Skripsi pelaksanaan program kerja kecamatan sebagai upaya pelayanan kepada masyarakat

11,195 views

Published on

0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
11,195
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
219
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Skripsi pelaksanaan program kerja kecamatan sebagai upaya pelayanan kepada masyarakat

  1. 1. PELAKSANAAN PROGRAM KERJA KECAMATAN SEBAGAI UPAYA PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT (Studi Pada Kantor Camat Poasia Kota Kendari) SKRIPSIDiajukan Sebagai Salah Satu Syarat Ujian Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial (S.Sos) pada Jurusan Ilmu Administrasi Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Haluoleo OLEH: SIRAJUDDIN PUTRA C1A1 08 134 JURUSAN ILMU ADMINISTRASI PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2012
  2. 2. HALAMAN PENGESAHANTelah diperiksa dan disetujui oleh Pembimbing untuk di pertahankan di hadapanPanitia Ujian Skripsi pada tingkat Program Studi Administrasi Negara Fakultas IlmuSosial dan Ilmu Politik Universitas Haluoleo Kendari.Judul : Pelaksanaan Program Kerja Kecamatan Sebagai Upaya Pelayanan Kepada Masyarakat (Studi Pada Kantor Camat Poasia Kota Kendari)Nama : Sirajuddin PutraNo. Stambuk : C1A1 08 134Jurusan : Ilmu AdministrasiFakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Kendari, 2012 Menyetujui ,Pembimbing I Pembimbing IIDrs. H. Akhyar Abdullah, M.Si Dra. Nurjannah, MANIP. 19610121 198803 1 004 NIP. 19671231 199803 2 004 Mengetahui, Ketua Jurusan Administrasi Negara Drs. H. Muh. Amir M.Si NIP. 19690316 1989031 001
  3. 3. HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI Berjudul: PELAKSANAAN PROGRAM KERJA KECAMATAN SEBAGAI UPAYA PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT (Studi Pada Kantor Camat Poasia Kota Kendari) Disusun Oleh: SIRAJUDDIN PUTRA C1A1 08 134 Telah dipertahankan dihadapan Panitia Ujian Skripsi pada Fakultas Ilmu Sosialdan Ilmu Politik Universitas Haluoleo guna memperoleh Sarjana Program StrataSatu (S1) pada Jurusan Ilmu Administrasi Negara Program Studi AdministrasiNegara pada hari Jumat, 29 Juni 2012, dan hasilnya dinyatakan memenuhi syaratdan dinyatakan lulus. PANITIA UJIAN1. Ketua : Drs. H.Akhyar Abdullah, M.Si (.......................................)2. Sekretaris : Drs. H. Justawan, M.Si (...................................... )3. Anggota : 1. Asriani, S.Ip, MA (.......................................) 2. Dra. Nurjannah, MA (.......................................) 3. Drs. H. Muh. Amir, M.Si (.......................................) Kendari, Juni 2012 Disahkan Oleh: Dekan FISIP Unhalu, Drs. H. Rekson S. Limba, M.Si NIP. 19530812 197411 1 002
  4. 4. ABSTRAKSirajuddin Putra (C1A1 08 134) ; Pelaksanaan Program Kerja KecamatanSebagai Upaya Pelayanan Kepada Masyarakat (Studi Pada Kantor Camat Poasia).Skripsi dibimbing oleh: 1). Bapak Akhyar Abdullah. 2). Ibu Nurjannah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan aparatur pemerintahKecamatan Poasia dalam melaksanakan program kerja terhadap pelayanan kepadamasyarakat dan untuk mengetahui kaitan antara program kerja dengan pelayanankepada masyarakat. Masalahnya adalah bagaimana upaya pelaksanaan programkerja Kecamatan Poasia terhadap pelayanan kepada masyarakat. Untuk menjawabpermasalahan digunakan analisis deskriptif analitis.Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh pagawai pada Kantor Camat Poasiayang berjumlah 29 orang. Dari jumlah populasi yang diteliti tersebut,kemudiandilakukan metode penarikan semapel dengan teknik total sampling yaitu denganmengambil seluruh jumlah populasi menjadi responden penelitian. Selainpenetapan responden juga ditetapkan informan penelitian yaitu Camat Kambu dantokoh masyarakat di empat kelurahan yang ada di Kecamatan Poasia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantor Camat Poasia selaku pemerintahan diKecamatan Poasia telah melaksanakan program kerjanya dengan baik, hal initerlihat dari pelaksanaan program-program penguatan internal, pembangunan danpemberdayaan kemasyarakatan, pembangunan kewilayahan telah dilakukandengan baik dan muara dari program ini adalah pelaksanaan pelayanan yangmaksimal kepada masyarakat dengan menerapkan asas transparansi danakuntabilitas yang juga telah memberikan kepuasan kepada masyarakat diKecamatan Poasia.
  5. 5. KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SubhanahuWata’ala atas segala limpahan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya. Shalawat sertasalam juga senantiasa penulis haturkan kepada sosok idola ummat RasulullahMuhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai suri tauladan dan panutanpenulis dalam bertingkah laku, sehingga hal tersebut menjadi motivasi untukpenulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul “PelaksanaanProgram Kerja Kecamatan Sebagai Upaya Pelayanan Kepada Masyarakat(Studi Pada Kantor Camat Poasia Kota Kendari) “. Dalam penelitian ini,hamabatan dan kesulitan penulis dapatkan dalam teknis pelaksanaannya, namunatas Rahmat Allah Subhanahu Wata’ala dan bantuan, dukungan, serta doa dariberbagai pihak sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Olehnyaitu dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan terima kasih kepadaAyahanda tercinta “ H.Muh. Arsyad Wahid “ dan Ibunda “ Hj. St. SyahriahRusmin” yang senantiasa memberikan dukungan, dorongan, pengorbanan, danbantuan baik berupa materil, moril, motivasi, dan kasih saying serta doa yangtulus dan ikhlas selama penulis menempuh pendidikan. Terima kasih juga penulisucapkan kepada Bapak Drs. H. Akhyar Abdullah, M.Si selaku pembimbing Idan Ibu Dra. Nurjannah, MA selaku pembimbing II yang telah memberikanbimbingan dan pengarahan sejak awal penulisan skripsi ini hingga selesai. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada semua pihak yang ikut sertamembantu dalam menyelesaikan penelitian ini khususnya kepada :
  6. 6. 1. Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, MS., selaku Rektor Universitas Haluoleo Kendari.2. Drs. H. Rekson S. Limba, M.Si., selaku Dekan beserta para Pembantu Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Haluoleo3. Drs. H. Muh. Amir, M.Si., selaku Ketua Jurusan Ilmu Administrasi dan Muh. Nasir, S.Sos, M.Si selaku Sekertaris Jurusan Ilmu Administrasi.4. Dosen dan Staf pengajar Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Jurusan Ilmu Administrasi yang telah mengarahkan, membimbing, dan memberikan pengetahuan selama mengikuti pendidikan5. Pimpinan dan seluruh staf pegawai kantor Camat Poasia Kota Kendari serta seluruh masyarakat Poasia , atas bantuan dan kerjasamanya khususnya dalam memberikan informasi yang relevan menyangkut penelitian ini.6. Ucapan Spesial Penulis sampaikan kepada kakak saya Zulfikar Putra, SH dan adikku Maharani Arsyad serta ucapan khusus penulis ucapkan pula kepada teman-teman Aktivis Dakwah Kampus Universitas Haluoleo, khususnya Astipin, Muhiyadin, Saleh, Rahmat, Rahmat Hidayat, Rusdi, Sabar, Indah, Nurhijah, Risnawati, Sri, Andini, Icha dan seluruh sahabat di MPM Ulul Albaab FISIP, FK-MPM Unhalu, UKKI Unhalu, Puskomda FSLDK Sultra dan lain-lainnya yang telah memotivasi serta memberikan dukungan dan semangat sehingga penulis mendapat spirit dalam menyelesaikan penelitian ini sampai selesai.7. Ucapan Khusus juga penulis ucapkan kepada sahabat-sahabat terdekatku : Akbal, Dedi, Inal, Rocky, Ruslan, Hasan, Agus, Ipphank, Ima, Vivi, Iyan
  7. 7. yang telah menemaniku dengan berbagi suka dan duka. Dan kepada Murabbiku Ust. Syuaib, S.Pd yang senantiasa memberikan motivasi spiritual dalam rangka mendorong penulis menyelesaikan studi.8. Seluruh rekan-rekan Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Angkatan 2008 atas kebersamaannya selama ini. Terima Kasih banyak. Dalam menyelesaikan penelitian ini penulis menyadari sepenuhnya bahwamasih banyak kekurangan dan kesalahan yang masih jauh dari kesempurnaanyang disebabkan keterbatasan penulis baik dari segi pengetahuan, tenaga, maupunmateri. Karenanya, segala saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semuapihak sangat dibutuhkan untuk kesempurnaan penelitian ini. Penulis jugamemdoakan semoga Allah Subhanahu Wata’ala Senantiasa memberikanperlindungan, rahmat, dan hidayahNya kepada semua pihak yang telah membantu.Dan semoga hasil penelitian ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin YaaRobbal ‘Alamin. Kendari, Juni 2012 Penulis
  8. 8. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL …....………………............…………………………. iHALAMAN PENGESAHAN ...................................................................... iiHALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ...................................................... iiiABSTRAK ................................................................................................... ivKATA PENGANTAR ................................................................................. vDAFTAR ISI ................................................................................................ viiiDAFTAR TABEL ........................................................................................ viiBAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……………........………...........…….…………...... 1 ... B. Rumusan Masalah ………………..................……….………....….. 6 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian .......................................................... 7BAB II : TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Program Kerja ……………………...................…..........… 8 B. Konsep dan Kedudukan Kecamatan ……........................…...……. 18 . C. Konsep Pelayanan Kepada Masyarakat ……………….…......….... 22 D. Kerangka Pikir ................................................................................. 29BAB III : METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian ……………….........…………....….................... 30 B. Populasi dan Sampel ………..................……………..………...… 30 C. Teknik Pengumpulan Data ………...................………..…....…..... 31 D. Teknik Analisis Data ....................................................................... 32 E. Definisi Operasional ......................................................................... 33 F. Operasional Variabel Penelitian ........................................................ 34BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Kecamatan Poasia ............................................... 36
  9. 9. B. Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Kecamatan ........................................................................................ 43 C. Pelaksanaan Program Kerja Kecamatan Poasia ............................... 54 D. Pelaksanaan Program Kerja Kecamatan Sebagai Upaya Pelayanan Kepada Masyarakat ......................................................... 67 E. Kaitan Pelaksanaan Program Kerja Terhadap Pelayanan Kepada Masyarakat ......................................................... 72BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan ....................................................................................... 74 B. Saran ................................................................................................. 75DAFTAR PUSTAKA
  10. 10. DAFTAR TABEL Tabel Hal 1. Luas Wilayah, Jumlah, dan Kepadatan Penduduk Menurut Kelurahan Kecamat Poasia .................................................. 37 2. Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin Menurut Kelurahan Tahun 2011 .......................................................... 39 3. Sarana dan Prasarana Kantor Camat Poasia Keadaan Tahun 2012 ............................................................................ 41 4. Tanggapan Responden Mengenai Pelaksanaan Program Pelayanan Administrasi perkantoran ...................................................................... 55 5. Tanggapan Responden Mengenai Upaya Pelaksanaan Program Peningkatan Disiplin Aparatur yang dilakukan Camat Poasia ............. 57 6. Tanggapan Responden Mengenai Pelaksanaan Program Peningkatan Peran Serta Masyarakat ......................................................................... 61 7. Tanggapan Responden Mengenai Pelaksanaan Program Perencanaan Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam ......................................... 63 8. Tanggapan Responden Terhadap Upaya Kecamatan Poasia dalam Melaksanakan Program Perencanaan Pembangunan di Bidang Ekonomi dan Sosial Budaya ................................................................. 66 9. Tanggapan Responden Mengenai Transparansi Kecamatan Poasia Dalam Hal Pelayanan Kepada Masyarakat ........................................... 6910. Daftar Keluhan Masyarakat Mengenai Pelayanan Aparatur Kecamatan Terhadap Pengurusan Administrasi Kecamatan .................. 71
  11. 11. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Setiap instansi ataupun organisasi dalam menjalankan aktivitasnya, melakukan usaha-usaha tertentu agar dapat mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan. Bahkan dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut banyak cara yang dilakukan, diantaranya dengan cara merumuskannya dalam sebuah program kerja, ataupun hanya sekedar membuat langkah- langkah strategis untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Berkaitan dengan hal ini, maka penyusunan program kerja menjadi salah satu hal yang sangat sering untuk dilakukan, apalagi bagi instansi pemerintahan seperti kecamatan. Penyusunan program kerja juga menjadi salah satu cara bagi kecamatan dalam upaya untuk mencapai tujuan bersama yang telah di tetapkan. Soepardi dalam Eryanto (2003 : 29) mengemukakan bahwa sebuah Program kerja yang disusun oleh suatu organisasi mengacu pada visi misi yang ada dan terjabarkan dalam bentuk program. Jabaran program ini biasanya terspesifikasi dalam sebuah langkah-langkah strategis untuk menjawab setiap masalah-masalah yang ada, sekaligus juga untuk mencapai target-target yang menjadi tujuan bersama. Bagi sebuah instansi seperti kecamatan, pola pelaksanaan program kerjanya meliputi pembangunan wilayah kecamatan, pelayanan kepada
  12. 12. masyarakat dan pengefektifan pelaksanaan aparatur kecamatan, dalammelaksanakan tugas dan fungsinya. Kecamatan Poasia yang merupakan salah satu instansi kewilayahandalam lingkup Kota Kendari, juga memainkan perannya sebagai satuperangkat dalam pemerintahan kota. Sebagai satu kesatuan, setiap programataupun agenda pemerintah kota akan di maksimalkan pula olehpemerintah kecamatan yang merupakan perpanjangan tangan pemerintahkota di wilayah kecamatan. Secara umum, Kecamatan Poasia berada dalam wilayah KotaKendari dan terdiri dari 4 kelurahan yakni; Kelurahan Anduonohu,Kelurahan Rahandouna, Kelurahan Anggoeya, dan Kelurahan Matabubu.Kantor Kecamatan Poasia terletak pada Kelurahan Rahandouna, danmemiliki 29 orang staff selaku aparatur kecamatan yang membantu kerjaseorang camat. Aparatur kecamatan tersebut terdiri dari SekertarisKecamatan yang membawahi Sub Bagian Umum dan Kepegawaian danSub Bagian Perencanaan, dan Pelaporan Keuangan. Selain itu, aparaturKecamatan Poasia juga terdiri atas tiga seksi yakni, Seksi Pemerintahandan Pelayanan Umum, Seksi Pelaksanaan Pembangunan danPemberdayaan Masyarakat, dan Seksi Pemberdayaan Masyarakat danKetertiban Umum yang kesemuanya membantu memudahkan pekerjaancamat dalam hal program kerja ataupun aktivitas lainnya sesuai dengantugas pokok dan fungsi dari setiap seksi atapun sub bagian yang ada dalamkecamatan poasia dalam rangka untuk mencapai tujuan bersama.
  13. 13. Dalam rangka untuk dapat merealisasikan tujuannya, makaKecamatan Poasia juga menerapkan pelaksanaan program kerja yang akandimaksimalkan selama berjalannya kepemerintahan di kecamatan tersebut.Dan pada dasarnya yg menjadi program kerja di Kecamatan Poasia adalahprogram turunan dari pemerintahan kecamatan yang sebelum-sebelumnya.Program kerja yang kemudian akan dimaksimalkan oleh seluruh aparaturKecamatan Poasia muaranya adalah upaya seluruh aparatur kecamatanuntuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, meskipundiantaranya secara teknis tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pada dasarnya upaya Kecamatan Poasia dalam menjalankanprogram kerjanya adalah bertujuan untuk menguatkan internal, yang dalamhal ini adalah aparatur kecamatan dan juga memberikan pelayanan yangmaksimal kepada masyarakat. Adapun program kerja Kecamatan Poasia meliputi programpelayanan administrasi perkantoran, program peningkatan disiplinaparatur, program peningkatan pengembangan system pelaporan capaiankinerja dan keuangan, program peningkatan peran serta masyarakat,program perencanaan prasarana wilayah dan sumberdaya alam, danprogram perencanaan pembangunan ekonomi dan sosial budaya. Berkaitan dengan upaya Kecamatan Poasia dalam melaksanakanprogram kerjanya dalam rangka untuk memaksimalkan pelayanan kepadamasyarakat di Kecamatan Poasia, maka menjadi menarik untuk melihat
  14. 14. bagaimana upaya yang dilakukan aparat Kecamatan Poasia untuk dapatmerealisasikan hal tersebut. Menurut pengamatan awal penulis, upaya yang dilakukanKecamatan Poasia untuk melaksanakan program kerja demi maksimalnyapelayanan kepada masyarakat, sudah berjalan sebagaimana mestinyahanya saja dalam pelaksanaanya belumlah maksimal. Hal ini dikarenakanperangkat kecamatan sebagian belum menekuni kegiatan sehari-harinya.Mereka kurang tanggap dalam melakukan pekerjaan-pekerjaannya,sehingga terkesan aparatur kecamatan bekerja hanya ketika mendapatinstruksi langsung dari camat selaku pimpinan. Kenyataan inimenunjukkan bahwa kinerja pemerintah Kecamatan Poasia masih cukuplemah dalam penerapannya sebagai birokrasi di lingkup kecamatan,dimana dalam pelaksanaan program kerja yang berkaitan denganpelayanan kepada masyarakat masih seringkali bergantung kepada camat,dalam hal bagaimana bekerja secara teknis. Karena memang kurangnyainisiatif yang ada dalam diri aparatur Kecamatan Poasia dalammelaksanakan agenda-agenda harian ataupun yang berkaitan langsungdengan program kerja di Kecamatan Poasia. Ketidakmasimalan perangkat kecamatan dalam menjalankanprogram kerja, khususnya yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya inisangat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan pengalamanperangkat-perangkat kecamatan, khususnya aparatur kecamatan dalamberorganisasi dan pemerintahan. Salah satu yang melatar belakangi hal ini
  15. 15. adalah latar belakang pendidikan dari aparatur kecamatan yang sebagianbesarnya hanyalah lulusan Sekolah Menengan Atas (SMA). Kendala lain yang menunjukkan ketidak maksimalan pelaksanaanprogram kerja yang dilakukan oleh Kecamatan Poasia adalah kondisisumber daya manusia, dalam hal ini aparatur/pegawai kecamatan yangmasih kurang menerapkan disiplin kerja dalam keseharian pelaksanaankerja mereka, terutama berkaitan dengan disiplin waktu para pegawai.Selain itu, kurang arifnya para pegawai ketika melaksanakan tugas danfungsinya sebagai aparatur kecamatan, sehingga terkesan pekerjaan yangdilakukan tidak berdasarkan tupoksi yang ada. Salah satu hal yang juga menjadi kendala sekaligus penghambatdalam upaya pelaksanaan program kerja Kecamatan Poasia adalahminimnya dana yang ada di kas Kecamatan Poasia. Kurangnya pemasukandari dana bergulir seperti P2KP ataupun berupa dana taktis dariPemerintah Kota yang masuk ke kas Pemerintah Kecamatan membuatpelaksanaan kerja menjadi terhambat. Keberadaan dana ini sangatlahpenting untuk mendukung terlaksananya program kerja di KecamatanPoasia, karena selain untuk memudahkan dalam hal sarana dan prasarana,dana ini juga berfungsi sebagai instrument pendukung dalam hal motivasikerja bagi pegawai (upah kerja/insentif,pen). Sehingga yang terjadi untukmemenuhi hal-hal tersebut, camat selaku pimpinan dalam kecamatanmenggunakan dana kas pribadinya agar dapat memudahkan pelaksanaan
  16. 16. beberapa program kecamatan. (Wawancara dengan Camat Poasia, 18 Desember 2011) Berdasarkan dari uraian di atas, maka jelaslah bahwa terdapat kendala-kendala yang dihadapi oleh unsur kecamatan, dalam hal ini pegawai, staf, dan camat poasia selaku pimpinan Kecamatan Poasia dalam upayanya untuk melaksanakan program kerja dalam rangka untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat Kecamatan Poasia. Berdasarkan kenyataan dan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk mengangkat topik dan melakukan penelitian dengan judul “Pelaksanaan Program Kerja Kecamatan Sebagai Upaya Pelayanan Kepada Masyarakat (Studi Pada Kantor Camat Poasia Kota Kendari)”B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Bagaimana upaya pelaksanaan program kerja Kecamatan Poasia terhadap pelayanan kepada masyarakat ? 2. Bagaimana kaitan pelaksanaan program kerja dengan pelayanan kepada masyarakat ?
  17. 17. C. Tujuan dan Manfaat penelitian 1. Tujuan Penelitian a. Untuk mengetahui kemampuan aparatur pemerintah Kecamatan Poasia dalam melaksanakan program kerja terhadap pelayanan kepada masyarakat. b. Untuk mengetahui kaitan antara pelaksanaan program kerja dengan pelayanan kepada masyarakat. 2. Manfaat Penelitian a. Sebagai informasi dan bahan masukan bagi pemerintah dan masyarakat di Kecamatan Poasia mengenai pelaksanaan program kerja kecamatan terhadap pelayanan kepada masyarakat. b. Dapat menjadi bahan bacaan dan sumber referensi bagi masyarakat umum dan pihak-pihak terkait yang ingin melakukan penelitian dengan judul ataupun obyek penelitian yang sama.
  18. 18. BAB II TINJAUAN PUSTAKAA. Konsep Program Kerja Program merupakan perangkat data/perencanaan yang dirumuskan dalam bentuk perencanaan-perencanaan (Wikipedia.com). Sedangkan Menurut Hans Hochholzer dalam E Hetzer (1983 : 11), Program merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistematis, dan terpadu yang dilaksanakan oleh suatu atau beberapa instansi pemerintah dalam rangka kerjasama dengan swasta dan masyarakat guna mencapai tujuan dan sarana yang ditetapkan. Suatu program disusun berdasarkan atas tujuan ataupun target yang ingin dicapai. Susunan perencanaan program-program tersebut disebut sebagai program kerja. Menurut Santosa dalam Soesanto (1995 : 17) program kerja adalah suatu sistem rencana kegiatan dari suatu organisasi yang terarah, terpadu, dan tersistematis yang dibuat untuk rentang waktu yang telah ditentukan oleh suatu organisasi. program kerja ini menurut Joko Santosa akan menjadi pegangan bagi organisasi dalam menjalankan rutinitas organisasi. Program kerja juga digunakan sebagai sarana untuk mewujudkan cita-cita organisasi. Selain itu, salah satu pengertian program kerja adalah program-program yang nyata yang mungkin untuk diimplementasikan untuk mencapai misi perusahaan atau organisasi (Journal; Shvoong) Sejalan dengan pandangan di atas, E Hetzer (1983 :25) berpendapat bahwa program kerja adalah aktivitas yang menggambarkan di muka bagian
  19. 19. mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan berikut petunjuk-petunjukmengenai cara pelaksanaannya. Aktivitas menggambarkan di muka inibiasanya menyangkut juga jangka waktu penyelesaian, penggunaan materialdan peralatan yang diperlukan, pembagian wewenang, dan tanggung jawabserta kejelasan lainnya yang dianggap perlu. Menurut E Hetzer (1983 : 25),setelah ditetapkannya target dan tujuan dari program, maka tindakan yangharus diambil dalam program kerja dapat di rinci sebagai berikut:1. Sarana dan Prasarana Kondisi dan kemampuan semua sarana dan prasarana yang ada, tujuannya untuk mengetahui apakah sarana dan prasarana tersebut masih layak operasi atau tidak, bila masih layak operasi, maka apa saja perbaikan dan penyempurnaan harus dilakukan, untuk menjalankan program 1 tahun kedepan.2. Metode Semua metode yang digunakan dan proses yang dijalankan untuk menjalankan program kegiatannya.3. Kemampuan Sumber Daya Manusia Untuk mengetahui kemampuan Sumber Daya Manusia terhadap metode dan proses kerja oleh pimpinan organisasi untuk memenuhi sampai dimana kemampuan anggota dalam melaksanakan pekerjaannya.4. Semangat Kerja Seorang pimpinan harus mengetahui kondisi pengurus dan sifat bawahan mereka, sehingga seorang pimpinan mampu memberi semangat kerja pada
  20. 20. pengurus tentang kebajikan dan sistem imbalan yang mencakup nilaiintensif dan penilaian prestasi kerja. Ada tiga alasan pokok menurut E. Hetzer (1983 : 26), mengapaprogram kerja perlu disusun oleh suatu organisasi :1. Efisiensi Organisasi Dengan telah dibuatnya suatu program kerja oleh suatu organisasi, maka waktu yang dihabiskan oleh suatu organisasi untuk memikirkan bentuk kegiatan apa saja yang akan dibuat tidak begitu banyak, sehingga waktu yang lain bisa digunakan untuk mengimplementasikan program kerja yang telah dibuat.2. Efektifitas Organisasi Keefektifan organisasi juga dapat dilihat dari sisi ini, dimana dengan membuat program kerja oleh suatu organisasi maka selama itu telah direncanakan sinkronisasi kegiatan organisasi antara bagian kepengurusan yang satu dengan bagian kepengurusan yang lainnya.3. Target Organisasi Sebuah program kerja disusun salah satunya karena dilator belakangi oleh keinginan untuk mencapai target ataupun tujuan dari sebuah organisasi. dan program kerja merupakan sarana atupun anak tangga untuk mencapai target ataupun puncak dari tujuan sebuah organisasi.
  21. 21. Program kerja akan dibuat oleh suatu organisasi sesuai dengankebutuhan yang diperlukan oleh organisasi yang bersangkutan, jenis-jenisprogram kerja dapat dibedakan antara lain :1. Menurut rentang waktu perencanaan a. Program kerja untuk satu periode kepengurusan Jenis program kerja ini biasanya dibuat oleh organisasi untuk satu periode kepengurusan, sehingga kegiatan rapat kerja (raker) organisasi hanya dilakukan sekali dalam satu periode kepengurusan dan untuk tahap selanjutnya akan diadakan evaluasi dan koordinasi dari program kerja yang telah ditetapkan. b. Program kerja untuk waktu tertentu Jenis program kerja seperti ini disusun untuk suatu jangka waktu tertentu biasanya triwulan, caturwulan, semester, dan lain-lain. Dalam pembuatan metode program kerja seperti ini, maka akan ditemui bahwa suatu organisasi akan mengadakan rapat kerja (raker) organisasi lebih dari sekali dalam satu periode kepengurusan.2. Menurut sifat program kerja a. Program kerja yang bersifat terus menerus (continue) Program kerja seperti ini akan dilakukan secara terus menerus (tidak hanya sekali) oleh suatu organisasi, kesulitan pengimplementasian program kerja umumnya akan dihadapi saat pertama kali melaksanakan jenis program kerja ini.
  22. 22. b. Program kerja yang bersifat insidental. Program kerja seperti ini umumnya hanya dilakukan pada suatu waktu tertentu oleh suatu organisasi dan biasanya dengan mengambil momentum-momentum waktu yang penting. c. Program kerja yang bersifat tentatif. Program kerja seperti ini sifatnya akan dilakukan sesuai dengan kondisi yang akan datang. Alasan dibuatnya program kerja ini adalah karena kurang terjaminnya faktor-faktor pendukung ketika diadakannya perencanaan mengenai suatu program kerja lain.3. Menurut targetan organisasi. a. Program kerja jangka panjang Program kerja jangka panjang harus sesuai dengan cita-cita/tujuan pembentukan organisasi, serta visi dan misi dari organisasi. program kerja model ini dibuat karena kemungkinan untuk merealisasikan program dalam jangka waktu yang pendek tidak memungkinkan untuk dilaksanakan. b. Program kerja jangka pendek Program kerja jangka pendek adalah program kerja organisasi dalam suatu periode tertentu, yang jangka waktunya berkisar antara satu sampai tiga tahun, yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan organisasi pada masa tersebut. Dalam hubungannya dengan program kerja jangka panjang, dalam program kerja jangka pendek ini
  23. 23. dibuat bagian-bagian program kerja yang dapat direalisasikan dalam jangka waktu dekat. Program kerja dibuat berdasarkan atas kerangka yang telah disusunsecara matang. Adapun kerangka penyusunan program kerja menurut AndilieUnder (1991 : 25) mencakup beberapa aspek sebagai berikut : 1. Perencanaan Seorang pimpinan harus bisa memilih program kerja yang menjadi prioritas utama dalam sebuah organisasi yang menguntungkan, menentukan sebuah kepanitiaan dan menentukan bidang-bidang yang dibutuhkan, menentukan garis-garis besar dan tata cara pelaksanaan program kerja dari tiap-tiap bidang, mengalokasikan sumberdaya dan mengontrol jalannya pelaksanaan. 2. Program kerja prioritas “Nama program kerja” yang menjadi prioritas. 3. Tujuan : mengapa punya program kerja ? a. Mendidik/membangun sekelompok.....(siapa)....agar dapat membuat/mengembangkan....(apa)......dengan waktu.....(berapa lama).....dengan harapan terbentuk menjadi (bagaimana)..... dengan segala keterbatasan yang ada. b. Program kerja dapat mengurangi apa ? c. Apa hasilnya untuk organisasi ? d. Apa kelanjutan dari program kerja (terobosan) ?
  24. 24. 4. Isu : analisis system a. Kenapa program kerja ini sampai diajukan ? b. Kelemahan, kekuatan dari organisasi (dari dalam) c. Peluang, ancaman dari organisasi (dari luar) 5. Cakupan : untuk siapa dan area cakupan seberapa besar ? a. Diperuntukkan kepada siapa ? b. Seberapa besar daerah cakupannya ? 6. Waktu a. Butuh berapa tahap ? b. Tiap tahun butuh berapa lama ? Dalam sebuah organisasi pemerintahan seperti kecamatan, program kerjayang dimiliki secara umum merupakan bagian dari perangkat program pemerintahdaerah. Program kerja kecamatan pada umumnya meliputi aspek perencanaan,aspek pembangunan baik secara fisik maupun non fisik, serta evaluasi danpelayanan. Aspek perencanaan yang dimaksudkan disini adalah perencanaan dalamhal perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam, perencanaanpembangunan wilayah, perencanaan tata ruang, dan sebagainya. sementara aspekpembangunan fisik dan non fisik yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalahpembangunan fisik yang kegiatan pembangunannya diarahkan untuk menyediakansarana dan prasarana yang dibutuhkan publik, sedangkan pembangunan nonfisikmencakup sisi pelayanan dan pemberdayaan yang menjadi inti pembangunankualitas sumberdaya manusia. Sedangkan aspek evaluasi dan pelayanan mencakup
  25. 25. system evaluasi capaian pembangunan, evaluasi kegiatan pemberdayaanmasyarakat, dan evaluasi kondisi internal kecamatan, selain itu aspek pelayanandalam program kecamatan meliputi pelayanan dalam hal urusan administrasikependudukan, catatan sipil, dan urusan keagrariaan masyarakat. Dari hal tersebut diatas, dapat diklasifikasikan program kerja kecamatanmeliputi hal-hal berikut : 1. Program pelayanan administrasi perkantoran Program pelayanan administrasi perkantoran yang dimaksudkan disini adalah terkait dengan pelayanan kepada aparatur kecamatan dalam hal untuk memaksimalkan kinerja dari aparatur kecamatan. Adapun item program pelayanan adiministrasi perkantoran ini adalah : a. Penyediaan jasa surat menyurat b. Penyediaan jasa komunikasi, sumberdaya air, dan listrik c. Penyediaan jasa administrasi keuangan d. Penyediaan jasa kebersihan kantor e. Penyediaan jasa alat tulis kantor f. Penyediaan alat tulis kantor g. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan h. Penyediaan jasa makanan dan minuman i. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah 2. Program peningkatan disiplin aparatur Program peningkatan disiplin aparatur yang dimaksudkan disini adalah program yang tujuannya untuk meningkatkan rasa disiplin aparatur
  26. 26. kecamatan demi memaksimalkan fungsi pelayanan kepada masyarakat. Adapun item program peningkatan disiplin aparatur ini adalah : a. Pengefektifan apel pagi b. Pengefektifan system reward and punishment c. Pengefektifan sidak kelurahan d. Pengadaan pakaian dinas dan perlengkapannya3. Program peningkatan pengembangan system pelaporan capaian kinerja keuangan Program peningkatan pengembangan system pelaporan capaian kinerja dan keuangan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah program yang bertujuan untuk melaporkan ikhtisar capaian kinerja SKPD dan laporan keuangan di akhir semester ataupun di akhir tahunnya. Adapun item dari program ini adalah : a. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar capaian realisasi kinerja SKPD b. Penyusunan laporan keuangan semesteran c. Penyusunan laporan keuangan akhir tahun4. Program peningkatan peran serta masyarakat Program peningkatan peran serta masyarakat yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah program yang tujuannya untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat dengan meningkatkan peran serta masyarakat dalam hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan kualitas daerah, dalam hal ini kecamatan. Adapun item program ini adalah :
  27. 27. a. Pembinaan agama di tingkat kecamatan (MTQ/STQ tingkat kecamatan) b. Pembinaan Kelurahan se-Kecamatan5. Program perencanaan prasarana wilayah dan sumberdaya alam Program perencanaan prasarana wilayah dan sumber daya alam yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah program yang menitikberatkan kepada pembangunan fisik di sector wilayah kecamatan. Adapun item program ini adalah : a. Penyelenggaraan musrembang RKPD c. Koordinasi perencanaan tata ruang, ESDM, dan lingkungan hidup d. Kegiatan Pendampingan Bantuan Stimulan Pembangunan Perumahan Swadaya (BSP2S) dan peningkatan kualitas rumah e. Inventarisasi data bidang perumahan masyarakat yang tidak mampu tahun 20116. Program perencanaan pembangunan ekonomi dan sosial budaya Program perencanaan pembangunan ekonomi dan sosial budaya yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah program pemerintah kecamatan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kehidupan sosial budaya masyarakat. Adapun item dari program ini adalah: a. Koordinasi perencanaan pembangunan di bidang ekonomi b. Koordinasi perencanaan pembangunan dibidang sosial budaya c. Koordinasi dan strategi penanganan kemiskinan
  28. 28. d. Koordinasi perencanaan dan pengembangan penanaman modal e. Mengadakan pelatihan UKM dan wirausaha mandiri Program-program inilah yang kemudian menjadi acuan dalam halmemaksimalkan program kerja di kecamatan. Target utama dari program-program kecamatan ini adalah maksimalnya pembangunan dan tentunyapelayanan kepada masyarakat.B. Konsep dan Kedudukan Kecamatan Menurut Widjaya (2001 : 30) Kecamatan merupakan Perangkat Daerah Kabupaten, sebagai pelaksana teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu, dan dipimpin oleh seorang camat, Dengan dibantu oleh beberapa orang staf yang menduduki posisi-posisi tertentu dalam struktur organisasi kecamatan. Camat berkedudukan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota melalui Sekertaris Daerah. Sebagaimana perangkat- perangkat daerah lainnya, Camat yang merupakan pimpinan wilayah kecamatan yang memiliki wewenang, tugas, dan fungsi seperti yang sudah tertera dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.19 Tahun 2008 tentang Kecamatan, yang digambarkan sebagai berikut : a. Wewenang Camat Dalam PP No.19 Tahun 2008 Pasal 15 Ayat (2), Camat melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati/Walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah yang meliputi aspek :
  29. 29. 1. Perizinan; 2. Koordinasi; 3. Rekomendasi; 4. Pembinaan; 5. Pengawasan; 6. Fasilitasi; 7. Penetapan; 8. Penyelenggaraan dan; 9. Kewenangan lain yang dilimpahkan Pelaksanaan atas kewenangan-kewenangan Camat tersebut mencakup penyelenggaraan urusan pemerintahan pada lingkup Kecamatan sesuai Peraturan Perundang-undangan.a. Tugas Camat Dalam PP No.19 Tahun 2008 Pasal 15 ayat (1), Camat melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan yang meliputi : 1. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat; 2. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum; 3. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan; 4. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;
  30. 30. 5. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan; 6. Membina penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan/atau Kelurahan; 7. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan Pemerintahan Desa dan/atau Kelurahan;b. Fungsi Kecamatan Kecamatan dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagaimana yang digambarkan dalam PP No.19 Tahun 2008 pasal 15, juga memiliki fungsi sebagai berikut : 1. Pelaksanaan pelimpahan sebagian kewewenangan pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kehidupan kemasyarakatan dari Bupati; 2. Penyelenggaraan tugas pemerintahan umum dan pembinaan keagrariaan; 3. Pembinaan Politik Dalam Negeri; 4. Pembinaan Pemerintahan Desa dan/atau Kelurahan; 5. Pembinaan Ketentraman dan Ketertiban Wilayah; 6. Pembinaan Pembangunan yang meliputi pembinaan perekonomian, produksi, dan distribusi; 7. Pembinaan sosial dan kesejahteraan masyarakat; 8. Pembinaan pendidikan dan kesejahteraan;
  31. 31. 9. Pelayanan penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan; 10. Pembinaan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah Kecamatan; 11. Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh pimpinan. Menurut Sjamsul Sjardi (2006 : 17), dalam melaksanakan tugaspimpinan setiap unit organisasi dan kelompok jabatan fungsional dilingkungan kecamatan, camat selaku pimpinan wajib menerapkan prinsipkoordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik di dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan kecamatan serta denganinstansi lain diluar kecamatan untuk kesatuan gerak sesuai dengan tugas danfungsi masing-masing. Selain itu, setiap pejabat struktural dalam lingkungankecamatan wajib melakukan pengawasan melekat (waskat) terhadapbawahannya. Setiap pejabat struktural dalam lingkungan kecamatan bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing danmemberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.Selain itu, setiap pejabat struktural dalam lingkungan kecamatan wajibmengikuti, mematuhi petunjuk, dan bertanggung jawab kepada atasannyamasing-masing serta menyiapkan laporan berkala sesuai dengan ketentuanyang berlaku. Camat dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh pejabat strukturaldibawahnya, dan dalam rangka pembinaan kepada bawahannya masing-
  32. 32. masing wajib melakukan rapat berkala. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya, camat memiliki tata kerja dan hubungan dengan perangkat lain. Adapun tata kerja camat adalah sebagai berikut : 1. Camat melakukan koordinasi dengan Kecamatan lain disekitarnya. 2. Camat mengkoordinasikan unit kerja di wilayah kerja kecamatan dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Pemerintahan untuk meningkatkan kinerja Kecamatan. 3. Camat melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten dalam rangka penyelenggaraan kegiatan Pemerintahan di Kecamatan. Sedangkan hubungan kerja camat dengan perangkat-perangkat lainnya adalah sebagai berikut : 1. Hubungan kerja Kecamatan dengan Perangkat Daerah Kabupaten bersifat koordinasi teknis fungsional dan teknis operasional. 2. Hubungan kerja Kecamatan dengan instansi vertikal di wilayah kerja kecamatan, bersifat koordinasi teknis fungsional. 3. Hubungan kerja Kecamatan dengan swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, Partai Politik, dan organisasi kemasyarakatan lainnya di wilayah kerja kecamatan bersifat koordinasi dan fasilitasi.C. Konsep Pelayanan Kepada Masyarakat Sebelum membahas mengenai konsep pelayanan kepada masyarakat, maka terlebih dahulu akan diberikan gambaran tentang pengertian dan
  33. 33. konsep mengenai pelayanan sebagai bentuk gambaran yang jelas terhadappermasalahan yang akan dihadapi dan di bahas. Secara etimologis, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Dahlan, Dkk.,1995 : 646) menyatakan bahwa pelayanan adalah “usaha memenuhikebutuhan orang lain.” Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yangditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani, yang bersifattidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Dalam pengertian lain, Sugiarto(2002 : 216) mendefinisikan pelayanan sebagai upaya maksimal yangdiberikan oleh petugas pelayanan dari sebuah perusahaan industry untukmemenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan sehingga tercapai kepuasan.Selain itu, Cravens (1998 : 2003) mengungkapkan pengertian pelayananyaitu upaya dalam memenuhi permohonan untuk menspesifikasikan produk-produk seperti data kinerja, permohonan untuk rincian, pemrosesan pesananpembelian, penyelidikan status pesanan, dan layanan garansi. Sementara pengertian lain, mengenai pelayanan adalah suatu bentukkegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah, baik dipusat, di daerah, BUMN, dan BUMD dalam bentuk barang maupun jasadalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai peraturanperundang-undangan yang berlaku (KEPMENPAN 81/93 dalam IndraSufian : 2004). Tunggal dalam Sugiarto (2002 : 217) , menyebutkan bahwapelayanan sering disebut sebagai jasa yang diberikan oleh perusahaan.Artinya bahwa adanya suatu perbuatan yang dilaksanakan suatu pihak
  34. 34. terhadap pihak yang lain. Sejalan dengan hal tersebut, Normann (1991 : 14)menyatakan karakteristik pelayanan sebagai berikut : a. Pelayanan bersifat tidak dapat diraba, pelayanan sangat berlawanan sifatnya dengan barang jadi. b. Pelayanan pada kenyataannya terdiri dari tindakan nyata dan merupakan pengaruh yang bersifat tindakan sosial. c. Kegiatan produksi dan konsumsi dalam pelayanan tidak dapat dipisahkan secara nyata, karena pada umumnya yang terjadi dalam waktu dan tempat yang bersamaan. Karakteristik tersebut dapat menjadi dasar pemberian pelayananterbaik. Pengertian lebih luas disampaikan Daviddow dan Uttal dalamSutopo dan Suryanto (2003 : 9) bahwa pelayanan merupakan usaha apa sajayang mempertinggi kepuasan pelanggan. Berdasarkan pengertian pelayanan diatas, maka dapat di definisikanpengertian pelayanan kepada masyarakat yang dalam hal ini adalahpelayanan publik berdasarkan Keputusan Menpan Nomor 63 Tahun 2003(Menpan, 2003 : 2) tentang Pedoman Tata Laksana Pelayanan Umumadalah “segala kegiatan pelayanan yang dilaksankan oleh penyelenggarapelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayananmaupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.”Penyempurnaan definisi pelayanan publik menurut KEP/25M.PAN/2/2004dalam Normann, 1991 : 38, yaitu segala kegiatan pelayanan yangdilaksanakan publik sehingga upaya pemenuhan kebutuhan penerima
  35. 35. pelayanan maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturanperundang-undangan. Pelayanan publik saat ini menjadi hal yang sangat krusial. Pelayananpublik merupakan fenomena yang terjadi di negeri ini, setiap orangmembicarakannya antara baik dan buruk pelayanan tersebut. Penilaian yangdirasakan tersebut dapat dirasakan ketika seseorang datang ke kantorkecamatan untuk membuat KTP, atau membuat Akta Kelahiran di CatatanSipil, dan lain-lain. Seharusnya pada pelayanan yang disebut konsumenadalah masyarakat yang mendapat manfaat dari aktifitas yang dilakukanoleh petugas organisasi pemberi layanan tersebut dan setiap organisasimempunyai kategori pelanggan internal yaitu seluruh anggota organisasisedangkan eksternal adalah masyarakatnya sehingga istilah pelayanandiartikan sebagai pelayanan kepada seluruh anggota masyarakat dalamanggota masyarakat dalam rangka memuaskan pelanggan eksternal. Menurut Moenir (1995 : 197-200), agar pelayanan dapat memuaskanpelanggan, petugas yang melayani harus memenuhi empat kriteria pokok : a. Tingkah laku yang sopan b. Cara menyampaikan sesusatu yang berkaitan dengan apa yang seharusnya diterima oleh orang yang bersangkutan c. Waktu menyampaikan yang tepat d. Keramah tamahan Lebih lanjut ditambahkan oleh Moenir (1995 : 88) dalam pelayanankepada masyarakat terdapat beberapa faktor pendukung yang penting seperti
  36. 36. kesadaran petugas yang melaksanakan pekerjaan, aturan yang melandasitugas pekerjaan, organsiasasi sebagai system, alat kerja, dan saranaprasarana yang memadai untuk menunjang pelaksanaan pelayanan. Jadi,kesimpulannya bahwa pelayanan mempunyai hubungan yang kuat antaraloyaltas pelanggan dan kepuasan pelanggan dimana hubungan ini salingmengukuhkan dan saling melengkapi dalam pelayanan, dan kesemuanya itutergantung pada kualitas pelayanannya. Berkaitan dengan kualitas pelayanan, adalah sesuatu yang dirasakanlangsung oleh pelanggan yang dalam hal ini adalah masyarakat sebagaipenerima layanan. Kualitas pelayanan ini jika dilihat dari perspektifmasyarakat sebagai penerima layanan, maka dimensinya adalah pelayananyang kurang maksimal ataupun pelayanan yang maksimal (pelayanan yangprima). Kedua dimensi ini sangat berkaitan erat dengan pemberi layanan,yang dalam hal ini adalah anggota organisasi. Berkaitan dengan pelayanan yang prima yang dalam hal ini adalahpelayanan yang baik/maksimal, SESPANAS LAN dalam Nurhasyim (2004 :16) menyatakan bahwa yang dimaksud pelayanan yang prima adalah : a. Pelayanan yang terbaik dari pemerintah kepada pelanggan atau pengguna jasa b. Pelayanan yang prima ada bila ada standar pelayanan c. Pelayanan prima bila melebihi standar atau sama dengan standar. Sedangkan yang belum ada standar pelayanan yang terbaik dapat
  37. 37. diberikan pelayanan yang mendekati apa yang dianggap pelayanan standard an pelayanan yang dilakukan secara maksimal d. Pelanggan adalah masyarakat dalam arti luas; masyarakat eksternal dan internal Pelayanan yang maksimal/prima sebagaimana tuntutan pelayananyang memuaskan pelanggan/masyarakat memerlukan persyararatan bahwasetiap pemberi layanan yang memiliki kualitas kompetensi yangprofessional, dengan demikian kulitas kompetensi profesionalisme menjadisesuatu aspek penting dan wajar dalam setiap transaksi untuk memuaskanmasyarakat sebagai penerima layanan. Kepuasan tersebut dapat dilihat darikualitas pelayanan yang tercermin dari asas-asas pelayanan publik berikut(berdasarkan SK Menpan Nomor 63/2003 tentang pedoman umumpenyelenggaraan pelayanan publik) : 1. Transparansi, Pelayanan dengan transparansi ini yakni pelayanan yang bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. Prinsip pelayanan dengan transparansi ini harus dilakukan dengan transparan, sehingga institusi diharapkan menetapkan jaringan informasi yang dibutuhkan masyarakat secara lengkap, sehingga memungkinkan masyarakat membuat keputusan secara rasional dan meminimalkan resiko.
  38. 38. Adapun unsur-unsur pelayanan dengan menerapkan sikap transparansi/keterbukaan ini dalam arti prosedur/tata cara, persyaratan, satuan kerja penanggungjawab pemberi pelayanan umum, meliputi hal-hal sebagai berikut : a. Waktu penyelesaian b. Kepastian biaya c. Akurasi system d. Fasilitas dan peralatan 2. Akuntabilitas Akuntabilitas dalam pelayanan maksudnya adalah pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, norma sosial, dan kepatuhan yang berlaku. Adapun unsur pelayanan dengan menerapkan sikap akuntabilitas dalam hal pertanggungjawaban kepada penerima pelayanan publik yang dalam hal ini masyarakat adalah : a. Pengelolaan keluhan-keluhan publik. b. Menjamin hak-hak masyarakat untuk mengajukan keluhan. Pada organisasi publik seperti kecamatan , peningkatan pelayananmenjadi studi utama untuk meningkatkan kualitas kenyamanan kepadamasyarakat. Organisasi publik yang bersifat pengaturan dan pelayanandalam menjalankan tugasnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
  39. 39. 1. Orientasi pelayanan dalam menjalankan tugas aparatur pemerintah tidak berorientasi pada kekuasaan. 2. Netralis dalam menjalankan tugasnya, baik pengaturan maupun pelayanan aparatur pemerintah tidak bersifat membeda-bedakan. 3. Orientasi kerja adalah efektifitas dan produktifitas. 4. Sikap adil dalam memberikan pelayanan kepada warga atau masyarakat yang membutuhkan tanpa diskriminasi atau perbedaan berdasarkan berbagai peraturan tertentu (Siagian, 12 : 1992)D. Kerangka Pikir Kerangka pikir merupakan gambaran secara singkat mengenai hubungan-hubungan antar variabel, yaitu antara variabel bebas (independent), dengan variabel terikat (dependent). Kerangka pikir ini menjelaskan secara sistematik judul dari penelitian ini. Adapun yang menjadi kerangka pikir dari penelitian ini adalah dapat dijelaskan dalam bagan berikut : ! " # $ Program pelayanan administrasi perkantoran Program peningkatan disiplin aparatur Program peningkatan system pelaporan capaian kinerja dan keuangan Program peningkatan peran serta masyarakat Program perencanaan prasarana wilayah dan sumberdaya alam Program perencanaan pembangunan BAB III ekonomi dan sosial budaya
  40. 40. METODE PENELITIANA. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Camat Poasia, Kota Kendari. Lokasi ini dipilih karena berdasarkan atas beberapa pertimbangan tertentu, diantaranya adalah karena Kantor Camat Poasia merupakan salah satu wilayah kerja Pemerintah Kota Kendari yang urusan pemerintahan dan pembangunannya cukup kompleks dengan berbagai permasalahan dan kendala-kendala yang sangat beragam. Selain itu, lokasi ini dipilih karena Kantor Camat Poasia merupakan wilayah tempat tinggal penulis, sehingga program-program Kecamatan yang bersentuhan dengan masyarakat dapat dirasakan langsung oleh penulis, sehingga dalam pelaksanaannya dapat dikontrol dan di evaluasi.B. Populasi dan Sampel Oleh karena penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan tentang bagaimana pelaksanaan program kerja Kecamatan Poasia sebagai upaya pelayanan kepada masyarakat, maka adapun populasi yang ada dalam penelitian ini meliputi seluruh aparatur Kecamatan Poasia, yang berjumlah 29 orang, yang terdiri dari Camat Poasia, Sekertaris Camat, sub bagian, kepala seksi, dan staff kecamatan lainnya. Dari populasi tersebut, kemudian dilakukan metode penarikan sampel dengan teknik Total Sampling ataupun keseluruhan populasi dijadikan sebagai informan penelitian.
  41. 41. Selain itu, informan lain dalam penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Poasia, dalam hal ini adalah 4 orang tokoh masyarakat yang terdiri dari 4 kelurahan yang ada di Kecamatan Poasia, yaitu Kelurahan Anduonohu, Kelurahan Rahandouna, Kelurahan Anggoeya, dan Kelurahan Matabubu.C. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, data yang dibutuhkan adalah terdiri dari data primer dan data skunder yang diperlukan melalui teknik-teknik sebagai berikut : 1. Penelitian Kepustakaan (Library Research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan teknik mengumpulkan data-data dengan membaca dan mencatat bahan-bahan tertulis dari berbagai sumber, seperti literature/buku bacaan, karya ilmiah, teori-teori dari internet, dan sumber-sumber lain yang ada relevansinya dengan judul penelitian. 2. Penelitian Lapangan (Field Research), yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan data-data dengan cara meneliti langsung pada obyek yang hendak diteliti. Untuk memperoleh data lapangan, maka digunakan teknik-teknik sebagai berikut : a. Angket, adalah perolehan data melalui daftar isian pertanyaan kepada responden terpilih. Dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan secara tertulis dan sistematis kepada responden untuk memperoleh data tentang pelaksanaan program kerja Kecamatan Poasia, sehingga dapat memberikan mengenai evaluasi
  42. 42. pelaksanaan program kerja terhadap pelayanan kepada masyarakat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode angket campuran, dimana daftar isian yang berisikan pertanyaan pilihan dengan memberi tanda centang, digabungkan dengan daftar isian yang memungkinkan reponden menuliskan alasan kenapa memilih salah satu dari daftar pilihan pertanyaan. b. Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab secara langsung dengan informan berdasarkan pedoman wawancara yang telah disiapkan sebelumnya. c. Pengamatan, yaitu mengamati secara langsung aktivitas yang dilakukan oleh aparat kecamatan, sehubungan dengan upaya mereka dalam melaksanakan tugas-tugas yang berkaitan dengan program kerja Kecamatan dalam rangka untuk pelayanan kepada masyarakat Kecamatan Poasia. d. Kaji dokumen, yaitu dengan mempelajari dan atau mengecek laporan-laporan pelaksanaan tugas masing-masing aparat, terutama tugas yang berkaitan dengan masalah penelitian.D. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis data secara deskriptif analitis. Jadi, dari data-data yang ada baik yang diperoleh dari studi kepustakaan maupun dari hasil data lapangan, dikumpulkan untuk kemudian diklasifikasikan. Setelah itu, di analisis guna memperoleh gambaran dari kenyataan yang ada.
  43. 43. Dalam penelitian ini dilakukan teknik analisis terhadap daftar kuesioner yang disajikan kepada responden, dimana pilihan jawaban sangat baik, cukup baik, dan kurang baik diukur dengan mengakumulasikan salah satu jawaban pilihan reseponden. Dan untuk mengukur persentasenya, jumlah responden yang memilih salah satu dari tiga pilihan jawaban tersebut kemudian dikalikan dengan 100 untuk mengukur persentasenya dan dibagi dengan total responden.E. Definisi Operasional Berdasarkan konsep yang telah dipaparkan pada bab tinjauan pustaka, maka dirumuskan definisi operasional penelitian sebagai berikut : 1. Program kerja yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah keseluruhan rancangan kerja yang telah disusun dan menjadi tanggung jawab seluruh aparatur kecamatan untuk dilaksanakan. 2. Pelaksanaan program kerja kecamatan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah peranan yang dilakukan oleh seluruh aparatur kecamatan dalam rangka untuk mencapai tujuan tertentu yang bersifat dinamis. 3. Pelayanan kepada masyarakat yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah segala upaya yang dilakukan oleh unsur-unsur organisasi yang dalam hal ini adalah aparatur Kecamatan Poasia dalam melakukan pelayanan kepada anggota internal dan eksternal. Anggota internal yang dimaksudkan adalah staf, tata usaha, pegawai, dan aparatur kecamatan lainnya yang juga memiliki hak untuk diberi pelayanan,
  44. 44. dalam hal ini adalah berupa pemenuhan hak-hak pegawai, penyediaan sarana dan prasarana penunjang kerja, dan lain sebagainya. Sementara anggota eksternal yang dimaksudkan adalah masyarakat umum yang ada dalam Kecamatan Poasia yang sangat berhak untuk diberikan pelayanan yang maksimal demi untuk kepuasaan masyarakat terhadap aparatur kecamatan. Pelayanan yang diberikan dapat berupa pelayanan yanh diberikan ketika akan mengurus KTP, Kartu Keluarga, Surat Keterangan, dan lain sebagainya.F. Operasional Variabel PenelitianVariabel Subvariabel Indikator KegiatanProgram Program pelayanan penyediaan jasa surat 1. PengadaanKerja admninistrasi menyurat, penyediaan sarana prasarana perkantoran jasa administrasi dan bahan pustaka keuangan, penyediaan kecamatan jasa kebersihan kantor, 2. Pemberian penyediaan bahan bacaan insentif bagi dan peraturan perundang- aparatur teladan undangan Program peningktan pengefektifan system 1. Apel pagi rutin disiplin aparatur reward and punishment, 2. Pengadaan pengefektifan sidak seragam dan ID kelurahan, pengefektifan card apel pagi 3. Arisan bulanan Program peningkatan penyusunan laporan 1. Laporan akhir pengembangan capaian kinerja SKPD, kepegawaian system pelaporan penyusunan laporan 2. Laporan akhir capaian kinerja dan keuangan akhir tahun keuangan keuangan Program peningkatan pembinaan agama di 1. MTQse- peran serta tingkat kecamatan, kecamatan masyarakat pembinaan kelurahan se- 2. Pelatihan untuk kecamatan lurah Program perencanaan penyelenggaraan 1. Musrembang prasarana wilayah dan musrembang, tingkat kelurahan sumberdaya alam inventarisasi data dan kecamatan perumahan masyarakat 2. Pendampingan tidak mampu, kegiatan BSP2S
  45. 45. BSP2S dan peningkatan 3. Bedah kulaitas rumah rumah,PNPM Mandiri, Block Grant, Bahtreramas, dll Program perencanaan koordinasi perencanaan 1. Pelatihan UKM pembangunan pembangunan di bidang dan wirausaha ekonomi dan sosial ekonomi, sosial, dan mandiri budaya budaya, koordinasi dan 2. Program BLUD strategi penanganan kemiskinanPelayanan Transparansi 1. Waktu penyelesaian 1. Pelayanan 2. Kepastian biaya pembuatan KTP 3. Akurasi system 2. Pelayanan 4. Fasilitas dan peralatan pengurusan catatan sipil Akuntabilitas 1. Pengelolaan keluhan 1. Pembuatan publik daftar keluhan 2. Menjamin hak-hak masyarakat masyarakat untuk 2. Pembuatan mengajukan keluhan kotak saran kecamatan
  46. 46. BAB VI HASIL DAN PEMBAHASANA. Gambaran Umum Kecamatan Poasia 1. Letak Geografis Kecamatan Poasia merupakan salah satu wilayah Kecamatan di Kota Kendari yang secara geografis memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut: - Sebelah Utara berbatasan dengan Teluk Kendari - Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Konawe Selatan - Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Abeli - Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kambu 2 Luas wilayah daratan Kecamatan Poasia sebesar 43,52 Km atau 14,71 persen dari luas daratan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Luas wilayah menurut Kelurahan sangat beragam, Kelurahan Anduonohu merupakan wilayah Kelurahan yang paling luas, kemudian menyusul Kelurahan Rahandouna, Kelurahan Anggoeya, dan Kelurahan Matabubu. 2. Keadaan Demografis a. Jumlah Penduduk Penduduk Kecamatan Poasia berdasarkan data terakhir tahun 2010 mencapai 20.231 jiwa. Luas wilayah Kecamatan Poasia adalah 43,52 2 Km . Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, maka kepadatan
  47. 47. terus meningkat dari tahun ke tahun. Kepadatan penduduk Kecamatan 2 Poasia pada tahun 2010 adalah 465 jiwa per Km , dengan rincian tingkat kepadatan tiap Kelurahan dapat dilihat pada table berikut : Tabel 1. Luas wilayah, Jumlah, dan Kepadatan Penduduk Menurut Kelurahan Kecamatan Poasia Luas Penduduk Kepadatan Penduduk No Kelurahan (Km2) (Jiwa) (Per Km2) 1. Anduonohu 15,24 7.268 477 2. Rahandouna 12,62 8.174 648 3. Anggoeya 12,55 3.555 283 4. Matabubu 3,11 1.234 397 Sumber : Kantor Camat Poasia 2011b. Persebaran Penduduk Persebaran penduduk di Kecamatan Poasia tahun 2010 terpusat di Kelurahan Rahandouna dan Anduonohu, dimana masing-masing berkisar 8.174 jiwa untuk wilayah Rahandouna dan 7.268 jiwa untuk wilayah Anduonohu. Penyebab utama terjadinya persebaran penduduk di dua kelurahn ini dibandingkan dengan dua kelurahan lainnya adalah karena semakin pesatnya kegiatan perekonomian penduduk dan banyaknya pembangunan sarana perekonomian. Untuk penduduk Kelurahan Anggoeya 3.555 jiwa dan Matabubu 1.234 jiwa. Rata-rata penduduk Kelurahan mengalami peningkatan jumlah penduduk dengan persebaran penduduk yang sama dengan tahun sebelumnya.
  48. 48. c. Struktur Umur, Jenis Kelamin, dan Keluarga Menurut jenis kelamin, jumlah penduduk di Kecamatan Poasia tahun 2010 adalah 12.975 jiwa penduduk usia dewasa yang terdiri dari 6.255 jiwa laki-laki dan 6.720 jiwa perempuan. Untuk usia anak-anak 6.506 jiwa terdiri dari 3.379 jiwa anak laki-laki dan 3.127 jiwa anak perempuan. Sedangkan usia lansia 750 jiwa terdiri dari 411 jiwa laki- laki dan 339 jiwa perempuan. Perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah penduduk penduduk perempuan disebut rasio jenis kelamin. Rasio jenis kelamin di Kelurahan Poasia pada tahun 2009 adalah 99, artinya setiap 100 penduduk perempuan terdapat 99 penduduk laki-laki. Secara lebih jelasnya mengenai persebaran rasio jenis kelamin di tiap kelurahan di Kecamatan Poasia dapat dilihat melalui table berikut : Tabel 2. Penduduk menurut Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin menurut Kelurahan tahun 2010 No Kelurahan L P Jumlah Rasio 1. Anduonohu 3.853 3.415 7.268 112,83 2. Rahandouna 3.646 4.528 8.174 80,52 3. Anggoeya 1.913 1.642 3.555 116,50 4. Matabubu 633 601 1.234 105,32 Jumlah 10.045 10.186 20.231 98,61 Sumber : Kantor Camat Poasia 2011
  49. 49. d. Pendidikan Sebagaimana yang diamanatkan dalam GBHN, maka sasaran pembangunan pendidikan dititikberatkan pada peningkatan mutu dan perluasan kesempatan belajar disemua jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak, sampai dengan Perguruan Tinggi. Upaya penngkatan mutu pendidikan yang ingin dicapai tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan manusia seutuhnya. Sedangkan perluasan kesempatan belajar dimaksudkan agar penduduk usia sekolah yang setiap tahun mengalami peningkatan sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk untuk dapat memperoleh kesempatan pendidikan seluas- luasnya. Perkembangan dunia pendidikan di Kecamatan Poasia dapat dilihat dari banyaknya sarana pendidikan negrinya yaitu 1 TKN, 11 SDN, 1 SMPN, 2 SMAN. Sedangkan sarana pendidikan yang swasta yaitu 12 TK swasta, 1 SD swasta, sedangkan untuk SMP, SMA, dan AK/PT swasta belum ada.3. Keadaan Pemerintahan Kecamatan Keadaan Pemerintahan Kecamatan Poasia pada dasarnya berdiri dan berjalan sebagaimana mestinya, yang pusat pemerintahannya dalam hal ini Kantor Camat Poasia terletak di Kelurahan Rahandouna yang merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Poasia yang fase perkembangan dan peningkatan pembangunannya cukup pesat dari tahun ke tahun, jika dibandingkan dengan tiga kelurahan lainnya.
  50. 50. Aparat pemerintahan Kecamatan Poasia secara keseluruhanadalah tercatat sejumlah 28 orang yang terdiri dari Camat Poasia,Sekertaris Camat, Sub bagian perencanaan dan pelaporan keuangan, subbagian umum dan kepegawaian, seksi pembangunan dan pemberdayaanmasyarakat, seksi pemerintahan dan pelayanan umum, seksi pembinaan,pemberdayaan, dan ketertiban masyarakat, serta beberapa orang staffyang membawahi beberapa sub bagian dan seksi yang tergabung dalamstruktur organisasi pemerintahan Kecamatan Poasia. Salah satu hal yang sangat mendukung terlaksananyapemerintahan di sebuah instansi pemerintahan adalah keberadaan saranadan prasarana. Dimana ketersediaan sarana dan prasarana tersebut akansangat membantu aparat dalam menjalankan dan melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Keberadaan sarana dan prasarana yang dalam hal ini adalahfasilitas penunjang kerja seluruh aparatur yang ada di Kantor CamatPoasia secara umum dapat digambarkan masih cukup kurang, apalagibagi instansi pemerintahan sebesar Kantor Kecamatan Poasia yangnotabene nya telah mapan dalam segi administrasi dan pemerintahan.Adapun untuk dapat mengetahui sarana dan prasarana yang dimilikiKecamatan Poasia, dapat dilihat pada tabel berikut :
  51. 51. Tabel 3. Sarana dan Prasarana Kantor Camat Poasia, Keadaan Tahun 2012 NO Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah Keadaan 1. Komputer 4 Unit Baik 2. Printer 2 Unit Baik 3. Meja 22 Buah Baik 4. Kursi 27 Buah Baik 5. Lemari 8 Buah Baik 6. Rak Buku 5 Buah Baik 7. Air Conditioner (AC) 1 Unit Baik 8. Water Closed (WC) 2 Buah Baik 9. Papan Profil 7 Buah Baik 10. Telepon - - 11. Alat Kebersihan : 12. a. Mesin Pemotong Rumput 5 Unit 4 Baik, 1 Rusak b. Pacul 6 Buah Baik c. Sapu Ijuk & Lidi 13 Buah Baik d. Tong Sampah 5 Buah Baik Jumlah 107 Buah/Unit Sumber : Kantor Camat Poasia, Tahun 2012 Tabel diatas menunjukkan bahwa pada dasarnya sarana danprasarana yang dimiliki oleh pemerintah Kecamatan Poasia tergolongsudah cukup baik. Hanya saja masih ada beberapa sarana dan prasaranapendukung yang masih kurang dalam hal jumlah, apalagi bagi sebuahinstansi pemerintahan Kecamatan Poasia yang sudah tergolong mapan.Hal ini terlihat dari minimnya sarana penunjang kerja aparaturkecamatan, seperti perangkat computer dan printer. Keberadaancomputer dan printer ini sangatlah penting, karena kedua sarana inimerupakan salah satu elemen penting dalam pelayanan kepadamasyarakat, khususnya masyarakat yang ada di Kecamatan Poasia.Perangkat computer dan printer yang dimiliki masih kurang, mengingat
  52. 52. pelayanan yang maksimal yang perlu dilakukan oleh aparatur kecamatan kepada masyarakat. Selain itu, tidak adanya sarana komunikasi resmi milik Kecamatan Poasia berupa telepon. Hal ini terlihat dari model komunikasi jarak jauh yang hanya menggunakan telepon seluler (Handphone) pribadi masing-masing aparat kecamatan. Kemudian selain itu, sarana lainnya semisal Air Conditioner (AC) yang hanya terdapat diruangan camat saja. Keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh pemerintah Kecamatan Poasia tentunya akan berdampak negatif terhadap pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, utamanya dalam rangka pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Jika hal ini terus berlangsung, maka tidak menutup kemugkinan pelaksanaan tugas aparatur kecamatan akan semakin terhambat sehingga upaya untuk melaksanakan program kerja dalam rangka pelayanan kepada masyarakat menjadi susah untuk dimaksimalkan.B. Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Kecamatan Kantor Camat Poasia merupakan Instansi Pemerintahan yang menjalankan tugas pokok dan fungsi pemerintahannya berdasarkan pada perangkat-perangkat organisasi yang saling terkait dan bekerjasama satu sama lain. Perangkat-perangkat organisasi ini memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda, yang gunannya adalah untuk memudahkan dalam penyelesaian pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
  53. 53. Perangkat organisasi inilah yang kemudian menjadi motorpenggerak roda penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan secarafisik maupun non fisik di Kecamatan Poasia, khususnya dalam rangkapelayanan kepada masyarakat. Perangkat organisasi ini dibuat dalam bentukstruktur organisasi sesuai dengan kewenangan yang telah di gariskan olehpemerintah Kota Kendari, sebagaimana yang terlampir pada bagan strukturorganisasi Kecamatan Poasia berikut :
  54. 54. STRUKTUR ORGANISASI KANTOR KECAMATAN POASIA (Berdasarkan Perda Walikota Kendari Nomor 43 Tahun 2008) Camat Drs. Hajar Aswad Kelompok Sekretaris Camat Jabatan Reynold Simanjuntak, SH Fungsional Kasubag Umum dan Kasubag Perencanaan dan Kepegawaian Pelaporan Muis, S.Si Nurlina, SH Staf StafKasi Pemerintahan dan Kasi Pelaksanaan Pembangunan Kasi Pembinaan Pelayanan Umum & Pemberdayaan Masyarakat Kemasyarakatan & Ketertiban Umum Drs. Munariang Muh. Awan Arma, SE La Halifa, S.Sos Staf Staf Staf Lurah-lurah Lurah-lurah
  55. 55. Berdasarkan struktur organisasi kecamatan tersebut, dapat dilihatbahwa setiap perangkat yang ada di Kecamatan Poasia memiliki tugas danfungsi yang berbeda-beda sesuai dengan pos amanah yang mereka pegangmasing-masing. Hal ini tentunya untuk mempermudah pelaksanaan tugaskecamatan dalam mewujudkan pembangunan dan pelaksanaan pelayananyang maksimal kepada masyarakat. Perbedaan tugas dan tanggungjawab dari masing-masing perangkatkecamatan tersebut telah ditetapkan berdasarkan peraturan WalikotaKendari Nomor 43 Tahun 2008 tentang pembentukan organisasi dan tatakerja Kecamatan Kota Kendari yang secara singkat dapat dijelaskan sebagaiberikut :a. Camat Camat adalah perangkat pemerintahan yang langsung berada di bawah Bupati/Walikota, dan camat diangkat dari Pegawai Negri Sipil (PNS) yang memenuhi syarat Bupati/Walikota atas usul Sekertaris Daerah/Kota. Camat merupakan aparatur pemerintah yang merupakan seorang pimpinan tertinggi di sebuah wilayah kecamatan, yang diberikan tugas, wewenang, dan tanggung jawab oleh pemerintah Kota Kendari untuk melakukan pemerintahan pada lingkup wilayah Kecamatan dan bekerja sama dengan seluruh bagian yang ada di dalam kantor tersebut. Camat mempunyai tugas pokok dan fungsi untuk mendukung kegiatan pemerintahan di wilayah Kecamatan, dimana ia dibantu oleh
  56. 56. seluruh lapisan staf/aparat dalam jajaran Kantor Camat Poasia. Camat menerima laporan dan menetapkan serta menandatangani target dan sasaran yang akan dicapai oleh pemerintah Kecamatan.b. Sekertaris Camat Sekertaris Camat dipimpin oleh seorang sekertaris yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada Camat. Sekretaris Camat merupakan aparatur Kecamatan yang menjalankan tugas-tugas administrasi Kecamatan dan melakukan koordinasi dengan setiap bagian-bagian yang ada di dalam kantor Kecamatan dan melakukan tugas administrasi kesekretariatan di dalam kantor guna membantu Camat dalam melaksanakan kegiatan Kecamatan. Sekertaris Camat membawahi : 1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; 2. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan Keuangan. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud diatas, sekertaris menyelenggarakan fungsi : a. Pengumpulan bahan dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas-tugas penyelenggaraan tugas urusan kecamatan dan kelurahan serta administrasi keuangan dan perlengkapan; b. Penyusunan rencana program tahunan kecamatan dan kelurahan; c. Pelaksanaan pelayanan dan pengelolaan administrasi kecamatan yang meliputi Tata Usaha Umum dan Kepegawaian serta pengelolaan keuangan;
  57. 57. d. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas Kepala-Kepala Seksi; e. Perencanaan pengadaan kebutuhan barang inventaris dan pemeliharaannya; f. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring penyelenggaraan urusan Kecamatan dan Pengelolaan administrasi Kecamatan; g. Pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh Camat baik didalam maupun diluar organisasi.c. Kasubag Umum dan Kepegawaian Kasubag Umum dan Kepegawaian merupakan aparatur Kecamatan yang melaksanakan kegiatan dibagian administrasi umum dan kepegawaian yang berfungsi untuk mengatur serta mengelola pegawai dan melaksanakan kegiatan umum lainnya di dalam kantor, serta melakukan koordinasi dengan bagian lain di dalam kantor dalam melaksanakan pembangunan di Kecamatan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud penjelasan diatas, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi : a. Pengumpulan bahan dan petunjuk teknis di sub bagian administrasi umum dan kepegawaian kecamatan dan kelurahan; b. Penyusunan kegiatan operasional penyelenggaraan administrasi kecamatan;
  58. 58. c. Pelaksanaan pembinaan pengisian dan pemeliharaan buku administrasi kecamatan; d. Pelaksanaan urusan surat menyurat, pengetikan, penggandaan dan tata Kearsipan; e. Pelaksanan urusan kesejahteraan dan kepangkatan pegawai lingkup Kantor Kecamatan; f. Pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan; g. Pelaksanaan urusan keprotokolan; h. Pelaksanaan urusan pemeliharaan dan keamanan kantor; i. Pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh Sekretaris kecamatan baik didalam maupun diluar organisasi.d. Kasubag Perencanaan dan Pelaporan Keuangan Kasubag Perencanaan dan Pelaporan Keuangan dipimpin oleh aparatur Kecamatan yang melaksanakan kegiatan di bidang keuangan dan pelaporan serta melakukan perencanaan keuangan Kecamatan yang akan digunakan dalam pembangunan masyarakat di Kecamatan tempatnya bertugas. Kegiatan ini mempunyai tanggung jawab terhadap pelaksanaan rencana-rencana penggunaan anggaran keuangan dalam pembangunan Kecamatan dan peningkatan pelayanan administrasi. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya, Kepala Subbagian Perencanaan dan Pelaporan Keuangan melaksanakan fungsi : a. Pengumpulan bahan dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas subbagian perencanaan dan pelaporan keuangan;
  59. 59. b. Perencanaan keuangan dari masing-masing seksi serta membuat laporan tentang penyelenggaraan pemerintahan kecamatan dan kelurahan; c. Penyediaan dan pemeliharaan data dan informasi kecamatan dan kelurahan; d. Pelaksanaan evaluasi kegiatan pelaporan; e. Pembuatan laporan secara berkala tentang penyelenggaraan kegiatan di bidang perencanaan dan pelaporan keuangan; f. Pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh Sekretaris kecamatan baik di dalam maupun di luar organisasi.e. Kepala Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Umum Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Umum dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab pada Camat melalui Sekertaris Camat. Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Umum mempunyai tugas membantu Camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan, evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan dan pelayanan umum. Untuk menyelenggarakan tugas-tugasnya, Kepala Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Umum memiliki fungsi : a. Pengumpulan bahan dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas- tugas penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pelayanan umum
  60. 60. b. Penyusunan rencana dan program kegiatan operasional penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan Kecamatan dan Pelayanan umum; c. Penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan penyelenggaraan administrasi kependudukan, catatan Sipil, dan keagrarianan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku; d. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring; e. Pembuatan laporan secara berkala tentang penyelenggaraan Pemerintahan dan pelayanan umum di kecamatan; f. Pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh Camat baik didalam maupun diluar organisasi.f. Kepala Seksi Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Seksi Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Camat melalui Sekertaris Kecamatan. Seksi Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas membantu Camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan evaluasi dan pelaporan urusan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
  61. 61. Untuk menyelenggarakan tugas-tugasnya, Kepala Seksi Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat menjalankan fungsi-fungsi : a. Pengumpulan bahan dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas seksi pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat; b. Penyusunan rencana dan program kegiatan operasional penyelenggaraan seksi pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat; c. Pengumpulan dan pemeliharaan pemeliharaan data potensi wilayah kecamatan; d. Penyusunan pedoman pembinaan pemberdayaan usaha ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga; e. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi; f. Pembuatan laporan secara berkala tentang penyelenggaraan tugaas seksi pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat; g. Pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh Camat baik didalam maupun diluar organisasi.g. Kepala Seksi Pembinaan Kemasyarakatan dan Ketertiban Umum Seksi Pembinaan Kemasyarakatan dan Ketertiban Umum dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Camat melalui Sekertaris Kecamatan.
  62. 62. Seksi pembinaan kemasyrakatan dan ketertiban Umum mempunyai tugas membantu Camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan, evaluasi dan pelaporan urusan Kemasyarakatan dan Keterangan Umum. Untuk melaksanakan tugas-tugasnya, Kepala Seksi Pembinaan Kemasyarakatan dan Ketertiban Umum melaksanakan fungsi : a. Pengumpulan bahan dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas seksi pembinaan kemasyarakatan dan ketertiban umum; b. Penyusunan rencana dan program kegiatan operasional penyelenggaraan pembinaan kemasyarkatan dan ketertiban umum; c. Penyusunan pedoman pembinaan masyarakat, pemberdayaan kesejahteraan keluarga, Keamanan dan Ketertiban Umum di lingkup kecamatan; d. Pelaksanaan evaluasi dan monitoring; e. Pembuatan laporan secara berkala tentang penyelenggaraan tugas Seksi Pembinaan Kemasyarakatan dan Ketertiban Umum; f. Pelaksanaan tugas dinas lain yang diberikan oleh Camat baik didalam maupun diluar organisasi.h. Kelompok Jabatan Fungsional 1. Kelompok jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kecamatan sesuai dengan keahliannya.
  63. 63. 2. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga Fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan. 3. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana tersebut pada dipimpin oleh tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Walikota. 4. Jumlah tenaga fungsional sebagaimana tersebut ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 5. Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud, diatur berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan.C. Pelaksanaan Program Kerja Kecamatan Poasia 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Pelayanan administrasi perkantoran merupakan salah satu bagian penting dalam upaya untuk memaksimalkan berjalannya pemerintahan kecamatan secara efektif, karena hal ini bisa menjadi salah satu tolak ukur tercapainya efisiensi dan efektifitas kerja aparatur kecamatan. Adapun yang menjadi bagian dari program pelayanan administrasi perkantoran adalah sebagai berikut : a. Penyediaan jasa surat menyurat b. Penyediaan jasa komunikasi, sumberdaya air, dan listrik c. Penyediaan jasa administrasi keuangan d. Penyediaan jasa kebersihan kantor e. Penyediaan alat tulis kantor f. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
  64. 64. g. Penyediaan jasa makanan dan minuman h. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Keberadaan program pelayanan administrasi perkantoran ini dinilaipenting karena akan berdampak pada semangat kerja yang timbul dariaparatur kecamatan, karena berkaitan langsung dengan penunjangterlaksananya kerja aparatur. Hal ini sesuai dengan apa yangdikemukakan oleh Camat Poasia, Drs. Hajar Aswad (Wawancara, 4 Juni2012) yang menjelaskan bahwa : “.....Pada dasarnya seluruh aparatur kecamatan membutuhkansarana dan prasarana penunjang kerja mereka, baik berupa saranaprasarana secara fisik ataupun berupa pelayanan administrasiperkantoran. Hanya saja dalam berjalannya, hal ini (pelayananadministrasi perkantoran,pen) belum begitu maksimal. Diantaranyaadalah penyediaan jasa administrasi keuangan yang memang dikarenakankurangnya dana khusus untuk menunjang kegiatan kecamatan berupadana taktis dari pemerintah kota. Namun kekhawatiran ini lambat launsudah dapat diminimalisir dengan dana kas kecamatan ataupun danapribadi camat.” Hasil wawancara ini menunjukkan bahwa Kecamatan Poasia dalamupayanya untuk melaksanakan program pelayanan administrasiperkantoran belum begitu maksimal. Hal ini dikarenakan aparaturKecamatan Poasia masih terkendala dengan penyediaan jasa administrasikeuangan yang dapat menunjang terlaksananya agenda-agenda ataupunprogram kecamatan lainnya, khususnya yang berkaitan dengan pelayanankepada masyarakat. Sementara itu, tanggapan responden mengenai upaya pelaksanaanprogram pelayanan administrasi perkantoran adalah dapat dilihat padatabel berikut :
  65. 65. Tabel 4. Tanggapan responden mengenai pelaksanaan program pelayanan administrasi perkantoran No Tanggapan Responden Jumlah Tanggapan (%) Responden 1. Sangat Baik 20 60,60 2. Cukup Baik 10 30,30 3. Kurang Baik 3 9,01 Jumlah 33 100 Sumber : Kuesioner, diolah 2012 Berdasarkan hasil angket diatas, 20 orang dari total 33 respondenmenyatakan bahwa pelaksanaan program pelayanan administrasiperkantoran sudah baik. Hal ini dapat diketahui dari angket campuranyang diberikan peneliti kepada responden, dimana salah seorangresponden yang mengemukakan pelaksanaan program pelayananadministrasi menyatakan bahwa alasannya memilih baik adalah karenaselama bekerja di Kantor Camat Poasia, kebutuhan responden ini sudahmerasa terpenuhi dalam hal sarana dan prasarana administrasi kantor.Sementara, 10 orang menyatakan cukup dan 3 orang menyatakan kurangdengan alasan masing-masing. Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa aparaturKecamatan Poasia sudah melaksanakan program pelayanan administrasiperkantoran dengan baik. Dengan berjalannya program pelayananadministrasi perkantoran dengan baik, maka hal ini dapat menunjangkeberlangsungan aktivitas kerja aparatur kecamatan dengan efektif danefisien.
  66. 66. 2. Program Peningkatan Disiplin Aparatur Demi keberlangsungan pemerintahan Kecamatan Poasia secara efektif dan efisien, maka perlu ada instrument khusus untuk meningkatkan kemampuan disiplin aparatur kecamatan. Program peningkatan disiplin aparatur yang dimaksudkan dalam program kerja ini adalah hal-hal penting yang dapat meningkatkan rasa disiplin aparatur kecamatan. Hal-hal penting tersebut berupa : a. Pengefektifan apel pagi b. Pengefektifan system reward and punishment c. Pengefektifan sidak kelurahan d. Pengadaan pakaian dinas dan perlengkapannya Berdasarkan hasil pengamatan langsung di lokasi penelitian, upaya ini telah dilakukan oleh Camat Poasia untuk menerapkan disiplin terhadap aparatur kecamatan termasuk jajaran dibawahnya semisal kelurahan. Hal ini terlihat dengan intensnya apel pagi yang dilakukan untuk mengevaluasi kinerja dari seluruh aparatur kecamatan. Dan di apel pagi tersebut terkadang dilakukan pemberian reward (hadiah) bagi aparatur kecamatan yang disiplin dan berprestasi, sementara itu punishment (hukuman) bagi aparatur kecamatan yang tidak disiplin dan tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Hal ini tergambar dari wawancara yang dilakukan dengan Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian, Musi, S.Si (Wawancara, 7 Juni yang mengemukakan bahwa :
  67. 67. “......Camat Poasia memang telah maksimal menerapkan programdisiplin aparatur. Karena setiap aparatur Kecamatan Poasia, baik diinternal kecamatan itu sendiri ataupun kelurahan-kelurahan yang ada dilingkup Kecamatan Poasia selalu dipantau dan diawasi keberjalanantugas-tugas masing-masing aparatur. Terlihat dengan rutinnyapelaksanaan apel pagi di Kantor Camat Poasia untuk mengevaluasikinerja aparat kecamatan, dan terkadang kami mendampingi CamatPoasia untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) kepada kelurahan-kelurahan untuk melihat keberlangsungan pelaksanaan program mereka.” Hal ini bisa diukur dari tanggapan responden mengenaipelaksanaan program disiplin aparatur yang dilakukan Camat Poasia,Drs. Hajar Aswad seperti yang tergambar pada tabel berikut : Tabel 5. Tanggapan responden mengenai upaya pelaksanaan program peningkatan disiplin aparatur yang dilakukan Camat Poasia No Tanggapan Responden Jumlah Tanggapan (%) Responden 1. Sangat Baik 32 96,97 2. Cukup Baik 1 3,03 3. Kurang Baik - - Jumlah 33 100 Sumber : Kuesioner, diolah 2012 Berdasarkan data responden diatas, menunjukkan bahwa 32 orangatau sebanyak 96,97 % dari jumlah 33 orang responden menyatakanpelaksanaan program peningkatan disiplin aparatur yang dilakukanCamat Poasia sudah baik, sementara 1 orang atau 3,03 % dari totalresponden menyatakan cukup. Dari data kuesioner tersebut, respondenyang menyatakan upaya pelaksanaan program peningkatan disiplinaparatur yang dilakukan Camat Poasia sudah baik, mengemukakan
  68. 68. alasannya bahwa dengan adanya apel pagi rutin yang diwajibkan Camat Poasia kepada pegawainya dapat memberikan dampak peningkatan disiplin pegawai. Karena dalam apel pagi itu ada arahan dan juga evaluasi kinerja pegawai. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya yang dilakukan untuk menerapkan program disiplin aparatur sudah baik. Dan hal ini perlu ditingkatkan agar tingkat disiplin aparat di Kecamatan Poasia semakin tinggi.3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Agar adanya kejelasan dan transparansi dalam hal capaian kerja aparat dan pengelolaan anggaran di Kecamatan Poasia, maka perlu ada program peningkatan pengembangan system pelaporan capaian kinerja dan keuangan. Adapun item-item yang akan dimaksimalkan dalam program ini adalah : a. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar capaian realisasi kinerja SKPD b. Penyusunan laporan keuangan semesteran c. Penyusunan laporan keuangan akhir tahun Dari program tersebut, pelaksanaannya juga sudah dilakukan secara maksimal oleh aparatur Kecamatan Poasia atau yang dalam hal ini adalah menjadi tanggungjawab dari Kepala Subbagian Perancanaan dan Pelaporan Keuangan. Hal ini terlihat dari hasil wawancara yang

×