Nuzulul Qur’An

24,082 views
23,839 views

Published on

Published in: Education, Spiritual
12 Comments
10 Likes
Statistics
Notes
  • @INURROHMAH Dari mana sumbernya Alquran perlu penjelasan Alhadits? Yg memerlukan penjelasan itu manusianya. Alquran sendiri telah menyatakan dirinya sebagai penjelasan tentang petunjuk-petunjuk itu. Bahkan sebelum para sahabat berceritera tentang kehidupan Rasulullah, yg kemudian kita menyebutnya hadits, Alquran sendiri menyebutkan dirinya sebagai hadits (ayat-ayat Makiyyah QS77:50, QS68:44, QS53:59, QS52:34, QS45:6, QS39:23, QS18:2, QS7:185. ayat Madaniah QS 56:81). Sebaiknya harus difahami pula istilahh adits dalam Alquran, dan istilah hadits yg muncul sepeninggal Rasulullah SAW. Tentu Anda telah membaca bahwa hadits yg terbaik adalah Alquran, demikian kata Ibnu Mas'ud. Alangkah baiknya bila kita memahami perjalanan agama (Islam): 1.Sebelum kedatangannya 2. Ketika proses Kerasulan/kenabian berlangsung (selama sekitar 23 tahun), a. Periode Makkah (sekitar 13 tahun), dan b. Periode Madinah (sekitar 10 tahun) . 3. Islam sepeninggal Rasulullah (sahabat, Tabi'in, tabi'in dari tabi'in, hingga kini, alias sepanjang masa. Banyak-banyaklah mengkaji Alquran dan membaca berbagai perbendaharaan ilmu agama.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • isi al-qur'an butuh penjelsan dari hadits. tidak semua disebutkan secara mendetail. seperti shalat misalnya. yang menjelaskan secara mendetail tatacara shalat adalah hadist. periwayatannyapun di lakukan dengan syarat yang sangat ketat. misal seorang perawi dianggap dhoif jika pernah makan sambil berdiri atao makan di awrung pinggir jalan sejak baliqh walaupun mampu mengingat dengan sangat baik.penulisan atau pembukuan telah dilalkukan dalam dunia islam sejak zaman nabi. terbukti ketika mereka shahabat membuat kesaksian jual beli atau yang lain, beliaushahabat menuliskan nya pd batu daun pelepah kurma. ini sesuai dalam al-qur'an. shabat ustman adalah sekretaris nabi. sejarah pembukuan alqur'an sudah dilakukan zaman nabi. pada waktu itu nabi di tahshih oleh malaikat jibril, kemudian nabi mentahshih bacaan shahabat ali r.a dan zaid bin tsabit seorang penulis al-qur'an. perlu diketahui bahwa shahabta zaid bib tsabit di ajari nabi tatacara menulis alqur'an(misal huruf bak lafadz bismillah harus di tinggikan namun tidak setinggi huruf alif). kamudian tulisan tsb di letakkan di masjid besar. husus tulisan yang di tashhih secara langsung oleh nabi yang ditulis zaid bin tsabit di letakkan di istri nabi, salmah.masalah pengurutan surat ini tawqifi dari rasul pada waktu itu(tashhih ali dan zaid). bukan atas dasar urutan turun wahyu. inilah yang menjadikan kita membuka pikiran bahwa pada waktu itu tidak mudah menerima berita atau riwayah yang tidak benar dengan syarat tsb.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Meneliti peristiwa yg telah terjadi 1403 tahun silam (2013, tahun sekarang, dikurangi 610, tahun rasulullah menjadi nabi) memang sangat sulit. Yang masih mungkin adalah mengikuti catatan sejarah yg ditulis oleh para ilmuwan/sejarawan dari masa ke masa. Itupun masih berada dalam analisa, yg pasti melahirkan berbagai pendapat. Termasuk riwayat bahwa Alquran itu turun sekaligus ke sebuah tempat yg disebut lauh al mah-fudh, dari sana baru direlease kepada Rasulullah secara bertahap (tanziilan), itupun masih dalam analisa/kemungkinan. Meski Alquran menyebut 'lauh Al muh-fudh' yang hanya sekali sebut saja (QS85:22) sama sekali tidak mengisaratkan sebagai tempat persinggahan Alquran sebagaiman yg dimaksud penganalisis.(termasuk sebutan baitul Makmur atau sidratul Muntaha). Mengikuti pemaparan Alquran, bila 5 ayat pertama surah Al 'Alaq dinyatakan wahyu pertama yang diwahyukan di gua Hira, pada tahun 610 M, kemudian pada urutan wahyu ke 25 (QS 97, Al Qadr :ayat 1) bahwa malam turunnya Alquran itu disebut Malam Al Qadr yg memiliki nilai lebih bagus dari seribu bulan, atau urutan surah ke 64 (QS44, Ad Dukhan ayat 3) bahwa turunnya Alquran adalah pada malam penuh keberkahan, maka turunnya Alquran itu terjadi pada bulan Ramadhan, baru dinyatakan di Madinah bersamaan dg pernyataan perintah berpuasa. Dengan demikian kita boleh menganalisa, bahwa setelah kenabian atau kerasulan berjalan sekitar 15 tahun, barulah Rasulullah dan kaum muslimin mengetahui bahwa malam Qadr atau malam Keberkahan itu terjadi pada bulan Ramadhan. Artinya setelah agama berjalan sekitar 15 tahun itulah baru Ramadhan - sebagai satu-satunya bulan Qamariah yg disebut oleh Alquran - dinyatakan bulan yang penuh keberkahan. Andaikan Rasulullah sendiripun tidak dapat memastikan atau mengingat kapan persisinya wahyu (yg kemudian disebut surah) itu diturunkan, adalah hal yang sangat wajar atau masuk akal. Apa lagi dunia catat mencatat belum sepopuler zaman sekarang. Bahkan kodifikasi wahyu-wahyu itu (pemushafan) baru terpikirkan oleh Umar bin Khatab. Bahwa Lailatul Qadr itu jatuh pada tanggal-tanggal ganjil, riwayat tersebut sama sekali tidak dikuatkan oleh Alquran. Alquran merangkai dengan rinci langkah-langkah peristiwa perjalanan agama, yang dibatasi dengan periode Makkah-Madinah, sehingga para sahabat menyatakan bahwa proses kenabian berjalan selama sekitar 23 tahun. Namun setidaknya, dengan memahami adanya surah-surah Makiyah dan Madaniyah kemudian mengenali masing-masing urutannya (surah pertama hingga surah terakhir) adalah jalan untuk mengestimasi waktu-waktu turunnya setiap peristiwa agama. Sekaligus akan memperluas cakrawala berfikir tentang agama.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Jazakumulloh Ahsan al Jaza' wa Tabarakalloh
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • alhamd. Tabarokalloh
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
24,082
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
90
Actions
Shares
0
Downloads
598
Comments
12
Likes
10
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Nuzulul Qur’An

  1. 1. Nuzulul Qur’an H. Muhammad Jamhuri. Lc
  2. 2. Turunnya Al-Qur’an <ul><li>Tahap I </li></ul><ul><ul><li>Dari Lauhil Mahfudz ke Langit Dunia al-Qur’an diturunkan secara sekaligus 30 Juz. </li></ul></ul><ul><ul><li>Lafadz yang digunakan untuk menjelaskan hal itu adalah lafadz “anzala” أنزل dan semisalnya </li></ul></ul><ul><li>Tahap II </li></ul><ul><ul><li>Dari Langit Dunia ke Bumi, al-Quran diturunkan secara berangsur ayat perayat atau surat persurat. </li></ul></ul><ul><ul><li>Lafadz yang digunakan untuk menjelaskan hal itu adalah lafadz “nazzala” نزَل dan semisalnya </li></ul></ul>
  3. 3. BUKU PANDUAN & PEDOMAN <ul><li>Perusahaan mengeluarkan pabrik kendaraan, pasti mengeluarkan buku panduan tata cara penggunaan, perawatan, serta servis </li></ul><ul><li>Allah SWT menciptakan alam, pastilah menurunkan buku panduan tata cara penggunaan alam, perwatan serta memperbaikinya </li></ul>
  4. 4. Definisi Al-Qur’an <ul><li>Al-Qur’an adalah </li></ul><ul><li>Kalamullah </li></ul><ul><li>Mukjizat Berharga </li></ul><ul><li>Diturunkan kepada Nabi Muhammad saw </li></ul><ul><li>Disampaikan secara mutawatir </li></ul><ul><li>Membacanya adalah ibadah </li></ul>Berdialog dengan Allah Pusaka Berharga Top Leader Otentik Kecerdasan Spritual
  5. 5. Kalamullah  Berdialog dgn Allah <ul><li>Do’a = Ungkapan Hamba kepada Allh SWT </li></ul><ul><li>Ungkapan Allah kepada Hamba </li></ul><ul><li>Tilawah= ------------------------------------------- </li></ul><ul><li>Ungkapan Hamba kepada Allah </li></ul>
  6. 6. Kalamullah  Berdialog dgn Allah <ul><li>Ibnu Qoyyim berkata: </li></ul><ul><li>“ Jika kamu ingin mengetahui seberapa besar cinta Allah kepadamu dan kepada selainmu, maka; Pertama, lihatlah volume cintamu kepada kalamNya yaitu al-Qur’an di hatimu. Kedua , seberapa besar volume kenikmatanmu dan keasyikanmu tatkala mendengar lantunan firman-Nya. Sudahkan keasyikan itu melebihi keasyikan para pecandu musik dan nyanyian tatkala nyanyian diperdengarkan? Sesungguhnya merupakan hal yang wajar, bahwa barangsiapa yang mencintai seorang kekasih maka suara dan pembicaraan kekasihnya adalah sesuatu yang sangat dicintainya </li></ul><ul><li>(Al-Fikr at-Tarbawi ‘inda Ibni Al-Qoyim) </li></ul>
  7. 7. Sudahkah Kita Senikmat Mendengar Musik Favorit Kita Saat Mendengar Atau Membaca Al-Qur’an?
  8. 8. <ul><li>Sifat Pusaka </li></ul><ul><li>Dijaga dan dirawat dengan baik </li></ul><ul><li>Dipelajari dengan baik </li></ul><ul><li>Diamalkan dan dilaksanakan </li></ul><ul><li>Dicari bila belum ditemukan </li></ul><ul><li>Berkorban demi menemukannya </li></ul><ul><li>Diwariskan kepada anak/orang lain </li></ul>
  9. 9. Al-Quran disampaikan secara mutawatir  Otentik ALLAH SWT JIBRIL AS MUHAMMAD SAW SAHABAT2 (ABU BAKAR) SAHABAT2 SAHABAT2 SAHABAT2 (USTMAN B AFFAN) TABI’IN2 TABI’IN2 TABI’IN2 TABI’IN2 PARA TABI’IT TABI’IN DAN SETERUSNYA HINGGA KITA MASYARAKAT PEMBELAJAR (LEARNING SOCIATY)
  10. 10. APAKAH KITAB LAIN SEKARANG OTENTIK? TAURAT: Taurat menceritakan tentang kematian Musa, padahal Taurat diwahyukan Tuhan kepada Musa sendiri: “ Maka demikian matilah Musa, hamba Tuhan itu di sana, di tanah Moab, seperti firman tuhan: …..”Maka pada masa matinya umur Musa seratus duapuluh tahun, …Maka di antara orang Israil tiada berbangkit pula seorang nabi yang seperti Musa, yang dikenal oleh Tuhan muka dan muka” (Markus 1: 14-15) INJIL: “ Setelah Yahya itu sudah tertangkap, datanglah Yesus ke tanah Galilea memasyhurkan Injil Allah, serta berkata: “waktunya sudah sampai. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah kamu dan percayalah akan injil itu” (MArkus1 -14-15) Kalimat itu bukan Injil Yesus, tapi cerita orang lain tentang Yesus Keempat Injil itu bukanlah berasal dari imla (dikte lisan) daripada Yesus sendiri, bahkan Yesus tidak pernah menyaksikan dengan mata kepalanya keempat Injil itu (Mutawally Yusuf Syalaby, Adhwaun ‘ala Masihiyyah, hal. 50)
  11. 11. Membacanya ibadah  Kecerdasan Spritual Rasulullah saw bersabda: “ Barangsiapa membaca sehuruf dari al-Qur’an maka untuknya satu kebajikan, dan setiap kebajikan digandakan sepuluh kali. Aku tidak berkata Alif-Lam-Mim itu satu huruf, tetapi alif adalah huruf, lam adalah huruf dan Mim adalah huruf (HR: TIrmidzi) “ Barangsiapa yang disibukkan dengan membaca al-Quran dan mengingat Aku daripada meminta sesuatu dari Aku, maka Aku akan memberikannya lebih baik dari apa yang diminta oleh orang lain” (Hadist Qudsi HR Turmudzi)
  12. 12. “ Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah hidangan Allah. Maka nikmatilah apa yang ada darinya sebatas apa yang kalian sanggup. Sesungguhnya aku tidak mengetahui sesuatu yang lebih kecil dari suatu kebaikan dari sebuah rumah yang tidak ada di dalamnya sedikitpun al-Qur’an. Dan sesungguhnya hati yang tidak ada di dalamnya al-Qur’an sedikitpun itu seperti rumah kosong yang tidak ada penghuninya” (Atsar shohaby, riwayat Ad-Darimy) RUMAH KOSONG Tidak Terawat Kotor Rapuh Seram/angker MANUSIA KOSONG Jiwa Tidak Terawat Mental Kotor Jiwa Rapuh Teman setan/kesurupan
  13. 13. KECERDASAN SPRITUAL=IHSAN Nabi menjawab, Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu IHSAN PENGAWASAN ALLAH NIAT BAIK KEBAIKAN ALLAH NIAT YANG IKHLAS BEKERJA PROFESIONAL PELAKSANAAN BERKUALITAS AMAL BAIK DICINTAI ALLAH PAHALA DARI ALLAH PERTOLONGAN ALLAH
  14. 14. Ihsan Dalam Aplikasi Kehidupan <ul><li>Cerita Rudi yang membersihkan kostapel saat sedang melamar pekerjaan </li></ul><ul><li>Cerita budak yang tidak mau menjual ternaknya kepada Umar meskipun tuannya tidak tahu </li></ul><ul><li>Cerita anak wanita yang melarang ibunya mencampur susu dengan air untuk dijual pada zaman Umar bin Khattab </li></ul><ul><li>Cerita Umar bin Abdul Aziz yang meniup lampu kantornya karena menerima tamu dari kerabatnya </li></ul><ul><li>Karyawan bekerja bukan karena takut diawasi atasannya, tapi takut dilihat Allah SWT. </li></ul>
  15. 15. PUASA KEJUJURAN KEPEDULIAN PEMANFAATAN WAKTU KESEHATAN TAQORRUB
  16. 16. Iman Kepada Kitab <ul><li>Learning Principle – Prinsip Pembelajaran </li></ul><ul><li>Kebiasaan membaca buku dan situasi </li></ul><ul><li>Kebiasaan berpikir kritis </li></ul><ul><li>Kebiasaan mengevaluasi </li></ul><ul><li>Kebiasaan Menyempurnakan </li></ul><ul><li>Memiliki Pedoman </li></ul>
  17. 17. SEKIAN <ul><li>Terima kasih </li></ul><ul><li>Tali Silaturrahim: </li></ul><ul><li>http://muhammadjamhuri.blogspot.com </li></ul><ul><li>Email: [email_address] </li></ul><ul><li>Telp/HP: 021-55792258/08121978117 </li></ul><ul><li>StarRadio FM: 107,3 kamis-Jum’at, </li></ul><ul><li>Jam 17.00-18.00 </li></ul>

×