• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Uji SNI sabun mandi
 

Uji SNI sabun mandi

on

  • 1,338 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,338
Views on SlideShare
1,338
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
26
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Uji SNI sabun mandi Uji SNI sabun mandi Presentation Transcript

    • UJI SNI SABUN MANDI[SNI 06-3532-1994]Jhon Almer Pasaribu
    • A. Pendahuluan• Ruang lingkupStandar ini meliputi definisi, syarat mutu, carapengambilan contoh, cara uji, cara pengemasandan syarat penandaan sabun mandi.• DefinisiSabun mandi adalah senyawa natrium ataukalium dengan asam lemak dari minyak nabatidan atau lemak hewani berbentuk padat, lunakatau cair, berbusa digunakan sebagai pembersih,dengan menambahkan zat pewangi, dan bahanlainnya yang tidak membahayakan kesehatan.
    • • Syarat mutuSyarat mutu sabun mandi dapat dilihat padatabel di bawah ini.
    •  Cara ujii. Persiapan contoh ujiContoh sabun yang akan diuji dipotong-potong halus secepat mungkin dan segeramasukkan ke dalam botol bertutup asah dancampur serba sama dan segera digunakanuntuk pengujian untuk menghindarikemungkinan menguapnya air.B. Pembahasan
    • ii. Kadar aira) PrinsipPengukuran kekurangan berat setelahpengeringan pada suhu 105° C. 5.2.2 Peralatana) Botol timbang tutup asahb) Lemari pengeringb) Prosedura) Timbang dengan teliti lebih kurang 4 g contohyang telah disiapkan, dengan menggunakan botoltimbang yang telah diketahui berat tetapnya.b) Panaskan dalam lemari pengering pada suhu105°C selama 2 jam sampai berat tetap
    • c) PerhitunganKeterangan :• W1 = berat contoh + botol timbang, gram• W2 = berat contoh setelah pengeringan, gram• W = berat contoh, gram
    • iii. Jumlah asam lemaka) Prinsipa) Jumlah asam lemak adalah keseluruhan asam lemakbaik asam lemak yang terikat dengan natrium maupunasam lemak bebas ditambah lemak netral (trigliseridanetral/lemak yang tidak tersabunkan/unsafonified fat).b) Pemisahan asam lemak dari ikatan sabun natriumdengan penambahan asam kuat, kemudianmengekstraknya dengan mikrowaks sehingga terbentukcake yang berisi campuran parafin + asam lemak bebas +lemak netral + asam lemak bebas eks sabun + mineral oilyang mungkin ada.c) Untuk sabun yang mengandung banyak zat organikseperti silikat dan titandioksida dipergunakan caraekstraksi dengan dietil eter/petroleum eter.
    • b) Pereaksia) Asam sulfat 20%b) Jingga metil 0,05 %c) Mikro parafin/Bees waxd) Petroleum eter/dietil eterc) Peralatana) Timbangan analitikb) Gelas pialac) Penangas aird) Pengaduk gelase) Lemari pengeringf) Corong pemisahg) Botol timbang.
    • d) Prosedur Cara wax cakea) Timbang dengan teliti 10 g contoh yang telahdisiapkan dalam gelas piala 250 ml.b) Tambah air 100 ml, panaskan pada penangasuapc) Teteskan penunjuk jingga metil, kemudiantambahkan H2SO4 20% secukupnya sampaiwarna merah.d) Aduk dengan batang gelas agar homogen,tutup dengan kaca arloji, kemudian panaskanterus sampai terbentuk dua lapisan jernihe) Masukkan ke dalamnya, 10 g mikro parafinyang ditimbang dengan teliti.
    • f) Panaskan beberapa jam sampai seluruhcampuran menjadi jernih kembali.g) Dinginkan cepat di dalam bak air, sedang gelaspengaduk biarkan tetap di dalam gelas piala.h) Setelah campuran parafin dan asamlemak/lemak menjadi padat, keluarkan dari gelaspiala dengan bantuan mengaduk tadi.i) Wax cake ditimbang di atas gelas arloji yangsudah diketahui beratnya.j) Perhitungan :k) Bila ternyata sabun mengandung banyak silikat dantitan dioksida atau mengandung banyak mineral, angkapersentase di atas perlu dikoreksi.
    • Catatan : Bila banyak silikat dan titan dioksida perlu diperiksakembali menggunakan cara ekstraksi dengan dietileter/petroleum eter atau biasanya menurut pengalamancukup ditambah dengan 0,35% (Asam lemak jumlah = angka %menurut perhitungan + 0,35%). Cara ekstraksi dengan pelaruta) Timbang dengan teliti kurang lebih 10 g contoh,masukkanke dalam gelas piala, larutkan dalam 50 ml air.b) Tambahkan beberapa tetes jingga metil.c) Tambahkan H2SO4 20 % berlebihan hingga semua asamlemak terbebaskan dari natrium, yang ditunjukkan olehtimbulnya warna merah.d) Masukkan dalam corong pemisah Endapan silikat danlainnya jangan dimasukkan ke dalam corong pemisah.
    • e) Endap tuangkan dengan heksana/dietil eter/eterminyak tanah (jenis 40° - 60°C dan larutan airdikeluarkan dan larutan heksana/dietil/ eter minyaktanah dituangkan ke dalam gelas pialaf) Pengujian ini diulangi sampai pelarut berjumlahkurang lebih 100 mlg) Pelarut dikocok dan dicuci dengan air sampai tidakbereaksi asam (lihat dengan kertas kongo). Tiap-tiappengocokkan dipakai 10 ml airh) Pelarut kemudian dikeringkan dengan natrum sulfatkering, saring dan masukkan ke dalam labu lemak yangtelah ditimbang terlebih dahulu beserta batu didih (WI).i) Pelarut disuling dan tabu dikeringkan pada suhu 102° -105° C sampai bobot tetap (W2)j) Perhitungan :
    • iv. Asam lemak bebas/alkali bebasa) PrinsipAsam lemak bebas adalah asam lemak yang beradadalam contoh sabun, tetapi yang tidak terikatsebagai senyawa natrium ataupun senyawatrigliserida (lemak netral). Adanya asam lemakbebas diperiksa, bila pada pemeriksaan alkali bebasternyata setelah pendidihan dalam alkohol netraltidak terjadi warna merah dari penunjukphenolphtalein. Asam lemak bebas yang melarutdalam alkohol netral dititar dengan KOH alkoholis.Catatan : Tambahan bobot ini bisa berasal dari asam lemakbebas, asam lemak eks sabun, lemak nitrat dan bahan yang takdapat disabunkan (minyak nitrat).
    • b) Pereaksia) Alkohol netralb) HC10, 0,1 N dalam alkoholc) KOH 0,1 N dalam alkohol.c) Peralatana) Erlenmeyer 250 mlb) Penangas airc) Pendingin tegakd) Mikroburet
    • d) Prosedura) Siapkan alkohol netral dengan mendidihkan 100 mlalkohol dalam labu Erlenmeyer 250 ml, tambahkan 0,5ml penunjuk phenolphtalein dan dinginkan sampai suhu70° C kemudian netralkan dengan KOH 0,1 N dalamalkohol.b) Timbang dengan teliti lebih kurang 5 g contoh danmasukkan ke dalam alkohol netral di atas, tambahkanbatu didih, pasang pendingin tegak dan panasi agarcepat larut di atas penangas air, didihkan selama 30menit. Apabila larutan tidak bersifat alkalis (tidakberwarna merah), dinginkan sampai suhu 70°C dan titandengan larutan KOH 0,1 N dalam alkohol, sampai timbulwarna merah yangtahan sampai 15 detik.
    • • Perhitungan :Keterangan :• V = KOH 0,1 N yang dipergunakan, ml• N = normalitas KOH yang dipergunakan• W = Berat contoh, gram• 205 = berat setara asam lauratBila contoh sabun mengandung banyak bagian yang tidaklarut, agar tidak mengganggu, saring dahulu sebelum titrasidilakukan.c) Apabila larutan tersebut di atas ternyata bersifat basa(penunjuk phenolphtalein berwarna merah) maka yangdiperiksa bukan asam lemak bebas tetapi alkali bebasdengan menitarnya menggunakan HCl 0,1 N dalam alkoholdari mikro buret, sampai warna merah tepat hilang.
    • • Perhitungan :KeteranganV = ml HCl yang dipergunakanN = normalitas HC1 yang dipergunakan 40 = berat setara NaOhd) Larutan bekas pemeriksaan asam lemak bebas/alkali bebasdapat dipergunakan untukpemeriksaan lemak yang tidak tersabunkan/lemaknetral/trigliserida netral.
    • v. Lemak yang tidak tersabunkan (cara titrasi)a) Prinsipa) Lemak yang tidak tersabunkan adalah lemaknetral/trigliserida netral yang tidak bereaksi selamaproses penyabunan atau yang sengaja ditambahkanuntuk mendapatkan basil sabun superfat.b) Lemak yang tidak tersabunkan yang masih ada padabasil bekas pemeriksaan asam lemak bebas/alkalibebas pada 5.4., disabunkan dengan KOH alkoholisberlebihan. Sisa KOH dititar kembali dengan HClalkoholis. Hasil penitaran blangko KOH sebanyak yangdipergunakan dikurangi dengan basil penitaran kembalisisa KOH setelah penyabunan, rnerupakan jumlah KOHyang bereaksi dengan lemak yang tidak tersabunkandalam contoh uji yang diperiksa.
    • b) Pereaksi• a) KOH 0,5 N alkoholis• b) HC1 0,5 N alkoholis 5.5.3 Peralatan• a) Erlenmeyer 250 ml• b) Pendingin tegak• c) Penangas air• d) Buret 50 ml• e) Pipet 5 mlc) Prosedur• a) Larutan bekas pemeriksaan asam lemak bebasalkali ditambah 5 ml KOH 0,5 N alkoholis(berlebihan).
    • • b) Pasang pendingan tegak dan didihkan di ataspenangas air selama satu jam.• c) Dinginkan sampai suhu 70°C dan titar dengan HCI 0,5N alkoholis sampai warna merah• penunjuk phenolphtalein tepat hilang (V, ml)• d) Kerja penitaran blangko KOH 0,5 N alkoholissebanyak yang dipergunakan (V2 ml).d) Perhitungan• Keterangan :• N = normalitas HC1 yang dipergunakan• W = berat contoh, gram• 561 = berat setara KOH• 258 = bilangan penyabunan rata-rata minyak kelapa
    • vi. Minyak minerala) PrinsipMinyak mineral tidak mungkin dapat disabunkanseperti halnya asam lemak bebas dan lemaknetral, sehingga meskipun sudah disabunkandengan KOH berlebihan akan tetap sebagaiminyak dan pada penambahan air akan terjadiemulsi antara air dan minyak yang ditandaiadanya kekeruhan.b) Perekasi• a) HC1 10 %• b) KOH 0,5 N dalam alkohol• c) Air
    • c) Peralatan• a) Gelas piala• b) Corong pemisah• c) Tabung reaksi• d) Penangas air• e) Pipet• f) Pendingan tegak• g) Erlenmeyer• h) Buretd) Prosedur• a) Kurang lebih 5 g contoh dimasukkan ke dalam gelas piala,tambah air dan panaskan agar larut.• b) Tambahkan HCI 10 % berlebihan sehingga penunjukjingga metil berwarna merah dan seluruh asam lemak,lemak netral dan bagian yang tidak mungkin dapatdisabunkanakan memisah di lapisan atas.
    • • c) Masukkan ke dalam corong pemisah danlapisan air dikeluarkan.• d) Pipet 0,3 ml lapisan lemak, tambah berlebihan5 ml KOH 0,5 N dalam alkohol, panasi sampaireaksi penyabunan sempurna menggunakanErlenmeyer yang dilengkapi pendingin tegak dandidihkan selama dua menit di atas penangas air.• e) Titar dengan air tetes demi tetes.• f) Jika terjadi kekeruhan berarti minyak mineralpositif adanya. Jika larutan tetap jernih• berarti adanya minyak mineral tidak ternyata, dandinyatakan negatif (kurang dari 0,05%).
    •  Cara pengemasan• Sabun mandi dikemas dalam wadah yangtertutup rapat, tidak bereaksi dengan isi, amanselama transportasi dan penyimpanan. Syarat penandaan• Pada kemasan hams dicantumkan, nama produk,berat bersih, kode produksi, nama dan alamatprodusen, serta peraturan-peraturan lain yangberlaku.
    • • Sumber :o Badan Standardisasi Nasionalwww.bsn.or.id / www.bsn.go.id
    • Sekian dan terima kasihHoras...!!!!