2. Siroh Nabawiyah: sejak kelahiran hingga kenabian
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

2. Siroh Nabawiyah: sejak kelahiran hingga kenabian

on

  • 2,984 views

matakuliah siroh nabawiyah berisi sejarah nabi dari kelahiran hingga menerima wahyu, hikmah dan ibroh dariperistiwa-peristiwa tersebut

matakuliah siroh nabawiyah berisi sejarah nabi dari kelahiran hingga menerima wahyu, hikmah dan ibroh dariperistiwa-peristiwa tersebut

Statistics

Views

Total Views
2,984
Slideshare-icon Views on SlideShare
2,935
Embed Views
49

Actions

Likes
1
Downloads
90
Comments
0

1 Embed 49

http://andimuslim.wordpress.com 49

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    2. Siroh Nabawiyah: sejak kelahiran hingga kenabian 2. Siroh Nabawiyah: sejak kelahiran hingga kenabian Presentation Transcript

    • Mata Kuliah Siroh Nabawiyah (Bagian Kedua) Sejak Kelahiran Hingga Kenabian Penyaji: KH. Muhammad Jamhuri, LC MA. (STAI Asy-Syukriyyah, Tangerang Banten)
    • Nasab, Kelahiran, dan Penyusuan Nabi Muhammad saw
    • Silsilah Nasab Rasulullah saw Nabi Ibrahim asSarah Hajar Ismail Adnan Mu’iddu Nazar Mudhor Ilyas Mudrikah Khuzaimah Kinana Nadhar Malik Fihr Ghalin Luay Ka’ab Murroh Kilab Qushoy (zaid) AbduManaf (alMughiroh) Hisyam Abdul Muthollib Abdullah Muhammad saw Ishaq as Yahudza Israil Anak Keturunan Israil (Banu Israil Nabi-nabi Bani Israil Nabi bergelar: Ibnu Dzabihaini (anak dari orang tua yg hampir menjadi sembelihan)
    • • • Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari anak Ismail, dan memilih Quraisy dari Kinanah, kemudian memilih Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim (HR Muslim) Seluruh manusia Putera2 Ismail as Kinanah Quraisy Hasyim Putera2 Hasyim Muhammad Saw Gelasr Nabi sebagai pilihan: “ Al-Musthofa Al-Mukhtar, al-Mujtab”a Manusia Pilihan Allah swt
    • Nabi saw Terlahir Sebagai Yatim • Lahir Senin malam, 12 Rabi’ul Awwal Tahun Gajah • Ayahnya Abdullah wafat saat ibu Nabi saw mengandungnya dua bulan • Rasulullah disusukan kepada Halimah binti Abu Dzu’aib, sebagaimana tradisi Arab yang berlaku saat itu. Lalu dikembalikan ke pangkuannya ibunya saat usia lima tahun • Ibunya Aminah wafat dalam usia Nabi saw 6 tahun, lalu diasuh oleh kakeknya • Usia delapan tahun ditinggal mati oleh kakeknya Abdul Muthollib • Kemudian nabi saw diasuh oleh Abu Thalib
    • Ibroh dan Pelajaran • Di antara konsekwensi cinta pada Rasulullah saw adalah mencintai kaum dan kabilahnya,bukan karena orang dan jenisnya, tapi dari hakikatnya. Karena hakikatnya Allah swt telah memilih kabilah ini menjadi nasab Rasulullah saw. Namun hal ini tidak menafikan bahwa di antara mereka ada yang menyimpang. • Yatimnya nabi saw memberi hikmah bahwa nabi mendapat wahyu/ilmu bukan dari ayahnya • Ladang desa Halimah ibu susuan nabi saw yang semula gersang menjadi tumbuh hijau, Ini berarti kehadiran nabi saw memberi berkah. Oleh sebab itu, para ulama sepakat bahwa jika saat shalat istisqo dianjurkan menghadirkan orang shaleh agar terkabul doa nya. • Peristiwa pembelahan dada Rasulullah saw oleh Jibril as saat di kampung Bani Sa’ad di rumah Halimah, menunjukkan tanda beliau akan menjadi nabi dan rasul. Meskipun saat itu bneliau masih kecil namun peristiwa fisik luar biasa itu sebagaio pendahuluan isyarat beliau menjadi seorang nabi/rasul
    • HIKMAH YATIMNYA RASULULLAH SAW Menolak anggapan bahwa nabi belajar dari ayahnya Merasakan kejiwaan anak yatim shg lbh peduli Penyiapan menghadapi tempaan hidup sejak kecil Pantas mendapat gelar Abul Yatama (Bpk anak yatim) Sbg tauladan bhw yatim tetap hrs maju
    • Perjalanan Pertama Rasulullah saw ke Syam
    • Perjalanan Pertama Nabi saw ke Syam • Dalam usia 12 tahun, Nabi saw diajak pergi ke Syam bersama Kafilah dagang • Di Bashra mereka bertemu dengan pendeta Nasrani bernama Buhaira yang mengetahui tanda-tanda kenabian pada diri Rasulullah saw
    • Perjalanan Pertama Nabi saw ke Syam • Buhaira memerintahkan pamannya untuk segera membawa kembali Nabi saw karena khawatir akan dicelakakan oleh orang Yahudi • Pada Usia remaja Rasulullah saw menggembala kambing dengan upah beberapa qiroth. Allah swt telah melindungi beliau dari penyimpangan perilaku yang biasa dilakukan pemuda seusianya seperti huru-hara dan permainan- permainan
    • Ibroh dan Pelajaran • Peristiwa Bertemu dengan pendeta Buhaira: – Tanda-tanda kenabian nabi sebenarnya sudah diketahui oleh kaum Yahudi, namun ketika benar terjadi, mereka mengingkarinya. • • Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri[97]. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.(QS. Al-bAqarah: 146) • Peristiwa Rasulullah saw menggembala kambing – Perasaan halus dan tahu diri karena sudah dewasa – Penghasilan dari hasil keringat sendirilebih disukai Allah – Aktifis dakwah tidak mengandalkan hidupnya dari dakwahnya – Penyiapan “Training Leadership” mengelola makhlup hidup
    • Ibroh dan Pelajaran • Peristiwa pemeliharaan Allah swt di masa muda Nabi saw yang jauh dari hidup poya-poya dan permainan: – Nabi saw adalah manusia yang mempunyai naluri dan fitrah seperti manusia lain – Allah swt melindungi nabi saw pada masa muda dari segala penyimpangan perilaku dan permainan adalah dalam rangka penyiapan beliau yang akan mendapat tugas yang berat – Dua kenyataan diatas membuktikan bahwa Rasulullah saw adalah ma’shum (dijaga) oleh Allah swt
    • Perniagaan dan Pernikahan Rasulullah saw dengan Khadijah
    • Perniagaan Rasulullah saw • Rasulullah saw menerima amanat membawa barang dagangan miliki Khadijah ra ke Syam, beliau adalah wanita pedaganag yang mulia dan kaya. • Dalam perdagangannya, nabi saw ditemani Maisarah seorang kepercayaan Khadijah. Dan Nabi saw mendapat keuntungan yang besar sehingga kepercayaan Khadijah bertambah besar • Maisarah sangat mengagumii akhlak dan kejujuran nabi saw, semua sifat dan perilaku itu dilaporkan kepada Khadijah, sehingga beliau tertarik kepada Rasulullah saw.
    • Pernikahan Nabi saw dengan Khadijah • Khadijah pun menyatakan hasratnya untuk menikah dengan nabi saw dengan perantara Nafisah binti Muniyah. • Nabi saw menyetujuinya dan menyampaikan hal itu kepada paman-pamannya, mereka datang meminang Khadijah melalui paman Khadijah Amr bin Asad. Nabi saw berusia 25 tahun saat menikah dengan Khadijah yang usianya 40 tahun • Sebelum dinikahi nabi saw, Khadijah pernah menikah dua kali. Pertama dengan Atiq bin A’idz al-Tamimi, dan yang kedua dengan Abu Halah at-Tamimi, namanya Hindun bin Zurarah
    • Ibroh dan Pelajaran • Khadijah adalah wanita utama, Rasulullah saw bersabda, – – Sebaik-baik wanita (langit) adalah Maryam binti Imron, dan sebaik- baik wanita (bumi) adalah Khadijah binti Khuwailid • Khadijah adalah wanita yang paling dicemburui oleh Rasulullah saw, dan beliau dikaruniai Allah mencintainya. Rasulullah saw sering memerintahkan isterinya untuk memasak kuah dan dibagikan kepada teman-teman Khadijah • Pernikahan Nabi saw dengan Khadijah yang berstatus janda mematahkan anggapan bahwa Nabi saw hanya menginginkan kenikmatan jasadiyah belaka. Pernikahan Nabi saw utuh hingga Khadijah wafat pada usia 65 tahun dan Nabi saw 50 tahun • Pernikahan Nabi saw setelah wafatnya Khadijah, mempunyai hikmah-hikmah tertentu
    • • Untuk menjawab tuduhan di atas, ada dua hal penting yang harus kita ingat: – Rasulullah SAW tidak pernah mengawini wanita lebih dari satu, kecuali setelah beliau memasuki usia senja, yaitu usia lebih dari 50 tahun. – Seluruh isteri-isteri Rasulullah SAW berstatus janda, kecuali hanya Aisyah ra. • Hikmah Poligami Rasulullah saw: – Hikmah Pendidikan; Dengan poligami, Rasulullah SAW banyak mengeluarkan wanita yang alim yang dapat mengajarkan wanita lainnya – Hikmah Tasyri” (perundang-undangan) Hikmah ini dapat kita saksikan ketika terjadi perkawinan Rasulullah SAW dengan Zainab binti Jahsy Al- Asadi, yaitu terhapusnya kebiasaan menganggap anak angkat (adopsi) seperti anak nasab – Hikmah Secara Sosial Hikmah ini terlihat pada perkawinan beliau dengan puteri Abu Bakar; Aisyah ra dan puteri Umar; Hafsah. Perkawinan Rasulullah SAW ini sebagai penghargaan yang sangat besar yang pernah dirasakan kedua sahabat beliau – Hikmah Secara Politis Perkawinan Rasulullah SAW dengan beberapa wanita mengakibatkan bersatunya pengikut kabilah-kabilah yang berbeda
    • Keikutsertaan Nabi saw Dalam Membangun Ka’bah
    • Sejarah Pembangunan Ka’bah  Pertama: dibangun oleh nabi Adam as bersama para Malaikat o o Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (QS. Ali Imran: 96) o Kedua dibangun pada masa Ibrahim as dan Ismail as: o o Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".(QS. Al-Baqarah: 127)
    • Pembangunan Ka’bah Masa Nabi Adam as dan Nabi Ibrahim as Ka’bah Pintu Timur Pintu Barat
    • Sejarah Pembangunan Ka’bah  Ketiga: Pada masa sebelum Islam dilakukan oleh Quraisy dan Nabi saw ikut serta dalam pembangunan:   Wahai Aisyah, kalau bukan karena kaummu masih dekat dengan masa Jahiliyah, niscaya aku perintahkan (untuk membongkar dan membangun) ka’bah kemudian aku memasukkan padanya apa yang pernah dikelaurkan darinya, aku perdalam lagi ke bumi, dan aku akan buat padanya pintu timur dan barat, lalu aku sempurnakan sesuai asas Ibrahim (Bukhori Muslim)  Masa itu Nab saw i menyelesaikan pertikaian di antara suku-suku tentang siapa yang berhak meletakkan hajar aswad  Keempat: Pada masa Yazid bin Mu’awiyah setelah Ka’bah mengalami kebakaran, ketika tentaranya dan penduduk Syam menyerangnya. Abdullah bin Zubair membongkarnya dan membangun kembali ka’bah tersebut,
    • Pembangunan Ka’bah Masa Quraisy dan sebelum kerasulan Nabi saw, dan Masa Abdullah bin Zubair Ka’bah Pembangunan pada masa Quraisy yang diikuti Nabi saw sebelum diangkat sbg Rasul Pembangunan pada masa Yazid bin Muawiyah oleh Abdullah bin Zubair setelah terjadi kebakaran Pintu Timur Pintu Timur Pintu Barat
    • Sejarah Pembangunan Ka’bah  Kelima: Pembangunan yang dilakukan setelah terbunuhnya Abdullah bin Zubair, oleh Abdul Malik bin Marwan, beliau berkata, “kami tidak bisa menerima tindakan Ibnu Zubair. Menyangkut tambahan panjangnya masih dapat ditolerir, tetapi menyangkut tambahan Hijr Ismail hendaklah dikembalikan kepada bangunannya (semula) dan tutupluh pintu yang dibukanya”. Lalu Ka’bah dihancurkan dan dibangun kembali  Pada masa Harun al-Rasyid ada keinginan mengubah Ka’bah menjadi seperti pada masa Abdullah bin Zubair, namun Imam Malik bin Anas mencegahnya, “Wahai Amirul Mukminin, janganlah rumah ini dijadikan permainan oleh para raja sesudahmu, janganlah setiap dari mereka mengubahnya sesuka hatinya karena tindakan tersebut akan menghapuskan wibawa rumah ini dari hati manusia. Pintu Timur Bentuk Kabah pada masa Abdul Malik bin Marwan hingga sekarang
    • Ibroh dan Pelajaran • Ka’bah memiliki kedudukan yang sangat mulia sebagai simbol persatuan dan tauhid. Dengan Ka’bah kaum muslimin beribadah ke arah yang satu. • Nabi saw sangat bijaksana menyelesaikan pertikaian di kalangan kaum Quraisy saat bertikai tentang siapa yang berhak meletakkan hajar aswad. Nabi saw dipercaya untuk memecahkan masalah mereka. Ini merupakan keistimewaan yang Allah berikan sebelum diangkat menjadi Nabi, dan setelah menjadi Nabi saw, beliau diberi keistimewaan lainnya • Ini menunjukkan bahwa meskipun belum menjadi Rasul, Muhammad as sudah dipercaya dan dicintai oleh mayarakatnya, karena kejujuran ucapannya dan ketinggian akhlaknya. Sehingga jika ada yang menolak dakwah Rasulullah berari mereka adalah yang mendengki dan menyombongkan diri.
    • Menyendiri di Gua Hira dan Wahyu Pertama
    • Menyendiri di Gua Hira • Mendekati usia 40 tahun, Rasulullah saw mempunyai kecendrungan menyendiri di Gua Hira • Gua Hira terdapat dalam sebuah gunung bernama Jabal An-Nur terletak disebelah Barat kota Makkah • Beliau menyendiri beberapa hari, kadang sepepuluh malam, kadang lebih hingga sebulan lamanya, kemudian kembali ke rumah untuk mengambil bekal • Demikianlah, hingga akhirnya turun kepada beliau wahyu ketika beliau sedang ‘uzlah (menyendiri) Gunung (jabal) Nur
    • Suasana Gua Hira Kini Lorong masuk menuju gua Hira Mulut Gua Hira Kaki gunung (jabal) Nur
    • Ibroh dan Pelajaran • ‘Uzlah (meneyndiri) mempunyai peranan penting bagi jiwa manusia. Sebab, betapun seseorang berakhlak mulia ia membutuhkan perenungan untuk “mengadil dirinya” (muhasabah an-nafs), dan merenungi kebesaran Tuhan. • ‘Uzlah juga dapat mendekatkan diri kepada Allah, dengan melepas hiruk- pikuk kehidupan duniawi, sehingga timbul mahabbatullah yang menjadi modal dalam pengorbanan dan jihad. • Dengan ‘uzlah seseorang dapat menganggap kemewahan menjadi kecil, melecahkan segala bentuk tawaran duniawi, menganggap enteng segala gangguan dan siksaan. • Khalwah (menyendiri) yang dimaksud disini adalah sebagai sarana untuk mewujudkan tujuan di atas, bukan seperti banyak orang yang melakukannya tanpa ukuran tertentu. Ia berfungsi sebagai obat yang tidak boleh dilakukan tanpa kadar tertentu. • Sejak Nabi saw diangkat menjadi Rasul, beliau tidak pernah ke gua untuk khalwah, namun beliau menjadikan masjid sebagai tempat i’tikaf dan mendekatkan diri kepada Allah
    • Wahyu yang Pertama • Pada malam Ramadhan saat Nabi saw berkhalwat di Gua Hira, beliau kedatangan malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama, surat Al-’Alaq 1-5 • Rasulullah saw segera pulang ke rumahnya dan minta diselimuti oleh Khadijah karena rasa khawatirnya beliau • Khadijah menenangkan Rasulullah saw seraya berkata; “Tidak ! Bergembiralah!, Demi Allah, Allah sama sekali tidak akan membuat engkau kecewa. Karena engkau orang yang suka menyambung tali keluarga, selalu menolong yang susah, menghormati tamu, dan membela orang yang berdiri di atas kebenaran. • Khadijah mengajak Rasulullah saw kepada pamannya bernama Waraqah bin Naufal, seorang Nasrani di zaman Jahiliyah. Rasulullah saw menceritakan peristiwa di Gua Hira padanya. Waraqah berkata, “Apa yang datang kepadamu adalah yang pernah datang kepada nabi-nabi sebelummu. Alangkah indahnya jika aku masih hidup pada saat umatmu mengusirmu.” Rasulullah saw berkata, “Apakah aku akan diusir umatku?” Waraqah menjawab, “Tidaklah setiap nabi kecuali dia pernah diusir umatnya”
    • Wahyu yang Pertama • Namun tidak lama kemudian Waraqah bin Naufal meninggal dunia. • Beberapa waktu lamanya Rasulullah saw tidak menerima wahyu lagi. Para ulama berbeda pendapat tentang hal itu. Ada yang berkata lama tidak menerima wahyu lagi adalah tiga tahun, ada yang berkata kurang dari itu. Namun pendapat yang kuat adalah hadits yang diriwayatkan al- Baihaqi, bahwa Rasulullah tidak menerima wahyu lagi selama enam bulan. • Wahyu yang kedua diterima Rasulullah saw dari Jibril pada suatu malam beliau melihat Jibril duduk di antara bumi dan langit, lalu beliau takut dan pulang ke rumah minta diselimuti. Lalu turunlah surat al-Mudatsir ayat 1-7 • Sejak itu wahyu diturunkan secara kontinyu.
    • Ibroh dan Pelajaran • Hadits tentang turunnya wahyu yang diriwayatkan Bukhori adalah dasar bahwa ajaran Islam bukan karya dan khayalan nabi Muhammad saw, karena beliau ada rasa takut sebagai sifat manusiawinya • Demikian juga penjelasan Waraqah bin Naufal menegaskan bahwa apa yang diajarkan nabi adalah wahyu. • Untuk menambah bukti bahwa al-Quran itu adalah wahyu dari Allah swt, maka ada bukti sebagai berikut: – Adanya perbedaan antara al-Quran dan hadits. Nabi memerintahkan sahabatnya mencatat al-Quran dan melarang mencatat hadits – Nabi saw sering ditanya beberapa masalah tidak dapat menjwabnya kecuali menunggu turunnya wahyu menjawab masalah tersebut – Nabi saw seorang ummi (buta huruf) sehingga tidak mungkin beliau mengarang al-Quran – Kejujuran Nabi saw selama 40 tahun terhadap kaumnya, maka pastilah juga beliau bersikap jujur pada dirinya sendiri