• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Transistor
 

Transistor

on

  • 3,144 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,144
Views on SlideShare
3,144
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
118
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Transistor Transistor Document Transcript

    • BAB I<br />Tanggapan Frekuensi Transistor <br />Analisa transistor dibagi dua:<br />
      • Analisa AC
      • Menganalisa pengaruh frekuensi pada transistor. Ini dibagi dua yaitu:
      • Analisa Transistor pada Frekuensi rendah : frekuensi audio/video
      • Analisa Transistor pada Frekuensi tinggi : frekuensi radio
      • Analisa DC
      • Analisa transistor pada frekuensi nol. Menganalisa biasing atau prategangan transistor.
      Dalam kawasan frekuensi maka komponen yang paling berpengaruh adalah capasitor. Pada suatu rangkaian transistor terdapat dua macam kapasitor yaitu eksternal dan internal.<br />Kapasitor Eksternal dibagi dua yaitu:<br />
      • Blocking Capasitor atau Kapasitor Penghalang (CB), yaitu capasitor yang terpasang seri antara output suatu tahap/tingkat rangkaian yang tergandeng dengan input suatu tahap/tingkat rangkaian yang lain. Sangat berpengaruh pada frekuensi rendah. Ini adalah kapasitor yang terpasang pada basis suatu penguat emitor bersama. Model sederhana untuk menggambarkan Blocking Capasitor adalah sebagai berikut:
      • Bypass Capasitor atau kapasitor pintas(CE), capasitor yang terpasang pararel dengan suatu resistansi pada suatu rangkaian elektronik. Ini adalah kapasitor yang terpasang pararel pada emitor suatu penguat emitor bersama dengan RE. Model untuk menggambarkan Bypass Capasitor adalah sebagai berikut:
      Kapasitor internal: ialah sifat kapasitif yang timbul transitor secara internal saat dioperasikan pada frekuensi tinggi sehingga mempengaruhi kinerja rangkaian. Pada transistor yaitu sifat kapasitif yang timbul antara basis dan emitor (Cbe ) dab antara basisi dan kolektor (Cbc).<br />
      • Transistor pada frekuensi rendah
      • Pada kawasan frekuensi ini maka tidak timbul internal capasitif. Cb dan Ce berfungsi sebagai hubung singkat. Hal tersebut dikarenakan reaktansi capasitif Xc dan Xe pada frekensi rendah dianggap sangat kecil. Model transistor yang dipakai untuk analisa ini adalah model hibrida parameter-h.
      • Harga parameter h yang khas untuk transistor pada IE=1.3mA
      • ParameterCECCCBhi1.1K1.1 K21.6hr2.5 x 10-4~12.9 x 10-4hf50-51-0.98ho25 A/V25 A/V0.49 A/V
      • Langkah-langkah analisa transistor pada frekuensi rendah adalah:
      • Hubung singkat semua sumber tegangan DC dan semua C eksternal, dan hubung buka semua sumber. .
      • Ganti transistor dengan model hibrda parameter h.
      • Jika hoe.RL ≤ 1 gunakan model hibrida yang disederhanakan.
      • Jika RS << RB (RB=RB1//RB2) maka abaikan RB.
      • Jika hfe >> 1 maka (hfe+1)hfe
      • Selesaikan menggunakan metoda mesh atau node sesuai Hukum Kirchoff untuk arus dan tegangan.
      • Penyelesaian untuk rangkaian diatas adalah sebagai berikut: hubung singkat semua C dan tanahkan Vcc. Maka didapat untai untuk analisa pada frekuensi rendah.
      • Jika dengan model yang disederhanakan akan sebagai berikut:
      • Tanggapan frekuensi pada kawasan frekuensi rendah atau frekuensi audio ini tergantung pada duah buah CB dan sebuah CE. Analisa dilakukan setelah ditemukan R’i dan R’o pada analisa frekuensi rendah.
      • fL1=12π.CB.RS+R'i dan fL2=12π.CBR'O+RL
      • CE memperburuk tanggapan frekuensi rendah dari penguat. Untuk menyederhanakan perhitungan dimisalkan RS << RB1//RB2 maka RS //RB1//RB2 RS . Jika nilai cukup dekat maka R’S=RS//RB1//RB2 .
      • Dihasilkan sebuah pole dan zero fLp=1+1+hfe.RERS+hie2πCE.RE dan fLz=12πCE.RE
      • fLP >> fLZ akan terdapat f3dB atau fβ
      • Jadi dalam menentukan tanggapan frekuensi rendah fL dalam sebuah rangkaian yang memiliki CE dan CB dilakukan dengan perhitungan secara terpisah . Jika selisih kedua frekuensi yang dihasilkan berbeda cukup besar (dua oktaf lebih besar), maka nilai yang lebih tinggi diambil sebagai harga pendekatan dari fL (kutub dominan). Jika ternyata tidak terdapat kutub dominan maka nilai fL ditentukan dengan persamaan berikut : (akan dijelaskan kemudian)
      • 11+fL1fL2×11+fL2fL2×11+fLpfL2=12
      • Penyelesaian : fL=fL1+fL2+fLp
      • Pendekatan dengan ketelitian 10% : fL=1.1fL1+fL2+fLp
      • Transitor pada frekuensi tinggi
      • Pada kawasan frekuensi ini, timbul internal capasitif Cc dan Cc (orde pico) dimana nilainya lebih kecil dibandingkan dengan nilai CB dan CE (orde mikro). Oleh karena itu pengaruh internal capasitif akan lebih dominan dibandingkan pengaruh eksternal capasitif sehingga bisa diabaikan dalam melakukan analisa. Model yang dipakai untuk analisa ini adalah model hibrida parameter- (transkonduktan).
      • Harga parameter pada suhu ruang dan untui IC=1.3 mA
      • gm50 m A/Vrce80Krb’b100Cc3 pFrb’e1KCe100 pFrb’c4M
      • Hubungan antara parameter-h dan parameter- adalah sebagai berikut:
      gm=ICVT=1.3mA26=50mAV <br />rb'e=hfegm atau gb'e=gmhfe <br />rb'e1-hre=hre.rb'c karena hre≪1 maka rb'e=hre.rb'c atau gb'c=hrerb'e <br />hie=rb'b+rb'e karena rb'b≪rb'e maka hie≅rb'e sehingga gm=hfehie <br />gce=hoe-1+hfe.gb'c karena hfe≫1 maka gce=hoe-hfe.gb'c <br />dengan subtitusi gce≅hoe-gm.hre=1rce <br />
      • Penyederhanaan dengan menggunakan Miller untuk Cc :
      • Prategangan/Biasing Transistor
      • Pada kawasan ini karena frekuensi dianggap nol maka CB dan CE akan berfungsi sebagai hubung buka. Hal tersebut dikarenakan pada frekuensi nol reaktansi kapasitif XB dan XC menjadi tak berhingga besarnya. Akibatnya tidak ada sinyal DC yang akan mengalir melewati CB sehingga tidak menggangu prategangan transistor, maka CB berlaku sebagai berlaku sebagai hubung buka. Sedangkan XE akan pararel dengan RE dan hasilnya mendekati RE (XE//RERE) maka seolah-olah berlaku sebagai hubung buka. Model untuk analisa DC ini dapat digambarkan sebagai berikut:
      • BAB II
      • Transistor Pada Frekuensi Audio /Rendah
      • Dua terminal dan Model hibrida parameter h :
      • V1=hi.i1+hr.V2i2=hf.i1+ho.V2hi=V1i1V2=0 hf=i2i1V2=0hr=V1V2i1=0 ho=i2V2i1=0
      • Model hibrida untuk transistor :
      • Vbe=hie.ib+hre.Vceic=hfe.ib+hoe.Vcehie=VbeibVce=0 hfe=icibVce=0hre=VbeVceib=0 hoe=icVceib=0
      • Vbc=hic.ib+hrc.Vecie=hfc.ib+hoc.Vechic=VbcibVec=0 hfc=ieibVec=0hrc=VbcVecib=0 hoc=ieVecib=0
      • Veb=hib.ie+hrb.Vcbic=hfb.ie+hob.Vcbhib=VebieVcb=0 hfb=icieVcb=0hrb=VebVceie=0 hob=icVcbie=0
      • Dengan menggunakan hukum Kirchoff arus da tegangan yang berlaku dalam transistor bahwa : ic+ib+ie=0 dan Vce+Veb+Vbc=0 atau Vec+Vcb+Vbe=0 maka dapat dilakukan konversi parameter h .
      • Konversi parameter h pada konfigurasi CE dan CC:
      • hic=VbcibVec=0 dan hie=VbeibVce=0=-Vec-Vcbib=0+Vbcib=hic
      • hrc=VbcVecib=0 dan hre=VbeVceib=0 =-Vec-Vcb-Vec=1+-VbcVec=1-hrc≈1
      • hfc=ieibVec=0 dan hfe=icibVce=0=-ib-ieib=-1-hfc=-1+hfc
      • hoc=ieVecib=0 dan hoe=icVceib=0=-ib-ie-Vec=0-ie-Vec=hoc
      • Konversi paramter h konfigurasi CE dan CB adalah (Buktikan!):
      • hib=hie1+hfe hib=hie.hoe1+hfe-hre hfb=-hfe1+hfe hob=hoe1+hfe
      • Dengan menggunakan kedua konversi diatas dapat dicari hubungan parameter antara CB dan CC.
      • Analisa Rangkaian Penguat Transistor paling sederhana adalah sebagai berikut:
      V1=hi.i1+hr.V2 dan i2=hf.i1+ho.V2<br />
      • Bati Arus (Ai)
      i2=hf.i1+ho.V2=hf.i1+ho.-i2.ZL<br />i2.1+ho.ZL=hf.i1 jadi i2i1=hf1+ho.ZL <br />
      • Ai=iLi1=-i2i1=-hf1+ho.ZL
      Impedansi Masukan (Zi)<br />V1=hi.i1+hr.V2= hi.i1+hr.-i2.ZL <br />Zi=V1i1=hi+hr.Ai.ZLV1i1= hi.i1+hr.-i2.ZLi1=hi+hr.iLi1.ZL=<br /> <br /> Zi=V1i1=hi+hr.hf1+ho.ZL.ZL=hi+hr.hf1ZL+ho<br />Bati Tegangan (Av)<br />V2V1=iL.RZi1.Zi=Ai.RZZi<br />
      • AV=Ai.ZLZi=-hf.ZL1+ho.ZL.1hi+hr.hf1+ho.RL.ZL
      • AV=-hf.ZL1+ho.ZL.hi+hr.hf.ZL=-hf1ZL+ho.hi+hr.hf
      • Bati Arus Total (AIS)
      • AIS=iLi1.i1is=Ai.RSRS+Zi
      • i1=RSRS+Zi.IS maka i1IS=RSRS+Zi
      • Bati Tegangan Total (AIS)
      • AVS=V2V1.V1Vs=AV.ZiZi+RS
      • Vi=ZiZi+RS.VS maka ViVS =ZiZi+RS
      • Dapat ditulis sebuah hubungan:
      • AVS=AISZLZi
      • Admitansi Keluaran (Yo)
      • Diperoleh dengan membuat VS=0 (hubung singkat), dan ZL=
      • 0=RS+hi.i1+hr.V2
      • i1V2=-hrRS+hi
      • i2=hf.i1+ho.V2 :V2 i2V2=hf.i1+ho.V2 V2=hf.i1V2+ho
      • Yo=i2V2=ho-hf.hrRS+hi=1ZoY'o=Yo+YL=1Z'o
      • Mencari Admintan keluaran menggunakan Thevenin Norton
      • Mencari Isc dengan membuat V2=0 (hubung singkat V2)
      • iSC=hf.i1 dan i1=VSRS+hi
      • iSC=hf.VSRS+hi
      • Mencari Voc dengan membuat RL=tak berhingga (hubung buka)
      • hf.i1+ho.Voc=0 didapat i1=-hohf.Voc
      • VS=hi+RS.i1+hr.Voc =-hi+RS.hohf.Voc+hr.Voc
      • VS=hr.hf-RS+hihohfVoc
      • Voc=hfhr.hf-RS+hiho.VS
      • Jadi Yo=Isc-Voc=hf.VSRS+hi -hfhr.hf-RS+hiho.VS=RS+hiho-hr.hfhi+RS=ho-hr.hfhi+RS