 12. Studi ttg spiritualitas individual • Spiritualitas tokoh-tokoh Alkitab
  • 13. Studi ttg spiritualitas individual • Spiritualitas tokoh-tokoh Alkitab • Spiritualitas gerakan-gerakan historis dalam sejarah gereja Contemplative: The Prayer-filled life Holiness: The Virtuous Life Charismatic: The Spirit-Empowered Social Justice: The Compassionate Life Evangelical: The Word-Centered Life Incarnational: The Sacramental Life
  • 14. Studi ttg spiritualitas individual • Spiritualitas tokoh-tokoh Alkitab • Spiritualitas gerakan-gerakan historis dalam sejarah gereja • Spiritualitas temperamen-temperamen kepribadian yang berbeda
  • 15. Studi ttg spiritualitas individual • Spiritualitas tokoh-tokoh Alkitab • Spiritualitas gerakan-gerakan historis dalam sejarah gereja • Spiritualitas temperamen-temperamen kepribadian yang berbeda Batasan bagi pendekatan spiritualitas individual: Ungkapan iman secara individual harus dipersatukan dengan ibadah seluruh tubuh Kristus. Untungnya sejarah gereja telah memberikan kepada kita tradisi yang kaya dan bervariasi untuk mengasihi Tuhan.
  • 16. Mengenali tipe spiritualitas • Tipe Naturalis • Tipe Indrawi • Tipe Tradisionalis • Tipe Askese • Tipe Aktivis • Tipe Pemerhati • Tipe Antusias • Tipe Kontemplatif • Tipe Intelektual
  • 17. Mengenali tipe spiritualitas • Kondisi apakah yang sering membuat Anda merasa paling dekat dengan Tuhan? • Kondisi apakah yang sering membuat Anda merasa paling jauh dengan Tuhan? • Kondisi apakah yang sering menolong Anda untuk kembali mendekat kepada Tuhan?
  • 18. Mengenali tipe spiritualitas • Tema pembahasan/bacaan apakah yang paling sering menarik minat Anda? • Spiritualitas pemimpin rohani seperti apakah yang paling ingin Anda teladani? • Aktivitas apakah yang paling sering menyegarkan waktu teduh Anda?
  • 19. Tipe Spiritualitas Anda
  • 20. Tipe Spiritualitas Anda • Berilah skor pada pernyataan-pernyataan berikut ini dengan menggunakan 5 skala, mulai dari +2 sampai –2. • Angka +2 berarti sangat mencerminkan diri Anda, 0 berarti netral, dan –2 berarti sangat tidak mencerminkan diri Anda. • Jumlah skor tertinggi yang mungkin adalah 12. Skor sebesar 6 atau lebih menandakan kecenderungan Anda pada tipe spiritualitas yang bersangkutan.
  • 21. Tipe Naturalis
  • 22. Tipe Naturalis 1. Saya merasa dekat dengan Tuhan apabila saya dikelilingi oleh alam ciptaan-Nya—gununggunung, hutan, atau laut. 2. Saya sangat senang jika saya dapat menyelinap ke kebun untuk berdoa pada suatu hari yang dingin, berjalan-jalan di padang rumput pada hari yang hangat, dan melakukan perjalanan sendiri ke gunung-gunung hari berikutnya. 3. Saya menikmati beribadah kepada Tuhan dengan menghabiskan waktu di tepi sungai kecil daripada ketika ikut serta dalam aktivitas pelayanan.
  • 23. Tipe Naturalis 4. Saya merasa terputus apabila harus menghabiskan terlalu banyak waktu di dalam ruangan, hanya mendengarkan pembicara atau menyanyikan lagu-lagu. Tidak ada yang dapat membuat saya merasa lebih dekat dengan Tuhan daripada berada di alam terbuka. 5. Menyaksikan keindahan Tuhan di dalam alam lebih menyentuh bagi saya daripada memahami konsep-konsep baru atau berpartisipasi dalam kebaktian formal dan acara-acara sosial. 6. Buku berjudul “Nature’s Sanctuaries: A Picture Book” (Altar Alam Raya: Sebuah Buku Bergambar) akan sangat menarik bagi saya.
  • 24. Tipe Indrawi
  • 25. Tipe Indrawi 1. Saya merasa sangat dekat dengan Tuhan apabila berada di dalam suasana ibadah gereja yang menstimulasi panca indera saya—yaitu ketika saya dapat melihat, mencium, mendengar, dan hampir-hampir merasakan keagungan-Nya. 2. Saya sangat senang menggunakan suatu ekspresi seni untuk meningkatkan kehidupan doa dan ibadah saya. 3. Saya menikmati suasana kebaktian yang “agung” dan khusuk melalui perjamuan kudus, berlutut, menyalakan lilin dan ukupan, musik dan paduan suara yang megah, atau arsitektur yang indah.
  • 26. Tipe Indrawi 4. Saya mengalami kesulitan beribadah di gereja yang terlalu sederhana dan kurang memiliki suasana takjub atau agung. Keindahan sangat penting bagi saya, dan saya mengalami kesulitan beribadah melalui seni atau musik Kristen yang seadanya. 5. Kata-kata: mengecap/menyaksikan/menikmati dan keagungan/keindahan sangat menarik bagi saya. 6. Buku berjudul “The Beauty Of Worship” (Keindahan Ibadah/Kebaktian) akan sangat menarik bagi saya.
  • 27. Tipe Tradisionalis
  • 28. Tipe Tradisionalis 1. Saya merasa sangat dekat dengan Tuhan saat saya ikut serta dalam suatu bentuk ibadah yang sangat saya kenali dan menyimpan kenangankenangan masa kecil saya. Ritual dan tradisi menyentuh saya lebih dari apa pun juga. 2. Saya senang mengembangkan suatu aturan kebiasaan (atau ritual) doa pribadi, pembacaan Alkitab, dan menjaga tertib hidup rohani. 3. Saya menikmati ikut serta dalam liturgi formal, menggunakan simbol-simbol pengingat, serta mengikuti daftar bacaan Alkitab, daftar doa, dan kalender tahun gerejawi untuk ibadah pribadi/keluarga.
  • 29. Tipe Tradisionalis 4. Menurut saya individualisme di dalam gereja sangat berbahaya. Kehidupan Kristen adalah kehidupan iman yang berjemaat, dan sebagian besar ibadah kita harus memiliki ungkapan kebersamaan seluruh umat. 5. Kata-kata: ritme/tertib hidup dan tradisi/sejarah sangat menarik bagi saya. 6. Buku berjudul “Symbolism and Liturgy in Personal Worship” (Penggunaan Simbol Gerejawi dan Liturgi dalam Ibadah Pribadi) akan sangat menarik bagi saya.
  • 30. Tipe Askese
  • 31. Tipe Askese 1. Saya merasa sangat dekat dengan Tuhan saat saya sendirian dan tidak ada apa-apa yang menganggu saya untuk memfokuskan diri pada hadirat-Nya. 2. Saya sangat senang menghabiskan waktu doa dan berjaga sampai larut malam, menjalani disiplin hidup sederhana, berpantang selama beberapa waktu. 3. Saya menikmati mengikuti retreat di biara, di mana saya dapat menghabiskan waktu sendirian di ruangan kecil, berdoa pada Tuhan dan mempelajari Firman-Nya, dan berpuasa satu atau beberapa hari.
  • 32. Tipe Askese 4. Saya ingin menggambarkan iman saya sebagai hal “batiniah” daripada “lahirilah”. 5. Kata-kata: keheningan/keteduhan/kesendirian dan kesederhanaan/kebersahajaan sangat menarik bagi saya. 6. Buku “A Place Apart: Monastic Prayer and Practice For Everyone” (Tempat yang Teduh: Doa-doa dan Kebiasaan Hidup Biara bagi Semua Orang) akan sangat menarik bagi saya.
  • 33. Tipe Aktivis
  • 34. Tipe Aktivis 1. Saya merasa sangat dekat dengan Tuhan saat saya bekerja sama dengan Dia untuk menegakkan keadilan-Nya, mengirim tulisan di surat kabar, membela yang tertindas, atau mengikuti permasalahan-permasalahan sosialetis yang sedang hangat. 2. Saya sangat senang terlibat dalam aktivitasaktivitas seperti memerangi kejahatan sosial, menghadiri pertemuan untuk menantang suatu pratik yang tidak adil dan benar, atau menjadi sukarelawan pada kampanye lingkungan hidup. 3. Saya menikmati menjadi bagian dari kegerakan yang mendukung orang-orang yang terabaikan.
  • 35. Tipe Aktivis 4. Saya merasa sangat frustasi jika saya melihat orang-orang Kristen yang bersikap apatis, enggan aktif terlibat dengan permasalaan di sekitarnya. Saya ingin bertindak dan membantu gereja mengatasi sikap apatisnya. 5. Kata-kata: keadilan sosial dan perubahan struktural sangat menarik bagi saya. 6. Buku yang ditulis oleh Francis Schaeffer, “A Time For Anger” (Waktu untuk Marah), akan sangat menarik bagi saya.
  • 36. Tipe Pemerhati
  • 37. Tipe Pemerhati 1. Saya merasa sangat dekat dengan Tuhan saat saya melihat Dia di dalam diri orang-orang yang berkekurangan, miskin, sakit, dan dipenjara. Saya merasa hadirat Tuhan sangat kuat saat saya duduk diam di samping tempat tidur seseorang yang sedang sendirian, atau sakit atau membawakan makanan untuk orang yang membutuhkan. 2. Saya merasakan kuasa Tuhan saat saya memberikan konseling bagi orang yang bermasalah, menyiapkan makanan bagi keluarga yang kekurangan, atau menjadi relawan di panti asuhan dan kamp pengungsian. 3. Saya merasa lelah dengan orang-orang Kristen yang menghabiskan waktu mereka menyanyikan lagu-lagu, sementara tetangganya yang kekurangan tidak mempunyai makanan dan tidak mampu berobat.
  • 38. Tipe Pemerhati 4. Saya lebih baik merawat seseorang sampai sehat atau membantu seseorang memperbaiki rumah mereka dari pada mengajar sekolah minggu untuk dewasa, menghadiri retreat doa dan puasa, atau melewatkan waktu sendirian di tepi danau. 5. Kata-kata: melayani/memperhatikan dan menjadi saluran kasih sangat menarik bagi saya. 6. Buku berjudul “99 Ways to Help Your Neighbor” (99 Cara untuk Menolong Sesamamu) akan sangat menarik bagi saya.
  • 39. Tipe Antusias
  • 40. Tipe Antusias 1. Saya merasa dekat dengan Tuhan saat hati saya terangkat tinggi dalam penyembahan kepada Tuhan, bersukacita di dalam Tuhan, dan memuji kebesaran-Nya. 2. Saya sangat senang menghadiri lokakarya tentang mengalami Tuhan, mencintai Tuhan, menikmati Tuhan, menyembah Tuhan, mendengarkan Tuhan. 3. Saya menikmati kejutan-kejutan dari Tuhan yang bekerja dengan cara yang tidak terduga. Ada banyak hal yang tak terselami dari pikiran dan tindakan-Nya, yang jauh dari kemampuan kita untuk memahaminya.
  • 41. Tipe Antusias 4. Tuhan adalah Tuhan yang menarik, dan kita harus bersemangat untuk menyembah-Nya. Saya susah menerima bagaimana sebagian orang Kristen yang mengaku mengasihi Tuhan tidak merindukan, menyembah, dan melayani Dia dengan sungguh hati. 5. Kata-kata: segenap hati dan mengejar Tuhan sangat menarik bagi saya. 6. Buku “The Mystery and Excitement of Walking with God” (Misteri dan Gairah dari Berjalan dengan Tuhan) akan sangat menarik bagi saya.
  • 42. Tipe Kontemplatif
  • 43. Tipe Kontemplatif 1. Saya merasa sangat dekat dengan Tuhan saat saya terinspirasi, saat Tuhan dengan diam-diam menyentuh hati saya, menyatakan bahwa Dia mengasihi saya, dan membuat saya serasa sahabat-Nya. Saya lebih memilih untuk sendirian bersama Tuhan, merenungkan kasih-Nya, daripada mengikuti liturgi formal atau menjadi beralih perhatian karena berjalan-jalan di udara terbuka. 2. Ketika berpikir tentang Tuhan, saya lebih memikirkan kasih, persahabatan, dan pengaguman. 3. Saya menikmati meluangkan waktu 30 menit tanpa diganggu untuk duduk diam di dalam doa dan menikmati kehadiran-Nya.
  • 44. Tipe Kontemplatif 4. Saat paling sulit dalam iman saya adalah saat saya tidak dapat merasakan kehadiran dan penyertaan Tuhan. 5. Kata-kata: kekasih/keintiman dan hati/kedalaman sangat menarik bagi saya. 6. Buku “The Transforming Friendship” (Persahabatan dengan Tuhan yang Mengubahkan) akan sangat menarik bagi saya.
  • 45. Tipe Intelektual
  • 46. Tipe Intelektual 1. Saya merasa sangat dekat dengan Tuhan saat saya mempelajari sesuatu yang baru mengenai Dia. Sangat penting bagi saya untuk benar-benar tahu apa yang saya yakini. 2. Saya sangat senang saat saya memiliki waktu studi yang panjang dan tidak terganggu— membaca Firman Tuhan atau buku-buku Kristen yang bagus. 3. Saya menikmati mendapat kesempatan untuk membagikan apa yang saya pelajari atau berpartisipasi dalam sebuah diskusi.
  • 47. Tipe Intelektual 4. Saya merasa frustasi apabila gereja terlalu berfokus pada perasaan dan pengalaman spiritual. Yang sangat perlu dan penting adalah memiliki pemahaman doktrin iman Kristen yang baik. 5. Kata-kata: konsep dan kebenaran sangat menarik bagi saya. 6. Buku-buku mengenai berbagai topik teologi dan dogmatika akan sangat menarik bagi saya.
  • 48. Tipe Spiritualitas Anda
  • 49. Tipe Spiritualitas Anda
  • 50. Tipe Spiritualitas Anda Setiap tipe spiritualitas menempatkan Kristus sebagai pusat, namun di dalam Kristus ada banyak jalan bagi kita untuk mengungkapkan iman kita.
  • 51. Tipe Spiritualitas Anda Tuhan mengundang setiap kita untuk mengasihi Dia dengan segenap hati (adorasi, kontemplasi), segenap jiwa (antusiasme, askese), segenap akal budi (intelektual), segenap kekuatan (tubuh-indrawi), dan mengasihi sesama (aktivis, pemerhati) seperti diri sendiri. (Ul 6:4-5; Mat 22:37-39; Mar 12:29-31)
  • 52. Tipe Spiritualitas Anda Berkumpul dalam kelompok berdasarkan tipe spiritualitas dominan, bahaslah:
  • 53. Penerapan Tipe Spiritualitas Mengenali tipe spiritualitas akan menolong Anda memahami diri sendiri dan hubungan Anda dengan Tuhan: aspek yang perlu dikembangkan/diseimbangkan, jebakan yang perlu diwaspadai, apa yang perlu dikerjakan ketika stres, dll. Saling membagikan tipe spiritualitas dengan pasangan atau sahabat rohani bisa menjadi momen percakapan yang penuh berkat: bagaimana Anda mengalami kedekatan dengan Tuhan dan bagaimana Anda bergumul untuk mengalaminya.
  • 54. Penerapan Tipe Spiritualitas Tipe spiritualitas dominan Anda baik untuk dijalani dalam ritme hidup yang normal dan dalam masa stres atau jauh dari Tuhan. Tipe spiritualitas yang berbeda dengan tipe dominan Anda baik untuk dijalani supaya Anda bertumbuh secara menyeluruh. Sangat menolong jika Anda belajar dari orang lain tentang bagaimana menjalani tipe-tipe spiritualitas yang berbeda.
  • 55. Penerapan Tipe Spiritualitas Tipe spiritualitas dapat berubah. Seperti pasangan yang menikah mengungkapkan cinta mereka dengan cara yang berbeda seiring berjalannya waktu, demikian pula hubungan kita dengan Tuhan. Kembangkan pengalaman dalam setiap tipe spiritualitas, agar kerohanian kita seimbang dan utuh.
  • 56. Penerapan Tipe Spiritualitas Intellectual (Learning) Structured (Tradition) Experiential (Enthusiastic Worship & Sensation) Spontaneous (Nature) Solitude (Asceticism & Contemplative) Community (Caregiving & Social Activist)
  • 57. Penerapan Tipe Spiritualitas Hindari menganggap suatu tipe lebih baik dibanding dengan tipe yang lain. Hormati cara-cara yang digunakan setiap orang untuk bersekutu dengan Tuhan. Hati-hati untuk tidak mencela ungkapan iman seseorang hanya karena berbeda. Doronglah orang lain untuk memelihara jiwa mereka dengan cara yang paling efektif bagi mereka, sepanjang mereka tetap setia pada kebenaran Firman Tuhan.
  • 58. Gereja dan tipe spiritualitas yang berbeda-beda Bukannya belajar dari orang lain, orang-orang Kristen seringkali memilih untuk memisahkan diri ketika ada perbedaan dalam cara beribadah. … Bukannya mengatakan, “Ini bukan untukku,” mereka menyatakan, “Ini bukan untuk siapapun!”
  • 59. Gereja dan tipe spiritualitas yang berbeda-beda Setiap gereja penuh dengan tipe spiritualitas yang berbeda-beda bahkan saling bertentangan. Sungguh tidak masuk akal mengharapkan agar semua kebutuhan spiritual setiap orang dapat terpenuhi dengan kebaktian seminggu sekali, satu setengah jam. Kita perlu melengkapi kebaktian umum dengan ibadah pribadi secara teratur.
  • 60. Gereja dan tipe spiritualitas yang berbeda-beda Jika semua orang mengalami Tuhan dengan cara yang sama dan memberikan kepada-Nya penyembahan yang sama, maka lagu kemengan gereja tidak akan memiliki simfoni. Itu akan menjadi seperti orkestra di mana semua alat musiknya dimainkan pada nada yang sama.

×