Perilaku menyimpang dan pengendalian sosial (2)

16,822 views
16,515 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
12 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
16,822
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
747
Comments
0
Likes
12
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perilaku menyimpang dan pengendalian sosial (2)

  1. 1. BY : Mutia Safitri
  2. 2. Definisi perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dari sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang tersebut. Sistem nilai dan sistem norma yang berkembang pada suatu masyarakat tentu tidak selalu sama dengan sistem nilai dan sistem norma yang berkembang pada masyarakat lainnya. Di negara Belanda, misalnya, seks bebas (samen laven) dianggap sebagai suatu perbuatan yangwajar dan baik-baik saja. Sebaliknya, perilaku seksual di luar nikah merupakan perbuatanzina yang melanggar sistem nilai dan sistem norma yang berlaku di Indonesia. Dalam kehidupan nyata kita dapat menyaksikan betapa seringnya terjadi kejadian-kejadian yang merugikan sebagai akibat dari perilaku menyimpang yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang
  3. 3. Perilaku menyimpang menurut beberapa ahli : Soerjono Soekanto adalah penyimpangan thd kaidah dan nilai2 dari masyarakat James W Van der Zaden perilaku yg oleh sejumlah besar orang dianggap sbg hal yang tercela dan diluar batas toleransi Menurut Robert M.Z Lawang Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu. Paul B. Horton Mengutarakan bahwa penyimpangan adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat.
  4. 4. Secara garis besar perilaku menyimpang dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu: (1) penyimpangan individual (individual deviation), dan (2) penyimpangan kelompok (group deviation).1. Penyimpangan Individual (Individual Deviation) Penyimpangan individual merupakan suatu penyimpangan yang bersifat individual, yakni dilakukan secara perorangan. Penyimpangan individual terjadi mana kala seseorang tidak lagi menerima sistem nilai dan sistem norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat di mana seseorang tersebut berada. Banyak sekali perilaku menyimpang yang dilakukan secara individual, contoh: pelecehan seksual, penipuan, penodongan, dan lain-lain.
  5. 5. 2. Penyimpangan Kelompok (Group Deviation)  Berbeda dengan penyimpangan individual, penyimpangan kelompok merupakan suatu  penyimpangan yang dilakukan oleh sekelompok orang di dalam kehidupan sehari-hari kita  sering mendengar berita tentang perilaku menyimpang yang dilakukan oleh sekelompok orang, seperti: penggarongan, penjarahan, penyelundupan dan pengedaran narkoba, pembajakan, pencopetan, penipuan, dan lain sebagainya. Dewasa ini banyak tindakan kejahatan yang dilakukan secara terorganisasi oleh sekelompok orang.  Pada dasarnya penyimpangan merupakan masalah mental yang harus secepatnya ditangani dengan melakukan pendidikan mental dan kepribadian.  Agar memeperoleh hasil yang maksimal, perlu saling kerja sama antara keluarga, sekolah,dan masyarakat.
  6. 6. Penyimpangan sosial PrimerBersifat sementaraDapat diterima masyarakatTidak dilakukan terus-menerusPenyimpangan sosial SekunderDilakukan terus menerusTidak diterima masyarakat
  7. 7.  Penyalahgunaan Narkoba Pelacuran Penyipangan seksual (Homo, Lesbian, Biseksual Pedofil, Sodomi, zina, seks bebas, transeksual) Tindak kriminal/kejahatan (perampokan, pencurian, pembunuhan, pengrusa kan, pemerkosaan, dan lain sebagainya) Gaya hidup (wanita berpakaian minimalis di tempat umum, pria beranting, suka berbohong, dsb.
  8. 8.  Penyimpang Positif Penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap sisterm sosial karena mengandung unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya alternatif. penyimpangan ini biasanya dapat diterima oleh masyarakat karena sesuai denan perkembangan zaman serta membawa manfaat bagi perkembangan masyarakat. contoh: seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah penghasilan keluarga wanita karier, gaya hidup modern, wanita karier, dll. Penyimpangan Negatif Penyimpangan prilaku yang mengarah ke nilai sosial yang dpandang rendah dan berakibat buruk serta menggangggu sisgerm sosial masyarakat karena telah menyimpang dari norma-norma sosial. contoh: pembunuahan, narkoba, kekerasan pemerkosaan, pelacuran.
  9. 9.  Terhadap Individual : Akibat tidak diterima/ditolak perilaku individu yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat maka berdampak secara individual, antara lain:  Labeling Deviant (celaan, sikap, peneriamaan masyarakat)  Rasa bersalah  Terkucil (dilikungan sosial dan jerat hukum (Penjara)  Terganggunya perkembangan jiwa (Tekanan Psikologis) Terhadap Kelompok Pudarnya nilai dan norma Kriminalitas (tingkat kejahatan meningkat) Terganggunya keseimbangan sosial (pemeberontakan, mafia narkoba, gelandangan, pemabuk, korupsi,dsb.
  10. 10. UPAYA MENGATASI PENYIMPANGAN SOSIAL Memperkuat nilai agama penanaman nilai dan norma yang kuat ketegasan dan konsistensi terhadap pelaksanaan peraturan berkepribadian kuat dan teguh ketegasan dan konsistensi terhadap pelaksanaan peraturan berkepribadian kuat dan teguh CARA BERSIKAP DALAM MENGHADAPI PENYIMPANGAN SOSIAL Tidak mudah terpengaruh Berfikir positif Sabar menghadapi masalah Aktif dalam berbagai kegiatan yang positif
  11. 11.  Perilaku yang tidak sesuai degan norma masyarakat, seterti bergantungan di pintu kereta, tawuran, me rokok disebut sebagai perilaku menyimpang
  12. 12. Pengertian Pengendalian sosial adalah upaya untuk mewujudkan kondisi seimbang di dalam masyarakat. Tujuan pengendalian sosial adalah mencapai keserasian antara stabilitas dan perubahan di dalam masyarakat. Lahirnya pengendalian social (control social) disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan diantara anggota masyarakat. Meskipun demikian, masyarakat tetap menginginkan suatau kehidupan yang tertib, aman, teratur dan tentram.
  13. 13.  agar anggota masyarakat menaati norma- norma dan nilai-nilai yang berlaku Untuk mencegah agar kecenderungan warga masyarakat yang ingin dan telah melagggar aturan tidak terus berkembang lebih parah supaya kehidupan masyarakat berlangsung menurut pola-pola dan kaidah-kaidah yang telah disepakati bersama
  14. 14. Berdasarkan waktu pelaksanaan dibagi menjadibeberapa jenis Pengendalian social yang bersifat preventif (pencegahan ) Pengendalian social yang bersifat represif (memperbaiki ) Gabungan antara Preventive dan Represif Pengendalian Bersifat Resmi ( Formal )
  15. 15. Bentuk control social atau cara-cara pemaksaankonformitas relative beragam. Carapengendalian masyarakat dapat dijalankandengan cara persuasive atau dengan carakoersif. Cara persuasife terjadi apabilapengendalian social ditekankan pada usahauntuk membimbing, sedangkan secara koersiftekanan diletakkan pada kekerasan atauancaman dengan mempergunakan ataumengandalkan kekuatan fisik.
  16. 16. Adapun yang dimaksud dengan sanksididalam pembicaraan-pembicaraan disini ialahsesuatu bentuk penderitaan yang secara sengajadibebankan oleh masyarakat kepada seseorangwarga masyarakat yang terbukti melanggar danmenyimpang terhadap norma tersebut.Ada tiga jenis sanksi yang digunakan didalam usaha-usahapelaksanaan control social ini, yaitu: Sanksi yang bersifat fisik Sanksi yang bersifat psikologik Sanksi yang bersifat ekonomik.
  17. 17.  Melalui institusi dan non-institusi Lisan, simbolik dan kekerasan Imbalan dan hukuman Formal dan informal Sosialisasi Tekanan sosial
  18. 18. Polisi adalah lembagaformal yang bertugasmelaksanakanpengendalian sosialdalam masyarakat
  19. 19.  Polisi Pengadilan Adat Tokoh masyarakat Pengadilan akan memberikan sanksi yang tegas bagi siapa pun yang terbukti bersalah

×