Ekonomi Makro Islam

11,705 views
11,478 views

Published on

slide ini berisi pengantar tentang ekonomi makro. pembahasan pada objek bahasan ekonomi makro, dan perbandingannya dengan ekonomi makro Islam.

Published in: Business, Spiritual
5 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
11,705
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
27
Actions
Shares
0
Downloads
560
Comments
5
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ekonomi Makro Islam

  1. 1. EkonomiMakro IslamSebuahPengantar<br />H. Muhammad Jamhuri, Lc. MA.<br />
  2. 2. REVELATION-BASED MEASUREMENT<br />NON<br />MUSLIM<br />AL-QUR’AN<br />AS-SUNNAH<br />PEMIKIRAN<br />MUSLIM<br /> SESUAI<br />AQ-AS<br />TIDAK <br />SESUAI<br />AQ-AS<br />YA<br />BERAMAL<br />BERIMAN<br />BERTAQWA<br />TIDAK<br />Keterangan:<br />AQ: Al-Qur’an<br />AS: As-Sunnah<br />RIDHO ALLAH<br />STOP<br />BAHAGIA DUNIA AKHIRAT<br />
  3. 3. FALSAFAH DASAR EKONOMI ISLAM<br />AQIDAH<br />SYARIAH<br />AKHLAQ<br />IBADAH<br />MUAMALAH<br />POLITIK<br />EKONOMI<br />SOSIAL<br />HALALAN TOYIBAN<br />QS.AL-MAIDAH[5]:88<br />AR-RUM:39<br />ALI IMRAN[3]: 130<br />AN-NISA[4]: 161<br />AL-BAQARAH[2]:275,<br />276, 278, 279<br />1<br />AL-BAQARAH: 201<br />SEJAHTERA <br />DUNIA AKHIRAT<br />AL-BAQARAH[2]: 183<br />AL-A’RAF: 31<br />AL-ISRAA:26-27<br />7<br />2<br />3<br />POLA DISTRIBUSI<br />POLA KONSUMSI<br />POLA SIMPANAN<br />AN-NISA{4}: 29<br />AL-BAQARAH[2]: 275<br />AL-MUZAMMIL[73]: 20<br />SHAAD[38]: 24<br />AL-HASYR[59]: 7<br />SUMBER DANA<br />4<br />POLA PRODUKSI<br />5<br />POLA INVESTASI<br />6<br />
  4. 4. خصائص الاقتصاد الاسلاميKarakteristikEkonomi Islam<br />ربانية<br />Nilai keTuhanan<br />أخلاقية<br />Moralis<br />انسانية<br />Humanist<br />وسطية<br />Moderat<br />الانتاج<br />produksi<br />عامل<br />Pelaku<br />بين الرأسمالية و الاشتراكية<br />Antara Kapitalisme & Sosialisme<br />ربانية المنطلق<br />Dasar Pijakan<br />التوزيع<br />distribusi<br />وسيلة<br />sarana<br />اقرار الملكية الخاصة والعامة<br />Kepemilikan Private dan Public<br />ربانية الغاية<br />Tujuan<br />التداول<br />proses<br />غاية<br />sasaran<br />طيبة المأكل والمشرب<br />الاستهلاك<br />konsumsi<br />حياة طيبة<br />Kehidupan yang baik<br />طيبة المسكن والمركب<br />طيبة الحياة الزوجية<br />عنصرمادي<br />Unsur materi<br />عنصرمعنوي<br />unsur rohani<br />طيبة اللهو والزينة<br />
  5. 5. PengertianEkonomiMakro<br />Adalahcabangdariilmuekonomi, yang membahaspermasalahankebijaksanaanmakro, yakniberupapengelolaandanpengendalianumumperekonomiansecaranasional, sehinggabisatumbuhsecaraseimbang, danterhindardarikeadaan-keadaan yang mengganggukeseimbangantersebut.<br />SedangkanEkonomiMakro Islam adalahilmu yang membahaspermasalahankebijakanekonomisecaramakro, berupapengelolaandanpengendalian, sesuaidenganajaran Islam.<br />
  6. 6. PermasalahanKebijaksanaanMakro<br />Masalahjangkapendekataumasalahstabilisasi; Masalahiniberkaitandenganbagaimana “menyetir” perekonomiannasionaldaribulankebulan, daritriwulanketriwulanataudaritahunketahun, agar terhindardaritigapenyakit:<br />Inflasi<br />Penganggguran<br />Ketimpangandalamneracapembayaran<br />Masalahjangkapanjangataumasalahpertumbuhan. Masalahiniadalahmengenaibagaimana “menyetir” perekonomian agar adakeserasianantarapertumbuhanpenduduk, pertambahankapasitasproduksi, dantersedianyadanauntukinvestasi. Tujuannya agar terhindardari 3 penyakitdiatashanyasajawaktunyapanjang ( 5 tahun, 10 tahinbahkan 50 tahun)<br />Yang akankitabahasdisiniadalahmasalahpertama; yaknistabilisasi, masalahkeduaakandibahasselanjutnya (jikawaktumemungkinkan)<br />
  7. 7. MasalahJangkaPendek (stabilisasi)<br />Dalamanalisajangkapendekfaktor-faktorberikutkitaanggaptidakberubahatautidakbisakitaubah:<br />Kapasitas total dariperekonomiankita<br />Jumlahpendudukdanjumlahangkatankerja<br />Lembaga-lembagasosial, politikdanekonomi yang ada<br />Dalam “menyetir” perekonomianjangkapendek, kitaharusmelakukankebijaksanaandalamjangkapendek pula, misalnya:<br />Menambahjumlahuang yang beredar<br />Menurunkansukubungakredit (sistemekonomikonvensional) (nisbahbagihasildalamsistemekonomi Islam)<br />Mengenakanpajakimpor<br />Menurunkanpajakpendapatanataupajakpenjualan<br />Menambahpengeluaranpemerintah<br />Mengeluarkanobligasinegaradll(dalamsistemekonomiharusbebasribadanghara)<br />Catatan: dinegara-negaraberkembang; masalahjangkapendekdanjangkapenjangsangatberkaitanerat, sehinggatidakotomatisdapatmenyelesaikanmasalahjangkapendekdengankebjiakanjangkapendek; semata, contolmasihbrengseknyalembagasosial/ekonomi.<br />
  8. 8. KerangkaAnalisaMakro<br />Setelahkitamengetahuidudukpersoalanmasalahapa yang dikajidalamekonomimakro, lalubagaimanamengkajimasalahtersebutsehinggadiperolehjawaban (ataubagaimanamenganalisanya?)<br />Adaduaaspekutamadalamanalisaini:<br />“Apa “ yang disebutkegiatanekonomimakro, dan “Dimana” kegiatantersebutdilakukan?<br />“Siapa” pelaku-pelakukegiatantersebut?<br />
  9. 9. EmpatPasarMakro<br />Masalah “apa” dalamkegiatanekonomimakro<br />PasarBarang<br />PasarUang<br />PasartenagaKerja<br />PasarLuarNegeri<br />Masalah “dimana” kegiatanituberlangsung:<br />Pasarbarang/jasa; demand/permintaanbarangsecara total bertemudenganbarang/jasa yang diproduksi (danditawarkan) olehseluruhprodusendalamsuatuperiode.<br />Pasaruang: kebutuhan total masyarakatakanuangbertermudenganuang (kartaldangiral) yang dikeluarkanpemerintah<br />Pasartenagakerja: pertemuanantarakebutuhanpadatenagakerjadanketersediaantenagakerja yang ada<br />Pasarluarnegeri: pertemuanantaraekspordanimpor<br />
  10. 10. DuaAspekUtamaPasar<br />Apa yang terjadidenganharga (P) /price?<br />Apa yang terjadipadaKuantitas (Q)/quantity?<br />Denganmengetahuiduahaldiatasdalamhalpasarbarangmisalnya, makakitaakanmengetahui:<br />Tinggirendahnyatingkatinflasi (gerakhargaumum)<br />Naikturunnya GDP (Gross Domestic Product)/ gerakproduksi total)<br />
  11. 11. DuaAspekUtamaPasar<br /><ul><li>Di pasaruang, permintaanakanuangdanpenawaranakanuangmenentukan “harga” dariuangatauhargadaripenggunaanuang (yang dipinjamkan) yaitutidak lain adalahtingkatbunga
  12. 12. Di pasartenagakerjapermintaandanpenawarantenagakerjamenentukan “hargatenagakerja, yaitutingkatupahdankuantitastenagakerja yang dipekerjakan.</li></ul>Tingkat Bunga<br />Tingkat upaqh<br />HargaUmum<br />S<br />S<br />S<br />P<br />r<br />W<br />D<br />D<br />D<br />0<br />0<br />0<br />Beredar<br />M<br />Jml org kerja<br />N<br />GDP<br />Q<br />A. PasarBarang<br />B. PasarUang<br />C. PasarTenagakerja<br />
  13. 13. DuaAspekUtamaPasar<br /><ul><li>Di pasarluarnegeri, permintaanakanbarangeksporkitabersamadenganpenawaranakanbarangtersebutmenentukanharga rata-rata eksporkitadankwantitasatau volume ekspor
  14. 14. Harga rata-rata dikalikan volume ekspormemberikanpenerimaandevisadariekspor
  15. 15. Permintaanmasyarakatkitaakanbarang-barangimporakanmenentukanharga rata-rata impordan volume impor
  16. 16. Harga rata-rata impordikalikan volume impormemberikanpengeluarandevisakitauntukimporbarangdanjasatersebut
  17. 17. Di pasarLuarnegeri, bergabungpasarekspordanpasarimpor, dankitamengamatiapa yang terjadidengan:
  18. 18. Neracaperdagangan, yaknipenerimaandevisaekspordikurangipengeluarandevisauntukimpor, atauNeracaPembayaranjikakitainginmengetahuitentangalirankeluarmasuknya modal
  19. 19. DasarpenukaranLuarNegeri (term of trade), yaituharga rata-rata ekspordibagidenganharga rata-rata impor
  20. 20. Cadangandevisa, yaitupersediaandevisakitapadaawaltahun plus saldoneracapembayaran
  21. 21. TujuanTeoriEkonomiMakroadalah: mengetahuifaktorapasaja yang mempengaruhi P (harga) dan Q (kuantitas), sehinggakitamengetahuikebiijaksanaanapa yang yangdiambilpemerintahuntukmempengaruhi P dan Q dimasing-masingpasar</li></li></ul><li>Ringkasan:<br />
  22. 22. Lima PelakuMakro<br />Dalamteorimakro, kitamenggolongkanorang-orangataulembaga-lembaga yang melakukankegiatanekonomimenjadi lima kelompokbesar:<br />RumahTangga<br />Produsen<br />Pemerintah<br />Lembaga-lembagaKeuangan<br />Negara-negara Lain<br />Kegiatandarikelimakelompokpelakuinisertakaitannyadengankeempatpasardiatasbisadigambarkanmelalugambarberikut:<br />
  23. 23. PASAR DAN PELAKUNYA<br />Pajak<br />11<br />Pemerintah<br />Negara-<br />Negara lain<br />2<br />4<br />Pasar<br />Barang<br />10<br />Pajak<br />Produsen<br />13<br />3<br />RumahTangga<br />6<br />1<br />Pasar<br />Tenaga<br />Kerja<br />8<br />14<br />5<br />12<br />7<br />Pasar<br />Uang<br />Lembaga<br />Keuangan<br />9<br />15<br />16<br />
  24. 24. PasardanPelakunya<br />Permintaan (demand)<br />PengeluarankonsumsiolehRumahTangga<br />BelanjabarangolehPemerintah<br />Investasioleh Perusahaan<br />EksporkeLuarNegeri<br />KebutuhantenagakerjaolehPemerintah<br />Kebutuhantenagakerjaoleh Perusahaan<br />Kebutuhanuangtunaidankreditolehperusahaan<br />KebutuhanRumahTanggaakanuangTunai<br />Kebutuhan Perusahaan-perusahaanAsingakan rupiah<br />Penawaran (Supply)<br />HasilProduksidalamnegeri<br />Impordariluarnegeri<br />Tangakerja yang disediakanolehRumahTangga<br />Suplaiuangkartal<br />Tabungan RumahTangga<br />Suplaiuanggiral<br />Suplaidanaluarnegeri<br />
  25. 25. KegiatanKelompokRumahTangga<br />Kelompokrumahtanggamelakukankegiatan-kegiatanpokokberupa:<br />Menerimapenghasilandariparaprodusendari “penjualan” tenagakerjamerka (upah), deviden, dandarimenyewakantanahhakmilikmereka (tidakterlihatdalamgambar). Dalamekonomi Islam, belanja (konsumsi) terikatdengankehalalanjenis “pekerjaan yang dijual”<br />Menerimapenghasilandarilembagakeuanganberupabungaatassimpanan-simpananmereka. (teorikonvensional/non syari’ah). Dalamsistemekonomisyariahmerekamendapatbagihasil (profit sharing)<br />Membelanjakanpenghasilantersebutdipasarbarang/jasa(sebagaikonsumen). Dalamekonomi Islam, belanja (konsumsi) terikatdengankehalalanbarang/jasa yang akandibeli<br />Menyisihkansisadaripenghasilantersebutuntukditabungpadalembaga-lembagakeuangan. Dalammasyarakat Muslim, penghasilanjugadisisihkanuntukzakat, infakdansedekah (ZIS)<br />Membayarpajakkepadapemerintah<br />Masukdalampasaruangsebagai “peminta” (demanders) karenakebutuhanmerekaakanuangtunaiuntukmisalnyatransaksisehari-hari<br />
  26. 26. KegiatanKelompokProdusen<br />Kelompokprodusenmelakukankegiatan-kegiatanpokokberupa:<br />Memproduksidanmenjualbarang-barang/jasa-jasa (yaitusebagai supplier dipasarbarang). Dalamekonomiislam, memproduksidanmenjualbarang/jasaharusberupabarang/jasa yang halal.<br />Menyewa/menggunakanfaktor-faktorproduksi yang dimilikiolehkelompokrumahtanggauntukprosesproduksi<br />Menentukanpembelianbarang-barang modal danstokbarang-barang lain (selaku investor masukdalampasarbarangsebagaipemintaatau demander)<br />Memintakreditdarilembagakeuanganuntukmembiayaiinvestasimereka (sebagai demander dipasaruang). Dalamekonomi Islam, berupapembiayaan yang sesuaisyariah (mudhorobah/muyarakah) dansistembagihasil<br />Membayarpajak. Dalamekonomi Islam, selainpajak, perusahaanjugadikenaipembayaranzakatperusahaan.<br />
  27. 27. KegiatanKelompokLembagaKeuangan<br />KelompoklembagaKeuanganmencakupsemua bank-bank danlembaga-lembagakeuanganlainnyakecuali bank Central (Bank Indonesia). Kegiatanmerekaberupa:<br />Menerimasimpanan/depositodarirumahtangga<br />Menyediakankreditdanuanggiral (sebagai supplier dalampasaruang). Dalamekonomiislam, kreditdisiniberartipembiayaansecarasyari’ahdanbebasbunga/interest<br />
  28. 28. KegiatanKelompokPemerintah<br />Pemerintah (termasukdidalamnya Bank sentral) melakukankegiatanberupa:<br />Menarikpajaklangsungdantaklangsung<br />Membelanjakanpenerimaannegarauntukmembelibarang-barangkebutuhanpemerintah (sebagai demander dipasarbarang)<br />Meminjamuangdariluarnegeri. Dalamekonomi Islam, pinjamanadalahpembiayaan yang sesuaidengansyari’ahdanbebasriba.<br />Menyewatenagakerja (sebagai demander dipasartenagakerja)<br />Menyediakankebutuhanuang (kartal) bagimasyarakat (sebagai supplier dipasaruang)<br />
  29. 29. KegiatanKelompok Negara-negara Lain:<br />Menyediakankebutuhanbarangimpor (sebagai supplier dipasarbarang). Dalamekonomiislam, barangimporterikatdengan status kehalalannya<br />Membelihasil-hasileksporkita (sebagai demander dipasarbarang)<br />Menyediakankredituntukpemerintahdanswastadalamnegeri. Dalamekonomiislamberupapembiayaansecarasyariahdanbebasinterst/bunga/riba<br />Membelidaripasarbaranguntukkebutuhancabangperusahaannyadi Indonesia<br />Masukdalampasaruangdalamnegerisebagaipenyaluruang (devisa) dariluarnegeri (sebagai supplier dana) dansebagaipemintakreditdanuangkartal rupiah untukkebutuhancabang-cabangperusahaanmerekadi Indonesia (demander akandana). (singkatnyasebagaipenghubungpasaruangdalamnegeridenganpasaruangluarnegeri). Dalamekonomi Islam, sistemjualbeliforex (foreign exchange) harussesuaidengansyari’ahdanbebasribasertagharar<br />

×