KURIKULUM 2004  STANDAR KOMPETENSI        Mata PelajaranPENDIDIKAN AGAMA KATOLIK  SEKOLAH MENENGAH PERTAMA  DEPARTEMEN PEN...
Katalog dalam TerbitanIndonesia. Pusat Kurikulum, Badan Penelitiandan PengembanganDepartemen Pendidikan Nasional         S...
KATA PENGANTARKehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia mengalamiperkembangan dan perubahan secara ter...
DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ...................................................................................              ...
1             PENDAHULUANDalam dunia pendidikan agama Katolik di sekolah, sebenarnya sejak Kurikulum1984, sudah terjadi pe...
Pendidikan Agama Katolikstandar hasil belajar siswa, dan dapat dibayangkan proses pelaksanaanpembelajaran yang berkesinamb...
Pendahuluan   Bangsa Indonesia telah berpolitik, berekonomi, melaksanakan hukum   dan sebagainya tanpa etika, tanpa moral....
Pendidikan Agama Katolik     pada siswa untuk memperteguh iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan     Yang Maha Esa sesuai denga...
Pendahuluan      Fungsi PAK pada dasarnya adalah membantu siswa untuk mampu      mengenal, menyadari dan menghayati hidupn...
Pendidikan Agama Katolik           mengkomunikasikan gagasan dan informasi serta untuk berinteraksi           dengan orang...
Pendahuluan      sarana-sarana dalam Gereja dan mewujudkan hidup bergereja secara      aktif.   4. Memahami hidup beriman ...
Pendidikan Agama Katolik        dengan tahap perkembangan siswa. Perwujudan kompetensi dasar        ini ditunjukkan dengan...
Pendahuluan   perencanaan per satuan bahan ajar. Perencanaan per satuan waktu   terdiri dari program tahunan dan program s...
2           KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR, DAN                 MATERI POKOKKELAS                  : VIIStandar Kompetensi : ...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR              INDIKATOR                  MATERI POKOK  1.2 M...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR              INDIKATOR             MATERI POKOK                             ...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR                 INDIKATOR                 MATERI POKOK3. Me...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR             INDIKATOR               MATERI POKOK                            ...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR                INDIKATOR                  MATERI POKOK     ...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR            INDIKATOR             MATERI POKOK                             me...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokPRIBADI SISWA DAN LINGKUNGANNYA KOMPETENSI DASAR                INDIKATOR    ...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR              INDIKATOR            MATERI POKOK         dan perannya        •...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokYESUS KRISTUS DAN KABAR BAIKNYA KOMPETENSI DASAR                 INDIKATOR   ...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR           INDIKATOR              MATERI POKOK                           • Me...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokKOMPETENSI DASAR              INDIKATOR                  MATERI POKOK7.4 Menj...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR            INDIKATOR            MATERI POKOK8. Memahami perjuangan   Yesus u...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokKOMPETENSI DASAR             INDIKATOR                  MATERI POKOK         ...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR           INDIKATOR            MATERI POKOK                           • Meng...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokKELAS                  : VIIIStandar Kompetensi : Memahami pribadi Yesus Kris...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR             INDIKATOR              MATERI POKOK                            •...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokKOMPETENSI DASAR            INDIKATOR                 MATERI POKOK2.1 Memaham...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR             INDIKATOR             MATERI POKOK3. Memahami peristiwa   panggi...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokKOMPETENSI DASAR            INDIKATOR                  MATERI POKOK3.3 Memaha...
Pendidikan Agama KatolikARTI DAN MAKNA GEREJA     KOMPETENSI DASAR             INDIKATOR            MATERI POKOK4. Memaham...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR                 INDIKATOR                   MATERI POKOK   ...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR           INDIKATOR             MATERI POKOK     5.3 Menjelaskan       • Men...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR              INDIKATOR                  MATERI POKOK       ...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR              INDIKATOR               MATERI POKOK                           ...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR                  INDIKATOR                  MATERI POKOK   ...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR            INDIKATOR            MATERI POKOK                           • Men...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR                INDIKATOR                  MATERI POKOK     ...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR            INDIKATOR            MATERI POKOK                             kar...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokKELAS                  : IXStandar Kompetensi : Memahami dan melaksanakan nil...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR             INDIKATOR                MATERI POKOK                           ...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR              INDIKATOR                  MATERI POKOK       ...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR           INDIKATOR             MATERI POKOK         dalam hidup         dal...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR                 INDIKATOR                   MATERI POKOK   ...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR              INDIKATOR               MATERI POKOK     ikut bertanggung jawab...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR                  INDIKATOR                  MATERI POKOK   ...
Pendidikan Agama Katolik     KOMPETENSI DASAR           INDIKATOR            MATERI POKOK     4.1 Memahami arti dan • Meny...
Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR              INDIKATOR                   MATERI POKOK  4.3 ...
Kbk smp b. pendidikan agama katolik
Kbk smp b. pendidikan agama katolik
Kbk smp b. pendidikan agama katolik
Kbk smp b. pendidikan agama katolik
Kbk smp b. pendidikan agama katolik
Kbk smp b. pendidikan agama katolik
Kbk smp b. pendidikan agama katolik
Kbk smp b. pendidikan agama katolik
Kbk smp b. pendidikan agama katolik
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kbk smp b. pendidikan agama katolik

1,413

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,413
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Kbk smp b. pendidikan agama katolik"

  1. 1. KURIKULUM 2004 STANDAR KOMPETENSI Mata PelajaranPENDIDIKAN AGAMA KATOLIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Jakarta, Tahun 2003
  2. 2. Katalog dalam TerbitanIndonesia. Pusat Kurikulum, Badan Penelitiandan PengembanganDepartemen Pendidikan Nasional Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik SMP, - Jakarta:Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas: 2003iv, 60 hal. ISBN 979-725-151-92
  3. 3. KATA PENGANTARKehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia mengalamiperkembangan dan perubahan secara terus menerus sebagai akumulasirespon terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi selama ini sertapengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologiserta seni dan budaya. Hal ini menuntut perlunya perbaikan sistempendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum.Penyempurnaan kurikulum yang telah dilakukan mengacu pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PeraturanPemerintah yang terkait yang mengamanatkan tentang adanya standar nasionalpendidikan yang berkenaan dengan standar isi, proses, dan kompetensi lulusanserta penetapan kerangka dasar dan standar kurikulum oleh pemerintah.Upaya penyempurnaan kurikulum ini guna mewujudkan peningkatan mutudan relevansi pendidikan yang harus dilakukan secara menyeluruh mencakuppengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya, yakni aspek-aspek moral,akhlak, budi pekerti, pengetahuan, keterampilan, kesehatan, seni dan budaya.Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan danpengembangan kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapaiankompetensi peserta didik untuk bertahan hidup serta menyesuaikan diri danberhasil dalam kehidupan. Kurikulum ini dikembangkan lebih lanjut sesuaidengan kebutuhan dan keadaan daerah dan sekolah.Dokumen kurikulum 2004 terdiri atas Kerangka Dasar Kurikulum 2004, StandarBahan Kajian dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran yang disusun untukmasing-masing mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan.Dokumen ini adalah Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan AgamaKatolik untuk satuan pendidikan SMP.Dengan diterbitkan dokumen ini maka diharapkan daerah dan sekolah dapatmenggunakannya sebagai acuan dalam pengembangan perencanaanpembelajaran di sekolah masing-masing. Jakarta, Oktober 2003 Direktur Jendral Kepala Badan PenelitianPendidikan Dasar dan Menengah dan Pengembangan Dr. Ir. Indra Jati Sidi Dr. Boediono NIP. 130672115 NIP. 130344755 3
  4. 4. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ................................................................................... 3DAFTAR ISI ................................................................................................. 4I. PENDAHULUAN ................................................................................. 5 A. Rasional ......................................................................................... 6 B. Pengertian Pendidikan Agama Katolik (PAK) ............................ 7 C. Tujuan dan Fungsi ............................................................................. 8 D. Ruang Lingkup ............................................................................. 9 E Standar Kompetensi Lintas Kurikulum ...................................... 9 F Standar Kompetensi Bahan Kajian ........................................ . 10 G. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik SMP .......................................................................... 11 H. Rambu-rambu ............................................................................... 11II. KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR, DAN MATERI POKOK ...... 14 Kelas VII ................................................................................................... 14 Kelas VIII .................................................................................................. 29 Kelas IX ..................................................................................................... 434
  5. 5. 1 PENDAHULUANDalam dunia pendidikan agama Katolik di sekolah, sebenarnya sejak Kurikulum1984, sudah terjadi pergeseran oritentasi, yaitu dari orientasi pada materi kepadaorientasi pada siswa, tepatnya orientasi pada situasi dan kemampuan siswa.Sejak saat itu sudah diyakini bahwa keberhasilan dalam hidup dan beragamatidak terletak terutama pada apa yang diketahui, tetapi lebih pada kemampuanuntuk mengolah pengetahuan itu (termasuk pengetahuan iman) supaya hiduplebih berhasil dan beriman. Kemampuan atau kompetensi siswa untukmencernakan dan mengaplikasikan apa yang diketahui dan dimiliki dalam hidupnyata, akan merupakan modal untuk hidupnya supaya lebih berkembang secararohani dan jasmani. Pengetahuan dapat terlupakan atau berubah, tetapikompetensi dalam mengolah hidupnya akan terus terbawa dan berkembangsebagai modal yang akan senantiasa memperkaya hidup siswa.Gagasan pemerintah (Depdiknas) untuk mengembangkan suatu kurikulumyang berdasarkan “basic competency” tentu saja diterima oleh duniapendidikan agama Katolik dengan antusiasme yang besar. Maka sejak“Pertemuan Komisi Kateketik Keuskupan se Indonesia (PKKI VII) diSawiran, Jawa Timur tahun 2000, Gereja Katolik Indonesia telah bersungguh-sungguh memikirkan kurikulum pendidikan agama Katolik yang berbasiskankompetensi itu. Sejak saat itu telah dilakukan serangkaian lokakarya, yangmelibatkan Komisi Kateketik Keuskupan seluruh Indonesia, para pakarTeologi, Kitab Suci, Pedagogi, Psikologi, Sosiologi dan Kateketik, untukmenyusun suatu kurikulum yang berbasiskan kompetensi yang dapatdipertanggungjawabkan dari segala segi.Kurikulum yang telah disusun ini adalah hasil dari kerja keras selama 2tahun, dimana terlibat semua perwakilan Gereja-Gereja lokal dan para pakardari pelbagai disiplin ilmu yang ada sangkut-pautnya dengan duniapendidikan agama Katolik di sekolah.Kurikulum nasional ini adalah kurikulum global yang minimal, namundisusun dan dilengkapi dengan pencapaian target yang jelas, materi pokok, 5
  6. 6. Pendidikan Agama Katolikstandar hasil belajar siswa, dan dapat dibayangkan proses pelaksanaanpembelajaran yang berkesinambungan. Dari segi materi pokok kurikulumini sungguh kurikulum minimal, yang membuka peluang bagi pengayaanlokal. Namun harus tetap diperhatikan bahwa dalam kurikulum yangberbasiskan kompetensi, materi sedikit banyaknya hanya merupakan saranauntuk merangsang kompetensi siswa, walaupun penguasaan materi tetaplahpenting pula.A. Rasional Dari pengalaman dapat dilihat bahwa apa yang diketahui (pengetahuan, ilmu) tidak selalu membuat hidup seseorang sukses dan bermutu. Tetapi kemampuan, keuletan dan kecekatan seseorang untuk mencernakan dan mengaplikasikan apa yang diketahui dalam hidup nyata, akan membuat hidup seseorang sukses dan bermutu. Demikian pula dalam kehidupan beragama. Orang tidak akan beriman dan diselamatkan oleh apa yang ia ketahui tentang imannya, tetapi terlebih oleh pergumulannya bagaimana ia menginterpretasikan dan mengaplikasikan pengetahuan imannya dalam hidup nyata sehari-hari. Seorang pakar ilmu agama belum tentu seorang beriman dan diselamatkan, tetapi seorang yang senantiasa berusaha untuk melihat, menyadari dan menghayati kehadiran Allah dalam hidup nyatanya, ia sungguh seorang beriman dan dapat diselamatkan. Jadi yang menyelamatkan, bukanlah terutama pengetahuan, tetapi kompetensi untuk mencernakan dan mengaplikasikan pengetahuan itu. Selanjutnya dapat dikatakan bahwa kemampuan dan kompetensi siswa semakin dituntut pada saat ini, dimana arus globalisasi dan krisis multi dimensi sedang melanda negeri dan bangsa kita. Budaya global yang dibangun oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi media informasi, telah membawa banyak perubahan, termasuk perubahan nilai-nilai. Perubahan-perubahan nilai ini bisa bersifat konstruktif, tetapi juga dekstruktif. Sementara itu bangsa Indonesia sedang mengalami krisis multi dimensi. Krisis di bidang politik, hukum, ekonomi, budaya, lingkungan hidup dan sebagainya. Menurut para pakar, krisis multi dimensi itu berakar pada krisis etika, krisis moral.6
  7. 7. Pendahuluan Bangsa Indonesia telah berpolitik, berekonomi, melaksanakan hukum dan sebagainya tanpa etika, tanpa moral. Menghadapi situasi yang memprihatinkan seperti itu, bagaimana dunia pendidikan, khususnya pendidikan agama harus membekali generasi mudanya untuk menghadapi budaya global dan krisis multi dimensi yang sedang melanda negeri ini. Seperti telah disinggung di atas bahwa membekali mereka dengan pengetahuan saja kiranya tidak cukup. Mereka hendaknya dibekali dengan pelbagai kemampuan dan keterampilan untuk: • Berpikir dan memilih secara kritis. Tahu menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang benar dan mana yang salah. • Berinisiatif dan mengambil prakarsa. Dalam situasi yang sulit ia mampu membuat terobosan-terobosan. Mampu bersikap dan bertindak inovatif. • Bersikap mandiri, tidak bergantung pada orang lain dan keadaan • Membangun relasi, berdialog dan terbuka. Semua sikap dan tindakan itu tentu saja menyangkut kemampuan dan kompetensi, bukan sekedar pengetahuan saja. Siswa-siswi hendaknya mampu berpikir (kognitif), mampu menentukan sikap (affektif) dan mampu bertindak (psikomotorik). Dengan demikian ia menjadi manusia yang bermartabat. Dalam bidang pendidikan agamapun seharusnya demikian. Pendidikan agama bukan sekedar proses pengalihan pengetahuan iman dari guru kepada siswa, tetapi suatu proses pergumulan untuk menginterpretasikan ajaran imannya dalam kehidupan nyata sehari-hari. Kalau proses ini dilatih terus menerus, maka siswa akan terampil dan kompeten untuk selalu melihat intervensi Allah dalam Kehidupan nyata sehari-hari. Dan itulah artinya hidup beriman. Dengan demikian keterampilan dan kompetensi ini akan merupakan bekal bagi hidupnya yang tak ternilai.B. Pengertian Pendidikan Agama Katolik (PAK) Pendidikan Agama Katolik adalah usaha yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan 7
  8. 8. Pendidikan Agama Katolik pada siswa untuk memperteguh iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama Katolik, dengan tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama lain dalam hubungan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Secara lebih tegas dapat dikatakan bahwa pendidikan agama Katolik di sekolah merupakan salah satu usaha untuk memampukan siswa berinteraksi (berkomunikasi) pemahaman, pergumulan dan penghayatan iman. Jadi interaksi ini mengandung unsur pengetahuan iman, unsur pergumulan iman dan unsur penghayatan iman. Dengan kemampuan berinteraksi pemahaman iman, pergumulan iman dan penghayatan iman itu, diharapkan iman siswa semakin diperteguh.C. Tujuan dan Fungsi 1. Tujuan PAK pada dasarnya bertujuan memampukan siswa untuk membangun hidup yang semakin beriman. Membangun hidup beriman Kristiani berarti membangun kesetiaan pada Injil Yesus Kristus, yang memiliki keprihatinan tunggal, yakni Kerajaan Allah. Kerajaan Allah merupakan situasi dan peristiwa penyelamatan: situasi dan perjuangan untuk perdamaian dan keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, persaudaraan dan kesetiaan, kelestarian lingkungan hidup, yang dirindukan oleh setiap orang dari pelbagai agama dan kepercayaan. 2. Fungsi PAK Fungsi PAK antara lain: a. Memampukan siswa untuk memahami ajaran iman agama Katolik b. Menolong siswa untuk hidup secara benar dan baik dalam Gereja dan masyarakat c. Memberi jawaban terhadap persoalan siswa dan kaum muda pada umumnya d. Mengajak siswa untuk semakin terbuka terhadap dunia yang semakin majemuk.8
  9. 9. Pendahuluan Fungsi PAK pada dasarnya adalah membantu siswa untuk mampu mengenal, menyadari dan menghayati hidupnya dalam terang iman Kristiani seperti yang diwartakan oleh Yesus Kristus.D. Ruang Lingkup Bahan-bahan yang dibahas dalam Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Menengah Pertama merupakan kelanjutan bahan Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Dasar. Keempat aspek yang telah dibahas di Sekolah Dasar yaitu: Pribadi siswa, Yesus Kristus, Gereja dan Kemasyarakatan dibahas secara lebih mendalam sesuai tingkat kemampuan pemahaman siswa. Dalam Aspek pribadi siswa dibahas tentang pemahaman diri sebagai pria dan wanita yang memiliki kemampuan dan keterbatasan, kelebihan dan kekurangan dalam berelasi dengan sesama serta lingkungan sekitarnya. Dalam aspek Yesus Kristus dibahas tentang bagaimana meneladani pribadi Yesus Kristus yang mewartakan Allah Bapa dan Kerajaan Allah. Dalam aspek Gereja dibahas tentang makna Gereja, bagaimana mewujudkan kehidupan menggereja dalam realitas hidup sehari-hari. Dalam aspek kemasyarakatan dibahas secara mendalam tentang hidup bersama dalam masyarakat sesuai firman/sabda Tuhan, ajaran Yesus dan ajaran Gereja.E. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum Kompetensi Lintas Kurikulum merupakan kecakapan untuk belajar sepanjang hayat sebagai akumulasi kemampuan setelah seseorang mempelajari berbagai kompetensi dasar yang dirumuskan setiap mata pelajaran. Kompetensi Lintas Kurikulum tersebut dirumuskan menjadi sembilan kompetensi sebagai berikut: 1. Memiliki keyakinan, mempunyai hak, menjalankan kewajiban dan berperilaku sesuai dengan agama yang dianutnya serta menyadari bahwa setiap orang perlu saling menghargai dan merasa aman. 2. Menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan dan 9
  10. 10. Pendidikan Agama Katolik mengkomunikasikan gagasan dan informasi serta untuk berinteraksi dengan orang lain. 3. Memilih, memadukan, dan menerapkan konsep-konsep dan teknik- teknik numerik dan spasial, serta mampu mencari dan menyusun pola, struktur, dan hubungan. 4. Memilih, mencari, dan menerapkan teknologi dan informasi yang diperlukan dari berbagai sumber, serta menilai kebermanfaatannya. 5. Memahami dan menghargai dunia fisik, makhluk hidup, dan teknologi, dan menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai- nilai untuk mengambil keputusan yang tepat. 6. Memahami konteks budaya, geografi, dan sejarah, serta memiliki pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan, serta berinteraksi dari berkontribusi dalam masyarakat dan budaya global. 7. Berpartisipasi dalam kegiatan kreatif di lingkungan untuk saling menghargai karya artistik, budaya dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi manuju masyarakat beradab. 8. Menunjukkan kemampuan berpikir konsekuen, berpikir lateral, berpikir kritis, memperhitungkan peluang dan potensi, serta siap untuk menghadapi berbagai kemungkinan. 9. Menunjukkan motivasi dan percaya diri dalam belajar, mampu bekerja mandiri, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.F. Standar Kompetensi Bahan Kajian Kompetensi Bahan Kajian adalah kemampuan berfikir dan bertindak berdasarkan akumulasi pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang terkandung dalam bahan kajian setelah anak melalui 12 kelas (SD, SMP,) yaitu: 1. Memahami diri dan lingkungan hidupnya sebagai karunia Tuhan dan mensyukuri semua kurnia itu dengan mencintai dan menghormati Tuhan dan lingkungan dalam tindakan nyata. 2. Memahami dan menjelaskan pribadi Yesus Kristus dan warta Khabar Baik-Nya dan meneladani-Nya dalam kehidupan sehari-hari. 3. Memahami tentang arti dan makna Gereja, sifat-sifat dan tugasnya,10
  11. 11. Pendahuluan sarana-sarana dalam Gereja dan mewujudkan hidup bergereja secara aktif. 4. Memahami hidup beriman yang terlibat dalam masyarakat dan mewujudkan secara nyata.G. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik SMP 1. Memahami diri sebagai pria dan wanita yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan untuk berelasi dengan sesama dan lingkungannya dengan meneladani Yesus Kristus yang mewartakan Bapa dan Kerajaan-Nya. 2. Memahami Yesus Kristus dan konsekuensi perjuangan-Nya dalam upaya mengikuti dan mewujudkan nilai-nilai perjuangan-Nya didalam kehidupan mereka. 3. Memahami dan melaksanakan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam hidup beriman ditengah jemaat dan masyarakat sesuai dengan yang diwartakan Yesus Kristus dalam rangka membangun kehidupan masa depan yang lebih baik.H. Rambu-Rambu a. Kurikulum yang disusun ini berbasis pada kompetensi siswa. Orientasinya bukan terutama pada materi, tetapi pada kompetensi siswa. Materi di sini menjadi sarana supaya kompetensi siswa bisa dirangsang, namun materi tetap juga penting dalam PAK. b. Kurikulum PAK SMP yang disusun di sini ada yang bersifat linier dan ada yang bersifat spiral. Aspek-aspek yang bersifat linier harus disampaikan dan diterima siswa secara tuntas. Sedangkan aspek yang bersifat spiral, muncul di setiap tahun tetapi selalu diperdalam dan diperluas. c. Kurikulum berbasis kompetensi berbentuk matrik yang meliputi kompetensi dasar, indikator, dan materi pokok. d. Kompetensi Dasar, merupakan uraian pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang memadai mengenai bahan ajar. Kompetensi dasar dicapai melalui proses pembelajaran dan pengalaman hidup sesuai 11
  12. 12. Pendidikan Agama Katolik dengan tahap perkembangan siswa. Perwujudan kompetensi dasar ini ditunjukkan dengan Hasil Belajar yang merupakan kemampuan siswa yang nyata dan terukur, dapat berupa pengetahuan, keterampilan, sikap, dan atau nilai-nilai setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar. e. Indikator adalah kemampuan spesifik dan rinci yang diharapkan dapat dikuasai siswa dan merupakan penjabaran dari kemampuan dasar. Indikator pencapaian hasil belajar dapat dijadikan ukuran untuk menilai ketercapaian hasil belajar. Misalnya: “Siswa dapat menyusun doa”. f. Materi Pokok merupakan sarana untuk mencapai kompetensi dasar dan tercantum pada setiap hasil belajar. g. Kegiatan pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang mencakup seluruh komponen proses kompetensi, hasil belajar dan indikator. h. Pendekatan Pembelajaran yang dipakai hendaknya menunjang ketercapaian kompetensi siswa itu. Oleh karena itu pendekatan yang dipakai hendaknya: • Memungkinkan siswa untuk aktif. Dia menjadi partisipan aktif dalam proses PAK. • Kalau siswa menjadi patrisipan, maka diandaikan dalam proses PAK ada interaksi antar siswa serta antara siswa dan guru. • Interaksi yang terjadi hendaknya terarah, sehingga diandaikan ada suatu proses yang berkesinambungan. • Interaksi yang berkesinambungan ini bertujuan untuk menginterpretasikan dan mengaplikasikan ajaran iman dalam hidup nyata sehingga siswa semakin beriman. Pendekatan atau pola yang dipakai dapat dikatakan pendekatan atau pola interaksi (komunikasi) aktif untuk menginterpretasikan dan mengaplikasikan ajaran imannya dalam hidup nyata (dalam Kurikulum PAK’ 84 disebut pendekatan atau pola “pergumulan”). i. Pengorganisasian materi pada hakikatnya adalah kegiatan menyiasati proses pembelajaran dengan perancangan/rekayasa terhadap unsur- unsur instrumental melalui upaya pengorganisasian yang rasional dan menyeluruh. Kronologi pengorganisasian materi itu mencakup tiga tahap kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Perencanaan terdiri dari perencanaan per satuan waktu dan12
  13. 13. Pendahuluan perencanaan per satuan bahan ajar. Perencanaan per satuan waktu terdiri dari program tahunan dan program semester. Perencanaan per satuan bahan ajar dibuat berdasarkan satu kebulatan bahan ajar yang dapat disampaikan dalam satu atau beberapa kali pertemuan (lihat kurikulumnya). Pelaksanaan terdiri dari langkah-langkah pembelajaran di dalam atau di luar kelas, mulai dari pendahuluan, penyajian, dan penutup. Penilaian merupakan proses yang dilakukan terus menerus sejak perencanaan, pelaksanaan, dan setelah pelaksanaan pembelajaran per pertemuan satuan bahan ajar, maupun satuan waktu. Dalam proses perancangan dan pelaksanaan pembelajaran hendaknya diikuti langkah-langkah strategis sesuai dengan prinsip didaktik, antara lain: • Dari mudah ke sulit • Dari sederhana ke kompleks • Dari konkrit ke abstrak • Dari yang anthropologis ke yang teologis.j. PAK bukan segala-galanya. Maka PAK perlu ditunjang dengan kegiatan ekstra-kurikuler dan pastoral sekolah.k. Bila di suatu sekolah PAK tidak terlaksana karena tidak adanya guru agama Katolik, maka siswa dan atau orang tua siswa dapat mencari kemungkinan pelaksanaannya bersama dengan pastor setempat atau yang mewakilinya.l. Buku pegangan pokok adalah Kitab Suci. Adapun buku-buku pegangan yang lain, baik buku pegangan untuk guru maupun buku pegangan untuk siswa, harus mendapat pengesahan dari Pimpinan Gereja atau yang diberi wewenang olehnya. Pengesahan ini tampak dengan adanya tulisan ‘NIHIL OBSTAT” dan “IMPRIMATUR”. 13
  14. 14. 2 KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR, DAN MATERI POKOKKELAS : VIIStandar Kompetensi : Memahami diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan agar dapat berelasi dengan sesama dan lingkungannya dengan meneladani Yesus Kristus yang mewartakan Bapa dan Kerajaan-Nya.PRIBADI SISWA DAN LINGKUNGANNYA KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK1. Memahami dan menyadari pribadinya diciptakan sebagai citra Allah yang tumbuh dan berkembang bersama orang lain. 1.1 Menyadari • Menyebutkan hal-hal • Martabat luhur sebagai martabat luhur yang mirip antara Citra Allah. sebagai Citra Allah. dirinya dengan kedua orang tuanya. • Menyebutkan perbedaan antara manusia dengan ciptaan Tuhan lainnya. • Pengertian manusia sebagai Citra Allah berdasarkan kutipan Kej 1:26-2:17 dan GS 12. • Menyebutkan sikap dan perilaku manusia yang mencerminkan dirinya sebagai Citra Allah.14
  15. 15. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK 1.2 Menjelaskan tugas • Menyebutkan tugas • Tugas manusia sebagai manusia sebagai manusia sebagai Citra Citra Allah. Citra Allah. Allah menurut kutipan Kej 1:29-30. • Menyebutkan contoh- contoh pelaksanaan tugas manusia yang sesuai dengan panggilannya sebagai Citra Allah. • Menyebutkan contoh- contoh tindakan manusia yang bertentangan dengan panggilannya sebagai Citra Allah.2. Menyadari kemampuan dan keterbatasan dirinya sehingga terpanggil untuk mensyukurinya. 2.1 Menyadari bahwa • Menjelaskan panggilan • Aku memiliki dirinya memiliki Allah kepada semua kemampuan kemampuan yang orang untuk merupakan mengembangkan anugerah Tuhan kemampuan yang untuk dimilikinya demi mengembangkan pengembangan hidupnya, baik sesama. secara pribadi • Mendemonstrasikan maupun bersama. salah satu kemampuan yang dimiliki. 2.2 Menyadari • Membandingkan • Kemampuanku keterbatasan kemampuan yang terbatas. kemampuan yang dimilikinya dengan dimiliki dan kemampuan temannya. berusaha untuk • Menceritakan mengatasinya. pengalaman yang menunjukkan bahwa dirinya dan semua 15
  16. 16. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK orang pada dasarnya memiliki keterbatasan. • Menyebutkan berbagai macam bentuk keterbatasan manusia. • Menyebutkan sikap yang perlu dikembangkan dalam menghadapi keterbatasan dirinya. • Menjelaskan sikap para murid Yesus dalam menghadapi keterbatasan diri mereka berdasarkan kutipan Yoh 6:1-13. • Mempraktekkan tindakan saling membantu dalam menyelesaikan tugas kelompok. • Merumuskan motto/ semboyan yang dapat membangkitkan semangat hidupnya. 2.3 Siswa mampu Siswa dapat: • Syukur atas hidup. mengungkapkan • Menceritakan rasa syukur atas pengalaman yang indah hidup yang dalam kehidupannya. dikaruniakan • Menjelaskan makna Tuhan. hidup sebagai anugerah Allah. • Menjelaskan perlunya sikap bersyukur atas kehidupan berdasarkan refleksi atas kutipan Luk 17:11-19. • Menyusun doa ucapan syukur atas anugerah kehidupan yang diterimanya.16
  17. 17. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK3. Memahami bahwa manusia diciptakan sebagai perempuan atau laki-laki dan dipanggil untuk mengembangkan kesederajatan dalam hidup sehari-hari. 3.1 Mensyukuri bahwa • Menguraikan secara • Aku diciptakan baik dirinya diciptakan garis besar ciri-ciri adanya sebagai dengan sangat baik sebagai perempuan perempuan atau laki- sebagai perempuan atau laki-laki. laki. atau laki-laki. • Menjelaskan bahwa diciptakan sebagai perempuan atau laki- laki merupakan anugerah yang patut disyukuri. • Menjelaskan panggilan Allah menciptakan manusia sebagai perempuan atau laki- laki seperti yang diterangkan dalam Kej 2:18-25. 3.2 Menyadari bahwa • Menjelaskan • Perempuan dan laki- perempuan dan pandangan masyarakat laki sederajat. laki-laki itu tentang kedudukan sederajat. perempuan dan laki- laki. • Memberikan contoh kasus yang memperlihatkan pandangan keliru tentang kedudukan perempuan dan laki- laki. • Menjelaskan makna kesederajatan antara perempuan dan laki- laki berdasarkan kutipan Kej 1;26-27. 17
  18. 18. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK • Menyebutkan berbagai usaha untuk mengembangkan kesederajatan Perempuan dan Laki- laki dalam kehidupan sehari-hari.4. Memahami bahwa seksualitas sebagai anugerah Allah yang perlu dihayati secara benar demi kehidupan bersama yang lebih baik. 4.1 Menyadari bahwa • Menceritakan • Seksualitas sebagai seksualitas pengalaman yang anugerah Allah. merupakan membanggakan anugerah Tuhan. sebagai perempuan atau laki-laki. • Menjelaskan berbagai pandangan tentang seksualitas dalam masyarakat. • Menjelaskan pandangan kristiani tentang seks dan seksualitas berdasarkan hasil studi dari dokumen GS art. 49 b. 4.2 Menghayati • Menyebutkan contoh • Penghayatan sekualitas secara penghayatan seksualitas yang benar. benar sesuai seksualitas yangkeliru dengan ajaran di kalangan remaja. Gereja. • Menjelaskan sikap dan pandangan terhadap kasus-kasus penghayatan seksualitas yang keliru.18
  19. 19. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK • Menguraikan pandangan Gereja tentang penghayatan seksualitas yang benar berdasarkan firman Tuhan ke 6 “Jangan berbuat cabul” dan kutipan I Kor 6:19. • Menyebutkan berbagai upaya demi pengembangan penghayatan seksualitas secara bertanggung jawab. 4.3 Memahami makna • Menceritakan • Pacaran. dan tujuan pacaran pengalaman tentang dalam hidup pergaulan dengan manusia. teman yang berbeda jenis kelamin. • Menjelaskan tahap- tahap pergaulan dengan lawan jenis. • Menjelaskan makna dan tujuan pacaran dalam rangka pengembangan diri dan sesama. • Menyebutkan makna berpacaran secara benar dan bertanggung jawab.5. Memahami arti dan tujuan persahabatan sehingga dapat membangun persahabatan yang sejati dengan sesama. 5.1 Menjelaskan • Menyebutkan teman- • Persahabatan. makna dan tujuan teman yang dianggap persahabatan. sahabat dan 19
  20. 20. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK menjelaskan alasannya. • Menceritakan pengalaman suka dan duka dalam membangun persahabatan. • Merumuskan makna dan tujuan persahabatan. • Mengungkapkan nilai- nilai yang terkandung dalam persahabatan antara Daud dan Yonathan dalam I Sam 20:-43. 5.2 Menjelaskan • Menyebutkan orang- • Persahabatan sejati. makna orang yang dianggap persahabatan sejati sebagai sahabat sejati dan cara beserta alasannya. membangun serta • Merumuskan ciri-ciri mengembangkannya. yang dimaksud dengan sahabat sejati. • Menjelaskan pandangan kristiani tentang makna persahabatan sejati berdasarkan kutipan Sir 6:5-17 dan Yoh 15:13-15. • Menyebutkan berbagai cara untuk membangun dan mengembangkan persahabatan sejati. • Membuat tanda kasih untuk diberikan kepada orang yang dianggap sahabat sejati melalui salah satu ungkapan seperti surat, lagu, puisi, gambar/simbol, dll.20
  21. 21. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokPRIBADI SISWA DAN LINGKUNGANNYA KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK6. Menyadari bahwa pertumbuhan dan perkembangan dirinya tidak dapat lepas dari peran serta keluarga dan sesama di sekitarnya, sehingga terpanggil untuk bekerjasama dan menghargai sesama 6.1 Menjelaskan peran • Menceritakan • Aku di tengah keluarga dalam pengalaman suka dan Keluarga. pertumbuhan dan duka hidup di dalam perkembangan keluarga. dirinya. • Menyebutkan peran orang tua dan saudara- saudara dalam keluarga bagi perkembangan dirinya. • Menyebutkan macam- macam bentuk tanggung jawab anak dalam keluarga. • Menyebutkan sikap yang perlu dikembangkan sebagai wujud kasih dalam keluarga, khususnya orang tua, berdasarkan firman Allah ke4 “Hormatilah ayah dan ibumu” (Kel 20:12 dan Ef 6:1-3). • Menyusun doa untuk keluarga masing- masing. 6.2 Menjelaskan arti • Menyebutkan orang- • Hidup bersama orang manusia sebagai orang yang berperan lain. makhluk sosial, dalam hidupnya. 21
  22. 22. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK dan perannya • Menyebutkan makna dalam hidup manusia sebagai bersama orang lain. mahluk sosial. • Menyebutkan faktor- faktor pendukung dan penghambat dalam berelasi dengan orang lain. • Menyebutkan azas-azas hidup bersama berdasarkan kutipan I Kor 12:1-12 dan GS 29. • Menyebutkan contoh keterlibatan dirinya dalam hidup bersama. 6.3 Memahami Allah • Menjelaskan tanda • Aku dan sesama mencintai manusia. atau bukti bahwa dicintai Allah. Allah mencintai semua orang dengan jalan berbeda-beda. • Menyebutkan konsekuensi sikap manusia atas sikap dan tindakan Allah yang mencintai semua manusia. • Merumuskan kehendak Allah kepada semua orang dalam relasinya dengan sesama berdasarkan kutipan Yoh 18:20-26.22
  23. 23. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokYESUS KRISTUS DAN KABAR BAIKNYA KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK7. Memahami berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus sehingga dapat meneladani dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari 7.1 Memahami bahwa • Menyebutkan • Yesus berbelas kasih. Yesus senantiasa pengalaman berbelas kasih memperoleh belas kepada manusia kasih dari sesama. dan mewujudkan • Menyebutkan orang- sikap belas kasih orang yang disebut dalam hidupnya berbelas kasih serta sehari-hari. alasannya. • Menjelaskan makna berbelas kasih. • Menjelaskan nilai belas kasih dalam tindakan Yesus seperti yang dikisahkan dalam Luk 7:11-17. • Menyebutkan beberapa tindakan belas kasih Yesus Kristus yang dapat diteladani dalam hidup sehari-hari. • Membuat aksi nyata tindakan berbelas kasih pada sesama. • Melaporkan hasil refleksi aksi nyata yang sudah dilakukannya. 7.2 Mengungkapkan • Menceritakan • Yesus mengampuni niatnya untuk pengalaman diri mengampuni sendiri atau orang lain seperti yang yang memberi dan dilakukan Yesus. atau menerima pengampunan. 23
  24. 24. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK • Menyebutkan faktor penghambat yang membuat orang sulit mengampuni. • Menyebutkan keuntungan bila mampu mengampuni dan mendapatkan pengampunan. • Menjelaskan pengampunan yang dilakukan Yesus Kristus seperti dikisahkan dalam Yoh 8:2-11. • Menuliskan niat untuk mengampuni orang yang bersalah. • Membuat doa pengampunan bagi orang lain. 7.3 Memahami sikap • Menceritakan • Yesus rela berkorban. Yesus yang rela pengalaman tentang berkorban dan orang yang rela mengungkapkan berkorban demi niatnya untuk kepentingan sesama. bersedia • Menceritakan berkorban. pengalaman sendiri tentang sikap/ tindakan rela berkorban. • Menjelaskan tentang perlunya keberanian berkorban seperti dilukiskan dalam Yoh 10:11-15. • Menuliskan tanggapan terhadap tindakan. Yesus yang rela berkorban bagi manusia.24
  25. 25. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokKOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK7.4 Menjelaskan sikap • Menceritakan kisah • Yesus peduli terhadap kepedulian Yesus orang yang sangat penderitaan sesama. terhadap sesama peduli terhadap dan melaksanakan sesama. aksi nyata “peduli • Menceritakan sesama”. pengalaman sendiri yang menunjukkan sikap peduli terhadap penderitaan sesama. • Menceritakan sikap kepedulian Yesus terhadap sesama seperti yang dikisahkan dalam Luk 6:6-11. • Merencanakan dan melaksanakan kegiatan untuk mewujudkan sikap peduli terhadap sesama.7.5 Meneladani Yesus • Menceritakan • Yesus Kristus Sang sebagai tokoh pengalaman tentang Pendoa. pendoa. kehidupan doa sehari- hari. • Menjelaskan makna doa bagi kehidupan sehari-hari. • Menjelaskan bahwa Yesus adalah pribadi pendoa dan sekaligus mengajar manusia untuk berdoa seperti yang terungkap dalam Luk 11:1-13. • Menyebutkan hal-hal yang bisa diteladani dari kehidupan doa Yesus Kristus. • Menyusun doa untuk tujuan tertentu. 25
  26. 26. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK8. Memahami perjuangan Yesus untuk menegakkan nilai-nilai dasar hidup bersama sehingga mampu menghayati dan menerapkan dalam hidupnya sehari-hari. 8.1 Memahami sikap • Menceritakan kembali • Yesus mewartakan dan sifat Yesus kisah tentang cinta tanpa yang mencintai seseorang yang pengorbanan. sesama tanpa mencintai sesama pandang bulu dan tanpa pandang bulu. menerapkannya • Mengungkapkan dalam kehidupan pendapatnya tentang sehari-hari. perwujudan cinta tanpa pengkotakan. • Menjelaskan ajaran Yesus tentang cinta tanpa pengkotakan sebagaimana tersirat dalam kutipan Luk 10:25-37. • Menyebutkan contoh perwujudan ajaran Yesus tentang cinta tanpa pengkotakan dalam hidup sehari- hari. 8.2 Memahami maksud • Menjelaskan • Yesus mewartakan ajaran Yesus pendapatnya tentang Sabda Bahagia. tentang Sabda arti bahagia. Bahagia, dan • Mengungkapkan mewujudkannya pengalamannya dalam dalam kehidupan mencari dan sehari-hari. menemukan kebahagiaan. • Menjelaskan alasan- alasan yang membuat orang merasa bahagia.26
  27. 27. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokKOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK • Menjelaskan maksud ajaran Yesus tentang Sabda Bahagia menurut Luk 6:20-26. • Menyebutkan contoh- contoh perwujudan Sabda Bahagia dalam hidup sehari-hari.8.3 Memahami • Menguraikan arti • Yesus mewartakan perjuangan Yesus kebebasan dengan kebebasan anak-anak yang mewartakan kata-kata sendiri. Allah. kebebasan anak- • Menyebutkan tokoh- anak Allah dan tokoh pejuang dapat bertindak kebebasan. bebas sebagai anak- • Menceritakan anak Allah. pengalamannya sendiri tentang kebebasan. • Menjelaskan perjuangan Yesus yang mewartakan kebebasan Anak-anak Allah seperti diuraikan dalam Luk 5:17-26, Luk 8:26-28 dan Mrk 2:23-28. • Menyebutkan contoh perwujudan bertindak bebas sebagai anak- anak Allah seperti yang diperjuangkan Yesus.8.4 Memahami sikap • Menyebutkan contoh • Yesus dan perundangan tindakan yang memperjuangkan Yesus dalam melecehkan martabat kesetaraan martabat menegakkan manusia. manusia. kesetaraan martabat • Menceritakan kisah manusia dan seorang tokoh yang mengungkapkan memperjuangkan niat-niat untuk kesetaraan martabat meneladani Yesus. manusia. 27
  28. 28. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK • Mengungkapkan sikap yang dapat diteladani dari tokoh yang memperjuangkan kesetaraan martabat manusia. • Menjelaskan perjuangan Yesus dalam mengusahakan kesetaraan martabat manusia seperti dalam Luk 19:1-10. • Menjelaskan bentuk- bentuk kesetaraan manusia yang dapat diperjuangkan dalam hidup sehari-hari.28
  29. 29. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokKELAS : VIIIStandar Kompetensi : Memahami pribadi Yesus Kristus dan konsekuensi perjuangan-Nya dalam upaya mengikuti dan mewujudkan nilai-nilai perjuangannya di dalam kehidupan menggereja.YESUS KRISTUS DAN KABAR BAIKNYA KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK1. Memahami makna sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus sebagai konsekuensi atas perjuangan-Nya menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah, sehingga siswa berani meneladani perjuangan Yesus dalam hidup sehari-hari. 1.1 Menjelaskan • Menceritakan • Sengsara dan wafat makna kisah pengalaman pribadi Yesus. sengsara dan wafat saat mengalami Yesus. penderitaan dengan mengungkapkan penyebab dan harapannya. • Menceritakan kembali salah satu kisah tentang seorang tokoh yang rela menderita dan mati demi memperjuangkan nilai-nilai luhur. • Menceritakan kisah Yesus yang rela menderita dan wafat demi memperjuangan nilai-nilai Kerajaan Allah seperti dikisahkan dalam Luk 23:26-49. 29
  30. 30. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK • Menceritakan makna penderitaan dan wafat Yesus sebagai konsekuensi memperjuangkan nilai- nilai Kerajaan Allah. • Menceritakan makna sengsara dan wafat Yesus bagi hidup manusia dan hidupnya sendiri. 1.2 Memahami • Menceritakan kisah • Kebangkitan Yesus. kebangkitan Yesus seorang tokoh yang dan maknanya bagi tadinya dianggap oleh hidupnya. penguasa sebagai penjahat, tetapi dikemudian hari diakui sebagai pahlawan yang berjasa, misalnya tokoh Socrates. • Menjelaskan makna kebangkitan Yesus sebagai pemuliaan dari Allah terhadap Yesus yang memperjuangkan nilai-nilai Kerajaan Allah melalui kematian- Nya sebagaimana dikisahkan dalam Yoh 20:11-21. • Menyebutkan tindakan- tindakan yang dijiwai oleh semangat kebangkitan Yesus.2. Memiliki pengetahuan dasar tentang pribadi Yesus Kristus sehingga mereka dapat bercermin pada pribadi Yesus Kristus dalam hidup sehari-hari.30
  31. 31. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokKOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK2.1 Memahami bahwa • Menceritakan • Yesus Kristus Yesus Kristus pengalaman pemenuhan janji adalah Pemenuhan mendapat janji dari Allah. janji Allah. orang lain dan memberi janji kepada orang lain. • Menyebutkan konsekuensi atas sebuah janji. • Menjelaskan bahwa sejak semula Allah menjanjikan Juruselamat seperti yang diungkapkan dalam Kej 3:15. • Menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah pemenuhan janji Allah, sebagaimana dinyatakan dalam Ibrani 1:1-4.2.2 Memahami Yesus • Menyebutkan ciri-ciri • Yesus Kristus sungguh Kristus itu manusia dan ciri-ciri Allah dan sungguh sungguh Allah dan Allah. manusia. sungguh manusia • Menyebutkan kutipan serta dapat Kitab Suci yang meneladaniNya. menunjukkan bahwa Yesus Kristus sungguh manusia. • Menyebutkan kutipan Kitab Suci yang menunjukkan bahwa Yesus Kristus sungguh Allah. • Menjelaskan manfaat dari mengetahui keilahian dan kemanusiaan Yesus Kristus bagi kehidupan sehari- hari. 31
  32. 32. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK3. Memahami peristiwa panggilan dan pengutusan Yesus Kristus kepada murid- murid-Nya sehingga terdorong untuk mengikuti Yesus Kristus dalam hidupnya sehari- hari. 3.1 Menjelaskan kisah • Mengungkapkan • Yesus memanggil Yesus memanggil pengalaman ketika murid-murid-Nya. murid-murid-Nya. menerima dan menanggapi panggilan dari orang lain. • Menceritakan kembali kisah panggilan Yesus dan tanggapan para murid terhadap Yesus, sebagaimana diceritakan dalam Yoh 1:35-51. • Menjelaskan arti mengikuti Yesus Kristus. • Menjelaskan syarat- syarat mengikuti Yesus Kristus. 3.2 Memahami cara • Mengungkapkan • Cara hidup murid hidup Yesus dalam pengalaman pribadinya Yesus dalam persekutuan dan hidup dalam suatu Persekutuan. menyebutkan kelompok/persekutuan. contoh-contoh dari • Menuliskan pengalaman sendiri pengalaman ikut serta dalam kegiatan dalam kegiatan persekutuan di persekutuan. lingkungannya. • Menjelaskan cara hidup murid-murid Yesus dalam persekutuan sebagaimana dikisahkan dalam Kis 4:32-37.32
  33. 33. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokKOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK3.3 Memahami makna • Memberi contoh • Tugas persekutuan tugas perutusan pengalaman diutus murid Yesus. para murid Yesus untuk melaksanakan bagi dirinya. suatu tugas. • Mengungkapkan perasaan ketika dipercaya dan diutus melaksanakan tugas. • Menjelaskan inti tugas pengutusan Yesus kepada murid- muridNya menurut Luk 10:1-12. • Menjelaskan sikap- sikap yang dituntut dari para murid dalam melaksanakan tugas perutusan. • Menjelaskan makna perutusan murid- murid Yesus bagi dirinya.3.4 Siswa mampu Siswa dapat: • Teladan Maria dalam meneladani Maria • Menyebutkan bentuk- mengikuti Yesus. dalam mengikuti bentuk penghormatan Yesus. kepada Maria. • Menjelaskan alasan menghormati Maria. • Menjelaskan ketaatan dan kepasrahan Maria terhadap kehendak Allah seperti digambarkan dalam kutipan Luk I:26-28 dan Mat 12:46-50. • Menyebutkan tindakan yang dapat diteladani dari Maria dalam mengikuti Yesus untuk diterapkan dalam hidupnya. 33
  34. 34. Pendidikan Agama KatolikARTI DAN MAKNA GEREJA KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK4. Memahami peranan Roh Kudus sebagai daya hidup setiap orang dalam mengembangkan hidup bersama sebagai murid-murid Yesus. 4.1 Memahami makna • Menyebutkan berbagai • Yesus mengutus Roh perutusan Roh macam simbol Kudus. Kudus. ‘kehadiran Roh Kudus beserta maknanya. • Menceritakan kembali kisah kehadiran Roh Kudus atas para rasul dalam peristiwa Pentakosta sebagaimana diceritakan dalam Kis 2:1-11 dan Kis 2:33. • Menjelaskan pengaruh daya Roh Kudus dalam diri para rasul. • Menjelaskan pandangan kristiani bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah dan Roh Kristus. 4.2 Memahami bahwa • Menyebutkan macam- • Roh Kudus Roh Kudus macam unsur yang mempersatukan murid mempersatukan dapat menjadi perekat Yesus. para murid Yesus. persatuan. • Menceritakan pengalamannya sendiri dalam memperjuangkan persatuan. • Menjelaskan makna kehadiran Roh Kudus dalam persekutuan para murid Yesus34
  35. 35. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK sebagaimana dikisahkan dalam Kis 2:38, 41-42 dan Yoh 14:6. • Menjelaskan peran Roh Kudus yang mengajar, membimbing dan menjadi jiwa Gereja. • Menyebutkan contoh tindakan sebagai murid Yesus yang disemangati Roh Kudus.5. Memahami Gereja sebagai persekutuan murid-murid Yesus yang terdiri atas rupa- rupa. 5.1 Siswa mampu Siswa dapat: • Gereja sebagai menjelaskan • Menceritakan Persekutuan. makna Gereja pengalaman suka-duka sebagai sebagai anggota suatu persekutuan. perkumpulan. • Menyebutkan kegiatan umat Gereja Perdana seperti dikisahkan dalam Kis 2:41-47. • Menjelaskan ciri-ciri Gereja sebagai persekutuan berdasarkan interpretasi terhadap Kis 2:41-47. 5.2 Menjelaskan • Menyebutkan contoh contoh-contoh wujud kehidupan kegiatan gereja Gereja sebagai sebagai persekutuan di masa persekutuan. sekarang. 35
  36. 36. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK 5.3 Menjelaskan • Menyebutkan unsur- • Keanggotaan Gereja. makna dan unsur anggota Gereja. tanggung jawabnya • Menjelaskan peran/ sebagai anggota tugas masing-masing Gereja anggota Gereja. • Menjelaskan makna dan tanggung jawab anggota Gereja berdasarkan dokumen Rom 12:4-5, I Kor 12:12-18 dan LG 9. • Menyebutkan ciri-ciri tindakan anggota Gereja yang bertanggung jawab terhadap Gerejanya.ARTI DAN MAKNA GEREJA KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK6. Memahami gereja sebagai tanda dan sarana penyelamat (sakramen) bagi semua orang. 6.1 Siswa mampu Siswa dapat: • Sakramen pada memahami • Menyebutkan berbagai umumnya. sakramen- macam simbol dalam sakramen dalam masyarakat. Gereja. • Menyebutkan berbagai macam simbol dalam hubungan antarmanusia dan antar manusia dengan Allah. • Menyebutkan tujuh sakramen dalam Gereja Katolik. • Menjelaskan aspek- aspek simbolis dalam sakramen:36
  37. 37. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK antropologis, kristologis dan eklesiologis. • Menguraikan pengertian Gereja sebagai tanda dan sarana keselamatan berdasarkan LG 1 dan 8.7. Memahami macam- macam sakramen inisiasi beserta konsekuensinya dalam hidup menggereja. 7.1 Memahami makna • Menceritakan • Sakramen Baptis. Sakramen Baptis pengalaman dalam dan konsekuensi memasuki suatu dari setiap orang kelompok. yang menerima • Menjelaskan syarat Sakramen Baptis. dan proses inisiasi dalam suatu kelompok. • Menyebutkan tahap- tahap inisiasi dalam Gereja. • Menjelaskan makna sakramen baptis sebagai sakramen inisiasi yang memasukkan seseorang ke dalam Gereja. • Menjelaskan tugas dan perutusan yang diemban seseorang yang telah menerima sakramen baptis. 7.2 Menjelaskan kisah • Menceritakan • Sakramen Ekaristi. Perjamuan Malam pengalaman dalam Terakhir. mengikuti perjamuan makan bersama. 37
  38. 38. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK • Menceritakan kembali kisah Perjamuan Malam Terakhir sebagai perjamuan makan bersama yang dilakukan Yesus bersama para. • Murid-Nya berdasarkan Luk 22:14-23. • Menjelaskan isi pesan Yesus kepada para murid-Nya dalam Perjamuan Malam Terakhir. 7.3 Memahami makna • Menjelaskan sakramen Ekaristi. hubungan antara pesan Yesus dalam Perjamuan Malam Terakhir dengan Sakramen Ekaristi pada masa sekarang. • Menjelaskan makna Perayaan Ekaristi sebagai aumbwe dan puncak hidup Gereja. • Menyebutkan sikap yang perlu dikembangkan dalam mengikuti Perayaan Sakramen Ekaristi. 7.4 Menjelaskan • Menyebutkan ciri-ciri • Sakramen Krisma. makna Sakramen orang yang disebut Krisma. dewasa. • Menyebutkan ciri-ciri orang yang disebut dewasa dalam beriman. • Menjelaskan makna sakramen krisma sebagai simbol38
  39. 39. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK pelantikan seseorang menjadi anggota Gereja yang beriman dewasa (Kanonik/ Katekismus Universal). • Menjelaskan karunia Roh Kudus dalam Sakramen Krisma. • Menjelaskan konsekuensi atas penerimaan sakramen Krisma. • Memberi contoh tindakan kerasulan yang dapat dilaksanakan pada masa sekarang.8. Memahami sakramen tobat sebagai tanda dan sarana rekonsiliasi (pendamaian) antara manusia dengan Allah dan manusia dengan sesamanya. 8.1 Memahami hakikat • Menjelaskan • Sakramen Tobat. dan makna pemahaman tentang Sakramen Tobat. dosa. • Menyebutkan contoh- contoh perbuatan dosa. • Menyebutkan sebab- sebab manusia jatuh ke dalam dosa. • Menjelaskan akibat- akibat dosa. • Menjelaskan sikap Allah yang Maharahim yang menantikan manusia untuk bertobat seperti dikisahkan dalam Luk 15:11-32. 39
  40. 40. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK • Menjelaskan arti tobat dan hasil pertobatan. • Menjelaskan makna sakramen tobat sebagai sakramen rekonsiliasi berdasarkan Yoh 20:19-23. • Menyusun doa tobat. • Menyusun ibadat tobat.9. Memahami makna sakramen pengurapan orang sakit sebagai wujud pendampingan Gereja terhadap orang yang menderita sakit. 9.1 Memahami arti dan • Menceritakan • Sakramen Pengurapan hakikat Sakramen pengalamannya pada orang sakit. pengurapan orang waktu sakit atau sakit. mengunjungi orang sakit. • Menyebutkan perasaan-perasaan pada saat sakit atau mengunjungi orang sakit. • Sakramen Pengurapan orang sakit. • Menyebutkan usaha- usaha manusia dalam memelihara kesehatan. • Menjelaskan ajaran Gereja tentang sikap yang tepat terhadap sakit dan penderitaan bertolak dari Yak 5:13-16. • Menjelaskan makna sakramen Pengurapan orang sakit sebagai40
  41. 41. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK bentuk pendampingan Gereja pada manusia yang menderita. • Memberi contoh tindakan yang dapat dilakukan dalam menghadapi sakit dan penderitaan.10. Memahami bentuk- bentuk pelayanan gereja dalam upaya mewujudkan karya penyelamatan Allah, sehingga terdorong untuk melibatkan diri secara aktif. 10.1 Memahami • Menyampaikan hasil • Kegiatan pelayanan bentuk-bentuk pengamatan tentang Gereja. kegiatan kehidupan umat di pelayanan lingkungannya. Gereja. • Menyebutkan macam- macam kegiatan pelayanan Gereja berdasarkan hasil pengamatan. • Menjelaskan empat bidang pelayanan Gereja: Liturgi, Diakonia, Koinonia dan Kerygma. • Menjelaskan kaitan antara karya Gereja dengan tugas perutusan Yesus seperti ditegaskan Yoh 10:1-21. 10.2 Terlibat karya • Menceritakan hasil • Bentuk keterlibatan pelayanan kunjungan atau dalam karya pelayanan Gereja. wawancara dengan Gereja. tokoh umat tentang 41
  42. 42. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK karya pelayanan Gereja di lingkungannya. • Menjelaskan keteladanan tokoh umat yang dapat ditirunya. • Menjelaskan tanggung jawab dan keterlibatan anggota Gereja dalam pelayanan. • Memberi contoh bentuk keterlibatan yang dapat dilakukan sesuai keadaan di lingkungannya.42
  43. 43. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi PokokKELAS : IXStandar Kompetensi : Memahami dan melaksanakan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam hidup beriman di tengah jemaat dan masyarakat sesuai dengan yang diwartakan Yesus Kristus dalam rangka membangun kehidupan masa depan yang lebih baik.YESUS KRISTUS DAN KABAR BAIKNYA KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK1. Memahami kehendak Allah untuk menyelamatkan semua orang, yang perlu ditanggapi dengan beragama dan beriman. 1.1 Memahami • Menceritakan • Allah berkehendak kehendak Allah pengalaman iman menyelamatkan semua yang pribadi tentang orang. menyelamatkan keselamatan yang semua orang. pernah dialami dan diyakini sebagai berkat Tuhan atas hidupnya. • Menceritakan macam- macam tanda cinta Allah bagi keselamatan manusia Kej 6:9-22. 7:1-24; Yos 3:1-17,dll). • Menjelaskan bahwa Allah sebagai asal segala cinta (Kej 1:26-31. 2:1-25; Mzm 35:9. 106:4). • Menjelaskan peran Yesus Kristus sebagai wujud nyata kasih Allah bagi keselamatan manusia (Luk 2:10; Kis 4:12; Ibr 2:10; Kol 1:15). 43
  44. 44. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK • Mengungkapkan niat yang akan dilakukannya sebagai tanda syukur dan terima kasih atas karya keselamatan Allah bagi dirinya. 1.2 Memahami arti • Menceritakan hasil • Beragama. hakikat beragama pengamatan tentang bagi hidupnya praktek hidup beragama masyarakat masa kini. • Mengungkapkan pengalaman hidup keagamaan secara pribadi. • Merumuskan pengertian agama dan hidup beragama. • Menjelaskan pengertian agama sesuai kutipan Mat 5:17-20. 23:18-28; Gal 1:14; 2 Tim 3:2. • Menjelaskan makna kebebasan beragama menurut ajaran Gereja Katolik (Dok. K.Vat. II dalam DH: 1s.d.15). • Mengungkapkan hal- hal yang perlu diperbaiki dalam hidup beragamanya. 1.3 Memahami arti • Menceritakan • Beriman. beriman dan pengalaman hidup beragama serta beriman sehari-hari. memberikan • Menjelaskan contoh-contoh hubungan antara perwujudan iman dan wahyu imannya. (Dok. Vat.II. dalam DV. 2-10).44
  45. 45. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK • Menyebutkan dan menjelaskan buah- buah dari iman dalam hidup sesuai kutipan Gal 3:9; Yak 2:1; Kis 14:9. • Menyebutkan dan menjelaskan bahaya- bahaya dari hidup tanpa iman. • Menjelaskan hubungan antara agama dan iman. • Menceritakan pengalaman hidup seseorang (misalnya orang kudus) yang taat dalam imannya dan patut diteladani. • Mengungkapkan rencana untuk mengamalkan teladan orang kudus (tersebut) dalam hidup sehari-hari.ARTI DAN MAKNA GEREJA KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK2. Memahami arti dan nilai hidup beriman kristiani beserta konsekuensinya, sehingga berusaha untuk mengembangkan dirinya dalam kebersamaan dengan jemaat. 2.1 Memahami ciri • Menceritakan • Beriman Kristiani. khas iman Kristiani pengalaman hidup dan maknanya beriman kristiani 45
  46. 46. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK dalam hidup dalam hidup sehari- sehari-hari. hari. • Menjelaskan ciri khas iman kristiani (2 Kor 9:13; Rom 5:19. 15:18; 1 Petr. 1:22; Dok. KV II. dalam DV. 2,4,5, LG:14. • Menyebutkan dan menjelaskan aspek- aspek hidup beriman kristiani (Mat 6:9-15. 14:23. 26:17. 26:36- 44; Mark 1:37; Luk 2:45-49, Yak 2:14-26). • Menjelaskan makna hidup iman kristiani dalam hidup sehari- hari (Mat 7:21-23). 2.2 Menjelaskan • Menceritakan • Perjuangan usaha-usaha pengalaman pribadi mengembangkan konkrit untuk tentang imanku. mengembangkan mengembangkan iman imannya. dalam hidup sehari- hari. • Menyebutkan contoh- contoh iman yang berkembang dan iman yang tidak berkembang (Mat 13:1-23). • Menyebutkan faktor penghambat dan pendukung pengembangan iman. • Menjelaskan pandangan Gereja tentang perlunya mengembangkan iman (Yak 2:14-26; Dok KV II dalam AA:3-27; DV:25; perhatikan46
  47. 47. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK juga tahap-tahap perkembangan iman dan moral/Fowler). • Memberikan contoh- contoh cara dan sarana mengembangkan iman dalam hidup sehari- hari. 2.3 Menjelaskan • Menceritakan • Iman dan macam-macam pengalaman kebersamaan dalam peran Jemaat dan mengungkapkan iman Jemaat. peran dirinya dalam jemaat. untuk • Menjelaskan sifat iman mengembangkan yang personal dan iman dalam sosial. kebersamaan. • Menjelaskan peran jemaat beriman terhadap perkembangan iman pribadi (Kis 2:41-47. 17:26; Rom 1:12-17. 13:9-10; Yoh 17:21-22; GS.24). • Menjelaskan tanggungjawab untuk mengembangkan iman pribadi dan sesama. • Mengungkapkan niat kongkrit untuk lebih terlibat dalam kegiatan-kegiatan jemaat.HIDUP BERMASYARAKAT KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK3. Menyadari hak dan kewajibannya sebagai orang beriman kristiani di tengah masyarakat, yang dipanggil untuk 47
  48. 48. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK ikut bertanggung jawab dalam mengembangkan hidup bersama. 3.1 Memahami hak- • Menceritakan • Aku warga hak dan pengalaman pribadi masyarakat. kewajibannya sebagai warga sebagai warga masyarakat. masyarakat, • Menjelaskan arti menurut istilah masyarakat. pandangan • Menyebutkan dan kristiani. menjelaskan hak dan kewajiban dalam hidup bermasyarakat. • Menjelaskan sikap- sikap yang perlu dikembangkan dalam hidup bermasyarakat dan bernegara seturut teladan Yesus (Luk 10:33; Yoh 4:39; Tit 3:1; Mat 17:24-27. 22:15-22; Mark 12:13- 17. 10:19; Luk 20:20- 26; Rom 9:21; Yes 1:17; Mzm 82:3; DV.25). • Menyebutkan sikap- sikap hidup yang seharusnya dimiliki dalam situasi Indonesia yang pluralis. 3.2 Memahami makna • Menyebutkan contoh • Para pemimpin kepemimpinan dan pemimpin masyarakat masyarakat. menyebutkan yang baik dan kriteria dikagumi. kepemimpinan • Menjelaskan makna yang baik serta pemimpin sebagai menyusun doa simbol kehadiran untuk para Allah (Mat 23:10; Yoh pemimpin. 10:1-18; Kis 5:31; Rom 13:1-7; Kej48
  49. 49. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK 48:15; Bil 17:2; Yes 44:28; Mzm 23:1). • Menyebutkan kriteria pemimpin yang baik dan benar (Kel 18:21). • Menjelaskan pandangan Gereja tentang sikap warga terhadap pemimpinnya. • Menyusun doa bagi para pemimpin masyarakat. 3.3 Memahami makna • Menyebutkan contoh- • Kebebasan yang kebebasan yang contoh sikap bebas bertanggung jawab. bertanggung jawab. yang tidak bertanggungjawab dalam hidupnya. • Menyebutkan contoh- contoh sikap hidup yang bertanggungjawab dalam hidupnya. • Menjelaskan makna kebebasan menurut ajaran Gereja (GS.7). • Menjelaskan pentingnya menjalankan kebebasan secara bertanggungjawab demi tercapainya kehidupan bersama yang damai dan harmonis.4. Menyadari dan menjunjung tinggi nilai martabat manusia, dengan senantiasa melindungi dan membela hidup manusia secara bertanggung jawab. 49
  50. 50. Pendidikan Agama Katolik KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK 4.1 Memahami arti dan • Menyebutkan contoh- • Menjunjung tinggi hakikat martabat contoh perendahan martabat manusia. manusia martabat manusia sebagaimana yang dalam hidup sehari- diajarkan Yesus hari. Kristus. • Menjelaskan bahwa manusia sebagai citra Allah memiliki martabat yang luhur (Kel 20:12-17; UI 5:14, 16:18). • Menyebutkan dan menjelaskan perjuangan- perjuangan Yesus dalam membela keluhuran martabat manusia (2 Kor 3:18). • Menjelaskan sikap dasar yang diperlukan demi pengembangan martabat manusia (GS; 12,13,14,15,16,17). 4.2 Memahami Firman • Menjelaskan makna • Membela kehidupan. kelima. Perintah Allah/Dasa Firman kelima (Kel 20:13; UI 5:17). • Menyebutkan contoh- contoh tindakan yang bertentangan dengan Dasa Firman kelima. • Menjelaskan bahwa kehidupan sangat berharga bagi manusia, sebagaimana diajarkan dan diperbuat oleh Yesus (Mark 12:28-34; Rom 13:9). • Menceritakan salah satu karya Ibu Teresa yang membela kehidupan manusia.50
  51. 51. Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok KOMPETENSI DASAR INDIKATOR MATERI POKOK 4.3 Memahami • Merumuskan • Memelihara dan pandangan tentang pandangan tentang memperjuangkan memelihara dan hidup secara sehat. kehidupan secara memperjuangkan • Menjelaskan hal-hal sehat. hidup secara sehat, yang perlu diusahakan berdasarkan visi untuk hidup sehat. Kristiani. • Menjelaskan hal-hal yang merusak hidup sehat (jasmani- rohani). • Menjelaskan Narkoba dan Miras sebagai perusak kehidupan yang sehat. • Menceritakan kasus- kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi dalam masyarakat dan akibat yang ditimbulkannya. • Menjelaskan pandangan Kristiani tentang perlunya mengusahakan hidup yang sehat. (Luk 12:45; 1 Kor 11:21; Ef 5:18). • Merencanakan kegiatan bersama untuk mengembangkan hidup yang sehat baik di sekolah maupun di rumah serta di lingkungan masyarakat sekitarnya.5. Memahami dan menyadari perlunya keutuhan alam ciptaan bagi kehidupan sehingga terdorong untuk menjaga dan melestarikannya. 51

×